p-Index From 2021 - 2026
8.171
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKUIVALEN - Pendidikan Matematika International Journal of Nusantara Islam Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Pendidikan Islam AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah al-Afkar, Journal For Islamic Studies Journal EVALUASI NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA ELITE Journal: Journal of English Linguistics, Literature, and Education TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) MANAGERE : Indonesian Journal of Educational Management Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam International Journal of Humanities Education and Social Sciences Jurnal Iman dan Spiritualitas Jurnal Cakrawala Ilmiah Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Gunung Djati Conference Series Eduvest - Journal of Universal Studies Managere: Indonesian Journal of Educational Management Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal International Journal of Nusantara Islam Jurnal Epistemic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam Dan Global ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service
Claim Missing Document
Check
Articles

Epistemologi Ilmu Pengetahuan Islam Klasik dan Kontemporer Taufik Mustofa; Nanat Fatah Natsir; Erni Haryanti
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hawari

Abstract

Epistemology merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mempelajari tentang hakikat ilmu pengetahuan dan metode atau cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Kajian epistemology yang cukup berpengaruh dan berkembang pada saat ini lebih banyak didominasi oleh pemikir barat dibandingkan para pemikir Islam. Pemikiran Islam mengalami berbagai dinamika dan pasang surut yang luar biasa sejak periode Islam awal atau klasik sampai dengan abad modern atau kontemporer. Pemikiran Islam yang berkembang juga tidak terlepas dari peran pemikiran, historisitas, sosial budaya termasuk epistemologi. Persentuhan dan pertemuan pemikiran Islam dengan semua elemen-elemen tersebut telah mengkonstruksi bangunan epistemologi sendiri dalam pemikiran Islam. Tulisan ini ingin menelusuri dan menganalisis diskursus epistemologi yang berlangsung dalam pemikiran Islam serta perkembangannya pada periode klasik dan kontemporer.
Model Pengembangan Pendidikan Islam di UIN Maliki Malang Mumu; Nanat Fatah Natsir; Erni Haryanti
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hawari

Abstract

Konsep manajemen Islam telah terbukti handal dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, dengan konsep ini Nabi Muhammad SAW telah membuktikan hanya dalam 23 tahun masa kenabiannya mampu merubah konsep negara, dan menjadi dasar dari konsep bernegara yang baik sampai dengan saat ini. Salah satu konsep bernegara tersebut tentulah berkaitan dengan berorganisasi. Kehandalan konsep manajemen Islam tersebut tidak terlepas dari misi besar Islam. UIN Maliki Malang, Universitas dengan cita-cita menjadi center of excellence dan center of Islamic civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin) ialah salah satu bukti keberhasilan dalam melakukan pengembangan pendidikan dengan konsep manajemen Islam. Berbagai rencana strategis pengembangan pendidikan Islam dilakukan dengan sungguh-sungguh hingga membawa kemajuan secara terus menerus. Baru- baru ini UIN Maliki telah mewujudkan impiannya menuju Universitas Islam bertaraf Internasional. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah melakukan visitasi di UIN Maliki, menetapkan UIN Maliki Malang masuk dalam sebelas Universitas ternama di Indonesia yang terakreditasi A.
Epistemologi Pendidikan Islam di Indonesia sebagai Solusi Menjawab Tantangan Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah di Era 4.0 Ahmad Hapidin; Nanat Fatah Natsir; Erni Haryanti
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v6i1.4387

Abstract

Critical Analysis of the Epistemology of Science (Theory of Knowledge and Scientific Methods) aims to realize the development of Islamic education in Indonesia, as a solution in answering the Challenges of Science and Scientific Methods in Era 4.0. So that in this study it is necessary to uncover and explore the views of Islamic reformers in responding to the Challenges of Science and Scientific Methods in Era 4.0. this study concluded that in terms of realizing the development of Islamic education in Indonesia, as a solution in answering the Challenges of Science and Scientific Methods in Era 4.0, it is necessary to adapt to the development of the existing era, and need renewable science, this is because science and methods Scientific research is 1) to parse, 2) to assist (supporters), in realizing the development of superior Islamic education through the arguments contained in the Qur'an and Hadith. A real example is the establishment of formal schools, from elementary school (elementary school) to Islamic boarding school-based universities that exist in Indonesia. In responding to the challenges of science and scientific methods in the 4.0 era, it is necessary to develop an Islamic Education methodology through an alternative paradigm of integralism in the religious sciences with non-religious sciences, which can be done by pesantren-based school institutions.
Strategic Management to Cultivate Islamic Boarding Schools’ Educational Quality: Blending Model Implementation Aip Syarifudin; Muhibbin Syah; Cecep Sumarna; Erni Haryanti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 4 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2972.462 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i4.409

Abstract

This study aims to explore strategic management of Islamic Boarding Scholl in order to cultivate educational quality. The present study employed a qualitative study by using descriptive analytical approach. Two Islamic boarding schools were selected as the research sites namely Sabilunnajat and Al-Ulfah Islamic boarding schools, Ciamis Regency, West Java, Indonesia. The findings revealed that these two Islamic boarding schools were deemed capable to survive in a fairly tight competition. Moreover, there were several strategic steps undertaken by these two Islamic boarding schools to survive and contribute to the society. This alteration attempt is a conceptualization of Islamic boarding school management system referred to, in other words, as management strategy. After obtaining the results of field data from two research sites, the researcher will subsequently analyze and attempt to improve the management system in the two research sites. A good boarding school and the survived one is considered capable to answer the needs of the society which is in line with the terms where quality is something that meets needs. Afterwards, this study proposed a model knowledge of Islamic boarding school management system particularly the Blending Model of Management of Islamic Boarding Schools
Sumbangan Pemikiran Ian G. Barbour mengenai Relasi Sains dan Agama terhadap Islamisasi Sains Meliani, Fitri; Fatah Natsir, Nanat; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.207 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i7.331

Abstract

Hubungan sains dan agama adalah hubungan yang rumit. Keduanya selalu menjadi wacana diskusi yang menarik. Sains dalam kehidupan manusia selalu berkembang dan berubah. Sedangkan agama selalu dianggap tradisi turun temurun yang dipertahankan oleh masyarakat tertentu. Salah satu tokoh yang mengangkat masalah sains dan agama adalah Ian G. Barbour. Barbour berusaha memetakan aspek metodologis, konseptual hingga praktis relasi antara sains dan agama dalam tipologi. Tipologi Barbour terdiri dari empat tingkatan, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Ketika berbicara tentang agama, perhatian Barbour nyaris terbatas pada teologi, dan ketika berbicara tentang sains, perhatiannya terutama tertumpu pada ada yang disampaikan oleh isi teori-teori paling mutakhir dalam ilmu alam. Dengan adanya integrasi agama dan sain yang Barbour ungkapkan menjadi titik awal pencetusan Islamisasi sains. Gerakan Islamisasi Ilmu oleh Al-Faruqi dan Syed M. Naquib al-Attas hadir untuk menyelamatkan ilmu pengetahuan dari westernisasi, dan menjawab keresahan psrs ilmuwan Islam yang khawatir dengan kerusakan tauhid dan alam akibat dampak negatif sains Barat. Keduanya menekankan konsep tauhid sebagai dasar ilmu pengetahuan.
Paradigma Keilmuan yang melandasi proses Transformasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Supriani, Yuli; Natsir, Nanat Fatah; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.086 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i7.335

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengembangan keilmuan integratif di UIN Walisongo Semarang dengan mengusung model Intan Berlian Ilmu. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma kesatuan ilmu pengetahuan ( unity of science ) yang dikembangkan UIN Walisongo, yakni dengan menyatukan antara semua cabang ilmu dan memberikan landasan wahyu sebagai latar atau pengikat penyatuan. Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan di Indonesia ditransformasi dalam ranah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang menjadi sentral perkembangan ilmu keislaman dengan harapan dapat mempercepat cita-cita islamisasi ilmu pengetahuan di Indonesia. Hal ini memberikan konsekuensi terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam baik Negeri maupun Swasta, khususnya UIN Walisongo Semarang. Salah satu dari strategi pencapaian unity of science atau dikenal dengan wahdat al-ulum adalah transformasi dari IAIN menjadi UIN.
Positivisme, Pospositivisme, Teori Kritis, dan Konstruktivisme dalam Perspektif “Epistemologi Islam” Irawati, Dini; Natsir, Nanat Fatah; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.553 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i8.358

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang paradigma keilmuan yang menjadi acuan dalam melakukan proses penelitian. Dalam dunia ilmu pengetahuan sosial terdapat sejumlah kategori paradigma yang dilakukan para ahli. Egon G. Guba (1990) telah membagi menjadi empat paradigma; (1) paradigma positivisme: (2) paradigma postpositivisme; (3) konstruksivisme; (4) teori kritis. Jika dilihat dari perspektif Islam , maka keempat paradigma yang dibahas telah diakomodir dalam konsep epistemologi Islam, bahkan pandangan Islam tentang ilmu pengetahuan lebih luas, tidak bersifat sekuler yang memisahkan antara sains dan agama. Kebenaran ilmu pengetahuan, metodologi keilmuan dan validitasnya semuanya telah diisyaratkan dalam alquran sebagai sumber utama keilmuan dalam epistemology islam. Para filusuf Muslim telah melakukan pengkajian dan melahirkan berbagai tipologi epistemology Islam. Fenomena ini menjadi harapan besar akan munculnya kembali kejayaan peradaban Islam.
Epistemologi Islam Klasik dan Kontemporer Suhada, Dodo; Fatah Natsir, Nanat; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.105 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i8.360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian epistemologi islam klasik dan kontemporer. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi keilmuan dalam hal ini Universitas Islam Negeri yang ada di Indonesia memiliki konsep Islamic knowledge atau ilmu-ilmu keislaman yang dikembangkan oleh masing-masing pergurun tinggi itu sendiri, dengan kata lain adalah ilmu pengetahuan yang  dibangun ini berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana tertuang dalam sumber ajarannya yang utama, yakni al-Qur’an dan al-Sunnah, dan Ijma’. Kemudian kontekstualisasinya terhadap Perkembangan Pendidikan di Indonesia dalam hal ini Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia yang memiliki integrasi konsep dan tujuan serta ciri khas masing-masing perguruan tinggi, ada keunikan tersendiri, misalnya UIN sunan Gunung Djati Bandung  dengan jargonnya yaitu wahyu memandu ilmu, kemudian UIN Sunan Kalijaga dengan Konsep Jaring Laba-laba yang merupakan metafora simplifikasi konsep paradigma keilmuan Integrasi-Interkoneksi, yang merupakan sebuah pendekatan dalam pembidangan matakuliah yang mencakup tiga dimensi pengembangan ilmu.
Paradigma Keilmuan yang Melandasi Proses Transformasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Maman, Maman; Sumpena, Agus; Natsir, Nanat Fatah; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.57 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i8.371

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Paradigma Keilmuan Yang Melandasi Proses Transformasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui metode deskriptif analisis dengan sumber data utama berbagai kepustakaan atau referensi yang mendukung kajian. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa :1) Secara umum, terdapat tiga kelompok besar dalam mendiskusikan paradigma ilmu, yakni paradigma sekuler, paradigma islamisasi dan paradigma integratif, 2) Model Integrasi Dialogis pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kaitannya dalam perubahan IAIN menjadi UIN diperlukan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia yang dinilai masih dikotomis. Untuk memacu tingkat perkembangan yang lebih tinggi dan dapat memenuhi harapan berbagai pihak, diperlukan pengembangan IAIN secara keilmuan dan kelembagaan dari “Institusi” menjadi “Universitas, serta 3) Paradigma Pembelajaran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bahwa aktivitas pendidikan dan keilmuan di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Agama di Indonesia mirip-mirip seperti pola kerja keilmuan awal abad renaissance hingga era revolusi informasi. Ada beberapa paradigma pembelajaran pada lembaga pendidikan Islam, yakni Paradigma Formisme, Paradigma Mekanisme, dan Paradigma Organisme.
Tanggung Jawab Moral Ilmuan dan Netralitas Ilmu Sopian, Asep; Natsir, Nanat Fatah; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.882 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.395

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara ilmu dan moral. Hubungan antara ilmu dan moral adalah sangat erat bahwa setiap usaha manusia untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman dari berbagai segi harus berpedoman pada ajaran agama dan paham ideologi dalam bersikap dan bertindak. Sementara itu tanggung jawab ilmuwan di masyarakat adalah suatu kewajiban seorang ilmuwan untuk mengetahui masalah sosial dan cara penyelesaian permasalahan sosial tersebut. Seorang ilmuwan mempunyai tanggung jawab sosial, bukan saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di masyarakat namun yang lebih penting adalah karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat. Fungsinya selaku ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab agar produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Hakikatnya ilmu itu mempunyai nilai Netral (nol), dengan ilmu itu netral maka perkembangan ilmu pengetahuan bisa berkembang. Sehingga tidak tercampuri dengan suatu hal yang dapat menjadikan ilmu atau itu sendiri menjadi terhambat dalam perkembangannya.
Co-Authors A. Heris Hermawan Aang Mahyani Afiffudin, Muhamad Agus Ruswandi Ahmad Hapidin Ahmad, Ikhsan Aji Saepurahman Alawi, Dindin Albarra Sarbaini Allifna Nur'Izzati Fajriah Ambya, Rachanda Ansari, Nia Rahmawati Anwar, Andi Saefulloh Asep Nursobah, Asep Asep Sopian Asep Supriyadi Awaliyah Fitri, Sofia Ratna Badrudin Bustomi, Jenal Cecep Sumarna Deni Solehudin Dian Dian Didih Syakir Munandar Ela Komala Elfrida Ratnawati Firdaus Firdaus Fitri Meliani, Fitri Furqon, Zenal Hadiyanto Hapidin, Ahmad Hendrianto Hendrianto Hendrianto Hendrianto, Hendrianto Hermawan, Acep Heris Hikmah Maulani Husain Husain Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iman Mukhroman Imas Masruroh Iqbal Amar Muzaki Iqbal, Teguh Irawati, Dini Iwan Sopwandin Jabar, Padli Abdul Juhana, Hendri Khambali Maman, Maman Maslani Maslani Mayasari, Annisa Miftahul Huda Mochamad Ziaul Haq Mohamad Erihadiana, Mohamad Mohamad Yamin Muaz Muaz Muhammad Aditya Firdaus Muhibbin Syah Muhyiddin, Dandy Sobron Mumu Munadi Munadi Mungkassifurahman, Mungkassifurahman Mustakin, Akin Muttaqin, Via Putrimawati Najili, Hakin Nalahuddin Saleh Nanat Fatah Nasir Nanat Fatah Natsir Nanat Fatah Natsir Nasir, Nanat Fatah Natsir, Nanat Fatah Ningsih, Indah Wahyu Nisa Lailatul Qodriyah Noza Aflisia Noza Aflisia, Noza Nurasa, Ace NURDIANSYAH, ACHMAD Nurfauji, Bayu Bambang Nurfazri, Muhammad Oktaviani, Eka Tri Predari Siswayani Razali, Nabihah Husna Renny Widia Astuti Rifaie, Muhammad Mukrim Faer Rizqiyani, Rifa Rosanti, Atik Rusli Hamdani, Mohammad S. Truna, Dody Saadah, Susi Siti Badriah Siti Helmyati Siti Masitoh Siti Rohmah Kurniasih Sugiana, Yusuf SUHADA, DODO Sulaeman, Dedi Sumarwiyah Sumarwiyah, Sumarwiyah Sumpena, Agus Suntiah, Ratu Supiana Supriani, Yuli Syarifudin, Aip Tarsono Tarsono Tatang Muh Nasir Taufik Mustofa Tedi Priatna Ulpah, Ghina Vista, Aura Wawan Ridwan Yanti Nurdiyanti Yeni Huriani Yusuf, Reza Fathuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin