p-Index From 2021 - 2026
6.804
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Majalah Keperawatan Unpad Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Majalah Kedokteran Bandung Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal NERS MEDISAINS Medula Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Keperawatan Sriwijaya Health Notions Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Jurnal Keperawatan Padjadjaran Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Health Science and Prevention Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) NERS Jurnal Keperawatan Journal of Nursing Care PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Media Karya Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science The Indonesian Journal of Health Science Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Masker Medika Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Health and Nutrition Research JHeS (Journal of Health Studies) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Prosiding SIMKESNAS Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Medical-Surgical Journal of Nursing Research Holistik Jurnal Kesehatan NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

PENGALAMAN PSIKOLOGIS PASIEN INFARK MIOKARD AKUT SELAMA DIRAWAT DI RUANG INTENSIF Emaliyawati, Etika; Sutini, Titin; Ibrahim, Kusman; Trisyani, Yanny; Prawesti, Ayu
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7477

Abstract

Infark Miokard merupakan salah satu penyakit terminal yang memerlukan perawatan intensif. Perawataan intensif yang diperlukan harus holistik, mencakup bio psiko sosial dan spiritual. Psikologis infark miokard harus selalu diperhatikan, karena salah satu penyebab infark miokard adalah dari psikologis atau dikenal dengan stress. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman pasien infark miokard akut yang menjalani perawatan di ruang intensif. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan phenomenology yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Bandung periode Juni-Juli 2013. Jumlah informan 10 orang pasien infrak miokard akut yang pada saat dilakukan wawancara sudah dalam perbaikan killip I dan II yang diambil secara purposive sampling, dirawat di ruang intensif dan kondisinya telah stabil. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kemudian dianalisa menggunakan content analysis dari Hancoch. Hasil penelitian didapatkan 3 tema penelitan yaitu seluruh responden merasa tidak berdaya, 9 responden mengalami ketidakpastian menghadapi masa depan dan 10 responden menyatakan ketakutannya akan kematian. Seluruh pasien infrak miokard mengalami masalah psikologis, oleh karena itu hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam memberikan layanan kesehatan bagi pasien kondisi terminal; infark miokard akut yang sedang menjalani perawatan intensif. Penting kiranya untuk dapat mengelola dan mengintegrasikan pelayanan perawatan pada pasien infark miokard akut yang sedang dirawat di unit intensif secara holistik meliputi fisik psikologis sosial dan spiritual. ABSTRACTCommunication is a very important process in human relationship. In providing nursing care, nurses should have a good knowledge and communication skill as the beginning of a good relationship between nurses, patients, and their families. Nurses with good communication skill had an easier opportunity to make a good relationship with the patient and their families. This study aimed to identify effective communication barriers among nurses in developing communication with patients’ family according to nurses’ perspective in Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Al Islam Bandung. This descriptive explorative study involved 10 nurses were taken with accidental sampling. Data were gathered using interview and observation. Data analyzed with the content analysis. Result showed that there were at least five topic of effective communication barriers among nurses in developing communication with patients’ family according to nurses’ perspective in Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Al Islam Bandung; role conflict, family demographic factors, misunderstanding, environment and situation in the ICU, and family psychological condition. So, training related to communication between nurses and patients’ family were necessary to undertake in order to improve the ability of nurses such as foreign language skills and patience in dealing with the situation in the ICU especially in relation to the patient's family. This is because nurses are the spearhead of health care service in hospital.
Literasi Kesehatan Orang Dengan HIV/AIDS Kesumawati, Rianti; Ibrahim, Kusman; witdiawati, witdiawati
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 5, No 1 (2019): Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v5i1.15533

Abstract

 ABSTRAK Literasi kesehatan merupakan kemampuan seseorang untuk mencari, memahami informasi kesehatan dalam menentukan keputusan bagi kesehatannya. Di Kabupaten Garut prevalensi kasus AIDS masih tinggi. Literasi kesehatan ini sangat penting untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena sangat rentan terkena infeksi opportunistik apabila tidak dapat melakukan perawatan kesehatan, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan, diharapkan ODHA dapat memenuhi kebutuhannya melalui informasi yang diperoleh guna meningkatkan derajat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran literasi kesehatan orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan penarikan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 60 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner Health Literacy Study-Asia (HLS-Asia) diadaptasi dari Health Literacy Study-European (HLS-EU) yang dikembangkan oleh Kristine Sorensen terdiri dari 40 pertanyaan dan sudah diuji validitas dengan hasil alpha cronbach 0.982 untuk mengukur literasi kesehatan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di Poliklinik Dahlia TNI-AD Tk. IV Garut. Hasil penelitian Responden memiliki literasi rendah (56.7%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki literasi tinggi (43.3%). Keempat komponen literasi kesehatan yang rendah di Poliklinik Dahlia dikarenakan responden masih kesulitan dalam menilai informasi (63.3%) dan menerapkan informasi kesehatan (61.7%). Perlunya bagi petugas kesehatan memberikan informasi secara jelas, sederhana dan menyediakan sarana dan prasarana bagi ODHA untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatannya.ABTRACTHealth literacy is an individual’s ability to find, understand and comprehend health information in determining decisions for their health. AIDS cases prevalence in Garut is still considered high. Health literacy is very important for those who live with HIV / AIDS (ODHA) because they are tend to be fragile toward opportunistic infections if they don’t get health treatment, disease prevention and health promotion. It is expected that ODHA can fulfill their needs by obtaining some health information in order to improve their health status. This study purpose is to find out the description of health literacy on people living with HIV / AIDS. This research used quantitative descriptive design and purposive sampling to take 60 respondents. The instrument used on this research are Health Literacy Study-Asia (HLS-Asia) questionnaire that is adapted from the Literacy Study-European (HLS-EU), wich developed by Kristine Sorensen. It consist of 40 questions and its validity has been tested with the results of alpha cronbach 0.982 to measure health literacy that conducted  on June 2018 at the Dahlia Polyclinic of TNI-AD, Tk. IV Garut. Results this research Respondents who have lower literacy (56.7%) more than respondents who had high literacy (43.3%). The four components of low health literacy in Dahlia Polyclinic are the respondents’ difficulty to assess the information (63.3%) and to apply health information (61.7%). Hence, the health workers need to give ODHA simple health  information clearly and provide facility for fulfilling their health treatment needs.
The Analysis of Factors Related to Self Care of Men Who Have Sex with Men (MSM) with HIV/AIDS Inriyana, Ria; Wisaksana, Rudi; Ibrahim, Kusman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 7, No 1 (2021): Volume 7, Nomor 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v7i1.33605

Abstract

ABSTRACTIntroduction : Men who have sex with men (MSM) contain the highest risk factor and contribute significantly to HIV / AIDS transmission. As a chronic disease, MSM with HIV / AIDS needs treatment and care for the rest of their lives. The complexity of HIV disease and its treatment makes self-care essential for the optimal health of people living with HIV. The Health Belief Model (HBM) factors can explain and predict self-care behavior in MSM with HIV/AIDS. Objectives :This study aims to analyze the dominant factors associated with self-care of MSM with HIV / AIDS. Methods: This research uses quantitative methods with correlation analytic design. The sampling process employed a purposive sampling of 78 respondents. Primary data collection was processed by a self-care assessment questionnaire and HBM through google forms online survey. The data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test and multiple linear regression. Results: The results showed that the highest mean HBM was in perceived self-efficacy (23.18) and self-care in the spiritual domain (24.94). The bivariate results showed that self-care had a significant relationship with perceived susceptibility (r = 0.346, p 0.05), perceived benefits, (r = 0.255, p 0.05), and perceived self-efficacy (r = 0.406, p 0.05). The multivariate results found that perceived self-efficacy is the dominant factor (β = 0.406) which is related to the respondent’s self-care ability. Discussion: Most respondents have the belief that they are capable of self-care the higher the perceived self-efficacy, the better the chance of having self-care. Services that respect and value MSM as humans by providing motivation through counseling during Voluntary Counseling and Testing (VCT) play a role in maintaining and increasing perceived self-efficacy. Nursing care that is carried out with the belief that everyone has the ability to care for themselves can help the individual meet the needs of life, maintain health and well-being.ABSTRAKPendahuluan : Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan faktor risiko tertinggi dan memberikan kontribusi penularan HIV/AIDS yang signifikan. Sebagai penyakit kronis, LSL dengan HIV/AIDS perlu melakukan pengobatan dan perawatan seumur hidupnya.Kompleksitas penyakit HIV dan pengobatannya membuat perawatan mandiri (self-care) penting untuk kesehatan ODHA yang optimal. Melalui faktor-faktor Health Belief Model (HBM) dapat menjelaskan dan memprediksi perilaku self-care pada LSL dengan HIV/AIDS. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berhubungan dengan self-care LSL dengan HIV/AIDS. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 78 responden. Pengumpulan data primer dengan kuesioner self-care assessment dan HBM melalui online survey menggunakan google formulir. Data di analisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresi linier ganda. Hasil : Hasil penelitian didapatkan rerata HBM tertinggi pada perceived self efficacy (23.18) dan self-care pada domain spiritual (24.94). Hasil bivariat menunjukkan bahwa self-care memiliki hubungan yang signifikan dengan perceived susceptibility (r=0.346,p0.05), perceived benefits, (r=0.255,p0.05),dan perceived self-efficacy (r=0.406,p0.05). Hasil multivariat ditemukan bahwa perceived self efficacy merupakan faktor dominan (β=0.406) yang berhubungan dengan kemampuan self-care responden. Diskusi : Sebagian besar responden memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu untuk melakukan perawatan mandiri, semakin tinggi perceived self efficacy maka berpeluang memiliki self-care yang semakin baik. Layanan kesehatan yang menghormati dan menghargai LSL sebagai manusia dengan pemberian motivasi melalui konseling saat Voluntary Counseling and Testing (VCT) berperan guna mempertahankan dan meningkatkan perceived self efficacy. Asuhan keperawatan yang dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri dapat membantu individu tersebut memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraan.
Co-Authors Aan Nur'aini Aan Nuraeni Aan Nur’aini Aat Sriati Abdul Rahman Aditya Salya Adnyana , I Made Dwi Mertha Ai Nuraeni Alfian Alfian Amelia, Iftikar Salma Amelia, Vira Amirah, Shakira ANA IKHSAN HIDAYATULLOH Andri Nugraha Anita Setyawati Aprilia Aulia Ardianti Aria Nurahman Hendra Kusuma Arlette Suzy Puspa Pertiwi Asadul Islam Asep Supriatna Astilia, Astilia Baiq Emi Nurmalisa Cabanes, Ria C Cahyo Nugroho, Cahyo Cecep Eli Kosasih Christina Listha Citra Windani Mambang Sari Cruz, Zito Viegas da Dadang Purnama Derison Marsinova Bakara Desy Indra Yani Dian Adiningsih Didi Kurniawan Dwi Pudjonarko Dwinka Syafira Eljatin Dyah Setyorini Dyah Setyorini Earlyana Octavia limbong ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Erin M. Kahle Ermiati Ermiati Etika Emaliyawati Etika Emaliyawati Etika Emliyawati Eva Nurlaela Faizal Idrus Fauziyyah, Raden Nabilah Putri Fera Imelia Agustin Gina Nurdina Habsyah Saparidah Agustina Hadi Nasbey Hana Rizmadewi Agustina Hardhono Susanto Harmita, Devi Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Harwadi, Hendra Hasanah, Ulung Hayaty, Helmi Helmi Hayaty Hendra Harwadi Heri Budiawan Herliani, Yusshy Kurnia HIDAYATULLOH, ANA IKHSAN Ida Maryati Ida Rosidawati Ihda Al Adawiyah Mz Ikeu Nurhidayah Imas Rafiyah Indriono Hadi Inriyana, Ria Iqbal Pramukti Irman Somantri Ita Vusfita Iyus Yosep Jabareen, Raifa Jain, Oktavia Nur Azizah Jayalangkara Tanra Kesumawati, Rianti Kintan Komala Kombong, Rita Kurniawan Yudianto La Rangki La Rangki La Rangki Laili Rahayuwati Lia Meilianingsih Lilin Rosyanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Mamuroh limbong, Earlyana Octavia Lin, Chung-Ying Luh Nik Armini Luthfi, Wazirul Made Yos Kresnayana Mamat Lukman Manumara, Theophylia Melisa Maria komariah Maria Komariah Maulana, Sidik Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Meidiana Dwidiyanti Meilita Enggune Meita Dhamayanti Mia Listia Mochammad Hatta Mustari Aji, Nandang Nasrulloh, Iqbal Nia Kurniasih Nita Arisanti Nita Fitria Novi Malisa Novi Malisa, Novi Nur Chayati Nursiswati Nur’aeni, Aan Oktavia Nur Azizah Jain Olivia, Claudia Priambodo, Ayu Prawesti Purwo Suwignyo Putri Karisa Raden Nabilah Putri Fauziyyah Raden Nabilah Putri Fauziyyah Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahmah, Tira Nur Rahmi Muthia Raini Diah Susanti Ramadani, Regina Cahya Ramoo, Vimala Restuning Widiasih Ria Bandiara Ria Inriyana Riri Amalina Riri Amalina Ristina Mirwanti, Ristina Rudi Kurniawan Rudi Wisaksana Rudi Wisaksana Sandra Pebrianti Saritessa, Nining Septian Andriyani, Septian Setiawan Setiawan Setiyawan Setiyawan siti romadoni Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Slamet Riyanto Sri Elis Rohaeti Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati SRI WULANDARI Sridiawati, Esy Stevani Basry Suryani Suryani Tati Sumarni Tertianto Prabowo Titin Mulyati Titin Sutini Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Anggriani Utama Tuti Pahria Udin Rosidin Umar, Tungki Pratama Untung Sujianto Upit Pitriani Urip Rahayu Veny Hadju Waluya, Ady Waluya, Jajang Ganjar Widaningsih, Ida Windiramadhan, Alvian Pristy Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yanny Trisyani Yanny Trisyani Yeni Yulianti Yovita Hartantri Yusshy Kurnia H Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Zahara Farhan