Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Uis Nipes dalam Upacara Pernikahan Adat Suku Karo: Analisis Semiotik Artika, Mutiara Romi; Islamy, Mutiara; Siahaan, Rachel Pratiwi; Sembiring, Teresia Anjelina; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14164

Abstract

Analisis semiotik menggunakan teori Roland Barthes digunakan untuk mengeksplor denotasi dan konotasi simbol-simbol yang terkandung dalam kain Uis Nipes, terkhususnya pada warna, motif, dan perannya dalam konteks budaya suku Karo. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, dalam proses pengumpulan dan analisis data melalui penggunaan observasi dan dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa Uis Nipes bukan hanya berperan sebagai elemen pakaian, melainkan juga memuat nilai-nilai kekayaan alam, identitas budaya, keanggunan, dan kehormatan. Kesimpulan penelitian ini merujuk kepada tiga makna utama yang ditemukan, yaitu terkait dengan bahan kain, motif, serta signifikansi warna dalam konteks pernikahan suku Karo. Penelitian ini berkontribusi pada pemanahaman mendalam terhadap simbolisme budaya suku Karo melalui analisis semiotik Uis Nipes.
Sejarah dan Fungsi Hiou dalam Aspek Kehidupan Masyarakat Simalungun Bahri, Melati Nifri; Simanjuntak, Sulthan Abdharu; Khairiyya, Nadhira; Sinulingga, Jekmen; Hum, M.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14165

Abstract

Artikel ini membahas tentang tradisi bertenun pada masyarakat Simalungun yang menghasilkan hasil tenunan yang dalam etnis Simalungun di sebut hiou. Hiou adalah sejenis pakaian seni yang terbuat dari potongan kain khas Batak, memiliki corak dan dimensi tertentu, dan dipakai sebagai bentuk perlindungan bagi tubuh dengan makna kasih sayang yang berlimpah. Artikel dengan judul “Sejarah dan Fungsi hiou dalam Aspek Kehidupan Masyarakat Simalungun” ini berfokus pada sejarah Hiou Simalungun beserta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau studi pustaka. Sumber data yang diperoleh melalui studi literatur berupa jurnal karya ilmiah yang relevan dan berkaitan dengan topik yang dibahas, yaitu Hiou Simalungun, serta sumber data pendukung lainnya yakni artikel daring yang berkaitan. Simalungun memiliki berbagai jenis Hiou yang tak luput mempengaruhi aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya, baik dari aspek sosial, aspek budaya, dan juga aspek ekonomi.
Fungsi dan Makna Ulos Pucca dalam Batak Toba Kajian Semiotika Siallagan, Intan Putri; Saragi, Mery Grace; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14166

Abstract

Ulos merupakan kain tradisional yang berasal dari suku Batak. Kain ulos memiliki makna simbolis dalam berbagai upacara adat dan ritual, seperti pernikahan dan kematian, serta acara adat penting lainnya.Ulos Pucca merupakan salah satu kain khas Batak Toba yang dikerjakan dengan menggunakan tangan dan biasanya dikerjakan oleh perempuan. Artikel ini akan membahas tentang fungsi dan makna Ulos Pucca pada Batak Toba dengan menggunakan kajian semiotika oleh Roland Barthes. Menurut Roland Barthes, semiotika adalah bidang yang mempelajari tanda-tanda dan makna yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam artikel ini. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya fungsi Ulos Pucca yang terdiri atas enam yaitu upacara adat dan ritual, simbol status sosial, pemberian hadiah dan pertukaran budaya, perlindungan spiritual, identitas budaya, dan penghormatan kepada leluhur. sedangkan makna dari ulos pucca terdiri dari lima yaitu kesuburan dan kehidupan baru, perlindungan, status sosial, kehormatan dan persembahan, warisan budaya.
Gelang Sortali Batak Sebagai Produk Kreatif Untuk Pasar Siregar, Helda; Sitorus, Oliviya Sera; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14468

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melindungi praktik budaya Batak, khususnya penggunaan aksesoris gelang sortali, agar prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya dapat bertahan dan ditularkan kepada generasi berikutnya untuk membantu membentuk identitas bangsa dan memberikan karakter dan memiliki norma budaya yang baik. Metode penelitian dilakukan dengan analisis data deskriptif kualitatif, atau non-statistik, digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran komprehensif tentang masalah yang diselidiki. Tiga tahap metode pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil mengenai keragaman hiasan gelang Sortali yang ditemukan pada gelang akan dikumpulkan dari proses pengumpulan data. berdasarkan hasil pengumpulan data dan fakta yang dikumpulkan di lapangan. Kesimpulan paling nyata dari penelitian, analisis data, dan observasi lapangan bahwa terlihat jelas bahwa semangat masyarakat dalam membina budaya Batak melalui penciptaan produk-produk unik seperti gelang sortali yang menarik perhatian dan memikat generasi muda merupakan temuan yang paling mencolok. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi yang mampu mempertahankan hasil budaya. Gelang sortali. Berdasarkan hasil analisis bahwa gelang sortali dinilai mempunya masa depan yang panjang yang dapat bersaing dipasarnya karena dengan manajemen dan strategi pemasaran yang baik. Gelang sortali merupakan suatu produk yang bermutu dan inovatif dengan terus melakukan perkembangan terkait bentuk dan motifnya.
Gantungan Kunci Rumah Batak Toba Sebagai Produk Kreatif: Teori Komodifikasi Siallagan, Intan Putri; Saragi, Mery Grace; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14469

Abstract

Rumah Batak Toba merupakan rumah adat yang menjadi ciri khas masyarakat Batak Toba. Rumah Batak merupakan rumah kayu yang dibangun di atas panggung. Atapnya miring terbuat dari ijuk. Rumah ini sering kali dihiasi dengan ukiran dan lukisan yang rumit. Tujuan dari Artikel ini adalah untuk membahas tentang pembuatan gantungan kunci Rumah adat Batak Toba sebagai sebuah produk yang meningkatkan pengenalan Rumah Batak dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi pengrajin gantungan kunci rumah adat Batak Toba dengan menggunakan teori komodifikasi oleh Mosco. Menurut Mosco bahwa komodifikasi/ komersialisasi adalah transformasi nilai guna menjadi nilai tukar. Komodifikasi mengacu pada proses pembentukan produk budaya sesuai kepentingan pasar. Untuk itu, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam artikel ini. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa komodifikasi pada rumah adat Batak Toba juga dapat dilakukan untuk sebagai sebuah produk yang meningkatkan pengenalan rumah Batak Toba dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi pengrajin gantungan kunci rumah adat Batak Toba dengan dijual di berbagai platform e- commerce, salah satunya adalah platform Shopee.
Produksi Sulim sebagai Produk Inovatif Alat Musik Tradisional Batak Toba Sekali, Emmya Kristina Br Karo; Sihombing, Patar Kristian; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14470

Abstract

Sulim (seruling) adalah sejenis instrumen tiup bambu yang berasal dari daerah Batak Toba di Sumatera Utara.sulim terbuat dari bambu dengan badan bambu diberikan lubang.bedanya sulim dengan jenis seruling lain adalah bunyi yang dihasilkan yang terus bergetar.Penelitian ini menganalisis Membuat Produk Inovatif Alat Musik Tradisional Batak Toba (Sulim). kegiatan ini mencakup rumusan masalah tentang Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan sulim batak toba dan kegunaan dari sulim batak toba tersebut serta Langkah-langkah dalam pembuatan sulim batak toba. Metode yang digunakan didalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan Teori komodifikasi. Teori komodifikas dipahami sebagai proses dominan sosial dan institusi yang melakukan produksi komoditas untuk meraih keuntungan kapital/ekonomi sebesar-besarnya dengan menciptakan suatu konsep produksi, distribusi dan konsumsi. Sumber data yang diperoleh melalui sosial media. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam berkarya,menjadikan produk lebih dikenal oleh masyarakat ,dan sebagai bentuk pembelajaran dalam produk inovatif dan kreatif. Manfaatnya adalah Dapat memperoleh penghasilan, dapat mengganti fungsi dari benda lain, dan Serta menyalurkan inovasi untuk menghasilkan sebuah produk yang menguntungkan.
Analisis Kohesi Leksikal pada Saat Mangulosi dalam Tradisi Batak Toba Butar-Butar, Bertha; Sitanggang, Binarwan Halim; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangulosi sering dilakukan pada setiap kegiatan adat Batak baik di desa maupun perkotaan.Istilah kata memberi ulos dalam Batak Toba diserbut dengan mangulosi. Mangulosi adalah tradisi memberikan kain tenun ciri khas daerah Batak. dari orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada seseorang sebagai bukti restu yang diletakkan di bahu orang tersebut..Kain tenun ciri khas Batak ini disebut dengan ulos. Ulos dipakai pada saat acara pernikahan adat, memasuki rumah baru, kelahiran, acara baptisan kudus,tamu kehormatan, kemalangan dan berduka. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk menganalisa antara penggunaan kohesi leksikal dalam berbahasa pada saat mangulosi dalam acara adat Batak Toba.Populasi dalam penelitan ini bersumber dari seluruh kegiatan acara adat batak Toba di Kecamatan Sei Rampah pada bulan April. Responden penelitian ini adalah tuan rumah dan para undangan dalam acara adat Batak Toba Dalam penelitian ini menganalisis untuk mengetahui apakah ada penggunaan kohesi leksikal pada saat acara adat Batak Toba terutama saat mangulosi.
Mangongkal Holi dalam Etnik Batak Toba : Kajian Wacana Struktural Sinulingga, Jekmen; Sianipar, Trynanda; Harniko, Jefri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendalami upacara Mangongkal Holi dalam masyarakat Batak Toba dengan pendekatan wacana struktural untuk mengungkap makna simbolis dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pendekatan kualitatif digunakan dalam metode penelitian untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan informan kunci dari komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara tersebut terdiri dari tahapan-tahapan yang terorganisir dengan baik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ritual, serta prosesi pemindahan tulang-belulang dan penyelenggaraan pesta adat. Setiap tahap memiliki makna simbolis yang dalam, mencerminkan nilai-nilai gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan penegasan identitas budaya. Implikasi sosial dan budaya dari upacara Mangongkal Holi menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat warisan budaya dalam komunitas Batak Toba. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang nilai-nilai budaya dan spiritual dalam konteks upacara adat Batak Toba dan menyoroti relevansinya dalam menjaga keberlanjutan tradisi leluhur.
Analisis Tari Tor-Tor dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Mandailing di Kota Padang Sidimpuan Sinulingga, Jekmen; Siagian, Fitri Yanna; Rasmi, Rasmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari tor-tor merupakan salah satu bagian dari upacara adat yang dilakukan dalam acara pernikahan adat Batak Mandailing di Kota Padangsidimpuan, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dan memiliki keragaman suku serta etnik. Batak Mandailing memiliki berbagai  contoh dari upacara adat adalah upacara pernikahan tradisional yang dikenal dengan sebutan "Horja Godang". Dalam horja godang, biasanya terdapat kegiatan margordang dan manortor. Namun, tidak semua horja godang melibatkan margordang dan manortor. Manortor atau tor-tor adalah tarian yang diiringi oleh musik yang dimainkan dengan alat musik gordang, suling, dan ogung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tari tor-tor dengan penggunaan ulos dalam horja godang adat Mandailing di Kota Padangsidimpuan. Teori yang digunakan adalah teori kearifan lokal dan metode yang dipakai adalah metode kualitatif.  
Konteks dan Kohesi pada Lirik Lagu “Poda Ni Dainang” Ciptaan Tagor Tampubolon Cover Charles Simbolon Sinulingga, Jekmen; Siregar, Helda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada lirik lagu Poda Ni Dainang dari Charles Simbolon. Pendekatan mikrostruktur yang menitikberatkan pada aspek leksikal dan gramatikal adalah salah satu yang digunakan.Lagu-lagu dari masa lalu Sumatera Utara Investigasi berpusat pada bagian kesatuan sintaksis dan leksikal yang dapat menjelaskan keterpercayaan sebuah pembicaraan. Penggunaan aspek gramatikal dan leksikal yang membangun bahasa dalam lirik lagu merupakan permasalahan umum penelitian ini, dimana masalah yang diangkat yakni kohesi Leksikal dan Gramatikal yang terdapat pada lirik lagu Poda Ni Dainang. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif, subjek penelitiannya adalah lirik lagu, data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat, dan album musik Charles Simbolon menjadi sumber data dalam penelitian ini.Studi mengungkapkan bahwa wacana lirik daerah Poda Ni Dainang lengkap dan menyatukan karena adanya perangkat kohesif yang membangun wacana. Peneliti masa depan harus fokus pada aspek gramatikal, leksikal, dan konteks yang lebih luas daripada hanya satu lirik lagu.
Co-Authors Afrilla, Shafa Della Al Trio Boy Beyto Lumban Gaol Alpiani Lubis Alya Saqinah Apuilina, Theresia Widya Aritonang, Rebecca Saulina Artika, Mutiara Romi Asni Barus Asriaty R. Purba Asriaty R. Purba Ayu Andari Nainggolan Baharuddin Baharuddin Bahri, Melati Nifri Bancin, Rasefi Lestarina Barus, Emelia br Batubara, Monica Batubara, Monica Uli Batubara, Monika Uli Bento Reymondo Sirait Butar-Butar, Bertha Buulolo, Dwi Utama Emanueli Damanik, Oleg Isuando Damanik, Ramlan Daniel Permadi Marbun Depari, Edi Dinda Syabrina Dirham Pasaribu Edi Winarto Sihombing Endang Hutasoit Entelina, Santi Monica Ethelin, Santi Monica Fadlin Fadlin Fahmi, Lisan Shidqi Zul Febbylia Dwi Flansius Tampubolon Fransiska, Natalia Gea, Ester Giawa, Puji Syukur Ginting, Rendy Gulo, Filtri Marni Gultom, Frendy Hendrico Gultom, Pelix Gabriel H, Nazwa Rivasha Harahap, Cory Amelia Hardio Hasugian Harefa, Evelina Harefa, Eveline Harniko, Jefri Hasugian, Yulianti Br Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Hum, M. Hutagalung, Faivh Hutagalung, Irfan Hutagalung, Irfan Hamonangan Hutahaean, Enjel Hutajulu, Bella Angelica Br Hutajulu, Delma Novia D Hutauruk, Febri Ola Hutauruk, Yesika Immanuel Pedro Hutagalung Islamy, Mutiara Istahsina, Fadia Nur Jamorlan Siahaan Jamorlan Siahaan Jefri Harniko Pasaribu Julius Renaldi Tampubolon Karosekali, Emmya Kristina br Khairani, Riva Khairiyya, Nadhira Lastiur Sinaga Limbong, Raihan Ghani Alghifary Lubis, Balqis Azwar Lusiani Sitorus Mahulae, Grecya Elisabeth Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manik, Fransiska Manik, Priska Ulina Setriani Manro Berutu Manullang, Doan Yohanes Manullang, Doan Yohannes Manurung, Deny Marojahan Manurung, Evita Manurung, Lasmaria Manurung, Yohana Afriani Margareth, Ruth Anggina Marpaung, Jonathan Halomoan Martaria Naibaho Mery Grace Jenita Naibaho, Dewes Agustina Naibaho, Dina Natalia Br Nasrani, Mita Natasya, Sarah Nathasia Br Tarigan Nst, Nia Masniari Nurbi, Nurbi Pakpahan, Angeli Pakpahan, Elysa Masdalifah Pakpahan, Siti Annisah Pandiangan, Johannes Panjaitan, Novita Marlina Panjaitan, Santi Monica Entelina Parasian, Nehemia Anugrah Pardede, Billy Christian Pardede, Daniel Stephen Pardede, Renita Cristin Pasaribu, Eva Pasaribu, Friska Yulianti Pasaribu, Jefri Harniko Pasaribu, Niken Kirey Puji, Puji Syukur Giawa Purba, Anggriano Purba, Asriaty Purba, Asriaty R Purba, Asriaty R. Purba, Raysa Purba, Roma Hotni Uhur r purba, asriaty Rachel, Hilda Aura Safitri Rasmi Rasmi, Rasmi Ritonga, Salsabila Amelia Robert Sibarani, Robert Roma Hotni Uhur Purba Rosita Ginting Rozanna Mulyani Sagala, Erosima Saragi, Mery Grace Saragi, Mery Grace Jenita Saragih, Cristien Oktaviani Saragih, Dinda Apriani Sekali, Emmya Kristina Br Karo Sekali, Emmya Kristina Karo Sembiring, Sugihana Sembiring, Teresia Anjelina Siagian, Anggi Novita Siagian, Fitri Yanna Siagian, Samuel Alexander Siahaan, Ayu Siahaan, Jamorlan Siahaan, Patrick Siahaan, Rachel Pratiwi Siahaan, Wahyu Satria Boy Siallagan, Intan Putri Sianipar, Trynanda Sibarani, Thomson Sibarani, Tidora Putri Sibarani, Tomson Siboro, Bintang Efraim Sigiro, Doni Sigiro, Dony Sihombing, Jessica Valencia Sihombing, Patar Kristian Sihombing, Sulastri Tiur L. Sihotang, Alexander Sihotang, Anggraeni Permata Sihotang, Kristina Sijabat, Carissa Margaret Silaban, Immanuel Silaban, Joyce Silaban, Ridho Wahyu C Silaban, Robin M Silitonga, Mega Uli Arta Simamora, Aprianto Simamora, Devina C Simamora, Eveline Simamora, Eveline Mangerbang Simangungsong, Depi Simangunsong, Martin Simanjuntak, Jolie Rachel Simanjuntak, Reydwinata Simanjuntak, Sulthan Abdharu Simanjutak, Sadrak Simarmata, Tioara Monika Simatupang, Nori Marta M Br. Simatupang, Nori Marta Marsalina Br. Simbolon, Marta Enjelina Simbolon, Nada Christin Simbolon, Selvi Sinaga, Angelica Sinaga, Boy Dapot Ganda Tua Sinaga, Lastiur Sinaga, Parade Sinaga, Warisman Sinulingga, Tania Erlikasna br Sinulingga, Theresia Margaretta Sipayung, Jay Benhard Novrijal Sirait, Lenni Herawati Sirait, Naomi Sephania Sirait, Yuyun Efraim Siregar, Anita Mawarni Siregar, Arjuna Junifer Siregar, Eka Silviana Siregar, Helda Siregar, Nomi Supitri Siregar, Slamet Halomoan Sitanggang, Binarwan Halim Sitanggang, Johanes Sitepu, Natanael Sitinjak, Ornelia Sitinjak, Willy Panahatan Sitompul, Yulia Saftania Sitorus, Olivia Sera Sitorus, Oliviya Sera Situmorang, Najwa Zafira Situmorang, Putri Adelina Situmorang, Putri Adelina Br Situmorang, Rahel Theresia Rodame Situmorang, Revelina Stephanie Grace Ester Harahap Switno Rajagukguk Tambunan, Abel Rotua Tambunan, Putri Indah Agustina Tambunan, Wati Tampubolon, Aditia Tampubolon, David Hasudungan Tampubolon, Flansius Tampubolon, Juwita Paramita Tampubolon, Rahul Betran Tarigan, Adam Wijaya Tarigan, May Grace Karennina Tarigan, sarah nathasia Tarigan, Sarah Nathasia Br. Tifany Tioara Monika Simarmata Togatorop, Julhayati Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Trynanda Sianipar Ulfa, Sarlia Valencia, Rachel Vero Risnawati Limbong Warisman Sinaga