p-Index From 2021 - 2026
8.567
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam STUDIA ISLAMIKA Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Pandecta Al-'Adalah IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan AL-Daulah ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Al-Ahkam Arena Hukum Jurnal Populasi MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam AJIS : Academic Journal of Islamic Studies SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Saintifik : Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam HUMANISMA : Journal of Gender Studies Jurnal Yudisial Seminar Nasional Keperawatan Maspul Journal of English Studies (Majesty) Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal JKFT Informatika Jurnal Pemerintahan dan Politik Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Journal of Telenursing (JOTING) BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Prima IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship) FiTUA : Jurnal Studi Islam Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia Majesty Journal JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Journal of Research in Social Science and Humanities Journal of Government Insight Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin HUMANISMA : Journal of Gender Studies HuRuf Journal : International Journal of Arabic Applied Linguistic Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Mamangan Social Science Journal El-Hadhanah: Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Innovative: Journal Of Social Science Research Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Journal of Education Method and Learning Strategy Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Jurnal Wahana Akuntansi: Sarana Informasi Ekonomi dan Akuntansi Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Jurnal Pengabdian Sosial Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Journal of Progressive Information, Security, Computer and Embedded System Society Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Elsyakhshi El-Madaniyah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Singkite Journal Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Studia Islamika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pandecta

Berdamai dengan Para Pencuri (As-Sulhu sebagai Cara Penyelesaian Pencurian di Batang Kumu) Salma, Salma; Najuddin, Ritonga; Yunita, Masna
Pandecta Research Law Journal Vol 15, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v15i2.24299

Abstract

Pencurian adalah kejahatan universal dan dihukum berat para pelakunya dalam setiap komunitas masyarakat. Hukum Islam menjelaskan bahwa pencurian termasuk kategori hudud dengan hukuman tertinggi potong tangan. Berbeda dengan Indonesia, pencuri dihukum dengan hukuman penjara dan tertinggi dengan hukuman mati seperti yang dijelaskan dalam pasal 362-367 KUHP. Di wilayah Batang Kumu, Riau kasus pencurian tidak diselesaikan oleh kepolisian tetapi diselesaikan secara adat oleh para tetua dengan mendamaikan kedua pihak dan di dalamnya terlibat kepolisian. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para pencuri, korban pencurian, tetua adat, perwakilan masyarakat dan ulama lokal. Data juga dikumpulkan melalui studi dokumen dan akhirnya data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik reduksi, display dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak kasus pencurian yang terjadi di wilayah Batang Kumu. Pencurian itu dilakukan oleh warga sekitar Batang Kumu, sehingga Kepala Desa mengeluarkan imbauan yang berisi tentang peringatan dan ancaman adat bagi orang yang mencuri. Kasus-kasus pencurian diselesaikan melalui perdamaian dan tetua agama dan adat menjadi mediator atau juru perdamaian antara orang yang mencuri dan korban pencurian serta disaksikan oleh sebagian warga masyarakat. Model perdamaian itu bisa dibenarkan dalam konsep as-sulhu karena pencurian sebagai bagian dari hudud bisa dimaafkan selama kasus itu belum sampai pada pihak berwenang. Uniknya, di antara hukuman adat yang diberikan adalah hukuman kurungan setidaknya selama satu minggu di tahanan kepolisian atas nama pinjaman polisi kepada para tetua adat. Theft is a universal crime and severely punished by the perpetrators in every community. Islamic law explains that the theft is one of the hudud categories with the severest punishment for cutting hand. Meanwhile, in Indonesia, a thief is sentenced to imprisonment, and the severest punishment is a death penalty, as described in articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP). In the Batang Kumu area, Riau Province, the theft cases were not resolved by the law but were resolved customarily by reconciling the two parties and involved police institutions. The field research used in-depth interviews with thieves, victims of the theft, religious elders, and community representatives. Data collected through document studies. The results showed that there were a quite number of theft cases occurred in the Batang Kumu area. The theft was carried out by residents around Batang Kumu, so the village head issued an appeal containing warnings and common threats for theft. The theft cases resolved peacefully. Religious and customary elders have become mediators or peacekeepers between victims and the thief (s). Some people of the community witnessed the reconciliations. The model of reconciliation justified as a sulhu concept.  Theft is part of hudud, and forgiven is possible as long as it has not reached the police office yet. Uniquely, one of the customary punishments which sentence of imprisonment at least one week in police custody in the name of a police loan to the traditional elders.
Berdamai dengan Para Pencuri (As-Sulhu sebagai Cara Penyelesaian Pencurian di Batang Kumu) Salma Salma; Ritonga Najuddin; Masna Yunita
Pandecta Research Law Journal Vol 15, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v15i2.24299

Abstract

Pencurian adalah kejahatan universal dan dihukum berat para pelakunya dalam setiap komunitas masyarakat. Hukum Islam menjelaskan bahwa pencurian termasuk kategori hudud dengan hukuman tertinggi potong tangan. Berbeda dengan Indonesia, pencuri dihukum dengan hukuman penjara dan tertinggi dengan hukuman mati seperti yang dijelaskan dalam pasal 362-367 KUHP. Di wilayah Batang Kumu, Riau kasus pencurian tidak diselesaikan oleh kepolisian tetapi diselesaikan secara adat oleh para tetua dengan mendamaikan kedua pihak dan di dalamnya terlibat kepolisian. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para pencuri, korban pencurian, tetua adat, perwakilan masyarakat dan ulama lokal. Data juga dikumpulkan melalui studi dokumen dan akhirnya data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik reduksi, display dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak kasus pencurian yang terjadi di wilayah Batang Kumu. Pencurian itu dilakukan oleh warga sekitar Batang Kumu, sehingga Kepala Desa mengeluarkan imbauan yang berisi tentang peringatan dan ancaman adat bagi orang yang mencuri. Kasus-kasus pencurian diselesaikan melalui perdamaian dan tetua agama dan adat menjadi mediator atau juru perdamaian antara orang yang mencuri dan korban pencurian serta disaksikan oleh sebagian warga masyarakat. Model perdamaian itu bisa dibenarkan dalam konsep as-sulhu karena pencurian sebagai bagian dari hudud bisa dimaafkan selama kasus itu belum sampai pada pihak berwenang. Uniknya, di antara hukuman adat yang diberikan adalah hukuman kurungan setidaknya selama satu minggu di tahanan kepolisian atas nama pinjaman polisi kepada para tetua adat. Theft is a universal crime and severely punished by the perpetrators in every community. Islamic law explains that the theft is one of the hudud categories with the severest punishment for cutting hand. Meanwhile, in Indonesia, a thief is sentenced to imprisonment, and the severest punishment is a death penalty, as described in articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP). In the Batang Kumu area, Riau Province, the theft cases were not resolved by the law but were resolved customarily by reconciling the two parties and involved police institutions. The field research used in-depth interviews with thieves, victims of the theft, religious elders, and community representatives. Data collected through document studies. The results showed that there were a quite number of theft cases occurred in the Batang Kumu area. The theft was carried out by residents around Batang Kumu, so the village head issued an appeal containing warnings and common threats for theft. The theft cases resolved peacefully. Religious and customary elders have become mediators or peacekeepers between victims and the thief (s). Some people of the community witnessed the reconciliations. The model of reconciliation justified as a sulhu concept.  Theft is part of hudud, and forgiven is possible as long as it has not reached the police office yet. Uniquely, one of the customary punishments which sentence of imprisonment at least one week in police custody in the name of a police loan to the traditional elders.
Co-Authors A, Amilyasa Abdul Aziz Abdurrohman, Abdurrohman Ach. Baidowi Adib bin Samsudin, Muhammad Adilah, Naili Afri, Wedi Agustiar Agustiar Ahmad ghazali, Ahmad Ahmad Rajafi Ahmad, Shieva Nur Azizah Ainah, Nur aisa, Siti Aldi, Satria Aldien, Fasya Aqiyla ALFI SYUKRI RAMA, ALFI SYUKRI Aliya, Kharisma Almuh Fajri Alwi, Baso Mufti Amalia Khairunnisa, Amalia Amin, Ibnu Amirah, Nabilla Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Ananda, Sukma Riski Andi Sadapotto Anisatin, Luthfi Aprilia, Rasti Tiara Apriliani, Eka Diah Nur Ardaniah, Ulil Arham Arham, Arham Arhamna, Syahrul Ihza Arie Kusumaningrum Ariny, Sarrah Arul Ramanda Putra Asa, Diva Aliya Dwi Asiri, La Aslamiah Aslamiah Aswad, Sitti Hajar Aulia, Maya Awad, Nadila Aziz, M. Abdul Azizah, Danur Bahar, Muchlis Baidowi, Ach. Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Barkah, Agus Muhammad Beni Firdaus Bepa, Alga Bilalu, Naskur Bintang, Mutiara Bus, Yecki Buti, Nur Aini Cahya Tri Purnami Cahyani, Septia Dwi Congge, Umar Cut Asmaul Husna DENI SETIAWAN Desmawan, Deris Devilla, Rego Dewanthikumala, Dewanthikumala Diani Ayu Pratiwi Dina Dina, Dina Diyarti, Sisi Dudut Tanjung Dwi Sartika, Dwi Elfia Elfia Emi Pebriani Fadhilah, Defi Rahmi Fadly Yunandri Faradhiba, Siti Zikrina Farid Agushybana Farouk, Nabilah Nurfaadiah Fernanda, Ahmad Fitria, Ida Jalilah Gumelang, Bagas Titian Habibi, Alpan Hamhij, Hamhij Hana, Mifta Hasan Hasan Hasan, Faradila Hendrawan, Yoni Herlina Herlina Herman Lawelai Hijerah, Hijerah Idrus, M. Najib Imawan, Satria Aji Irawati Irawati Ismuniar, Cici Iswanto Iswanto Jami, Fitri Yessi Jarudin Jarudin jarudin, Jarudin jarudin, Jarudin Julisen, Lekat Jumiati, Juniati Kamelia, Suci Karim Hammad, Hamza Abed Al Kasmiyetti, Kasmiyetti Kharisma Aliya Kholisin Kholisin Ladiqi, Suyatno Latifatunnisa, Latifatunnisa Lendrawati Lendrawati, Lendrawati M, Miftakhul Rizal M. Yusuf Ma'u, Dahlia Haliah Makkulau, Al Fareidza Zakaria Maruf, Chasan Masna Yunita Masna Yunita Maulana, Rajendra Kimi Maulidina, Dwi Meilana Mawaddah, Arini Alfa Meirison Meirison Meirison Meirison, Meirison Misnah Misnah Muchtar, Azmi Aly Muhammad Dwipa Yumna Muhammad Farid Muhammad Sakdullah, Muhammad Muhammad Syafri, Muhammad Muhammad Wildan Muhammad, Adamu Abubakar Muqtakdir Nurfalaq Syarif Musdalifah Musdalifah Naintina Lisnawati Najuddin, Ritonga Nalla Azzahra Mandai Nesha, Shasha Intan Ningsih, Rizka Wahyu Nofa Martina Ariani, Nofa Martina Nugroho, Irmawati Eko Pratiwi Nur Hasanah, Asra Nurhasanah Nurhasanah Nurhidayati Nurhidayati Nurlely Nurlely Oktavia, Acery Paillin, Jacobus B. Popy Irawati Prastiwi, Anisya Dwi Pratiwi, Ajeng Bela Dwi Putri, Lusiana Ernadi Putri, Weldra Ayu Qonita, Nabilah Rabbani, Naufal Rahmadani, Sandra Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Ramadhani, Yunisa Ramlan, H. raudatul jannah Reva Tri Anindita Revianda, Robi Rhamadani, Riqfa Aulia Rifqi, Rifqi Rijal, Muh. Riki Hamdi rinaldi, mikhral Riski Aulia Rahmah Rismanto, Hilman Rismawan, Ikhsandy Galih Rita Nurmalina Ritonga Najuddin Rizqianto, Dias Bayu Robi Revianda Rofiyana, M. Romdhon, Mochamad Rosa, Rosa Rosika, Nanda Ruslan Husen Saban Tawari Safri, Edi Sahwan, M. Afif Salsabila, Aeni Putri Salsabila, Desmi Salwa, Alya Samsudin, Muhammad Adib bin Samsul Hadi Samsul Hadi Saputra, Nur Cahyo Adi Sarwadhamana, Raden Jaka Septriani, Endang Setiowati Septrina, Nazmi Sholawati, Putri Mustika Sisi Diyarti Siti Aisa Siti Hamidah Solihin Solihin Subeitan, Syahrul Mubarak Suryanto, Yanto Sutopo Patria Jati Syahril Syahril Syahril Syahril Syarifuddin Syarifuddin Syarifudin, Ahmad Taftazani, Rizni Azizah Tanjung, Riswani Taqwa, Ria Hayatunnur Taufik Hidayat Taufik Hidayat Thoat Stiawan Tikno, Iqno Tri Cahyono Tri Kanti, Tri Tsania Ruhama Nadzyra Tuapetel, Friesland Ulhaq, Muhammad Zia Urwatul Wusqa Urwatul Wusqa Usman Usman wagiyem, wagiyem Wahida, Hasanatul Walan Yudhiani Wijaya, M. Indra Hadi Wulan Mawalita Yani, Irma Eva Yanti Nuraeni Muflikh Yecki Bus Yunandri, Fadly Yunita, Masna Yuyu Wahyudin Zakariah, Asril Amirul Zuhri, Syafrudin