p-Index From 2021 - 2026
7.041
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Dampak Biomedika Medical Laboratory Technology Journal Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Acta Biochimica Indonesiana Buletin Ilmiah Nagari Membangun Journal of Midwifery PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Majalah Kedokteran Andalas Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Andalas obstetrics and gynecology journal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Psikiatri Surabaya (Surabaya Psychiatry Journal) Jurnal Cahaya Mandalika Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Nusantara Hasana Journal Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Sciences of Pharmacy Innovative: Journal Of Social Science Research Women Midwives and Midwifery SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Carmin: Journal of Community Service IMPACTS: International Journal of Empowerment and Community Services Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSTRAK MENGKUDU TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DARAH DAN AKTIVITAS KATALASE TIKUS DM YANG DIINDUKSI ALOKSAN Rauza Sukma Rita; Eti Yerizel; Nursal Asbiran; Husnil Kadri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 33, No 1: April 2009
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.126 KB) | DOI: 10.22338/mka.v33.i1.p%p.2009

Abstract

AbstrakPenelitian yang menyimpulkan bahwa stres oksidatif meningkat pada penyakit diabetes mellitus telah cukup banyak. Stres oksidatif tersebut dapat diartikan sebagai suatu ketidakseimbangan antara prooksidan (radikal bebas) dengan antioksidan, karena antioksidan tidak mampu meredam peningkatan prooksidan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh asupan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia linn) yang berfungsi sebagai antioksidan terhadap kadar malondialdehid (penanda prooksidan) dan enzim katalase (penanda antioksidan) pada tikus diabetes karena induksi aloksan.Penelitian eksperimental ini dilakukan pada 12 ekor tikus putih dengan berat badan 200-250 gram yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (hanya diberi makan dan minum), kelompok kontrol positif (makan dan minum,serta diinduksi aloksan), kelompok perlakuan (makan dan minum, diinduksi aloksan, dan diberi ekstrak mengkudu (500 mg/kg BB/hari) selama 12 hari. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji Anova dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05), dimana rerata kadar MDA darah kelompok kontrol negatif (4,2610,427 nmol/ml), kelompok kontrol positif (5,6050,391 nmol/ml), kelompok perlakuan (4,2610,427 nmol/ml) dan rerata aktivitas katalase kelompok kontrol negatif (6,5800,277 unit/mg), kelompok kontrol positif (4,9540,485 unit/mg), kelompok perlakuan (6,3140,651 unit/mg).Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak mengkudu dapat menu-runkan kadar MDA darah dan meningkatkan aktivitas enzim katalase tikus DM yang diinduksi aloksan.Kata kunci: ekstrak mengkudu – kadar MDA – aktivitas katalase – aloksan – tikus diabetesAbstractThere were so many study concluded that oxidative stress increased in diabetes mellitus. Oxidative stress can be defined as an imbalance between prooxidants and antioxidants, because antioxidants could not quench overARTIKEL PENELITIAN55production of prooxidants. This study investigated the effect of mengkudu extract (Morinda citrifolia linn) as antioxidant on malondialdehyde (MDA) level (prooxidant marker) and catalase (antioxidant marker) in alloxan induced diabetic rats.This experimental study had been carried out to 12 rats with 200-250 gram weight which divided into three group of four rats each, i.e. negative control, positive control (alloxan induced), and the group was treated by alloxan induced which followed by mengkudu extract oral (500mg/weight/day) for 12 days. The result was analyzed by using one way Anova with confidence interval 95%.There were significantly different in groups (p<0,05). The MDA level in negative control group is 4,2610,427 nmol/ml, positive control group is 5,6050,391 nmol/ml, and the group was treated by alloxan induced which followed by mengkudu extract oral is 4,2610,427 nmol/ml. Catalase activity in negative control group is 6,5800,277 unit/mg, positive control group is 4,9540,485 unit/mg, and the last group is 6,3140,651 unit/mg.The conclusion is mengkudu extract has capability to quench MDA level and increasing catalase activity in alloxan induced diabetic rats.Keywords : mengkudu extract – MDA level – catalase activity – aloksan – diabetic rats
Gambir Catechins (Uncaria gambir Roxb) Prevent Oxidative Stress in Wistar Male Rats Fed a High-Fat Diet Mellina Rahmi; Rauza Sukma Rita; Husna Yetti
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i7.p436-441.2021

Abstract

Objective: This study aimed to examine how gambir catechins (Uncaria gambir Roxb) affect serum malondialdehyde (MDA) levels and catalase activity in Wistar white male rats fed a high-fat diet. Methods: This is a true experimental study with a post-test-only control group design. The experiment used 30 rats divided into five groups: a negative control group, a positive control group induced by a high-fat diet, and three treatment groups caused by a high-fat diet and given gambir catechins at doses of 10 mg/kg BW/day, 20 mg/kg BW/day, and 40 mg/kg BW/day for 14 days. The TBARs method measures MDA levels, while the colorimetry method measures catalase activity. One-way ANOVA and Post Hoc Tukey HSD are used to analyze the data. Results: The gambir catechin reduced serum MDA and increased catalase activity in male Wistar strain white rats fed a considerably high-fat diet (p<0.05). Conclusion: In mice fed a high-fat diet, catechin gambir was capable of dealing with oxidative damage.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar HbA1c Anggota Klub Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 Azrimaidaliza Azrimadaliza; Annisa Annisa; Rauza Sukma Rita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i01.991

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hasil riset kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kejadian DM terutama tipe 2 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kadar HbA1c anggota klub prolanis Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Klub Prolanis Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Lubuk Buaya dan Puskesmas Ambacang, Kota Padang berjumlah 92 orang. Sampel penelitian adalah anggota Klub Prolanis Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Lubuk Buaya dan Puskesmas Ambacang berjumlah 83 orang yang diambil secara simple random sampling. Kuesioner terstruktur dipergunakan dalam menggali informasi tentang asupan makanan, aktifitas fisik dan karakteristik sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji chi-square, T-independent dan regresi linier ganda dengan Program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi (Pv=0,021), serat (Pv=0,005) dan aktifitas fisik (Pv=0,001) berhubungan secara bermakna dengan peningkatan kadar HbA1C anggota Klub Prolanis Diabetes Melitus tipe 2. Aktifitas fisik merupakan faktor yang paling berhubungan dengan peningkatan kadar HbA1c anggota Klub Prolanis Diabetes Melitus tipe 2 (Pv=0,001; β=-0,425). Perlunya kombinasi antara pengaturan makanan yang seimbang dan aktifitas fisik yang teratur dalam menjaga kadar HbA1c sehingga anggota klub memiliki status kesehatan yang terkontrol.
Persiapan Energi Kontraksi Miometrium Kala I Persalinan Melalui Aktivitas Protein Kinase C Farida Ariyani; Joserizal Serudji; Rauza Sukma Rita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.72 KB)

Abstract

Pendahuluan: Kontraksi dan relaksasi miometrium merupakan dua kegiatan yang membutuhkan dan menghasilkan energi. Pengaturan proses kontraksi dan relaksasi miometrium dipengaruhi oleh aktivitas Protein Kinase C (PKC).Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peningkatan dan penurunan aktifitas PKC tersebut untuk persiapan energi dan kontraksi uterus.Metode: Desain penelitian adalah deskriptive analityc terhadap 25 ibu bersalin normal. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Darah intravena sampel, disentrifuge, dan diukur dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan Shapiro Wilk, uji t-berpasangan untuk beda rerata.Hasil: Hasil penelitian didpatkan rerata aktifitas Protein Kinase C pada fase laten adalah mean ±sd (4452,04±728,69), sedangkan pada fase aktif adalah mean ±SD (4558,50±903,63). Uji t-test berpasangan didapatkan (p0,05), maka tidak terdapat perbedaan bermakna aktivitas Protein Kinase C pada fase laten dan fase aktif.Simpulan: Aktifitas protein kinase C merupakan pendukung mekanisme kontraksi dan relaksasi serta persiapan energi kontraksi selanjutnya.Kata kunci: Fase Aktif, Fase Laten, PKCABSTRACTBackground: Uterine contractions in the first stage of labor, the latent phase and the active phase have different strengths and frequencies. Regulation of myometrial contraction and relaxation is influenced by the activity of Kinase C Protein (PKC). Objective: The purpose of this study was to determine the differences of PKC activity in the first stage of labor of latent phase and active phase. Methods: The study design was comparative to 25 normal delivery. Samples were taken by consecutive sampling technique. Intravenous blood sample, centrifuge, and measured by ELISA method. Test data normality with Shapiro Wilk, paired t-test for average difference. Results: The result showed that the activity of Protein Kinase C in latent phase was mean ± SD (4452,04 ± 728,69), while in active phase was mean ± sd (4558,50 ± 903,63). Paired t-test test obtained (p 0,05), hence there is no significant difference of Kinase C Protein activity in latent phase and active phase. Conclusion: The activity of protein kinase c is a supportive mechanism of contraction and relaxation as well as preparation of further contraction energy.Keywords: Active Phase, Laten Phase, PKC
Efek Proteksi Pemberian Ekstrak Daun Jamblang (Syzygium cumini) Terhadap Peningkatan Aktivitas Serum Glutamate Pyruvate Transaminase Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Yang Diinduksi Timbal Asetat Adilla Oktariza Zarwin; Rauza Sukma Rita; Desmawati Desmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.994 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.55

Abstract

Timbal (Pb) merupakan suatu logam berat yang bersifat toksik bagi tubuh. Timbal dapat menginduksi pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif sehingga berujung pada kematian sel. Kematian sel menstimulasi peningkatan enzim hati seperti SGPT dan SGOT. Tubuh memerlukan antioksidan eksogen untuk menghambat stres oksidatif akibat radikal bebas. Daun jamblang mengandung antioksidan alami seperti flavonoid dan fenolik yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek proteksi pemberian ekstrak daun jamblang terhadap peningkatan aktivitas serum glutamate pyruvate transaminase (SGPT) tikus jantan yang diinduksi timbal asetat. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan randomized post test only group design menggunakan 15 ekor tikus jantan yang dibagi atas 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K-) yang diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K+) yang diberikan pakan standar dan timbal asetat dosis 40 mg/KgBB per oral, kelompok perlakuan 1 (P1) yang diberikan pakan standar serta timbal asetat dosis 40 mg/KgBB dan ekstrak daun jamblang dosis 150 mg/KgBB per oral. Penelitian ini dilakukan selama 28 hari dan di hari ke-29 tikus dimatikan lalu diambil serumnya untuk diperiksa kadar SGPT. Pemeriksaan kadar SGPT menggunakan tes berdasarkan kriteria IFCC tanpa pyridoxal phosphate dengan metode Sample Start. Data dianalisis dengan uji Shapiro Wilk, uji One Way Anova dan uji Post Hoc Tukey’s HSD. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata kadar SGPT kelompok kontrol negatif (K-) 46,6 U/L, kelompok kontrol positif (K+) 73,9 U/L, dan kelompok perlakuan 1 (P1) 62,0 U/L. Hasil ini menunjukkan perbedaan bermakna rerata kadar SGPT semua kelompok hewan coba yang dibuktikan dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya efek proteksi pemberian ekstrak daun jamblang terhadap peningkatan aktivitas SGPT tikus yang diiinduksi oleh timbal asetat. Kata Kunci: Timbal asetat, ekstrak daun jamblang, SGPT.
Jamblang (Syzygium cumini) leaf extract decreased hydrogen peroxide in lead acetate-induced rats Rauza Sukma Rita; Elmatris Sy; Endrinaldi
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 5 No. 2 (2022): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.118

Abstract

Background: Free radicals are atoms or molecules with one or more unpaired electrons. Lead acetate has been reported to increase the presence of free radicals in the body. Objective: This study aims to investigate the effect of oral administration of jamblang (Syzygium cumini) leaf extract on hydrogen peroxide (H2O2) serum levels in rats induced with lead acetate. Methods: A total of 24 male rats were divided into three groups: the negative control, the positive control, and the treatment group. The negative control group received a standard diet, the positive control group received lead acetate at a dose of 40 mg/kg body weight, and the treatment group received lead acetate at the same dose along with jamblang leaf extract at a dose of 150 mg/kg body weight. Lead acetate and jamblang leaf extract administration was carried out for 30 days. Afterward, serum H2O2 levels were examined using the colorimetry method. Results: Results revealed that H2O2 levels in the negative control, positive control, and treatment groups were 3.08±0.24, 4.94±0.75, and 3.44±0.65 nmol/L, respectively. Significant differences were observed between the groups, as well as between the negative control and positive control, and between the positive control and treatment group. Conclusion: The study showed that jamblang leaf extract can reduce hydrogen peroxide levels in Wistar rats treated with lead acetate, indicating its ability to address oxidative stress.
Preliminary Screening of Phytochemical Compounds of Jeriangau (Acorus calamus) from West Sumatra Refa Rahmaddiansyah; Muhammad Abi Ghoffari Siregar; Rauza Sukma Rita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i1.p88-95.2023

Abstract

Indonesia's biodiversity is able to meet the needs of human life in various sectors, especially in the utilization of potential plants. Jeriangau (Acorus calamus) is a rhizome plant that is widely used as traditional medicine in various ethnicities, especially in West Sumatra. This is because jeriangau contains bioactive compounds that have the potential to treat various diseases. This research method is an experimental study to qualitatively confirm the bioactive components contained in the rhizome of Jeriangau. The test results of jeriangau simplicia samples showed positive results for the active group of secondary metabolites of flavonoids, tannins, and saponins which have potential as antioxidants. Flavonoids can reduce the risk of chronic disease, especially cardiovascular disease and cancer. Tannins have antioxidant properties and can protect the skin from damage caused by UV radiation. Saponins are known to act as antiviral, antimicrobial, and anti-inflammatory. Therefore, Acorus calamus extract can be used as an antibacterial, antiviral, antiseptic, antifungal, and acts as an antioxidant. Further research is needed on studies of inflammatory activity, either in vitro, in vivo, or in human treatment.Keywords: jeriangau; phytochemicals; West Sumatra; antioxidant.
Analisis Hubungan Tingkat Kepuasan Masyarakat dengan Kolaborasi Inter Profesi di Rumah Sakit Laras Surakusuma; Abdiana Abdiana; Rauza Sukma Rita; Firdawati Firdawati; Rina Gustia; Miftah Irrahmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.1003

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak dari semua masyarakat Indonesia seperti yang telah dicantumkan UU kemenkes RI Nomor 23 Tahun 1994. Kolaborasi inter profesi dilakukan pada pelayanan kesehatan Indonesia demi menunjang pelayanan kesehatan yang baik. Kolaborasi inter profesi mulai diterapkan dalam bentuk pendidikan inter profesi untuk mahasiswa maupun mahasiswi tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan guna membantu memperkenalkan dan membiasakan praktik kolaborasi antar tenaga kerja kesehatan di pelayanan kesehatan. Rumah sakit umum merupakan tempat pelayanan kesehatan yang sangat universal, oleh karena berbagai macam pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan di rumah sakit umum, kejadian kolaborasi inter profesi di rumah sakit umum seharusnya menjadi hal yang biasa. Kenyataannya ketimpangan inter profesi masih terjadi pada praktek sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kolaborasi inter profesi dapat memengaruhi kinerja kerja tenaga kesehatan dimata masyarakat dalam segi kepuasan pelayanan. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan masyarakat dengan kolaborasi inter profesi di rumah sakit umum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kajian literatur dengan menggunakan metode prisma checklist sebagai critical appraisal. Penelitian ini dilakukan dengan menyaring sampel jurnal melalui database online yaitu google cendekia, SINTA, GARUDA, PUBMED, serta DOAJ. Penelitian ini menggunakan kata kunci patience satisfaction (kepuasan pasien), Interprofessional collaboration, serta General hospital (rumah sakit umum). Hasil: Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 101 Jurnal dalam rentang waktu publikasi 2015-2022. Sebanyak 7 Jurnal dapat dianalisis menggunakan metode prisma checklist dengan topik hubungan tingkat kepuasan masyarakat dengan pelayanan kolaborasi inter profesi di rumah sakit umum. Kesimpulan: kinerja tenaga medis memiliki pengaruh dalam tingkat kepuasan pasien dan keluarga pasien. Kolaborasi inter profesi dengan metode multidisiplin dapat menambahkan kenyamanan pada pasien. Metode multidisiplin membuka ruang diskusi dalam menentukan keputusan akhir dalam mengambil tindakan untuk pasien. Tidak hanya itu, dengan metode multidisiplin, tenaga medis juga mendapatkan wawasan baru mengenai praktik pelayanan kesehatan.
Potensi Ekstrak Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum) Terenkapsulasi Nanopartikel Kitosan Sebagai Agen Terapi Meningitis Berbasis Bahan Alam Rahmadini Aulia; Rauza Sukma Rita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p436-444.2023

Abstract

Meningitis adalah penyakit infeksi pada meningen atau selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Superantigen bakteri dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh melalui sitokin proinflamasi dalam skala besar. Resistensi terhadap antibiotik membuat perlunya pencarian terapi alternatif berbahan  alam. Salah satu tumbuhan alami yang berpotensi sebagai antimikroba, antikanker, antiinflamasi, dan antioksidan adalah ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum). Tujuan: untuk menganalisis kandungan daun ruku-ruku sebagai agen terapi meningitis. Metode: Pencarian tinjauan naratif ini dilakukan melalui tiga basis data yaitu Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar dengan kata kunci “Meningitis”, “Ocimum tenuiflorum”, “Nanopartikel”, dan “Kitosan”. Hasil:  Ruku-ruku mengandung asam ursolat yang berperan pada regulasi katepsin yang berhubungan dengan keparahan meningitis. Kandungan flavonoid ruku-ruku berfungsi sebagai antiinflamasi. Kesimpulan: Ruku-ruku berpotensi sebagai agen terapi alternatif meningitis berbasis bahan alam.
Pelatihan Sambung Pucuk Tanaman Manggis di Kecamatan Langgam Yudia Azmi; Resy Nirawati; Zurrahmi Wirda; Luhgiatno Luhgiatno; Rauza Sukma Rita
Carmin: Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Borneo Research and Educatin Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.795 KB) | DOI: 10.59329/carmin.v3i1.59

Abstract

Mangosteen is a tropical fruit that grows in Langgam District, Pelalawan District, Riau Province. However, mangosteen is still difficult to consume because it is slow to bear fruit. One of the steps to speed up fruiting mangosteen plants is propagation by grafting. This community service activity aims to train the community in developing new ways to make mangosteen plants bear fruit quickly. The method used in this community service activity includes the provision of material/theory, demonstrations and direct practice for grafting mangosteen plants. The training participants in the community service program activities exceeded the target with the planned number of 10 participants being attended by 15 participants and 5 students. The participants stated that this activity was very useful and a new experience. This community service activity went well and was even specifically asked to provide training to farmer groups in the Segati area for further service
Co-Authors Abdiana Abdiana, Abdiana Adilla Oktariza Zarwin Afi Putra Perdana Nurullah Afni, Fauza Afriani, Nita Agustianov, Indah Ahmad Muhtar Al Farisy, Alexandria Firdaus Alhamda, Nadhiyatul Almurdi Almurdi Ambulani, Nur Amel Yanis Amizuar, Yulia Fauziah Amriza, Muhammad Zidan Annisa Annisa Annisa, Nadia Rizki Ansori, Fachrurrazi Al Apriyanto, Mulono Ari Setiawan Ari Susanti Arif Sabta Aji Ariyani, Farida Arum Putri Rahayu Asih Dewi Setyawati Aswiyanti Asri Aswiyanti Asri Azahra, Azizah Firda Azmi, Yudia Azrimaidaliza Azriz, Helena Bobby Indra Utama Budi Witjaksana Cesar, Afifah Raudhati Delmi Sulastri Desmawati Desmawati Dessy Arisanti Dessy Arisanti Dessy Arisanty Desy Arisanti Desy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dian Pertiwi Didi Sudrajat Dwi Novrianda Eliza Anas Elly Usman Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Erda Mutiara Halida Eryati Darwin Eti Yerizel Fadli Fadli Faishal Arif Kurniawan Fajri, Rahmi Eka Farida Ariyani Fathiyyatul Khaira Fathiyyatul Khaira, Fathiyyatul Febby Arrahmi Febrian, Wenny Desty Firdawati Firdawati Firdawati Fitrayeni Fitrayeni Fitrayeni Fitria, Henni Ginting, Kevin Hizkya Hanum, Fathiya Juwita Hardisman Hasmiwati Hayyumahdania Reswan Helti Lestari Sitinjak Hervina Winerti Hindun Mila Hudzaifah Hirowati Ali Husna Yetti Husnil Kadri Ibrahim, Raihan Syah Iffah, Uliy Iffah, Ully Ilmiawati Ilmiawati, Ilmiawati Irya, Nada Amelinda Isnindiah Koerniati Jamil, Mohd. Julizar Julizar Julizar Nazar Karmia, Hudila Rifa Kurniawan, Faishal Arif laila Laila Laras Surakusuma Lathifah Arief, Lathifah M Ikhsan Mahata, Liganda Endo Maiyani Lestari Mas'ud Muhammadiah Masrul Maulana, Rafi Mellina Rahmi Miftah Irrahmah Miftah Irramah Miranie Safaringga Mohamad Reza Mohamad Reza Muflihah Isnawati Muhammad Abi Ghoffari Siregar Muhammad Toat Muhammad Zidan Amriza Nada Amelinda Irya Nidya Ikha Putri Nisriinaa Yurensi Novilla, Arina Nur Indrawaty Lipoeto Nur Rohmah Nursal Asbiran Nurullah, Afi Putra Perdana Nuzulia Irawati Pitra, Dian Ayu Hamama Putra Santoso Putri, Biomechy Oktomalio Putri, Sabrina Herfika Rafika Oktova Rahayu, Yanti Rahmaddiansyah, Refa Rahmadini Aulia Rahmatini . Rahmawati, Lailia Rahmi, Wahida Ramadhani, Dhea Amaliya Refa Rahmaddiansyah Refa Rahmaddiansyah Refa Rahmaddiansyah Resy Nirawati Reviandari Widyatiningtyas, Reviandari Rika Susanti Rima Semiarty Rina Gustia Ririn Marta Sari Rizal, Wadratul Jannah Rizaldi, Fajri Rusti, Sukarsi Sabrina, A`thifa Santika, Annisa Yulia Serudji, Joserizal Shoulhuna, Ziadati Sihite, Perdana Liansyah Sisca Dwi Yarni Sri Mulyanti Sri Suparni Suharni Suharni Sukarsi Rusti Sulthani, Muhammad Zhorif Syandrez Prima Putra Tofrizal Tofrizal, Alimuddin Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Ulya Uti Fasrini Utami, Riezka Putri Wahida Rahmi Wahida Rahmi Yanti Setianti Yulia, Dwi Yuliarni Syafrita Yulizawati Yulizawati, Yulizawati Yuniar Lestari Yurensi, Nisriinaa Yusrawati Yusrawati Yustini Alioes Zelly Dia Rofinda Zulfan Zulfikar Zulham Zulham Zurrahmi Wirda