p-Index From 2021 - 2026
8.888
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Ilmu Komunikasi Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 Global Medical and Health Communication JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal SOLMA Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Medicine Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Jurnal Abdi Insani Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kesmas Jambi Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Journal of Health and Nutrition Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Cakrawala Maritim Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Journal of Global Research in Public Health Jurnal Info Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

FAMILY AND PEER SUPPORT ARE RELATED TO THE PERCENTAGE OF MACRONUTRIENT INTAKE IN OVERWEIGHT ADOLESCENTS Saputri, Khristine; Suminah, Suminah; Sumardiyono, Sumardiyono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3010

Abstract

Overweight pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya. Pola konsumsi makronutrien seperti karbohidrat, lemak, dan protein memiliki peran penting dalam kejadian overweight. Namun, pengaruh dukungan sosial terhadap asupan makronutrien masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan teman sebaya dengan asupan makronutrien pada remaja overweight. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2025 di Kota Surabaya. Sampel diambil di wilayah puskesmas dengan prevalensi overweight remaja tertinggi berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pemilihan sampel dilakukan secara acak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi hingga mencapai 110 remaja overweight berusia 13-15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan sosial dan formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionainnaire (SQ-FFQ) untuk mengukur jumlah asupan makronutrien. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan negatif signifikan dengan asupan karbohidrat (r = -0,208; p = 0,030), tetapi tidak berhubungan secara signifikan dengan asupan lemak (p = 0,059) dan protein (p = 0,327). Sementara itu, dukungan teman sebaya memiliki korelasi negatif signifikan dengan asupan karbohidrat (r = -0,616; p = 0,023), lemak (r = -0,79; p = 0,042), dan protein (r = -0,216; p = 0,023). Simpulan dari penelitian ini adalah dukungan teman sebaya memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap pola konsumsi makronutrien dibandingkan dukungan keluarga. Oleh karena itu, intervensi gizi untuk remaja overweight sebaiknya mempertimbangkan lingkungan sosial, terutama dengan melibatkan teman sebaya dalam pembentukan kebiasaan makan yang lebih sehat.
PROGRAM KEMANDIRIAN MASYARAKAT (PKM) DI CV BINTANG JAYA SUKOHARJO Sunardi, Sunardi; Mahayana, Argoto; Budianto, Gregorius Prima Indra; Sumardiyono, Sumardiyono; Ifandari, Ifandari; Atmoko, Waluyo Budi; Hidayati, Nur; Soebiyanto, Soebiyanto
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dalam kegiatan Program Kemandiran Masyarakat adalah CV Bintang Jaya yang terletak di Jl. Nori 10B Ngepakan, Joho, Sukoharjo. Mitra adalah produsen instan kunyit dengan merek dagang SI PINTAR. Mitra memiliki satu keistimewaan yakni instan kunyit dengan 4 macam rasa. Produk memiliki manfaat, namun instan kunyit hasil produksi mitra belum cukup dikenal masyarakat. Proses produksi dilakukan dalam skala rumahan dimana mitra belum sepenuhnya menerapkan standar produksi berdasarkan kriteria Cara Produksi Pangan yang Baik – Industri Rumah Tangga Pangan (CPPB-IRTP). Masalah yang dihadapi mitra yaitu: 1) Alat produksi tidak higienis; dan 2) Belum mempunyai ijin PIRT. Solusi yang akan dilakukan dari kegiatan ini adalah: 1) intoduksi alat parut dan peras; 2) pengurusan perijinan P-IRT. Metode yang akan dilakukan untuk merealisasikan tujuan dari program pelaksanaan PKM yaitu melalui: 1) Pengadaan mesin parut dan peras yang terbuat dari stainless; 2) Pendampingan pengurusan perijinan P-IRT. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pengabdian terkait aspek produksi ialah adanya peningkatan pengetahuan pemilik dan karyawan tentang CPPB-IRTP dan perbaikan tempat produksi yang lebih bersih dan layak. Terkait aspek produksi, terdapat peningkatan jumlah produksi dan perolehan ijin P-IRT dari Dinas Kesehatan.
The Effect of Working Posture on Physical Fatigue Among Textile Workers with Age, Length of Service, and Body Mass Index as Covariates Sumardiyono, Sumardiyono; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Chahyadhi, Bachtiar; Widjanarti, Maria Paskanita; Wijayanti, Reni; Ulfah, Nur
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.533

Abstract

Physical fatigue among textile workers is caused by non-ergonomic working postures (e.g., prolonged standing) and personal characteristics such as age, length of service, and body mass index (BMI). The objective of the present investigation was to study the effect of working posture on physical fatigue after adjusting for the covariates of age, length of service, and BMI. An analytical cross-sectional study with a quantitative design was applied to 174 Surakarta workers selected by stratified random sampling. Work posture was categorized under standing and sitting, while physical fatigue was measured by the Subjective Self Rating Test (SSRT) questionnaire. ANCOVA via SPSS version 27 software was applied for the analysis, in which age, length of service, and BMI were employed as covariates. The findings indicated that the standing posture was strongly influenced positively on physical fatigue (Partial Eta Squared = 0.547, p < 0.001), and the effect size is large. Significant risk factors were also found to be age (p = 0.012) and BMI (p = 0.035), but the length of service was not significant (p = 0.084). The ANCOVA model also showed excellent predictability values of adjusted R 2 = 0.715, which implied that the model was able to explain 71.5 percent of the physical fatigue. These findings emphasize the importance of posture-based ergonomic interventions to prevent fatigue and improve occupational health in the textile industry
Analysis of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases for wasting in children aged 12 - 59 months Farida, Jauharotul; Salimo, Harsono; Sumardiyono, Sumardiyono
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 6, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(6).436-444

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia menghadapi beban tinggi wasting pada anak. Secara global pada tahun 2018, 1 dari 10 balita mengalami berat badan di bawah normal atau status gizi terlalu kurusuntuk seusianya. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi status gizi (BB/TB) pada anak usia 0-59 bulan di Indonesia mencapai 8,5%. Di Jawa Tengah prevalensi BB/TB tercatat sebesar 7,1% (wasting = 5,5% dan severely wasting = 1,6%), sementara Kudus memiliki prevalensi 8,7% di atas rata-rata Jawa Tengah. Banyak faktor yang diketahui berkontribusi terhadap wasting diantaranya: pemberian ASI eksklusif dan asupan vitamin A yang tidak memadai; pemberian MP-ASI yang kurang berkualitas; balita yang menderita sakit seperti diare, ISPA, kecacingan, dan penyakit infeksi lainnya; imunisasi tidak lengkap; keterlambatan penanganan balita yang sakit; dan lingkungan rumah yang kurang bersih.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi (diare, ISPA, dan tuberkulosis) dengan kejadian wasting pada anak usia 12-59 bulan.Metode:  Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan 150 anak balita sebagai subjek penelitian (50 wasting dan 100 gizi normal). Pengambilan data dilakukan pengukuran BB dan TB menggunakan alat ukur digital, serta wawancara kepada orang tua/wali menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi-square.Hasil: Variabel yang mempunyai hubungan dan secara signifikan dengan kejadian Wasting pada anak usia 12-59 bulan adalah pemberian ASI eksklusif (p-value=0.018). Sedangkan riwayat penyakit infeksi Diare (p-value=0.271), ISPA (p-value=0.950), dan Tuberkulosis (p-value=1.000) tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian Wasting di Kabupaten Kudus. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif pada anak balita mempunyai korelasi dengan kejadian wasting. Pemenuhan nutrisi balita dengan ASI eksklusif dapat menguatkan imunitas tubuh pada anak terhadap berbagai macam penyakit infeksi.KATA KUNCI: wasting; ASI eksklusif; diare; ISPA; tuberkulosis   ABSTRACTBackground: Indonesia faces a high burden of wasting among children. Globally, 1 in 10 toddlers were underweight or wasting for their age in 2018. According to the 2023 Indonesian Health Survey, the prevalence of nutritional status (weight/height) among children aged 0-59 months in Indonesia reached 8.5%. In Central Java, the prevalence was 7.1% (wasting = 5.5% and severely wasting = 1.6%), while Kudus had a prevalence of 8.7%, above the Central Java average. Many factors are known to contribute to wasting, including inadequate exclusive breastfeeding and vitamin A intake; poor-quality complementary feeding (MP-ASI; illnesses such as diarrhea, acute respiratory infections (ARI), worm infections, and other infectious diseases; incomplete immunization; delayed treatment of sick toddlers; and poor household hygiene. Objectives: This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and a history of infectious diseases (Diarrhea, ARI, and Tuberculosis) with the incidence of wasting in children aged 12-59 months.Methods: This case-control study involved 150 children (50 with wasting and 100 with normal nutrition status). Data was collected through Weight measurement using digital scales, Height measurement using digital TB measuring instruments, and interviews with parents/guardians using questionnaires. The data analysis used was univariate using frequency distribution and bivariate using chi-square.Results: The variable that has a significant relationship with the incidence of wasting in children aged 12-59 months is exclusive breastfeeding (p-value = 0.018). In comparison, the history of infectious diseases diarrhea (p-value = 0.271), ARI (p-value = 0.950), and tuberculosis (p-value = 1.000) did not have a significant relationship with the incidence of Wasting in Kudus Regency.Conclusions: Exclusive breastfeeding in toddlers correlates with the incidence of wasting. Fulfilling toddler nutrition with exclusive breastfeeding can strengthen the child's body's immunity against various infectious diseases.KEYWORDS: wasting; exclusive breastfeeding; diarrhea; ARI; tuberculosis Received: Nov 26, 2024; Revised: Nov 12 2024; Accepted: Nov 28, 2024; Available online: Nov 30, 2024; Published: Nov 30, 2024.
Fulfilment minimum acceptable diet, exclusive breastfeeding, and infectious disease with stunting Putri, Rokhiyatul Maila; Sumardiyono, Sumardiyono; Andarini, Ismiranti
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 3, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).169-178

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah kondisi yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan selama 1000 hari pertama kehidupan karena kekurangan nutrisi yang berlangsung lama. Kabupaten Brebes merupakan wilayah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Tengah yaitu sebesar 29.1%. Stunting dipengaruhi langsung oleh status infeksi anak serta konsumsi zat gizi makro maupun mikro.Tujuan: Studi ini menyelidiki bagaimana Minimum Acceptable Diet (MAD), ASI eksklusif, dan penyakit infeksi berkorelasi dengan stunting pada anak-anak berusia 6 hingga 23 bulan di Kabupaten Brebes.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini dilakukan pada kelompok anak berusia 6 hingga 23 bulan yang terdaftar di SSGI 2022 Kabupaten Brebes. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 189 anak yang didapatkan dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data dianalisis secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji regresi logistik biner. Hasil: Balita yang tidak mencapai MAD berisiko 1.30 kali mengalami stunting dan balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi memiliki risiko 1.33 kali terkena stunting namun tidak signifikan secara statistik (p-value >0.05). Tidak signifikan variabel tersebut dapat disebabkan karena MAD yang dipengaruhi oleh beberpa faktor seperti pendidikan ibu dan ayah, kunjungan antenatal, dan tempat tinggal serta definisi penyakit infeksi yang terlalu luas. Hubungan yang tidak signifikan antara MAD dan stunting mungkin juga disebabkan oleh bias dalam pengukuran MAD, yang mengandalkan ingatan akan asupan makanan selama 24 jam terakhir. Sedangkan,balita tidak ASI eksklusif dapat meniurunkan risiko stunting 2.38 kali dan signifikan secara statistik (p-value 0.013). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara MAD dan penyakit infeksi dengan stunting namun terdapat korelasi yang signifikan antara ASI eksklusif terhadap stunting. KATA KUNCI: ASI eksklusif; minimum acceptable diet; penyakit infeksi; stunting  ABSTRACTBackground: Stunting is a condition resulting from long-term malnutrition, leading to growth failure within the first 1,000 days of life. Brebes Regency has the highest stunting rate in Central Java, at 29.1%. The child's level of infection and the amount of macro- and micronutrients they consume directly impact stunting. Objectives: This study aims to analyze the relationship between the Minimum Acceptable Diet (MAD), exclusive breastfeeding, and infectious diseases with stunting among children aged 6-23 months in Brebes Regency. Methods: This quantitative study utilized secondary data from the 2022 SSGI and employed a cross-sectional design. The study population consisted of children aged 6-23 months, as recorded in the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) data for Brebes Regency. A total of 189 children were included in the study, selected through total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately with a frequency distribution table, bivariately with a Chi-Square test, and multivariately with a binary logistic regression test.Results: Toddlers who do not reach the MAD have a 1.30 times risk of experiencing stunting, and toddlers with a history of infectious diseases have a 1.33 times risk of stunting, but this is not statistically significant (p-value >0.05). This variable is insignificant because MAD is influenced by several factors, such as the mother's and father's education, antenatal visits, and place of residence, as well as a definition of infectious disease that is too broad. The insignificant relationship between MAD and stunting may also result from biases in measuring MAD, which rely on the recall of food intake over the past 24 hours. Meanwhile, toddlers who are not exclusively breastfed can increase the risk of stunting 2.38 times, and it is statistically significant (p-value 0.013). Conclusion: Stunting is not correlated with either MAD or infectious disease; however, it is significantly associated with exclusive breastfeeding.  KEYWORDS: exclusive breastfeeding; infectious diseases; minimum acceptable diet; stunting
Application of The Theory of Planned Behavior to The Utilization Immunization Services for Infants in Surakarta City 2025 Irfandi, Julhan; Murti, Bhisma; Rahardjo, Setyo Sri; Sumardiyono, Sumardiyono; Pamungkasari, Eti Poncorini
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 2 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 2 - July 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i2.47800

Abstract

Infectious diseases are the leading cause of child mortality in Indonesia, yet many deaths can be prevented through immunization. The 2023 Indonesian Health Survey reported a national full basic immunization coverage of only 35.8%, a decrease from 57.9% in 2018 and far from the 100% target. Surakarta City achieved a coverage of 98.34% in 2023, showing strong regional commitment, although it still does not fully meet national goals. This study analyzes the influence of the Theory of Planned Behavior (TPB) on the use of immunization services for infants in Surakarta. Using a cross-sectional design, 200 mothers with infants aged 12–24 months were selected through multistage random sampling. Independent variables include intention, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control; the dependent variable is the use of infant immunization services. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using linear regression and path analysis. The study found that intention directly affects the use of immunization services (b=0.20; 95% CI=0.07 to 0.33; p<0.00). Attitude, subjective norm, and outcome evaluation indirectly influence immunization service use through intention. The path model demonstrated good fit (CFI = 0.979; TLI = 0.964; RMSEA = 0.079; SRMR = 0.037). Intention plays a crucial role in the use of immunization services, with attitude, subjective norm, and outcome evaluation affecting use through intention. The study model shows good fit. Increasing immunization uptake should focus on strengthening intention through positive attitudes, social norms, and education.
Pemberdayaan Pekerja UMKM untuk Mengenal dan Sadar akan Pentingnya Hygiene Sanitasi pada UMKM Jordan Syah Gustav; Sumardiyono Sumardiyono; Warda Yussy Rha; Farhana Syahrotun Nisa S; Maria Paskanita Widjanarti; Seviana Rinawati; Lusi Ismayenti; Tutug Bolet Atmojo; Bekti Utomo; Miftachurrohman Miftachurrohman; Nirwana Putri Azzahra; Ajay Abdiel Ferrall; Ica Yuniar
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5361

Abstract

This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) workers regarding the importance of hygiene and sanitation in food production processes. The program was carried out at Kripik Tempe “Tri Manunggal” in Karangsari Village, Jatiyoso Subdistrict, Karanganyar Regency, using a participatory and educational approach. Participants received training that included material presentation, handwashing simulation, and the use of personal protective equipment (PPE). Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. Descriptive analysis showed a significant increase in the average score from 20% (pre-test) to 90% (post-test). In addition to cognitive gains, participants also showed behavioral changes and a willingness to apply and promote hygiene practices within their communities. The program was supported by providing sanitation facilities such as handwashing stations and PPE kits. In conclusion, hygiene and sanitation education is highly effective in fostering clean working behavior among food-sector MSME and is suitable for replication in similar community.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Edukasi Ergonomi dan Latihan Peregangan untuk Pencegahan Low Back Pain Nisa Suratna, Farhana Syahrotun; Paskanita, Maria; Chahyadhi, Bachtiar; Sumardiyono, Sumardiyono; Wijayanti, Reni; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Ada’, Yeremia Rante
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8667

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan Low Back Pain (LBP) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas fisik berulang. Kondisi ini juga dialami oleh anggota Kelompok Wanita Tani Sekar Arum di Desa Genengan, Kabupaten Karanganyar terutama pada kegiatan pascapanen yang dilakukan dalam posisi duduk membungkuk dalam waktu lama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan penerapan prinsip ergonomi melalui penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pelatihan peregangan, serta perancangan stasiun kerja yang lebih ergonomis. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan kerja, demonstrasi latihan peregangan, serta pendampingan praktik peregangan yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta penilaian risiko postur menggunakan metode REBA dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko Low Back Pain serta kemampuan melakukan latihan peregangan dengan benar. Kegiatan ini diharapkan daat membantu petani mengurangi risiko gangguan musculoskeletal dan meningkatkan kenyaman kerja.
Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal melalui Program Workplace Stretching Exercise pada Pekerja Gudang Sumardiyono, Sumardiyono; Nurunnisa, Alya
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21079

Abstract

Background: Keluhan muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja gudang akibat aktivitas fisik berulang, postur kerja tidak ergonomis, dan minimnya jeda peregangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja gudang PT Asia Cakra Ceria Plastik Surakarta melalui penerapan model workplace stretching exercise yang sederhana, terstruktur, dan terintegrasi ke dalam rutinitas kerja harian sebagai bagian dari budaya kerja sehat. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan kombinasi berupa pendidikan kesehatan, pelatihan, dan advokasi untuk menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja gudang. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan 20 gerakan workplace stretching exercise, serta pendampingan rutin selama dua minggu kerja. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuesioner Nordic Body Map sebelum dan sesudah intervensi, dan dianalisis dengan uji paired t-test serta Cohen’s untuk menilai efektivitas program. Hasil: Program workplace stretching exercise yang diterapkan selama dua minggu berhasil menurunkan rata-rata skor keluhan muskuloskeletal pekerja gudang dari 53,2 menjadi 48,9 berdasarkan kuesioner Nordic Body Map. Hasil uji statistik menunjukkan penurunan tersebut signifikan secara statistik (p = 0,005) dengan efek intervensi sedang (Cohen’s d = 0,704). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi stretching yang sederhana dan terstruktur memberikan dampak nyata dalam mengurangi keluhan nyeri otot dan rangka pada pekerja gudang. Kesimpulan: Program workplace stretching exercise efektif menurunkan keluhan muskuloskeletal dan membentuk kebiasaan kerja sehat pada pekerja gudang, dengan potensi keberlanjutan melalui dukungan manajemen dan pendampingan ergonomi lanjutan.
Forced Vital Capacity (FVC) and heat stress with work fatigue in field workers at PT X Wijayanti, Reni; Sumardiyono, Sumardiyono; Widjanarti, Maria Paskanita; Chahyadhi, Bachtiar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Fauzi, Rachmawati Prihatina; Ada, Yeremia Rante
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.2271

Abstract

Background: The rapid development of industry demands improvements in both the quality and quantity of production, which often burdens workers. Field workers, particularly at PT X, are exposed to various environmental factors that may affect pulmonary function, while heat stress significantly contributes to work fatigue. Objective: This study aimed to evaluate the relationship between forced vital capacity and heat stress with work fatigue among field workers at PT X. Methods: An analytical observational design with a cross-sectional method was employed, involving 32 field workers as research subjects. Forced vital capacity was measured using a Chestgraph Spirometer, heat stress was measured using a QuestTemp Heat Stress Monitor, and work fatigue was measured using a Reaction Timer. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the relationship between forced vital pulmonary capacity and heat stress with work fatigue. Results: The results showed a significant relationship between forced vital pulmonary capacity and work fatigue (p = 0.011), as well as between heat stress and work fatigue (p = 0.014). Conclusion: These findings were important as they provide an overview of workers’ physiological conditions that can influence occupational safety and productivity. It is recommended that companies routinely evaluate working conditions and workers’ health, and provide early training and heat stress management to prevent work fatigue and improve workers’ well-being.
Co-Authors - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Yusiska Wahyu I ., Murkati ., Mustarsid A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aang Wahidin Ada', Yeremia Rante Ada’, Yeremia Rante Ade Kurdiman Adi Heru Sutomo Adigama Priamas Febrianto Adissa Orchida Yulianti Afif Afghohani, Afif Agathara, Reidiatama Aviano Ajay Abdiel Ferrall Akhmad Azmiardi Alfiana, Ina Amalia Choirunnisa Ana Rima Setijadi Anindita Putri Hapsari Anton Giri Mahendra Anugraeni, Devitasari Aphridasari, Jatu Aprilia Kusuma Dewi Aprilia Kusuma Dewi Aqsyari, Rizki Ardian Yoga Bharata Argyo Demartoto, Argyo Ari N Probandari Ari Natalia Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Arum Alfiyah Fahmi Aurina Firda Kusuma Wardani Avrilla, Syafina Nadya Ayu Kusuma Wardhani Az Zahra, Cellina Salsabila Shofa Azam, Abdullah M Azzahra, Nirwana Putri BACHELS J. S. A. Bachtiar Chahyadhi balgis ali Bambang Soebagyo Baruroh, Durotul Bekti Utomo Bhisma Murti Budianto Budianto Budiati, Rachmania Chahyadhi, Bachtiar Chahyadi , Bachtiar Chairunisa, Nabila Dian Chatarina Umbul Wahyuni Cr. Siti Utari Crescentiana Siti Utari Dadi, Maria Eugenia Hestina Daffa, Muhammad Deaneva, Almira Muthia Deaneva, Almira Muthia Devita Mahajana Dewantara, Mahardira Dewi Puspito Sari DIAN LESTARI Didik Gunawan Tamtomo Diffah Hanim Diffah Hanim Endang Sulaeman Endang Sutisna Endang Sutisna Sulaeman Erni Ernawati Eti Poncorini Pamungkasari Eti Poncorini Pamungkasari Fajariani, Ratna Fajarwati, Nur Farhana Syahrotun Nisa S Farhana Syahrotun Nisa S Farhana Syahrotun Nisa Suratna Farida, Jauharotul Fathulloh fathulloh Fauzi, Rachmawati Prihatina Fauzi, Rachmawati Rrihantina Firdaufan Fitri, Nur Aini Fitria Fahma Nur Cahyani Galuh Larasati Galuh Larasati Ghany Minto Saputro Gregorius Prima Indra Budianto, Gregorius Prima Indra Gunawan, Lucia Sincu Gustav, Jordan Syah Hafizah, Dila Auli Harahap, Afifa Naura Harsono Salimo hartono hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hastuti, Heni Hendra Wardhana Hendratno Hidayati, Rosalia Sri Hilda Zakiyya Zamzamy I Putu Arta Arta Wibawa Ica Yuniar Ida Nurwati Ifandari Ifandari Ihsan Ihsan Ilham Kuncahyo, Ilham Indri Hapsari Susilowati Irawan, Bibit Irfandi, Julhan Ismiranti Andarini Isna Qadrijati Iswandi Iswandi Jordan Syah Gustav Jordan Syah Gustav Kamil, Izzan Kurniasih, Oktavera Tri Kusuma, Nisa Nur Legowo, Nurcahyo Aji Luluk Fajria Maulida Lusi Ismayanti Lusi Ismayenti Lusi Ismayenti, Lusi Mahardhika, Viola Widyanita Mahayana, Argoto Mahra, Arifa Sofia Marfuah, Nurvita Maria Paskanita Widjanarti Maria Paskita Widjanarti Maria Theresia Sri Budiastuti Miftachurrohman Miftachurrohman Mila Ulfia Mohammad Syahril Mudrikah, Halimatul Mujahidatul Musfiroh Munir, Dien Abdul NADIA FARAH DIBA Nirwana Putri Azzahra Nisa Suratna, Farhana Syahrotun Nisa, Farhana Syahrotun Nisrina Is&#039;ad Nita Prasasti Novika, Revi Gama Hatta Novrihaedi, Dziad Nugroho, Christantya Vita Rena Nur Hafidha Hikmayani Nur Hidayati Nur Izah Ameta Nur Ulfah Nurul Dwi Andriani Nurul Jannatul Wahidah Nurunnisa, Alya Oki Saraswati Utomo oktaviani, Della Okti Rahmawati Pambudi, Gigih Cita Pamungkas, Putri Intan Paskanita W, Maria Paskanita, Maria Prabang Setyono Prasasti, Anin Pratiwi, Dewi Prihantina, Rachmawati Priyanto, Kurniawan Edi Probandari, Ari Puji Astuti Anggara Puspitarini, Deneisha Kartika Puspitasari, Yunita Dwi Putri, Hana Maylinda Putri, Rokhiyatul Maila Putu Sindhu Asmara Qadrijati, Isna Rachmawati Prihantina Fauzi Rachmawati Prihantina Fauzi, Rachmawati Prihantina Rahardjo, Setyo Sri Raihan Raihan, Raihan Ratna Fajariani Reni Wijayanti Reni Wijayanti Reni Wijayanti Revi Gamma Hatta Novika Rifai Hartanto Rizka Fitri Ardiani Rizka Fitri Ardiani Rosalia Sri Hidayati Rr. Vita Nurlatif Salamah, Ila Izzatus Salsabila, Muna Maimunah Santoso Sapja Anantanyu, Sapja Saputri, Khristine Selfi Handayani Seviana Rinawati Seviana Rinawati Seviana Rinawati, Seviana Simatupang, Nanda Agustian Sineri, Dessy Ikasartika Siti Utari Soebiyanto, Soebiyanto Sofiah - Sofiah Sri Budiastuti, Maria Theresia Sri Haryati Sri Kusumo Hapsari Sugiyarmasto Sugiyarmasto, Sugiyarmasto Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukismanto, Sukismanto Sumayyah Syahidah Suminah Suminah Suminah Suminah, Suminah Sunardi Sunardi Suratna, Farhana Syahrotun Nisa Suratna, Farhana Syarotun Nisa Susilowati Susilowati Syawaludin, Muhammad Husein Tamaulina Br Sembiring Tika Ambarsari Titik Haryanti Tri Budi Wiryanto Tri Rejeki Andayani Tutug Bolet Atmojo Tutug Bolet Atmojo Tutug Bolet Atmojo, Tutug Bolet Tyas Lilia Wardani Utomo, Bekti Vitri Widyaningsih Wahyu Aprilyaningsih Wakhid Ryan Cahyadi Waluyo Budi Atmoko, Waluyo Budi Warda Yussy Rha Warda Yussy Rha Warda Yussy Rha Wardani, Tyas Lilia Widjanarti, Maria Paskanita Widjanarti, Maria Paskanita Wulan Adis Aranti Yasmin Hanah Hanifah Yasmine, Amalia Yeremia Rante Ada Yeremia Rante Ada Yeremia Rante Ada’ Yulia Sari Yunita Anisa Putri Yunita Dwi Puspitasari Zakaria, Rais Athfal