This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Ilmu Komunikasi Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 Global Medical and Health Communication JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal SOLMA Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Medicine Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Jurnal Abdi Insani Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kesmas Jambi Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Journal of Health and Nutrition Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Eduvest - Journal of Universal Studies Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Cakrawala Maritim Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Journal of Global Research in Public Health Jurnal Info Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Penggunaan Komputer dan Jarak Pandang terhadap Kelelahan Mata Sumardiyono, Sumardiyono; Pamungkas, Putri Intan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3169

Abstract

Penggunaan komputer yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata yang dipengaruhi oleh durasi penggunaan komputer, jarak pandang, dan intensitas pencahayaan. Desain penelitian adalah cross-sectional pada populasi sebanyak 57 orang yang semuanya diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel yang dianalisis yaitu durasi penggunaan komputer dan jarak pandang terhadap kelelahan mata. Hasil penelitian menemukan intensitas cahaya di lingkungan kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta belum memenuhi standar. Faktor risiko yang berhubungan secara signifikan dengan kelelahan mata adalah lama penggunaan komputer lebih dari 4 jam per hari memiliki risiko 2,3 kali lebih besar mengalami kelelahan mata dibandingkan dengan karyawan yang menggunakan komputer kurang dari 4 jam per hari, jarak pandang kurang dari 46 cm memiliki risiko 4,2 kali lebih besar mengalami kelelahan mata dibandingkan dengan karyawan dengan jarak pandang lebih dari 46 cm. Faktor risiko seperti usia, istirahat, kelainan refraksi, dan riwayat penyakit mata tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan mata. Kesimpulan penelitian adalah intensitas cahaya yang rendah, lama penggunaan komputer yang lama, dan jarak pandang yang dekat merupakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko kelelahan mata pada karyawan di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta.
EDUKASI GIZI DAN PEMBENTUKAN PEER COUNSELOR IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN D/S DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEPOGO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2024 Mahra, Arifa Sofia; Sumardiyono, Sumardiyono; Lestari, Dian; Nugroho, Christantya Vita Rena; Wardhani, Ayu Kusuma; Fajarwati, Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1706

Abstract

Masalah gizi triple burden malnutrition di Indonesia yang banyak menyerang balita adalah gizi kurang/wasting. Balita dikatakan wasting jika indeks BB/PB atau BB/TB memiliki nilai z-skor -3 SD sd < -2 SD). Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian wasting balita adalah pola asuh keluarga yang belum tepat, yakni kurangnya pemantauan ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan gizi yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Cepogo, serta melakukan perencanaan program gizi. Program yang dibentuk adalah “IBU MATAHARI”. Program intervensi tersebut terdiri atas 2 kegiatan, yaitu pemberian edukasi gizi melalui kelas ibu balita dan simulasi edukasi gizi oleh ibu balita sebagai role model dan peer counselor. Hasil dari pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 85,7% ibu balita sudah memiliki pengetahuan yang baik dan 97,1% ibu balita sudah memiliki sikap yang baik tentang pentingnya pemantauan tumbuh-kembang balita di Posyandu dan semuanya meningkat menjadi 100% setelah pemberian edukasi gizi (post-test). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan dan sikap pada sebelum dan setelah dilaksanakannya edukasi gizi (p<0,05). Setelah dilakukan edukasi gizi, terjadi peningkatan pengetahuan pada 17 orang (48,57%) dan sebanyak 18 orang (51,43%) pengetahuannya tetap. Selain itu, terjadi juga peningkatan terkait sikap pada 18 orang (51,43%) dan sebanyak 17 orang (48,57%) sikapnya tetap. Permasalahan rendahnya cakupan D/S dapat diatasi dengan pemberian edukasi gizi karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita terkait pentingnya Posyandu. Hal ini menjadi dasar dilakukannya simulasi edukasi gizi oleh ibu balita yang rajin ke Posyandu sebagai role model dan peer counselor.
PELATIHAN MEMBATIK TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA Sumardiyono, Sumardiyono; Widjanarti, Maria Paskanita; Chahyadhi, Bachtiar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wijayanti, Reni; Ada', Yeremia Rante; Puspitasari, Yunita Dwi; Agathara, Reidiatama Aviano
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1726

Abstract

Batik, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, saat ini menghadapi tantangan pelestarian di era globalisasi. Memudarnya minat generasi muda terhadap batik, termasuk anak sekolah dasar, mengancam keberlanjutannya sebagai simbol identitas nasional. Upaya menumbuhkan kecintaan dan penghargaan terhadap batik di kalangan generasi muda sangat penting untuk memastikan kelestarian warisan budaya batik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan dan pemahaman siswa terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa, meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dalam membatik, mendukung pengembangan desa wisata batik di Desa Kliwonan 1 Masaran Sragen, dan melestarikan budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan, pertama identifikasi dan analisis permasalahan melalui survei. Kedua, penentuan solusi berdasarkan hasil identifikasi dan analisis. Ketiga, pelaksanaan teknis pelatihan meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik membatik, dan post-test. Keempat, menganalisis hasil dan mengevaluasi kegiatan. Kelima, merencanakan tindak lanjut. Pelatihan membatik bagi siswa menunjukkan hasil positif dan signifikan. Pengetahuan meningkat 80,0% (12 dari 15 siswa). Sikap meningkat 86,7% (13 dari 15 siswa), dan praktik meningkat 60,0% (9 dari 15 siswa). Analisis statistik menggunakan uji Paired T-Test dan Cohen's menunjukkan perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test pada ketiga aspek (pengetahuan, sikap, dan praktik) secara signifikan. Efek pelatihan terhadap pengetahuan dan sikap tergolong besar, sedangkan pada praktik tergolong sedang. Analisis statistik Repeated Measure ANCOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik, dan tidak dipengaruji kelas dan jenis kelamin. Kesimpulan, pelatihan membatik efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik serta menunjukkan keadilan dan kesetaraan, sehingga siswa memiliki kesempatan sama dalam pengembangan membatik.
FAMILY AND PEER SUPPORT ARE RELATED TO THE PERCENTAGE OF MACRONUTRIENT INTAKE IN OVERWEIGHT ADOLESCENTS Saputri, Khristine; Suminah, Suminah; Sumardiyono, Sumardiyono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3010

Abstract

Overweight pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya. Pola konsumsi makronutrien seperti karbohidrat, lemak, dan protein memiliki peran penting dalam kejadian overweight. Namun, pengaruh dukungan sosial terhadap asupan makronutrien masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan teman sebaya dengan asupan makronutrien pada remaja overweight. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2025 di Kota Surabaya. Sampel diambil di wilayah puskesmas dengan prevalensi overweight remaja tertinggi berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pemilihan sampel dilakukan secara acak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi hingga mencapai 110 remaja overweight berusia 13-15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan sosial dan formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionainnaire (SQ-FFQ) untuk mengukur jumlah asupan makronutrien. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan negatif signifikan dengan asupan karbohidrat (r = -0,208; p = 0,030), tetapi tidak berhubungan secara signifikan dengan asupan lemak (p = 0,059) dan protein (p = 0,327). Sementara itu, dukungan teman sebaya memiliki korelasi negatif signifikan dengan asupan karbohidrat (r = -0,616; p = 0,023), lemak (r = -0,79; p = 0,042), dan protein (r = -0,216; p = 0,023). Simpulan dari penelitian ini adalah dukungan teman sebaya memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap pola konsumsi makronutrien dibandingkan dukungan keluarga. Oleh karena itu, intervensi gizi untuk remaja overweight sebaiknya mempertimbangkan lingkungan sosial, terutama dengan melibatkan teman sebaya dalam pembentukan kebiasaan makan yang lebih sehat.
PROGRAM KEMANDIRIAN MASYARAKAT (PKM) DI CV BINTANG JAYA SUKOHARJO Sunardi, Sunardi; Mahayana, Argoto; Budianto, Gregorius Prima Indra; Sumardiyono, Sumardiyono; Ifandari, Ifandari; Atmoko, Waluyo Budi; Hidayati, Nur; Soebiyanto, Soebiyanto
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dalam kegiatan Program Kemandiran Masyarakat adalah CV Bintang Jaya yang terletak di Jl. Nori 10B Ngepakan, Joho, Sukoharjo. Mitra adalah produsen instan kunyit dengan merek dagang SI PINTAR. Mitra memiliki satu keistimewaan yakni instan kunyit dengan 4 macam rasa. Produk memiliki manfaat, namun instan kunyit hasil produksi mitra belum cukup dikenal masyarakat. Proses produksi dilakukan dalam skala rumahan dimana mitra belum sepenuhnya menerapkan standar produksi berdasarkan kriteria Cara Produksi Pangan yang Baik – Industri Rumah Tangga Pangan (CPPB-IRTP). Masalah yang dihadapi mitra yaitu: 1) Alat produksi tidak higienis; dan 2) Belum mempunyai ijin PIRT. Solusi yang akan dilakukan dari kegiatan ini adalah: 1) intoduksi alat parut dan peras; 2) pengurusan perijinan P-IRT. Metode yang akan dilakukan untuk merealisasikan tujuan dari program pelaksanaan PKM yaitu melalui: 1) Pengadaan mesin parut dan peras yang terbuat dari stainless; 2) Pendampingan pengurusan perijinan P-IRT. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pengabdian terkait aspek produksi ialah adanya peningkatan pengetahuan pemilik dan karyawan tentang CPPB-IRTP dan perbaikan tempat produksi yang lebih bersih dan layak. Terkait aspek produksi, terdapat peningkatan jumlah produksi dan perolehan ijin P-IRT dari Dinas Kesehatan.
Impact of Work-Fit Stretching on Occupational Fatigue Among Industrial Sewing Operators Sumardiyono, Sumardiyono; Putri, Yunita Anisa; Rha, Warda Yussy
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 14 No. 3 (2025): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v14i3.2025.293-304

Abstract

Introduction: Garment sewing employees are exposed to great fatigue factors of long-term static and monotonous works, which affect their productivity and safety. Although Work-Fit Stretching has been proven to be effective in the alleviation of muscle fatigue, possibilities are scarce regarding sewing workers in developing nations. The paper is a review of the impact of ergonomics-predicting stretching action as a time step fatigue action. Methods: This is a randomized controlled trial study with 128 sewing operators utilized, who were distributed in a Work-Fit Stretching group and a control group. The intervention took one month that consisted of two sessions a day, five days per week. The reaction timer was used three times to measure occupational fatigue and analyzed in SPSS by independent t-tests and Repeated measures ANOVA. Results: The findings indicated that Work-Fit Stretching program work-depressed the occupational fatigue in sewing workers. A statistically significant difference was observed between the intervention and the control groups in the post-test measurement (p < 0.001), the effect sizes were medium to large (0.670 to 1.117 according to Cohen). Repeated Measures ANCOVA has shown a significant aspect of decreasing the fatigue as the time goes by (p < 0.001; Partial Eta 2 = 0.218), which indicates that the intervention was both statistically and practically effective. Conclusion: Use of Ergonomic-based stretching was very useful in eradicating work fatigue of the sewing operators with moderate-to-large effects maintained across age and years to service. The method is easy and applicable in difficult routine working environments.
The Effect of Working Posture on Physical Fatigue Among Textile Workers with Age, Length of Service, and Body Mass Index as Covariates Sumardiyono, Sumardiyono; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Chahyadhi, Bachtiar; Widjanarti, Maria Paskanita; Wijayanti, Reni; Ulfah, Nur
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.533

Abstract

Physical fatigue among textile workers is caused by non-ergonomic working postures (e.g., prolonged standing) and personal characteristics such as age, length of service, and body mass index (BMI). The objective of the present investigation was to study the effect of working posture on physical fatigue after adjusting for the covariates of age, length of service, and BMI. An analytical cross-sectional study with a quantitative design was applied to 174 Surakarta workers selected by stratified random sampling. Work posture was categorized under standing and sitting, while physical fatigue was measured by the Subjective Self Rating Test (SSRT) questionnaire. ANCOVA via SPSS version 27 software was applied for the analysis, in which age, length of service, and BMI were employed as covariates. The findings indicated that the standing posture was strongly influenced positively on physical fatigue (Partial Eta Squared = 0.547, p < 0.001), and the effect size is large. Significant risk factors were also found to be age (p = 0.012) and BMI (p = 0.035), but the length of service was not significant (p = 0.084). The ANCOVA model also showed excellent predictability values of adjusted R 2 = 0.715, which implied that the model was able to explain 71.5 percent of the physical fatigue. These findings emphasize the importance of posture-based ergonomic interventions to prevent fatigue and improve occupational health in the textile industry
Risk of Hearing Impairment due to Noise Exposure among Textile Industry Workers at PT X in 2025 Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Paskanita, Maria; Sumardiyono, Sumardiyono; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet; Ismayeti, Lusi; Utomo, Bekti; Rha, Warda Yussy; Gustav, Jordan Syah
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i2.488

Abstract

Occupational noise is one of the main preventable hazards that can seriously affect workers' health and productivity, causing noise-induced hearing loss. This study aims to analyze the relationship between noise exposure, age, and length of service with the level of hearing loss among workers in the textile weaving industry at PT X. This analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 30 workers in the textile weaving industry in Surakarta using purposive sampling techniques. Data were obtained through noise intensity measurements and audiometric examinations. Bivariate analysis was performed using the Spearman Rank test with a significance level of 0.05. The results showed that the average noise level at the workplace reached 90.78 dB, with the highest exposure in Room 5 Ring Line C at 104.78 dB. The correlation test showed a significant relationship between age (r= 0.411; p=0.024) and length of service (r=0.400; p=0.029) with the left ear hearing threshold value, while noise intensity was not significantly related. This indicates that individual factors and job characteristics such as age and length of service play a more dominant role in hearing loss than variations in workplace noise levels. It is concluded that there is a significant relationship between age and length of service and a decrease in the left ear hearing threshold of workers.
Analysis of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases for wasting in children aged 12 - 59 months Farida, Jauharotul; Salimo, Harsono; Sumardiyono, Sumardiyono
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 6, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(6).436-444

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia menghadapi beban tinggi wasting pada anak. Secara global pada tahun 2018, 1 dari 10 balita mengalami berat badan di bawah normal atau status gizi terlalu kurusuntuk seusianya. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi status gizi (BB/TB) pada anak usia 0-59 bulan di Indonesia mencapai 8,5%. Di Jawa Tengah prevalensi BB/TB tercatat sebesar 7,1% (wasting = 5,5% dan severely wasting = 1,6%), sementara Kudus memiliki prevalensi 8,7% di atas rata-rata Jawa Tengah. Banyak faktor yang diketahui berkontribusi terhadap wasting diantaranya: pemberian ASI eksklusif dan asupan vitamin A yang tidak memadai; pemberian MP-ASI yang kurang berkualitas; balita yang menderita sakit seperti diare, ISPA, kecacingan, dan penyakit infeksi lainnya; imunisasi tidak lengkap; keterlambatan penanganan balita yang sakit; dan lingkungan rumah yang kurang bersih.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi (diare, ISPA, dan tuberkulosis) dengan kejadian wasting pada anak usia 12-59 bulan.Metode:  Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan 150 anak balita sebagai subjek penelitian (50 wasting dan 100 gizi normal). Pengambilan data dilakukan pengukuran BB dan TB menggunakan alat ukur digital, serta wawancara kepada orang tua/wali menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi-square.Hasil: Variabel yang mempunyai hubungan dan secara signifikan dengan kejadian Wasting pada anak usia 12-59 bulan adalah pemberian ASI eksklusif (p-value=0.018). Sedangkan riwayat penyakit infeksi Diare (p-value=0.271), ISPA (p-value=0.950), dan Tuberkulosis (p-value=1.000) tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian Wasting di Kabupaten Kudus. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif pada anak balita mempunyai korelasi dengan kejadian wasting. Pemenuhan nutrisi balita dengan ASI eksklusif dapat menguatkan imunitas tubuh pada anak terhadap berbagai macam penyakit infeksi.KATA KUNCI: wasting; ASI eksklusif; diare; ISPA; tuberkulosis   ABSTRACTBackground: Indonesia faces a high burden of wasting among children. Globally, 1 in 10 toddlers were underweight or wasting for their age in 2018. According to the 2023 Indonesian Health Survey, the prevalence of nutritional status (weight/height) among children aged 0-59 months in Indonesia reached 8.5%. In Central Java, the prevalence was 7.1% (wasting = 5.5% and severely wasting = 1.6%), while Kudus had a prevalence of 8.7%, above the Central Java average. Many factors are known to contribute to wasting, including inadequate exclusive breastfeeding and vitamin A intake; poor-quality complementary feeding (MP-ASI; illnesses such as diarrhea, acute respiratory infections (ARI), worm infections, and other infectious diseases; incomplete immunization; delayed treatment of sick toddlers; and poor household hygiene. Objectives: This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and a history of infectious diseases (Diarrhea, ARI, and Tuberculosis) with the incidence of wasting in children aged 12-59 months.Methods: This case-control study involved 150 children (50 with wasting and 100 with normal nutrition status). Data was collected through Weight measurement using digital scales, Height measurement using digital TB measuring instruments, and interviews with parents/guardians using questionnaires. The data analysis used was univariate using frequency distribution and bivariate using chi-square.Results: The variable that has a significant relationship with the incidence of wasting in children aged 12-59 months is exclusive breastfeeding (p-value = 0.018). In comparison, the history of infectious diseases diarrhea (p-value = 0.271), ARI (p-value = 0.950), and tuberculosis (p-value = 1.000) did not have a significant relationship with the incidence of Wasting in Kudus Regency.Conclusions: Exclusive breastfeeding in toddlers correlates with the incidence of wasting. Fulfilling toddler nutrition with exclusive breastfeeding can strengthen the child's body's immunity against various infectious diseases.KEYWORDS: wasting; exclusive breastfeeding; diarrhea; ARI; tuberculosis Received: Nov 26, 2024; Revised: Nov 12 2024; Accepted: Nov 28, 2024; Available online: Nov 30, 2024; Published: Nov 30, 2024.
Fulfilment minimum acceptable diet, exclusive breastfeeding, and infectious disease with stunting Putri, Rokhiyatul Maila; Sumardiyono, Sumardiyono; Andarini, Ismiranti
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 3, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).169-178

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah kondisi yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan selama 1000 hari pertama kehidupan karena kekurangan nutrisi yang berlangsung lama. Kabupaten Brebes merupakan wilayah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Tengah yaitu sebesar 29.1%. Stunting dipengaruhi langsung oleh status infeksi anak serta konsumsi zat gizi makro maupun mikro.Tujuan: Studi ini menyelidiki bagaimana Minimum Acceptable Diet (MAD), ASI eksklusif, dan penyakit infeksi berkorelasi dengan stunting pada anak-anak berusia 6 hingga 23 bulan di Kabupaten Brebes.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini dilakukan pada kelompok anak berusia 6 hingga 23 bulan yang terdaftar di SSGI 2022 Kabupaten Brebes. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 189 anak yang didapatkan dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data dianalisis secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji regresi logistik biner. Hasil: Balita yang tidak mencapai MAD berisiko 1.30 kali mengalami stunting dan balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi memiliki risiko 1.33 kali terkena stunting namun tidak signifikan secara statistik (p-value >0.05). Tidak signifikan variabel tersebut dapat disebabkan karena MAD yang dipengaruhi oleh beberpa faktor seperti pendidikan ibu dan ayah, kunjungan antenatal, dan tempat tinggal serta definisi penyakit infeksi yang terlalu luas. Hubungan yang tidak signifikan antara MAD dan stunting mungkin juga disebabkan oleh bias dalam pengukuran MAD, yang mengandalkan ingatan akan asupan makanan selama 24 jam terakhir. Sedangkan,balita tidak ASI eksklusif dapat meniurunkan risiko stunting 2.38 kali dan signifikan secara statistik (p-value 0.013). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara MAD dan penyakit infeksi dengan stunting namun terdapat korelasi yang signifikan antara ASI eksklusif terhadap stunting. KATA KUNCI: ASI eksklusif; minimum acceptable diet; penyakit infeksi; stunting  ABSTRACTBackground: Stunting is a condition resulting from long-term malnutrition, leading to growth failure within the first 1,000 days of life. Brebes Regency has the highest stunting rate in Central Java, at 29.1%. The child's level of infection and the amount of macro- and micronutrients they consume directly impact stunting. Objectives: This study aims to analyze the relationship between the Minimum Acceptable Diet (MAD), exclusive breastfeeding, and infectious diseases with stunting among children aged 6-23 months in Brebes Regency. Methods: This quantitative study utilized secondary data from the 2022 SSGI and employed a cross-sectional design. The study population consisted of children aged 6-23 months, as recorded in the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) data for Brebes Regency. A total of 189 children were included in the study, selected through total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately with a frequency distribution table, bivariately with a Chi-Square test, and multivariately with a binary logistic regression test.Results: Toddlers who do not reach the MAD have a 1.30 times risk of experiencing stunting, and toddlers with a history of infectious diseases have a 1.33 times risk of stunting, but this is not statistically significant (p-value >0.05). This variable is insignificant because MAD is influenced by several factors, such as the mother's and father's education, antenatal visits, and place of residence, as well as a definition of infectious disease that is too broad. The insignificant relationship between MAD and stunting may also result from biases in measuring MAD, which rely on the recall of food intake over the past 24 hours. Meanwhile, toddlers who are not exclusively breastfed can increase the risk of stunting 2.38 times, and it is statistically significant (p-value 0.013). Conclusion: Stunting is not correlated with either MAD or infectious disease; however, it is significantly associated with exclusive breastfeeding.  KEYWORDS: exclusive breastfeeding; infectious diseases; minimum acceptable diet; stunting
Co-Authors - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Yusiska Wahyu I ., Murkati ., Mustarsid A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aang Wahidin Ada', Yeremia Rante Ada’, Yeremia Rante Adi Heru Sutomo Adigama Priamas Febrianto Adissa Orchida Yulianti Afif Afghohani, Afif Agathara, Reidiatama Aviano Ajay Abdiel Ferrall Akhmad Azmiardi Alfiana, Ina Amalia Choirunnisa Ambarsari, Tika Ana Rima Setijadi Anindita Putri Hapsari Anton Giri Mahendra Anugraeni, Devitasari Aphridasari, Jatu Aprilia Kusuma Dewi Aprilia Kusuma Dewi Aprilyaningsih, Wahyu Aqsyari, Rizki Argyo Demartoto, Argyo Ari N Probandari Ari Natalia Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Arum Alfiyah Fahmi Aurina Firda Kusuma Wardani Avrilla, Syafina Nadya Ayu Kusuma Wardhani Az Zahra, Cellina Salsabila Shofa Azam, Abdullah M Azzahra, Nirwana Putri BACHELS J. S. A. Bachtiar Chahyadhi balgis ali Bambang Soebagyo Baruroh, Durotul Bekti Utomo Bekti Utomo Bhisma Murti Budianto Budianto Budiati, Rachmania Chahyadhi, Bachtiar Chahyadi , Bachtiar Chairunisa, Nabila Dian Chatarina Umbul Wahyuni Cr. Siti Utari Crescentiana Siti Utari Dadi, Maria Eugenia Hestina Daffa, Muhammad Deaneva, Almira Muthia Deaneva, Almira Muthia Devita Mahajana Dewantara, Mahardira Dewi Puspito Sari DIAN LESTARI Didik Gunawan Tamtomo Diffah Hanim Diffah Hanim Endang Sulaeman Endang Sutisna Endang Sutisna Sulaeman Erni Ernawati Eti Poncorini Pamungkasari Eti Poncorini Pamungkasari Fajariani, Ratna Fajarwati, Nur Farhana Syahrotun Nisa S Farhana Syahrotun Nisa S Farhana Syahrotun Nisa Suratna Farida, Jauharotul Fathulloh fathulloh Fauzi, Rachmawati Prihatina Fauzi, Rachmawati Rrihantina Firdaufan Fitri, Nur Aini Fitria Fahma Nur Cahyani Galuh Larasati Galuh Larasati Ghany Minto Saputro Gregorius Prima Indra Budianto, Gregorius Prima Indra Gunawan, Lucia Sincu Gustav, Jordan Syah Hafizah, Dila Auli Hanifah, Yasmin Hanah Harahap, Afifa Naura Harsono Salimo Hartono Hartono hartono hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hastuti, Heni Hendra Wardhana Hendratno Hidayati, Rosalia Sri Hilda Zakiyya Zamzamy I Putu Arta Arta Wibawa Ica Yuniar Ida Nurwati Ifandari Ifandari Ihsan Ihsan Ilham Kuncahyo, Ilham Indri Hapsari Susilowati Irawan, Bibit Irfandi, Julhan Ismayeti, Lusi Ismiranti Andarini Isna Qadrijati Iswandi Iswandi Jordan Syah Gustav Jordan Syah Gustav Kamil, Izzan Kurniasih, Oktavera Tri Kusuma, Nisa Nur Legowo, Nurcahyo Aji Luluk Fajria Maulida Lusi Ismayanti Lusi Ismayenti Lusi Ismayenti, Lusi Mahardhika, Viola Widyanita Mahayana, Argoto Mahra, Arifa Sofia Marfuah, Nurvita Maria Paskanita Widjanarti Maria Paskita Widjanarti Maria Theresia Sri Budiastuti Miftachurrohman Miftachurrohman Mila Ulfia Mohammad Syahril Mudrikah, Halimatul Mujahidatul Musfiroh Munir, Dien Abdul NADIA FARAH DIBA Nirwana Putri Azzahra Nisa Suratna, Farhana Syahrotun Nisa, Farhana Syahrotun Nisrina Is&#039;ad Nita Prasasti Novika, Revi Gama Hatta Novika, Revi Gamma Hatta Novrihaedi, Dziad Nugroho, Christantya Vita Rena Nur Hafidha Hikmayani Nur Hidayati Nur Izah Ameta Nur Ulfah Nurul Dwi Andriani Nurunnisa, Alya Oki Saraswati Utomo oktaviani, Della Okti Rahmawati Pambudi, Gigih Cita Pamungkas, Putri Intan Paskanita W, Maria Paskanita, Maria Prabang Setyono Prabang Setyono Prasasti, Anin Pratiwi, Dewi Prihantina, Rachmawati Priyanto, Kurniawan Edi Probandari, Ari Puji Astuti Anggara Puspitarini, Deneisha Kartika Puspitasari, Yunita Dwi Putri, Hana Maylinda Putri, Rokhiyatul Maila Putri, Yunita Anisa Putu Sindhu Asmara Qadrijati, Isna Rachmawati Prihantina Fauzi Rachmawati Prihantina Fauzi, Rachmawati Prihantina Rahardjo, Setyo Sri Raihan Raihan, Raihan Ratna Fajariani Reni Wijayanti Reni Wijayanti Reni Wijayanti Rifai Hartanto Rizka Fitri Ardiani Rizka Fitri Ardiani Rosalia Sri Hidayati Rr. Vita Nurlatif Salamah, Ila Izzatus Salsabila, Muna Maimunah Santoso Sapja Anantanyu, Sapja Saputri, Khristine Selfi Handayani Seviana Rinawati Seviana Rinawati Seviana Rinawati, Seviana Simatupang, Nanda Agustian Sineri, Dessy Ikasartika Siti Utari Soebiyanto, Soebiyanto Sofiah - Sofiah Sri Haryati Sri Kusumo Hapsari Sugiyarmasto Sugiyarmasto, Sugiyarmasto Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukismanto, Sukismanto Sumayyah Syahidah Suminah Suminah Suminah Suminah, Suminah Sunardi Sunardi Suratna, Farhana Syahrotun Nisa Suratna, Farhana Syarotun Nisa Susilowati Susilowati Syawaludin, Muhammad Husein Tamaulina Br Sembiring Titik Haryanti Tri Budi Wiryanto Tri Rejeki Andayani Tutug Bolet Atmojo Tutug Bolet Atmojo Tutug Bolet Atmojo, Tutug Bolet Tyas Lilia Wardani Utomo, Bekti Vitri Widyaningsih Wahidah, Nurul Jannatul Wakhid Ryan Cahyadi Waluyo Budi Atmoko, Waluyo Budi Warda Yussy Rha Warda Yussy Rha Warda Yussy Rha Wardani, Tyas Lilia Widjanarti, Maria Paskanita Widjanarti, Maria Paskanita Yasmine, Amalia Yeremia Rante Ada Yeremia Rante Ada Yeremia Rante Ada’ Yulia Sari Yunita Dwi Puspitasari Zakaria, Rais Athfal