Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN SPESIES BAKTERI PADA KULTUR DARAH WIDAL POSITIF ASAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK Darmawati, Sri; Sembiring, Langkah; Asmara, Widya; T. Artama, Wayan
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.083 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menentukan keanekaragaman spesies bakteri pada kultur darah Widal positif  Asal kota Semarang berdasrkan karakter fenotipik. Sampel darah yang dikultur sebanyak 136 sampel berasal dari pasien rawat inap dan rawat jalan di 4 rumah sakit serta 2 puskesmas di kota Semarang (RSUD Kota Semarang, RSUD Tugurejo, RS. Islam Sultan Agung,  dan 2 Puskesmas yaitu Kedungmundu dan Bangetayu.  Kultur darah digunakan medium BacT/Alert FAN blood culture bottles (Biomerieux), subkultur digunakan medium Blood Agar Plate (BAP, OXOID) dan Mac Conkey (MC, OXOID), dilanjutkan  uji biokimia digunakan medium API 20E dan API 50CHB/E untuk identifikasi strain anggota familia Enterobacteriaceae serta APIStap (Biomerieux) untuk identifikasi spesies anggota Staphylococcus. Kultur darah positif sebanyak 59 sampel (43.4%) terdiri dari 44 sampel (32,4%) positif Staphylococcus sp. (S. aureus, S. saprophyticus, S. xylosus, S. warnei, S. hominis, S. cohnii) dan 15 sampel (11%) positif bakteri batang gram negatif anggota familia Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter cloacae, S. typhi, Serratia marcescens, Escherichia coli, Salmonella ssp., Klebsiella pneumoniae ssp. Ozanae. Berdasarkan karakter fenotipik  bakteri batang gram negatif dapat dikelompokkan menjadi 4 kluster, kluster pertama beranggotakan S. typhi , kluster kedua beranggotakan E. coli dan Salmonella ssp., kluster ketiga beranggotakan Ser. Marcescens dan kluster keempat beranggotakan Enterobacter cloacae dan Kleb. pneumoniae ssp. Ozaenae. Bakteri kokus gram positif berdasarkan karakter fenotipiknya dapat dikelompokkan menjadi 6 kluster  yang tampak sangat bervariasi   Kata kunci:  Widal, Kultur darah, BacT/Alert FAN, API 20E, API 50 CHB/E, API Stap
PENGEMBANGAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PADA HEWAN KESAYANGAN ANJING MENGGUNAKAN ANTIGEN SPESIFIK Mycobacterium tuberculosisESAT-6 DAN CFP-10 Tjahajati, Ida; Asmara, Widya; Soebono, Hardyanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.133 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.02.1

Abstract

Early diagnosis is one of the important methods to  control tuberculosis because this disease is zoonotic which easily spread through the air. Early detection of tuberculosis in dog is also very important since dog as petanimal have a potency to transfer the disease to human or other animals. The discovery of two specific M.tuberculosisantigens, ESAT06 and CFP-10, provide the opportunity to developa specific diagnostic kit for tuberculosis by using ELISA based on the secretion of IFN-γ. The development of a tuberculosis diagnostic kit based on this molecular biology and immunological method would provide a good alternative method to detect tuberculosis specially, accurately as early as possible. The result of this experiment would provide contribution for the development of health science and technology, especially in the eradication of tuberculosis. Keywords: diagnosis, tuberculosis, ESAT-6, CFP-10, interferon-gamma.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA ANNUR ASSALAFY TUMPANG PACARKELING KEJAYAN PASURUAN Ismawati, Putri; Hanifah, Hanifah
Thufuli Vol 2, No 1 (2020): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.03 KB) | DOI: 10.33474/thufuli.v2i1.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Implementasi pendekatan saintifik terhadap kemampuan kognitif sains anak usia 5-6 tahun di RA Annur Assalafy Tumpang Pacarkeling Kejayan Pasuruan. Dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan pemahaman 5M ( mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan) di harapkan proses pembelajaran di RA terutama dalam perkembangan kognitif sains bisa menarik perhatian anak sehingga minat anak dalam belajar sangat baik sehingga aspek perkembangan anak bisa tercapai sesuai yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang mendiskripsikan pemahaman peneliti dalam melaksanakan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran terutama kognitif sains. Data tesebut di peroleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah (1) Pemahaman awal peneliti tentang pendekatan kognitif sains sudah cukup baik. (2) perencanaan pembelajaran dalam pendekatan saintifik dalam menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) dan media sudah mengacu dalam langkah-langkah yang sesuai karena peneliti sudah mendapatkan pelatian-pelatian di kampus sehingga dalam menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) peneliti sudah cukup baik. (3) Pelaksanaan pembelajaran kognitif sains dengan menggunakan pendekatan sintifik di kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup sudah cukup baik dengan pemahaman 5 M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan). Pembelajaran berpusat pada anak. Anak lebih aktif dalam pembelajaran dibanding guru yang mengakibatkan keterampilan berfikir anak lebih tinggi.
Phenotype and Genotype of Enterococcus faecalis Isolated from Root Canal and Saliva of Primary Endodontic Patients Mubarak, Zaki; Asmara, Widya; Wibawa, Tri; Bachtiar, Boy
Journal of Dentistry Indonesia Vol. 23, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: To investigate the phenotype and genotype of E. faecalis isolated from the root canal and saliva of primary endodontic patients with periapical lesions. Methods: Eighteen adult male and female individuals suffering from primary endodontic infection, either with or without periapical lesions, were involved in this study. Root canal scraping and saliva were collected from each subject and used for bacterial quantitation using a real-time polymerase chain reaction (RT-PCR). Enterococci were isolated using ChromAgar medium and then identified using both biochemical (Gram staining and catalase tests) and molecular biology (conventional PCR) methods. Gelatinase activity, polysaccharide capsul profile and mRNA ace expression level were determined using microbiological, biochemical and molecular biology approach, respectively. Genotype of E. faecalis was determined based on nucleotide sequence of ace and gelE genes analyzed using web-based 3730xl DNA Analyze software. Results: The results showed that except for its proportion, no significant difference was found in phenotypes (gelatinase activity and mRNA ace expression levels) and genotypes (polymorphism of Cps operon and variation of ace and gelE nucleotide sequences) of E. faecalis isolated from the root canal and saliva of primary endodontic patients had or had no periapical lesions. Conclusion: It can be concluded that E. faecalis proportion had a role in the occurrence of periapical lesions in the primary endodontic patients, but not gelatinase activity, mRNA ace expression level, Cps operon polymorphism or ace and gelE nucleotide sequence variations.
POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN NILAI AGAMA MORAL ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI TK WACHID HASYIM SURABAYA Maulida, Susi; Ismawati, Putri
Thufuli Vol 3, No 2 (2021): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/thufuli.v3i2.13559

Abstract

Abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nilai agama dan moral anak usia dini (4-6 tahun) kurangnya kemampuan anak dalam nilai kemoralan dan agama anak usia dini. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pola asuh orangtua terhadap perkembangan nilai agama moral anak usia dini di TK Wachid Hasyim Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab rumusan masalah dan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi dengan subyek penelitian yaitu anak usia 4-6 tahun di. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh diperiksa keabsahan datanya dengan triangulasi sumber, metode dan waktu. Data dianalisis dengan teknik analisis data model interaktif Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pengembangan nilai agama dan moral di TK Wachid Hasyim Surabaya dengan pola asuh demokratis, dengan cara mengajarkan nilai kereligiusan, kemandirian, sopansantun, kemudian hal-hal yang baik melaluiproses pembiasaan. 2) Faktor pendukung pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini yaitu (a) adanya relawan mahasiswa yang motivasi pada anak, (b) perhatian orangtua dalam memeberikan pembelajaran nilai agama dan moral pada anak. Sementara itu faktor penghambat pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini adalah (a) kondisi lingkungan yang dapat memberikan pengaruh negatif kepada anak, baik itu dari perkataan, sikap, maupun cara berpakaian yang kurang baik dan sopan, (b) minimnya pemahaman orangtua terhadap pelajaran keagamaan, (c) minimnya orangtua memberikan contoh kepada anak, dikarenakan waktu orangtua bersama anak sangat sedikit.
Analisis Fragmen Gen VP-2 Virus Infectious Bursal Diseases yang Diisolasi dari Peternakan Ayam Komersial Michael Haryadi Wibowo; Dito Anggoro; Sarwo Edy Wibowo; Purnama Edy Santosa; Surya Amanu; Widya Asmara
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 5 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.584 KB) | DOI: 10.29244/avi.5.1.47-56

Abstract

Infectious Bursal Disease (IBD) adalah penyakit virus yang bersifat akut dan infeksius serta menyerang pada unggas muda yang berumur kurang dari 4 bulan. Sejauh ini data molekuler virus IBD isolat Indonesia sangat minim, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengarakterisasi gen VP-2 virus IBD yang telah ada di Indonesia. Sampel penelitian diperoleh dari kasus terdiagnosa IBD yang terjadi di peternakan ayam komersial broiler dan layer. Sampel Bursa dipersiapkan untuk dilakukan isolasi menggunakan telur ayam berembrio SPF. Membran korioalantois dipanen dan dilakukan identifikasi dengan metode RT-PCR dengan gen target VP-2. Hasil amplifikasi selanjutnya dilakukan pengurutan DNA. Data nukleotida hasil pengurutan DNA dianalisis dengan program MEGA 6, meliputi pesejajaran, prediksi asam amino, dan konstruksi pohon kekerabatan antara virus yang diteliti dengan beberapa virus yang telah dipublikasi di bank gen terutama virus IBD yang bersirkulasi di Indonesia. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa ayam yang terdiagnosis penyakit IBD dapat ditentukan penyebabnya sebagai virus IBD. Hasil analisis urutan penanda patogenisitas molekuler menunjukkan virus yang virulen. Analisis pohon kekerabatan 2 isolat IBD SR/Lay-WNO-DIY dan IBD Potrow/Lay-SLM-DIY termasuk dalam kelompok virus IBD tipe klasik, sedangkan lima virus lainnya, yaitu IBD Yanti/Lay-SLM-DIY; IBD Lampung/Bro/IL; IBD Fung/Lay-SLM-DIY-BF1, IBD Fung/Lay-SLM-DIY-BF2, dan IBD Fung/Lay-SLM-DIY-BF3 termasuk dalam kelompok vvIBD strain Indonesia.
Sequence variability of the β Tubulin isotype-1 genes in benzimidazole resistant strains of Haemonchus contortus, a nematode parasite of sheep Dyah Haryuningtyas; wayan T Artama; Widya Asmara
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 11, No 3 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.925 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v11i3.531

Abstract

Resistance to benzimidazole at a population of gastrointestinal nematode, especially Haemonchus contortus is a widespread problem. Therefore, anthelmintic will not effective anymore. Benzimidazole resistance in nematode has been shown to be heritable and defined as an increase in frequency of individual worms able to drug tolerate. In Indonesia resistance to anthelmintic albendazole has been reported on sheep in district of Bogor, Kuningan, Kendal and province of Yogyakarta. Molecular mechanism of resistance to benzimidazole on nematode and fungi related to single gene which code ß tubulin. The aim of this research is to determine a genetics variability of isotype-1 ß tubulin genes from Indonesian strain of H. contortus which resistant to benzimidazole. Sequencing were carried out at a 520 bp fragment of the isotipe-1 ß tubulin gene of six H. contortus resistant strain from four sheep from SPTD Trijaya farm, district of Kuningan, West Java; UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan farm, district of Bantul, Yogyakarta respectively. One H. contortus susceptible strains as a control come from farmer from Cicurug, district of Sukabumi, West Java. Results indicated that there are genetics variability of  fragment isotype-1 ß tubulin genes from H. contortus from UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan farm, Bantul, Yogyakarta (H1, H2, and C2). There are no genetics variability in the fragment gene of H. contortus resistant strain from SPTD Trijaya farm, Kuningan, West Java (Kn1, Kn2 and K1). Genetic variability occur between 2 isolate from different location. Key Words: Haemonchus contortus, Benzimidazole, Isotype 1 β-tubulin Gene, Sequencing
diversity of myiasis fly, Chrysomya bezziana population in Indonesia based on mitochondrial DNA April H Wardhana; S Muharsini; Widya Asmara
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 9, No 2 (2004): JUNE 2004
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.954 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v9i2.416

Abstract

Chrysomya bezziana is a fly causing myiasis in most livestock in Indonesia. To date, the genetic diversity of C. bezziana has been argued among researchers. The aim of this study was to analyse genetic diversity of C. bezziana population in Indonesia using mitochondrial cytochrome b gene (cyt b) as a marker. The preliminary study showed that the larvae instar III stadium (L3) was the most appropriate sample for molecular analysis and identification. Twenty-four L3 were collected from cattles, buffalos and horses in Bogor, Makassar and East Sumba. DNA samples were isolated from muscle tissue of the larvae. The fragment of cyt b gene (279 bp) was amplified using primer CB3FC-NINFA. The PCR product was subsequently purified, sequenced and analysed using PAUP version 4. The results showed that C. bezziana from Indonesia was different with those from Asia, basicaly for DNA sequences, however it had similar to those from Papua New Guinea. Two haplotypes were identified i.e. haplotype 6 (Makassar haplotype that similar to those from Papua New Guinea) and haplotype 7 (Bogor haplotype that similar to those from Makassar and East Sumba). Key words: Chrysomya bezziana, genetic diversity, mitochondrial DNA
Systemic IL-1β and TNF-α Productions of E. coli Lipopolysaccharide-Induced Periodontitis Model on Rats Alma Linggar Jonarta; Widya Asmara; Indwiani Astuti; Regina TC Tandelilin
The Indonesian Journal of Dental Research Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.622 KB) | DOI: 10.22146/theindjdentres.9988

Abstract

Periodontal disease, a common inflammatory oral disease involved periodontal tissues, has been linked with the evidence of some systemic disorders. Recently, periodontal disease has been suspected as a trigger of systemic disorders. Penetration of bacterial products, such as lipopolysaccharide (LPS) may reach into deeper periodontal tissues. Therefore there may affect systemic blood and cytokines production. Interleukin-1β (IL-1β) and Tumour Nuclear Factor-α (TNF-α) are known as pro-inflammatory cytokines. The production of systemic IL-1β and TNF-α of E. coli lipopolysaccharide-induced periodontitis model on rats was investigated in this research. Fifteen male Wistar rats, aged 6-8 weeks used for this study were divided into 3 groups. For group 1 and 2, silk ligature 3/0 were inserted in interdental area between upper right molar 1 and 2. First and second group received solution containing 10μg/ml and 1mg/ml E. coli lipopolysaccharide, respectively, mixedwith 2% carboxymethylcellulose (CMC) diluted in 100μl of phosphate buffer saline (PBS). The solution was topically applied on gingival tissues around the gingival sulcus, a single topical application of solution onceper 2 days for 14 days. Untreated subjects were used as negative control. On day 15, the blood was collected from vena orbitalis, and rats were sacrificed. The blood serum of each group was divided into 2 groups andcultured for 4 hours with or without 20μl of 100ng/ml of E. coli LPS. ELISA techniques were used to measure the cytokine productions of the supernatant. The data was analysed using Repeated Measure ANOVA. This study showed that there was a significant increase of IL-1β production on low dose of LPS compared to control and high dose of LPS groups (p<0.05). Whereas TNF-α not significantly showed increasing trend. The increasing trend of pro-inflammatory cytokine productions, such as IL-1β and TNF-α, on LPS-induced periodontitis model in this experiment supports the previous studies about the contribution of periodontal disease in the pathogenesis of systemic diseases.
Efektivitas Desensitizing Agent dengan dan tanpa Fluor pada Metode in Office Bleaching terhadap Kandungan Mineral Gigi (Kajian In Vitro) Yulita Kristanti; Widya Asmara; Siti Sunarintyas; Juni Handajani
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.638 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.8746

Abstract

In office bleaching menggunakan hidrogen peroksida 40% sering memberikan efek samping berupa linu baik selama maupun setelah perawatan tersebut dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi dan kandungan fluor desensitizing agent pada metode in office bleaching terhadap kandungan mineral gigi. Delapan gigi masing-masing dipotong menjadi 4 bagian, 6 potong digunakan untuk pemeriksaan XRD awal. Gigi dikeringkan dalam oven suhu 50° selama 30 menit diserbuk, diambil 1 mg untuk diperiksa kandungan mineralnya dengan goniometer. Dua puluh empat potong yang lain dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok I: gigi diaplikasi bahan bleaching 0,5-1 mm hidrogen peroksida 40% selama 1 jam, dicuci, dikeringkan, diikuti aplikasi 0,1 ml desensitizing agent tanpa fluor (CPP-ACP) selama 30 menit, dicuci, dikeringkan. Kelompok II : gigi diaplikasi CPP-ACP 30 menit, dicuci, dikeringkan, dibleaching menggunakan hidrogen peroksida 40% selama 1 jam. Selanjutnya gigi diaplikasi CPP-ACP 30 menit lagi, dicuci, dikeringkan. Kelompok III gigi dibleaching menggunakan hidrogen peroksida 40% selama 1 jam, dicuci, dikeringkan, diikuti aplikasi desensitizing agent yang mengandung fluor (CPP-ACFP) selama 30 menit, dicuci, dikeringkan. Kelompok IV: gigi diaplikasi CPP-ACFP 30 menit, dicuci, dikeringkan, dibleaching menggunakan hidrogen peroksida 40% selama 1 jam. Selanjutnya gigi diaplikasi CPP-ACFP selama 30 menit, dicuci dikeringkan. Sesudah perlakuan, semua gigi dilakukan pemeriksaan kandungan mineral gigi dengan prosedur yang sama. Uji Mann Whitney menunjukkan penurunan mineral paling sedikit terjadi pada kelompok IV (4500). Desensitizing agent mengandung F sebelum dan sesudah perlakuan in office bleaching menunjukkan penurunan mineral paling kecil. The Effectiveness of Desensitizing Agent with and without Fluorine in Office Bleaching Method to Tooth Mineral content. Tooth sensitivity arises during or after an in-office bleaching was performed is usually overcome by using desensitizing agent with or without fluor. So far, desensitizing method applied only reduces tooth sensitivity but it had not overcome demineralization problem yet. This study was aimed to determine the influence of an application process and fluoride containing desensitizing agent in tooth mineral lossEight teeth were divided into four parts. Six specimens were smoothened using agate mortar. One mg of powder was inserted into the sample holder and mounted on goniometer heads to examine mineral content before treatment using X-Ray Diffraction (XRD). Twenty-four specimens were classified into four groups. In group I, 0,1 ml desensitizing agent without fluoride (CPP-ACP) was applied for 30 minutes after an in-office bleaching using 40% Hydrogen Peroxide was performed, while in group II, CPP-ACP was applied before and after an in-office bleaching was performed. In group III 0,1 ml fluoride containing desensitizing agent (CPP-ACFP) was applied for 30 minutes after in-office bleaching using 40% Hydrogen Peroxide was performed, while in group IV fluoride containing desensitizing agent was applied before and after an in-office bleaching was performed. Finally, all of the specimens were measured in their after-treatment mineral contain. Mann Whitney test showed that the lowest mineral lost was detected in group IV (4500). Fluoride containing desensitizing agent applied before and after an in-office bleaching effectively reduced mineral loss.
Co-Authors . Sismindari ., Wdjijono A. Alimuddin Adi Heru Sutomo Aditya Krishar Karim Aditya Krishar Karim AETH. Wahyuni AETH. Wahyuni, AETH. Ag. Yuswanto Agnes Sri Harti Agnes Sri Harti Agnesia Endamg Tri Hastuti Wahyuni Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni Agus Eko Srihanto Agus Eko Srihanto, Agus Eko Agustinus Joko Nugroho Agustinus Joko Nugroho, Agustinus Joko Aisida, Sufinatin Alma Linggar Jonarta Ambar Pertiwiningrum Andini, Syarifah Anwar Rosyidi April H Wardhana Arfian Rahma Shanti Artama , Wayan T. Arum Setiawan Arum Setiawan Asih Kurniawati Bambang Hariono Bambang Sumiarto Bambang Sutrisno Bancin, Girang Stevani Banun Kusumawardani Boy Bachtiar Budi Mulyaningsih Budi Mulyono BUDI SETIADI DARYONO Budi Setiadi Dayono Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Chatarina Behar Chatarina Behar, Chatarina Darmawati , Sri Darmayanti, Hervina Puspita Dewi Noor Hidayati Dewi Seswita Zilda Dito Anggoro Djaswadi Dasuki Doddi Yudhabuntara Dwi Aji Nugroho, Dwi Dyah Haryuningtyas Dyah Haryuningtyas Dyah Irnawati Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto, Eko Agus Elfayetti Elfayetti Elsa Kardiana Eni Harmayani Eni Harmayani Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti Ety Aryati Ety Aryati, Ety Febriani Putri, Devita Fiska Salsabilla Gaol, Riski Fanni Lumban Gintung Patantis Gintung Patantis Gusti Ayu Yuniati Kencana Hafiza, Rohmania Zuhro Hamzah Muhammad Mardi Putra hanifah hanifah Hanny Hafiar Hardyanto Soebono Hardyanto Subono Harefa, Meilinda Suriani Harefa, Sri Aswinda Hari Eko Irianto Hasibuan, Novita Hasibuan, Novita Annisah Heru Susetya Hutauruk, Mutiara Cristeofani I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Wayan Suardana I. Istriyati Ida Tjahajati Iisnawati, Iisnawati Ika Dyah Kusumawati Ika Dyah Kusumawati, Ika Dyah Indwiani Astuti Istriyati ., Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati, . Istriyati, . Iwan Dwiprahasto JAKA WIDADA Juni Handajani Kardians, Elsa Karna Wijaya Kerin Sisca Octaviani Luahambowo Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Nasution Khrisdiana Putri Khrisdiana Putri, Khrisdiana Koichi Akiyama Krisdiana Putri Kumalasari, Eliana Dwi Langkah Sembiring LANGKAH SEMBIRING Langkah Sembiring Lina Sri, Widyawati Liza Angeliya M. Haryadi Wibowo M. Mustofa Mammed Sagi Mammed Sagi Mangkoewidjojo , Soesanto Marla Anggita Marpaung, Viviana Marsetyawan Soesatyo Marsetyawan Soesatyo Masashi Kawaichi Masashi Kawaichi, Masashi Maxs Urias Ebenheizer Sanam Meilinda Suriani Harefa Michael Haryadi Wibowo MM.Firdiana Krisnaningsih Mustofa M, Mustofa Mustofa Mustofa Niken Irfa Nastiti Ning Rintiswati Ning Rintiswati Nobuyuki Harada Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Islamiyah Nuryono ., Nuryono Nyoman Reishita Andriyani Osman Sianipar Prasetyo, Dimas Bayu Purba, Tondang Raja Pangihutan Purnama Edy Santosa Purwoko, Agus Putra, Mulhady Raden Wisnu Nurcahyo Rahma, Mawaddah Rahmat Setya Adji Rahmat Setya Adji Regina TC Tandelilin Reni Nurjasmi Reni Nurjasmi, Reni Rini Widayanti Risbue Siregar Rosa Delima Lumbantungkup S Muharsini S Rahmah Umniyati, S Rahmah S. Sismindari Sabela, Serli Sagi , Mammed Salomo Hutahaean Salsabilla, Friska Santoso, Ferdinand Prayogo Cahyo Sarwo Edy Wibowo SATRIYAS ILYAS Sebastian Margino Sebastian Margino Sembiring , Langkah Sembiring, Samariana Br Setiawan , Arum Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setyawan Budiharta Sidna Artanto Sidna Artanto Sidna Artanto, Sidna Simaremare, Ermas Simarmata, Claudia Grace Siregar, Risbue Sismindari . Siti Sunarintyas Sitti, Ummiyati Rahmah Soemitro Djojowidagdo Soesanto Mangkoewidjojo Sri Darmawati Sri Darmawati Sri Darmawati Sri Lestari Subronto Prodjoharjono Sugeng, Mardihusodo Juwono Sugiharto Sulastri, Yati Surya Amanu Surya Amanu Surya Amanu Surya Amanu Susi Iravati Susi Iravati Susi Maulida, Susi Syaiful Anwar Syari’I Damanik, Muhammad Ridha Syukri Hidayat Titik Purwati Widowati Titik Purwati Widowati, Titik Purwati Tiyas Tono Taufiq Tondang Raja Pangihutan Purba Tri Ratnaningsih Tri Untari Tri Untari Tri Untari Tri Wibawa Triyanto . Tsutomu Nohno Vivina Marpaung W. Widjijono W. Widodo Wajar, Dony wayan T Artama wayan T Artama Wayan T. Artama Wayan T. Artama Wayan T. Artama Wayan Tunas Artama Wayan Tunas Artama Widagdo Sri Nugroho Widagdo Sri Nugroho Widodo Widodo Widya Hary Cahyati Wisnu Nurcahyo Wulandari, Anna Yahya, Adibah Yatri Drastini Yulita Kristanti Yundari, Yundari Yuni Wijayanti Yusro Nuri Fawzya Yusro Nuri Fawzya Zahwa, Afitzka Al Zilda, Dewi Zeswita