p-Index From 2021 - 2026
13.602
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Paedagogia: Jurnal Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Konseling Instructional Development Journal SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Al Marhalah IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Jurnal Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan Fitrah: Journal of Islamic Education Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal Evaluation in Education (JEE) TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal Kolaboratif Sains Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Jurnal Pendidikan Islam All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Komprehenshif VISA: Journal of Vision and Ideas Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Edumaspul: Jurnal Pendidikan Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Academia Open SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman nilai-nilai pendidikan agama islam bagi masyarakat melalui peran majelis sholawat al-banjari perbaungan Mardhiah Putri Jerohmi; Asnil Aidah Ritonga
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/085579011

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan merosotnya akhlak masyarakat sekitar serta rendahnya minat remaja terhadap pendidikan agama Islam, di mana sekitar 62% remaja di lokasi penelitian kurang tertarik pada pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui Majelis Sholawat Al-Banjari. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan 15 partisipan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis ini menanamkan nilai akidah, ibadah, dan akhlak melalui berbagai kegiatan, seperti pembacaan sholawat Jibril sebanyak 5000 kali sehari, kajian kitab klasik, serta pembinaan akhlak berbasis hadis. Perubahan perilaku jamaah terlihat dari peningkatan frekuensi ibadah harian hingga 30% dan meningkatnya keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami peran majelis sholawat dalam memperdalam ilmu agama, membentuk akhlak, dan mempererat silaturrahim. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis tradisi keagamaan dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Sebagai implikasi praktis, penelitian ini merekomendasikan agar majelis-majelis lain mengadopsi kajian kitab klasik sebagai sumber pembelajaran guna meningkatkan pemahaman agama dan keterlibatan generasi muda dalam pendidikan Islam
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN INSTITUSI PENDIDIKAN AWAL DI INDONESIA: PESANTREN, SURAU DAN DAYAH Ritonga, Asnil Aidah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2017): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.696 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i1.147

Abstract

Proses pencarian ilmu pengetahuan ini semakin lama semakin terorganisir dan tertata dengan baik, sehingga muncullah lembaga pendidikan secara formal. Awal mula pendidikan Islam di Indonesia ditandai dengan berdirinya pesantren yang diyakini sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Seiring dengan perkembangan waktu bermunculan pula madrasah. Dan tidak ketinggalan juga peran surau dan dayah. Untuk memahami lembaga-lembaga pendidikan Islam ini di Indonesia, Penulis akan membahasnya satu persatu, mulai dari asal usul masuknya pesantren ke Indonesia berikut perkembangannya, dan pola pendidikan melalui lembaga surau dan dayah, yang menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia.
PENANAMAN NILAI KARAKTER MENURUT IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB MINHAJUL ABIDIN Ritonga, Asnil Aidah; RKT, Latifatul Hasanh
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.254 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.568

Abstract

Penanaman nilai karakter dizaman sekarang mutlak diperlukan dikarenakan banyaknya peerilaku yang sudah menganggap hal-hal yang tabuh dan tidak patut untuk ditiru untuk mendorong pendidikan menjadi jalan untuk memperbaiki dan menanamkan nilai-nilai karakter terhadap peserta didik. Namun dari hal tersebut perbedaan perilaku orang dizaman sekarang dengan yang terdahulu dapat dinilai sama atau tidak dengan mengkaji lagi kitab-kitab terdahulu sehingga memberikan solusi untuk mengatasi masalah dizaman sekarang. Oleh karena itu, alGhazali sebagai tokoh terkenal dizaman memberikan penjelasan-penjelasan yang mengarahkan pada penanaman nilai karakter. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui nilainilai karakter yang terkandung dalam kitab Minhajul Abidin serta untuk mengetahui penanaman nilai yang terdapat dalm kitab Minhajul Abdin karangan Imam al-Ghazali. Tulisan ini menggunakan literatur-literatur yang mendukung pembahasan yakni seputar nilai-nilai karakter dan penanaman nilai karakter dan menggunakan buku atau data primer kitab Minhajul Abidin karangan Imam al-Ghazali serta menggunakan buku dan sumber literaturnya dengan menggunakan kitab lain sebagai bahan kekayaan dalam pengembangan skripsi tentang masalah yang terkait, seperti Tanqihul Qaul (Pribadi Muslim), Kitab Syarah Ta’limu Muta’allim, Hifzul Lisan & Penuntun Akhlak Keluarga (Min Kunuzis Sunnah Fil Akhlaqi Was Suluki Wa Usrati), adab-adab Penuntut Ilmu dan Pengajar (Adab ad-Darsi wal Mudarris) serta buku-buku lainnya. Tulisan ini adalah Library Research atau tempat penelitiannya di perpustakaan UIN-SU Medan dengan kajian content analisis atau kajian isi dengan konsentrasi studi tokoh dan tentu saja penelitian ini adalah metodologi kualitatif. Hasil penelitian ini mangungkapkan bahwa ada 20 nilai karakter dalam kitab Minhajul Abidin karangan Imam al-Ghazali yaitu : bersyukur, religiusitas, sabar, menuntut ilmu, ikhlas, raja’ dan khauf, demokrasi, tawakkal, rajin, teladan, suka menolong, tahan ujian, bergaul/bersahabat dengan yang lain, tanggungjawab, bersungguh-sungguh, taqwa, menjaga lisan, uzlah, menjaga pendengaran, nasihah tawaquf mukaddimah ta’anni tanni. Dalam penanaman nilai karakternya terdapat enam tahapan yaitu : adanya pendidik/pembimbing, menanamkan iman dalam hati, memberikan pengarahan tentang kisah-kisah nabi dan orang-orang terdahulu, introspeksi diri/muhasabah, mampu membedakan mana yang baik dan buruk, memberikan lingkungan yang mendukung mengaplikasikan nilai karakter. Kata Kunci : Penanaman Nilai Karakter, Imam al-Ghazali, Minhajul Abidin
POTRET BURAM PENDIDIKAN NASIONAL Ritonga, Asnil Aidah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.158 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.44

Abstract

Pendidikan nasional hingga saat ini tetap menjadi perhatian khusus pemerintah. ini dikarenakan  indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all (EFA) di Indonesia menurun tiap tahunnya. Potret pendidikan Indonesia, selain sebagai kontribusi positif yang telah dimainkan, juga sarat dengan persoalan yang kian hari kian kompleks dan sulit diurai. Ada jurang yang lebar antara tujuan ideal dengan realitas di lapangan. Potret buram pendidikan nasional tersebut di antaranya; sistem pendidikan nasional bersifat parsial, tidak utuh dan tidak sistematis. Implikasi dari sistem yang semacam ini adalah dihasilkannya out put yang memiliki karakteristik yang terpecah. Selanjutnya kurikulum yang kurang mencerdaskan, kelemahan lain dari sistem pendidikan nasional dapat kita cermati dari kontruksi kurikulum yang ditawarkan. Karakteristik kurikulum yang dikembangkan nampaknya kurang progresif. Rumusannya masih berkisar menjawab berbagai persoalan dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun kedepan. Di samping kurikulum yang kurang mencerdaskan, nalar egoisme yaitu egoisme kedua orang tua yang memaksa anak untuk masuk disuatu sekolah atau belajar suatu pelajaran yang tidak diminati dan tidak disukai si anak sehingga belajar menjadi terpaksa. Ini menimbulkan dampak negatif dalam pencapaian pembelajaran. Potret buram pendidikan berikutnya adalah masyarakat yang mabuk gelar. Gelar dapat diperjual belikan, tanpa harus kuliah di Perguruan Tinggi seseorang dapat gelar asalkan membayar dengan sejumlah uang, ini adalah suatu pembohongan terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Makalah ini akan membahas persoalan-persoalan di atas, selanjutnya di diskusikan untuk mencari solusi demi kemajuan pendidikan nasional Indonesia
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT UMAR BIN AHMAD BARAJA DALAM KITAB AL-AKHLAQI LIL BANIN Nasution, Meriyanti; Ritonga, Asnil Aidah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.135 KB) | DOI: 10.30829/taz.v9i2.831

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I karya Umar bin Ahmad Baraja.Penelitian ini adalah penelitian Library research dan menggunakan pendekatan studi tokoh (life History) dengan metode penelitian kualitatif, menggunakan data berupa membaca kitab Al-Akhlaqi Lil Banin (sebagai data primer), mengumpulkan data menyelusuri buku Akhlak Islam serta sumber lainnya sebagai data skunder.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I ini merupakan referensi pendidikan akhlak klasik yang berbahasa Arab yang disajikan sederhana dan mudah dipahami. Nilai-nilai Pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I diantaranya adalah religius, sopan santun, dermawan, dan rendah hati, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pengembangan khasanah ilmu pengetahuan di fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan. Khususnya tentang penerapan nilai-nilai pendidikan akhlak untuk anak.Kata kunci: Nilai-nilai Pendidikan Akhlak, Umar bin Ahmad Baraja
PERSEPSI JAMAAH MAJELIS TAKLIM AL-ITTIHADIYAH KABUPATEN DELI SERDANG TENTANG PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Ritonga, Asnil Aidah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2018): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.015 KB) | DOI: 10.30829/taz.v7i2.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Persepsi jamaah Majelis Taklim Al-Ittihadiyah tentang pendidikan seumur hidup (2) Pelaksanaan pendidikan di Majelis Taklim Al-Itihadiyah (3) Kontribusi Majelis Taklim Al-Ittihadiyah Kabupaten Deli Serdang terkait pendidikan seumur hidup bagi jamaah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknikkeabsahan data denganmenggunakanderajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian.Hasil penelitian menunjukkan: (1)  Persepsi jamaah Majelis Taklim Al-Ittihadiyah Kabupaten Deli Serdang tentang pendidikan seumur hidup hampir sama, yakni menganggap bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup di tiga pusat pendidikan, namun terdapat sedikit perbedaan persepsi mengenai proses berawalnya pendidikan. (2) Pelaksanaan pendidikan di Majelis Taklim Al-Ittihadiyah dilakukan sekali dalam seminggu yaitu di setiap hari Sabtu yang dapat digolongkan kepada 3 aspek, yaitu: (a) Aspek kemampuan membaca Alquran, (b) Aspek kajian agama secara kontinu,dan (c) Aspek ibadah.(3) Kontribusi Majelis Taklim Al-Ittihadiyah terkait pendidikan seumur hidup bagi jamaah yakni memberikan perubahan yang baik terhadap diri jamaah dan juga orang lainseperti meningkatnyakemampuan membaca Alquran, bertambahnya pemahaman terhadap ilmu agama disertai dengan pengamalan dalam kehidupannya sehari-hari. Kata Kunci:Persepsi jamaah, pendidikan seumur hidup
Internalization of Religious Moderation in Islamic Boarding Schools Nasution, Mulia; Nasution, Hasan Bakti; Ritonga, Asnil Aidah
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1583

Abstract

Indonesia has a high level of diversity that can serve as both a strength and a source of conflict if it is not managed through the values of religious moderation. Islamic boarding schools (pesantren), as Islamic educational institutions, play a strategic role in instilling these values, although the process of internalization still faces conceptual, pedagogical, and social challenges. This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation in Islamic boarding schools in Padangsidimpuan City, including its forms of internalization, supporting and inhibiting factors, and its implications for students’ attitudes. The research employs a qualitative approach with a multi-site case study design at Al-Ansor Manunggang Julu Islamic Boarding School and Darul Istiqomah Huta Padang Islamic Boarding School. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an inductive-interactive technique. The findings show that internalization occurs through formal learning, habituation within the pesantren environment, and the exemplary role of the kiai. Supporting factors include pesantren culture, scholarly traditions, and external support, while the main obstacles are limited educator competence and the influence of digital media. This process shapes students’ attitudes to be more open, tolerant, and dialogical, with important implications for strengthening exemplary leadership and digital literacy.
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar dalam Perspektif Al-Quran Harahap, Arjan Saputra; Ritonga, Asnil Aidah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36041

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa. Salah satu kebijakan pendidikan nasional yang lahir untuk menjawab tantangan tersebut adalah konsep Merdeka Belajar, yang menekankan kebebasan berpikir, kemandirian belajar, serta penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep Merdeka Belajar dalam perspektif Al-Qur’an, dengan fokus pada penafsiran Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, Surah An-Nahl ayat 125, dan Surah Al-Baqarah ayat 256. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir klasik serta kontemporer, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan induktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip Merdeka Belajar. Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 menegaskan fondasi epistemologis pendidikan Islam melalui aktivitas membaca, menulis, dan refleksi kritis sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan. Surah An-Nahl ayat 125 memberikan landasan pedagogis yang menekankan pendekatan edukatif yang bijaksana, dialogis, dan persuasif, sementara Surah Al-Baqarah ayat 256 menegaskan prinsip kebebasan dan non-paksaan dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa Merdeka Belajar tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, melainkan memiliki dasar teologis dan filosofis yang kuat dalam Al-Qur’an. Integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam implementasi Kurikulum Merdeka berpotensi memperkuat pendidikan yang holistik, humanis, dan berkelanjutan.
Pendidikan Ibadah dalam Al-Qur’an: Studi Kualitatif terhadap Tafsir Klasik dan Kontemporer Ginting, Ayu Wanda; Ritonga, Asnil Aidah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36123

Abstract

Pendidikan ibadah merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena berperan langsung dalam pembentukan kesadaran spiritual dan moral manusia. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan landasan konseptual yang kuat mengenai pendidikan ibadah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga pada pembinaan keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Namun, pemahaman pendidikan ibadah sering kali dipersempit pada praktik formal, sehingga diperlukan kajian yang komprehensif berbasis teks Al-Qur’an dan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dengan menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ibadah serta tafsir klasik dan kontemporer, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan metode deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dibangun atas integrasi antara dimensi akidah, syariah, dan akhlak. Tafsir klasik menekankan pendidikan ibadah sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan total kepada Allah Swt., sementara tafsir kontemporer menyoroti aspek kontekstual dan fungsional ibadah dalam membentuk kesadaran sosial dan etika kehidupan modern. Pendidikan ibadah dipahami sebagai proses internalisasi nilai-nilai ketuhanan yang membentuk kepribadian manusia secara utuh. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah perspektif Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam. Pendidikan ibadah perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan tata cara ibadah, tetapi juga pada pemaknaan dan pengamalan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan individu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, moral, dan sosial.
Internalization Strategies for Islamic Educational Values Thru Quran Memorization Learning for Students at Junior High School Laili, Husni; Mukti, Abd; Ritonga, Asnil Aidah
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.2193

Abstract

Purpose of the study: Islamic education plays a vital role in shaping students’ character and spirituality, particularly through Tahfiz Quran programs that emphasize not only memorization but also moral and spiritual internalization. This study aims to explore effective strategies for internalizing Islamic values through Quran memorization at three Islamic junior high schools in Deli Serdang. Methodology: This qualitative phenomenological study explores strategies for internalizing Islamic values through Quran memorization at three Islamic junior high schools in Deli Serdang: Junior High School Jabal Noor, Al-Hijrah, and Nurul Ilmi. Data were collected via observation, interviews, and documentation. Main Findings: Islamic values occurs through various strategies, including habituation, exemplary role modeling, talaqqi (direct recitation), muraja’ah (systematic review), reinforcement systems, and active parental involvement. These approaches effectively cultivate students’ faith, worship discipline, morality, and social responsibility in daily life. Supporting factors include teachers’ pedagogical competence, strong religious school culture, and parental collaboration, while challenges arise from limited time, digital distractions, and inconsistent student motivation. Novelty/Originality of this study: This study lies in its integration of classical Tahfiz pedagogy with a modern character education framework, offering a new model for value internalization that harmonizes traditional Islamic learning with contemporary educational demands. This research contributes theoretically by bridging spiritual formation and moral psychology, and practically by proposing a holistic Tahfiz-based model adaptable to modern schooling contexts. The study concludes that Tahfiz Quran, when integrated with reflective understanding, technological awareness, and community engagement, can effectively strengthen Qur’anic character and moral integrity among adolescents in the digital era.
Co-Authors Abd Mukti Abdillah Abdillah Abdul Hafizh Azizi Azizi Ade Ilfah Adela, Nur Ahfadh, Zuhri Ahmad Darlis Ahmad Mustaqim Aidha Zuhrina Akmal Walad Ahkas, Akmal Walad Al Ashari, Abu Hasan Alwi Ridho Amelia Putri Ansyari, Rija April Lidan Aqilla, Najla Puteri Arini Siregar Ayu Delfriana Ayuningtyas, Nanda Azhar Azhar Azmatul Kholila Azyana Alda Sirait A’yuni, Nur Bahri, Al Fajri Berampu, Wantri Anggraini Br Ginting, Nur Sya'adah Chichi Paramita Harahap Dahlan, Zaini Daulay, Raden Fadli Dermawan Saragih, Muhammad Rizki Dinul Akbar Nasution Dzul Fadhli Sya’bana Enny Nazrah Pulungan Ernawati, Tuti Ertani Daulay, Anisya Putri Erwinsah Putra Fahrur Rozy Faisal Faisal Farhaini, Nurul Fatma Ramadani Harahap Fehbrina, Novia Firjatullah Lubis, Rasikah Ginting, Ayu Wanda Ginting, Budi Setiawan Gunawan, Mhd Alfat Habibie Ramadhan Hairil Anwar Hamzah, Jalaluddin Al Mahalli Harahap, Arjan Saputra Harahap, Chichi Paramita Harahap, Hasda Nami Hasibuan, Ilhamuddin Hendriyal, Hendriyal Hidayani, Cut Eliza Hotmasarih Harahap Husni Laili Hutagaol, Abdul Latif Hutasuhut, Sartika Ika Wirdani Ikhsan Akbar Handinata Ilba, Hafridah Ilhamuddin Hasibuan Indah Syafiqah Lubis Indah Widya Jaya Putri Nasution Indah Widya Jaya Putri Nasution Indra Jaya Irwansya, Muhammd Ismi Aulia Ismiatun, Siti Rahma Jarkasih Harahap, Ibnu Alwi Jerohmi, Mardhiah Putri Kartika Sari Putri Khadijah Khadijah Khofifah Indar Rahman Khofifah Indra Maya Khurniawan, Deni Kiki Tandra Pranata Laili, Husni Lingga, Salman Al-Farisi Lubis, Qomaruddin Lubis, Syaiful Akhyar Lubis, Yudha Wijaya Lubis, Zulfahmi M. Agil Febrian M. Hafiz Ma’ruf, Rizqan Manurung, Asfia Ramadhani Manurung, Rafiqah Wardah Mardhiah Putri Jerohmi Mariyati Mariyati Masitha, Siti Maulida, Sri Aqilah Ma’ruf, Rizqan Mohammad Al Farabi Mohammad Al Farabi Muammar Muas Muas Muas, Muas Muhammad Hidayat Muhammad Irfansyah Siregar Muhammad Isa Mukti, Abd Mustika Risti Najla Puteri Aqilla Nanda Nurul Baiti Nasution, Hasan Bakti Nasution, Indah Widya Jaya Putri Nasution, Meriyanti Nasution, Mulia Nasution, Sakholid Nazri, Elfin Ningsih, Dwi Setia Ningsih, Titik Nur, Rizka Nurhaliza, Laila Nurmawati NURUL ANNISA Predi Ari Repi Priantono, Djody Pringadi, Retno Pulungan, Juli Julaiha Putra Apriadi Siregar Putri Halimaini K Radhinal Abdullah Rahma Safitri Barus Rahmad Nasution Rahmah Fadilah Tanjung Rahman, Mhd Fazlul Ramadhani, Three Wulan Ratih Pebrianti Rizka Amalia Rahmadhani Rizki Utami, Siti Rianti RKT, Latifatul Hasanh RR. Ella Evrita Hestiandari Sabilla Hidayani Br. Tarigan Sagita Br Sembiring, Regina Evi Sahkholid Nasution Sahkholid Nasution Said Salim Daulay Sakti Ritonga Salamuddin Salamuddin Salamuddin Salamuddin, Salamuddin Saragih, Elida Saripah Aini Sembiring Marwiyah Ikhwanil Shela Fahra Dilla Simanjuntak, Rizki Nurbaiti Sindi Pramita Siregar Apriadi Putra Siti Ardianti Siti Masitha Siti Nur Annisa Siti Nur Haliza Siti Qamariah Siti Syamsiah Siti Zahara Sitorus, Nur Aisyah Sri Aqilah Maulida Sri Wahyuni Harahap Suhaibah, Adinda Sukandi Sukandi Suyatmika, Yulita Syahputra, Agil Syarifuddin Nasution Tarigan, Ira Wahyuni Br Tasya Amelia Putri Siregar Tri Abdi Syahputra Tri Niswati Utami Ulwan, Mishiyyah Nashih Ummi Nadrah Nasution Uswatun Hasanah Wahyu Agung Daulay Wahyu Sakban Wahyudin Nur Nasution Yahfizham Yahfizham Yahfizham Yahfizham Yudha Wijaya Lubis Yulia Khairina Ashar Yuliana Yuliana Yusuf Hadijaya Zarkasyi Zarkasyi Zaskia, Namira Zulfahmi Lubis Zulham Lubis