This Author published in this journals
All Journal LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab ARABIYAT Shaut Al-'Arabiyah Abjadia, International Journal of Education Taqdir Al-Ta'rib: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Nady al-Adab Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies EDUCATIO : Journal of Education Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Jurnal Basicedu IZDIHAR An Nabighoh Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab IJ-ATL (International Journal of Arabic Teaching and Learning) Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Al Mahara: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra ALSINATUNA TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Al-Fusha : Arabic Language Education Journal Kalamuna Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Tarling : Journal of Language Education Asalibuna Jurnal Basicedu Jurnal Al-Mashadir: Journal of Arabic Education and Literature Kitaba : Journal of Interdisciplinary Arabic Learning Alsinatuna Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Armala : Jurnal Pendidikan dan Sastra Bahasa Arab Maharaat Lughawiyyat Thalaqah : Journal of Arabic Education and Literature Al-Hayat: Journal of Islamic Education Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Asalibuna

Interpretation of I’rāb Rules in Naẓam Alfiyah Based on Jumlah Ismiyah and Jumlah Fi’liyah Sulaikho, Siti; Hamid, M. Abdul; Machmudah, Umi
Asalibuna Vol. 9 No. 01 (2025): Volume 09, Nomor 01, Juni 2025
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v9i01.5338

Abstract

Abstract: This study aims to analyze interpretation of i’rāb in both ism and fi'il within the context of naẓam Alfiyah. Specifically, it explores how this uncertainty is influenced by the arrangement of jumlah ismiyah (nominal sentences) and jumlah fiʿliyah (verbal sentences) in naẓam Alfiyah. Adopting a qualitative descriptive approach grounded in classical Arabic grammar analysis, the methodology involves data collection, classification, and subsequent analysis. The theoretical framework for this analysis is based on the concept of الجملة الاسمية تفيد بأصل وضعها ثبوت شيء لشيء ليس غير، وأمّا الجملة الفعلية فموضوعة أصلا لإفادة الحدوث في زمن معيّن. The findings of this study demonstrate that naẓam Alfiyah employs the structure of jumlah fi'liyah when explaining the sign of i’rāb in ism. This indicates that the sign of i’rāb in ism is not permanent and may change. The reasons for these changes in the i’rāb sign include: 1) the adjustment based on the type of ism, 2) the presence of additional huruf at the end of the ism, and 3) under certain conditions, the i’rāb sign may change even if the ism remains of the same type. In contrast to ism, naẓam Alfiyah utilizes two distinct structures for explaining fi'il. Jumlah ismiyah is used when discussing fi'il māḍi and fi'il amar, while jumlah fi'liyah is employed to explain fi'il muḍāri’. The reasons for naẓam Alfiyah applying the structure of jumlah fi'liyah to fi'il muḍāri’ are as follows: 1) in addition to possessing the mu'rab rule, fi'il muḍāri’ also follows the mabnī rule; 2) the sign of i’rāb is not determined by the type of fi'il, but rather by the additional huruf that follow fi'il muḍāri’; 3) The sign of i’rāb on fi'il muḍāri’ is influenced by the āmil that precedes it; 4) a fi'il muḍāri’ that is governed by the mabnī rule can revert to mu'rab when separated by alif taṡniyah, wāw jama', or ya' mukhāṭabah from nũn taukīd.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi hukum i’rāb ism dan fi’il dalam naẓam Alfiyah. Secara khusus, penelitian ini menyelidiki bagaimana ketidakpastian i’rāb ism dan fi’il terkait dengan susunan jumlah ismiyah (kalimat nominal) dan jumlah fiʿliyah (kalimat verbal) dalam naẓam Alfiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berakar pada analisis tata bahasa Arab klasik. Langkah metodologis meliputi pengumpulan data, klasifikasi, dan analisis data. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah الجملة الاسمية تفيد بأصل وضعها ثبوت شيء لشيء ليس غير، وأمّا الجملة الفعلية فموضوعة أصلا لإفادة الحدوث في زمن معيّن. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naẓam Alfiyah menggunakan susunan jumlah fiʿliyah saat menjelaskan tanda i’rāb pada ism. Artinya, tanda i’rāb pada ism tidak bersifat tetap dan dapat berubah. Alasan tanda i’rāb pada ism dapat berubah, antara lain: 1) menyesuaikan jenis ism, 2) terdapat huruf tambahan di akhir ism, dan 3) pada kondisi tertentu, tanda i’rāb dapat berubah meski dari jenis ism yang sama. Berbeda dengan ism, naẓam Alfiyah menggunakan dua jumlah ketika menjelaskan fi’il. Jumlah ismiyah digunakan saat menjelaskan fi’il māḍi dan fi’il amar, sementara jumlah fi’liyah digunakan untuk menerangkan fi’il muḍāri’. Alasan naẓam Alfiyah menerapkan susunan jumlah fiʿliyah pada fi’il muḍāri’ adalah: 1) selain memiliki hukum mu’rab, fi’il muḍāri’ juga memiliki hukum mabnī, 2) tanda i’rāb tidak berhubungan dengan jenis fi’il, melainkan berkaitan dengan huruf tambahan yang terletak setelah fi’il muḍāri’, 3) tanda i’rāb pada fi’il muḍāri’ juga dipengaruhi oleh āmil yang terletak sebelumnya, dan 4) fi’il muḍāri’ yang berhukum mabnī dapat kembali menjadi mu’rab ketika terdapat alif taṡniyah, wāw jama’, dan ya’ mukhāṭabah yang memisahkan antara fi’il muḍāri’ dan nũn taukīd.
Effectiveness Analysis of Thematic Tafsir-Based Maharah Qira’ah Learning Materials for Students Memorizing the Qur’an Akmalun Ni'am, Iqbal; Nurul Murtadho; Moh. Ainin; Umi Machmudah
Asalibuna Vol. 9 No. 02 (2025): Volume 09, Nomor 02, Juni 2025
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v9i02.6474

Abstract

In the context of Islamic boarding school (pesantren) education, the skill of memorizing the Qur’an is often not accompanied by an adequate understanding of its meaning. One promising approach to address this issue is the integration of Maharah Qira’ah (reading skills) with thematic Qur’anic interpretation (tafsir tematik). This study aims to analyze the effectiveness of a Maharah Qira’ah teaching material based on thematic interpretation that was previously developed for students who have memorized the Qur’an (santri penghafal Al-Qur’an). This research employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test model. The research subjects consisted of 10 Qur’an-memorizing students from an Islamic boarding school in East Java. The instruments included pre-test and post-test assessments, supplemented by observation and field notes as supporting data. Data were analyzed using a paired sample t-test with the assistance of SPSS software. The results showed a significant increase in the mean score from 76.0 to 97.0 after the use of the teaching material, with a significance value of 0.004 (p < 0.05). The decrease in standard deviation from 16.47 to 4.83 indicates improved equality in student learning outcomes. These findings demonstrate that the thematic tafsir-based Maharah Qira’ah material is effective in enhancing students’ contextual understanding of Qur’anic verses. Therefore, this teaching material can serve as an innovative alternative for reading instruction among Qur’an-memorizing students, as it successfully integrates memorization with comprehension through a thematic and real-life context-based approach.   Abstrak:  Dalam konteks pendidikan pesantren, keterampilan menghafal Al-Qur’an belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan memahami isi kandungannya. Salah satu pendekatan yang berpotensi mengatasi permasalahan ini adalah pembelajaran Maharah Qiraah berbasis tafsir tematik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bahan ajar Maharah Qiraah berbasis tafsir tematik yang telah dikembangkan sebelumnya untuk santri penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design tipe one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah 10 santri penghafal Al-Qur’an dari salah satu pesantren di Jawa Timur. Instrumen yang digunakan meliputi tes awal dan tes akhir, serta observasi dan catatan lapangan sebagai data pendukung. Analisis dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata dari 76,0 menjadi 97,0 setelah penggunaan bahan ajar, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p < 0,05). Penurunan standar deviasi dari 16,47 menjadi 4,83 menunjukkan adanya peningkatan pemerataan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan ajar Maharah Qiraah berbasis tafsir tematik efektif meningkatkan pemahaman santri terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual. Dengan demikian, bahan ajar ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran membaca bagi penghafal Al-Qur’an, karena mampu menggabungkan aspek hafalan dengan pemahaman melalui pendekatan tematik dan berbasis konteks kehidupan nyata.
Co-Authors Abdul Basid Abdul Wahab Rosyidi Achmad Ja&#039;far Sodik Adam Ibrahim, Faisal Mahmoud Adam, Faisal Mahmoud Ahmad Faiz Mahbubi Addaraini Ahmad Nurcholis Aidillah Suja Akhmad Muzakki Akmalun Ni'am, Iqbal Al Farizzy, Muhammad Al Muthoharoh, Zulfa Amalia, Nabila Nailil Apri Wardana Ritonga Arifin, Moh Aziz Asbarin, Asbarin Aulia Rahman Azis, Abdul Jalil Bakri Muhammad Bakheet Chadijah Qubro Lubis Cholilah, Zahirotu Dalilan Aini Dalle, Muhammad Danial Hilmi Depriyanto Depriyanto, Depriyanto El Farouq Ghazali, Muhammad Ayyinna Yusron Elok Rufaiqoh Eva Famila Rosyida Faisal Mahmud Adam Ferdiansyah, Novan Fitra, Muh. Naufal Fitrah, Moh. Aldi Ghina Hajidah Manaf Halimi, Halimi Hamid, M. Abdul Handayani, Latifah Harsita, Destia Hasan, Laili Mas Ulliyah Hima Roiku Dinia Humairah, Rizka Ibrahim, Faisal Mahmoud Adam Ibrahim, Faisal Mahmud Adam Ibrahim, Faisol Mahmoud Adam Idrisa, Zair Ilahi, Muhamad Muzaki Kurnia Imam Asrori Jiddah Hassan Muhammad Jundi, Muhammad Kader, Muhammed Yahya Khambali Khuzaimah Khuzaimah Khuzaimah, Khuzaimah Kojin, Kojin Lisa Khillatur Risalah Lisa Khillatur Risalah Loka, Fitrah M. Syahrul Anwar Makfiro, Nikmatul Manaf, Ghina Hajidah Mardiyah, Tika Ma’rifatul Munjiah Ma’rifatul Munjiah Mhd Ibnu Hanan Al Faruqi Mia Nurmala Miftahul Hadi Miftahul Huda Miftahul Huda Miftahul Huda Miftahul Huda Moch Taufik Moh. Ainin Moh. Buny Andaru Bahy Moh. Zawawi Mufidatus Sholihah Muhammad Alfan Muhammad Guntur Firmansyah Muhammad Hauzan Ariq Lubis Muhammad Nahidh Islami Muhammad Tareh Aziz Muhammad Zikran Adam Muhsin Muis Munir, Muhammad Syahrul Nahla Ibrahim El Jack Ibrahim Naqiyah, Neni Nasita Dara Maula Nur Cholis NUR LAILA Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurharini, Firdausi Nurul Fadhilah Nurul Murtadho Pelealu, Nanda Dzikrillah Penny Respati Penny Respati Yurisa Petricia, Aisyah R. Taufiqurrochman Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafiatun Najah Qomariah Rahadian Kurniawan Rahayu, Suci Yuta Rahma, Anisyah Mauliddini Rahman, Very Aulia Rahmatunnur, Sari Renti Yasmar, Renti Ridwan, Mahfud Riski Janu Saputra Rosid, Abdur Rosyidy, Abdul Wahab Rozaq, Roihan Sabila Rudisunhaji, Muhamad Asngad Salsabila, Tsabita Satyaningrum, Retnowati Shalihah Shalihah Shalihah, Imroatus Shofil Fikri Sholihah, Faizatun Sholihah, Mufidatus Sodik, Achmad Ja'far Sodik, Achmad Ja’far Sulaikho, Siti Sumarni Sumarni Sutiah Sutiah Syuhadak Tamam, Muhammad Ibnu Thaha, Qashdina Alya Triwibowo, Muhammad Umar Abdul Aziz Umi Fahriyah Wicaksono, Meidias Abror Wiwik Prasetiyo Ningsih Yuliani, Luluk Zen, Aatina Khairal `Athiyyah