Articles
PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER: KONSEP & PROBLEMATIKA
Astuti Darmiyanti;
Ahcmad Junaedi Sitika
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 02 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian pustaka Pendidikan Islam Kontemporer ini disusun untuk memberikan gambaran dari mulai pengertian pendidikan, pendidikan Islam, pendidikan kontemporer, sampai dengan pendidikan Islam kotemporer beserta problematikanya. Diawali dengan pemahaman bahwa mengurus masalah pendidikan seperti membuka gudang masalah yang penuh warna, kaya tantangan, sekaligus memunculkan banyak inovasi. Dilanjutkan dengan berbagai pendapat tentang pengertian pendidikan yang mengacu kepada Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 dan dilanjutkan dengan pendapat dari John Dewey, M.J Langeveld, Herman Horn, dan Ki Hajar Dewantara. Tinjauan dilanjutkan dengan memahami pengertian dari pendidikan Islam dan pendidikan kontemporer serta diakhiri dengan pembahasan pendidikan Islam kontemporer. Pembahasan secara ringkas juga disajikan terkait dengan beberapa hal yakni fenomena munculnya lembaga-lembagf-negatifa pendidikan formal (sekolah) Islam Terpadu (IT) beserta problematika yang terkait dengannya. Problematika yang ada yang meliputi peran, prospek dan berujung pada tantangan ke depan ynng harus kita hadapi dalam memasuki dan menghadapi sisi positif-negatif di era globalisasi juga menjadi bahan pemikiran yang disajikan. Kata kunci: Konsep Pendidikan, Pendidikan Islam Kontemporer
Peran Orangtua Dalam Menanamkan Kedisiplinan pada Anak Usia 4-5 Tahun
Lina Agustina;
Astuti Darmiyanti;
Nancy Riana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.691 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1426
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai peran orangtua dalam menumbuhkan kedisiplinan belajar anak selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mitra PAUD Adzariyat Karawang. Responden penelitian adalah guru dan orangtua, sedangkan fokus penelitian pada anak usia 4-5 tahun. Data dikumpulkan melalui observsasi, dokumentasi dan wawancara. Triangulasi digunakan sebagai teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan selama berlangsungnya kebijakan belajar dari rumah, orangtua harus melaksanakan peran sebagai educator, motivator dan supervisor dalam membantuk kedisiplinan belajar anak. Kemajauan teknologi membuat anak akrab dengan gadget namun menimbulkan masalah ketika orangtua kesulitan mengontrol aktivitas belajar anak. Sebagian orangtua melakukan perannya dengan menerapkan metode reward, keteladanan, membuat kesepakatan, mendengarkan anak bercerita, memfasilitasi kebutuhan belajar, melakukan pendampingan hingga melakukan pengawasan ketat terhadap situs atau tayangan video yang ditakses anak. Melalui aktualisasi peran orangtua selama masa pandemic dengan belajar bersama anak di rumah membuat hubungan kelekatan anak dengan orangtua meningkat. Demikian pula dengan kemandirian dan kedisplinan belajar anak. Anak menjadi mandiri dan disiplin agar anak mampu bersikap selektif dalam menolak pengaruh negatif yang menghampirinya
Model Pendidikan Karakter dalam Membentuk Akhlak Rasulullah pada Siswa Sekolah Dasar
Udin Samsudin;
Astuti Darmiyanti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2006
Rasulullah SAW merupakan teladan pertama dan utama dalam pendidikan karakter di sekolah. Beliau telah lebih dari 15 abad kalu memberikan teladan shiddiq, amanah, fathonah dan tabligh sebagai landasan filosofis dalam penguatan pendidikan karakter sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Pasal 2. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan model pendidikan karakter dalam membentuk akhlak Rasululullah bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Mitra penelitian adalah SDN Mustika Jaya V Kota Bekasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan karakter memerlukan didukung oleh peran serta orang tua siswa untuk membangun proses pembelajaran sehingga mampu menghasilkan output siswa yang tidak sebatas lulus sekolah tetapi juga menghasilkan siswa yang mampu menunjukkan akhlak utama Rasulullah SAW. Proses penanaman karakter Rasulullah dilaksanakan melalui metode pembiasaan, penerapan aturan dan punishment bagi pelanggar, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, dan penerapan keteladanan dalam pembelajaran di kelas. Pembentukan karakter didukung adanya hubungan sinergis dan peran aktif tripusat pendidikan dalam hal ini pihak sekolah dan orang tua sehingga terbentuk karakter religius islami pada siswa.
Internalisasi Pendidikan Karakter Islam di Madrasah Ibtidaiyah
Siti Muawwanah;
Astuti Darmiyanti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.366 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2007
Pendidikan karakter Islami penting ditanamkan pada siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Ini dilatarbelakangi pentingnya upaya menumbuhkan kecerdasan peserta didik untuk mampu berpikir, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur akhlak Rasulullah saw yaitu shiddiq, amnah, tabligh dan fathonah. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan penanaman nilai-nilai karakter Islam mencakup perencanaan, peleksanaan, evaluasi, kendala dan solusi yang dihadapi. Deskriptof kualitatif dipilih sebagai pendekatan dan metode penelitian. Mitra penelitian adalah MI Al-Husna Waziyadah Kabupaten Bekasi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Perencanaan pendidikan karakter Islam dilaksanakan dengan penyusunan RPP dan penciptaan suasana belajar yang kondusif. Penanamkan sifat-sifat Rasululah wajib diintegrasikan pada setiap pembelajaran baik ekstrakurikuler maupun intrakurikuler. Evaluasi pendidikan karakter Islam dilaksanakan berbasis Kurikulum 2013 dan mengacu pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 mencakup sikap sosial dan sikap spiritual. Adapun instrumen dan penilaian yang dilakukan melalui observasi, jurnal perilaku siswa, penilaian sejawat, serta lembar muttaba’ah. Program pendidikan karakter Islami efektif dalam menanamkan karakter akhlak Rasulullah kepada pada siswa yang didukung melalui visi misi sekolah dan ketersediaan fasilitas, kebijakan kepala sekolah dan dukungan keteledanan dari setiap konponen di sekolah.
Implementasi Pendidikan Karakter Islam dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar
Manis Kiptiawati Adha;
Astuti Darmiyanti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.396 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2008
Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Namun seiring merebaknya pandemic Covid-19, internalisasi nilai-nlai pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI terpaksa harus beradaptasi dan mengalami beragam perubahan, baik perencanaan, desain, implementasi hingga penilaian dan beralihnya fungsi guru dan orangtua siswa. Penelitian bertujuan menjelaskan pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI selama masa pandemic Covid 19 di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDN Sukaraya 01, kabupaten Bekasi. Penelitian ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui studi wawancara, pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan pembinaan karakter siswa dalam pembelajaran PAI dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom Meet dan Whatsapp Group. Karakter religius ditanamakan dengan berdoa bersama sebelum dan sesudah pembelajaran, praktik sholat dhuha di rumah, tadarus online berjamaah, dan penanaman nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran. Siswa diberikan tugas mandiri maupun kelompok untuk menanamkan sikap mandiri dan gotong royong. Guru menanamkan pentingnya sifat Rasulullah seperti shiddiq, tabligh, Amanah, dan fathonah untuk menanamkan integritas. Dan siswa pun diajarkan cara mencintai budaya dan tanah air sebagai wujud nasionalisme. Guru PAI bersama orangtua berkolaborasi dan saling memperkuat peran dalam mendukung penguatan nilai-nilai pendidikan karakter selama siswa melaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR).
Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru PAI dengan Kemandirian Belajar Siswa di Masa Pandemic Covid 19
Ari Sanusi;
Tajuddin Nur;
Astuti Darmiyanti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.248 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.1185
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik PAI dengan kemandirian belajar siswa di masa pandemic Covid 19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 32 siswa kelas V SD Negeri 1 Pancawati kabupaten Karawang. Pengumpulan data menggunakan angket menggunakan aplikasi googleform. Analisis data mengguakan bantuan SPSS versi 25 mencakup analisis deskriptif, uji asumsi (uji normalitas dan uji linearitas), uji korelasi, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI adalah 3,61 dalam kondisi kategori baik. kemandirian belajar adalah 2,97 menunjukkan kemandirian belajar siswa dalam kondisi kategori cukup. Hasil uji signifikansi menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,001 < α 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak, maka terdapat hubungan hubungan kompetensi pedagogik PAI dengan kemandirian belajar. Nilai koefesien korelasi sebesar 0,832 menunjukkan adanya korelasi kuat dengan arah korelasi positif. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,692 menunjukkan besarnya prosentase hubungan kompetensi pedagogik PAI dengan kemandirian belajar adalah sebesar 69,2% sedangkan sisanya 29,8% ditentukan variabel lain
Pemanfaatan Media Buku Labaca Halfik (Lancar Membaca, Hafal Dan Fikir) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun
Iif Nur Kholifah;
Astuti Darmiyanti;
Nancy Riana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (526.647 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1425
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca anak melalui pemanfaatan media buku Labaca Halfik. Penelitian merupakan studi kuasi eksperimen dengan satu kelas eksperimen tanpa kelas kontrol (One Group Pretest-Posttest Design). Sampel penelitian 20 anak usia 5-6 tahun di TKQ An-Nur Halfik Karawang. Instrumen penelitiaan berupa lembar penilaian kemampuan membaca anak. Pengumpulan data dengan melakukan penilaian pretest dan posttest kemampuan membaca. Analisis data berupa uji beda rata-rata dan uji normalisasi peningkatan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan uji beda rata-rata diperoleh nilai signifikansi (sig. 0,000) < α 0,05 dengan Thitung = 8,163 > Ttabel = 2,093 menunjukkan media Labaca Halfik efektif meningkatakan kemampuan membaca. Uji normalisasi peningkatan kemampuan membaca antara pretest dan posttest dengan nilai N-gain 0,81 menunjukkan adanya peningkatan tinggi. Media buku LaBaCa HalFik menjadikan pembelajaran membaca lebih sistematis dan terkontrol. Guru maupun orangtua di rumah dapat melakukan control dan mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan membaca. Pembelajaran dengan media buku LaBaCa Halfik menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan melatih anak untuk mengembangkan kedisiplinan, kepercayaan diri dan kemandirian belajar
Evaluasi Kinerja Guru Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 SD di Negeri Banyuasih II Kabupaten Karawang
Nia Nurarofah;
Astuti Darmiyanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 8 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.306 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.5783309
This paper discusses the evaluation of teacher performance in improving the quality of education during the Covid-19 pandemic at Banyuasih II Elementary School, Karawang Regency. The outbreak of the coronavirus or known as Covid-19 in December 2019 in Wuhan caused tremendous anxiety for all Indonesian citizens. Various policies and the implementation of health protocols were carried out to break the chain of the spread of Covid-19, having an impact on teacher performance which affects the quality of education. This study uses a descriptive method with the number of respondents in this study as many as 9 people consisting of all educators at SD Negeri Banyuasih II, Karawang Regency. The results of the study can be seen that indicators that are included in the good category are 78% learning planning, 67% ability to carry out learning, 89% ability to guide and train students, 78% ability to assess learning outcomes, and 89% ability to carry out additional tasks. the lowest performance of educators is the ability to carry out learning. Keyword: Performance, Teachers, Pandemic.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU GURU
Fatimah Farah Sabrina;
Astuti Darmiyanti;
Muhammad Taufik BK
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/idaarah.v4i2.16740
This study tries to describe the managerial competence of school principals, to describe the quality of teachers in schools (MTS), then to analyze the managerial competencies of principals to improve teacher quality both partially and simultaneously in Karawang, Wadas. Qualitative methods, namely through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the principal's managerial competence to improve the overall quality of teachers is going well, the principal makes every effort to carry out his duties as a leader or manager. Syllabus and curriculum programs that have gone well as planned since the founding of the school. Then the concept of the principal leads to vision mission of the school, and apply open managerial concepts in management. The principal always works together, coordinates with all related elements and always provides motivation to teachers and students. Constantly monitoring, evaluating and evaluating and controlling school equipment.
Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun dengan Kegiatan Mendeskripsikan Benda-Benda di Lingkungan Sekolah
Tasyia Khoerunissa;
Astuti Darmiyanti
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.176 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v8i1.1057
Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-6 tahun. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan pada anak sangat baik, Maka pada masa ini biasa disebut dengan Golden Age atau masa keemasan. Menurut Tarigan (2008) menyatakan “berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan”. Kegiatan mendeskripsikan benda-benda dilingkungan sekolah menggunakan metode Show And Tell yaitu kegiatan menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, seperti pada kegiatan ini adalah mendeskripsikan benda. Kegiatan ini dilakukan di sekolah TKQ N A Ash-Shodiqin dengan menggunakan metode observasi dan melakukan tanya jawab. Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukan adanya perbedaan mengenai anak laki-laki dan anak perempuan dalam keterampilan berbicara, Anak perempuan menjelaskan dengan kosa kata yang bagus tetapi masih malu ketika berbicara didepan temannya, anak laki-laki justru sebaliknya.