p-Index From 2021 - 2026
7.843
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Ners Indonesia Idea Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komunitas Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Juiperdo Jurnal NERS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Keperawatan Padjadjaran Belitung Nursing Journal Jurnal Kesehatan Medika Saintika Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Nursing Current : Jurnal Keperawatan Journal of Islamic Nursing JURNAL KESEHATAN PERINTIS JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Kesehatan Seminar Nasional Keperawatan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences Jurnal Ilmiah Kesehatan Adi Husada Nursing Journal Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Peduli Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Jurnal Ners Widya Husada Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Kesehatan Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Ilmiah Ners Indonesia DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Warta LPM Jurnal Ilmiah Kesehatan Elevate : The International Journal of Nursing Education, Practice and Research Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Jurnal Sahabat Keperawatan Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KLIEN PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT BOGOR DAN RUMAH SAKIT JIWA PUSAT JAKARTA: SUATU SURVEI Budi Anna Keliat
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 7 No 2 (2003): September
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v7i2.135

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang klien dengan perilaku kekerasan yaitu jenis kelamin, lama rawat klien, diagnosis medik, terapi medik dan status pulang klien di RSJP Bogor dan RSJP Jakarta. Responden terdiri dari 68 klien, 48 klien rawat di RSJP Bogor dan 20 klien rawat di RSJP Jakarta. Hasil penelitian didapatkan bahwa lama rawat klien di RSJP Bogor dan RSJP Jakarta mendekati sama, yaitu 33 orang (48,53%) sama dan kurang dari 10 hari, dan 35 orang (51,47%) lebih dari 10 hari. Paling banyak diagnosa medis adalah schizophrenia (63,23%) dan terapi medis adalah chlorpromazine (CPZ), haloperidol (HLP) and trihexyphenidile (THP). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 33 klien (48,33%) dirawat selama kurang lebih 10 hari, 35 klien lainnya (54,47%) dirawat lebih dari 10 hari. Lebih dari 70% status pulang klien pulang dari rumah sakit adalah atas ijin rumah sakit. AbstractThis study was almed at describing the characteristic of client with violence behavior who hospitalized in the Bogor mental hospital and in the Jakarta mental hospital. The characteristics were involved sex, length of stay, medical diagnoses and therapies and the condition of the respon dents at the time of discharge. The respondent were 48 clients who were hospitalized in the Bogor mental hospital and 20 clients who were hospitalized in the Jakarta metal hospital. The result of this study revealed that the length of stay of the client at both the Bogor mental hospital and the Jakata mental hospital was guite equel. Thirtytree clients (48,33%) were hospitalized for less or equel than 10 days and thirtyfive clients (35,47%) were hospitalized for more than 10 days. Most of the clients (62,23%) were diagnosed as schizophrenia and chlorpromazine (CPZ), halloperidol (HLP) and trihexyphenidile (THP) were the most frequent drug used by the client during hospitalization. More than 70% of clients were discrarged from the hospital in good condition withthe permission from the hospial
Efektivitas Rational Emotive Behaviour Therapy Berdasarkan Profile Multimodal Therapy pada Klien Skizofrenia dengan Masalah Keperawatan Perilaku Kekerasan dan Halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Retno Yuli Hastuti; Budi Anna Keliat; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.491

Abstract

Penelitian  ini bertujuan mengetahui efektivitas rational emotive behavior therapy (REBT) berdasarkan profile multimodal therapy terhadap kemampuan klien dan perubahan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi di RS Jiwa. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 56 responden. 28 responden memiliki Profile Multimodal Therapy untuk mendapatkan REBT sebagai kelompok intervensi, 28 responden sebagai kelompok non intervensi. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi lebih besar daripada yang tidak mendapatkan REBT berdasarkan profile multimodal therapy (p value < 0.05). Kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan REBT berdasarkan profile multimodal therapy meningkat secara bermakna (p < 0.05) Hasil penelitian ini efektif meningkatkan kemampuan klien kognitif, afektif dan perilaku hingga 57% dan penurunan gejala perilaku kekerasan 48%, penurunan gejala halusinasi 47%,. Profile multimodal therapy direkomendasikan sebagai screening klien yang akan diberikan terapi spesialis dalam hal ini khususnya rational emotive behavior therapyKata kunci: profile multimodal therapy, rational emotive behavior therapy, gejala perilaku kekerasan, gejala haluasinasi, kemampuan kognitif, afektif, perilaku AbstractThis study aims to determine the effectiveness of rational emotive behavior therapy (REBT) profile of multimodal therapy based on the client's ability and changes in symptoms violent behavior and hallucinations in Psychiatric Hospital. Quasi-experimental research design with a number of 56 respondents. 28 respondents had to get a Profile Multimodal Therapy REBT therapy as the intervention group, 28 respondents as a group of non intervention. The research found a decrease symptoms of violent behavior and hallucinations bigger than not getting REBT based profile of multimodal therapy (p<0.05). Cognitive, affective and behavioral clients who get REBT based profile of multimodal therapy increased significantly (p <0.05). Results clients experience a effectively improve cognitive, affective and behavioral to 57 % and reduction in symptoms of violent behavior 48%, reduction in symptoms of hallucinations 47%. Profile multimodal therapy is recommended as screening client will be given specialist treatment in this particular rational emotive behavior therapyKeywords: profile multimodal therapy, rational emotive behavior therapy, symptoms of violent behavior, hallucination symptoms, cognitive, affective, behaviorall
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Ibu Mengelola Emosi Anak Usia Sekolah Melalui Terapi Kelompok Assertiveness Training Evin Novianti; Budi Anna Keliat; Tuti Nuraini; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 2 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.35

Abstract

Anak usia sekolah yang belum mampu mengolah masalahnya dengan tepat, rentan berperilaku emosional. Tujuan penelitianmemperoleh gambaran pengaruh terapi kelompok Assertiveness Training (AT) terhadap kemampuan komunikasi ibu mengelolaemosi anak usia sekolah. Sampel pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 32 orang. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi asertif ibu pada kelompok yang mendapat AT meningkat secarabermakna (p< 0,05; α= 0,05). Pada kelompook ibu yang tidak mendapat AT, kemampuan komunikasi ibu menurun secarabermakna (p< 0,05; α= 0,05). Kemampuan anak mengelola emosi meningkat bermakna (p< 0,05; α= 0,05) yang ibunya mengikutiAT, sedangkan pada kelompok yang ibunya tidak mendapat AT menurun bermakna (p< 0,05; α= 0,05). Terapi inidirekomendasikan pada pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya anak usia sekolah.
Pola Penyelesaian Masalah Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Sari Mulyati; Budi Anna Keliat
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1 No 1 (1997): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i1.70

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penyelesaian masalah yang digunakan, mengidentifikasi pola penyelesaian masalah dan mengetahui perbedaan pola penyelesaian masalah mahasiswa baru FIK-UI program A dengan program B tahun 1992/1993. Metode penelitian Deskriptif Eksploratif dengan sampel sebanyak 67 orang yang terdiri dari 27 orang mahasiswa baru program A dan 40 mahasiswa baru program B. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dalam menguju hipotesa yang digunakan T Test Hipotesa untuk selisih mean. Hasil yang diperoleh menunjukkan lima pola penyelesaian masalah yang digunakan mahasiswa bersifat konstruktif, yaitu mengembangkan dan mempertahankan kompetensi dan percaya diri, mengembangkan persepsi yang positif tentang situasi kehidupan, mengurangi tekanan melalui pengalihan, tidak mengurangi tekanan melalui penggunaan substansi dan atau mengekspresi marah, serta tidak menghindari konfrontasi dan menarik diri. Nilai rata-rata tertinggi adalah tidak menggunakan pola penyelesaian masalah dengan cara mengurangi tekanan melalui penggunaan substansi dan atau mengekspresi marah.Terdapat perbedaan pola penyelesaian masalah mahasiswa baru program A dan B. Penyelesaian masalah program A lebih konstruktif dibanding program B, hal ini berarti menolak hipotesa H1 dan menerima hipotesa H0 dan setelah diuji dengan T Test menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (λ 0,01 dan T 2,36). The research show and identify the problem solving pattern and the different between that are used A program and B program among FIK UI new students on 1992/1993. The research utilized explorative-descriptive design. Samples consist of 67 student, included 27 students from A and 40 from B. Data are analized by descriptive and inferencial statistic. Hypotesist are tested by t test hypotesist. The result show 5 (five) problem solving patterns that are used constructively; developing ang maintaining self confidence competition, developing positive perception, not descreasing the pressure is not using problem solving pattern by decreasing pressure with substantional or expressing anger. The result shows no significant meaning between A and B program (λ 0,01 and t = 2,36), refused H1 hypotesis, and accepted H0 hypotesis.
Penurunan Halusinasi Pada Klien Jiwa Melalui Cognitive Behavior Theraphy Sri Eka Wahyuni; Budi Anna Keliat; Yusron Yusron; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14 No 3 (2011): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i3.66

Abstract

Salah satu cara mengatasi halusinasi adalah dengan pemberian cognitive behavior therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh CBT terhadap halusinasi klien di sebuah rumah sakit di Medan. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pelaksanaan cara mengontrol halusinasi yang bermakna antara kelompok yang mendapat dan tidak mendapat CBT (p< 0,05). Halusinasi menurun secara bermakna pada kelompok yang mendapat CBT (p< 0,05).  Sedangkan pada kelompok yang tidak mendapat CBT halusinasi menurun secara tidak bermakna (p> 0,05). CBT direkomendasikan dilakukan pada klien halusinasi sebagai tindakan keperawatan spesialis.
Improvement in Patients’ Ability to Care for Anxiety and Impaired Body Image: A Case Report of Acceptance and Commitment Therapy and Family Psychoeducation Rasmawati Rasmawati; Budi Anna Keliat; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.653

Abstract

Heart failure and hypertension are non-communicable diseases that are responsible for 70% of deaths worldwide and cause anxiety and impaired body image. Nursing interventions (therapy in general) and acceptance and commitment therapy increase patients’ acceptance of the disease and commitment to alleviate anxiety and improve impaired body image. Meanwhile, family psychoeducation improves the family’s ability to care for the patient. This case report presents two patients with heart failure and hypertension. The two patients experienced a decrease in symptoms on the cognitive aspects (difficulty concentrating, focusing on self, and decline body changes), affective aspects (worry, shame, and despair), physiological aspects (sleep disorders and appetite), and behavioral aspects (daydreaming, decreased productivity, and social difficulties). Patients who find difficulty enjoying daily activities and increasing their ability and commitment to overcome anxiety and impaired body image should receive nursing intervention, acceptance and commitment therapy, and family psychoeducation as part of nursing services. Abstrak Peningkatan Kemampuan Klien Merawat Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh: Laporan Kasus Acceptance and Commitment Therapy dan Psikoedukasi Keluarga. Gagal jantung dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab 70% kematian di dunia serta menyebabkan ansietas dan gangguan citra tubuh. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis Acceptance and commitment therapy diberikan pada klien agar dapat meningkatkan penerimaan terhadap penyakit dan komitmen merawat ansetas dan gangguan citra tubuh. Psikoedukasi keluarga dilakukan agar keluarga mampu membantu merawat klien dalam menghadapi penyakitnya. Metode yang digunakan berupa laporan kasus dalam bentuk case series pada dua klien dewasa dengan gagal jantung dan hipertensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua klien mengalami penurunan gejala pada aspek kognitif berupa sulit konsentrasi, fokus pada diri sendiri, tidak menerima perubahan tubuh; afektif: khawatir, malu dan putus asa; aspek fisilogis: gangguan tidur dan tidak nafsu makan; perilaku: melamun, penurunan produktivitas; dan sosial: sulit menikmati kegiatan harian serta terjadi peningkatan kemampuan klien dalam menerima penyakit dan komitmen merawat ansietas dan gangguan citra tubuh. Pemberian tindakan keperawatan ners dan ners spesialis acceptance and commitment therapy serta psikoedukasi keluarga perlu dibudayakan dalam pemberian pelayanan keperawatan di unit umum. Kata Kunci: acceptance and commitment therapy, ansietas, gangguan citra tubuh, hipertensi, psikoedukasi keluarga
Komunikasi Efektif dalam Bimbingan Klinik Keperawatan Budi Anna Keliat
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1 No 3 (1997): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i3.81

Abstract

Keperawatan sebagai profesi memerlukan program pendidikan yang menekankan proses pembelajaran klinik dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam praktek.Pembelajaran klinik memerlukan komunikasi efektif terutama antara pembimbing dengan peserta dengan peserta didik dan pembimbing dengan tim kesehatan yang memungkinkan suasana kondusif untuk suatu proses belajar. Berbagai strategi pembinaan hubungan yang efektif disertai contoh peran merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dimengerti. Nursing as profession requires educational program emphasizing on clinical teaching-learning process by providing opportunities to nursing students to apply their knowledge into practice. Clinical teaching-learning process requires the ability of the clinical instructor to communicate effectively with the nursing students as well as with other health team in order to create the conducive atmosphere for the students. Several strategies in establishing effective relationships and being a role model particularly for the students are very crucial to be learned and understood.
KARAKTERISTIK INDIVIDU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS DI JAKARTA TIMUR Widyatuti Widyatuti; Budi Anna Keliat; Budiharto Budiharto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 7 No 2 (2003): September
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v7i2.136

Abstract

AbstrakPerilaku kekerasan menjadi masalah di berbagai negara seperti Amerika, Australia dan negara maju lainnya. Indonesiapun memiliki masalah yang sama terutama di kota-kota besar khususnya Jakarta. Perilaku kekerasan banyak dilakukan oleh anak mulai berusia 10-17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu yang berhubungan dengan perilaku kekerasan pada siswa sekolah lanjutan tingkat atas di Jakarta Timur. Metoda penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Berdasarkan rumus perhitungan sampel Lemeshow didapatkan jumlah sampel sebanyak 370. Instrumen perilaku kekerasan dikembangkan dari penelitian Morrison (1993), sedangkan instrumen lain (karakteristik individu, karakteristik psikologis, sosial dan spiritual) dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dengan univariat, bivariat: analisis korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan karakteristik siswa sekolah yang melakukan kekerasan berusia 15-17 tahun 68,5%, jenis kelamin laki-laki 97%, dengan jumlah anak terbanyak di dalam keluarga 3 orang, umumnya pernah mengalami riwayat kekerasan dengan tingkat kekerasan terbanyak katagori berat (fisik), dan pelaku kekerasan terbanyak yang dialami oleh anak sekolah dilakukan oleh orangtua, guru, teman tidak sekelompok, masyarakat disekitar rumah, teman sekelompok, saudara dan masyarakat dilingkungan sekolah. Tidak ada hubungan bermakna antara umur, jenis kelamin, jumlah anak dalam keluarga, riwayat mengalami kekerasan, dan kondisi spiritual dengan perilaku kekerasan. Terdapat hubungan bermakna dalam karakteristik individu berupa pengalaman jenis kekerasan yang dialami (p value 0,0001), pengalaman sebagai pelaku kekerasan (p value 0,0001), aspek psikologis (p value 0,0001), dan aspek sosial (p value 0,026) dengan perilaku kekerasan yang dilakukan anak sekolah lanjutan tingkat atas di Jakarta Timur. AbstractViolence has become a problem in many countries such as America, Australia, and other developed countries. In Indonesia, the same problem also encountered, especially at big cities like Jakarta. Many violence was done by children at the age of 10-17 years old. The purpose of this study is to identify individual characteristics of violence among the high school students at East Jakarta. The cross sectional approach was applied in this study. The member of sample was 370. Instrument of violence was developed from Morrison study (1993). While other instruments were developed by researcher. Data analysis used univariat, bivariat namely correlation analysis and simple regression. The study found that the characteristic of students who have done violence mostly at the age of 17, boy, have 2 brothers/sisters, experienced physical violence from parents, teacher, friends from other group, society, friends from the same group, and people around schools. There is not a significant correlation between age, sex, number of children in family, experience physical violence, and spiritual aspect with violence. There is a significant correlation individual characteristics cover experienced to violence (p value 0,0001), violence subjects (p value 0,0001), psychological aspect (p value 0,0001), and social aspect (p value 0,026).
TERAPI KELOMPOK ASERTIF EFEKTIF MENINGKATKAN KEMAMPUAN ASERTIF DAN RESILIENSI PADA REMAJA DI SMPN PADANGPANJANG Rosa Fitri Amalia; Budi Anna Keliat
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v21i1.509

Abstract

Kurangnya kemampuan remaja dalam berperilaku asertif menyebabkan terjadinya penyimpangan perilaku seperti tidak mampu mengungkapkan keinginan dengan baik, melanggar hak orang lain dan meminta dengan paksa. Untuk mengatasi hal tersebut perlu ditingkatkan kemampuan asertif dan resiliensi pada remaja dengan terapi kelompok asertif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok asertif terhadap kemampuan asertif dan resiliensi pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Pre test-Pos test with control group. Kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 42 orang. Terapi kelompok asertif dilakukan sebanyak 6 sesi. Hasil penelitian didapatkan terjadi peningkatan secara signifikan terhadap kemampuan asertif (p= 0,000) dan kemampuan resiliensi (p= 0,015) pada kelompok intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan secara signifikan antara hasil pre test dan post test. Selain itu ditemukan terdapat korelasi yang positif (r= 0,396) antara kemampuan asertif dengan kemampuan resiliensi. Terapi ini direkomendasikan pada pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya kepada anak remaja. Kata Kunci: Asertif, resiliensi, remaja, terapi kelompok asertif Abstract  The Effect of Assertive Group Therapy on Assertive and Resilience Ability of Adolescent in Padangpanjang Junior High School. Adolescent’s lack of ability in assertive behaviour causes deviant behaviour e.g. unable to express wishes, violate other people right and ask forcefully. One solution to overcome this is that assertive ability and resilience need to be improved through assertive group therapy. This study aims to find the effect of assertive group therapy on assertive ability and resilience of adolescents. Quasi Experimental Pre and Post-test with control group was used. Intervention has been performed to 42 participants while 42 others were as a control group. Six sessions of assertive group therapy has been done. The findings show that a significant increase of assertive ability in intervention group has been found (p= 0.000) while ability resilience also raises significantly (p= 0.015). On the other hand, no significant difference is noted between pre-test and post-test in control group since the value of assertive and resilience ability are (p= 0.287) and (p= 0.658) respectively. Moreover, a positive correlation (r= 0.0396) has been found between assertive ability and resilience ability. The therapy is recommended as one of health care treatment in society particularly for adolescent.  Keywords: adolescent, assertive, assertive group therapy, resilience
Motivasi Kerja Meningkatkan Manajemen Waktu Perawat Iin Inayah; Budi Anna Keliat; Dewi Gayatri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i2.314

Abstract

AbstrakData survey menyatakan belum optimalnya manajemen waktu dan motivasi kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mendapatkangambaran dan hubungan yang paling signifikan antara aspek motivasi kerja dengan manajemen waktu, dikontrol oleh karakteristikperawat. Analisis data dengan menggunakan Chi-square dan regresi logistik ganda. Penelitian di instalasi rawat inap RS diBogor menggunakan sampel 138 perawat pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat pelaksana dengan “kebutuhanmempengaruhi” yang tinggi mempunyai peluang 5,7 kali melakukan manajemen waktu yang lebih baik. Perawat pelaksanadengan “kebutuhan berprestasi” yang tinggi mempunyai peluang 2,7 kali melakukan manajemen waktu yang baik. Saran penelitianini yaitu perlunya stimulus dalam meningkatkan motivasi kerja, penempatan dan audit dalam pelaksanaan manajemen waktuperawat.Kata Kunci: kebutuhan afiliasi, kebutuhan berprestasi, kebutuhan mempengaruhi, manajemen waktu, motivasi kerjaAbstractData survey said not optimally time management and work motivation in Bogor Hospital. This study is description and to seewhat has most significant relationship between work motivation and time management was controlled with nurse characteristics.Data analysis using Chi-square and multiple logistic regression. Place research is in hospitalized patient at Bogor Hospitalwith 138 nurse as sample. The result was indicated that a nurse who have motivation “need of power” had 5.6 better in timemanagement, and for a nurse who have work motivation “need of achievement” had 2.7 better time management. Therecommendation is need for give stimulus work motivation, replacement and than audit for time management of nurse.Keywords: need of affiliation, need of achievement, need of power, time management, work of motivation
Co-Authors - S.S.Pinilih Aan Somana Abdul Wakhid Achir Yani S. Hamid Achir Yani Syuhaemi Hamid Achmad Noerkhaerin Putra Achmad Sigit S Adang Bachtiar Adek Setiyani Adek Setiyani Agnes Defi Agnes Rini Agus Suwandono Ahmad Sapoan Aini, Khusnul Alice Rosy Andalasari, Niken Anggraini, Yunita Anies Anisa Yulvi Azni Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Aprida Manurung Arya Ramadia Astutik, Windu Basmanelly Basmanelly Batmanlussy, Viona Alfonsa Besral . Bevy Gulo, Adventy Riang Buanasari, Andi Budiharto Budiharto Chandra, Yudi Ariesta Damanik, Rani Kawati Darsana, Wayan Daulima, Novi Helena Catharina Daulima, Novi Helena Catharina Daulima, Novy H.C. Deasti Nurmaguphita Deby Zulkarnain Rahadian Syah Denny Paul Ricky Desi Pramujiwati Dewi Eka Putri Dewi Gayatri Dewi Wulandari Dewi Wulandari Diah Sukaesti Dian Istiana Duma Lumban Tobing Dwi Heppy Rochmawati Dwi Putri Parendrawati Dwiantoro, Luky Dwiantoro, Luky Dwinara Febrianti Dyah Wahyuningsih Efri Widianti Eka Budiarto Eka Budiarto, Eka Eka Malfasari Eka Wahyuni, Sri Emi Wuri Wuryaningsih Endang Widuri Enie Novieastari Erawati, Erna Erna Erawati Erwina, Ira Erwina, Ira Esti Winahayu Etty Rekawati Eva Eva Evin Novianti Falerisiska Yunere Feri Fernandes Firman Hidayat Firman Hidayat Fitrawati Arifuddin Florensa Florensa Framita Rahman Giur Hargiana Giur Hargiatna Gusdiansyah, Edo Habsyah Saparidah Agustina Hanny Handiyani Hardayati, Yunita Astriani Hardhono Susanto Hargiana, Giur Hariyanti, Rr Tutik Sri Harmawati Harmawati Hasmila Sari Hasmira Hasmira Heni Dwi Windarwati Heppi Sasmita Heri Setiawan Heri Setiawan Herni Susanti I Ketut Suada I Ketut Sudiatmika I Nyoman Dharma Wisnawa I wayan Darsana Ibnu Rusdi Ice Yulia Ice Yulia W Ice Yulia Wardani Ice Yulia Wardhani Iin Inayah ike mardiati agustin Ike Mardiati Agustin Imami Nur Rachmawati Indah Kurniawati Indriati Indriati Ismail, Raden Irawati Jek Amidos Pardede Jek Amidos Pardede Junaiti Sahar Junardi Junardi Junus, Kasiyah Karuni Dianita Islami Khasanah, Uswatul Kirana, Sukma Ayu Candra Komarudin Komarudin Laela, Sri Lahargo Kembaren Laksono Trisnantoro Lilik Sulistiyowati Limanauw, Marchellino Edmond Aprico Livana Budi PH Livana PH Livana Ph, Livana Luknis Sabri M Akbar Nugraha Mad Zaini Madepan Mulia Manurung, Oriza Sativa Mareta Akhriansyah Maria Theresia Monica Elsina Maria Turnip Maria Turnip, Maria Marliana, Thika Martina Martina Mawaddah Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Miswari Nila Mutiarani Mondastri Korib Sudaryo Muchamad Ali Sodikin Munadi Munadi Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutia Rahmah Mutianingsih Ni Made Dian Sulistiowati Noviyanti, Laura Khattrine Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nuniek Setyo Wardani Nur Agustini Nur Wulan Nurcandra, Fajaria Nurfika Asmaningrum Nurlaila Fitriani Pasaribu, Jesika Priyo Purnomo As'hab Rahayu, Prastiwi Puji Rahayu, Prastiwi Puji Rahayuningsih, Atih Rasmawati Rasmawati Reni Dayati Retno Yuli Hastuti Retno Yuli Hastuti Retty Octi Syafrini Retty Octi Syafrini Retty Octi Syafrini Octi Syafrini Ria Utami Ria Utami Panjaitan Rika Syafitri Rita Rahayu Rita Rahayu Rizzal, Fahrul Rizzal Rosa Fitri Amalia Rr Tutik Sri Hariyanti Rr Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Safra Ria Kurniati Salawali, Siti Hajar Samosir, Melissa Novitasari Sari Mulyati Sari, Niken Yuniar Setiawati, Santun Setiyani, Adek Shanti Wardaningsih Shinta Yuliana Hasibuan Siagian, Ira Octavia Sigit Mulyono Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Nyumirah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Steffiani, Laras Subu, Muhammad Arsyad Sudarto Ronoatmodjo Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Sulastri Sulastri Surya Efendi Susana Helen Tanlain Susanti Niman Sutanto Priyo Hastono Sutanto Priyo Hastono Sutanto Priyo Hastono Sutejo Sutejo Syamsul Arifin Syisnawati Syarif Tantri Widyarti Utami Tengku Riza Zarzani N Tifanny Gita Sesaria Tinneke A. Tololiu Titik Suerni Titin Sutini Titin Ungsianik Tri Anjaswarni Tris Eryando Tuti Nuraini Tuti Nuraini Umi Rachmawati Umi Rachmawati Uswatul Khasanah Wanda , Dessie Wardhani, Ice Yulia Widyatuti Windarwati, Heni Dwi Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wita Oktaviana Yade Kurnia Sari Yefta Primasari Yefta Primasari Yossie Susanti Yossie Susanti Eka Yossie Susanti Eka Putri Yuanita Panma Yudan Whulanza Yudho Giri Sucahyo Yuniar Mansye Soeli Yunita Astriani Hardayati Yunita Astriani Hardayati Yunita Astriani Hardayati Yusron Nasution Yusron Nasution Yusron Yusron Zulhaini Sartika A. Pulungan