p-Index From 2021 - 2026
5.795
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia ACTA VETERINARIA INDONESIANA Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Hemera Zoa Media Veteriner Forum Pasca Sarjana Jurnal Sain Veteriner Buletin Peternakan SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology JURNAL ANATOMI FISIOLOGI Jurnal Ilmu Ternak Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Majalah Kedokteran Bandung Jurnal Ilmu Ternak Veteriner JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY BERITA BIOLOGI ZOO INDONESIA Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Omni-Akuatika Animal Production : Indonesian Journal of Animal Production Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Buletin Ilmu Makanan Ternak Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences) ARSHI Veterinary Letters Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Journal of Aquaculture and Fish Health Majalah Farmasetika Zoo Indonesia Jurnal Kedokteran Hewan Jurnal Veteriner dan Biomedis Current Biomedicine Journal of Fisheries & Marine Jurnal Kefarmasian Indonesia Jurnal Agripet Animal Production
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang mendapatkan tambahan selenium dan terpapar cekaman lingkungan Muhaimin Hamzah; M. Agus Suprayudi; Nur Bambang Priyo Utomo; Wasmen Manalu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.122

Abstract

This study was conducted to determine the level of sodium selenite (inorganic selenium) supplementation on growth and vitality of juvenile humpback grouper (Cromileptes altivelis) exposed to environmental stress. The experiment was designed as a completely randomized design with six treatments and three replications. The treatment was Se (sodium selenite) supplementation at various levels i.e. 0, 0.025, 0.05, 0.1, 0.2, and 0.4 mg Se kg-1. The experimental juveniles humpback grouper having average initial length of 5,83+0,28 cm and body weight of 3,47+0,43 g were reared in 90 x 40 x 35 cm3 aquaria and fed artificial diet (pellet) two times daily (08.00 and 16.00) at satiation. The humpback grouper were reared for 42 days at the stocking density of 15 fishes per 100 L on sea water with salinity of 30-31 ppt and temperature of 28-29oC. At the end of the experiment, the experimental fishes were submerged in fresh water for 10 minutes to evaluate their responses to osmolarity stress. Result of this study showed that the survival rate, daily growth rate, feed intake, feed efficiency, protein retention, liver glycogen, muscle glycogen, and all parameters of blood profile were not affected by the Se supplementation. On the contrary, Se supplementation improved lipid retention, plasma GPx enzyme activity, RNA-DNA ratio, and T3-T4 ratio. The addition of sodium selenite at dose of 0,05 mg Se kg-1 increased growth performance and vitality of juvenile humpback grouper. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah penambahan sodium selenite (selenium anorganik) dalam pakan yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang terpapar pada cekaman akibat perubahan kondisi lingkungan. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan selenium (Se) dalam bentuk sodium selenite (Se anorganik) pada berbagai dosis (0; 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 mg Se kg-1). Juwana kerapu bebek yang di-gunakan berukuran panjang awal rata-rata 5,83+0,28 cm dan bobot tubuh rata-rata 3,47+0,43 g dipelihara dalam akuarium berukuran 90 x 40 x 35 cm3 dan diberi pakan buatan berbentuk pellet frekuensi dua kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) at satiation. Ikan dipelihara selama 42 hari dengan padat penebaran 15 ekor per 100 liter air laut bersalinitas 30-31 ppt dan suhu 28-29 oC. Pada akhir pemeliharaan, ikan direndam di dalam air tawar selama 10 menit untuk mengetahui respons stres akibat perubahan osmolaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, glikogen hati, glikogen otot, dan semua parameter gambaran darah tidak dipengaruhi oleh penambahan Se. Sebaliknya, penambahan Se meningkatkan retensi lemak, aktivitas enzim GPx plasma, rasio RNA-DNA, dan rasio T3-T4. Penambahan sodium selenite dosis 0,05 mg Se kg-1 mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek.
Perubahan plasma darah dan kematangan gonad pada ikan betina Tor soro di kolam pemeliharaan [Changes of blood plasma and gonadal maturity on female Tor soro in pond] Hesti Wahyuningsih; Muhammad Zairin Jr; Agus Oman Sudrajat; Ligaya ITA Tumbelaka; Wasmen Manalu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.127

Abstract

Tor soro is an endemic species of freshwater fish in North Sumatera. Year by year the population of Tor soro tend to decrease. Currently,Torsorohashadtechnologyofdomestication. In order to support the success of breeding of Tor soro, information on the gonad development is urgently needed. Oocyte diameter and biochemistry of blood plasma of eight young females was carried out every month during a year (April 2009-March 2010). The estradiol-17p concentration was high received in July (0.9±0.8 ng ml'1), then decreased drastically in August (0.20±0.16 ng ml'1) and again increased until achieving the highest concentration in March.The highest of the estradiol-17p concentration correspond the peak of vitellogenesis towards the maturation. Biochemistry of blood plasma low in June as follow protein total 3.9±0.359 g dl-1; cholesterol 0.13±0.014 g dl-1; triglyceride 0.1±0.021 g dl-1 occurred at the time of the maximum size oocyte development. Concentration of low glucose existed in September (0.04±0.019 g dl-1) when the fish ovulated, this condition increased gradually up to optimal in February (0.12±0.003 g dl-1).Meanwhile optimal ovarian maturity occurred in June and September. AbstrakTor soro merupakan ikan endemik di Sumatera Utara dengan populasinya yang kian menurun. Saat ini, Tor soro telah mengalami teknologi domestikasi dan mampu dilakukan perbanyakan ikan pada kolam budidaya sejak tahun 2000. Informasi tentang reproduksi ikan ini masih sangat sedikit sehingga perlu adanya kajian tentang perkembangan gonad sebagai data awal pengembangan budi daya. Dalam studi ini digunakan delapan ekor betina muda. Pengukuran diameter oosit dan parameter biokimia plasma darah dilakukan sebulan sekali selama setahun (April 2009-Maret 2010). Konsen-trasi estradiol-17p yang tinggi diperoleh pada bulan Juli 2009 (0,9±0,8 ng ml-1), kemudian menurun drastis pada bulan Agustus 2009 (0,20±0,16 ng ml-1) dan kembali meningkat hingga mencapai konsentrasi tertinggi pada bulan Maret 2010. Tingginya konsentrasi estradiol-17p ini menunjukkan puncak vitelogenesis menuju maturasi. Hasil pengukuran biokimia plasma (total protein, kolesterol dan trigliserida, kecuali glukosa) yang rendah diperoleh pada bulan Juni 2009 (total protein 3,9±0,359 g dl-1; kolesterol 0,13±0,014 g dl-1; trigliserida 0,1±0,021 g dl-1) yang terjadi pada saat ukuran oosit mencapai maksimum. Konsentrasi glukosa terendah pada bulan September 2009 (0,04±0,019 g dl-1) saat ikan mengalami ovulasi, dan selanjutnya meningkat secara bertahap hingga mencapai optimal pada bulan Februari 2010 (0,12±0,003 g dl-1). Perkembangan kematangan gonad mencapai optimum pada bulan Juni dan September 2009.
PEMIJAHAN INDUK, PROFIL KOLESTEROL, DAN ASAM LEMAK TELUR LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) HASIL BUDIDAYA Yudha Trinoegraha Adiputra; Muhammad Zairin Jr.; Muhammad Agus Suprayudi; Wasmen Manalu; Widanarni Widanarni
Jurnal Riset Akuakultur Vol 13, No 3 (2018): (September 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.095 KB) | DOI: 10.15578/jra.13.3.2018.219-227

Abstract

Pembenihan lobster pasir (Panulirus homarus) belum berkembang di Indonesia karena terbatasnya teknik pemijahan induk dan belum diketahuinya tingkat keberhasilan induk betina membawa telur dan profil telur hasil pemeliharaan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh ablasi satu tangkai mata, metode pemijahan massal dan individual pada bulan gelap dan terang pada induk berganti kulit dan membawa telur, serta konsentrasi kolesterol dan asam-asam lemak telur pada lama pengeraman berbeda. Induk betina dan jantan dipakai secara terus-menerus saat percobaan pemijahan. Pemijahan pertama menggunakan pemijahan dengan rasio 2:1 pada bulan gelap. Percobaan kedua dan ketiga menggunakan pemijahan massal selama bulan terang dan gelap. Profil telur dibandingkan konsentrasi kolesterol dan asam lemaknya pada 1, 2, dan 3-4 minggu pengeraman. Hasil penelitian menunjukkan ablasi tangkai mata dapat menstimulasi pemijahan individual dan massal yang didahului dengan ganti kulit pada induk betina sebagai indikator pemijahan. Pemijahan massal pada bulan gelap menghasilkan induk betina membawa telur terbanyak dibandingkan pemijahan individual pada bulan gelap dan pemijahan massal pada bulan terang. Konsentrasi kolesterol dan asam-asam lemak telur mengalami perubahan mengikuti lama pengeraman oleh induk yang menunjukkan terjadinya peningkatan kematangan telur (P<0,05).Spiny lobster (Panulirus homarus) hatchery has not been developed in Indonesia. Major constraints were limited broodstock spawning techniques, low incidence of eggs-berried broodstock, and unknown eggs profile. This study aimed to evaluate the effects of eyestalk ablation, spawning methods and moon circulation to molted, the number of eggs berried of females, and eggs-berried cholesterol and fatty acids profiles. Individual and mass spawning during full and new moon were used in this studies. Female and male broodstocks were used for consecutive spawning with ratio 2:1. The first study was used individual spawning during new moon. The second and third studies were used mass spawning during full moon and new moon, respectively. Eggs-berried profile compared concentration of cholesterol and fatty acids during 1, 2, and 3-4 weeks. Results showed eyestalk ablation stimulated individual or mass spawned and molted of female as early indicator of spawning. Full moon and mass spawning supported more eggs-berried female broodstock than that of other methods. Cholesterol and fatty acids showed different concentration within 1, 2, and 3-4 weeks of eggs-berried that supported eggs maturity (P<0.05).
Perkembangan Anak Tikus (F1) Asal Induk Penerima Asam Valproat sebagai Model Diabetes Mellitus HADI SUNARYO; WASMEN MANALU; ADI WINARTO; BAMBANG KIRANADI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 12 No 2 (2014): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.411 KB)

Abstract

To do research and development of antidiabetic drugs, animal models of diabetes in accordance with the conditions is required. The aim of this research was to develop a diabetic model that is fit to the pathophysiology of diabetic condition. The pregnant female rats were divided into 2 groups, one group was orally treated by a single dose of valproic acid (250 mg/kg bw) on day 9th of pregnancy and the other was a control. At the ages of 8, 16 and 24 weeks the blood samples of litters (F1) were taken for glucose, insulin and triglyceride determination. At the same time, pancreatic tissues were collected under deep anesthetic condition for immunohistological study. Results of blood glucose concentrations and histological finding of litters (F1) indicated that at the age of 8 weeks both had showed a similar pattern as compared to control. At the ages of 16 and 24 weeks, blood glucose and insulin level showed a significant increase, while positive insulin cells slightly decreased in number. It can be concluded that treating rat with valproic acid on days 9 of gestation will inhibit pancreatic β cells function. There is an indication that F1 of valproic acid treated pregnant mother start showing a metabolic syndrome at 16 weeks and being pronounce by aging.
Evaluasi Aktivitas Diuretik Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Sebagai Diuretik Alami: Kadar Natrium, Kalium, dan pH Urin ANDRIYANTO ANDRIYANTO; PONIMAN PONIMAN; ABADI SUTISNA; WASMEN MANALU
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 1 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1981.103 KB)

Abstract

Previous study reported that Averrhoa bilimbi fruits had a potency as a natural diuretic. This research was conducted to examine the effects of ethanolic extract of Averrhoa bilimbi fruits on diuretic activity, urine sodium and potassium concentrations, and pH of urine male rats Sparague-Dawley. Fifteen rats were divided into 5 groups and 3 replications. Group 1 was given saline (negative control), group 2 was given furosemide 20 mg/kg bw (positive control), group 3 was given extract of Averrhoa bilimbi 0.44 g/kg bw, group 4 was given extract of Averrhoa bilimbi 0.88 g/kg bw, group 5 was given extract of Averhoa bilimbi 1.75 g/kg bw. Averrhoa bilimbi extract, saline, and furosemide were administred orally. The diuretic activity was determined by measuring cumulative urine volume for 10 hours post administration. The result showed that the extract of Averrhoa bilimbi at dosages of 0.88 and 1.75 g/kg bw increased sodium and potassium excretion by 18-36% and 22-27%, respectively. On the other hand, the increased diuretic activity and sodium and potassium excretion dramatically decreased urine pH. It was concluded that extract of Averrhoa bilimbi at dosages of 0.88 and 1.75 g/kg bw increased diuretic activity with enchanced sodium and potassium excretion in urine. The extract of Averrhoa bilimbi cosisted of alkaloid, flavonoid, and saporin that were assumed to have synergic activities as natural diuretics.
PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA Sri Catur Setyawatiningsih; Evy Ayu Arida; Dedy Duryadi Solihin; Arief Boediono; Wasmen Manalu
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.680

Abstract

Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.
ETHOGRAM PERILAKU ALAMI INDIVIDU TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) DALAM LABORATORIUM Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.739

Abstract

Perilaku merupakan respons senso-motorik makhluk hidup terhadap beragam stimulus dan fluktuasi kondisi lingkungan. Pengamatan terhadap perilaku alami tikus sawah telah dilakukan pada kondisi laboratorium. Tikus sawah tersebut ditangkap dari lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan perilaku alami tikus sawah. Semua aktivitas tikus percobaan dipantau kamera CCTV dan dilakukan pengamatan saksama untuk membuat ethogram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas normal tikus sawah sepanjang periode aktifnya pada malam hari meliputi perilaku keluar-masuk lubang sarang, mengendus, mengawasi, menjelajah, makan dan minum, merawat diri, istirahat, dan menggali tanah. Sebagian besar aktivitas dilakukan pada pukul 17:30-22:00 WIB sehingga dapat dinyatakan bahwa periode tersebut merupakan waktu puncak aktivitas tikus sawah. Hasil percobaan diharapkan dapat menjadi standar perilaku alami tikus sawah untuk dibandingkan dengan respons tikus uji ketika dipaparkan kembali vokalisasi alaminya. Vokalisasi yang memberikan perbedaan respon perilaku tikus dianggap sebagai suara
VOKALISASI BIOAKUSTIK TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) PADA RENTANG SUARA TERDENGAR DI AGROEKOSISTEM SAWAH IRIGASI SUKAMANDI, SUBANG, JAWA BARAT Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.347

Abstract

Effect of Different Levels of Zinc Supplementation in Rice Bran Diets on Zinc Status and on The Performance of Laying Hens Wiranda G. Piliang; Wasmen Manalu
Buletin Ilmu Makanan Ternak Vol. 8 No. 1 (1988): Buletin Ilmu Makanan Ternak
Publisher : Buletin Ilmu Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this experiment were to study the optimal level of zinc in the form of zinc carbonate in the high fiber diet provided by rice bran, and to study the zinc status as well as the performance of laying hens. one control and 9 treatment groups of hisex brown laying hens, 80 in all, were fed diets with 25,50, or 75% rice bran supplemented with 25, 125, or 225 ppm zinc as zinc carbonate.Rice bran diets were isonitrogenous and isocaloric by virtue of varying levels of corn, fish meal, soybean meal and coconut oil. The experiment started at 20 weeks of age and continued 10 months. All rice bran diets produced significantly more income over feed cost than did the cornsoybean meal control. Diets with 25 or 50% rice bran and 125 ppm zinc did not differ significantly from the control in hen-day egg production. Adding 125 ppm zinc to 25 or 50% rice bran gave higher concentration in whole blood and erythrocytes than did addition of 25 ppm. The supplementation of 125 ppm zinc in 25 or 50% rice bran gave the highest zinc availability in the body. The 75% rice bran diet decreased avaibility of added zinc. Data on zinc status were obtained from randomly selected hens given labeled zinc chloride.
Sonometri fetus kambing kacang usia 7 minggu hasil superovulasi menggunakan hormon PMSG Ridi Arif; . Andriyanto; Arief Boediono; Adi Winarto; Fadjar Satrija; Wasmen Manalu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.416 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.13-14

Abstract

Teknologi superovulasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sekresi endogen hormon kebuntingan. Salah satu manfaat dari peningkatan sekresi endogen hormon kebuntingan adalah perbaikan perkembangan lingkungan uterus selama kebuntingan. Kambing Kacang betina sebanyak 8 ekor dan telah dewasa kelamin dengan bobot rataan 22 kg dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol (tidak disuperovulasi) dan kelompok superovulasi menggunakan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) dengan dosis 15 IU/kgBB. Kambing Kacang percobaan diserentakkan berahinya menggunakan PGF2α sebanyak 2 kali dengan selang 11 hari. Penyuntikan PMSG dilakukan bersamaan dengan penyuntikan PGF2α kedua pada kelompok superovulasi. Setelah berahi, semua kambing dikawinkan secara alami dengan pejantan pilihan. Fetus kemudian diukur secara ultrasonografi (USG) pada usia kebuntingan 7 minggu. Hasil pengukuran menunjukkan kelompok Kambing Kacang hasil superovulasi memiliki ukuran fetus yang lebih panjang daripada kelompok kontrol (P<0.05). Ukuran diameter amnion terpanjang dan terpendek serta tebal dinding uterus terlihat cenderung meningkat pada kelompok superovulasi dibandingkan dengan kelompok kontrol (P>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah superovulasi pada induk Kambing Kacang mampu meningkatkan pertumbuhan fetus sampai dengan usia kebuntingan 7 minggu.
Co-Authors - Hernawati . Safrida ., Chairul A Yani A.S. Satyaningtijas ABADI SUTISNA Abdul Zahid Adawiah . Ade Sunarma Ade Sunarma Adi Winanto Adi Winarto Adi Winarto Agik Suprayogi Agus Oman Sudrajat Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara, Agus Wahyana Ahmad Subhan Ahmad Yani ahmad yani Aisjah Girindra Akhiruddin Maddu Alfred O. M. Dima Alifiana Fitrianingrum Almiahsari, Ashri Amrozi Andi Mu’nisa Andri Yanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto . Andriyanto A Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto, Andriyanto Andriyanto Anggraeni, Henny Endah Anita Esfandiari Anuraga Jayanegara Arief Boediono Aryani Satyaningtijas Aswani, Tuti Aulia Andi Mustik Aulia Andi Mustika Aulia Andri Mustika Aurelia, Sharon Awaludin Azam B. Zaidy B P Purwanto B. P. Purwanto Bagus Priyo Purwanto Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi BAMBANG KIRANADI Bambang Pontjo Priosoeryanto Benny Heltonika Bondan Achmadi Cece Sumantri Chairul - Chairul Chairul Chairun Nisa Chatarina Umbul Wahyuni Christina Clarice Leksono Cut Dara Dewi Damiana Rita Ekastuti Daniel Happy Putra Debby Jacqualine Jochebed Rayer Dedy D. Solihin Deni Noviana Deni Radona, Deni Desrial DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agung Priyono Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ratih Agungpriyono Diah Nugrahani Pristihadi Diky Yuliansah Diky Yuliansah Dwi Gunadi Dwi Setyaningsih Dwi Utari Rahmiati Dyah Iswantini Edwin Ligia Sastra Ekowati Handharyani Elpita Tarigan Elpita Tarigan Elpita Tarigan Elpita Tarigan Erli Chandra Etih Sudarnika Evy Ayu Arida EVY AYU ARIDA Fachriyan H. Pasaribu Firda Agustin Firda Agustin Firda Agustin, Firda Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitria Senja Murtiningrum Friska Mery Montolalu Gandasari, Ira Agustina Dewi Ganjar Maulana Nugraha Ganjar Maulana Nugraha HADI SUNARYO Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Putra Hamdika Yendri Putra Hamdika Yendri Putra Hamny Sofyan Hasya, Karin katina Henni Syawal HERA MAHESHWARI Hera Maheswari, Hera Hernawati Hernawati Hesti Wahyuningsih Huda Shalahudin Darusman Hurip Pratomo Hurip Pratomo Husna, Hanifati I Ketut Mudite I Komang Gede Wiryawan Iman Hernaman Iman Supriatna Irarang, Yusa Irfan Nurhidayat, Irfan Irma Herawati Suparto Irzaman, Irzaman Isdoni Bustaman Jakaria Jakaria Jihan Fadilah Rachman Nurullah Jola J.M.R. Londok Joni Haryadi, Joni Kapelle, Imanuel B. D. Kardiyo Praptokardiyo Kasiyati Kasiati Ketut Adnyane Mudite Kharisma Mardathilah Kharisma Mardathilah Kiranadi Bambang koekoeh santoso Koeswinarning Sigit Komang G. Wiryawan Komariah Komariah Komariah Krido Brahmo Putro Kusdiantoro Mohamad Kusumorini Nastiti Kusumorini Nastiti La Eddy La Jumadin Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Widi Leliana Widi Lendrawati Lendrawati Leo Sapelani Soinbala Lies Parede Lina Noviyanti Sutardi Lis Rosmanah Livana Dethris Rawung Lucia Johana Lambey M. Zairin Junior M.Y Sumaryadi Madyastuti, Rini Maneewong, Sattabongkoch Mardathilah, Kharisma Mas Yedi Sumaryadi Masriani . Meillisa C. Mainassy Mia Fitriana, And Mien Th. R. Lapian Mohamad Hasil Tamzil Mohamad Yamin Mohamad Yogie Hendrawan Mohammad Miftahurrohman Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhaimin Hamzah MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Junior Zairin Muhammad Rizki Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr. Murniaty Simorangkir Mustika, Aulia A. Nabila Martha Ludi Miftahurahma Nahrowi Nahrowi Nastiti Kusomorini Nastiti Kusomorini NASTITI KUSUMORINI Nastiti Kusumorini Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI Ni Made Ria Isriyanthi Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nurhidayat - Nurhidayat, Nurhidayat Odang Carman Ong Huey, Lynette Pollung Hasiholan Siagian PONIMAN PONIMAN Pudji Achmadi Purwantiningsih Sugita Putra, Hamdika Yendri Putut I. Pudjiono R G Sianturi Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi Rahminiwati, Min Rarah Ratih Adjie Maheswari Resi Milna Revolson Mege Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Ridi Arif RIDWAN AFFANDI Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Risna Anggraeni Ronny Rachman Noor Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosmanah, Lis Rudi Priyanto Rudi Priyanto Rudy Priyanto Rukmiasih Rukmiasih Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sabri Mustafa Safrida Safrida SATA YOSHIDA SRIE RAHAYU Sela Septima Mariya Sharon Aurellia Silmy Kamila Widyanti Silmy Kamila Widyanti Sitti Wajizah Sitti Wajizah Sri Catur Setyawatiningsih Sri Catur Setyawatiningsih Sri Nuryati Sri Subekti Subangkit, Mawar Suhendro, Ikhsan Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiaty Aiba Sunarno . Sunarno s Sunarno s Supiyani, Atin Sutiastuti Wahyuwardani Sutiastuti Wahyuwardani SYAHRUN HAMDANI NASUTION Tarigan, Ronald TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN TATI NURHAYATI Tiltje Andretha Ransaleleh TOHA SUTARDI Toto Toharmat Tri Budhi Murdiati Tri Budhi Murdiati Tuti Aswani Tutik Wresdiyati Umi Cahyaningsih Uus Saepuloh UUS SAEPULOH Wahyuni, Sri Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widi, Leliana Nugrahaning wirahadikesuma, ikhwan Wirahadikesuma, Ikhwan Wirahadikesuma Wiranda G Piliang Wiranda G Piliang Wiranda G. Piliang Wiwin Winarsih Y. Hadiroseyani Yayuk Sri Rahayu Yendri, Hamdika Yetmaneli, Yetmaneli Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yulia Yellita Yuliansah, Diky Yulvian Sani yuri, Nurasmi yuri Yusa Irarang Yusa Irarang Yusa Irarang Yusfiati Yusfiati Yuvensius Yuvensius Zora, Nelda Fliza Zulfa Zakiah