p-Index From 2021 - 2026
5.795
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia ACTA VETERINARIA INDONESIANA Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Hemera Zoa Media Veteriner Forum Pasca Sarjana Jurnal Sain Veteriner Buletin Peternakan SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology JURNAL ANATOMI FISIOLOGI Jurnal Ilmu Ternak Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Majalah Kedokteran Bandung Jurnal Ilmu Ternak Veteriner JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY BERITA BIOLOGI ZOO INDONESIA Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Omni-Akuatika Animal Production : Indonesian Journal of Animal Production Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Buletin Ilmu Makanan Ternak Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences) ARSHI Veterinary Letters Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Journal of Aquaculture and Fish Health Majalah Farmasetika Zoo Indonesia Jurnal Kedokteran Hewan Jurnal Veteriner dan Biomedis Current Biomedicine Journal of Fisheries & Marine Jurnal Kefarmasian Indonesia Jurnal Agripet Animal Production
Claim Missing Document
Check
Articles

Ablasi Tangkai Mata Mempercepat Pematangan Ovari Lobster Pasir (Panulirus homarus) pada Musim Pemijahan Yudha Trinoegraha Adiputra; Muhammd Zairin Junior; Muhammad Agus Suprayudi; Wasmen Manalu; Widanarni Widanarni
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.391 KB)

Abstract

Musim pemijahan alami lobster pasir di perairan Pesisir Barat Lampung terjadi pada Juli-September yang ditandai dengan hasil tangkapan induk betina yang membawa telur mendominasi saat ditangkap. Pelarangan penangkapan lobster pasir ukuran kecil diduga akan menganggu produksi penangkapan sehingga perlu dimulai pembenihan yang memperlukan teknik pemeliharaan dan maturasi ovari induk betina lobster pasir hasil tangkapan alam. Tujuan penelitian ini mempelajari cara pemeliharaan induk dan pengaruh ablasi satu tangkai mata pada maturasi ovari lobster pasir (Panulirus homarus). Empatpuluh delapan ekor lobster pasir digunakan dan dipisahkan menjadi 2 kelompok yaitu ablasi satu tangkai mata dan tanpa ablasi tangkai mata. Tiga ekor diambil dari setiap kelompok pada hari ke-1:3:7:10:14:21 dan 27 untuk evaluasi perubahan anatomi ovari dan gonadosomatik indeks (GSI). Hasil penelitian menunjukkan seleksi selama masa adaptasi induk dapat meniadakan kematian induk karena ablasi mata. Anatomi ovari menunjukkan terjadinya maturasi ovari yang meningkat dari matang awal menjadi matang berlebih dengan ablasi mata pada hari ke-3 setelah ablasi sampai hari ke-27. Berbeda dengan perlakuan diatas, induk betina tanpa ablasi mata tidak dapat mematangkan ovari secara spontan. Setelah 27 hari, ovari secara serentak mencapai matang berlebih yang diasumsikan karena nutrien dari pakan yang diberikan dapat mendukung maturasi ovari. Perbedaan GSI antara perlakuan ablasi satu tangkai mata berbeda nyata (P<0,05) dengan tanpa ablasi tangkai mata. Hal ini menunjukkan hilangnya hormon penghambatan vitelogenesis (VIH) dan terpacunya hormon stimulasi vitelogenesis (VSH) karena ablasi tangkai mata. Studi merekomendasikan adaptasi untuk seleksi induk, ablasi untuk memperoleh maturasi ovari yang singkat dibandingkan dengan tanpa ablasi mata meskipun dengan nutrien pakan yang berkualitas. Kata Kunci: ablasi mata, GSI, lobster pasir, maturasi ovari, musim pemijahan 
Evaluation of Curcumin Analog Supplementation in Diet for Hematological Response and Growth Performance of Red tilapia (Oreochromis niloticus) Meillisa Carlen Mainassy; Wasmen Manalu; Andriyanto; Agus Oman Sudrajat; Imanuel Berly Delvis Kapelle; Bambang Gunadi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.182-192

Abstract

Nilai hematologi dapat digunakan untuk mengevaluasi respon fisiologi pada ikan. Suplementasi bahan herbal ke dalam pakan merupakan salah satu cara meningkatkan produksi akuakultur melalui peningkatan kekebalan dan fungsi fisiologis yang berhubungan dengan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan suplementasi analog kurkumin terhadap nilai hematologi ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan. Sampel yang digunakan berupa induk nila betina dengan bobot badan 294,11±51,40 g. Pemeliharaan dilakukan selama 6 minggu pada jaring masing-masing berukuran 2x1x1m, dengan kepadatan 5 ekor/jaring. Pengambilan sampel darah sebanyak tiga kali, yaitu pada minggu ke-2,minggu ke-4, dan minggu ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian analog kurkumin memengaruhi respons hematologi dan kinerja pertumbuhan ikan nila merah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, suplementasi analog kurkumin 2,4 mg/100 g pakan adalah dosis yang terbaik untuk peningkatan kesehatan dan pertumbuhan ikan nila.
Combination of Nigella sativa and Phyllanthus niruri as An Immunostimulant for The Prevention of White Spot Disease in Litopenaeus vannamei Wida Lesmanawati; Wasmen Manalu; Min Rahminiwati; Muhammad Agus Suprayudi; Sri Nuryati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i3.27470

Abstract

Pacific whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is a very important commodity, which accounts for almost 70% of the total world shrimp production. However, this production is still threatened by disease attacks, one of which is caused by white spot disease (WSD). Herbs are widely used as immunostimulants as an effort to prevent diseases. Black cumin (Nigella sativa) and stone breaker (Phyllanthus niruri) have long been known as excellent immunostimulants in human. This study aimed to evaluate the potential of N. sativa and its combination with P. niruri as an immunostimulant in L. vannamei for preventing WSD. Tested shrimp (±3.0 g) were treated by N. sativa (N), P. niruri (P) and the combination of both (1N:1P, 2/3N:1/3P, 3/4N:1/4P, 1/3N:2/3, 3/5N:2/5P, 1/4N: 3/4P, 2/5N:3/5P) through feed for 28 days. They were then infected by white spot syndrome virus (WSSV) and observed for 7 days. The parameters observed included immune response and production performance.  N. sativa was able to reduce the mortality of test shrimp infected with WSSV, with an RPS value of 71%. N. sativa can be combined with P. niruri in the right composition (1/2N:1/2P and 2/3N:1/3P), while the other combinations are antagonistic. The administration of the best treatments in this study, relatively did not affect the value of total hemocyte count, phenoloxidase activity, respiratory burst activity, hemolymph clotting time and production performance of tested shrimp.
Application of Infrared Thermography as a Determinant of Sub-Clinical Mastitis in Sapera Dairy Goats Fitra Aji Pamungkas; B P Purwanto; Wasmen Manalu; A Yani; R G Sianturi
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 27, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14334/jitv.v27i2.3059

Abstract

Application of infrared thermography (IRT) sensing results versus somatic cell count (SCC) and mastitis test reagent from Bogor Agricultural University (IPB-1) was evaluated in this study for infection detection in dairy goats with subclinical mastitis. Eight Sapera dairy goats with a 35-40 kg live weight were evaluated throughout their lactation. The parameters observed including milk production, physicochemical characteristics, SCC, IPB1, and IRT sensing in the udder. The collected data were analysed using MIXED and CORR procedures from SAS. Results showed that the physicochemical characteristic of milk (fat, non-fat solids, lactose, protein, freezing point, pH), SCC and IRT were significantly different (P0.05), especially the test results for mastitis between normal and +3. The average production of goat milk with a normal until +2 mastitis test score during lactation was 1.281±253 ml/day, while a mastitis test score of +3 was 957±250 ml/day. A positive correlation was found in both the left and right udder of IPB1-SCC (r=0.70-0.74), IPB1-IRT (r=0.70-0.71), and SCC-IRT (r=0.62-0.65). This is substantial evidence that combining IRT results with SCC and IPB1 parameters can be valuable for screening subclinical mastitis in dairy goats.
Efikasi Pemberian Maserasi Kemangi sebagai Antifertilitas terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina Andriyanto; Rindy Fazni Nengsih; Leliana Widi; Hamdika Yendri; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andi Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.270-274

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi khasiat fitofarmaka lokal Indonesia yaitu kemangi sebagai antifertilitas dalam meningkatkan kesehatan dan keamanan tikus betina. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague-Dawley (umur 8 minggu, bobot badan 220-230 g) dibagi acak ke dalam 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: kontrol (K0); kemangi 1% (K1); dan kemangi 5% (K5) dalam bentuk maserasi yang ditambahkan ke dalam air minum. Pemberian jamu dilakukan selama 20 hari dimulai pada fase diestrus. Parameter profil darah yang diamati adalah gambaran darah merah (jumlah butir darah merah, hematokrit, dan hemoglobin) dan diferensial darah putih (limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, basofil). Parameter keamanan diamati dengan melihat fungsi organ hati (SGPT, SGOT) dan ginjal (ureum, kreatinin). Hasil menunjukkan bahwa profil darah dan pengamatan fungsi hati dan ginjal pada kelompok tikus betina yang diberi kemangi tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) dengan kelompok kontrol. Pemberian kemangi tidak memengaruhi kondisi fisiologis tikus betina dan tidak toksik sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan tikus betina.
Effectiveness of Basil, Lime, Honey, Candlenut, and Tiwai Onion Herbs Combination as Analgesics and Stamina Stimulator Andriyanto Andriyanto; Sharon Aurellia; Silmy Kamila Widyanti; Hamdika Yendri Putra; Leliana Nugrahaning Widi; Rindy Fazni Nengsih; Aulia Andi Mustik; Wasmen Manalu
Majalah Kedokteran Bandung Vol 54, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v54n4.2754

Abstract

Traditional medicine is generally considered to be safer than modern medicine because it has lower incidence of side effects and also relatively easy to obtain. The purpose of this study was to examine the analgesic effect of herbs made of basil, lime, honey, candlenut, and Tiwai onions as well as to evaluate the potential of these herbs as a stamina stimulator. This study was conducted at the Laboratory of Animal Management Unit, Faculty of Veterinary Medicine, IPB University, from January–February 2022. Mice were divided into four groups based on the treatment dose with each group consisted of five mice. An analgesic test was conducted using hot water immersion tail-flick test method and the stamina test was performed with swimming endurance test. Data obtained were analyzed using Microsoft Excel 2019 and Minitab 19. Significant differences of the average of each group were shown statistically using the one-way ANOVA and confirmed with Tukey test. Results showed that mice given the combination herbal medicine infusion of with a dose of 4 g/kg body weight had the highest average tail lift time compared to the controls (p<0.05). Mice with a treatment dose of 1 g/kg body weight had the highest analgesic power compared to the other treatment doses. The highest swimming duration was observed in group that received a dose of 1 g/kg body weight. It is concluded that this herbal combination can be used as an analgesic and a stamina stimulator.
Efek Pemberian Maserasi Taoge (Vigna radiata) terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina andriyanto Andriyanto; Leliana Nugrahaning Widi; Rindy Fazni Nengsih; Hamdika Yendri Putra; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andri Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73351

Abstract

Taoge memiliki berbagai manfaat farmakologis yang berpotensi besar untuk meningkatkan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi keamanan dari konsumsi maserasi taoge melalui pengamatan terhadap profil hematologi dan biokimia darah. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague Dawley berumur 8 minggu, memiliki bobot badan 220-230 g, dan belum pernah bunting dikelompokkan secara acak ke dalam 3 kelompok perlakuan (n=5 tikus), yaitu kelompok kontrol (diberi air mineral); kelompok maserasi taoge 1%; dan kelompok maserasi taoge 5%. Pemberian maserasi dilakukan melalui air minum dan dilaksanakan selama 20 hari. Hasil menunjukkan bahwa secara umum perlakuan maserasi taoge tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap profil hematologi dan biokimia darah tikus percobaan. Terdapat peningkatan signifikan (P>0.05) pada kadar hemoglobin pada kelompok maserasi taoge 1% dibandingkan dengan kontrol yang lebih tinggi dari nilai normal. Hal yang serupa juga terjadi pada nilai neutrofil yang lebih tinggi dari nilai normal namun tidak berbeda nyata dengan kontrol (p>0.05). Selain keduanya, semua parameter menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kelompok kontrol dan berada pada rentang nilai normal.. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian maserasi tauge tidak memberikan efek negatif dan toksik pada dosis 1 dan 5% terhadap profil darah serta fungsi organ hati dan ginjal.
The Potential Uses of Curcumin and PMSG Hormones to Increase Egg Production of Muscovy Ducks through Increasing Estradiol Concentrations and Shortening Laying Rest Period Dwi Gunadi; Rukmiasih Rukmiasih; Wasmen Manalu
ANIMAL PRODUCTION Vol. 23 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2021.23.2.98

Abstract

The aim of this research was to study the effects of curcumin administration, injection of PMSG hormone, and the combination of curcumin supplementation and PMSG injection on the physiological parameters and performance of female Muscovy ducks. The objects of this research were 40 young female Muscovy ducks, aged 24 weeks, subjected to treatments: control (P1), curcumin supplementation at a dose of 24 mg/100 g feed (P2), intramuscular injection of PMSG hormone at a dose of 0.015 mL/hen (P3), and the combination of curcumin and PMSG (P4). The results showed that the treatment gave nonsignificant improvements in Muscovy duck performances, including feed consumption, egg production, and the day of laying period and molting period. Treatment gave a significant increase in serum estradiol concentration at molting period after treatment. This study concluded that the treatment provides no significant improvement in the performance of female Muscovy ducks because the genetic diversity of Indonesian ducks remains high.
Improvements Glutation Levels in the Hippocampus of Aged and Oxidative-Stressed Rats by Supplementation of Alanine-Glutamine Dipeptide Sunarno, Sunarno; Manalu, Wasmen; Kusumorini, Nastiti; Agungpriyono, Dewi Ratih
Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2012): Januari-Juni 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.366 KB) | DOI: 10.30659/sainsmed.v4i1.379

Abstract

Background: Physiological aging or aging due to oxidative stress causes to disruption of glutathione homeostasis of the hippocampus. Disruption of glutathione homeostasis characterized by a decrease in hippocampus glutathione levels below the normal threshold. Decreased levels of glutathione in the hippocampus was demonstrated decreased hippocampus function. One way to increase glutathione levels in the hippocampus and the function of hippocampus is to increase the concentrations of glutathione precursor. One of the glutathione precursors is alanine-glutamine dipeptide. This research was designed to obtain the most effective level of alanine-glutamine dipeptide supplementation to improve glutathione synthesis in the hippocampus of aged and oxidative-stressed rats. The highest glutathione concentrations in the hippocampus showed the best improvement on the hippocampus function in physiological aging or oxidative-stress aging rats.Design and Methods: The experimental rats were assigned into a completely randomized design with 2x2x4 factorial arrangement. The first factor was the age of the experimental rats, consisted of two levels i.e., 12 and 24 months. The second factor was oxidative stress consisted of two levels, i.e., without or with oxidative stress. The third factor was the level of alanine-glutamine dipeptide administration consisted of 4 concentrations, i.e. 0%, 3%, 5%, and 7%.Results: The results showed that administration of 7% alanine-glutamine dipeptide has resulted the highest levels of glutathione hippocampus in younger (0.0154 mg/mg tissue) or aged (0.0140 mg/mg tissue) rats or in normal (0.0150 mg/mg tissue) and in oxidative-stressed (0.0144 mg/mg tissue) rats. The increased hippocampus glutathione levels were associated to the improved functions of the hippocampus. Conclusion: alanine-glutamine dipeptide administration of 7% consentrations gave the best results on repair function of the hippocampus and has the potential to slow aging, both physiological aging or oxidative-stress aging rats (Sains Medika, 4(1):1-12).
PENURUNAN KADAR PROGESTERON SERUM DAN KOMPONEN MATRIKS EKSTRASELULER DAN SELULER KULIT SEBAGAI INDIKATOR PENUAAN PADA TIKUS Safrida s; Nastiti Kusumorini; Wasmen Manalu; Hera Maheshwari
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.184 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar kolagen kulit (matriks ekstraseluler), jumlah sel (kadar DNA), aktivitas sintetik (kadar RNA) pada jaringan kulit, serta kadar hormon progesteron pada berbagai tingkatan umur tikus, dan memperoleh umur tikus ovariektomi yang cocok digunakan sebagai hewan model penuaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas sembilan kelompok percobaan masing-masing terdiri atas tiga ekor tikus, yaitu umur 12 bulan (K1), 18 bulan (K2), 24 bulan (K3), 30 bulan (K4), 36 bulan (K5), umur 12 bulan dalam kondisi 1 bulan pascaovariektomi (K6), 12 bulan dalam kondisi 3 bulan pascaovariektomi (K7 ), 18 bulan dalam kondisi 1 bulan pascaovariektomi (K8), dan umur 24 bulan dalam kondisi 1 bulan pascaovariektomi (K9). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Komponen matriks ekstraseluler dan matriks seluler menurun seiring dengan bertambahnya usia. Umur tikus normal yang cocok digunakan sebagai hewan model penuaan adalah tikus umur 24-36 bulan. Tikus ovariektomi yang cocok digunakan sebagai hewan model penuaan adalah tikus umur 12 bulan pascaovariektomi 3 bulan.
Co-Authors - Hernawati . Safrida ., Chairul A Yani A.S. Satyaningtijas ABADI SUTISNA Abdul Zahid Adawiah . Ade Sunarma Ade Sunarma Adi Winanto Adi Winarto Adi Winarto Agik Suprayogi Agus Oman Sudrajat Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara, Agus Wahyana Ahmad Subhan Ahmad Yani ahmad yani Aisjah Girindra Akhiruddin Maddu Alfred O. M. Dima Alifiana Fitrianingrum Almiahsari, Ashri Amrozi Andi Mu’nisa Andri Yanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto . Andriyanto A Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto, Andriyanto Andriyanto Anggraeni, Henny Endah Anita Esfandiari Anuraga Jayanegara Arief Boediono Aryani Satyaningtijas Aswani, Tuti Aulia Andi Mustik Aulia Andi Mustika Aulia Andri Mustika Aurelia, Sharon Awaludin Azam B. Zaidy B P Purwanto B. P. Purwanto Bagus Priyo Purwanto Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi BAMBANG KIRANADI Bambang Pontjo Priosoeryanto Benny Heltonika Bondan Achmadi Cece Sumantri Chairul - Chairul Chairul Chairun Nisa Chatarina Umbul Wahyuni Christina Clarice Leksono Cut Dara Dewi Damiana Rita Ekastuti Daniel Happy Putra Debby Jacqualine Jochebed Rayer Dedy D. Solihin Deni Noviana Deni Radona, Deni Desrial DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agung Priyono Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ratih Agungpriyono Diah Nugrahani Pristihadi Diky Yuliansah Diky Yuliansah Dwi Gunadi Dwi Setyaningsih Dwi Utari Rahmiati Dyah Iswantini Edwin Ligia Sastra Ekowati Handharyani Elpita Tarigan Elpita Tarigan Elpita Tarigan Elpita Tarigan Erli Chandra Etih Sudarnika Evy Ayu Arida EVY AYU ARIDA Fachriyan H. Pasaribu Firda Agustin Firda Agustin Firda Agustin, Firda Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitria Senja Murtiningrum Friska Mery Montolalu Gandasari, Ira Agustina Dewi Ganjar Maulana Nugraha Ganjar Maulana Nugraha HADI SUNARYO Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Putra Hamdika Yendri Putra Hamdika Yendri Putra Hamny Sofyan Hasya, Karin katina Henni Syawal HERA MAHESHWARI Hera Maheswari, Hera Hernawati Hernawati Hesti Wahyuningsih Huda Shalahudin Darusman Hurip Pratomo Hurip Pratomo Husna, Hanifati I Ketut Mudite I Komang Gede Wiryawan Iman Hernaman Iman Supriatna Irarang, Yusa Irfan Nurhidayat, Irfan Irma Herawati Suparto Irzaman, Irzaman Isdoni Bustaman Jakaria Jakaria Jihan Fadilah Rachman Nurullah Jola J.M.R. Londok Joni Haryadi, Joni Kapelle, Imanuel B. D. Kardiyo Praptokardiyo Kasiyati Kasiati Ketut Adnyane Mudite Kharisma Mardathilah Kharisma Mardathilah Kiranadi Bambang koekoeh santoso Koeswinarning Sigit Komang G. Wiryawan Komariah Komariah Komariah Krido Brahmo Putro Kusdiantoro Mohamad Kusumorini Nastiti Kusumorini Nastiti La Eddy La Jumadin Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Widi Leliana Widi Lendrawati Lendrawati Leo Sapelani Soinbala Lies Parede Lina Noviyanti Sutardi Lis Rosmanah Livana Dethris Rawung Lucia Johana Lambey M. Zairin Junior M.Y Sumaryadi Madyastuti, Rini Maneewong, Sattabongkoch Mardathilah, Kharisma Mas Yedi Sumaryadi Masriani . Meillisa C. Mainassy Mia Fitriana, And Mien Th. R. Lapian Mohamad Hasil Tamzil Mohamad Yamin Mohamad Yogie Hendrawan Mohammad Miftahurrohman Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhaimin Hamzah MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Junior Zairin Muhammad Rizki Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr. Murniaty Simorangkir Mustika, Aulia A. Nabila Martha Ludi Miftahurahma Nahrowi Nahrowi Nastiti Kusomorini Nastiti Kusomorini Nastiti Kusumorini Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI NASTITI KUSUMORINI Ni Made Ria Isriyanthi Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nurhidayat - Nurhidayat, Nurhidayat Odang Carman Ong Huey, Lynette Pollung Hasiholan Siagian PONIMAN PONIMAN Pudji Achmadi Purwantiningsih Sugita Putra, Hamdika Yendri Putut I. Pudjiono R G Sianturi Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi Rahminiwati, Min Rarah Ratih Adjie Maheswari Resi Milna Revolson Mege Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Ridi Arif RIDWAN AFFANDI Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Risna Anggraeni Ronny Rachman Noor Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosmanah, Lis Rudi Priyanto Rudi Priyanto Rudy Priyanto Rukmiasih Rukmiasih Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sabri Mustafa Safrida Safrida SATA YOSHIDA SRIE RAHAYU Sela Septima Mariya Sharon Aurellia Silmy Kamila Widyanti Silmy Kamila Widyanti Sitti Wajizah Sitti Wajizah Sri Catur Setyawatiningsih Sri Catur Setyawatiningsih Sri Nuryati Sri Subekti Subangkit, Mawar Suhendro, Ikhsan Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiaty Aiba Sunarno . Sunarno s Sunarno s Supiyani, Atin Sutiastuti Wahyuwardani Sutiastuti Wahyuwardani SYAHRUN HAMDANI NASUTION Tarigan, Ronald TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN TATI NURHAYATI Tiltje Andretha Ransaleleh TOHA SUTARDI Toto Toharmat Tri Budhi Murdiati Tri Budhi Murdiati Tuti Aswani Tutik Wresdiyati Umi Cahyaningsih Uus Saepuloh UUS SAEPULOH Wahyuni, Sri Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widi, Leliana Nugrahaning wirahadikesuma, ikhwan Wirahadikesuma, Ikhwan Wirahadikesuma Wiranda G Piliang Wiranda G Piliang Wiranda G. Piliang Wiwin Winarsih Y. Hadiroseyani Yayuk Sri Rahayu Yendri, Hamdika Yetmaneli, Yetmaneli Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yulia Yellita Yuliansah, Diky Yulvian Sani yuri, Nurasmi yuri Yusa Irarang Yusa Irarang Yusa Irarang Yusfiati Yusfiati Yuvensius Yuvensius Zora, Nelda Fliza Zulfa Zakiah