Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus Gizi Kurang dan Stunting pada Anak Usia 34 Bulan di Desa Mamplam Puskesmas Nibong Azari, Ayu Pramita; Hasibuan, Aulia Arista; Zara, Noviana; Mardiati, Mardiati; Sahputri, Juwita; Surayya, Rahmi; Siregar, Sarah Rahmayani; Sari, Bungsu Keumala
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.8088

Abstract

Masalah gizi kurang dan stunting pada anak balita masih menjadi masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah gizi secara langsung disebabkan oleh asupan yang kurang dan penyakit infeksi. Di Indonesia, jumlah balita gizi buruk dan gizi kurang menurut Riskesdas 2018 masih sebesar 17,7%. Prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Riskesdas 2018 juga menunjukkan 30,8% balita menderita stunting dan 29,9% baduta pendek dan sangat pendek. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian buruk dan gizi kurang, dan stuntingbaik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 34 bulan di desa Mamplam tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 3 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi kurang dan stunting ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah didiagnosis, pasien yang edukasi, pemberian makanan tambahan dari puskesmas, melakukan pengamatan pertumbuhannya serta menganalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah.Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 9,2 kg dan TB 84,4 cm dan langsung dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan, pada kunjungan kedua tidak didapatkan pertambahan dari status gizi pasien. Setelah selang 2 minggu didapatkan pertambahan berat badan pasien menjadi 9,7 kg dengan tinggi badan yang masih sama. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi kurang dan stunting pada usia 34 bulan antara lain adalah pengetahuan dan pendidikan ibu, ekonomi keluarga, perilaku dan lingkungan.
Upaya Pengelolaan TB Paru Kasus Baru dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga pada Pasien Perempuan Usia 65 tahun di Puskesmas Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara Jannah, Jauza Raudhatul; Zara, Noviana; Husna, Cut Asmaul; Sayuti, Muhammad; Fardian, Nur; Fitriani, Julia; Mardiati, Mardiati; Sahputri, Juwita; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabiilah, Anis En
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10017

Abstract

Pasien perempuan berusia 65 tahun mengelukan keluhan sesak nafas. Sesak nafas mulai dirasakan oleh pasien semenjak seminggu yang lalu dan memberat sejak 3 hari yang lalu. Sesak nafas tidak dipengaruhi oleh cuaca, debu, dan tidak disertai sianosis.  Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak yang mulai dirasakan sejak 3 bulan yang lalu dan memberat dalam 1 bulan ini. Pasien juga mengeluhkan demam naik turun, sudah mengalami demam naik turun sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengatakan sering keringat malam walaupun cuaca dingin dan tanpa aktifitas selama 5 bulan. Pasien juga mengatakan bahwa terjadi penurunan berat badan yang signifikan sekitar 5 kg dalam 3 bulan ini.  Pasien dibawa ke puskesmas. Selanjutnya dari puskesmas pasien dirujuk ke RSU Cut Mutia untuk mendapatkan pengobatan dan dilakukan pemeriksaan lanjutan Tes Molekuler Cepat (TCM). Setelah itu pasien didiagnosa dengan TB Paru dan diberikan terapi OAT selama 6 bulan. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik serta hasil pemeriksaan penunjang dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk memperbaiki kualitas hidup dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut pada pasien.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGIS ANTARA ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL MUCINOUS DAN NON-MUCINOUS DI MAKASSAR TAHUN 2021-2023 Rasyid, Nur Rahmah; Miskad, Upik Anderiani; Cangara, Muhammad Husni; Wahid, Syarifuddin; Achmad, Djumadi; Tawali, Suryani; Mardiati, Mardiati
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.248

Abstract

ABSTRAK Adenokarsinoma kolorektal terdiri dari dua subtipe utama, yaitu mucinous dan non-mucinous, dengan karakteristik klinikopatologis yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting untuk menentukan prognosis dan pendekatan terapi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan klinikopatologis, termasuk grading Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), antara adenokarsinoma mucinous dan non-mucinous. Studi cross-sectional ini melibatkan 24 pasien adenokarsinoma kolorektal di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar (2021-2023). Sebanyak 12 pasien dengan adenokarsinoma mucinous dan 12 pasien dengan adenokarsinoma non-mucinous dianalisis. Uji Chi-square digunakan untuk menilai perbedaan grading TILs dan variabel klinikopatologis lainnya, dengan p < 0,05 dianggap signifikan. Grading TILs secara signifikan lebih tinggi pada adenokarsinoma non-mucinous dibandingkan mucinous (p = 0,002). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada usia (p = 0,640), jenis kelamin (p = 0,667), invasi limfovaskular (p = 1,000), metastasis nodus limfatik (p = 0,372), tumor budding (p = 0,372), pT (p = 0,457), dan lokasi tumor (p = 0,148). Grading TILs yang lebih tinggi pada adenokarsinoma non-mucinous menunjukkan respons imun yang lebih kuat. Hasil ini dapat membantu personalisasi strategi terapi pada adenokarsinoma kolorektal. Kata Kunci: Adenokarsinoma kolorektal, mucinous, non-mucinous, Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), klinikopatologi. ABSTRACT Colorectal adenocarcinoma consists of two main subtypes: mucinous and non-mucinous, with distinct clinicopathological characteristics. Understanding these differences is important for determining prognosis and appropriate therapeutic approaches. This study aims to evaluate the clinicopathological differences, including Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) grading, between mucinous and non-mucinous colorectal adenocarcinoma. This cross-sectional study involved 24 colorectal adenocarcinoma patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar (2021-2023). Twelve patients with mucinous adenocarcinoma and 12 with non-mucinous adenocarcinoma were analyzed. Chi-square tests were used to assess differences in TILs grading and other clinicopathological variables, with p < 0.05 considered significant. TILs grading was significantly higher in non-mucinous adenocarcinoma compared to mucinous (p = 0.002). No significant differences were found in age (p = 0.640), gender (p = 0.667), lymphovascular invasion (p = 1.000), lymph node metastasis (p = 0.372), tumor budding (p = 0.372), pT classification (p = 0.457), and tumor location (p = 0.148). Higher TILs grading in non-mucinous adenocarcinoma indicates a stronger immune response. These findings may assist in personalizing therapeutic strategies for colorectal adenocarcinoma patients. Keywords: Colorectal adenocarcinoma, mucinous, non-mucinous, Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), clinicopathological analysis.
Pemberian Edukasi Stunting Kepada Masyarakat Desa Keutapang Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Mardiati, Mardiati; Sinulingga, Alysha Nola; Usrah, Cut Hafidzah; Naslya, Azizan; Muhammad, Oktaduta; Salsabila, Aisyah; Nasywa, Irandary; Anjani, Khania Vascia; Aniyah, Mughni; Nasution, Muhammad Alwi; Aulia, Nurbalqis; Syifa, Siti
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i2.18909

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berkaitan dengan kekurangan gizi di masa lalu yang dapat berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, serta verbal anak. Intervensi pada stunting penting dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Berdasarkan laporan Global Nutrition Report tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat 108 dari 132 negara dalam prevalensi stunting. Sementara Provinsi Aceh menempati urutan keempat tertinggi di tingkat nasional. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan beberapa upaya pencegahan stunting, termasuk pemberian kepada remaja putri berupa tablet tambah darah (TTD), makanan tambahan kepada ibu hamil, serta tambahan makanan berupa protein hewani untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Kegiatan pemberian edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2024 di Meunasah Desa Keutapang oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Materi edukasi disampaikan kepada peserta yang hadir di Pos Layanan Terpadu (Posyandu). Edukasi diawali dengan cara diskusi mengenai pemahaman peserta edukasi terkait stunting dilanjutkan dengan ceramah yang membahas definisi, penyebab, gejala, dampak, pencegahan stunting, dan diakhiri dengan pembagian leaflet.
Pengaruh Beban Kerja, Disiplin dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan PT Citra Mandiri Distribusindo di Kota Batam Mardiati, Mardiati; Suhardi, Suhardi
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 7, No 1 (2024): January - June
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v7i1.6265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, disiplin kerja, motivasi kerja terhadap kinerja karyawan departemen sales pada PT Citra Mandiri Distribusindo di Kota Batam. karyawan departemen sales yakni supervisor manager sales, supervisor sales, sesko dan sales. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik kuantitatif dan sampel yang digunakan sebanyak 108 responden dengan metode pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner. Teknik analisis menggunakan uji statistik deskriptif, kualitas data berupa uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik berupa normalitas, multikoliniearitas dan heterokedastisitas, uji pengaruh yakni uji regresi linear berganda dan uji koefisien determinasi serta uji hipotesis yang berupa uji t dan uji f. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda untuk variabel beban kerja berpengaruh sebesar 0,632 atau 63,2% terhadap kinerja karyawan, variabel disiplin kerja berpengaruh sebesar 0,246 atau 24,6% terhadap kinerja karyawan, variabel motivasi kerja berpengaruh sebesar 0,679 atau 67,9% terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, variabel beban kerja, disiplin kerja, motivasi kerja terhadap kinerja karyawan departemen sales pada PT Citra Mandiri Distribusindo di Kota Batam sebesar 0,607 atau 60,7%. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh lah kesimpulan bahwa variabel beban kerja, disiplin kerja, motivasi kerja berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan departemen sales pada PT Citra Mandiri Distribusindo di Kota Batam Kata Kunci: Beban Kerja, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Pengobatan Demam Tifoid Anak Di RSUD Cut Meutia Aceh Utara 2022 Yuziani, Yuziani; Adri, Adri; Mardiati, Mardiati
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.74.3-2024-1456

Abstract

Introduction: Typhoid fever is a systemic disease caused by bacterial infection, so rational use of antibiotics is important in the treatment of typhoid fever to support effectiveness and prevent antibiotic resistance. The aim of this study was to assess the rationality of antibiotic use in pediatric typhoid fever patients at the Cut Meutia Regional General Hospital, North Aceh using the Gyssens method based on IDAI and Ministry of Health guidelines.Method: This research is descriptive. Samples were taken using purposive sampling technique and time limited sampling method. The samples in this study were medical records of pediatric typhoid fever patients in the inpatient room of Cut Meutia Hospital, North Aceh 2022.Results: The results obtained ceftriaxone as the most commonly administered antibiotic, followed by cefixime, and quinolones. For rationality, there was ceftriaxone classified as category 0 as much as 4,4%, Category II A in ceftriaxone and cefixime as much as 17,5%, category II B in ceftriaxone as much as 0,6%, category III B in ceftriaxone and cefixime as much as 51,2%, category IV B in quinolones as much as 6,9%, and category VI in incomplete medical records as much as 19,4%.Conclusion: The conclusion of this study is that the most frequently used antibiotic is ceftriaxone, while the level of rationality indicates a significant proportion of irrational use.
Studi Kasus Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Usia 14 Bulan di Desa Blang Dalam Baroh Puskesmas Nisam Tahun 2022 Nashirah, Arini; Arif, Muhammad Fathul; Zara, Noviana; Fardian, Nur; Fitriani, Julia; Mardiati, Mardiati; Sayuti, Muhammad; Sahputri, Juwita; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabiilah, Anis En
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10113

Abstract

Gizi buruk adalah kondisi kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menderita sakit yang begitu lama. Gizi buruk umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun (Balita) yang disebabkan oleh banyak faktor. Gambaran dari status gizi buruk yang kronik sejak awal kehidupan dapat menyebabkan stunting. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai  tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. A laki-laki berusia 14 bulan di Desa Blang Dalam Baroh tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk dan stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga dengan hasil perbaikan di akhir kunjungan. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 5,5 kg, kunjungan kedua 5,45 kg, kunjungan ketiga 6,85 kg. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk dan stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.
PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DENGAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GURU MENGELOLA KELAS YANG BERORIENTASI PADA KEARIFAN LOKAL Wahyudi, Muhammad Dian; Dina, Risma; Mardiati, Mardiati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya mutu pada sekolah menjadi faktor penting dalam pendidikan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berani, jujur, bertanggungjawab, optimis, terampil, berperilaku kooperatif, ulet, disiplin, dan berintegritas. Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan realisasi dari Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat 1 yang berisi bahwa “kurikulum tingkat satuan pendidikan dari SD sampai SMA atau yang sederajat dikembangkan dengan satuan pendidikan, peserta didik, sosial budaya dan potensi daerah masing-masing”. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan mutu dengan mengembangkan Keterempilan guru mengelola kelas berorientasi kearifan lokal. Dengan orientasi kearifan lokal yang dimiliki oleh Sekolah di Indonesia tentu alangkah baiknya jika hal ini menjadi ciri khas yang harus dikembangkan. Keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar sangat menentukan pemahaman siswa dalam belajar, dengan menggunakan berbagai macam media pembelajaran baik vidio, poster, dan simbol-simbol budaya akan membantu siswa mengembangkan potensinya, baik dalam belajar maupun bekarya. Urgensi dalam pengabdian ini adalah kegiatan pendampingan ini dilakukan untuk membantu sekolah dalam meningkatkan mutu secara sistematis dan berkelanjutan berorientasi kearifan lokal. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan sekolah dasar swasta islamiyah melalui peningkatan keterampilan guru mengelola kelas berorientasi kearifan lokal yang salah satunya dengan mengadakan kegiatan pendampingan penyelenggaraan kegiatan eksplorasi budaya dengan teknologi. Dengan terlaksananya pengabdian ini dengan kegiatan workshop, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya keterampilan guru-guru Sekolah Dasar Swasta Islamiyah berorientasi kearifan lokal dalam mata pelajaran yang disampaikan.
Peduli Stunting Sri Zulhayana; Mardiati, Mardiati
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode Agustus 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v2i02.4586

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dibandingkan dengan masalah underweight dan wasting, stunting menjadi masalah gizi yang paling serius.  Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Mahasiswa KKN STKIP Budidaya Binjai yang merupakan mahasiswa peduli stunting telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan tepat sasaran dengan instansi terkait dan beberapa kegiatan seperti workshop/penyuluhan dan penyajian menú Dashat sehingga diharapkan dari kegiatan ini mampu memberikan sumbangsih dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, asupan makanan bergizi, dan praktik pengasuhan anak yang sehat. Hal ini tercermin dalam partisipasi aktif ibu-ibu hamil dan keluarga dalam program, penerimaan informasi pendidikan tentang gizi dan kesehatan, serta pelaksanaan praktik sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan TPK telah memperkuat kinerja TPK dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting. Selain itu, masyarakat juga telah meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pola hidup sehat, asupan makanan bergizi, dan praktik pengasuhan anak yang sehat. Program ini memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta ibu hamil di Kelurahan Tunggurono Kota Bin Martoba Kecamatan Siantar Utara.
Peduli Stunting Sri Zulhayana; Mardiati, Mardiati
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Artikel Periode Agustus 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v2i02.4586

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dibandingkan dengan masalah underweight dan wasting, stunting menjadi masalah gizi yang paling serius.  Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Mahasiswa KKN STKIP Budidaya Binjai yang merupakan mahasiswa peduli stunting telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan tepat sasaran dengan instansi terkait dan beberapa kegiatan seperti workshop/penyuluhan dan penyajian menú Dashat sehingga diharapkan dari kegiatan ini mampu memberikan sumbangsih dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, asupan makanan bergizi, dan praktik pengasuhan anak yang sehat. Hal ini tercermin dalam partisipasi aktif ibu-ibu hamil dan keluarga dalam program, penerimaan informasi pendidikan tentang gizi dan kesehatan, serta pelaksanaan praktik sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan TPK telah memperkuat kinerja TPK dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting. Selain itu, masyarakat juga telah meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pola hidup sehat, asupan makanan bergizi, dan praktik pengasuhan anak yang sehat. Program ini memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta ibu hamil di Kelurahan Tunggurono Kota Bin Martoba Kecamatan Siantar Utara.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Achmad, Djumadi Adri Adri afni, khairina Afni4, Khairina Ahmad Afandi Ahmad Zain Sarnoto Aisyah Salsabila Aja Nurul Huzaifah, Cut Aldi Bastiatul Fawait Fawait Alysha Nola Martiza Amanda, Salsabilah Dwi Andi Saputra Andi Saputra Angin, Arsip Perangi- Aniyah, Mughni Anjani, Khania Vascia Anna Oktaviana, Anna Annisa, Rifka Anshoriyah, Sofiyatul Apriyanto, Apriyanto Arif, Muhammad Fathul Arsyadi, Gunawan Arvian Frananta Aslam, Muhammad Audreya, Noerista Aulia, Nurbalqis Awaludin, Dipa Teruna Ayumi, Nadia Azari, Ayu Pramita Azizan Naslya Azmy, Ipal Balqis, Ferisha Aulia Baso Intang Sappaile, Baso Intang Br Tarigan, Ayu Permata Sari Busnawir Busnawir Cangara, Husni Chairina, Nanda Christinahadi, Agnes Dyah Cut Asmaul Husna Cut Asmaul Husna, Cut Asmaul Cut Hafidzah Usrah Cut Ita Zahara, Cut Ita Cut Khairunnisa D, Hamidah Debbyosha, Maulina Dewanto Dewanto Dewi Siregar, Zulfy Aswita Dina Haryati Dina, Risma Dony Andrasmoro Fahrunnisa, Tiara Firenza, Muhammad Dicky Fitriani, Julia Gamar Al Haddar, Gamar Al Gusfanny, Dio Hamdani, M. Rizqi Febri Hamidah Darma Haryati, Dina Hasibuan, Aulia Arista Ifa Safira Ika Yuniawati, Ika Ikhsan, Maulana Ikhsan, Ridhalul Irandary Nasywa Irwan Irwan Iswahyu Pranawukir Jannah, Jauza Raudhatul Julia Fitriany Julia Fitriany, Julia Julistia, Rini Julkifli, Julkifli Khairatunnisa Khairatunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khania Vascia Anjani Lubis, Muhammad Aziz Rizki Lubis, Putri Sabrina Maghfirah, Cut Zuhra Mardiana Mardiana Maulina Debbyousha Maulina, Fury Mauliza, Mauliza Meutia Maulina, Meutia Millizia, Anna Mughni Aniyah Muhammad Alwi Nasution Muhammad, Oktaduta Muna, Zurratul Mustika, Sukma Nabiilah, Anis En Namira, Isra Nashirah, Arini Naslya, Azizan Nasution, Muhammad Alwi Nasywa, Irandary Nazrah Siregar, Anisah Nelwan, Berti J Nelwan, Berti Julian Ni Ketut Sungowati, Ni Ketut Nisak, Sayida Khoiratun Nofirman, Nofirman novalia, vera Noviana Zara Nur Fardian, Nur Nur Hidayati Nur Latifah, Nur Nurbalqis Aulia Nurfika Asmaningrum Nurina Happy Nurmanda, Raudhatul Nurul Yaqin Oktaduta Muhammad Putri, Narisha Amelia Rahayu, Sari Rahmawani, Surya Rahmawati, Iis Rahmi Surayya Rahmia Dewi, Rahmia Raida, Raidatul Aufa Ramadhani, Fatia Dhaifina Rambe, Anugrah A Warid Rasyid, Nur Rahmah Ritonga, Nursyahfitri Rizki, Dara Gebrina Sahputri, Juwita Saidina, Tengku Mutiara Salsabila, Aina Salsabila, Aisyah Salsabila, Elsa Nur Santosa, Tomi Apra Saputri, Lilis Saputri, Yosi Anggela Sarah Amanda, Siti Sarah Rahmayani Siregar Sari, Bungsu Keumala Sari, Windy Dian Savitri, Dhannisa Ika Sawitri, Harvina Sayuti, Muhammad Sayuti, Muhammad Septina, Viola Sinulingga, Alysha Nola Sirait, Abadihon Fazli Siregar, Wina Yunida M Siregar, Zulfi Aswita Dewi Siregar, Zulfy Aswita Dewi SITEPU, DEWI sitepu, dewi rulia Sitepu, Dewi Rulia Br Sitepu, Ediaman Siti Syifa Soelistianto, Farida Arinie Solissa, Everhard Markiano Sri Hartati Sri Hartati Sri Wahyuni Sri Zulhayana Suhardi Suhardi Sukini, Sukini Surya Darma Surya Wibawa, Surya Suryono, Wiwid Susilawati, Enny Syafridah, Anita Syarifuddin Wahid Syifa, Siti Tawali, Suryani Tiangsa Sembiring, Tiangsa Unpris Yastanti, Unpris UPIK ANDERIANI MISKAD, UPIK ANDERIANI Usrah, Cut Hafidzah Utariningsih, Wheny Vera Novalia Wahyudi, Muhammad Dian Wahyuni, Siratul Wantu, Hasyim Mahmud Winiasri, Linda Winra Pratita, Winra Wirevenska, Ice Yamin, Amalia Yulia Ningsih Yusriati, Yusriati Yuziani, Yuziani Zahari, Cut Latifah