p-Index From 2021 - 2026
13.16
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Gramatika JPsd ( Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar ) Dinamika Jurnal Pendidikan Dasar Al Ishlah Jurnal Pendidikan Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal Metamorfosa Visipena Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Telaah Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT ABDIMAS SILIWANGI Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JISAE (Journal of Indonesian Student Assesment and Evaluation) ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Scope: Journal of English Language Teaching Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Studies in Learning and Teaching Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran JOLLT Journal of Languages and Language Teaching These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan IJORER : International Journal of Recent Educational Research Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Journal of Pragmatics and Discourse Research IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Widyaparwa DIMASATRA Studies in English Language and Education Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia @Artikulasi EDUCENTER JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan Progresif Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Mabasan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lentera Negeri Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEDAGOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA KREATIF PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Alfa Mitri Suhara; Vismaia S. Damayanti; Yeti Mulyati; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0c61j838

Abstract

ABSTRAK: Keterampilan membaca pada pendidikan abad 21 tidak terbatas hanya pada pemahaman literal namun menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, imajinatif, dan kreatif dalam menafsirkan serta merespons teks. Pendekatan pedagogi digital sebagai inovasi pembelajaran yang mengintergrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi media digital dalam mengekspresikan pemahamannya terhadap teks bacaan secara kreatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pedagogi digital dalam pembelajaran membaca kreatif pada peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan peserta didik pada SMAN 2 Padalarang dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan wawancara. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukan penggunaan media digital seperti video, platform kolaboratif (canva, google classroom), dan aplikasi kreatif lainnya mampu memberikan motivasi, meningkatkan keaktifan siswa dalam membaca serta memberikan ruang yang cukup fleksibel bagi guru dalam melakukan proses pembelajaran membaca kreatif. Dengan demikian, pedagogi digital berperan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan adaptif terhadap pembelajaran membaca kreatif peserta didik di SMA. Selain itu, pedagogi digital dapat menjadi inovasi pembejaran khususnya dalam kegiatan literasi di sekolah menengah atas. KATA KUNCI: pedagogi digital;  membaca kreatif; bahasa indonesia. THE ROLE OF DIGITAL PEDAGOGY IN CREATIVE READING LEARNING FOR HIGH SCHOOL STUDENTS   ABSTRACT: Reading skills in 21st-century education are no longer confined to literal comprehension but require learners to think critically, imaginatively, and creatively in interpreting and responding to texts. The digital pedagogy approach, as an instructional innovation that integrates technology into the learning process, enables students to explore digital media as a means of creatively expressing their understanding of reading materials. Therefore, this study aims to describe the role of digital pedagogy in creative reading instruction for senior high school students. This research employs a qualitative descriptive method, with teachers and students from SMAN 2 Padalarang as the subjects. The data were collected through observation sheets, questionnaires, and interviews. The findings indicate that the use of digital media such as videos, collaborative platforms (Canva, Google Classroom), and other creative applications can enhance students’ motivation and engagement in reading activities while also providing teachers with flexible space for facilitating creative reading instruction. In conclusion, digital pedagogy plays a significant role in fostering interactive, contextual, and adaptive learning environments for the development of students’ creative reading skills in senior high schools. Moreover, digital pedagogy presents a promising innovation, particularly in enhancing literacy practices at the secondary education level.  KEYWORDS: digital pedagogiy; creative reading; indonesian language. Diterima: 12 September 2025 Direvisi: 2 Oktober 2025 Disetujui: 2 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Suhara, A. M., Damayanti, V. S., Mulyati, Y., & Sastromiharjo, A. (2025). Peran pedagogi digital dalam pembelajaran membaca kreatif pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 540-553.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
GINOKRITIK TERHADAP NOVEL TANAH TABU KARYA ANINDITA S. THAYF (GYNOCRITICISM AGAINST TANAH TABU NOVEL BY ANINDITA S. THAYF) Sofiatin; Dadang Sunendar; Sumiyadi; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/t5s73771

Abstract

Penelitian berjudul Ginokritik terhadap Novel Tanah Tabu Karya Anindita S. Thayf bertujuan mengkaji tulisan perempuan yang menceritakan perempuan dengan menggunakan teori ginokritik dari Showalter (1981) hanya melalui model penulisan perempuan dan psikologi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa teks dari isi cerita novel Tanah Tabu. Intertekstual tulisan laki-laki dalam tulisan perempuan telah hadir sejak permulaan abad 20. Namun, sejumlah besar pengarang perempuan pada Angkatan 2000 menunjukkan kemandirian mereka dalam menggunakan penulisan biologi, bahasa, psiklogi, dan budaya perempuan. Intertekstual feminisme laki-laki dalam novel pengarang perempuan Angkatan 2000 mulai menghilang. Hal ini adalah entitas dari kemandirian feminisme pengarang perempuan. Itu artinya, pengarang perempuan mampu menghasilkan teks sendiri yakni, tidak mengadopsi kembali ciri khas tulisan laki-laki ke dalam karya mereka. Salah satu kemandirian tersebut terdapat pada novel Tanah Tabu karangan Anindita S. Thayf. Sebagai penyampai pesan, Thayf banyak menghasilkan teks bermuatan psikologi pada karyanyanya. Berdasarkan kajian, ditemukan 75 buah teks lisan dan tulisan bermuatan psikologi pada beberapa tokoh perempuan. Hal itu merupakan cerminan dari psikologi Thayf sebagai pengarangnya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dosen dan mahasiswa pada mata kuliah kajian prosa fiksi, dan dapat dijadikan rujukan bagi para peneliti lain dengan sumber data berbeda namun pendekatan serupa.
DESAIN PENGEMBANGAN MODEL CR2C (CONSTRUCTIVE RESPONSIVE READING COMPREHENSION) BERBASIS LITERASI DIGITAL DALAM MEMBACA PEMAHAMAN DI PERGURUAN TINGGI Ida Hamidah; Andoyo Sastromiharjo; Yeti Mulyati; Vismaia Sabariah Damaianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ssdg1043

Abstract

ABSTRAK: Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kemampuan membaca yang rendah. Keterampilan abad 21 berorientasi pada segala hal yang bersifat digital, begitupun dalam hal membaca di kalangan mahasiswa. Model CR2C (Constructive Responsive Reading Comprehension) merupakan suatu model membaca interaktif yang diselaraskan dengan strategi membaca pemahaman responsif konstruktif dalam teks digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman dengan (collection, reduction, display, dan conclusion drawing/ veryfiying). Penelitian ini menghasilkan suatu analisis kebutuhan yaitu kebutuhan/keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (Wants). Hasil yang diproleh dari penelitian ini adalah kemampuan memahami teks digital mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan yang berada pada kategori sangat rendah (5.48). Kompetensi pemahaman tertinggi terletak pada pemahaman literal pemahaman terendah terletak pada pemahaman apresiasi. Berdasarkan data yang diproleh, belum ada model yang mengarahkan mahasiswa untuk menjelajahi ruang informasi dan hyperlink di internet , begitupun dengan panduan menemukan dan menentukan suatu sumber yang relevan dan terpercaya. Dari hasil tersebut disusunlah suatu sintaks model beserta deskripsi langkah-langkahnya sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan lagi oleh peneliti lain.
Konstruksi Realitas Politik Hukum Indonesia dalam Podcast Bocor Alus Politik Tempo.co Helni Sadiyah; Dadang S. Anshori; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qe7cpx02

Abstract

Kemunduran demokrasi dan pelemahan hukum selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadi topik hangat yang dibahas media sosial, termasuk dalam Podcast Bocor Alus Politik di kanal YouTube tempodotco. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas politik hukum Indonesia era Jokowi melalui pendekatan penelitian kualitatif analisis konten. Data berupa teks hasil transkrip rekaman video yang dianalisis menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk (1988), mencakup tiga dimensi wacana: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Sumber data diambil dari video YouTube Podcast Bocor Alus Politik episode Nilai Rocky Gerung untuk 10 Tahun Jokowi: Dinasti Politik dan Warisan Beban untuk Prabowo Subianto, yang tayang pada 26 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks dalam podcast menggunakan gaya bahasa metafora dan retoris untuk menekankan penilaian kritis terhadap kebijakan politik hukum Jokowi, dengan menyoroti penurunan demokrasi dan praktik dinasti politik. Dimensi kognisi sosial merepresentasikan pengetahuan mengenai peran Jokowi sebagai Presiden yang gagal menjalankan demokrasi dan harapan untuk Prabowo memulihkan kembali nilai-nilai demokrasi. Dimensi konteks sosial memperlihatkan peran media massa dalam mempengaruhi opini publik dengan menciptakan ruang diskusi kritis menggunakan media digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut mengenai peran media digital dalam membangun konstruksi realitas sosial di Indonesia, khususnya pada platform media sosial.
DARI SIMBOL PERLAWANAN KE ISU DISINTEGRASI PADA PEMBERITAAN PENGIBARAN BENDERA ONE PIECE: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Aisyah Putri Rahma Siregar; Andoyo Sastromiharjo; Encep Kusumah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.476

Abstract

ABSTRAK: Studi ini mengkaji fenomena seputar pengibaran bendera One Piece salama perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) Model Fairclough untuk mengeksplorasi implikasinya. Penelitian ini menyelidiki bagaimana peristiwa ini, yang awalnya merupakan simbol perlawanan, dibingkai sebagai ancaman potensi disintegrasi nasional oleh pemerintah melalui media massa. Studi ini menganalisis wacana masyarakat dan pemerintah dari media massa dan media sosial. Analisis berfokus pada tiga dimensi: teks, diskursus, dan praktik sosial-budaya. Analisis Tekstual mengidentifikasi pola linguistik dalam tanggapan pemerintah, mengkategorikannya sebagai represif, eduaktif, dan moderat. Dimensi diskursus menganalisis bagaimana media memproduksi wacana, sedangkan dimensi sosial-budaya mengkontekstualisasikan peristiwa dalam isu-isu nasionalisme, budaya populer, dan globalisasi yang lebih luas. Data dikumpulkan dari artikel berita online (Kompas.com, Detik.com, Antara News) dan platform sosial media (Instagram, TikTok, X) antara 1-17 Agustus. Temuan mengungkapkan bentrokan antara nasionalisme yang didukung negara dan ekspresi budaya populer. Wacana pemerintah menekankan pelanggaran hukum dan etika. sebaliknya, komentar masyarakat di media sosial menafsirkan peristiwa tersebut sebagai bentuk perlawanan simbolis. Studi ini menyimpulkan bahwa pembingkaian fenomena pengibaran bendera One Piece sebagai ancaman disintegrasi adalah konstruksi diskursif dari cerminan objektif dari realitas sosial masyarakat. ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari partisipatif terhadap identitas nasional di era demokrasi digital. KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Budaya Populer; Nasionalisme; Norman Fairclough   FROM A SYMBOL OF RESISTANCE TO THE ISSUE OF DISINTEGRATION IN THE REPORTING OF THE RAISING OF THE ONE PIECE FLAG: AN ANALYSIS OF FAIRCLOUGH'S CRITICAL DISCOURSE.   ABSTRACT: This study examines the phenomenon surrounding the raising of the One Piece flag during the celebration of Indonesia's 80th Independence Day, using the Fairclough Model's Critical Discourse Analysis (CDA) to explore its implications. This study investigates how this event, which was originally a symbol of resistance, was framed as a threat of potential national disintegration by the government through the mass media. This study analyzes public and government discourse from mass media and social media. The analysis focuses on three dimensions: text, discourse, and socio-cultural practices. Textual Analysis identifies linguistic patterns in government responses, categorizing them as repressive, educative, and moderate. The discourse dimension examines how the media produces discourse, while the socio-cultural dimension contextualizes events in issues of nationalism, popular culture, and broader globalization. Data was collected from online news articles (Kompas.com, Detik.com, Antara News) and social media platforms (Instagram, TikTok, X) between August 1-17. The findings reveal a clash between state-backed nationalism and popular cultural expressions. The government's discourse emphasizes violations of the law and ethics. Instead, public comments on social media interpreted the event as a form of symbolic resistance. This study concludes that the framing of the One Piece flag-raising phenomenon as a threat of disintegration is a discursive construction of an objective reflection of society's social reality. This highlights the need for a more inclusive approach from participatory to national identity in the era of digital democracy. KEYWORDS: Chitical Discourse Analysis; Pop Culture; Nationalism; Norman Fairclough
INTEGRASI LITERASI FINANSIAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Yani Andriyani Gustina; Yeti Mulyati; Vismaia S. Damaianti; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.490

Abstract

ABSTRAK: Literasi finansial merupakan keterampilan esensial abad ke-21 yang sangat penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mengingat mereka sedang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja dan berhadapan langsung dengan kondisi ekonomi. Namun, praktik pendidikan menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual siswa tentang literasi finansial dan penerapannya dalam perilaku keuangan sehari-hari, serta keterbatasan integrasi literasi finansial dalam pembelajaran lintas mata pelajaran, khususnya Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan literasi finansial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK dengan memperhatikan pandangan guru serta tingkat kesadaran finansial siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, didukung oleh data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket kepada 35 siswa dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia di SMKN 1 Cipanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran konseptual yang cukup baik mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, namun belum diikuti oleh kebiasaan finansial yang konsisten. Selain itu, penggabungan literasi finansial dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia masih sangat minim, meskipun para siswa menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap pembelajaran yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan peran strategis guru Bahasa Indonesia dalam mengintegrasikan literasi finansial melalui pembelajaran berbasis teks dan pengalaman nyata. Disimpulkan bahwa integrasi literasi finansial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berpotensi meningkatkan kesadaran finansial siswa sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK apabila didukung oleh strategi pedagogis yang tepat. KATA KUNCI: pembelajaran Bahasa Indonesia; literasi finansial; pembelajaran kontekstual; Sekolah Menengah Kejuruan   INTEGRATION OF FINANCIAL LITERACY IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS     ABSTRACT:  Financial literacy is an essential 21st-century skill that is very important for Vocational High School (SMK) students, considering that they are being prepared to enter the world of work and deal directly with economic conditions. However, educational practices show that there is a gap between students' conceptual understanding of financial literacy and its application in daily financial behavior, as well as the limitations of integrating financial literacy in cross-subject learning, especially Indonesian. The purpose of this study is to evaluate the application of financial literacy in Indonesian language learning in vocational schools by paying attention to the teacher's views and the level of students' financial awareness. The method used in this study is qualitative descriptive, supported by descriptive quantitative data. Data was collected through questionnaires to 35 students and interviews with Indonesian teachers at SMKN 1 Cipanas. The results showed that students had a fairly good conceptual awareness of the importance of financial management, but were not followed by consistent financial habits. In addition, the incorporation of financial literacy in the Indonesian learning process is still very minimal, although students show great interest in learning that is directly in contact with daily life. These findings affirm the strategic role of Indonesian teachers in integrating financial literacy through text-based learning and real-life experiences. It is concluded that the integration of financial literacy in Indonesian learning has the potential to increase students' financial awareness while strengthening the relevance of Indonesian learning in vocational schools if supported by the right pedagogical strategy. KEYWORDS: Indonesian Language learning; financial literacy; contextual learning; Vocational High School
Critical Literacy in Literacy Studies as Global Research: Bibliometrics Analysis Nouval Rumaf; Dadang S. Anshori; Vismaia S. Damaianti; Andoyo Sastromiharjo; Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.39795

Abstract

This study examines critical literacy as one of the important elements of literacy research in the global digital era using a bibliometric analysis approach. The background of this study shows that literacy development not only focuses on basic skills but also extends to important aspects needed to deal with the flood of information in the multimedia era. The purpose of this article is to analyse global research on the topic of critical literacy in the field of literacy studies. This study uses a qualitative method with data-based bibliometric analysis techniques from Dimensions and Publish or Perish, which are analysed using VOSviewer. The method used in analysing Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis. The data collected are scientific articles with the keyword Critical Literacy, which were collected from the Dimensions database on June 29, 2023, with a publication year limit of 2019–2023. The data extraction results presented in the form of the number of publications, citations, research fields, journals, and authors. Furthermore, in the VOSviewer analysis, the presentation focuses on Network visualisation for co-occurrence, Overlay visualisation for co-occurrence, Density visualisation for co-occurrence, and Network visualisation for co-authorship. So that it results in the conclusion that the topic of critical literacy in the field of literacy studies which is global research still provides opportunities for other researchers to continue to develop this research trend through online publications, by linking critical literacy with other topics such as literacy education, digital technology, digital thinking skills, and covid.
Implementing PROFIT syntax for authentic financial literacy writing instruction Yani Andriyani Gustina; Yeti Mulyati; Vismaia S. Damaianti; Andoyo Sastromiharjo
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020266719

Abstract

This study examines the implementation of the PROFIT (Problem Orientation, Reflection, Organization, Facilitation, Interaction, Transformation) syntax, developed from the Authentic Learning Experiences model with Financial Literacy content (ALE-LF), in vocational writing instruction. The ALE-LF model supports real-life, experience-based learning relevant to vocational students, particularly in connecting writing skills with financial contexts. Using a Research and Development (R&D) approach, the study involved preliminary research, prototype development, and assessment phases with 32 eleventh-grade students and two Indonesian language teachers at SMK Sinar Parahyangan. Financial literacy was integrated through observation report writing based on simple financial projects, with teachers acting as facilitators and reflective partners. The model was validated by vocational education academics and practitioners. Challenges included teachers’ adaptation to project-based approaches and time limitations. The PROFIT syntax was most effective during the Organization, Interaction, and Transformation stages, improving writing structure, idea cohesion, and reflective expression. The model is pedagogically feasible, though findings are limited to similar vocational contexts.
Teks Aritmetika Sosial sebagai Bahan Ajar Membaca Pemahaman untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Mekar Ismayani; Vismaia Sabariah Damaianti; Yeti Mulyati; Andoyo Sastromiharjo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8230

Abstract

The low numeracy literacy of students in Indonesia poses a challenge in the field of education, particularly in understanding mathematical concepts in real-life contexts. This study aims to analyze social arithmetic texts as instructional materials for reading comprehension in an effort to improve students' numeracy literacy. The research employs both quantitative and qualitative analysis by measuring text readability using the Flesch-Kincaid Grade Level, SMOG Index, and Cloze Test. Additionally, the text structure is analyzed based on information presentation patterns, and text effectiveness is tested through reading comprehension and numeracy literacy assessments among middle school students. The findings indicate that texts with a systematic structure, simple language, and context-based examples exhibit better readability and are more effective in enhancing students' numeracy comprehension. Moreover, a positive correlation is observed between text readability and numeracy comprehension scores, where students who read highly readable texts achieve better comprehension scores. The implications of this study suggest that the development of social arithmetic teaching materials should consider readability aspects, text structure, and the use of visual illustrations to enhance student understanding. Thus, the optimal utilization of social arithmetic texts can serve as an effective strategy to significantly improve students' numeracy literacy while also functioning as reading comprehension materials based on numeracy literacy. Abstrak Rendahnya literasi numerasi siswa di Indonesia menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, terutama dalam memahami konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks aritmetika sosial sebagai bahan ajar membaca pemahaman dalam upaya meningkatkan literasi numerasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif dengan mengukur keterbacaan teks menggunakan Flesch-Kincaid Grade Level, SMOG Index, dan Cloze Test. Selain itu, struktur teks dianalisis berdasarkan pola penyajian informasi, dan efektivitas teks diuji melalui tes pemahaman membaca serta literasi numerasi pada siswa SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks dengan struktur yang sistematis, bahasa sederhana, dan contoh berbasis konteks kehidupan sehari-hari memiliki tingkat keterbacaan yang lebih baik dan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman numerasi siswa. Selain itu, terdapat korelasi positif antara keterbacaan teks dan skor pemahaman numerasi, di mana siswa yang membaca teks dengan keterbacaan tinggi memperoleh skor pemahaman yang lebih baik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar aritmetika sosial perlu mempertimbangkan aspek keterbacaan, struktur teks, serta penggunaan ilustrasi visual untuk meningkatkan pemahaman siswa. Dengan demikian, pemanfaatan teks aritmetika sosial yang optimal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa secara signifikan sekaligus menjadi bahan membaca pemahaman berbasis literasi numerasi.
Profil Pembelajaran Membaca di Sekolah Menengah Atas sebagai Landasan Pengembangan Model Pembelajaran Kreatif melalui Pedagogi Digital Alfa Mitri Suhara; Vismaia S. Damayanti; Yeti Mulyati; Andoyo Sastromiharjo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8492

Abstract

This study aims to examine the profile of reading instruction in senior high schools as a basis for the development of a creative learning model grounded in digital pedagogy. A qualitative descriptive research design was employed, involving teachers and students from SMAN 1 Padalarang, SMAN 2 Padalarang, and SMAN 1 Ngamprah as research participants. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and questionnaire distribution. The data analysis procedure followed the stages of data collection, data reduction, data display, conclusion drawing, triangulation, and synthesis of final findings. Findings from classroom observations indicate that reading instruction has not yet systematically integrated creativity-oriented practices and digital-based learning components. Interview data reveal that although teachers attempt to implement various instructional models, approaches, strategies, and media aligned with learning objectives, reading instruction remains predominantly focused on literal and inferential text comprehension. Consequently, learning activities designed to foster students’ creative engagement, linguistic competence, and literary appreciation are still constrained within conventional textual reading practices. Furthermore, questionnaire results demonstrate that students’ abilities in language analysis and literary appreciation through reading instruction have not developed optimally, either in depth or in accordance with learners’ needs for creative expression and meaning-making. Overall, the findings suggest that reading instruction at the senior high school level necessitates the development of an innovative, digitally mediated learning model that emphasizes creativity enhancement, provides expanded learning spaces, and fosters student motivation in a more optimal and sustainable manner. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pembelajaran membaca di SMA sebagai landasan dalam pengembangan model pembelajaran kreatif melalui pedagogi digital. Adapun metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru dan siswa SMAN 1 Padalarang, SMAN 2 Padalarang, dan SMAN 1 Ngamprah. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi, wawancara, dan lembar angket dengan teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, menarik kesimpulan, triangulasi, dan temuan akhir. Hasil penelitian berdasarkan lembar observasi diketahui pelaksanaan pembelajaran membaca belum sepenuhnya mengintergrasikan kretivitas dan digital. Hasil wawancara mengemukakan pembelajaran membaca yang dilaksanakan di SMA berupaya menggunakan berbagai model, pendekatan, strategi, dan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran namun, pembelajaran masih dominan pada pemahaman isi teks, secara menyeluruh mengarahkan pada kegiatan kreatif dan potensi kemampuan berbahasa serta bersastra siswa masih terbatas pada kegiatan membaca tekstual. Kemudian hasil sebaran angket menunjukan bahwa kemampuan menganalisis bahasa dan mengapresiasi sastra melalui pembelajaran membaca yang dilaksanakan belum berkembang secara optimal, mendalam, dan memenuhi kebutuhan siswa dalam berkreasi dan berekspresi. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca di sekolah menengah atas sehingga membutuhkan model pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital untuk penguatan dan mendorong kreativitas, memberikan ruang lebih banyak, dan memotivasi siswa secara optimal.
Co-Authors Abdul Latif Ade Kusnan Afandi Adrias Adrias Afandi, Ade Kusnan Afiati, Laksmita Nur Aisyah Putri Rahma Siregar Alamsyah, Zulfikar Alfa Mitri Suhara Anggy Giri Prawiyogi Arianto Arianto Arianto Asep Hidayatullah Aztry, Aisiyah Barkatun Nisa Alfia Bujaya, Muhammad Dadang S Anshori Dadang S. Anshori Dadang S., Anshori Dadang Sunendar Daman Huri Damayanti, Vismaia Sabariah Darmadi, Deden Much. Dede Dudu Abdul Rahman Dedi Saputra Desi Ratna Ayu Dian Lestari Dian Sudaryuni Kurnia Diena San Fauziya, Diena San Eka Nurul Mualimah Eka Rahmat Fauzy Encep Kusumah Faisal, Abdul Haris Faradilla Intan Sari Farokhah, Laely Fasya, Mahmud Fauziya, Diena San Fauziyah, Rahmah Fitriani Lubis Fransisca Putri Evaline Frilia Shantika Regina Fuadin, Ahmad Gultom, Nanda Haerul Haerul Halimah Halimah Harras, Kholid A Helni Sadiyah Hidayatullah, Asep Ida Hamidah Ida Hamidah Indah Nurmahanani Indah Pujiastuti Indra Permana, Indra Isah Cahyani Islami, Nelita Indah Jasid, Adhara Kartadireja, Welly Nores Keken Wulansari Khaerudin Kurniawan Kholid Abdullah Harras Kusmadi Sitohang Kustina, Rika Lilis Amaliah Rosdiana Lu, Yingxuan Maratushshalihah Maratushshalihah Masnun Masnun Mekar Ismayani Mekar Ismayani, Mekar Minto, Deri Wan Mualimah, Eka Nurul Muhammad Bujaya Muhammad Zulfadhli, Muhammad Mujahida, Mahira Mulyati, Yeti Muna Aljamaliah, Syifa Nailul Munggaran, Nita Anjung Munir Munir Munir Munir, Munir Mutiarani Zahra, Rastya Nafisah, Yumna Nanda Gultom Nelita Indah Islami Neneng Maelasari Neneng Maelasari Nina Nina Nina Ninit Alfianika, Ninit Nissa, Barkatun Noeraeni, Rani Nouval Rumaf Novi Resmini Nugroho, Rudi Adi Nunung Sitaresmi Nuny Sulistiany Idris Nuphanudin, Nuphanudin Nurfidah Nurul Khairani Abduh Perla Yualita Pertiwi, Ratnasari Putriani, Ananda Rachman, Reza Saeful Rahmad Nuthihar Rahman Rahman Regina Fitrie Regina, Frilia Shantika Resi Amalia Retnaningtyas, Nina Rina Yuliana Rizki Akbar Mustopa rohayati rohayati Rohayati Rohayati Rosi Gasanti Rosita Rahma Rumaf, Nouval S. Daimaianti, Vismaia S. Damayanti, Vismaia Salis Hilda Yoviyani Saputra, Wendi Sihombing, Novita Asmi Simatupang, Yusrawati JR Sindrayuni, Dian Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh Siti Hamidah Siti Maryam Maulida Sofiatin Sofiatin Sofiatin Stella Talitha Stella Talitha Suci Sundusiah Sudaryuni Kurnia, Dian Sukawati, Sary Sulaiman, Zoni Sumiyadi Sumiyadi Syaputra, Juni Syihabuddin Syihabuddin Tofan Stofiana Trisnawati Trisnawati Trisnawati Ulfah Nurzulfa Setiadi Umi Kulsum Umi Kulsum Utami Dewi Pramesti Velayeti Nurfitriana Ansas Vismaia S Damaianti Vismaia S Damaianti Vismaia Sabariah Damayanti Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wulan Handayani, Wulan Yani Andriyani Gustina Yani Andriyani Gustina Yeni Rostikawati, Yeni Yeti Mulyati Yeti Mulyati Yeti Mulyeti Yeti Mulyeti Yoviyani, Salis Hilda Yuenda Pratama Dewi Yulfiani, Siti Rahmah Yumna Nafisah Yunus Abidin