Articles
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Ibu Rumah Tangga tentang Pengemban Padiku
Tutik Agustini;
Yusriani Yusriani
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v4i2.697
Program GERMAS yang dicanangkan oleh pemerintah ada empat fokus utama yang menjadi perhatian berkaitan dengan kondisi ibu hamil di Indonesia, yaitu :1) Ibu hamil harus dalam kondisi fisik dan mental yang prima 2) Memeriksakan kehamilan minimal empat kali di petugas kesehatan 3) Makan makanan yang bergizi seimbang, mewaspadai kehamilan yang berisiko dan mengenali tanda bahaya kehamilan, 4) Keluarga harus siaga menjaga ibu hamil. Promosi Pengemban Padiku (Pengenalan Ketuban Pecah Dini) merupakan perwujudan dari dukungan GERMAS berkaitan dengan Bidang KIA dalam mendidik dan meningkatkan keterampilan ibu hamil untuk mengenal tanda bahaya persalinan dalam sebuah bentuk inovasi program kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi kelompok serta metode latihan/praktik untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih keterampilan ibu rumah tangga dalam mencegah ketuban pecah dini. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-post tes, dan daftar tilik keterampilan baik sebelum, selama proses maupun sesudah edukasi dan pelatihan. Hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk pengetahuan kategori cukup efektif rata-rata 65,2%, Sikap kategori efektif 84,2% dan tindakan kategori kurang efektif 48,7%. Sehingga, disimpulkan bahwa program kemitraan masyarakat kelompok ibu rumah tangga memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam mengenali dan mencegah ketuban pecah dini.
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Petani Dalam Penerapan Diversifikasi Produk Olahan Daun Kelor Untuk Pencegahan Stunting
Yusriani, Yusriani;
Rosada, Ida;
Alwi, Muhammad Khidri
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31960/caradde.v5i2.1763
Tujuan kegiatan adalah untuk merubah pengetahuan, sikap dan keterampilan kelompok tani dalam penerapan diversifikasi produk olahan daun kelor untuk mencegah stunting. Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tujuan ini adalah pendekatan partisipatif dengan metode penyuluhan, demonstrasi, diskusi kelompok serta metode latihan/praktik untuk meningkatkan pengetahuan kelompok tani dalam menerapkan diversifikasi produk olahan daun kelor untuk mencegah stunting. Untuk mengamati dan mengevaluasi perubahan pengetahuan kelompok tani menggunakan kuesioner pre-post tes baik sebelum, selama proses maupun sesudah pembinaan melalui edukasi dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek kelompok tani dalam membuat produk olahan daun kelor untuk mencegah stunting. Sehingga diharapkan kelompok tani dapat menerapkan pengolahan tersebut secara berkelanjutan, sehingga kejadian stunting dapat dihilangkan.
Prevention Risk Behavior of HIV/AIDS in Senior High School Student
Puspita, Ferya;
Yusriani, Yusriani;
Idris, Fairus Prihatin
An Idea Health Journal Vol 4 No 02 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ihj.v4i02.253
World Health Organization (WHO) data are 680.000 people died by HIV in 2020. Based on data, 99.000 are chidren under 15 years ages and 580.000 are adults over 15 years. The number of HIV case in Gowa district from years 2021 to on November 2023 grow up. In years 2021 number of HIV cases are 55 peoples. In years 2022 number os HIV cases are 72 peoples. Number of HIV cases in years 2023 until on November is found the number is 136 peoples. The aim of this research is to analyze the prevention of HIV/AIDS risk behavior among students at SMA Senior 1 Gowa.. Quantitative research. The number of sample are 194 respondents by purposive sampling. Data source from sekunder data in 2024. The results of analysis described gender toward risky behavior (p value 0.290). economy status toward risky behavior (p value 0.316). attitude toward risky behavior (p value 0.092). cultural toward risky behavior (p value 0.081). media toward risky behavior (p value 0.000). obedience religious toward risky behavior (p value 0.000). knowledge towar risky behavior (p value 0.000). Conclussion, on no effectedon gender, economy status, attitude, and culture. Nonetheless, effected on media, obedience religious and knowledge.
Pembentukan Konsep Diri Remaja (Studi Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua) Di Kota Makassar Tahun 2020
Reina Renita Irawan;
Asrina, Andi;
Yusriani
Window of Public Health Journal VoL. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v1i1.11
Persepsi anak, perceraian dianggap sebagai sebuah mimpi buruk karena mereka menganggap bahwa perceraian yang dialami oleh orang tuanya merupakan sebuah tanda kematian bagi keutuhan keluarganya dengan konsekuaensi yakni menerima kesedihan dan perasaan kehilangan yang mendalam akibat perceraian yang dialami oleh orang tua mereka. Angka perceraian di Kota Makassar setiap tahun semakin meningkat. Selama tahun 2019 dan mengalami peningkatan sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pedekatan penelitian quasi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bermaksud untuk mengeksplorasi mengenai pembentukan konsep diri remaja melalui observasi, indepth interview kepada 3 informan biasa, 3 orang Informan pendukung dan 1 informan kunci. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dampak perceraian orang tua terhadap remaja berpengaruh dalam pembentukan konsep diri dapat dilihat dari hasil penelitian oleh tiga informan. Significan others (orang terdekat) pada informan AR sebelum orang tua bercerai sangat dekat dengan orang tuanya terutama Bapak AR, dari kecil hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) namun setelah bercerai kedua orang tua AR lebih dekat dengan Ibu. Informan ke dua RJ Setelah kejadian perceraian yang di hadapai Ibunya, Ia merasa semakin dekat dengan ibunya, dan merasa cangggung dengan ayahnya sendiri. Informan ke tiga saat berumur 5 tahun, setelah orang tuanya bercerai merasa hancur dan mulai tidak begitu dekat dengan orangtuanya karena berpisah tempat dan perhatian yang ia dapatkan berubah.Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai pembentukan konsep diri.
Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone
Andi Ratu Tria Syahrani;
Andi Asrina;
Yusriani
Window of Public Health Journal VoL. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v1i1.13
Diare merupakan suatu penyakit yang di anggap biasa oleh masyarakat, sehingga kadang diabaikan namun penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita. Diare dapat mengakibatkan demam, sakit perut, penurunan nafsu makan, rasa lelah dan penurunan berat badan. Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kabupaten Bone. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi kualitatif yang bermaksud mengeksplorasi secara mendalam dengan pendekatan etnografi fokus utamanya pada budaya mengenai perilaku Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kabupaten Bone Tahun 2020 melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di suku Bajo pada tanggal 4 Maret sampai dengan 13 Maret 2020. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam. Sumber data yaitu orang-orang yang dimintai memberikan informasi , dan bersedia memberikan informasi yang disebut informan. Jumlah informan biasa sebanyak 3 orang, namun yang peneliti dalami 2 orang. Kesimpulannya pengobatan tradisional telah diyakini masyarakat suku Bajo dan menjadi budaya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan yang bahkan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis.
Pengaruh Penyuluhan Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Ibu Yang Memiliki Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Kabupaten Bone
Khofifah Akbar;
Yusriani;
Harpiana Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v4i2.62
Pijat bayi penting dilaksanakan secara mandiri oleh ibu bermulasaat mewabahnya covid-19. Salah satu upaya yang dilakukanoleh tenaga kesehatan dengan memberikan penyuluhan/edukasipada ibu tentang pijat bayi tersebut, agar nantinya ibu lebihmemahami manfaat dari pijat bayi dan dapat melakukan pijatbayi secara mandiri dirumah. Tujuan dalam penelitian ini adalahuntuk mengetahui perbedaan pengetahuan antara kelompokintervensi dan kelompok kontrol tentang pijat bayi di RSUD Tenriawaru Kab. Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan metode quasi eksperimen, menggunakanrancangan Non-Equivalent Control Group. Teknik pengambilansampel accidental sampling dengan jumlah sampel 96 orang. Metode analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariatdengan uji wilcoxon sign rank test dan uji mann whitney u test.Dari hasil analisis dengan menggunakan uji Mann whitney u test didapatkan ada perbedaan pengetahuan tentang penyuluhanpijat bayi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimenyaitu dengan nilai signifikan 0.000 (p< 0.05). Perlu adukasikepada ibu secara berkesinambungan tentang pijat bayi.
Hubungan Komunikasi Petugas Kesehatan dengan Perilaku Ibu Hamil dalam Mencegah Anemia di Puskesmas Tanjonge Soppeng
Nursyamsi;
Yusriani;
Andi Asrina
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v1i4.66
Menurut World Health Organization anemia merupakan suatu kondisi dimana sel darah merah berkurang sehingga kapasitas pengangkutan oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Mengingat situasi sekarang ini karna adanya pendemi yang membuat ibu hamil merasa takut dan membatasi diri untuk memeriksakan diri kepetugas kesehatan sehingga pada saat kunjungan ada beberapa hari tertentu yang menyebabkan kunjungan pemerikasan (ANC). Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi petugas kesehatan dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah anemia di Puskesmas Tanjonge. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden dan dilaksanakan di Puskesmas Tanjonge. Metode analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dengan uji kolerasi chi square. Komunikasi tidak efektif disebabkan karena kurangnya syarat komunikasi agar menjadi efektif seperti beberapa pertanyaan terkait channel (saluran media yang digunakan), capability of audience (pertanyaan terkait sejauh mana kempuan ibu hamil setelah informasi telah diberikan) yang masih kurang. Pengetahuan dilihat dari sampai dimana ibu hamil mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi/menilai, dan mencipta. Dari hasil observasi beberapa jawaban pertanyaan ibu hamil tentang kamampuan terkait ranah kognitif sebagai pengetahuan cukup masih didapati kurang karena kemampuan dalam mengingat informasi terkait masalah makanan penghambat penyerapan zat besi, faktor penyebab anemia serta jenis sumber makanan zat besi masih kurang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara komunikasi petugas kesehatan dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah anemia.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Risiko Tinggi dalam Mencegah Kematian Ibu Berdasarkan Tingkatan Komunikasi Interpersonal
Musdalifa;
Yusriani;
Nukman
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v1i4.71
Menurut laporan WHO (World Health Organization) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Penyebab kematian ibu terbanyak masih di dominasi perdarahan (30,3%), disusul hipertensi dalam kehamilan (27,1%), infeksi (7%). Penyabab lain-lain 45% cukup besar termasuk didalamnya penyebab penyakit non-obstertik. Berdasarkan data dari puskesmas Lasusua memperlihatkan jumlah ibu hamil sebanyak 700 orang dan yang termasuk ibu hamil risiko tinggi sebanyak 140 orang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkatan komunikasi interpersonal dengan perilaku ibu hamil risiko tinggi dalam mencegah kematian ibu di Puskesmas Lasusua pada tahun 2020. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 140 orang dengan menggunakan besar sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan analisis datamenggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara komunikasi interpersional dengan pengetahuan ibu hamil dengan nilai p (value) = 0,001. Tidak ada hubungan antara komunikasi interpersional dengan sikap ibu hamil dengan nilai p (value) = 0,976. Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti tingkatan komunikasi kesehatan yang efektif yang mempengaruhi penyakit yang berhubungan dengan ibu hamil. Dan diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan komunikasi interpersonal lebih efektif dengan ibu hamil risiko tinggi.
Analisis Faktor Predisposising Terhadap Kualitas Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
Luthfiyyah Ulfa Sari Azikin;
A. Muh. Multazam;
Yusriani
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v1i4.74
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum dan kesejahteraan dan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kesenjangan antara kunjungan yang semakin menurun dengan prevalensi karies gigi yang meningkat di dua tahun terakhir di Poliklinik Gigi Puskesmas Tamalate Makassar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Faktor Presdisposing, Terhadap Kualitas Kesehatan Gigi Dan Mulut Melalui Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Poliklinik Gigi Puskesmas Tamalate Makassar 2020. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode pendekatan cross sectional study dan analisis regresi linier. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke poliklinik gigi Puskesmas Tamalate Makassar sebanyak 78 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil penelitian berdasarkan Faktor predisposisi dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan yang diteliti untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh terhadap kualitas kesehatan gigi dan mulut melalui pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di Poliklinik Gigi Puskesmas Tamalate diperoleh bahwa seluruh indikator/variabel yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai P = 0.000 dimana p< 0.05. Kesimpulan: Pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi suatu permintaan bagi konsumen berdasarkan kebutuhan dari rasa sakit, ketidak-nyamanan maupun keinginan untuk pencegahan akan suatu penyakit. Pemanfaatan pelayanan kesehatan tentunya akan berdampak pada biaya pelayanan kesehatan, sumber dana biaya kesehatan serta akses ke fasilitas kesehatan. Disarankan perlu ada jaminan kesehatan yang disediakan oleh pihak swasta maupun perhatian pemerintah sektor kesehatan gigi dan mulut agar masyarakat menjadi lebih sadar akan kesehatan, hal tersebut dapat memberi dampak pada pemanfaatan pelayanan kesehatan.
Faktor Risiko Promosi Kesehatan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue
Yuniar, Fira;
Yusriani;
Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.v3i3.101
Pendekatan Five Level Of Prevention, merupakan level pencegahan penyakit yang dalam penelitian ini dijadikan sebagai variabel yang di teliti. Yang dimana tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat yang memiliki dan yang tidak memiliki riwayat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pendekatan 5 tahap pencegahan (Five Level Of Prevention) di kecamatan kolaka. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriprif analitik observasional, dengan desain penelitian menggunakan study case control yaitu dengan membandingkan antara responden yang memiliki dan yang tidak memiliki riwayat penyakit Demam Berdarah Dengue atau antara kelompok case dan kelompok kontrol. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang memiliki riwayat penyakit demam berdarah dengue di kecamatan kolaka pada tahun 2020, yang dimana berjumlah 60 kasus dari jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi terkena demam berdarah dengue. Sedangkan populasi kontrol dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tidak memiliki riwayat penyakit demam berdarah dengue di kecamatan kolaka yang berjumlah 60 responden. Pada penelitian ini teknik atau cara pengambilan sampel, Pada kelompok kasus, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, total sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan keseluruhan anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Sedangkan Pada kelompok kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yaitu dengan mencari responden kontrol yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sampai jumlah sampel terpenuhi. Hasil analisis dengan menggunakan Uji Chi-Square, dan didapatkan terdapat beberapa perbedaan dari kelima variabel yang diteliti, terdapat masyarakat yang memilili risiko rendah tetapi tetap saja masuk dalam kategori case atau memiliki riwayat penyakit demam berdarah dengue, dan adapula yang memiliki risiko tinggi tetapi tidak memiliki riwayat penyakit Demam Berdarah Dengue.