Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Metabolit Sekunder dan Potensi Antibakteri Daun Banitan (Monocarpia kalimantanensis): Study of Secondary Metabolites and Antibacterial Potential of Banitan Leaves (Monocarpia kalimantanensis) Nugra Ilmahdi; Fahriani Istiqamah Jafar; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.716

Abstract

The Banitan plant (Monocarpia kalimantanensis) is a plant in the Annonaceae family that can be found in Samboja, East Kalimantan. The aim of this research is to identify and determine the content of secondary metabolite compounds and antibacterial activity contained in banitan leaves. The method used for antibacterial testing was well diffusion and the positive control used was Amoxicillin. The results obtained from this research were a yield with a value of 12.35%, then in secondary metabolites there were alkaloids, triterpenoids, flavonoids, phenolics, saponins and tannins. Antibacterial testing using well diffusion obtained the best results against Escherichia coli at a concentration of 15%. And for Staphylococcus aureus bacteria, the best concentration was found at 25%. Keywords: Banitan (Monocarpia kalimantanensis), phytochemicals, yield, antibacterial, well diffusion Abstrak Tanaman Banitan (Monocarpia kalimantanensis) merupakan tanaman berfamili Annonaceae yang dapat dijumpai di Samboja, Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder, dan Aktivitas antibakteri yang terdapat dalam daun banitan. Metode yang dilakukan pada pengujian antibakteri adalah difusi sumuran dan kontrol positif yang digunakan adalah Amoxicillin. Hasil dari penelitian ini yang didapat adalah hasil rendemen dengan nilai 12,35%, kemudian pada metabolit sekunder terdapat senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, fenolik, saponin, dan tannin. Pengujian antibakteri dengan difusi sumuran didapat hasil terbaik terhadap Escherichia coli pada konsentrasi 15%. Dan pada bakteri Staphylococcus aureus didapat konsentrasi terbaik pada 25%. Kata Kunci: Banitan (Monocarpia kalimantananensis), Fitokimia, Rendemen, Antibakteri, Difusi Sumuran
Upaya Preventif Hipertensi Dan Hiperkolesterolemia Melalui Penyuluhan Gizi-Farmasi Dan Pembuatan Empon-Empon Di Desa Argo Mulyo Fahrul Rozi; Putri Anggraeni; Laode Rijai; Hifdzur Rashif Rijai; Venna Shintary
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 9 : Oktober (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension and hypercholesterolemia are diseases whose prevalence is still relatively high in Indonesia. One of the provinces with the highest incidence of hypertension and hypercholesterolemia in Indonesia is East Kalimantan. Treatment and prevention of hypertension and hypercholesterolemia can be done modernly or traditionally. However, traditional treatment is considered cheaper and safer to use. One of the traditional efforts to prevent hypertension and hypercholesterolemia can be done by using family medicinal plants (TOGA). In order to be effective and efficient, prevention of hypertension and hypercholesterolemia must be equipped with sufficient knowledge. One source of knowledge is obtained from education about hypertension and hypercholesterolemia. Counseling is one part of community service activities. Therefore, this activity was carried out with the aim of increasing public awareness of hypertension and hypercholesterolemia, so that people can carry out treatment and prevention by utilizing potential plants around the house independently. This activity involved 40 people from Argo Mulyo Village, Sepaku District, North Penajam Paser Regency, East Kalimantan Province. The results of this activity show that the community has increased knowledge related to hypertension and hypercholesterolemia as indicated by higher posttest results compared to the pretest. The community was also very enthusiastic and responded well during the counseling and demonstration on making empon (herbal drink).
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TERHADAP OBAT HALAL DI KOTA SAMARINDA Suparningtyas Juniza Firdha; Janggo Abdul Rahman; Rijai Laode
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1777

Abstract

Produk farmasi halal mendapatkan perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan akan produk yang sesuai dengan prinsip Islam. Sebagai pemangku kepentingan utama dalam industri pelayanan kesehatan, petugas kesehatan memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien, khususnya dokter dan apoteker sebagai lini terdepan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap obat halal, menggali pemahaman mereka tentang obat halal dan sikap mereka terhadap peresepan dan pemberian produk tersebut. Metode penelitian observasi secara cross sectional menggunakan kuisioner terhadap 58 apoteker dan dokter di kota Samarinda yang ditentukan secara purposive sampling. Beberapa karakteristik responden juga dianalisis selain tingkat pengetahuan dan sikap. Tingkat pengetahuan dan sikap ditentukan dengan analisis univariat sehingga diperoleh bahwa sebaran tingkat pengetahuan apoteker dan dokter yang tergolong tinggi, secara berurutan yaitu 89,4% dan 85,2%. Begitu pula sikap apoteker dan dokter juga tergolong tinggi terhadap obat halal, secara berurutan yaitu sebesar 82,4% dan 87,5%.
Upaya Preventif Hipertensi dan Hiperkolesterolemia Melalui Penyuluhan Farmasi dan Pembuatan Empon-Empon di Kelurahan Makroman Samarinda Rijai, Laode; Anggreini, Putri; Rozi, Fahrul; Rijai, Hifdzur Rashif; Sinthary, Venna; Febrina, Lizma; Ibrahim, Arsyik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i1.11635

Abstract

Hipertensi dan hiperkolesterolemia merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia.  Kedua penyakit ini dilaporkan memberikan dampak negatif bagi kehidupan penderitanya. Kesadaran akan pola hidup yang kurang baik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia  yang tinggi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai upaya preventif terhadap hipertensi dan hiperkolesterolemia melalui penyuluhan farmasi serta penerapan gaya hidup sehat dengan memanfaatkan empon-empon di Kelurahan Makroman, Samarinda. Metode pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan farmasi dan workshop pembuatan empon-empon. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan adalah menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 41 peserta dari Kelurahan Makroman, Samarinda, Kalimantan Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan dalam pengetahuan secara signifikan (p > 0.001) masyarakat tentang cara sederhana mencegah hipertensi dan hiperkolesterolemia. Selain itu, masyarakat telah memiliki keterampilan dalam pembuatan empon-empon sebagai alternatif pengobatan tradisional dengan cara yang benar. Kata Kunci: Empon-empon, Hiperkolesterolemia, Hipertensi, Penyuluhan. Hypertension and hypercholesterolemia are diseases with a high prevalence in Indonesia, causing negative impacts on the lives of those affected. Lack of awareness regarding unhealthy lifestyles is identified as one of the factors contributing to the high incidence of hypertension and hypercholesterolemia. Therefore, this community service initiative aims to enhance public awareness of preventive measures against hypertension and hypercholesterolemia through pharmaceutical education and the adoption of a healthy lifestyle, utilizing traditional herbal remedies (empon-empon) in Kelurahan Makroman, Samarinda. The community service methodology encompasses a series of activities, including pharmaceutical education and empon-empon making workshops. The instrument used to measure the success of these activities involves a questionnaire distributed to 41 participants from Kelurahan Makroman, Samarinda, East Kalimantan. The results of the initiative indicate a significant improvement ( p > 0.001) in the community's knowledge regarding simple ways to prevent hypertension and hypercholesterolemia. Furthermore, the community has acquired skills in the proper preparation of empon-empon as a traditional alternative treatment.
Naphthalene Derivates from Bawang Tiwai Bulb Eleutherine Bulbosa in Borneo Salam, Supriatno; Hikmawan, Baso Didik; Samsul, Erwin; Herman, Herman; Ahmad, Islamudin; Rijai, Laode; Nafiah, Mohd Azlan
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 11, No 1 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i1.35515

Abstract

Naphthalene derivative compounds named Eleutherol (1) and Eleutherol C (2) have been isolated from Bawang Tiwai Bulb Eleutherine bulbosa. We tested its cytotoxic activity against T47D breast cancer cells in vitro after isolating compounds 1 and 2 from the EtOH extract using conventional chromatography methods. Their chemical structures were elucidated based on spectroscopic analysis, including IR, HR-TOFMS, 1D, and 2D NMR, and by comparison to those related spectra previously reported. Compounds 1 and 2 were tested for their cytotoxic effects against T47D breast cancer cells and showed moderate cytotoxicity against T47D breast cancer cells with IC50 values of 117.15 and 80.21 µM, respectively, compared with cisplatin 24.07 µM.
Bioaktivitas Biji Kolowe (Chydenanthus excelsus) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypty Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.8

Abstract

ABCTRACT Kolowe seed (Chydenanthus excelsus) bioactivity against Aedes aegypti masquito larvae was investegated. Assay of Kolowe seed preparation used fresh seed powder, dry powder, rough extract (methanol extract), n- butanol extract fraction, and aethyl acetate extract fraction. Plant material taken from Kamaru, Buton, Indonesia on March 2007. Fresh powder bioactivity (LC50 = 230.60 ppm); dry powder (LC50 = 225.55 ppm); rough extract/ methanol (LC50 = 245.70 ppm); n- butanol extract fraction (LC50 = 235.75 ppm); aethyl acetate extract fraction (LC50 = 250.55 ppm). The research results illustrated that the bioactivity seed from kolowe strong enough against mosquito larvae A. aegypti and dry powder has a stronger bioactivity than the other. Keywords : Kolowe Seed (Chydenanthus excelsus), Aedes aegypti mosquito larvae ABSTRAK Penelitian bioaktivitas biji kolowe (Chydenanthus excelsus) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan. Sediaan biji kolowe yang diuji adalah serbuk biji segar, serbuk kering, ekstrak kasar (ekstrak metanol), ekstrak fraksi n-butanol, dan ekstrak fraksi etilasestat. Bahan tumbuhan diambil dari Kamaru, Buton, Indonesia pada bulan Maret 2007. Bioaktivitas serbuk segar (LC50 = 230,60 ppm); serbuk kering (LC50 = 225,55 ppm); ekstrak kasar/metanol (LC50 = 245,70ppm); ekstrak fraksi n-butanol (LC50 = 235,75 ppm); ekstrak fraksi etilasetat (LC50 = 250,55 ppm). Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa bioaktivitas biji kolowe cukup kuat terhadap larva nyamuk A. aegypti dan serbuk kering memiliki bioaktivitas lebih kuat dari lainnya. Kata Kunci: Biji Kolowe (Chydenanthus excelsus), larva nyamuk Aedes aegypti
Penentuan Kriteria Ilmiah Potensi Tumbuhan Obat Unggulan Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i2.20

Abstract

ABSTRACT There is no new name for prime Medisinal plants which can be used to asses medicinal plants. Used of the term is done intuitively by decision makers of the management section or utilization of medicinal plants, which eventually became a name. The study is scientifically to determine the scientific criteria of prime medicinal plants has been done. The method used for the assessment is discussion with expert respondents using multiple methods of decision making. Respondents who used the expert academics and practitioners. Academics consists of expertise Natural Product chemistry, Natural Product Pharmaceuticals (Phamacognosy), Environmental Science, Forestry sciences, and Natural medicine industry. The result of the determination of criteria for assessment of scientific research prime plants found in five criteria (a) The diversity of usefulness / efficacy of a medicinal plant possessed (b) types of diseases can be cured by a medicinal plants (c) easy cultivation of medicinal plants (d) diversity of secondary metabolites content in a medicinal plant (e) type of organ or plant part used as medicine. The five criteria have been validated by using 9 kinds of herbs that have been deemed superior by the Indonesian Food and Drug Administration. Key words: Scientific criteria, prime medicinal plants, study ABSTRAK Istilah tumbuhan obat unggulan belum ada kriteria ilmiah yang dapat digunakan untuk menilai suatu tumbuhan obat. Penggunaan istilah tersebut dilakukan secara intuisi oleh pengambil keputusan dalam bidang pengelolaan atau pemanfaatan tumbuhan obat, yang akhirnya menjadi suatu istilah. Telah dilakukan pengkajian secara ilmiah untuk menentukan kriteria ilmiah tumbuhan obat unggulan. Metode yang digunakan untuk pengkajian tersebut adalah diskusi dengan responden ahli dengan memanfaatkan beberapa metode pengambilan keputusan. Responden ahli yang digunakan adalah akademisi dan praktisi. Akademisi terdiri dari keahlian Kimia Bahan Alam Hayati, Farmasi Bahan Alam (Farmakognosi), Ilmu Lingkungan, ilmu Kehutanan, dan pelaku industri obat alami. Hasil penelitian pengkajian penentuan kriteria ilmiah tumbuhan unggulan ditemukan lima kriteria yaitu (a) Keragaman kegunaan/khasiat yang dimiliki suatu tumbuhan obat (b) jenis penyakit yang dapat disembuhkan oleh suatu tumbuhan obat (c) kemudahan budidaya suatu tumbuhan obat (d) keragaman kandungan metabolit sekunder dalam suatu tumbuhan obat (e) jenis organ atau bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat. Kelima kriteria tersebut telah divalidasi dengan menggunakan 9 jenis tumbuhan obat yang telah dianggap unggul oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Kata Kunci : Kriteria ilmiah, Tumbuhan obat unggulan, pengkajian.
Potensi Biji Kolowe (Chydenanthus excelsus) Sebagai Pisisidal Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i3.29

Abstract

ABSTRACT Kolowe seeds (C. excelsus) has strong potential as piscicidal. Research conducted on the potential piscicidal bioindikator swamp eel fish (Synbranchus bengalensis Mc.Cllel), which is one of the pests in shrimp ponds. The piscicidal test results of kolowe seeds to S.bengalensis fish are fresh seed powder (LC50 = 305, 50 ppm); dry powder (LC50 = 315.35 ppm); crude methanol extract (LC50 = 345.20 ppm); frakasi n-Butanol extract (LC50 = 265.85) and the fraction of ethylacetate extract (LC50 = 650.90). The results are quite robust and selective as the most dominant secondary metabolites are saponins. Key words: C. excelsus, Piscicidal ABSTRAK Biji kolowe (C. excelsus) memiliki potensi yang kuat sebagai pisisidal. Penelitian potensi pisisidal dilakukan terhadap bioindikator ikan belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc.Cllel) yang merupakan salah satu hama pada tambak udang. Hasil uji pisisidal biji kolowe terhadap ikan S.bengalensis tersebut adalah serbuk biji segar (LC50 = 305, 50 ppm); serbuk kering (LC50 = 315,35 ppm); ekstrak kasar metanol (LC50 = 345,20 ppm); ekstrak frakasi n-Butanol (LC50 = 265,85); dan esktrak fraksi etilasetat (LC50 = 650,90). Hasil penelitian tersebut cukup kuat dan selektif karena metabolit sekunder paling dominan adalah saponin. Kata Kunci: Biji C. excelsus, pisisidal
Beberapa Tumbuhan Obat Asal Kalimantan Timur sebagai Sumber Saponin Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i4.40

Abstract

Saponin is a class of natural compounds that have activity that is strongly associated with utilization in pharmacy. Exploration has been carried out against a number of secondary metabolite content of medicinal plants in East Kalimantan and some of them found to contain saponins. Plants were found to contain saponins and are considered potential Kokang leaf (Lepisanthes amoena), Kesumbakeling leaf (Bixa orellana, L), Belimbing Wuluh leaf (Averrhoa bilimbi L.), Sugi Gadjah leaf (Hyptis capitata), Karamunting leaf (Melastoma malabathricum L), Cempedak bark (Artocarpus champeden), Wijaya Kusuma leaf (Epiphyllum oxipetalum), Langsat seeds (Lansium domesticum), ekor kucing leaf (Acalypha hispida), Kelor bark (Moringa oleifera), Jarong leaf (Stachytarpheta mutabilis), Miana leaf (Coleus atropureus), Jengger Ayam leaf (Celosia cristata), and fruit of Libo (Ficus vargelata). Key words : East borneo medicinal plants, saponins Abstrak Saponin adalah golongan senyawa alami yang memiliki aktivitas yang sangat terkait dengan pemanfaatan dalam bidang farmasi. Telah dilakukan eksplorasi kandungan metabolit sekunder terhadap sejumlah tumbuhan obat yang ada di Kalimantan Timur dan beberapa diantaranya terbukti mengandung saponin. Tumbuhan-tumbuhan yang terbukti mengandung sponin dan dianggap potensial adalah daun Kokang (Lepisanthes amoena), daun Kesumbakeling (Bixa orellana, L), daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), daun Sugi Gadjah (Hyptis capitata), daun Karamunting (Melastoma malabathricum L), kulit batang Cempedak (Artocarpus champeden), daun Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxipetalum), biji Langsat (Lansium domesticum), daun ekor kucing (Acalypha hispida), Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera), daun Jarong (Stachytarpheta mutabilis), daun Miana (Coleus atropureus), daun Jengger Ayam (Celosia cristata), buah Libo (Ficus vargelata). Kata Kunci: Tumbuhan Obat Kaltim; Saponin
Garam Gunung Asal Krayan sebagai Zat Aditif untuk Menstabilkan Klorofil Sayuran Herman Herman; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.45

Abstract

Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat dari perubahan kadar klorofilnya dengan beberapa perlakuan. Klorofil diukur absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Didapatkan hasil waktu penyimpanan sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan yang masih mendekati klorofil sayuran segar adalah pada saat selesai pengolahan (0 jam) yaitu sebesar 22,11 ppm. Perubahan warna pada sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan lebih lambat dibandingkan dengan garam biasa. Kata Kunci : Garam gunung Krayan, sayuran, klorofil
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Abdul Rahman, Janggo Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Agus Setiawaty Alfenia Rahmayanti Almeida, Maria Amanda, Rezti Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anggreini, Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arfiani Arifin Arfina Sukmawati Arifin Arief Fadillah Arifian, Hanggara Arifuddin, M Arifuddin, Muhammad Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Arsyik Ibrahim Arum, Alvionita Puspa Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Badawi, Satriani Baso Didik Hikmawan Bohari Yusuf Bone, Mahfuzun Brilian Dwisaputra Bandu Bulan, Adisty Sindi Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Devanty Fadilla Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhil, Andi Raihan Fadhli Nurrahman W Fahriani Iatiqamah Jafar Fahriani Istiqamah Jafar Fahrul Rozi Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fajar Prasetya Farah Erika Farah, Harra Ismi Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hernawati, Desy Hidayat Hidayat Hidfdzur Rashif Rija'i Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Ibrahim, Arsyik Iffah Karina Ghassani Ina Indriyani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Janggo Abdul Rahman Jeny Maryani Liu Jeremia Giawa, Agusto Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Jusmiati Jusmiati Kadir, Nurdianah Abdul Kama Tasawa, Gymnastiyar Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lestari, Wahyu Yunita Lia Novita Alydrus Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin M. Arifuddin M. Arifuddin, M. M. Rahmad Ramadhan Mahfuzun Bone Marlyan Bone MARYAM, SYARIFAH Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mersi Mersi Mira Susanti Mirhansyah Ardana Mohd Azlan Nafiah, Mohd Azlan Muhammad Alhimni Rusdi Muhammad Faisal Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Mus, Nurul Muhlisa Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nugra Ilmahdi Nunuk Hidayanti Nur Masyithah Zamruddin Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Olivia Siregar, Vita Oppi Yolan Destiyana Pasaribu, Handayani Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Purwita Sari, Regina Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Ramadhan, M. Rahmad Rania Afifa Yasmin Rashif Rijai, Hifdzur Raudhatul Munawassalmiah Rezky Khairun Nisaa, Nur Rezqiyana, Gita Anna Rezti Amanda Richardus Rayendra Euriko Ridhotulloh, Yusuf Isro Rija'i, Hifdzur Rashif Rijai, Hifdzur Rashif Rija’i, Hifdzur Rashif Riki Riki RIKI RIKI, RIKI Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rusman, Arman Rymond Jusuf Rumampuk Sabaniah Indjar Gama Salam, Supriatno Santy Dara Krisnawati Saputri, Mitha Sari, Indah Dewi Sealti Puji Salea Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Sinthary, Venna Sita, Annisa Aulia Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sri Windarti Sukemi Sukemi Sulistiarini, Riski Suparningtyas, Juniza Firdha Supriatno Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syamsiar, Syamsiar Syarifah Hudaya Tari Maulidina I.P Tasya, Indriana Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Usman Usman Vendryca Reckow Venna Shintary Venna Sinthary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wirhanuddin, Wirhanuddin Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yazid, Muhammad Ilfan Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita