p-Index From 2021 - 2026
19.405
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Mirai Management AL ISHLAH Jurnal Pendidikan POLYGLOT Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Jurnal Bina Praja Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen SEIKO : Journal of Management & Business JURNAL PETIK JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI YUME : Journal of Management GEMA EKONOMI JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Academy of Education Journal Media Manajemen Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Educatio FKIP UNMA Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Literatus Journal On Teacher Education (Jote) Cakrawala Repositori Imwi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Education and Teaching Learning Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Sinestesia Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Jurnal Abdimas Bina Bangsa International Journal of Social Service and Research Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Journal of Social Research International Journal of Information Techonology and Education (IJITE) Kompetensi: Jurnal Bahasa Dan Seni SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Asia Pacific Journal of Management and Education JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education JGK (Jurnal Guru Kita) Innovative: Journal Of Social Science Research Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Abdurrauf Science and Society
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan Jelly Maria Lembong; Harol Reflie Lumapow; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4620

Abstract

Dalam transformasi pendidikan, kebijakan Merdeka Belajar merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mengubah paradigma pendidikan tradisional menjadi pendidikan yang lebih mandiri, inovatif, dan relevan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji tentang implementasi Merdeka Belajar sebagai transformasi kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi literatur. Implementasi kebijakan Merdeka Belajar di Indonesia membutuhkan strategi efektif seperti peningkatan kualitas SDM, penerapan zonasi, penyederhanaan format RPP, penghapusan UN, penerapan USBN oleh sekolah, serta diseminasi kebijakan yang komprehensif. Tantangan meliputi adaptasi selama pandemi, infrastruktur pendidikan yang kurang memadai, pemahaman yang terbatas, dan perbaikan kualitas pembelajaran dan SDM. Meskipun demikian, kebijakan ini telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi dan karakter siswa, mengurangi beban administratif guru, serta meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kebijakan Merdeka Belajar terus memperbaiki sistem pendidikan dan mendorong pertumbuhan generasi muda berkualitas.
Problematika dan Perubahan Kebijakan Pendidikan di Indonesia Josly Yakob Tintingon; Harol Reflie Lumapow; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5088

Abstract

Institusi pendidikan digunakan untuk membantu siswa mewujudkan potensi penuh mereka. Perubahan strategi persekolahan di Indonesia mengalami pasang surut oleh pertemuan-pertemuan tertentu. Pendidikan Indonesia perlu segera ditingkatkan jika ingin menghasilkan generasi-generasi individu yang tangguh yang mampu bersaing dengan bangsa lain dan tidak ketinggalan tren global. Salah satu tantangan yang dihadapi pendidikan saat ini ialah perubahan kebijakan ini. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tentunya nantinya sangat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan. Suka atau tidak suka guru dan siswa, mereka harus bisa beradaptasi dengan kebijakan pendidikan yang baru. Kajian ini bertujuan untuk (1) mempelajari lebih dalam tentang isu-isu pendidikan di Indonesia; (2) Mempelajari perubahan kebijakan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan dan kajian pustaka. Konsekuensi dari ujian ialah perubahan strategi pelatihan yang menggantikan sepenuhnya niat bekerja pada sifat persekolahan, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kesungguhan tinggi dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman globalisasi, tampaknya hasilnya harus belum terlihat dengan baik.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN INOVASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Hetwi Marselina Saerang; Harol R. Lumapow; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.528

Abstract

Changes in the use of technology are taking place in the world of education. There are three main changes currently taking place, namely (1), the emergence of extensive (broad) use of technology, (2), the transition to the use of technology from elementary schools to high schools, (3), the introduction of a national curriculum using the Information Communication system and Technologies” (ICT). Innovation can be thought of as having a cycle with four phases: (1), idea generation and invention; (2), idea selection; (3), implementation of ideas; and (4), the diffusion of ideas (Eggers & Singh, 2019). Innovation offers benefits and can include the introduction of knowledge. Hence how do people see the word 'innovation' in education, as Norton (2013:1) argues that “more innovation needs to be encouraged in education so that students can benefit from new technologies through face-to-face and online approaches; or Innovation High School (2012: 1) states that "they provide technology in the learning environment for all students by adjusting education to suit the individual needs of the students themselves. Innovation means many new things, and creative for the development of education, so that the old way is no longer effective. The 2022 national curriculum uses the Information Communication and Technologies (ICT) system for all subjects. The use of technology in mathematics began with scientific calculators and is now being extended to graphical calculators and computer programs. Image and sound recording facilities are enhanced through the submission of assignments. The presence of technology creates its own worries for teachers, students who are not ready to accept change and individualistic attitudes emerge. The common issues discussed here regarding teacher anxiety and the use of technology are currently taking place in schools. Problem solving for students generally requires a type of pedagogy that is often adapted to the needs of individual students. This requires far more innovative practices than before because a large number of students still exhibit apprehension about using learning technology. Therefore, it takes innovation and creativity to overcome the problem of learning to use technology.
Penerapan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa New Normal Gloria Ester Verelin Walewangko; Harol R Lumapow; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah pelaksanaan pembelajaran daring sejak Maret 2020, pemerintah mengambil kebijakan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap menjaga protocol kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikarenakan pembelajaran secara daring tidak efektif dan terjadi penurunan kualitas belajar. Sekolah-sekolah khususnya di Kota Manado sudah diberikan himbauan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kehadiran siswa 100%. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran tatap muka di masa new normal. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dengan metode pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Pembelajaran tatap muka di masa new normal beresiko terpapar virus begitu besar maka dari itu sekolah merancang strategi pembelajaran tatap muka yaitu tetap menjalankan protocol kesehatan dan merancang RPP yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Adapun tantangan yang ditemui sekolah dalam proses jalannya pembelajaran tatap muka di masa pandemi yaitu menurunnya motivasi belajar siswa dan semangat untuk mengerjakan tugas secara mandiri. Mentalitas ini terbentuk karena kebiasaan pembelajaran daring yang berlangsung cukup lama. Meski demikian pembelajaran tatap muka lebih efektif di bandingkan pembelajaran jarak jauh atau daring dilihat dari data hasil belajar siswa yang meningkat.
Penerapan Keputusan Bersama Menteri Tentang Panduan Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Harol R. Lumapow; Jeffry S.J. Lengkong; Viktory N.J. Rotty; Marcia I. Watulingas
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.449 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7543

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data terkait Penerapan Keputusan Menteri Bersama Menteri Tentang Panduan Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, jurnal ilmiah dan dokumen yang terkait pendidikan. Keputusan bersama menteri telah diterapkan di semua unit pendidikan. Sebagian besar sekolah telah menerapkan pembelajaran daring/online, tapi ada juga sekolah yang menerapkan pembelajaran luring/tatap muka dengan protocol kesehatan yang ketat. Masalah umum yang sering terjadi dalam pembelajaran adalah tidak stabilnya jaringan internet di beberapa daerah. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah untuk membantu masyarat, salah satunya dengan memberikan bantuan kuota gratis bagi peserta didik dan guru.
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI DALAM MEMPRODUKSI TEKS EKSPLANASI DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI QUESTION STUDENT HAVE Iyenyuh Srivin Nalung; Susan Monoarfa; Viktory N. J. Rotty
KOMPETENSI Vol. 3 No. 9 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i9.6429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan kemampuan siswa kelas XI dalam memproduksi teks eksplanasi dengan menggunakan strategi ‘Question Student Have’ Penelitian ini juga disusun dalam rangka mendeskripsikan penerapan strategi ‘Question student have’ dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tondano dan merupakan sebuah penelitian deskriptif pada pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah Siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Tondano yang berjumlah 20 orang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan tes. Untuk menganalisis data yang peneliti peroleh teknik yang digunakan adalah menarik presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Tondano tergolong mampu dalam memproduksi teks eksplanasi. Hal ini tergambar melalui presentase nilai rata-rata yang dicapai secara klasikal yiatu 84,3%. Aspek-aspek yang dinilai dalam memproduksi teks eksplanasi adalah kesesuaian isi teks berdasarkan topik (96.5%), ketepatan organisasi atau struktur teks (81.25%), kosakata yang digunakan (87.5%), Penggunaan bahasa/keefektifan kalimat (80.5%), dan ketepatan mekanik atau tanda baca yang digunakan (61.5%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Strategi Question Student Have mampu memaksimalkan kemampuan siswa dalam kegiatan memproduksi teks eksplanasi.
THE LEARNING OF POEM WRITING BY IMPLEMENTING PROJECT-BASED LEARNING FOR 8TH GRADE STUDENTS Fiona Desty Punusingon; Intama J. Polii; Viktory N. J. Rotty
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 2 No. 6 (2022): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v2i6.7312

Abstract

The purpose of this study is to describe the experiences of eighth-grade junior high school students who use Project Based Learning as a paradigm for learning to write poems. This study was also organized to see the implementation of the Project Based Learning model in learning to write poetry for eighth-grade junior high school students. This research was conducted at SMP Kristen Taraitak and was organized using an analytic descriptive approach. The participants in this study were 22 eighth-grade students from SMP Kristen Taraitak. Data were collected using methods including interviews, surveys, and testing. The percentage method was used to analyze the data. Findings from the Project Based Learning method for teaching poetry writing Students in grade VIII of SMP Kristen Taraitak were considered "competent" because their average scores were in the 80-89 percentile. Thus, the use of the Project Based Learning model is one of the right and suitable steps for teachers to improve the learning process of writing poetry, which certainly brings many benefits to students' development in learning to write, especially in terms of learning to write poetry for class VIII students of SMP Kristen Taraitak.
Guru Sebagai Manajer Pembelajaran (Studi Kasus Pada Smp Negeri 1 Kawangkoan Di Kabupaten Minahasa) Resina Dintje Kaunang; Deitje A. Katuuk; Viktory N.J. Rotty
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil analisis dan deskripsi yang jelas dan rinci tentang: 1. Guru sebagai perencana pembelajaran pada SMP Negeri I Kawangkoan di Kabupaten Minahasa 2. Guru sebagai pelaksana pembelajaran pada SMP Negeri I Kawangkoan di Kabupaten Minahasa 3. Guru sebagai penilai pembelajaran pada SMP Negeri I Kawangkoan di Kabupaten Minahasa. Menggunakan jenis penelitian yang tergolong studi kasus, pada awalnya melihat konteks permasalahan dalam latar penelitian yang luas kemudian terfokus dan menyempit pada kasus-kasus yang telah ditentukan yaitu berkenaan dengan permasalahan tentang guru sebagai manajer (Studi Kasus pada SMP Negeri I Langowan di Kabupaten Minahasa). Penelitian ini menurut rencana akan dilaksanakan pada SMP Negeri I Kawangkoan di Kabupaten Minahasa. Sekolah ini dipilih dengan alasan; berstatus sebagai sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Minahasa, memiliki prestasi akademik dan non akademik (prestasi olahraga dan kesenian), kuantitas guru pengajar untuk semua mata pelajaran (39 guru), berpendidikan S1 (33 guru), S2 (6 guru), jumlah guru yang sudah disertifikasi (22 guru), pegawai tata usaha (2 pegawai), jumlah siswa tahun pelajaran 2022/2023 (492 siswa), serta jumlah rombongan belajar (18 rombongan belajar). Waktu penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih empat (4) bulan, terhitung sejak penyusunan proposal penelitian hingga perbaikan tesis (Mei-Agustus 2023). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menyangkut data tertulis maupun yang diamati bahkan yang berkaitan dengan guru sebagai manajer dalam pembelajaran pada SMP Negeri I Kawangkoan di Kabupaten Minahasa. Prosedur yang akan ditempuh dalam penelitian ini mengikuti produser yang dikemukakan oleh Nasution (2003:33) yang terdiri dari tiga tahap yaitu (1) tahap orientasi, (2) tahap eksplorasi, (3) tahap member chek. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan hasil penelitian yang telah diuraikan mengenai guru sebagai manajer pembelajaran pada SMP Negeri 1 Kawangkoan dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1). Guru sebagai perencana pembelajaran. 2) Guru sebagai pelaksanan pembelajaran, 3). Guru sebagai penilai pembelajaran, juga berfungsi mengetahuai tingkat ketercapaian dan perkembangan hasil belajar murid.
Typology of teacher development Viktory Nicodemus Joufree Rotty; Lady Grace Jane Giroth; Kyrie Eleison Ruata; Tiersa Reinie Undap; Anita Costanci Christine Tengker
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 4 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020211303

Abstract

The teacher resources development becomes a central issue in public discussion. The plan, implementation, monitoring and evaluation of teacher resource development in Dinas Pendidikan Manado is being provoked and receives attention. The provoking issues play around on how teacher resouces development being planned, implemented, and evaluated. This study takes a qualitative approach and utilizes a case study method. In-depth interviews are the primary data collecting tools, followed by document study techniques/literature and observation. However, monitoring and evaluation success requires adequate implementation quality, appropriate monitoring and evaluation standards, and a special monitoring and evaluation budget. In conclusion, the government should inform and promote the pattern of execution of teacher resource development. That is, more attention and a dedicated budget for the creation of teaching resources are required. The pattern of teacher resource development monitoring and assessment is based on both internal and external stakeholders. The government must state and report the pattern of implementation of teacher resource development. This means that more attention and special budget are needed to create teaching resources. The pattern of monitoring and assessment of teacher resource development is based on internal and external interests. As a result, by using explicit and redundant standards, supervisor quality becomes an important predictor of successful monitoring and assessment.
Pengaruh Fasilitas Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Vii Pada Mata Pelajaran Matematika Di Smp Negeri 2 Bitung Incha Kristanty Japar; Henny N. Tambingon; Viktory N.J. Rotty
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i3.5926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VII, sekaligus melihat pengaruh kedua elemen tersebut secara bersamaan terhadap hasil belajar peserta didik. Data primer dalam penelitian ini diperoleh secara langsung dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bitung responden yang berkaitan dengan fasilitas belajar dan motivasi belajar dalam penelitian ini. Kemudian data tersebut dikumpulkan, diolah dan disajikan oleh peneliti. Data sekunder adalah data yang telah dahulu dikumpulkan dan dilaporkan orang atau instansi di luar peneliti. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi dokumen raport semester genap pada mata pelajaran Matematika kelas VII di SMP Negeri 2 Bitung. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik di kelas VII SMP Negeri 2 Bitung tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 492 orang dan sampel diambil dari 176 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, sebagai jawaban atas rumusan permasalahan dan tujuan penelitian, maka kesimpulan penelitian dapat dielaborasikan bahwa pertama, fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa Kelas VII pada Mata pelajaran Matematika. Ini berati semakin terpenuhinya fasilitas belajar semakin meningkat juga prestasi belajar siswa. Kedua, motivasi belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelasVII pada mata pelajaran Matematika. Berarti semakin tinggi motivasi belajar semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Ketiga, secara bersama-sama fasilitas belajar dan motivasi belajar berpengaruh postif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Bitung. Menunjukan bahwa untuk mencapai prestasi belajar yang baik dan tujuan pembelajaran sesuai yang diharapkan, maka harus didukung oleh fasilitas belajar yang baik dan motivasi belajar yang tinggi. Kata Kunci : Fasilitas Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi belajar Siswa, Mata Pelajaran Matematika, SMP Negeri 2 Bitung.
Co-Authors Alfrina Mewengkang Anita Costanci Christine Tengker Arie Frits Kawulur Ariel N. Rengkuan Arje Cerullo Djamen Ayu Lestari Ayu Lestari Badriah Wangi Bernadette E. Pontoh Brianne E.J. Komedien Brianto Meixon Aruro Chika Dwi Putri Ansik Chrisant Florence Lotulung Christar Arstilo Rumbay Christi Diana Mambo Christine Rawis Christine Rawis Cliferd Osaka Najoan Damianus Pongoh Debie K. R. Kalalo Deiby Neltje Fransiska Tiwow Deisye Supit Deitje Adolfien Katuuk Delli Sabudu Deril Mangundap Djami Olii Djbir Eddy Kembuan Djubir Kembuan Donal Mateos Ratu Edino Ayub Lomban Edino Ayub Lomban Elni Usoh Enny Corry Setiyawati Felly Ferol Warouw Fenny N. Pusung Ferry Hertog Mandang Fientje Malinggas Fiona Desty Punusingon Fitri Herawati Mamonto Fransisca Leonitha Rasu Freida F Masoko Gerry Kadamehang Gilly Marlya Tiwow Gladys F Togas Gloria Ester Verelin Walewangko Grace Kimbal Grace Shirley Luntungan Hadi Ignatius Untu Halifat Wahid Hance Ponto Haris Monoarfa Heidy Tamboto Heinrich Saneba Hendrie Joudi Palar Henny N. Tambingon Herman Meiky Koessoy Herry Sumual Hetwi Marselina Saerang Ignatius Javier C. Tuerah Incha Kristanty Japar Intama Jemy Polii Irana Dewi Supomo Isir, Apelina Isir, Apilena Iyenyuh Srivin Nalung Jeffry Sony Junus Lengkong Jelly Lembong Jelly Maria Lembong Johan Reimon Batmetan Jolie Ponamon Josly Tintingon Josly Yakob Tintingon Josly Yakob Tintingon Joulanda A. M. Rawis Junita A. Tumurang Kalesaran, Renaldy J. Kaparang, Maria Wihelmina Kapoh, Timothy Waraney Karim, Ridwan Katuuk, Antoinette L. Grace Kembuan, Djubir Ruslan Edy Ketsia Zeke Kocu, Antoneta Koessoy, Herman Korompot, Sudarmin Krety Debora Welong Krinto, Karolus Kyrie Eleison Ruata Lady Grace Jane Giroth Lando E. Sumarauw Lanny Anggriany Ointu Lantang, Dani Larry Mandey Lembong, Jelly Maria Lengkong, Jefrry S. J. Leydi F. Pontoh Lihart Lumapow Listriyanti Palangda Lolong, Rima Lolong, Rima Fien Lomban, Edino Ayub Lord Steward Ebe Lucy L. Tami Mowilos Lumapouw, Harol Lumapouw, Harol Reflie Lumapow, Harol R Lusia Sumenda1 Mailangkay, Sonny D.J. Malinggas, Fientje Mamonto, Mutahir Mamuaja, Marlin Penina Mandagie, Selanova Citra Mandey, Larry J Manengkei, Steven Bons Manueke, Teddy Marcia I. Watulingas Maria R. Walukow Marlin Penina Mamuaja Marshela - Pondaag Marshela Pondaag Marssel Michael Sengkey Masinambow, Christo J. R. Maukar, Merry EC Mayske Rinny Liando Mega Yuniar Palit Melisa Golonggom Melkian Naharia Merci Hosang Mercy Hosang Meylan M. Rumengan Michella Supit Michelle Supit Misyela Prisilia Sembung Misyela Prisilia Sembung Mongdong, Romi Junior Mozes Markus Wullur Mozes Y. Legi Naflia F. I. Pratasik Navel Oktaviandy Mangelep Ngadiorejo, Hartini Nindi Puspadita Pratiwi Dumat O. Naharia Olivia Lalamentik Orbanus Naharia Oroh, Oliviane Palilingan, Verry Ronny Palit, Mega Yuniar Papising, Yosepiniawati parabelem tinno dolf rompas Paulus Robert Tuerah Peggy Veronica Togas Piri, Meiske Feiny Sialom Pitoy, Jureyke I. Ponto, Hance Pontoh, Bernadette E. Pratasik, Naflia Ferline Ingrit Pratasik, Stralen Prycilia Pingkan Mamuaja Punuh, Grace Punuh, Liesje Grace Lourino Pusung, Fenny N. Quido Conferti Kainde Rambitan, Bella Felicita Refien K. S Rawung Refien K. S. Rawung Resina Dintje Kaunang Ressy Mewengkang Richard Daniel Herdy Pangkey Ridwan Karim Rima Fien Lolong Rima Lolong Rinny Meilani Tinangon Rolly R. Oroh Rolly Robert Oroh Roos M. S. Tuerah Ruth Nayoan Sadsuitubun, Marisca A. B. Saerang, Hetwi Marselina Salangka, Sella D.I. Sampouw, Nancy L. Santje Iroth Selvie Serly Rumagit Sendy Moningka Setny Raube Shelty D. M. Sumual Sifra Ch. Kalangi Silvana Novanda Bulu, Linneke Siska Saselah Stief Aristo Walewangko Suharto Pulukadang Suma, Elfira Yesy Sumual, Syerri Y. Susan Monoarfa Susan Noviaty Herienth Jacobus Tamboto, Heidy Tengker, Irithca J. Thelma I. M. Wengkang Thomas Martin Senduk Tiersa Reinie Undap Tinangon, Rinny M. Tinneke Evie Meggy Sumual Tuerah, Javier I. Tumbel, Goinpeace Handerson Uus Kamajaya Al Katuuk Veronica Oktavia Menggana Vidlina Lie Vidlina Lie Viginia Saneba Virginia H Saneba Wakur, Neiles Walewangko, Stief Aristo Welong, Krety Debora Willem Hanny Rawung Yayi Suryo Prabandari Yean M V Rasu Yean Rasu Yeane Koyongian Yudi Betsi Londa