p-Index From 2021 - 2026
9.418
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BALI MEDICAL JOURNAL (BMJ) Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Wahana Matematika dan Sains Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika WIDYA LAKSANA JURNAL PENJAKORA JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Syntax Idea Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Abdi Insani Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu PROGRES PENDIDIKAN jurnal ilmu keolahragaan Jurnal Paedagogy UTAMAX : Journal of Ultimate Research and Trends in Education Jurnal Bali Membangun Bali Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Journal Social Science And Technology For Community Service Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Empiricism Journal NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Kumarottama : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu Education and Counseling Journal International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu Guna Sewaka Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu International Journal of Educational and Life Sciences (IJELS) MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Journal of Gemilang Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

WIRAUSAHA USAHA RUMPUT BELULANG (ELEUSINE INDICA L. ) UNTUK LUKA BAKAR DAN KESEHATAN DI KELURAHAN PASAR TELUK DALAM Adam Smith Bago; Sri Florina Laurence Zagoto; Lies Dian Marsa Ndraha; Indah Permata Sari Lase; I Made Sutajaya
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pemelitian ini adalah Untuk mengetahui pemanfaatan rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan, cara mengolah rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan serta persepsi masyarakat dalam memanfaatkan rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengambilan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa rumput belulang dapat mengobati luka, salah satu yaitu pendarahan, luka bakar atau yang lainnya yang dapat mencegah perkembangan sel kanker, membantu membersihkan organ ginjal, membantu mengobati tipes, membantu menyembuhkan luka pendarahan, membantu penyembuhan radang sendi dan parasit, membantu menyuburkan rambut dan menghilangkan ketombe, mengatasi diabetes dan tekanan darah tinggi, mencerahkan kulit wajah dan memberikan tanggapan positif bagi masyrakat. Simpulan penelitian ini adalah rumput belulang yang sering digunakan untuk kesehatan khususnya masyarakat di Kelurahan Pasar Telukdalam yaitu digunakan untuk membersihkan ginjal, pengobatan tipes, meredekan masalah pencernaan dan mengurangi nyeri dan peredangan sedangkan pemanfaat rumput belulang yang sering digunakan masyarakat di Keluruhan Pasar Telukdalam. Saran dalam penelitian ini adalah Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tentang materi pemanfaatan rumput belulang.
Perbedaan Kerentanan dan Pertumbuhan Berbagai Jenis Biji Kacang Terhadap Serangan Kumbang Callosobruchus maculatus (F.) (Coleoptera: Bruchidae) Yang Dilakukan Di Laboratorium Hidayatullah, Noval Tauhid; Sutajaya, I Made; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Widayanti, Sri; Widinni, Trijanti A.
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.61555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serangan hama kumbang Callosobruchus maculatus (F.) (Coleoptera: Bruchidae) yang mengakibatkan perbedaan kerentanan berdasarkan persentase biji kerusakan, persentase penurunan berat biji, indeks kerentanan, dan pertumbuhan berdasarkan berat basah seluruh bagian tanaman pada berbagai kacang yang ditumbuhkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen lingkungan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini terdapat 10 perlakuan yaitu 5 perlakuan pemberian kacang tunggak (A), kacang hijau (B), kacang bogor (C), kacang adzuki (D), dan kacang hitam (E) tanpa infestasi dan 5 perlakuan dengan infestasi kumbang Callosobruchus maculatus (F.), dengan jumlah ulangan masing-masing sebanyak 3 kali. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji hipotesis One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara parameter yang diteliti yaitu: (1) persentase kerusakan biji, tertinggi pada kacang bogor sebesar 43,60 ± 6,48% dan rerata terendah pada kacang hitam sebesar 6,70 ± 2,53%, (2) persentase penurunan berat biji, tertinggi pada kacang bogor sebesar 6,51 ± 1,27% dan terendah pada kacang hitam sebesar 1,09 ± 0,57%, (3) indeks kerentanan biji, tertinggi pada kacang hijau sebesar 16,01 dengan kategori sangat rentan dan terendah pada kacang hitam sebesar 7,23 dengan kategori cukup tahan, (4) berat basah seluruh bagian tanaman, tertinggi pada kacang tunggak sebesar 0,49 ± 0,80 gram dan terendah terletak pada kacang hijau sebesar 0,02 ± 0,01 gram.
Implementation of the Pawongan Values of Tri Hita Karana Teachings to Strengthen Diversity in SMA Katolik Kesuma Mataram Wadi, Hairil; Junaidi, Eka; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Made Astawa, Ida Bagus
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 15, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v15i2.88333

Abstract

This research aims to examine the implementation of the Pawongan Values of Tri Hita Karana Teachings to Strengthen Diversity at Kesuma Mataram Catholic High School. The research method uses a qualitative descriptive method approach, with data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model of qualitative analysis with stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the Pawongan value of the Tri Hita Karana teachings is implemented and strengthens diversity at Kesuma Mataran Catholic High School, in various forms of activities such as social service, social communication, joint celebration of religious holidays, imtak programs, choirs, financial assistance, giving gifts, donations to requiring.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRI HITA KARANA DALAM TRADISI MENJOR DI DESA PADANGAJI, SELAT, KARANGASEM Widiantana, I Kadek; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayah
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 11 No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 September 2024
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v11i2.3283

Abstract

The menjor tradition is not only a religious symbol, but also has values contained in it. So far, this tradition has only been limited to complementing the ceremony, without knowing the essence contained in it. This research was conducted in Padangaji Village, Selat, Karangasem, using ethnographic methods to understand how the menjor tradition developed and adapted to social and economic changes associated with the Tri Hita Karana philosophy. In the context of Tri Hita Karana, the menjor tradition reflects a harmonious relationship with God through divine symbols. In the pawongan aspect, the menjor tradition involves community mutual cooperation, strengthening social ties, fostering unity, and building a sense of togetherness in the community. In the palemahan aspect, the use of natural materials such as bamboo, coconut leaves and plawa in making penjor shows concern for nature conservation. In an ecological context, plants such as bamboo and palm oil have an important role in preventing soil erosion and maintaining environmental sustainability. When the community still retains the materials for making penjor from the surrounding environment, it will certainly have positive implications for the ecosystem in the area. Character education is reflected in the Menjor tradition, where religious values, social solidarity and environmental concern are instilled through the implementation of this tradition
Peran Tri Hita Karana dalam Kehidupan Masyarakat dan Institusi: Kajian Komprehensif Berdasarkan Literatur Ahzan, Sukainil; Pangga, Dwi; Sutajaya, I Made; Astawa, Ida Bagus Made; Suja, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2370

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran filosofi Tri Hita Karana (THK) sebagai kerangka kerja untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat dan institusi di Bali. Dengan menggunakan tinjauan pustaka sistematis berbasis pedoman PRISMA, penelitian ini menganalisis 30 artikel yang relevan dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THK memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan spiritual dengan Tuhan (parhyangan), interaksi sosial (pawongan), dan pelestarian lingkungan (palemahan). Filosofi ini tidak hanya mendukung harmoni sosial dan budaya melalui kegiatan kolektif seperti gotong royong dan pelestarian adat, tetapi juga menjadi pedoman dalam praktik keberlanjutan lingkungan. Pada tingkat institusi, THK diadopsi dalam kebijakan pemerintah, pendidikan, dan pariwisata, menghasilkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan. Meski demikian, tantangan dalam implementasi THK mencakup tekanan globalisasi, individualisme, dan modernisasi yang dapat mereduksi nilai-nilai tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengidentifikasi praktik terbaik dalam penerapan THK serta relevansinya dalam konteks global. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan kebijakan berbasis THK, penguatan strategi pendidikan, dan model keberlanjutan institusi yang menekankan keterpaduan antara nilai tradisional dan inovasi modern. Hasil ini mempertegas bahwa THK bukan sekadar filosofi lokal, melainkan pendekatan universal yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan harmoni sosial di era modern. The Role of Tri Hita Karana in Community and Institutional Life: A Comprehensive Literature ReviewAbstractThis study explores the role of the Tri Hita Karana (THK) philosophy as a framework for fostering harmony in community and institutional life in Bali. Using a systematic literature review guided by PRISMA protocols, the research analyzes 30 relevant articles published between 2014 and 2024. The findings demonstrate that THK plays a significant role across various aspects of life, including spiritual connections with God (parhyangan), social interactions (pawongan), and environmental preservation (palemahan). This philosophy not only promotes social and cultural harmony through collective activities such as communal work (gotong royong) and cultural preservation but also serves as a guideline for environmental sustainability practices. At the institutional level, THK is adopted in government policies, education, and tourism, creating a balance between economic development, cultural preservation, and environmental conservation. However, challenges in implementing THK include pressures from globalization, individualism, and modernization, which can erode traditional values. This study contributes by identifying best practices in applying THK and highlighting its relevance in a global context. The practical implications of this research include the development of THK-based policies, the strengthening of educational strategies, and institutional sustainability models that emphasize the integration of traditional values and modern innovation. These findings underscore that THK is not merely a local philosophy but a universal approach relevant to supporting sustainable development and social harmony in the modern era.
Membangun Keseimbangan Global dengan Implementasi Tri Hita Karana untuk Keberlanjutan Sosial, Ekologis, dan Budaya Handayani, Baiq Vina; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2382

Abstract

Filosofi Tri Hita Karana (THK) yang berakar pada budaya Bali melambangkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), serta manusia dengan lingkungan (Palemahan). Tinjauan literatur sistematis ini mengeksplorasi penerapan THK di bidang sosial, ekologi, dan budaya melalui analisis tinjauan literatur menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Kajian analisis penelitian ini diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Di bidang sosial, THK terbukti efektif meningkatkan pembentukan karakter, perilaku etis, dan hasil belajar, serta menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran dan kerja sama. Pada aspek ekologi, THK diterapkan untuk melestarikan sistem irigasi Subak dan Sungai Ayung, menonjolkan kolaborasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari perspektif budaya, THK melestarikan identitas lokal melalui tata kelola berbasis nilai tradisional yang mendukung keberlanjutan lintas generasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan holistik THK mempunyai potensi signifikan dalam mengatasi tantangan keseimbangan global, terutama dalam menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian budaya. Namun masih terdapat kesenjangan penelitian, seperti kurangnya kajian mengenai penerapan THK di luar Bali dan integrasinya dengan teknologi modern. Penelitian di masa depan diharapkan dapat mengeksplorasi adaptasi prinsip-prinsip THK dalam konteks global dan mendorong inovasi interdisipliner untuk memastikan relevansi dan penerapannya secara luas. Building Global Balance by Implementing Tri Hita Karana for Social, Ecological and Cultural SustainabilityAbstractThe Tri Hita Karana (THK) philosophy, which is rooted in Balinese culture, symbolizes harmony between humans and God (Parahyangan), humans and each other (Pawongan), and humans and the environment (Palemahan). This systematic literature review explores the application of THK in the social, ecological, and cultural fields through literature review analysis using descriptive qualitative methodology. This research analysis study was published between 2015 and 2024. In the social sector, THK has proven effective in improving character formation, ethical behavior, and learning outcomes, as well as instilling values such as honesty and cooperation. In the ecological aspect, THK is applied to preserve the Subak irrigation system and the Ayung River, highlighting community collaboration in maintaining ecosystem balance. From a cultural perspective, THK preserves local identity through traditional value-based governance that supports sustainability across generations. The study results show that THK's holistic approach has significant potential in overcoming the challenges of global balance, especially in balancing development with cultural preservation. However, research gaps remain, such as the lack of studies regarding the application of THK outside Bali and its integration with modern technology. Future research is expected to explore the adaptation of THK principles in a global context and encourage interdisciplinary innovation to ensure their relevance and widespread application.
Sinergi Tradisi Perang Topat dan Tri Hita Karana: Studi Hubungan Antara Religi, Sosial, dan Lingkungan dalam Masyarakat Lombok Samsuri, Taufik; Sutajaya, I Made; Suja, Wayan; Astawa, Ida Bagus Made; Pahriah, Pahriah; Sukroyanti, Baiq Azmi
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2480

Abstract

Tradisi Perang Topat di Lombok merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol toleransi antarumat beragama, tetapi juga sarana untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui penghormatan terhadap siklus agraris. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Perang Topat dalam konteks Tri Hita Karana, menyoroti tantangan pelestarian nilai-nilai tradisi ini di era modern, serta menawarkan solusi dan rekomendasi praktis untuk menjaga keberlanjutan tradisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari artikel akademik, buku, dan dokumen digital. Analisis dilakukan berdasarkan tiga pilar Tri Hita Karana: Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan dengan sesama), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Temuan menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan spiritual melalui doa lintas agama, menciptakan harmoni sosial melalui kerja sama lintas komunitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui simbolisme agraris. Namun, tantangan seperti komersialisasi budaya, degradasi lingkungan, dan kurangnya keterlibatan generasi muda mengancam pelestarian nilai-nilai tradisi ini. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, revitalisasi tradisi dengan pendekatan kreatif untuk melibatkan generasi muda, serta pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Tradisi Perang Topat tidak hanya relevan sebagai warisan budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi model harmoni sosial dan pelestarian lingkungan yang dapat menginspirasi dunia. The Synergy of Perang Topat Tradition and Tri Hita Karana: A Study of the Relationship Between Religion, Society, and Environment in Lombok SocietyAbstractThe Perang Topat tradition in Lombok is a cultural heritage that reflects harmony between humans and God, fellow humans, and the environment, as embodied in the philosophy of Tri Hita Karana. This tradition not only symbolizes interreligious tolerance but also serves as a means to maintain ecosystem balance through respect for the agrarian cycle. This article aims to analyze the Perang Topat tradition within the context of Tri Hita Karana, highlighting the challenges of preserving its values in the modern era and offering practical solutions and recommendations for its sustainability. The method used is a qualitative approach based on literature review, collecting data from academic articles, books, and digital documents. The analysis is conducted based on the three pillars of Tri Hita Karana: Parahyangan (relationship with God), Pawongan (relationship with fellow humans), and Palemahan (relationship with the environment). The findings indicate that the Perang Topat tradition plays a crucial role in strengthening spiritual relationships through interreligious prayers, fostering social harmony through cross-community cooperation, and maintaining environmental sustainability through agrarian symbolism. However, challenges such as cultural commercialization, environmental degradation, and the lack of youth involvement threaten the preservation of these traditional values. Therefore, this article recommends strengthening education based on local wisdom, revitalizing traditions with creative approaches to engage younger generations, and developing sustainable cultural tourism. The Perang Topat tradition is not only relevant as a local cultural heritage but also holds potential as a model for social harmony and environmental preservation that can inspire the world.
NILAI MORAL TRI HITA KARANA DALAM ALBUM “KERAMAT” CIPTAAN H. RHOMA IRAMA Harefa, Darmawan; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 2 (2024): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v7i2.2117

Abstract

The purpose of this study is to characterize Tri Hita Karana's moral principles as they appear in the H. Rhoma Irama album "Keramat". This study use content analysis as a qualitative tool. The findings of this study demonstrate that there are five moral values: (1) the value of honesty; (2) the value of discipline; (3) the value of caring for others and paying attention to them; (4) the value of respecting others; and (5) the value of fairness. Therefore, it may be claimed that one of the moral precepts present in the lyrics of many sacred songs is the moral precept of respect for other people. Suggestions (1) Teachers and music enthusiasts can learn a lot from this about overcoming obstacles in life. In addition, this holy song by H. Rhoma Irama has significant queries for all of us since it highlights how crucial it is for kids to obey their parents, particularly the mother who gave birth, reared, and took care of us all. The researcher proposes that listeners and admirers of this song should incorporate the five moral principles into their daily lives so that they can safeguard others no matter where they are; (3) the purpose of this research is to encourage readers to delve deeper into other albums to find more inspiration. It also serves as a resource for other scholars who bring up pertinent study topics.
LOWALANGI DALAM KONSEP TRI HITA KARANA DALAM KEARIFAN LOKAL NIAS Harefa, Darmawan; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 2 (2024): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v7i2.2226

Abstract

This study aims to explore the local wisdom of the Nias community, particularly the concept of Lowalangi (God) within the context of Tri Hita Karana. This concept emphasizes the balance between humans, nature, and God as a foundation for daily life. Through a literature study method, this research analyzes various sources that link spiritual values, customary practices, and environmental preservation within Nias culture. The findings indicate that Lowalangi serves as a unifying element in social and ecological relationships, creating harmony in the interactions between the community and the environment. This research also highlights the challenges of modernization faced by the Nias community and the importance of education and policies that support the preservation of local wisdom. It is hoped that the results of this study will contribute to a deeper understanding of the integration of local values in efforts towards sustainability and cultural preservation.
MENINGKATKAN HASIL KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MAPEL SBDP MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK ORIENTASI THK KELAS V Wijaksono, Agus; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Made Astawa, Ida Bagus
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5778

Abstract

Penelitian membahas tentang permasalahan kurangnya peningkatan hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk meningkatkan hasil kreativitas sbdp dengan menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek berbasis THK dan hasil yang didapatkan Prasiklus, Siklus 1 dan Siklus 2 adapun acuan rata rata pada prasiklus peserta didik dengan jumlah 24 mendapatkan rata rata 61,91667 dengan total nilai keseleruhan berjumlah 1.486. untuk Langkah selanjutnya menggunakan nilai siklus 1 peserta didik mendapatkan rata rata 69,625 dengan jumlah total nilai keseluruhan berjumlah 1.671, Adapun untuk Langkah terahkir adalah menggunakan siklus 2 peserta didik mendapatkan rata rata 74 dengan total nilai keseluruhanya berjumlah 1.776 . untuk Langkah pertama peneliti masih belum berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan target nilai kkm maka menggunakan siklus 1 adapun pada siklus ke 2 peserta didik yang berjumlah 24 telah berhasil memenuhi nilai kkm dengan kategori keterangan hasil belajar amat baik.
Co-Authors - Khaeruman ., Desi Asrini Jumia Miarti ., Dewa Putu Surya d ., Dwi Agus Satyawati ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I PT RISCA JANURIADI ., I Wayan Dena ., Kadek Donna Redita Putri ., Kadek Sudarsini ., NI KADEK EWIK ERAYATI ., Ni Kadek Kandi Pina Sari ., Ni Kadek Mahigawati ., Ni Komang Tri Kamistin ., Ni Luh Seri Eka Desi Susanti ., Ni Nyoman Komala Putri ., Ni Nyoman Sri Noviantari ., NI PUTU PRIMA CAHYAN ., Nyoman Edi Supartawan ., PUTU PRIMA DHARMAPATNI ., Tia Nur Rosita Abdul Hafiz Haqqi Adam Smith Bago Adiwijaya, Pande Agus Admyana, Putu Budi Afrianti, Desi Agus Wijaksono Ahzan, Sukainil Andang, Andang Andika , I Putu Herry Widhi Aniek Suryanti Kusuma, Aniek Suryanti Antari, Wahyu Arifin Arifin Aryani, Luh Nitra Asri Fauzi Bestari Laia Christian Tonyjanto CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Desak Made Citrawathi Desak Putu Saridewi Desi Asrini Jumia Miarti . Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Made Aris Tian Saputra Dewa Putu Surya d . Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Dwi Agus Satyawati . Dwianggreni, Luh Kade Surya Edy Wibowo, Sarwo Eka Junaidi Eliska Juliangkary Enny Fauziah Erlin Erlin fatimah Fatimah Fazalani, Runi Fitri Aulia Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Gregorius Sebo Bito Gunada, I Wayan Agus Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hawali, Rebeka Filda Hidayatullah, Noval Tauhid Hikmawati Hikmawati Hunaepi, Hunaepi I Dewa Putu Sutjana I Gede Astra Wesnawa I Gede Suwiwa I Gusti Agung Haryawan I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Nala I Gusti Putu I Gusti Putu Sudiarta I Gusti Putu Sudiarta, I Gusti Putu I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Wijaya I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ardika Yasa I Made Ardika Yasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I Made Rasna I Made Surya Hermawan I Nyoman Adi Putra I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Sucipta I Nyoman Wijana I PT RISCA JANURIADI . I Putu Eka Indrawan I Putu Herry Widhi Andika I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Yoga Laksana I Wayan Dena . I Wayan Indra Praekanata I Wayan Pendi Haristantya Negara . I Wayan Pendi Haristantya Negara ., I Wayan Pendi Haristantya Negara I Wayan Santyasa I Wayan Suastra I Wayan Suja I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Adnyana Manuaba Ida Bagus Made Astawa Ida Ermiana Indah Sri Handari Adiputra, Luh Made Iwan Abdy Julhidayat Muhsam Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Kadek Donna Redita Putri . Kadek Sudarsini . Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Ketut Tirtayasa Komang Agus Triadi Kiswara Kurnia Amadea, Ida Bagus Neo Kusuma, Ketut Chandra Adinata Lalu Hamdian Affandi Lase, ndah Permata Sari laxmi zahara Lies Dian Marsa Ndraha LUH MADE DWI WEDAYANTHI LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Sukma Dwityarini . Luh Made Sukma Dwityarini ., Luh Made Sukma Dwityarini Luh Nitra Aryani Luh Putu Ratna Sundari Made Astawa, Ida Bagus Mahsup, Mahsup Meyanti, I Gusti Ayu Sundari Muhammad Turmuzi Muhammad Wahyu Setiyadi Mujiburrahman Nasar, Ismail Nasar, Ismail NI KADEK EWIK ERAYATI . Ni Kadek Kandi Pina Sari . Ni Kadek Mahigawati . Ni Kadek Ria Paramita Lestari . Ni Komang Tri Kamistin . Ni Luh Putu Julia Purnama Dewi NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Putu Mia Lestari Devi Ni Luh Seri Eka Desi Susanti . Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Irma Wulandari Ni Made Suyasmi Ni Made Wersi Murtini Ni Nyoman Komala Putri . Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Sri Noviantari . Ni Putu Apriantini Ni Putu Dian Utami Dewi Ni Putu Dina Sutarnitri Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Erna Surim Virnayanthi NI PUTU PRIMA CAHYAN . Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Arnita Ni Putu Sri Ratna Dewi Numertayasa, I Wayan Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurul Fajri Nyoman Ayu Putri Lestari Nyoman Edi Supartawan . P. WAYAN ARTA SUYASA Pahriah, Pahriah Pangga, Dwi Pascalian Hadi Pradana Pipit Rubi Agustia Sari . Poerwati, Christiani Endah Pratama, Susilo Suherman Prawira Kusuma, Agus Tommy Adi Purnama Dewi, Ni Luh Putu Julia Purnami, Ketut Manis Santi Puspayanti, Amalia Putu Gede Ery Suardana PUTU PRIMA DHARMAPATNI . Putu Spyanawati Ramdhani, Lisda Ratna Dewi, Ni Putu Sri Risna Dewi, Ni Wayan Rukmi Sari Hartati S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . Saputra, Dewa Made Aris Tian Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Sinta Javani siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sofia Idawati Lubis Sri Florina Laurence Zagoto Sri Widayanti Steven, Geraldo Marion Suardiati Putri, Ni SUCIKA ARMIANI, SUCIKA Sudiarta , I Gusti Putu Sudiarta, I Gst. Putu Suja, I Wayah Suja, Wayan Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukroyanti, Baiq Azmi Susy Purnawati Sutarnitri, Ni Putu Dina Suyasmi, Ni Made Syamsiar, Syamsiar Taufik Samsuri Tia Nur Rosita . Tonyjanto, Christian Wadi, Hairil Wahjoedi Wahyu Setyadi, Muhammad Wardani, Ida Ayu Nova Intan Wardani, Ketut Sri Kusuma Wardani, Ni Nyoman Alit Putri Widiantana, I Kadek Widinni, Trijanti A. Windayani, Ni Luh Ika Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya