p-Index From 2021 - 2026
6.108
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Estimation of Varian Components and Heritability Two Population of Bird Pepper (Capsicum frutescens L.) Hakim, Abdul; Syukur, Muhamad; Wahyu, Yudiwanti
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.277 KB) | DOI: 10.29244/jhi.10.1.36-45

Abstract

Perakitan suatu varietas tanaman memerlukan informasi genetik mengenai sifat yang diinginkan. Salah satu cara untuk memperoleh informasi genetik yaitu melalui pendugaan komponen genetik dan nilai heritabilitas. Percobaan ini yang bertujuan memperoleh informasi komponen ragam dan nilai heritabilitasnya pada 2 populasi tanaman cabai rawit. Masing-masing populasi P1, P2, dan F1 ditanam dengan jumlah 40 tanaman, BCP1 dan BCP 2 sebanyak 100 tanaman dan F2 sebanyak 300 tanaman. Hasil pada populasi IPB C285 x IPB C290 menunjukkan nilai heritabilitas arti luas kategori tinggi untuk semua karakter kecuali pada karakter diameter buah. Jumlah buah per tanaman dan tebal daging buah memiliki nilai heritabilitas arti sempit kategori tinggi. Hasil pada populasi IPB C321 x IPB C290 menunjukkan heritabilitas arti luas kategori tinggi untuk semua karakter kecuali karakter bobot per buah. Karakter panjang buah termasuk dalam kategori tinggi untuk heritabilitas arti sempit. Rasio ragam aditif lebih besar daripada ragam non aditif pada populasi IPB C285 x IPB C290 untuk karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah dan umur panen sedangkan pada populasi IPB C321 x IPB C290 yaitu karakter jumlah buah per tanaman, panjang buah, tebal daging buah dan diameter buah. Metode seleksi yang bisa digunakan pada kedua populasi ini yaitu metode pedigree sehingga kegiatan seleksi bisa dilakukan pada generasi awal. Populasi IPB C285 x IPB C290 metode seleksi pedigree dilakukan pada karakter jumlah buah per tanaman dan bobot per buah sedangkan pada populasi IPB C321 x C290 metode seleksi pedigree dilakukan pada karakter panjang buah. Kata kunci: aditif, cabai rawit, genetik, heritabilitas, karakter, keragaman
Heritability, Correlation, and Path Analysis on Various Characters of Tomato (Solanum lycopersicum) under Shading and Normal Condition Ritonga, Arya Widura; Chozin, Muhamad Achmad; Syukur, Muhamad; Maharijaya, Awang; Sobir
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.399 KB) | DOI: 10.29244/jhi.10.2.85-93

Abstract

Character selection information is essential for plant breeding program. SSH3 tomato genotype (shade-loving genotype), 4974 (shade-sensitive genotype), and F2 population derived from “SSH3 x 4974” were evaluated to estimate the heritability, correlation, direct and indirect effects between yield and various yield atributting characters in tomato under shading and normal condition at Pasir Kuda Station, Bogor Agriculture University, West Java, Indonesia from July until October 2016. The results showed that plant height, leaf length, leaf width, leaf weight, specific leaf weight, fruit weight, fruit number per plant and fruit weight per plant had high heritability under normal condition, while plant height, fruit set, fruit number of plant and fruit weight per plant had high heritability under shading condition. High direct positive effect on yield per plant was resulted from fruit weight and fruit number of plant under shading and normal condition, while leaf width had direct positive effect on fruit weighr per plant only under shading condition. High indirect positive effect on yield per plant was resulted from fruit set, fruit length and fruit diameter under shading and normal condition, while plant heigh had high indirect effect on yield per plant only under shading condition. Fruit set, fruit weight, and fruit number per plant characters were potential to be used as character selection for tomato productivity in normal conditions. Plant height, fruit set and fruit number per plant were potential to be used as character selection for tomato productivity under shading condition. Keywords: direct effect, fruit set, indirect effect, low light tolerant
Pertumbuhan dan Produksi Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) pada Berbagai Frekuensi Pinching dan Jenis Pupuk: Growth and Flower Yield of African Marigold (Tagetes erecta L.) under Different Pinching Frequencies and Fertilizer Types Dewi Sukma; Syarifah Iis Aisyah; Muhamad Syukur; Dewa Ngurah Suprapta; Muthi'ah Khairun Nisa
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.141-148

Abstract

Pengaruh frekuensi pinching dan jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi T. erecta varietas (var.) Sudamala Oranye 1 perlu diketahui karena pelepasan varietas umumnya diiringi sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik tanaman. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan CV. Benih Dramaga, Desa Sinar Sari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Maret hingga Juli 2023. Percobaan dilakukan pada T. erecta var. Sudamala Oranye 1 dengan bahan tanam setek menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan frekuensi pinching sebanyak 3 taraf, yaitu setiap 2 hari (F1), 4 hari (F2) dan 6 hari (F3) serta jenis pupuk sebanyak 2 taraf yaitu AB Mix 1000 ppm (J1) dan NPK 16-16-16 5000 + Gandasil 2000 (J2) sebagai faktor. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pinching berpengaruh nyata terhadap bobot kuntum serta sangat nyata terhadap diameter kuntum, sedangkan jenis pupuk berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman terserang layu bakteri dan tanaman hidup, serta sangat nyata terhadap masa panen Sudamala Oranye 1 Pengamatan secara kualitatif pada kedua varietas menunjukkan adanya perbedaan warna daun dan mahkota bunga akibat jenis pupuk. Pinching setiap 2 hari memiliki komponen hasil tertinggi pada T. erecta varietas Sudamala Oranye 1 walaupun tidak berbeda nyata dengan frekuensi lainnya. Pemberian pupuk AB Mix 1000 ppm menghasilkan produksi tertinggi pada T. erecta varietas Sudamala Oranye 1.Kata kunci: AB Mix, gandasil, NPK, pembuangan kuncup, setek
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas Theresia Dame Angel Lie Manurung; Aisyah, Syarifah Iis; Muhamad Syukur
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.33-39

Abstract

Ketersediaan varietas unggul bunga matahari (Helianthus annuus L.) masih sangat rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan meneliti karakter unggul dua genotipe bunga matahari hasil pemuliaan dan mengamati karakter kuantitatif dan kualitatifnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu genotipe tanaman yang terdiri atas dua genotipe yang diuji, yaitu genotipe Kanigara dan genotipe Helina dan dua genotipe pembanding yaitu genotipe IPB BM1 dan genotipe Texas Lemon. Hasil analisis ragam keempat genotipe bunga matahari menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh sangat nyata pada seluruh karakter kuantitatif kecuali diameter bunga tabung pada bunga sekunder dan panjang biji. Berdasarkan hasil analisis, Genotipe Helina merupakan genotipe terbaik dalam penelitian ini dengan beberapa keunggulan yaitu memiliki umur berbunga dan umur panen yang nyata lebih cepat, jumlah bunga di cabang yang nyata lebih banyak dibandingkan genotipe pembanding IPB BM1 dan jumlah bunga pita yang nyata lebih banyak dibandingkan dengan kedua genotipe pembanding. Genotipe Helina memiliki ciri khas warna bunga pita kuning dan biji berwarna hitam tanpa strip. Genotipe uji lainnya yaitu genotipe Kanigara memiliki bobot 100 biji yang nyata lebih tinggi dibandingkan genotipe pembanding dan bijinya berwarna coklat dengan strip. Kata kunci : Helianthus annuus L, karakter kualitatif, karakter kuantitatif, varietas unggul
Pengaruh Larutan Pulsing terhadap Daya Simpan Bunga Matahari Potong Sukma, Dewi; Shandra Amarilis; Abdullah bin Arif; Muhamad Syukur; Muthi’ah Khairun Nisa
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.49-55

Abstract

Bunga matahari sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai bunga potong, namun proses respirasi dan transpirasi yang tinggi dapat menyebabkan penurunan daya simpan dan mutu bunga. Teknologi pasca panen seperti pemberian larutan pulsing yang tepat diperlukan agar kualitas dan daya simpan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis larutan pulsing terbaik untuk mempertahankan kesegaran dan mutu bunga potong bunga matahari. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor komposisi larutan pulsing sebanyak 8 taraf, yaitu akuades (P1), akuades + gula 3% (P2), akuades + bayclin 0.25% (P3), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% (P4), akuades + gula 3% + asam salisilat 50 ppm (P5), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 50 ppm (P6), akuades + gula 3% + asam salisilat 75 ppm (P7), dan akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm (P8). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dengan satu tangkai bunga per ulangan, sehingga terdapat 32 tangkai bunga sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pulsing yang mengandung akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm cenderung lebih dapat mempertahankan kesegaran bunga potong bunga matahari dan mengefektifkan penyerapan air hingga 6 HSP. Kata kunci: asam salisilat, bayclin, bunga potong, gula, pasca panen
Respons Morfologi dan Anatomi Kultivar Cabai (Capsicum annuum L) dan Penetapan Tingkat Toleransinya terhadap Defisit Air: Morphological and Anatomical Response of Chili Cultivars (Capsicum annuum L) and Determining Their Tolerance Level to Water Defici Evelyn, Carolina; Gunawan, Indra; Widiyono, Wahyu; Syukur, Muhamad; Trikoesoemaningtyas; Dasumiati; Lestari, Peni
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.3.163-171

Abstract

Kekeringan menyebabkan kerugian ekonomi pada usahatani cabai (Capsicum annuum L.) di Indonesia. Identifikasi kultivar cabai toleran kekeringan diperlukan sebagai langkah awal perakitan varietas cabai toleran kekeringan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perubahan morfo-anatomi beberapa kultivar cabai dan menetapkan tingkat toleransinya terhadap kondisi kekurangan air menggunakan ISK (Indeks Sensitivitas Kekeringan). Penelitian dilaksanakan di bulan Februari – Agustus 2022 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) pola tersarang. Petak utama adalah kelembaban media (80% dan 35% kapasitas lapang). Anak petak adalah enam kultivar cabai. Hasil menunjukkan defisit air menyebabkan tanaman dorman, umur berbunga dan umur panen menjadi lebih lama, kerapatan trikoma meningkat, sedangkan peubah lain menurun. Penurunan pertumbuhan vegetatif dan tertundanya pembungaan (fenologi) mendahului penurunan hasil. SSP dan Genie ditetapkan toleran terhadap kondisi defisit air berdasarkan nilai ISK. Kata kunci: cekaman kekeringan, fenologi, indeks sensitifitas kekeringan, toleransi kekeringan
Seed Diversity Five Species of Chili (Capsicum spp.) Based on Morphological Characters and Seed Viability: Keanekaragaman Benih Lima Spesies Cabai (Capsicum spp.) Melalui Karakter Morfologi dan Viabilitas Benih Undang; Muhamad Syukur; Yudiwanti Wahyu; Abdul Qadir; Siti Marwiyah; Punjung Medaraji Suwarno
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.1.47-57

Abstract

Benih cabai memiliki banyak keragaman dan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya. Identifikasi keragaman benih cabai, pengujian viabilitas benih diperlukan sebagai langkah dalam perakitan varietas dan penyediaan benih bermutu. Penelitian bertujuan memperoleh informasi bentuk biji, tonjolan paruh, bobot 1000 biji dan viabilitas benih. Penelitian dilakukan terhadap 63 genotipe cabai dari 5 spesies (Capsicum annuum, C. frutescens, C. chinense, C. baccatum, dan C. pubescens) bulan Februari-Juli 2023 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak 3 ulangan. Pengamatan meliputi sifat morfologi dan fisiologi benih cabai. Biji cabai secara umum berwarna putih kekuningan dengan tonjolan paruh, kecuali C. pubescens (warna biji hitam, tidak ada tonjolan paruh), bentuk biji seperti ginjal (C. annuum), lonjong (C. baccatum), tetes air mata (C. frutescens), berbentuk D (C. pubescens), melingkar dengan mulut ikan (C. chinense). Spesies cabai yang diamati memiliki berbagai ukuran bobot 1,000 biji (ringan (<3.90 g), sedang (3.90-5.68 g), dan berat (>5.68 g). Keragaman genetik perkecambahan, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh berkategori luas, sedangkan bobot kering kecambah normal, laju pertumbuhan, bobot 1000 biji berkategori sempit. Ukuran biji tidak mempengaruhi persentase perkecambahan benih. Spesies C. pubescens memiliki karakteristik benih yang berbeda dengan spesies Capsicum lainnya, sedangkan spesies C. annuum memiliki kemiripan dengan C. frutescens, C. chinense, dan C. baccatum. Kata kunci: benih, cabai, keanekaragaman, morfologi, spesies
NONPARAMETRIC STABILITY ANALYSIS OF YIELD FOR NINE CHILI PEPPER (Capsicum annuum L.) GENOTYPES IN EIGHT ENVIRONMENTS Rahadi, Vitria Puspitasari; Syukur, Muhamad; Sujiprihati, Sriani; Yunianti, Rahmi
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 35, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v35i2.273

Abstract

 The objectives of this study were to compare nonparametric stability measures, and to identify promising high yield and stability of chili pepper (Capsicum annuum L.) genotypes in eight environments. In every environment, a Randomized Complete Block Design was used with three replications. The method of Nassar and Huehn, Kang, Fox, and Thennarasu was used to analyze the stability and high yield. Spearman’s correlation and Principal Component analysis distinguishes the methods based on two different concepts of stability: the static (biological) and dynamic (agronomic) concepts. The top method was found to be the dynamic stability. Meanwhile, the methods of Si1, Si2, Si3, Si6, Npi1, NPi2, NPi3 and NPi4 were found to be the static stability. Based on the ranking frequency stability of the nonparametric method, the genotypes with the highest frequency of static stability ranking were genotypes IPB002003, IPB002046, IPB009019 and Tit Super, whereas IPB009002 and Tombak were categorized as those of dynamic stability. Genotype IPB120005 and IPB019015 were less adaptable in the multiple environments tested. It shows that the genotypes were specific in certain environments. IPB120005 had high yield and specific location in Boyolali in dry season and IPB019015 genotype was specific in Bogor in wet season. Keywords: chili pepper, nonparametric stability, high yield, dynamic stablility
Adaptability of Mutant Genotypes of Artemisia (Artemisia annua L.) as Result Of Gamma Irradiation in Three Locations with Different Altitude Syukur, Muhamad; Lestari, Endang Gati; Purnamaningsih, Ragapadmi; Yunita, Rosa; Aisyah, Syarifah Iis; Firdaus, Rohim
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 33, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v33i3.76

Abstract

The objective of this study was to identify the adaptability of twelve artemisia mutant genotypes, which were planted in three locations with different altitude, as a result of gamma irradiation. Randomized Complete Block Design (RCBD) was applied in this research with three replications as blocks. The genotypes 1B, 1C, 1D, 2, 3, 4, 5A, 6B, 7A, 8, 14, 15 and two control genotypes as parent genotype from seed and from in vitro were used. The genotypes were planted in three different locations such as Mount Putri, Cianjur (1450 m above sea level), Pacet, Cianjur (950 m above sea level) and Cicurug, Sukabumi (540 m above sea level). Based on the method of postdictive and predictive success, the model used was AMMI2 which was able to explain up to 100% of interaction-influenced variation. The genotypes which were found stabile and adaptive in these three locations were 1B, 1C, 1D, 6B and 15. Genotypes 3 and 7A were adaptive specifically in Pacet area, 5A was adaptive for Gunung Putri while genotype 4 was for Cicurug only.Keywords: AMMI, Artemisia annua, mutant genotype, adaptability
Risk of Stunting in Children: Links to Internal and Social Family Interactions in Central Buton District (a Case Study) Nangi, Moh. Guntur; Syukur, Muhamad; Suhaeb, Firdaus W.; Lestari, Sari Arie
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 3 No 3: December 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v3i3.55

Abstract

With a high prevalence of stunting in children in the Central Buton District. This study aims to explore the relationship between internal family dynamics and external social relationships affecting children's nutrition. The study was based on the hypothesis that more frequent and qualitative family interactions and involvement in social activities would correlate with a lower risk of stunting. This study used a cross-sectional study design. Analyzing secondary data from the 2021 Family Data Collection (PK21). The study included 6,586 target families as a sample, the analysis included family dynamics as an exposure variable and used the family happiness index formula to identify family interaction and social interaction. The study used logistic regression from Scikit-learn to evaluate the data in the final stage. Data analysis revealed that internal family interactions, although important, showed no statistically significant association with stunting risk (p=0.3699). However, social interaction had a highly significant association with reduced risk of stunting, with a regression coefficient of -1.9934 and Odds Ratio (AOR) of 0.1362 (95% CI: 0.0739 - 0.2510, p<0.0001) in logistic regression analysis. These findings confirm that strong social engagement and community support are key factors in reducing the prevalence of stunting among children in the Mawasangka sub-district. This study concludes that engagement in community social activities has a significant impact on reducing the risk of stunting in children. The findings suggest that interventions aimed at reducing stunting should go beyond intra-family interventions and include increased social interaction and community support to achieve optimal outcomes in stunting prevention.
Co-Authors , Deviona, , , Misnen , Widodo , Yudiwanti , Yustiana ,, Rosminah ,, Sopiana ,, Usman . Kusmanto . Rustam . Sobir . UNDANG . Widodo Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Rahman Fajar Sidiq Abdulah Bin Arif Abdullah B. Arif Abdullah bin Arif Abdullah Bin Arif Abdullah Bin Arif Adriwan Siregar, Heri Ady Daryanto Agustina, Ferra Anggita Ahmad Fahrori Al Hasani Akbar Hidayatullah Zaini Akbar Hidayatullah Zaini Ali Djamhuri Amaliah, Wenny Anas Dinurrohman Susila Andi Takdir Makkulawu Andri Kusmayadi Anung Wahyudi Aprilianti, Devi Kurnia Arief Riza Wijaya, Arief Riza Arif Imam Suroso Arum Sholikhah Arya Yuda Pangestu Asep Setiawan Asril Siregar Awang Maharijaya Azahra, Salsabila Azis Rifianto Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Azmi, Yudia Bagas Akmala Putra Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bintang, dan Maria Carolina Evelyn Chesaria, Nanda Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih Darmawan Asta Kusumah Dasumiati Desta Wirnas Dewa Ngurah Suprapta Dewi Sukma Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Didik Ariyanto Didy Sopandie Dimas Purwo Anggoro Dinar Tri Soelistyowati Diny Dinarti Djayadiningrat, Muhamad Hyar Dwi Guntoro Eka Martha Della Rahayu Elza Zuhry Endah Retno Palupi Endang Gati Lestari Endang Gati Lestari ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI Eny Widajati Erin Puspitarini Evriani Mareza, Evriani Fajar Sidiq, Abdul Rahman Faqih Udin Ghaling Achmad Giyanto Giyanto Giyanto, dan Gustiningsih, Dini HADIPOENTYANTI, ENDANG Hapshoh, Siti Hartati, RR. Sri Helfi Eka Saputra Herry Suhardiyanto Hesti Paramita Sari Hesti Paramita Sari Hidayat, dan Purnama Higuchi, Hirokazu HUSNI, ALI Ilham Dzikrillah Indra Gunawan Irma Isnafia Arief Irman Hermadi Irvansyah Irvansyah Iskandar Lubis Isna Tustiyani Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi JAJAH KOSWARA Jatsiyah, Venti Joko Ridho Witono Juharni Karlin Agustina Ketty Suketi Khaerin Nida Khairunnisa Lubis Kisman Kisman Kondo, Tomohiro KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmanto, . Laksono Trisnantoro Lestari, Puji Lestari, Sari Arie Lia Marliyanti Lia Marliyanti Linda Oktaviana Lisa Sentani Lubis, Khairunnisa Luky Adrianto Luluk Prihastuti Ekowahyuni M A Chozin MADE ASTAWAN Maharijaya, dan Awang MARIA BINTANG Marimin Marimin Marlina Mustafa, Marlina Maya Lestari, Maya Maya Melati Mercy Julinda Zebua Meuthia Rachmaniah Mohamad Rahmad Suhartanto Mu'arif, Mu'arif Muhamad Achmad Chozin Muhammad Hidayat Ginanjar, Muhammad Hidayat Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Rifqi Setio Aji Muhammad Syafi’i Muhammad Zairin Jr. Munarti Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nadila, Dea Nadiyah Mawaddah Ayuningtyas Nanda Chesaria Nangi, Moh. Guntur Nasution, Amal Ma’rup Nazirwan Nazirwan Neng Neni Neni, Neng Ninuk Purnaningsih Nugroho, Kristianto Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Syarul Nur Wulandari Nura ,, Nura Nurbani, Hilmi Nurul Khumaida Odang Carman Okti Syah Isyani Permatasari Peni Lestari Permatasari, Okti Syah Isyani Perwira, Prajna Jaya Prayudani, Ayu Putri Gitanjali PUJI LESTARI Punjung Medaraji Suwarno PURNAMA HIDAYAT Putra, Bagas Akmala Putri, Astrid Aditya Putri, Faradila Danasworo Qadir, Abdul R Neny Iriany RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Rahman Rahman Rahmawati, Rika Sri Rahmi Henda Yani RAHMI YUNIANTI RAHMI YUNIANTI Rahmi Yunianti Raisa Baharuddin Ratna Ningsih rawati ,, rawati Redy Gaswanto, Redy Reswari, Helvi Ardana Ria Ismiatun Ria Putri Ridwani, Sobir Riti, Estriana Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Ritonga, Arya Widura ROHIM FIRDAUS Rohim Firdaus ROHIM FIRDAUS Rokhana Faizah Rokhana Faizah Rosa Yunita Rosa Yunita Rosminah, Rosminah ROSSA YUNITA RR. Ella Evrita Hestiandari Rtionga, Arya Widura Rudy Hermanto Sadewi Maharani, Sadewi Sahid, Zulfikar Damaralam Sandra Arifin Aziz Sari Dewi, Okky Tiara Sautomo, Mohammad Wahyu Sayekti, Tri Wahono Dyah Ayu Sentani, Lisa Shandra Amarilis Shelvie Nidya Neyman Siahaan, Gretty Febriola Sianturi, Clarissa Yolanda Sintho Wahyuning Ardie Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir, dan SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Nurdiati Sri Sujiprihati Sri Wahyuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sriani Sujiprihati SRIANI SUJIPRIHATI SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Subandi Subandi Subekti, Isnani Suhaeb, Firdaus W. Suhartini, dan Tintin Suhesti, Sri Sukma, Dewi Sulassih, . Sundari, Fitria Suci Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syafi’i, Muhammad Syaidatul Rosidah Syaidatul Rosidah Syarifah Iis Aisyah Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tefa, Anna Tefa, Anna Tengku Laila Kamaliah Theresia Dame Angel Lie Manurung Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas Undang Undang Undang, Undang Verry Riyanto Vicente, Tobias Moniz Vitria Puspitasari Rahadi Wahid Rifan Gustoro Wahyu Widiyono Waras Nurcholis WATTIMENA, G. A. Wenny Amaliah Widodo , Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, dan Willy Bayuardi Suwarno Winda Saskia Sijabat Winning Son Ashari Wulan Rahmawati Yesy Mardianawati Yohanes Hendrianto Yudilastari, Tiara Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Rahmadi, Hernawan Yunandra Yundari, Yundari Yursida Yusnita Sari, Yusnita Yusuf Sumaryana Zebua, Mercy Julinda