Claim Missing Document
Check
Articles

Klasifikasi Numerik-fenetik Salmonella typhi Asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil Karakterisasi Fenotipik Sri Darmawati; Langkah Sembiring; Widya Asmara; Wayan T. Artama
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 1 (2011): February 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i1.67

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit endemis yang disebabkan oleh strain bakteri S. typhi, bakteri tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan perbedaan mikromorfologi, morfologi koloni, penggunaan sumber karbon, produksi enzim, kemampuan mendegradasi makromolekul. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melakukan klasifikasi numerik-fenetik 4 starin S. typhi asal Jawa Tengah dan 2 strain asal DIY dengan 2 strain acuan S. typhi NCTC 786 dan BLKS berdasarkan karakterisasi fenotipik dengan analisis hubungan similaritas yang didasarkan atas analisis Simple Mattching Coefficient (SSM) serta algoritme UPGMA (unweighted pair group methode with averages) yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk dendogram. Hasilnya dapat dikelompokkan menjadi empat klaster, klaster pertama beranggotakan 3 strain berasal dari Jawa Tengah dan 1 strain acuan BLK Semarang (similaritas 100%). Klaster kedua beranggotakan satu strain acuan S. typhi NCTC 786 (similaritas 98,6%) dengan klaster pertama. Klaster ketiga beranggotakan 1 strain MDA dari Jawa Tengah (similaritas 96,8%) dengan klaster pertama dan kedua. Klaster keempat beranggotakan 2 strain S. typhi asal DIY yang memiliki (similaritas 96,4%) dengan ketiga klaster lainnya.
Kerentanan Palatogenesis Mencit (Mus musculus L.) terhadap Induksi Cleft Palate TCDD Salomo Hutahaean; Soesanto Mangkoewidjojo; Mammed Sagi; Widya Asmara
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i2.100

Abstract

Telah dilakukan percobaan untuk menentukan tahapan palatogenesis pada mencit (Mus musculus L.) yang rentan terhadap efek polutan 2,3,7,8-Tetraklorodibenzo-p-dioksin (TCDD). Percobaan dirancang mengikuti Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial (4X3). Empat puluh delapan ekor mencit bunting dicekok TCDD dengan dosis 0 (kontrol), 5, 10, atau 20 μg/kg bb. Perlakuan diberikan pada hari kebuntingan (Hk) 9−10, 11−12, atau 13−14. Mencit kontrol dicekok pelarut saja (98,5% minyak wijen + 1,5% DMSO). Pada Hk 18 mencit dibius lalu dibunuh dengan teknik cervical dislocation, persentase fetus cleft palate (cp) dihitung, derajat penutupan palatum diberi skor, preparat dengan ketebalan 6 µm dibuat, dan mikrostruktur kraniofasial diamati. Hasil menunjukkan, pemberian TCDD antara hari ke 9 dan 12 menginduksi cacat cp, dengan kecenderungan hasil tertinggi pada pemberian Hk 910. Perlakuan TCDD dosis 10 atau 20 μg/kg bb pada Hk 910 menghasilkan fetus cacat cp >90%. Persentase fetus cp tetap tinggi pada pemberian Hk 1112, khususnya pada kelompok dosis 20 μg/kg bb (87,3%). TCDD dosis terendah (5 μg/kg bb) menginduksi cp dominan bercelah sempit, menunjukkan adanya hambatan pada tahap fusi. Dosis 10 dan 20 μg/kg bb menginduksi cp bercelah sedang atau lebar, mengisyaratkan terjadi hambatan pada tahap inisiasi atau elevasi. Disimpulkan, seluruh tahapan palatogenesis rentan terhadap efek TCDD, namun tahap paling rentan adalah tahap fusi palatum.
Analisis Kuantitatif Sel Purkinje Cerebellum Mencit (Mus musculus L.) setelah Induksi Ochratoksin A Selama Periode Organogenesis Arum Setiawan; Mammed Sagi; Widya Asmara; Istriyati Istriyati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i2.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah sel Purkinje cerebellum anak mencit umur 21 hari (pascasapih) setelah induksi Ochratoksin A selama periode organogenesis. Tiga puluh ekor mencit bunting dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing 6 ulangan. Ochratoksin A dilarutkan dalam Sodium Bicarbonat, diberikan secara oral pada saat kebuntingan hari ke 7 sampai hari ke -14. Dosis perlakuan Ochratoksin A adalah 0,5 ; 1,0; 1,5 mg/kg bb dan sebagai kontrol tidak diberi perlakuan, serta kontrol placebo diberi perlakuan pelarut Sodium Bicarbonat. Induk mencit dipelihara sampai melahirkan. Pada umur ke 21 hari (pascasapih), anak mencit dikorbankan dan diambil bagian otaknya. Otak mencit selanjutnya dipreparasi dengan metode parafin dan pewarnaan menggunakan pewarnaan Haematoksilin Eosin. Data jumlah sel Purkinje dianalisis dengan Anava Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji DMRT untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ochratoksin A yang diberikan pada mencit bunting selama periode organogenesis menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jumlah sel Purkinje mencit perlakuan yang ditandai dengan semakin menurunnya jumlah sel Purkinje dibandingkan dengan kontrol dan kontrol placebo.
Karakterisasi protease Bacillus sp. UGM5 Titik Purwati Widowati; Soemitro Djojowidagdo; Setiyono Setiyono; Widya Asmara
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.555 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v14i26.297

Abstract

The objective of this experiment is to indentify the characters of proetease produced by Bacillus sp.UGM5.the protease secreted by Bacillus sp.UGM5 was first isolated,purified and then charactirezed.The crude enzyme has spesific actifity of 1.14 U/mg,however,the spesific activity of purified enzyme was increased by 23.8 times fold and recovery was 33.69%.The Page of nondenatured crude enzymes showes two type of proreases,however ,the SDS-Page of denatured purified enzyme showed four protein-bends with molecular weights of 55.5 kDa,18kDa respecetively.The optimum pH and temperature for the enzyme acrivity are 8.5 and 420C and belongs to serin protease type,with Km 3 X 10-3mM and Vmax 0.0890mM/30 minutes.The activity is not inhibited by Ca+2,Fe+2 and EDTA. INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi  protease yang diproduksi  Bacillus sp. UGM5. Protease yang disekresi oleh Bacillus sp.UGM5 pertama-tama diisolasi,dipurifikasi kemudian dikarakterisasi.Enzim kasar mempunyai spesifik 1,14 U/mg.Aktivitas spesifik enzim yang dimurnikan meningkat 23,8 kali dengan recovery 33,69%.Elektroforesis gel poliakrilamid enzim yang dipurifikasi dan didenaturisasi menunjukan ada empat pita protein dengan berat protein masing-masing 55,5 kDa,51 kDa,18 kDa,dan 15,5 kDa .ph dan temperatur optimum aktivitas enzim adalah 8,5 dan 420C,termasuk tipe protease serin,dengan nilai Km 3 X10-3mM dan Vmax 0,0890mM/30menit.Aktivitas enzim tidak dihambat oleh adanya ion Ca2+,Fe+3 dan EDTA.
PHYLOGENETIC PROFILE OF ESCHERICHIA COLI CAUSING BLOODSTREAM INFECTION AND ITS CLINICAL ASPECT Osman Sianipar; Widya Asmara; Iwan Dwiprahasto; Budi Mulyono
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v24i1.1152

Abstract

Escherchia coli merupakan satu dari bakteri yang paling sering ditemukan dalam infeksi aliran darah. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengeksplorasi profil filogenetik E. coli yang menyebabkan infeksi aliran darah dan aspek klinisnya. Ini merupakan penelitianobservasional yang melibatkan 12 subjek yang menderita infeksi aliran darah yang disebabkan oleh E.coli. Isolat klinis E.coli serta hasiluji kepekaan antimikroba diperoleh dari metode kaldu microdilution otomatis. Data klinis diperoleh dari rekam medis dan analisisfilogenetik yang dilakukan dengan polymerase chain reaction menggunakan gena chuA dan YjaA. Data dianalisis dengan menggunakanstatistik deskriptif. Sumber infeksi ini berasal dari saluran kemih, paru-paru, saluran pencernaan dan kulit yang ditemukan dalam 7kasus. Namun, sumber infeksi tidak diketahui dalam 5 kasus. Sebagian besar subjek adalah pria dewasa dengan keganasan sebagaipenyakit yang mendasarinya. Escherichia coli sebagai etiologi infeksi aliran darah sebagian besar (75%) menghasilkan enzim ESBL danresistensinya terhadap antimikroba seperti ampicilin, ampicilin/sulbactam, ceftazidime, ceftriaxon, cefepime, aztreonam, ciprofloxacindan trimetropim-sulfamethoxazol yang cukup tinggi. Kelompok filogenetik dari isolat klinis ini sebagian besar (75%) adalah grup B2dan grup D yang dikenal sebagai strain virulen ekstraintestinal. Isolat klinis yang tersisa (25%) dapat digolongkan sebagai kelompokfilogenetik A atau B1 dimana kelompok A dikenal sebagai strain komensal.
SCREENING OF THERMOSTABLE PROTEASE PRODUCING MICROORGANISMS ISOLATED FROM INDONESIAN HOTSPRING Dewi Seswita Zilda; Eni Harmayani; Jaka Widada; Widya Asmara; Hari Eko Irianto; Gintung Patantis; Yusro Nuri Fawzya
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v7i3.5

Abstract

Although many proteases had been studied and characterized, only a few of them are commercially available.  Protease thermostability is one of the crucial properties for industrialapplication. This research aimed to isolate and to screen the potential isolate which produce thermostable protease. There were 6 isolates (BII-1, BII-2, BII-3, BII-4, BII-6 and LII), isolated using solid Minimal Synthetic Medium (MSM) supplemented with 1.5% skim milk, that have, protease activity. Based on the 16S-rRNA gene sequencing analysis, isolates BII-1, BII-2 and BII- 6 were identified as Bacillus licheniformis, isolates BII-3 and BII-4 were identified as Bacillus subtilis, while isolate LII was identified as Brevibacillus thermoruber. Three isolates (BII-6, BII-4 and LII) were then further investigated for the second screening step using liquid MSM supplemented with 1% skim milk. The isolates (BII-6, BII-4 and LII) optimally produced protease when they were cultivated at 35, 30 and 50o C respectively after 22 h of incubation. Protease produced by BII-6, BII-4 and LII had optimum temperature  of 65, 60 and 85o C, optimum pH at 7-8, 8 and 9 and stable up to 100 min at 55, 60 and 75o C respectively.
Pengaruh Media Kofabar (Kotak Alfabet Dan Gambar) terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Kelompok B di RA Muslimat Babul Ulum Gumulan Kesamben Jombang Putri Ismawati; Lina Sri, Widyawati
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengangkat pengaruh media kofabar untuk meningkatkan perkembangan anak didik dan mengangkat pembelajaran yang menggunakan media kofabar, dengan menggunakan media kofabar ini dapat di gunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini. Pembelajaran dalam membaca permulaan maupun mengenal simbol-simbol hingga menyusun menjadi kata ini dengan tahapan tepat melalui media kofabar. Dalam penerapannya, peserta didik bisa menyelesaikan beberapa permainan membaca permulaan. Data yang di peroleh dari Kelompok B di RA Muslimat Babul Ulum Gumulan Kesamben Jombang yang menjalankan pembelajaran sehari-harinya hanya dengan lembar kerja peserta didik terdapat 6% yang mengalami permasalahan dalam aspek pengembangan bahasa dengan kemampuan membaca permulaan. Kesenjangan antara kondisi ideal yang di harapkan dengan praktek nyata di lapangan ini yang menjadi latar belakang penelitian untuk mengetahui hasil pengaruh media kofabar terhadap kemampuan membaca permulaan pada kelompok B di RA Muslimat Babul Ulum Gumulan Kesamben Jombang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B di RA Muslimat Babul Ulum Gumulan Kesamben Jombang yang berjumlah 24 anak. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan jenis One-Group Pretest-Posttes Design, yang bertujuan untuk membandingkan antara keadaan sebelum perlakuan dengan keadaan sesudah perlakuan yaitu penggunaan media Kofabar. Pada penelitian ini meggunakan teknik pegumpulan data berupa teknik observasi dan analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Uji ini juga dikenal dengan nama uji match pair test. Dari hasil perhitungan telah di peroleh dengan nilai Z -5.467 dan Nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,002 ini menunjukkan bahwa nilai ini lebih kecil dari 0,05 maka Nilai Asymp. Sig (2-tailed) Ha diterima, artinya ada pengaruh positif dan signifikan antara sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan, sehingga dapat disimpulkan ada Pengaruh Media Kofabar (Kotak Alfabet dan Gambar) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak di RA Muslimat Babul Ulum Gumulan Kesamben Jombang.
Deteksi Virus Newcastle Disease pada Burung Merpati (Columba Livia) dan Burung Tekukur (Streptopilia Chinensis) yang Menunjukkan Gejala Syaraf Nyoman Reishita Andriyani; Arfian Rahma Shanti; Liza Angeliya; Marla Anggita; Tri Untari; Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni; Widya Asmara; Michael Haryadi Wibowo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.220-227

Abstract

Dewasa ini dilaporkan banyak kasus pada burung merpati (Columba Livia) dan burung tekukur (Streptopilia Chinensis) menunjukkan gejala syaraf, terutama: tortikolis, dan kepala gemetar, yang merupakan indikasi penyakit Newcastle Disease (ND). Kedua spesies burung tersebut banyak berkeliaran di lokasi farm ayam komersial untuk mencari pakan. Kondisi tersebut dapat bertindak sebagai faktor penular penyakit ND. Penelitian ini bertujuan mendeteksi virus ND pada burung merpati dan burung tekukur yang memperlihatkan gejala saraf, dengan uji serologis dan molekuler. Sampel darah diambil dari vena brakhialis, diproses untuk mendapatkan serum darah. Serum tersebut selanjutnya diuji dengan uji hemaglutinasi inhibisi (HI), untuk mendeteksi titer antibodi ND. Sampel pool otak, trakea, dan lien diekstraksi RNA-nya dan diamplifikasi dengan primer spesifik gen F virus ND. Sampel pool tersebut juga dikultur pada telur ayam berembrio specific pathogen free (TAB-SPF). Identifikasi dilakukan dengan uji hemaglutinasi (HA) dan HI dengan serum kontrol positif ND. Hasil deteksi serologis 7 sampel burung merpati menunjukkan titer antibodi ND bervariasi dari titer 25 sampai 28., sedangkan 2 sampel diperoleh seronegatif dengan titer 20. Salah satu pool gerusan organ kode M3/Sleman/2021 menunjukkan hasil RT-PCR positif. Analisis sekuens isolat virus ND tersebut termasuk NDV virulen dan dikelompokkan ke dalam genotipe VII-i. Pasase pool sampel organ tersebut masing-masing dikultur pada TAB-SPF dengan pasase sebanyak 3 kali, menunjukkan hasil negatif.
EVALUASI STATUS VIRULENSI ISOLAT Bacillus anthracis ASALNUSA TENGGARA DAN PAPUA MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION MULTIPLEX Maxs Urias Ebenhaizar Sanam; Widya Asmara; Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni; Michael Haryadi Wibowo; Rahmat Setya Adji
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.909 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status virulensi 22 isolat Bacillus anthracis (B. anthracis) asal Nusa Tenggara dan Papua  menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) multiplex dengan dua pasang primer nukleotida yang memiliki target amplifikasi gen spesifik pada kedua plasmid. Ektraksi DNA dilakukan dengan metode lisis panas. Pasangan primer PA5 dan PA8 digunakan untuk mengamplifikasi gen pagA pada pXO1, sedangkan pasangan primer 1234 F dan 1301 R mengamplifikasi gen capABC pada pXO2. Hasil reaksi PCR menghasilkan dua pita DNA berukuran sekitar 600 dan 800 bp pada 20 isolat. Namun, dua isolat lain, masing-masing hanya memiliki salah satu dari kedua ukuran pita DNA tersebut. Sebagian besar koleksi isolat asal Nusa Tenggara dan Papua (91%) masih memiliki kedua plasmid secara lengkap (pXO1+/2+) dan karena itu bersifat virulen, sedangkan dua isolat lain (9%) telah kehilangan salah satu plasmid virulennya sehingga bersifat avirulen. Disimpulkan bahwa PCR multiplex dengan dua pasang primer dengan target amplifikasi pada plasmid dapat digunakan untuk evaluasi status virulensi isolat B. anthraci.
EVALUASI KIT DETEKSI CEPAT TERHADAP SAMPEL OTAK ANJING TERINFEKSI VIRUS RABIES Michael Haryadi Wibowo; Tri Untari; Sidna Artanto; Surya Amanu; AETH. Wahyuni; Widya Asmara
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.545 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi kit deteksi cepat Anigen® rapid test kit rabies Ag dalam mendeteksi virus rabies pada sampel otakanjing yang diperoleh dari lapangan yang meliputi batas deteksi, kecepatan reaksi, uji reaksi silang, uji sensitivitas, dan spesifisitas. Batas deteksi ditentukan dengan pengenceran secara serial kontrol positif virus rabies dan selanjutnya diuji dengan rapid test kit sesuai petunjuk produsen. Uji reaksi silang dilakukan dengan canine parvovirus, Escherichia coli, dan Salmonella sp. Uji sensitivitas dan spesifisitas dilakukan terhadap sampel otak yang telah dikonfirmasi positif rabies dengan uji fluorescent antibody technique. Konfirmasi uji rapid test tersebut dilakukan dengan reverse transcriptase polymerase chain reaction. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Anigen® rapid test kit rabies Ag mampu mendeteksi sampel yang mengandung virus rabies dengan titer 0,5 x log 106,5/0,03 ml, dengan rata-rata kecepatan reaksi 1,8 menit 29,35 detik (kurang dari 2 menit). Di samping itu Anigen® rapid test kit rabies menunjukkan tidak terdapat reaksi silang dengan canine parvovirus, Escherichia coli, dan Salmonella sp. serta mempunyai sensitivitas 92,30% dan spesifisitas 97,90%
Co-Authors . Sismindari ., Wdjijono A. Alimuddin Adi Heru Sutomo Aditya Krishar Karim Aditya Krishar Karim AETH. Wahyuni AETH. Wahyuni, AETH. Ag. Yuswanto Agnes Sri Harti Agnes Sri Harti Agnesia Endamg Tri Hastuti Wahyuni Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni Agus Eko Srihanto Agus Eko Srihanto, Agus Eko Agustinus Joko Nugroho Agustinus Joko Nugroho, Agustinus Joko Aisida, Sufinatin Alma Linggar Jonarta Ambar Pertiwiningrum Andini, Syarifah Anwar Rosyidi April H Wardhana Arfian Rahma Shanti Artama , Wayan T. Arum Setiawan Arum Setiawan Asih Kurniawati Bambang Hariono Bambang Sumiarto Bambang Sutrisno Bancin, Girang Stevani Banun Kusumawardani Boy Bachtiar Br Sembiring, Samariana Budi Mulyaningsih Budi Mulyono BUDI SETIADI DARYONO Budi Setiadi Dayono Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Chatarina Behar Chatarina Behar, Chatarina Darmawati , Sri Darmayanti, Hervina Puspita Dewi Noor Hidayati Dewi Seswita Zilda Dito Anggoro Djaswadi Dasuki Doddi Yudhabuntara Dwi Aji Nugroho, Dwi Dyah Haryuningtyas Dyah Haryuningtyas Dyah Irnawati Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto, Eko Agus Elfayetti Elfayetti Elsa Kardiana Eni Harmayani Eni Harmayani Eni Yuniastuti Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti Ety Aryati Ety Aryati, Ety Febriani Putri, Devita Fiska Salsabilla Gaol, Riski Fanni Lumban Gintung Patantis Gintung Patantis Gusti Ayu Yuniati Kencana Hafiza, Rohmania Zuhro Hamzah Muhammad Mardi Putra hanifah hanifah Hanny Hafiar Hardyanto Soebono Hardyanto Subono Harefa, Meilinda Suriani Harefa, Sri Aswinda Hari Eko Irianto Hasibuan, Novita Hasibuan, Novita Annisah Heru Susetya Hutauruk, Mutiara Cristeofani I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Wayan Suardana I. Istriyati Ida Tjahajati Iisnawati, Iisnawati Ika Dyah Kusumawati Ika Dyah Kusumawati, Ika Dyah Indwiani Astuti Istriyati ., Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati Istriyati, . Istriyati, . Iwan Dwiprahasto JAKA WIDADA Juni Handajani Kardians, Elsa Karna Wijaya Kerin Sisca Octaviani Luahambowo Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Nasution Khrisdiana Putri Khrisdiana Putri, Khrisdiana Koichi Akiyama Krisdiana Putri Kumalasari, Eliana Dwi Langkah Sembiring LANGKAH SEMBIRING Langkah Sembiring Lina Sri, Widyawati Liza Angeliya Luahambowo, Kerin Sisca Octaviani M. Haryadi Wibowo M. Mustofa Mammed Sagi Mammed Sagi Mangkoewidjojo , Soesanto Marla Anggita Marpaung, Viviana Marsetyawan Soesatyo Marsetyawan Soesatyo Masashi Kawaichi Masashi Kawaichi, Masashi Maxs Urias Ebenheizer Sanam Meilinda Suriani Harefa Michael Haryadi Wibowo MM.Firdiana Krisnaningsih Mustofa M, Mustofa Mustofa Mustofa Nasution, Khairunnisa Niken Irfa Nastiti Ning Rintiswati Ning Rintiswati Nobuyuki Harada Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Islamiyah Nuryono ., Nuryono Nyoman Reishita Andriyani Osman Sianipar Prasetyo, Dimas Bayu Purba, Tondang Raja Pangihutan Purnama Edy Santosa Purwoko, Agus Putra, Mulhady Raden Wisnu Nurcahyo Rahma, Mawaddah Rahmat Setya Adji Rahmat Setya Adji Regina TC Tandelilin Reni Nurjasmi Reni Nurjasmi, Reni Rini Widayanti Risbue Siregar Rosa Delima Lumbantungkup S Muharsini S Rahmah Umniyati, S Rahmah S. Sismindari Sabela, Serli Sagi , Mammed Salomo Hutahaean Salsabilla, Friska Santoso, Ferdinand Prayogo Cahyo Sarwo Edy Wibowo SATRIYAS ILYAS Sebastian Margino Sebastian Margino Sembiring , Langkah Sembiring, Samariana Sembiring, Samariana Br Setiawan , Arum Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setyawan Budiharta Sidna Artanto Sidna Artanto Sidna Artanto, Sidna Simamora, Angelina Setia Simaremare, Ermas Simarmata, Claudia Grace Siregar, Risbue Sismindari . Siti Sunarintyas Sitti, Ummiyati Rahmah Situmorang, Duma Yanti Soemitro Djojowidagdo Soesanto Mangkoewidjojo Sri Darmawati Sri Darmawati Sri Darmawati Sri Lestari Subronto Prodjoharjono Sugeng, Mardihusodo Juwono Sugiharto Sulastri, Yati Surya Amanu Surya Amanu Surya Amanu Surya Amanu Susi Iravati Susi Iravati Susi Maulida, Susi Syaiful Anwar Syari’I Damanik, Muhammad Ridha Syukri Hidayat Titik Purwati Widowati Titik Purwati Widowati, Titik Purwati Tiyas Tono Taufiq Tondang Raja Pangihutan Purba Tri Ratnaningsih Tri Untari Tri Untari Tri Untari Tri Wibawa Triyanto . Tsutomu Nohno Vivina Marpaung W. Widjijono W. Widodo Wajar, Dony wayan T Artama wayan T Artama Wayan T. Artama Wayan T. Artama Wayan T. Artama Wayan Tunas Artama Wayan Tunas Artama Widagdo Sri Nugroho Widagdo Sri Nugroho Widodo Widodo Widya Hary Cahyati Wisnu Nurcahyo Wulandari, Anna Yahya, Adibah Yatri Drastini Yulita Kristanti Yundari, Yundari Yuni Wijayanti Yusro Nuri Fawzya Yusro Nuri Fawzya Zahwa, Afitzka Al Zilda, Dewi Zeswita