p-Index From 2021 - 2026
12.568
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Seni Rupa Serupa : The Journal of Art Education SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Journal on Education JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH FONDATIA Jurnal Gentala Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Jurnal Seni Nasional Cikini Jurnal Sosial Humaniora Sigli Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Equity in Education Journal (EEJ) Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) Ghurnita: Jurnal Seni Karawitan Jurnal Komunitas Bahasa Al Hikmah: Journal of Education Jurnal Prajaiswara Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Mebang Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Concept: Journal of Social Humanities and Education Buletin Edukasi Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JAKBS Journal of Innovative and Creativity Algebra Kepompong Children Centre Journal Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Imajinasi: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Education Curiosity Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik Imajinasi: Jurnal Seni Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

Seni Ukir Pendapa Nalumsari Jepara Dalam Perspektif Sejarah, Motif, Dan Teknik Pahatan Lely Nur Hidayah; Wasis Wijayanto; Harun Isma’il
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14505

Abstract

Jepara dikenal sebaga Kota Ukir yang memiliki kekayaan budaya yaitu seni ukir kayu yang memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan seni ukir pendapa di Nalumsari, Jepara, menganalisis ragam motif ukir pendapa beserta makna simboliknya, serta mengidentifikasi teknik ukir yang digunakan oleh para pengrajin. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan konstribusi dalam pengembangan penelitian seni ukir, khusunya berkaitan mengenai sejarah, motif, dan teknik ukir pendapa sebagai upaya pelestarian warisan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni ukir di Nalumsari sejarah masyarakat setempat masih mempertahankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Motif yang dihasilkan para pengrajin dan banyak diminati masyarakat sebab mempunyai nilai simbolik dan estetika tinggi. Teknik ukir masih menggunakan teknik tradisional sebab para pengrajin masih mempertahankan ilmu yang diwariskan secara turun temurun. Seni ukir pendapa selain berfungsi sebagai elemen arsitektur merupakan bentuk mencerminkan identitas budaya, nilai spiritual, serta kearifan lokal masyarakat Jepara.
Dinamika Pagelaran Kethoprak Wahyu Manggolo Di Era Modernisasi Nia Sri Rahmadani; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14588

Abstract

Kethoprak merupakan seni teater tradisional Jawa yang memiliki fungsi penting sebagai media pendidikan moral dan pelestarian budaya. Penelitian ini berfokus pada Kethoprak Wahyu Manggolo di Kabupaten Pati yang mampu bertahan di tengah modernisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya, sistem keanggotaan, serta inovasi teknis dan konten pertunjukan yang dilakukan kelompok ini dalam menghadapi perubahan sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pimpinan serta anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahyu Manggolo menerapkan sistem keanggotaan berbasis gotong royong, melakukan pembaruan kostum dan tata panggung secara berkala, serta memadukan musik gamelan tradisional dengan instrumen modern. Inovasi tersebut terbukti mampu menarik minat penonton lintas generasi tanpa adanya menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Kesimpulannya, keberhasilan kelompok ini terletak pada kemampuan adaptasi terhadap selera zaman dan dukungan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meninjau potensi ekonomi kreatif dan strategi kolaboratif guna memperkuat keberlanjutan kesenian tradisional di era digital.
Kendang Dalam Perspektif Estetika Dasar Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Sd 1 Barongan Kudus Andani Nabil Arrasyid; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendang dalam perspektif estetika dasar pada pembelajaran Seni Budaya di SD 1 Barongan Kudus. Kendang tidak hanya dipahami sebagai alat musik tradisional yang berfungsi mengatur irama dan tempo dalam karawitan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai estetika dasar, meliputi aspek visual, auditif, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Seni Budaya dan peserta didik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendang telah diimplementasikan secara aktif dalam pembelajaran Seni Budaya melalui kegiatan praktik karawitan, baik pada jam pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kendang mengandung nilai estetika dasar yang dapat diamati melalui keindahan bentuk, variasi bunyi, serta keindahan gerak dalam aktivitas menabuh. Namun demikian, pemahaman peserta didik terhadap nilai estetika dasar kendang masih cenderung terbatas pada aspek teknis, sementara penghayatan estetis dan makna budaya belum sepenuhnya berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pembelajaran yang lebih reflektif agar kendang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran estetika berbasis kearifan lokal.
Makna Batik Parijoto Sebagai Warisan Budaya Kota Kudus Dalam Perspektif Estetis Khofifah Endah Saputri; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14619

Abstract

Salah satu motif khas Kudus adalah batik Parijoto, yang berasal dari buah Parijoto (Medinilla speciosa), yang tumbuh di lereng Gunung Muria. Buah ini memiliki makna doa, keberkahan, dan harapan untuk masyarakat. Namun, pemahaman masyarakat tentang makna filosofis dan estetis dari motif Batik Parijoto masih terbatas. Akibatnya, diperlukan kajian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sejarah penciptaan motif Batik Parijoto, proses kreatif yang digunakan oleh perajin, makna estetis dan simbolik yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana fungsinya berubah dalam perkembangan budaya dan industri kreatif modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perajin batik, dan dokumentasi visual digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika Batik Parijoto tercermin dalam stilasi bentuk buah dan daun yang mempertahankan karakter aslinya, penggunaan warna yang harmonis, dan nilai simbolik yang terkait dengan kesuburan dan spiritualitas. Selain itu, motif Parijoto berubah menjadi fungsi yang dapat disesuaikan untuk berbagai produk kontemporer sambil mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, Batik Parijoto memiliki peran penting sebagai warisan budaya Kudus yang memiliki nilai estetika yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.
Implementasi Pembelajaran Seni Rupa Melalui Kegiatan Mewarnai untuk Mengenalkan Jenis Warna pada Siswa Kelas II Putri, Dea Rahma; Shofyana, Nadia; Wijayanto, Wasis
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.bei.001959

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi yang mengkaji implementasi pembelajaran seni rupa melalui kegiatan mewarnai untuk mengenalkan jenis warna pada siswa kelas rendah Sekolah Dasar, padahal pembelajaran seni rupa memiliki dampak signifikan terhadap pemahaman konsep warna dan pengembangan kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah menilik pelaksanaan implementasi pembelajaran seni rupa melalui kegiatan mewarnai yang difokuskan pada pengenalan warna primer, sekunder, dan tersier serta melihat hasil implementasi tersebut terhadap pemahaman dan kreativitas siswa kelas II SD IT Al-Islamiyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian Wali Kelas II SD IT Al-Islamiyah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran seni rupa melalui kegiatan mewarnai dapat membantu siswa memahami unsur rupa (warna) secara konkret serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan kreativitas melalui eksplorasi warna. Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian dan memperkuat teori perkembangan kognitif Piaget yang menyatakan bahwa anak usia Sekolah Dasar berada pada tahap operasional konkret. Simpulan utama penelitian ini adalah kegiatan mewarnai merupakan strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bermakna dalam mengenalkan jenis warna serta mengembangkan kreativitas siswa. Implikasi penelitian ini meliputi aspek teoretis berupa pengayaan kajian pembelajaran seni rupa pada jenjang Sekolah Dasar, serta aspek praktis berupa rekomendasi bagi guru untuk merancang untuk pembelajaran seni rupa yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa.
HARMONI IRAMA DAN SOSIAL: ANALISIS KUALITATIF PELATIHAN GAMELAN EKSTRAKURIKULER PADA SISWA SD NEGERI NGAWEN Tantri, Inesya Kalyana; Wijayanto, Wasis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4532

Abstract

Pendidikan seni di tingkat sekolah dasar umumnya hanya memperhatikan aspek kognitif, sehingga kesempatan untuk membentuk karakter melalui nilai-nilai budaya lokal masih belum cukup dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kualitatif bagaimana kegiatan pelatihan gamelan dalam ekstrakurikuler di SD Negeri Ngawen dapat membentuk interaksi sosial siswa melalui dinamika harmoni dan irama yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus tunggal, melibatkan 20 siswa kelas IV sebagai subjek selama satu semester. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan siswa, guru, serta fasilitator, dan juga didukung oleh analisis dokumen seperti RPP dan jurnal kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain meningkatkan keterampilan musik, kegiatan pelatihan gamelan juga mampu mengembangkan rasa empati, kerja sama tim, serta apresiasi terhadap budaya lokal melalui interaksi yang intens dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas dan waktu, upaya adaptasi yang dilakukan justru mendorong munculnya kreativitas dan inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler gamelan dapat menjadi model yang efektif dalam pembelajaran seni di sekolah dasar, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya dan pembentukan karakter siswa, terutama di lingkungan masyarakat pedesaan.
Penguatan Jiwa Entrepreneurship Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Penjualan Alat Musik Gamelan Wawan Shokib Rondli; Wasis Wijayanto; Irfai Fathurohman; Yollanda Vannesicha Widyatma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.8534

Abstract

Penelitian ini mengkaji penguatan jiwa entrepreneurship dalam pendidikan kewarganegaraan melalui kreativitas dan penjualan alat musik gamelan di Desa Ngablak, Pati. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, penelitian berfokus pada pengrajin gamelan sebagai unit analisis untuk memahami integrasi nilai-nilai kewirausahaan dengan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengrajin gamelan telah mengimplementasikan pendekatan kreatif dalam pembuatan dan pemasaran gamelan yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga mempertahankan nilai budaya. Melalui sistem magang, workshop, dan kunjungan industri, mereka berhasil mentransfer pengetahuan tradisional sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda. Meskipun menghadapi tantangan berupa kesulitan regenerasi, persaingan dengan produk modern, dan keterbatasan modal, terdapat peluang dari tren apresiasi produk lokal, perkembangan teknologi digital, kebijakan pemerintah pendukung ekonomi kreatif, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan. Model pembelajaran kontekstual yang menggabungkan entrepreneurship, pendidikan kewarganegaraan, dan pelestarian budaya ini berpotensi menjadi prototipe pengembangan kurikulum yang memperkuat identitas kultural sekaligus membangun kompetensi ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Co-Authors Afifah, Asti Nur Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad Ahmad Ulil Albab Aida Nur Aini Aisy, Fadia Rohadatul Amelia Lysanties Andani Nabil Arrasyid Angelia, Shelfi Anindia Anggraeni, Nurlita Anif Maghfiroh Annasih, Sa'aduddin Ardayanti, Melysa Dwi Arif Budi Prasetya Aristianti, Siska Dwi Aryani, Dias Syifa Asmara, Fantasi Fana Sari Assakhiy, Herfiana Putri Aulia, Silvia Natasya Aurelia Cahya Fadhilatul Khalila Awaliyatul, Faza Ayuning, Riska Aziz, Muhammad Safri Rofiqul Budi, Hermawan Setia Cahyanisam, Clarista Chamidah, Fira Naelatul Darmawan Baihaqi Dea Novita Devi Arifia Fitriani Dini Adellia Angel Dwihana, Janita Putri Elfara Putri Fauziah Elok Nashihah Fitriani Elrika, Anastasia Jevis Ema Zulfiani Endry, Ravena Zahra Fadia Rohadatul Aisy Faiq Syifaul Ajib Fajrie, Nur Fajrie Fatmawati, Nurul Fidya Fauzul Muna Febriyanti, Dian Kavita Fifit Fidyastuti Fitriyani, Dila Eka Furqon, Muhamad Nailul Hanindita Ayu Larasati Harun Isma’il Hidayah, Aulia Nurul Hidayah, Nor Ika Oktavianti Ilmi, Alfi Muzaro'atul Indah Kumalasari Indah Wulandari Indriyanto Nugroho, Aris Inesya Kalyana Tantri Inez Safitri Irfai Fathurohman Irfai Fathurohman, Irfai Jannah, Almira Durhotul Joannanda Meyza Ardika Kartikasari, Ratna Indah Khaiswarya, Ratih Tri Khalimah, Umi Khalimatus Sa'diyah, Isnaini khilda izza Khofifah Endah Saputri Khoirunnisa, Ony Khansa' Koestanti, Jeny Kurniawati, Nafisa Junita Laila, Naimatul Latifah, Nushrotul Latifah Lely Nur Hidayah Lintang Kironoratri Lintang Permatasari, Aurellyna Lola Indra Mukti Lorensa Anantatya Lu’lu’ul Maknun Maghfiroh, Anif Maghfirotul Ulia Margareta, Paulin Marshelyna, Mela Maulida, Dinda Laurenza Nailis Sikhah Maulida, Vina Cahya Mayariah, Alya Mazida, Risma Hanim Ma’ruf, Ariq Naqib Mega Ayu Putri Hapsari Muhammad Aufa Muhammad Faris Ananta R Muhammad Ilyas Fitrian Muhammad Saiq Muzakki Jamil, Achmad Najikhah , Fatikhatun Nashan, Syafiq Nella Marsha Aulia Nia Sri Rahmadani Nur Fajrie Nurhidayah, Anessa Oktasabella, Salma Oliv Via Ani Ramadhan Prameswari, Claudia Pramudita, Diah Ayu Pratiwi, Ajeng Prastiana putri aji, Nafisa Putri, Arinda Elfana Putri, Dea Rahma Putri, Meutia Revana Cahya Rahayu, Rismawati Rahmadhani, Renita Mila Rani Setiawaty Riany Aulia Shabila Rizky, Reina Rohani Anggita Permadani Rohmah, Sinvi Faido Rohmania, Qona’atur Rona Fristi Febbilla Sa'aduddin Annasih Sa'diyah, Isnaini Khalimatus Sabiela, Royana Nafisa Safitri, Rheza Salsabila Salwa Darin, Ulimmachkrisa Sanusi, Ula Aulia As Sari, Fauziyah Kemala Sari, Liza Fatika Sa’diyah, Halimatus Sefiyani, Windi Putri Kurnia Setyanto, Beta Arif Shabrina Khilda Zulfia Sherin Himatussabrina Azzahra Shofwani, Siti Aniqoh Shofyana, Nadia Shokifatul Siti Khoirotun Nisa Solikha, Fatimatus Suryandika, Ade Eka Sutono, Sugoro Bhakti Su’adah, Muthorida Sya’diah, Khalimatus Syeh Priyadi Tantri, Inesya Kalyana Taqiya, Izza Tasya Maqsida Ula Aulia As Sanusi Umamah, Naila Farikhatun Umi Nur Kholifah Umi, Umi Nur Kholifah Vebrina Islamica, Karina W, Sri Surachmi Wahid Nur Fajri Wardani, Karina Wawan Shokib Rondli Widyatma, Yollanda Vannesicha Wijayanti, Santika Dwi Woro Prastika Yaqin, Makhfudz Ainul Yollanda Vannesicha Widyatma Yunia Nadiya Putri Yunita Amilia Aini Rohmah Yustantifa, Annabella Zahro, Anisa Zahro, Nabila Fatimatuz Zulfa, Nailul Arofah Zumala, Arina Shofia