p-Index From 2021 - 2026
10.215
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis jurnal niara Jurnal Manajemen Pendidikan Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Islamic Nursing MAT-EDUKASIA Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Akta Agrosia Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Journal of Classroom Action Research Indonesian Journal of Data and Science Journal of Public Administration and Government (JPAG) JOELS: Journal of Election and Leadership JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Aksioma International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Jurnal Kependidikan Islam Jurnal Minfo Polgan (JMP) International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Jurnal Riset Ilmu Hukum Jurnal Algoritma jurnal administrasi politik dan sosial Abdimas Indonesian Journal Jurnal Ilmiah Lintas Kajian Bandung Conference Series: Law Studies Economics and Business Journal Abadi: Jurnal Ahmad Dahlan Mengabdi Jurnal Manarang Manajemen dan Bisnis Journal Of Computer Science And Technology KHIDMAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Journal of Education Management Research Jurnal Media Akademik (JMA) TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Setawar Abdimas Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi The International Journal of Medical Science and Health Research Escalate : Economics and Business Journal KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam The Indonesian Journal of General Medicine Journal Of Sustainable Education (JOSE) The Indonesian Journal of Computer Science Efficient: Indonesian Journal of Development Economics LISANI : Jurnal Kelisanan Sastra dan Budaya Adidaya : Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Ilmu Administrasi Publik QAZI : Journal of Islamic Studies Program Pemberdayaan Masyarakat Nursing Arts Journal of Community Engagement in Health NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Jurnal of Islamic Economic Studies Jurnal Pendidikan Islam Al Ikhlas Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah AKSIOMA Journal of Golden Generation Economic Krisnadwipayana International Journal of Management Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Law Studies

Status Hukum Kkb Papua Menurut Hukum Internasional Serta Penegakan Hukumnya Zahra Nabila Sukmana; Irawati
Bandung Conference Series: Law Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v3i1.4931

Abstract

Abstract. Every human being has been granted the right to live since birth, which is a fundamental right to live in a peaceful, safe and secure society. However, in reality this peace is not easy to realize because of the rise of insurrectional movements and armed conflicts, both at the international and national levels. One example of an armed conflict is the KKB Papua which aims to separate itself from the Republic of Indonesia. However, efforts to resolve the conflict are still confused, this is because law enforcers are still unsure about taking action, the legal status of the Papua KKB itself is still unclear. The purpose of this research is to find out the legal status of the Papuan KKB according to the provisions of International Law and Law Enforcement which can be applied to the Papuan KKB when it is related to human rights. The method in this study is a normative juridical approach in which this research is conducted by examining literature and secondary data, doctrines and principles in the science of law. The approach used in this research is a literature study which includes Primary Legal Materials, Secondary Legal Materials, and Tertiary Legal Materials. To support secondary material, data was obtained from documents or research journals regarding the Papuan KKB case. The data analysis used is qualitative data analysis. The results of this study show that the status of the KKB Papau is classified as a national liberation group that fights for Papuan independence, neither billionaire nor terrorist, so that the KKB cannot ask for rights and immunities in the international field. Law enforcement that can be taken by the Indonesian government in overcoming the KKB Papua Armed Conflict can be done in two ways, namely the government's efforts to negotiate/make peace which creates the result of granting amnesty (pardon), without being punished at all or by way of punishment according to the provisions contained in the Criminal Code articles 106, 107 and 108. Abstrak. Setiap manusia telah dianugerahkan hak untuk hidup sejak dalam kandungan yang merupakan hak fundamental untuk hidup dalam situasi masyarakat yang damai, aman dan tenteram. Namun dalam kenyataannya kedamaian tersebut tidak mudah untuk di realisasikan karena maraknya gerakan pemberontakan maupun konflik senjata, baik dalam lingkup internasional maupun nasional. Salah satu contoh konflik bersenjata adalah KKB Papua yang bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI. Namun akan tetapi upaya untuk menanggulangi konflik tersebut masih kebingungan, hal ini karena pihak penegak hukum masih merasa ragu dalam melakuakn tindakan, status hukum dari KKB Papua sendiripun masih belum jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui status hukum dari KKB Papua menurut ketentuan Hukum Internasional dan Penegakan hukum apa yang dapat diterapkan terhadap KKB Papua apabila dihubungkan dengan Hak Asasi Manusia. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yang penelitian ini dilakukan dengan meneliti bahan-bahan pustaka maupun data sekunder, doktrin serta asas dalam ilmu hukum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang meliputi Bahan Hukum Primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Untuk mendukung bahan sekunder, maka data-data diperoleh dari dokumen ataupun jurnal penelitian mengenai kasus KKB Papua. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa status KKB Papau digolongkan menjadi kelompok pembebasan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Papua bukan Billigerent maupun terroris, sehingga KKB tidak dapat meminta hak-hak serta kekebalan di bidang Internasional. Penegakan hukum yang dapat diambil oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi Konflik Bersenjata KKB Papua dapat dilakukan dengan dua cara yaitu upaya pemerintah untuk bernegosiasi/ berdamai yang mana menciptakan hasil pemberian amnesti (pengampunan), tanpa dihukum sama sekali ataupun dengan cara pemidanaan sesuai ketentuan yang terkandung dalamKUHP pasal 106, 107, dan 108.
Penerapan Prinsip Hubungan Antara Negara dalam Penetapan Batas Zee Antara Indonesia dan Vietnam Satria Nugraha; Irawati
Bandung Conference Series: Law Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v3i1.5091

Abstract

Abstract. The importance of studying the establishment of the EEZ between Indonesia and Vietnam is important to prevent a larger escalation in the region. This legal issue requires further analysis for the reason that is to find out what exactly made the two countries not ratify the bilateral agreement and the obstacles faced by the two countries. This study aims to determine the establishment of Exclusive Economic Zones between countries that are side by side and facing each other according to international law of the sea and to find out Indonesia's legal efforts to determine the boundaries of Indonesia's Exclusive Economic Zone with Vietnam. The approach method used in this research is normative juridical, namely a method that studies and examines primary legal materials and secondary legal materials. This study used the technique of analyzing legal materials from library research or library research. The results of this study indicate that UNCLOS 1982 as a legal basis was made by the league of nations including Indonesia and 117 other countries. This was made as a basic legal guideline regarding exclusive economic zones and other zones that are being debated between countries. The Exclusive Economic Zone (EEZ) is a zone with an area of ​​200 miles from the coastline, in which a coastal state has rights to the natural resources in it, and has the right to use its legal policies, freedom of navigation, fly over it, or to plant cables. and pipe. Status of the Indonesia-Vietnam EEZ Dispute basically has yet to find an agreement regarding the certainty of inter-regional maritime boundaries. The two countries have agreed to pursue a peaceful path, so that meetings have been held 12 times. While the legal action taken is to strengthen the identity between the two parties, both in terms of economic activity, the name of the region and other activities. Abstrak. Pentingnya mempelajari pembentukan ZEE antara Indonesia dan Vietnam penting untuk mencegah eskalasi yang lebih besar di kawasan. Persoalan hukum ini perlu ditelaah lebih lanjut dengan alasan untuk mengetahui apa sebenarnya yang membuat kedua negara tidak meratifikasi perjanjian bilateral tersebut dan kendala yang dihadapi kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan Zona Ekonomi Eksklusif antar negara yang berdampingan dan saling berhadapan menurut hukum laut internasional dan untuk mengetahui upaya hukum Indonesia dalam menetapkan batas-batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dengan Vietnam. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu metode yang mempelajari dan mengkaji bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik analisis bahan hukum dari penelitian kepustakaan atau library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UNCLOS 1982 sebagai dasar hukum dibuat oleh liga negara termasuk Indonesia dan 117 negara lainnya. Hal ini dibuat sebagai pedoman hukum dasar mengenai zona ekonomi eksklusif dan zona lainnya yang sedang diperdebatkan antar negara. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah zona dengan luas 200 mil dari garis pantai, di mana negara pantai memiliki hak atas sumber daya alam yang ada di dalamnya, dan memiliki hak untuk menggunakan kebijakan hukumnya, kebebasan navigasi, terbang di atasnya, atau menanam kabel. dan pipa. Status Sengketa ZEE Indonesia-Vietnam pada dasarnya belum menemukan kesepakatan mengenai kepastian batas laut antar wilayah. Kedua negara telah sepakat untuk menempuh jalan damai, sehingga pertemuan telah dilakukan sebanyak 12 kali. Sedangkan upaya hukum yang dilakukan adalah memperkuat identitas antara kedua belah pihak, baik dalam kegiatan ekonomi, nama daerah dan kegiatan lainnya.
Tinjauan Penerepan Prinsip Tanggung Jawab Negara dalam Kasus Spartly Island antara Filipina dan China Ikhwan Ahmad Fiqqih; Irawati
Bandung Conference Series: Law Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v4i1.9807

Abstract

China's territorial claim over the Spratly Islands, particularly concerning its rich natural resources and escalating military activities, has created tension in the region, notably affecting the sensitivity of the Philippines. The legal actions taken by the Philippines in the International Tribunal, based on UNCLOS, resulted in a verdict affirming the lack of legal basis for China's claims and denying China any entitlement to an Exclusive Economic Zone within the Spratly Islands. Moreover, it was found that China had damaged the ecosystem in the Spratly Islands through activities such as overfishing and the construction of artificial islands. Despite the binding nature of the ruling, China has refused to accept or respect it. This research explores the implications arising from China's rejection of the ruling on the integrity of international maritime law, which has become an integral part (jus cogens). UNCLOS, as a crucial milestone in territorial sovereignty delineation, reinforces legal principles above a nation's economic or political strength. China, as a signatory to UNCLOS, has ratified this convention, yet its post-verdict stance raises questions about its consistency in adhering to widely recognized principles.The principle of responsibility for the violation of agreements can be applied in the context of China's rejection of the court's decision, where China is one of the participating countries and has ratified UNCLOS. As a participating state in the Convention, China is formally obligated to comply with the provisions of the convention based on the principle of Pacta Sunt Servanda and good faith. The Arbitration Court, as stipulated in UNCLOS, has jurisdiction, embodied as a compromissory clause or a specific arbitration clause, in case of disputes regarding the interpretation and application of the convention among the parties. This jurisdiction empowers the court to settle disputes that arise. As a dispute resolution institution, the arbitration court has the authority to decide on the disputes brought before it. The decisions issued by the arbitration are final and binding on all parties involved. Abstrak. Klaim territorial China terhadap Pulau Spratly, terutama dalam konteks sumber daya alam yang kaya, serta aktivitas militer yang terus meningkat, telah menciptakan ketegangan di kawasan, khususnya menyentuh sensitivitas Filipina. Tindakan hukum Filipina di Mahkamah Arbitrase Internasional, berdasarkan UNCLOS, menghasilkan putusan yang menegaskan kurangnya landasan hukum dari klaim China dan tidak ada apapun di Kepulauan Spartly yang memberikan Cina hak Zona Ekonomi Ekslusif serta telah merusak ekosistem di Kepulauan Spartly dengan aktivitas seperti penangkapan ikan berlebihan dan menciptakan pulau buatan. Meski putusan tersebut mengikat, China menolak untuk menerima dan menghormatinya.Penelitian ini menggali implikasi yang muncul dari penolakan China terhadap putusan tersebut terhadap kehormatan hukum laut internasional yang telah menjadi bagian integral (jus cogens). UNCLOS, sebagai tonggak penting dalam pembagian kedaulatan teritorial, menegaskan prinsip hukum di atas kekuatan ekonomi atau politik suatu negara. China, sebagai negara peserta UNCLOS, telah meratifikasi konvensi ini, namun sikapnya pasca-putusan menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pelaksanaannya terhadap prinsip-prinsip yang diakui secara luas.Prinsip tanggung jawab atas pelanggaran perjanjian dapat diterapkan dalam konteks kasus Penolakan China terhadap putusan mahkamah, yang mana China merupakan salah satu negara peserta dan telah meratifikasi UNCLOS, maka sebagai negara peserta Konvensi China berkewajiban secara formal untuk mematuhi isi ketentuan konvensi didasarkan dengan Asas Pacta Sunt Servanda dan itikad baik (good faith). Mahkamah Arbitrase sebagaimana ketentuan UNCLOS memiliki yuridiksi, yang tertuang sebagai clause compromissiore atau klausula tambahan arbitrase yang bersifat khusus, apabila timbul sengketa mengenai interpretasi penerapan konvensi antara para pihak. Yuridiksi tersebut memberikan mahkamah kewenangan untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi. Sebagai lembaga penyelesaian sengketa mahkamah arbitrase memiliki kedudukan untuk memutuskan sengketa yang diajukan kepadanya. Keputusan yang dikeluarkan arbitrase tersebut bersifat final dan mengikat bagi semua pihak yang terlibat
Tanggung Jawab Negara Indonesia untuk Melindungi Hutan dalam Penyelengaraan Food Estate menurut Konvensi Keanekaragaman Hayati Galih Maulana Azkiya; Irawati
Bandung Conference Series: Law Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v4i1.10447

Abstract

Abstract. Facing the challenges of food security, the Food Estate Program becomes a strategic step for Indonesia in addressing strategic food security challenges. The success of this program lies in the state's responsibility to protect forests, which often serve as crucial natural resources. In the management of forests, policies, regulations, and practices, this study evaluates the extent to which the country prioritizes forest sustainability in designing and implementing the Food Estate Program. In this approach, the research employs a normative juridical approach to analyze the Convention on Biological Diversity (UNCBD) through the results of its ratification in National Law as Law No. 5 of 1994. This approach utilizes qualitative methods, involving data collection from various sources such as legal regulations, legal documents, and court decisions. The research results are expected to provide a better understanding of the concept of forest protection responsibility for the implementation of the Food Estate according to the Convention on Biological Diversity. Additionally, this normative study is also expected to identify indications of violations related to land rights seizure and land use conversion carried out by the government and the government's responsibility for resolving the committed violations. In a practical context, this research is expected to offer in-depth information, recommendations, and insights for policymakers, practitioners, and researchers in designing sustainable national food strategies in Indonesia. Abstrak. Dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, Program Food Estate menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan strategis. dalam keberhasilan program ini adalah tanggung jawab negara dalam melindungi hutan, yang sering kali menjadi sumber daya alam yang penting. kebijakan, regulasi, dan praktek pengelolaan hutan, studi ini mengevaluasi sejauh mana negara memprioritaskan keberlanjutan hutan dalam merancang dan menjalankan program Food Estate. Dalam pendekatan ini, penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif untuk menganalisis konvensi keanekaragaman hayati (UNCBD) melalui hasil ratifikasi Hukum Nasional menjadi UU NO.5 TAHUN 1994. Metode Pendekatan ini menggunakan cara kualitatif, melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber, seperti peraturan hukum, dokumen hukum, dan keputusan pengadilan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep Tanggung jawab perlindungan hutan untuk penyelenggaraan food Estate menurut Konvensi Keanekaragaman Hayati. Selain itu, studi normartif ini juga diharapkan dapat mengidentifikasi adanya indikasi pelanggaran terkait perampasan hak atas tanah dan pengalih fungsi lahan yang dilakukan oleh pemerintah dan tanggung jawab dari pemerintah terhadap penyelesaian pelanggaran yang dilakukan. Dalam konteks praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi,rekomendasi dan wawasan yang mendalam bagi para pembuat kebijakan, praktisi, dan peneliti dalam merancang strategi pangan nasional yang berkelanjutan di Indonesia).
Co-Authors Abdul Kadir Jaelani Jaelani Abdul Mirad Abdurahman Abdus Salam, Abdus AFRIANDI Aguswan Al Jauzi, Nailan Kinan Alfat, Sayahdin Alvina Yolanda Alvinto, Bintang Alwi Alya Amelia An'nisa Pratama Putri Ananda, Rima Anandra, Vioni Andi Fauziah Astrid, Andi Fauziah Andi Hilal Miftah Fauzan Andi Primafira B. Eka Andri Rusta Andri Syahfikri Andriani, Rita Anggraini Anggraini ani, Inriani ANISAH Anjar Budi Astoro Ardiansyah Arlistria Muthmainnah Arman Artiasari, A. Atika Pratiwi Ayu Levia Tryana Baharuddin Baharuddin Bahdat Baso Amri Busaeri, Mohamad Cahyono, Tomy Dwi Chahyani, Rani Chatarina Umbul Wahyuni Chikmah Dona Sunita Christianto, Leonardus Cinthia Kartikaningtias Dahlan Lamabawa Dasa Ismaimuza DEDE SUHENDI Dessy Mita Mariana Malau Devi Delawati Dewiyanti Dian Rahmayanti Rivai Dini Fitriani Dwi Herlinda Edy Purnomo Eko Wiji Pamungkas Elfirza Rosiana Engel Hukunala Enny Radjab Erinaldi Erni Lubis Erwanda, Alifianisa Erwin Erwin Mardinata Fabanyo, Rizqi Alvian Fadila Khairani Fajarwaty Kusumawardhani Fathurrahmad Fatma, Fatmawati Ferinaldi Fidella Irtza Nathania Fikri, Yudistia Teguh Ali Fitra Yeni Futri Ayu Wulandari Gaffar, Andi Widya Mufila Galih Maulana Azkiya Gusrialnita, Cindi Handoko, Tito Haruddin Hasan, Erzam S Hasri, Diah Anggeraini Hasri Herdianti Darwis Herman Herry Imran Hilman Alawi, Muhammad Fadillah Hilmi Nur Azizah Ihwana As’ad Ikhwan Ahmad Fiqqih Imanuela Indah Pertiwi Intan Ariyani Intan Liana Iqbal, Firdaus Muhamad Irfan Suliansyah Irfandi Rahman Ismu Purwaningsih, Dewi Jahmat Jannatun Aliyah Junaidi Junaidi Katherine Kho Kelpin Mendonga Khairun Nisa Khusni Albar, Mawi Kistan Kistan La Ode Marhini Lembah Andriani Lilis Nur Hayati lilis nurhayati M. Oscar Magfirah, Magfirah Maliki, Budi Ilham Mardiana MARDIANA Mas'ud, Alfian Mas’ud, Alfian Maulid Adha, Wahyu Megat Norulazmi Megat Mohamed Noor Mhd Fajri Mia Audina Moh rizal asry Yusuf Muammar Khaddafi Mude, Muh. Aliyazid Muh Asrul Muh. Ashdaq Muhammad Fauzan Muhammad Nawab Alawi Muhammad Shaleh Murniati, Sarly Musni Nadya salsabilah Ni Nyoman Wulan P. I Nirwana Wulandari Nizarrahmadi Novi Damayanti, Novi Novia Sandra Dewi Novriani, Fitria Nur Ariyandani Nur Fitriayu Mandasari Nur Indriyani, Siwi Nur Izzati Nurazizah nurpeni Nursyam Anwar NURUL HIKMAH Olivia Putri Chairunnisa Puput Juliarna Syarif Puspitafuri, Cindy Putra Arya Alfansyah Ray Rahmad Zaki Rahmat Ghazali Rahmat Sewa Suraya Ramadhan, Muhammad Aryo Ravi Joentera Rayessandi Retnaningtyas, Erma Retno Palupi Yonni Siwi Reza Muhammad Rizqi Riana Anggraeny Ridwan Rifda Ningsi Rifma Rika Arfiana Rikar Parenden Rini Setyaningsih Ritonga, Elda Nurmawan Rivai, Dian Rahmayanti Rizal Zaki Ramadhan Rosalina Rosliana Eso Rusli Ruslihardy Ryan Suarantalla Sabrifha, Eli Sampeata, Sulkifli Samsul sari, sari susanti Satria Nugraha Sibulo, Megawati Siti Fatimah Siti Helmyati Siwi Nur Indriyani Sri Rahcamawati Askar Sri Utami Permata Sri Yeni St. Malka Sukur Sulton, Aan Syamsudin Syamzaimar Taufiq Mathar Titin Wahyuni Batamba Trio Saputra Trio Saputra Ulhaq, Muhammad Dhiya Ulhaq Wahdaniah Wahyu Maulid Adha Widia Astuti Widya Khoirun Nisa Widyawati, Dewi Wilia Ismiyarti Wulan Ayuandiani Wulandari, Futri Ayu Yahya Yosita Sipapa’ YUNUS yusuf, Febrianti Zahra Nabila Sukmana Zulaika, Amanda