Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia berdampak pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular, penurunan fungsi fisik, kognitif, dan psikososial sehingga diperlukan upaya deteksi dini yang mudah diterapkan di tingkat komunitas khususnya di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas (PSRLURPD) Mulia Dharma. Pelaksanaan skrining kesehatan lansia belum optimal dengan keterbatasan sumber daya dan tenaga kesehatan yang ada dalam melakukan deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader serta mengoptimalkan implementasi Skrining Lansia Sederhana (SKILAS) berbasis komunitas dilakukan pada bulan April 2026. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap koordinasi, pelatihan kader, pendampingan praktik lapangan, implementasi skrining, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan dan lansia di lingkungan PSRLURPD Mulia Dharma. Program menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penggunaan instrumen SKILAS, tersusunnya mekanisme pencatatan dan tindak lanjut hasil skrining, serta meningkatnya cakupan skrining lansia secara berkala. Implementasi SKILAS berbasis komunitas diharapkan mampu mendukung deteksi dini masalah kesehatan lansia, meningkatkan kualitas hidup lansia, serta memperkuat layanan promotif dan preventif yang berkelanjutan di komunitas