p-Index From 2021 - 2026
9.462
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Ilmu Pendidikan Cakrawala Pendidikan Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Infinity Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam EDUKASIA ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Riset Pendidikan Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Al-Tadzkiyyah MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS Suska Journal of Mathematics Education J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ziswaf : Jurnal Zakat dan Wakaf Jurnal Fourier Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) Journal of Research and Advances in Mathematics Education JURNAL IQRA´ AL ISHLAH Jurnal Pendidikan QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) Muaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Beta: Jurnal Tadris Matematika Jurnal Basicedu Jurnal AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Eduscience (JES) PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Fitrah: Journal of Islamic Education ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Online Learning in Educational Research Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) Jurnal Basicedu Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Tatsqif Muslim Heritage JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Al-Wazan EDUKASI Jurnal Infinity FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Tarbiyatuna
Claim Missing Document
Check
Articles

KUALITAS PESAN GURU MATEMATIKA SMP/MTs DALAM KOMUNIKASI PEMBELAJARAN Kusaeri Kusaeri
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v1i2.4006

Abstract

PENILAIAN SIKAP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Kusaeri Kusaeri
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.186 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v5i2.1588

Abstract

Pendekatan penilaian pembelajaran matematika di Indonesia terus mengalami perubahan, seiring dengan diberlakukanya Kurikulum 2013. Perubahan tersebut dipicu oleh kecenderungan bergesernya penilaian pembelajaran matematika pada tataran global. Penilaian untuk mengungkap aspek pengetahuan dan keterampilan, relatif tidak ada kendala bagi sebagian besar guru. Namun, yang banyak dikeluhkan adalah bagaimana mengembangkan instrumen penilaian aspek sikap. Tulisan ini mencoba mengulas teknik penilaian untuk aspek sikap yang mencakup penilaian melalui pengamatan (observasi), penilaian diri, penilaian antarteman, dan penilaian dengan jurnal.
TERBENTUKNYA KONSEPSI MATEMATIKA PADA DIRI ANAK DARI PERSPEKTIF TEORI REIFIKASI DAN APOS Kusaeri Kusaeri
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.912 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v1i2.244

Abstract

Tujuan penting pembelajaran matematika adalah membantu anak memahami konsep. Dengan memahami konsep, anak dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan memecahkan masalah matematika secara baik. Sebaliknya, proses pembelajaran yang hanya menekankan pada latihan (drill) tanpa penanaman konsep yang memadai berakibat anak cenderung menggunakan pengetahuan prosedurnya ketika dihadapkan dengan suatu problem. Kecenderungan ini membawa dampak bila urutan prosedur pada soal diubah atau dimodifikasi, anak akan mengalami kegagalan menyelesaikannya. Untuk itulah, tulisan ini menguraikan dua teori tentang terbentuknya konsepsi matematika, yakni teori reifikasi dan teori APOS. Dengan mencermati  kedua teori tersebut, diharapkan guru semakin menyadari bagaimana seharusnya melakukan proses pembelajaran matematika. Pada teori reifikasi,  proses terbentuk-nya konsepsi pada diri anak melalui tahapan interiorisasi, kondensasi, dan reifikasi. Pada teori APOS, terbentuknya konsepsi objek matematika pada diri anak sebagai hasil dari suatu rangkaian aksi, proses, objek dan skema.
Peningkatan Motivasi dan Koneksi Matematis Siswa SMP Melalui Pictorial Riddle Kiki Febrianti Santoso; Kusaeri Kusaeri; Agus Prasetyo Kurniawan
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i1.4898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan motivasi dan koneksi matematis siswa SMP melalui pictorial riddle. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 55 Surabaya. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 siswa. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket motivasi, lembar tes koneksi matematis dan pedoman wawancara. Lembar angket motivasi berisi 15 pernyataan yang sesuai dengan indikator motivasi, lembar tes koneksi matematis berisi 3 soal yang sesuai dengan indikator koneksi matematis dan pedoman wawancara berisi 11 pertanyaan yang sesuai dengan indikator koneksi matematis. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan wawancara. Teknik analisis data yaitu analisis hasil angket berdasarkan indikator motivasi, analisis hasil tes dan wawancara berdasarkan indikator koneksi matematis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu motivasi dan koneksi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penggunaan pictorial riddle. Peningkatan ini terlihat dari hasil angket motivasi dan hasil tes koneksi matematis yang menunjukkan terpenuhinya semua indikator motivasi dan koneksi matematis setelah penggunaan pictorial riddle.
PENGEMBANGAN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI SEGITIGA Ayuwati Ningsih; Kusaeri; Suparto
TRANSFORMASI Vol 6 No 1 (2022): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v6i1.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas butir soal four-tier diagnostic test dan miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik pada materi segitiga menggunakan four-tier diagnostic test. Penelitian ini menggunakan data hasil four-tier diagnostic test yang telah diujikan pada 30 subjek penelitian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan menggunakan model yang diadaptasi oleh Tessmer, meliputi beberapa tahapan: (1) preliminary, dan (2) formative evaluation, yang terdiri dari self evaluation, prototyping, dan field test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas sembilan butir soal four-tier diagnostic test yang meliputi validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh mencapai kategori baik, dan satu butir soal mencapai kategori kurang baik, (2) berdasarkan hasil four-tier diagnostic test, miskonsepsi tertinggi peserta didik terjadi pada indikator pencapaian kompetensi mengenal dan memahami konsep bangun segitiga dan jenis miskonsepsi yang paling sering terjadi pada peserta didik adalah miskonsepsi teoritikal.
A Ruppert’s framework: How do prospective teachers develop analogical reasoning in solving algebraic problems? Siti Lailiyah; Kusaeri Kusaeri; Endah Retnowati; Erman Erman
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 7 Issue 3 July 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v7i3.17527

Abstract

It is widely agreed that knowing how prospective teachers develop analogical reasoning in solving problems is important. Some problem solving is domain specific and require particular ways of analogical reasoning skill, therefore this study aims to reveal the development of analogical reasoning and strategies used by prospective teachers. The research design use a qualitative method. As many as 69 mathematics prospective teachers were involved voluntarily to complete algebraic tasks and 12 of them were interviewed to investigate their analogical reasoning and solution strategies. The data analysis used the Ruppert’s framework consisting of four components: structuring, mapping, applying, and verifying. It was found that the first three components were fully performed by the prospective teachers. However, the verifying stage was applied by prospective teachers in different ways. The dominant strategy used was a combined strategy of multiplication and addition. Their strategies varied according to the subjects’ general ability. The more strategies employed in solving problems, the better their analogical reasoning becomes. This implies that instructional designs that will be developed by prospective teachers may vary. Therefore, during their candidature, they should be provided by many solving strategies in problem solving to develop students’ analogical reasoning.
Does opportunity to learn explain the math score gap between madrasah and non-madrasah students in Indonesia? Ahmad Umar; Kusaeri Kusaeri; Ali Ridho; Ahmad Yusuf; Ahmad Hanif Asyhar
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i3.40169

Abstract

The opportunity to learn (OTL) is one of the important aspects of achieving the goal of the learning process. There have been three dimensions of OTL: instructional time (IT), content covered during instruction (CC), and quality of instruction (QI) mentioned in the literature and used as a framework in this article. This study aims to reveal the gap in math ability between madrasah and non-madrasah students in Indonesia and the contribution of the three OTL aspects toward math scores. This study employed a cross-sectional survey approach with self-report instruments. The data were obtained from a survey of participants in the New Students National Selection for Madrasah Aliyah Negeri (Islamic High-school managed by the ministry of religious affairs) in 2021. There were 8,258 participants, consisting of 4,842 students from madrasah and 3,416 from non-madrasah. This study used multilevel structural equation modeling (SEM) to analyze the data. The findings show that (a) there is a gap in math ability score between madrasah and non-madrasah students which is -27, with a mean math ability score of madrasah students being lower than non- madrasah students, and (b) the time invested in learning significantly affects the occurrence of gaps in math ability scores, while the scope of the materials and the quality of learning do not affect the occurrence of the gap in math ability scores. These findings suggest that it is important for the Ministry of Religious Affairs to consider the addition of mathematical lesson duration in madrasah while restructuring the allocation for Islamic lessons.
Exploring student's pattern generalisation strategy in solving prism sticker problem Lisanul Uswah Sadieda; Kusaeri Kusaeri; Siti Lailiyah; Wachidatul Adaniyah
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 11 No. 2 (2018): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v11i2.174

Abstract

[English]: This research aimed to describe the stages through which eighth-grade students develop pattern generalizations when solving prism sticker problem and determine the type of strategy used. Prism sticker problem is a modified task from cube sticker problem that Lannin (2003) has used in developing student’s pattern generalization. Prism Sticker problem uses triangular prism-shaped media that will be affixed with color stickers. The subjects of the research were eighth-grade students of public junior high schools in Krian City, East Java, Indonesia. The results of this research show that the subjects can go through the four stages of the pattern generalization process, i.e., direct modeling, pattern identification, proof testing of the pattern, and determining the rule for a general case. The subjects can formulate the nth pattern by using algebraic symbols and explain it verbally. The results indicate that the subjects tend to use counting and explicit strategies to solve prism sticker problem. Keywords: Pattern generalization, Strategy, Prism sticker problem, Problem-solving [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap-tahap yang dilalui siswa SMP dalam mengembangkan generalisasi pola saat menyelesaikan prism sticker problem dan menentukan jenis strategi yang digunakan. Prism sticker problem merupakan suatu tugas hasil modifikasi dari cube sticker problem yang telah digunakan Lannin (2003) dalam mengembangkan generalisasi pola siswa. Prism sticker problem menggunakan media berbentuk prisma segitiga yang akan ditempeli stiker warna. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN 2 Krian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek mampu melalui keempat tahap proses generalisasi pola yaitu pemodelan langsung, identifikasi pola, pembuktian pola dan penentuan aturan untuk kasus yang lebih umum. Subjek mampu merumuskan pola ke-n dengan menggunakan simbol aljabar dan menjelaskannya secara verbal. Dalam penelitian ini, subjek cenderung menggunakan strategi counting dan explicit dalam menyelesaikan prism sticker problem. Kata Kunci: Pola generalisasi, Strategi, Prism sticker, Pemecahan masalah
The validity and inter-rater reliability of project assessment in mathematics learning Kusaeri Kusaeri; Sutini Sutini; Suparto Suparto; Faiqotul Wardah
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 12 No. 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.266

Abstract

[English]: A common criticism of project assessment is the subjectivity and inconsistency of raters in scoring. In the present article, we provide the result of validity and inter-rater reliability test of the project assessment instrument. The instrument with a rubric was used to assess students’ project task in grade eight for function and relation topic. The task was adopted from mathematics textbooks used in the schools. The instrument has been tested to 10 raters/teachers and 94 grade eight students from three schools (in Surabaya and Gresik). Data were collected through the project assessment sheet along with its rubric as the scoring guidance for the teachers. Construct validity was analyzed through confirmatory factor analysis, while a reliability test was conducted by using inter-rater reliability method with the Intraclass Correlation Coefficient. The result of the validity test showed that the instrument did not fulfill the criteria of construct validity. It is indicated by the different number of factors between the initial construction and the empirical test result. In term of inter-rater reliability, the instrument is highly reliable. The findings indicate the need for testing the non-test assessment instrument provided on mathematics textbooks, so the aspects of its assessment sheet fulfill the valid and reliable criteria. Keywords: Validity, Reliability, Inter-rater, Project assessment, Project task [Bahasa]: Subjektivitas dan kurang konsistennya guru/rater dalam proses penyekoran merupakan kritik yang umum ditujukan pada penilaian proyek dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan hasil uji validitas konstruk dan reliabilitas inter-rater instrumen penilaian projek. Instrumen yang dilengkapi rubrik tersebut digunakan untuk menilai tugas proyek siswa kelas VIII SMP pada materi relasi dan fungsi. Tugas diambil dari buku matematika yang digunakan di sekolah. Instrumen diujicobakan pada 10 raters/guru dan 94 siswa di tiga sekolah berbeda di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian projek yang dilengkapi rubrik penilaian sebagai pedoman guru dalam melakukan penskoran. Validitas konstruk dianalisis dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis, sedangkan reliabilitas inter-rater dianalisis dengan Intraclass Correlation Coefficient. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang digunakan tidak valid secara konstruk. Ketidakvalidan ditandai dengan perbedaan banyaknya faktor hasil konstruksi awal dengan hasil uji empiris. Dari sisi reliabilitas inter-rater, instrumen penilaian proyek yang digunakan reliabel. Temuan ini mengindikasikan perlunya dilakukan pengujian instrumen penilaian non tes pada buku matematika, sehingga aspek-aspek dalam lembar penilaian menjadi valid dan reliabel. Kata kunci: Validitas, Reliabilitas, Inter-rater, Penilaian proyek, Tugas proyek
Identifying the structure of students’ argumentation in covariational reasoning of constructing graphs Sutini Sutini; Iffana Fitrotul Aaidati; Kusaeri Kusaeri
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 1 (2020): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i1.374

Abstract

[English]: This study aimed to identify students’ claim, evidence, and reasoning in covariational reasoning of constructing the graphs of a function. Covariational reasoning is one of the approaches to solve the problems of function. The study involved thirty grade 11 students. Data was collected through a covariation test and interview. The results of the test were grouped based on the criteria of mental action of covariational reasoning (Carlson et al., 2002), then the students who solve correctly two or three problems in the test were selected as the subjects. The interview data were analyzed to confirm and further dig students' structure of argumentation. The findings of this study indicate that only one student fulfils five mental actions of covariational reasoning; meanwhile, the other three students have similar components of argumentation which do not meet the mental actions. The claim and reasoning used by the latter students in covariational reasoning to construct graph are not identified in mental action 5 and the evidence is not found in mental action 3 (major coordination of change), mental action 4 (coordination the average rate of change), and mental action 5 (coordination of the instantaneous rate of change). Keywords: Argumentation, Claim, Evidence, Reasoning, Covariational reasoning [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klaim, bukti, dan alasan siswa pada penalaran kovariasional dalam mengonstruk grafik fungsi. Penalaran kovariasional merupakan salah satu pendekatan dalam menyelesaikan permasalahan fungsi. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas 11. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kovariasi dan wawancara. Data hasil hasil tes kovariasi siswa dikelompokkan berdasarkan kriteria aksi mental penalaran kovariasional (Carlson et al., 2002), kemudian dipilih siswa yang mampu menyelesaikan minimal dua soal kovariasi. Data hasil wawancara dianalisis untuk mengonfirmasi dan menggali lebih dalam argumentasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan hanya satu siswa yang memenuhi lima aksi mental penalaran kovariasional sedangkan ketiga siswa lain memiliki persamaan komponen argumentasi yang tidak memenuhi aksi mental. Untuk ketiga siswa tersebut, klaim dan alasan yang digunakan dalam membangun grafik fungsi tidak berada pada aksi mental 5 sedangkan bukti tidak berada pada aksi mental 3 (koordinasi besar perubahan), aksi mental 4 (koordinasi laju perubahan rata-rata), dan aksi mental 5 (koordinasi laju perubahan sesaat). Kata kunci: Argumentasi, Klaim, Bukti, Alasan, Penalaran kovariasional
Co-Authors A'la, Bassam Abul A. Saepul Hamdani Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Achmad Maulidi Agus Prasetyo Kurniawan Ah. Zakki Fuad Ahmad Hanif Asyhar Ahmad Hidayatullah Ahmad Muhlisin Ahmad Nawawi Ahmad Nawawi, Ahmad Nawawi Ahmad Umar Ahmad Yusuf Akmali, Iqbal Rizky Alanshori, M. Zainuddin Ali Ridho Ali Ridho Ali Ridho Amiruddin Amiruddin Anindito Aditomo Aning Wida Yanti Anni Mujahidad Dina Asep Saepul Hamdani Asror, Moh Auliyah, Aqilla Diyaul Ayuwati Ningsih Bambang Sigit Widodo Bassam Abul A'la Cahyan, Ekky Dea Henwi Dedi Junaedi Dewi Rofiqoh Dina, Anni Mujahidad Ekky Dea Henwi Cahyan Elmita Irmanila Endah Retnowati Erman Erman ERMAN ERMAN Evi Fatimatur Rusydiyah Fadlillah, Nilna Faiqotul Wardah Faizin, Moh Farhad Muhammad, Farhad Muhammad Fathur Rohman FATHUR ROHMAN Fathur Rohman, Fathur Fikri, Ishom Fuadi Fitriani, Ely Ginda Ginda Habsanul Aisyah Hanik Yuni Alfiyah, Hanik Yuni Hendi Sugianto Hidayati, Zuhriyah Hidayati, Zuhriyyah Hukamak, Moh Tahrikul Iffana Fitrotul Aaidati Indayati, Tatik Indra, Adam Malik Irmanila, Elmita Ishom Fuadi Fikri Iskandar Ritonga Karim, Abdul Rahim Khoiriyah, Niswatin Khoirun Niam Khusnul Fikriyah Kiki Febrianti Santoso Kustianingsih, Mia Lailah Isrofatun Nahdiah Lisanul Uswah Sadieda Lubis, Ardiansyah Lubis, Ardiyansyah M Baihaqi M. Yusuf Maknin, Afifah Khurin Malyuna, Sita Isna Mannan, Abd Masdar Hilmy Mirwan Akhmad Taufiq Mochamad Zaenal Muttaqin Moh Asror Mohammad Firdaus Muhammad Ripin Ikhwandi Mukhammad Bakhruddin Muntafi'ah, Umi Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin Natasya Ziana Walidah Nia Indah Purnamasari, Nia Indah Nilna Fadlillah Nur Aida Nur Maslikhatun Nisak Nur Millah Muthohharoh Nuraini, Ayu Fitria Dwi Nurdi, Nurdi Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan Nuryaningsih, Putri Dwi Prastiyono, Hendri Putri, Rokhmatul Khoiro Amin Rangga Sa'adillah SAP Raniya, Pudyas Tataquna Ririn Inayatul Mahfudhoh Ririn Inayatul Mahfudloh Rohman, Fathur Rusdiyah, Evi Fatimatur Saepul Hamdani Sari, Dian Candra Rini Novita Setya Permana Sutisna Setyawati, Maunah Sholihah, Ni'matus Silmi, Thoriq Aji Siti Aisya Siti Asmiyah Siti Khoiriyah Siti Lailiyah Siti Lailiyah, Siti Siti Maimunah sri murtini . Sugito Muzaqi Suparto Suparto Suparto Suparto Suparto Suparto Suparto Suprananto, Suprananto Supriyadi, Tachli Susanto, Bambang Adi Sutini Sutini Syarof Nursyah Ismail Tamami, Badrut Tatik Indayati Toha Makhshun Umi Nida Mulhamah Umi Nida Mulhamah, Umi Nida Usman Yudi Vachruddin, Vrisko Putra Wachidatul Adaniyah Wahyudi, Noor Wenda Yulian Rizki WIWIK SRI UTAMI Wulan Rahayu Yuliharti Yuliharti Yuni Arrifada Yuni Arrifadah Yusuf, Ahmad Zaini Tamin AR, Zaini Tamin Zainul Fuad Zaitun Zaitun Zulkarnain Zulkarnain