Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS ZAT PEWARNA RHODAMIN B PADA KERUPUK YANG BEREDAR DI KOTA MANADO Dawile, Sherly; Fatimawali, Fatimawali; Wehantouw, Frenly
PHARMACON Vol 2, No 3 (2013): pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.2.2013.2386

Abstract

ABSTRACTRhodamine B dye in the form of a crystalline powder green or reddish purple, odorless, anddissolves easily in bright red solution berfluoresan as textile dyes. Rhodamine B is still nofood products were found to contain rhodamine B dye such as crackers, sauces, ice and otherpastries. The purpose of this study is to investigate and determine the levels of rhodamine Bon crackers circulating in the city of Manado. Sampling sites crackers are 4 market in the cityof Manado is Tuminting Market, Market Paal 2, Market Market Bersehati 45 and 45.Samples with ammonia to soak interesting rhodamine B dye using wool yarn, followed byidentification using thin layer chromatography (TLC) and then in detection with UV light 254nm and 366 nm. The reading levels of rhodamine B using UV-Vis spectrophotometry. Theresults showed that of the ten samples tested with three times obtained one positive samplecontaining rhodamine B with an average concentration value of rhodamine B in a sample of45 markets in the sword of 0.28 mg/ml. Based on these results, some crackers circulating inManado City Market unsafe consumed.Keywords: Rhodamine B, Crackers, spectrophotometry and Thin Layer Chromatography
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (ALPINIA GALANGA (L.) WILLD) TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE Kumowal, Selphina; Fatimawali, Fatimawali; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWhite galangal rhizome (Alpinia galanga (L.) Willd's) scientifically proven has properties as antibacterial, antifungal, anticancer, antitumor, antioxidant and cytotoxic. In nano size, the contact surface area of the particle becomes larger which can increase the amount of active substance which is isolated more so that the antibacterial activity is stronger. This study aims to determine whether the white galangal extract nanoparticles have antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae and measure the inhibitory ability of white galangal extract nanoparticles against bacterial growth and compared with white galangal ethanol extract. White galangal was extracted using maceration method with ethanol solvent and nanoparticle formulation made of white galangal extract by ionic gelation method. The antibacterial activity test was carried out using agar diffusion method and observations were made 1x24 hours incubation period, with inhibition zones measured using a millimeter ruler. The results showed that the white galangal extract nanoparticles had antibacterial activity to inhibit the bacteria Klebsiella pneumoniae, with the results of inhibition zone measurements of 22.5 mm.Keywords : Antibacterial, Extraction, Klebsiella pneumoniae, Nanoparticles, White galangal. ABSTRAKRimpang lengkuas putih (Alpinia galanga (L.) Willd) memiliki khasiat yang sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai antibakteri, antijamur, antikanker, antitumor, antioksidan dan sitotoksik. Dalam ukuran nano, luas kontak permukaan partikel menjadi lebih besar yang dapat meningkatkan jumlah zat aktif yang terisolasi lebih banyak sehingga aktivitas antibakteri semakin kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nanopartikel ekstrak lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae serta mengukur kemampuan daya hambat nanopartikel ekstrak lengkuas putih terhadap pertumbuhan bakteri dan dibandingkan dengan ekstrak etanol lengkuas putih. Lengkuas putih diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dan dibuat formulasi nanopartikel ekstrak lengkuas putih dengan metode gelasi ionik. Untuk pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dan pengamatan dilakukan 1x24 jam masa inkubasi, dengan zona hambat diukur menggunakan penggaris millimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri untuk menghambat bakteri Klebsiella pneumoniae, dengan hasil pengukuran zona hambat sebesar 22,5 mm.Kata Kunci : Lengkuas putih, Nanopartikel, Antibakteri, Ekstraksi, Klebsiella pneumoniae.
PKM KOMISI PEMUDA DAN KOMISI REMAJA UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI JEMAAT GMIM EL’ELYON MALALAYANG KOTA MANADO ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat pada komisi pemuda dan komisi remaja GMIM El’Elyon Malalayang adalah merupakan Program Kemitraan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dewasa ini makin banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya para remaja yang memberi dampak buruk bagi kehidupan remaja itu sendiri. Permasalahan remaja tersebut berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.(IDAI) Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut seperti pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Perilaku reproduksi yang tidak sehat akan memunculkan permasalahan, salah satunya yaitu penyakit menular seksual (PMS). Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya. Cakupan materi penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu (1) Memahami definisi kesehatan reproduksi dengan benar, (2) Memahami organ serta fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, (3) Memahami tentang menstruasi, pubertas, masa subur, dorongan seksual, kehamilan, dan resiko reproduksi, (4) Memahami macam-macam penyakit menular seksual dan kelainan yang terkait dengan reproduksi, (5) Memahami tentang kebersihan dan kesehatan reproduksi. Ini diharapkan akan menambah pengetahuan kelompok Mitra tentang pentingnya kesehatan reproduksi.____________________________________________________________________Kata kunci: kesehatan reproduksi
PKM PEMUDA DAN REMAJA GMIM EL’ELYON MALALAYANG SATU BARAT UNTUK PENYULUHAN SINDROMA METABOLIK Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy; ., Fatimawali
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor-faktor risiko yang berperan terhadap peningkatan morbiditas penyakit kardiovaskular dan DM tipe 2. Ada 2 penyebab utama sindrom metabolik yang saling berinteraksi, yaitu obesitas dan gangguan metabolism endogen. Angka kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan kasus obesitas (Liberopoulus, 2005). Menurut definisi IDF (2007), seseorang yang didiagnosa mengalami sindrom metabolik, harus  memiliki : Obesitas sentral (nilai lingkar pinggang yang disesuaikan dengan spesifikasi menurut etnis) ditambah 2 dari 4 komponen lainnya.Saat ini obesitas sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyebab obesitas sebagai komponen sindrom metabolik, sangatlah kompleks dan multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Obesitas umumnya disebabkan karena masukan energi melebihi penggunaan energi oleh tubuh untuk kepentingan metabolisme basal, aktivitas fisik, pembuangan sisa makanan dan untuk pertumbuhan. Prevalensi obesitas semakin meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 26,6%. Sulawesi Utara menempati urutan pertama untuk prevalensi obesitas pada usia dewasa yaitu 37,1% (Riskesdas, 2013). Hasil penelitian di Minahasa menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada remaja sebesar 21,3% (Manampiring, 2014). Di Minahasa obesitas pada usia remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko sindrom metabolik pada pemuda dan remaja. Prioritas masalah yang perlu mendapat perhatian  dan penanganan yang serius menyangkut : (1) peningkatan penderita obesitas yang berpengaruh pada peningkatan sindrom metabolik; (2) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan terhadap obesitas; (3) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sindroma metabolik dengan komplikasi kronis yang dapat menyebabkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif; (4) kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengenali secara dini tanda-tanda sindrom metabolik. Program ini merupakan Penyuluhan terhadap pemuda dan remaja tentang sindroma metabolik . Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah :para pemuda dan remaja dapat memahami secara jelas tentang sindroma metabolik, para pemuda dan remaja dapat mengetahui gejala dan tanda penyakit sindrom metabolik melalui pengukuran antropometri, artikel untuk publikasi jurnal Nasional._____________________________________________________________________________Kata kunci: sindroma metabolic
Pengaruh pH dan Suhu terhadap Aktivitas Pereduksi Merkuri Bakteri Resisten Merkuri Tinggi Bacillus cereus yang Diisolasi dari Urin Pasien dengan Amalgam Gigi Kepel, Billy J.; Bodhi, Widdhi; Fatimawali, .
e-GiGi Vol 8, No 1 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.1.2020.28291

Abstract

Abstract: Mercury is a very toxic compound to humans, therefore, a method to overcome its presence in the environment is required. Detoxification of mercury can be done by using mercury resistant bacteria. Mercury-resistant bacteria Bacillus cereus isolate FUA have been obtained from the urine of patients with dental mercury amalgam. This study was aimed to determine the mercury detoxification activity of Bacillus cereus isolate FUA at varying pH medium and incubation temperature. The study was carried out by growing Bacillus cereus isolate FUA on oblique media, then were planted in the growth media of LB broth containing mercury compounds of 10 ppm HgCl2 with varying pHs of 5, 7, and 9 and incubation temperatures of 15, 25 and 35oC. The amount of bacterial growth was analyzed by using spectrophotometer and mercury levels were analyzed by using CV-AAS method. The results showed that the growth and mercury reducing activity of Bacillus cereus isolate FUA were optimum at pH 7 and incubation temperature of 35oC. In conclusion, the growth of Bacillus cereus isolate FUA and its mercury reducing activity were optimum at pH 7 and temperature of 35oC. It is expected that the results of this study can be the basis for further research on the process of mercury detoxificationKeywords: Bacillus cereus, urine, mercury resistance, pH, temperature Abstrak: Merkuri adalah senyawa yang sangat beracun bagi manusia sehingga diperlukan metode untuk mengatasi keberadaannya di lingkungan. Detoksifikasi merkuri dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri resisten merkuri. Bakteri yang resisten merkuri Bacillus cereus isolat FUA telah diperoleh dari urin pasien dengan amalgam gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas detoksifikasi merkuri Bacillus cereus isolat FUA pada berbagai variasi pH medium dan suhu inkubasi. Bakteri Bacillus cereus isolat FUA ditumbuhkan pada media miring, kemudian ditanam pada media pertumbuhan bakteri LB broth yang mengandung senyawa merkuri 10 ppm HgCl2 dengan berbagai pH 5, 7 dan 9 dan suhu inkubasi 15, 25 dan 35oC. Jumlah pertumbuhan bakteri dianalisis menggunakan spektrofotometer dan kadar merkuri dianalisis menggunakan metode CV-AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertumbuhan dan aktivitas pereduksi merkuri Bacillus cereus isolat FUA optimum pada lingkungan pertumbuhan dengan pH 7 dan suhu inkubasi 35oC. Simpulan penelitian ini ialah aktivitas pertumbuhan dan pereduksi merkuri Bacillus cereus isolat FUA yang optimum pada pH 7 dan suhu 35oC. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang proses detoksifikasi merkuri.Kata kunci: Bacillus cereus, urin, resistensi merkuri, pH, suhu
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Resisten Merkuri melalui Analisis Gen 16S rRNA pada Urin Pasien dengan Tumpatan Amalgam Karamoy, Eunike M.; Fatimawali, . .; Kepel, Billy J.
e-Biomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i2.18513

Abstract

Abstract: Mercury is a hazardous metal used as the main component of amalgam. Amalgam is a source of the chronic exposure of elemental mercury (Hg0) to human body. In the body, mercury is excreted through urine. Chronic exposure to mercury causes bacteria to develop resistance using mer operon. By analyzing the 16S rRNA gene, the bacterial identification is more specific and able to facilitate further studies about mercury-resistant bacteria within the human body. This study was aimed to identify the mercury-resistant bacteria isolated from the urine of patients with dental amalgam. This was an explorative descriptive study by isolation and identification of mercury-resistant bacteria in the urine samples of patients with dental amalgam and studying the evolutionary relationship through 16S rRNA gene. The nucleotide sequence of 16S rRNA gene of bacteria from urine samples of patients with dental amalgam showed 100% resemblances with Bacillus cereus. The phylogenetic tree showed that Bacillus cereus was closely related to Bacillus anthracis, Bacillus sp., and Bacillus thuringiensis. Conclusion: Mercury-resistant bacteria isolated from urine of patients with dental amalgam was Bacillus cereus, which was not the normal flora of human body. Bacillus cereus had close evolutionary relationship with Bacillus anthracis, Bacillus sp., and Bacillus thuringiensis.Keywords: mercury-resistant bacteria, 16S rRNA gene, urine, amalgam. Abstrak: Merkuri adalah logam berbahaya komponen utama pada amalgam. Amalgam merupakan sumber paparan kronis merkuri elemental (Hg0) pada manusia. Di dalam tubuh, merkuri diekskresikan melalui urin. Akibat terpapar merkuri dalam waktu lama, bakteri dalam urin mengembangkan mekanisme resistensi terhadap merkuri melalui operon mer. Melalui analisis gen 16S rRNA, identifikasi bakteri lebih spesifik sehingga mempermudah untuk mempelajari dan meneliti lebih lanjut tentang bakteri resisten merkuri pada tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari urin pasien dengan tumpatan amalgam. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif, melalui isolasi dan identifikasi bakteri resisten merkuri dari urin pasien pengguna amalgam serta melihat hubungan kekerabatan bakteri tersebut melalui gen 16S rRNA. Hasil penelitian mendapatkan urutan nukleotida gen 16S rRNA bakteri dari urin pasien pengguna amalgam memiliki kesamaan 100% paling banyak dengan Bacillus cereus. Berdasarkan analisis hubungan kekerabatan, Bacillus cereus berkerabat dekat dengan Bacillus anthracis, Bacillus sp, dan Bacillus thuringiensis. Simpulan: Bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari sampel urin pasien pengguna amalgam ialah Bacillus cereus, yang bukan merupakan flora normal tubuh manusia. Bacillus cereus memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan Bacillus anthracis, Bacillus sp, dan Bacillus thuringiensis.Kata kunci: bakteri resisten merkuri, gen 16S rRNA, urin, amalgam
Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mayana jantan (Coleus atropurpureus Benth) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Sp. dan Pseudomonas Sp. Muljono, Patrick; ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje E.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10860

Abstract

Abstract: The painted nettle (Coleus atropurpureus benth) is a plant that is known to have medicinal properties, especially the leaf. The active compounds that are contained in the leafs are thought to work as an antibacterial. This study aims to measure the inhibitory strength of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) extract against the growth of Streptococcus sp. and Pseudomonas sp. This was an experimental laboratory study. The polar extract of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) was tested by well method with concentrations of 100%, 80%, 60%, 40% and 20%. The polar extract of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) is the result of extraction of painted nettle that has been dried and then macerated using ethanol as the polar solvent. Tests were conducted to observe whether there is a zone of inhibition of polar extract of the painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) against Streptococcus sp. and Pseudomonas sp. after 24 hours of incubation. Results show that the polar extract of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) with concentrations of 100%, 80%, 60%, 40% and 20% are able to inhibit the growth of Streptococcus sp. with an average of each concentration 12.8mm, 11.17mm, 8.67mm, 3.17mm and 2mm respectively while against Pseudomonas sp. with a mean diameter of each inhibition zone is 12.17mm, 10.67mm, 9.5mm, 7.17 and 5.17mm respectively. Conclusion: The polar extract of painted nettle leaf (Coleus atropurpureus benth) has an inhibitory effect against the growth of Streptococcus sp. and Pseudomonas sp.Keywords: coleus atropurpureus benth, inhibition, streptococcus sp,pseudomonas sp.Abstrak: Tumbuhan mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) merupakan salah satu tanaman yang dikenal berkhasiat sebagai obat terutama bagian daunnya, senyawa aktif yang terkandung dalam daun mayana jantan mampu bekerja sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui ada tidaknya daya hambat ekstrak daun mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus sp. dan Pseudomonas sp. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorik. Kadar ekstrak polar mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) yang diujikan dengan metode sumuran adalah 100%, 80%, 60%, 40% dan 20%. Ekstrak polar daun mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) merupakan hasil ekstraksi daun mayana jantan yang telah dikeringkan lalu dimaserasi menggunakan pelarut polar etanol. Uji dilakukan untuk mengamati ada tidaknya zona hambat dari ekstrak polar daun mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) terhadap bakteri Streptococcus sp. dan Pseudomonas sp. setelah 24 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak polar daun mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) dengan konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40% dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus sp. dengan rerata masing-masing yaitu 12,8mm, 11,17mm, 8,67mm, 3,17mm dan 2mm sedangkan Pseudomonas sp dengan masing-masing rerata diameter zona hambat yaitu 12,17mm, 10,67mm, 9,5mm, 7,17 dan 5,17mm. Simpulan: Ekstrak polar daun mayana jantan (Coleus atropurpureus benth) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus sp. dan Pseudomonas sp.Kata kunci: coleus atropurpureus benth, daya hambat, streptococcus sp,pseudomonas sp.
TRANSFORMASI PLASMID YANG MENGANDUNG GEN MERB PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI TOP-10 Rotinsulu, Sarah; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT DNA transformation is the process of inserting recombinant DNA into host cells via vector plasmid. The host cell that is often used is TOP-10 Escherichia coli. The transformation method is widely used to transfer plasmids containing genetic material. This study aimed to evaluate the results of plasmid transformation containing the merB gene in the Escherichia coli TOP-10 bacteria. This study initiated with identification of the microbiology of host cells to be used, namely Escherichia coli TOP-10. Escherichia coli TOP-10 host cells were made into competent cells by transforming plasmids containing merB gene into Escherichia coli TOP-10 host cells using the heat shock method. The transformation results were evaluated by observing at the growth of Escherichia coli TOP-10 colonies on agar LB media containing ampicillin antibiotics. Plasmids on Escherichia coli TOP-10 were isolated and analyzed by 1% agarose gel electrophoresis. The results showed that the transformation of plasmids containing merB in Escherichia coli TOP-10 bacteria was successfully carried out as indicated by the growth of Escherichia coli TOP-10 bacteria on LB media agar containing ampicillin and the visualization on agarose gel resulted that the plasmid which carried the merB gene could be transformed in to the E. coli TOP-10 bacteria cell. Keywords: Transformation, Plasmids, merB genes, heat shocks, E. coli TOP-10ABSTRAK Transformasi DNA merupakan proses memasukkan DNA kedalam sel bakteri. Metode transformasi dipakai secara luas untuk mantransfer plasmid yang mengandung bahan genetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10. Penelitian ini didahului dengan identifikasi secara mikrobiologi bakteri Escherichia coli TOP-10. Bakteri Escherichia coli TOP-10 dibuat menjadi sel kompeten yang digunakan sebagai inang. Selanjutnya dilakukan transformasi plasmid yang mengandung gen merB kedalam sel inang E. coli TOP-10 menggunakan metode heatshock. Hasil transformasi dievaluasi dengan melihat adanya koloni E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengandung antibiotik ampisilin. Plasmid pada E. coli TOP-10 diisolasi dan dianalisis dengan elektroforesis gel  agarose 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10 berhasil dilakukan, ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan bakteri E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengangandung ampisilin dan hasil visualisasi pada agarose gel terlihat bahwa plasmid yang membawa gen merB dapat ditransformasikan ke dalam sel bakteri E. coli TOP-10. Kata kunci : Transformasi, Plasmid, gen merB, heatshock, E. coli TOP-10
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS PUTIH (ALPINIA GALANGA L. WILLD) TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Shintia, Arini; Fatimawali, Fatimawali; Siampa, Jainer Pasca
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWhite galangal rhizome is a plant that has properties such as antifungal and antibacterial. White galangal rhizome contains of active compounds, namely flavonoid, phenol and terpenoid compounds which can inhibit microbes. This study aimed to determine the antibacterial activity of ethanol extracts of white galangal rhizome against Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections. White galangal rhizome plants were extracted using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity test was performed using the disc and wells method. The result showed that ethanol extracts of white galangal rhizome has antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae. In the disc method with concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone formed are 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm and 7,7 mm. Inhibition of the disc method is categorized as medium because the diameter of the zone formed is only around an average of 5-10 mm. Whereas in the wells method for concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone are 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm and 2,6 mm. The inhibitory ability at concentrations of 80% and 60% is categorized as strong because it has an average of 10-20 mm, for concentrations of 40% and 20% are categorized as medium, because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm, and for concentration of 10% is categorized as weak because it has a inhibition diameter <5 mm.Keywords: White Galangal Rhizome (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumoniaeABSTRAKRimpang lengkuas putih merupakan tanaman yang memiliki khasiat di antaranya sebagai antifungi dan antibakteri. Rimpang Lengkuas putih mengandung golongan senyawa aktif yaitu golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat menghambat mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih terhadap bakteri Klebisella pneumoniae isolat urin pada penderita infeksi saluran kemih. Tanaman rimpang Lengkuas putih di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram dengan konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambat yang terbentuk ialah 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm dan 7,7 mm. Penghambatan pada metode cakram dikategorikan sedang karena diameter zona yang terbentuk hanya berkisar pada rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambatnya ialah 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm dan 2,6 mm. Kemampuan penghambatan pada konsentrasi 80% dan 60% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm, untuk konsentrasi 40% dan 20% di kategorikan sedang, karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm, dan untuk konsentrasi 10% di kategorikan lemah karena memiliki diameter zona hambat <5 mm.Kata Kunci: Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumoniae
POPULASI BAKTERI PADA TANAH BEKAS BUANGAN LIMBAH MERKURI TAMBANG EMAS DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW: PENELITIAN PENDAHULUAN Fatimawali, Fatimawali; Kepel, Billy; Yusuf, Irawan; Natsir, Rosdiana; Baharuddin, Fatmawaty
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.068 KB) | DOI: 10.33476/jky.v17i2.207

Abstract

Mercury is one of the most toxic heavy metals found in nature. Athough adverse health effect of mercury have been known for a long time, exposure to mercury continues and is even increasing in some areas, for example, mercury is still used in gold mining in many parts of North Sulawesi Province. Most of the soil and aquatic bacteria that are continuously exposed to mercury usually develop a genetic adaptation to resist the toxicity of this compound. Bacteria have a specific operon called merOperon that functions to coordinate genes coding for proteins and enzymes involved in mercury disposal and detoxification. Therefore, this preliminary study aims to isolate and identify bacteria collected from gold mining area in the district of Bolaang Mongondow. Bacteria were isolated from soil samples collected from three locations of the gold mining waste disposal and the isolated bacteria were grown in agar media. Identification of the grown bacteria were then be performed using morphological, physiological and biochemical tests. The results showed that 36 bacteria were successfully isolated, of which, 11 isolates were gram positive bacteria and the remainders were gram negative. All isolates showed motility and all could be grouped into 4 species i.e. Bacillus sp., Escherichia coli, Enterobacter cloacea, and Enterobacter aerogenes.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Abas, Abdul Hawil Abdul Jalil Abubakar, Poetry M.S. Abubakar, Poetry Melinda Adeanne Wullur Adikila, Gregorius Giani Adithya Yudistira Adrian Umboh Ahmad Haekal Alamri, Firdaus Alexander S. L. Bolang Andini Andrew Pangemanan, Andrew Angelique Baya, Gloria Prisca Susana Angelique C. M. Tanan Anggelia Nelisa Kapantow Anita Linda Yohana Pratasik Anita Mamuaya Anita Rahel Meilina Paendong Anjely Jessica Makatempuge Annisa Hamka Antasionasti, Irma Apolonia Amelintje Gusmão Awoah Asriyana S Kaseng Astrid Noviera Iksan Axl L. Windah Ayu Fauzia Malinda B H. R. Kairupan Baharuddin, Fatmawaty Bahter, Julia V.F. Barasarathi , Jayanthi Basalamah, Rizqah BEIVY JONATHAN KOLONDAM Bernadus, Zefanya Bernadus, Zefanya G Billy J Kepel Billy J Kepel Billy J. Kepel Billy J. Kepel Billy Johnson Kepe Billy Kepel Billy Kepel Billy Kepel Bodhi , Widdhi Budiarso, Fona Hermina Dwiana Budiarso, Fone D.H. Budiarso, Hermina Butue, Leobernard Catur Riany Celik, Ismail Changiz Mohiyeddini Cheisy Anastasya Gratia Lengkong Chintya G. Derek Damaris, Damaris Datu, Olvie S. Datu, Olvie Syenni Debbie Retnoningrum Debora Tandi DEBY AFRIANI MPILA Defny S. Wewengkang, Defny S. Deliyana Lanti Desye Nurmalita Tanan Devianitta Sarapi Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Rombot Dolongtelide, Jeclin Inebel Donald Andreas Chandra Dos D. L. E. Br Siagian Edward Nangoy, Edward Eka Mulya Muthalib Ekawati Tallei, Trina Ellen Manampiring, Aaltje Elly Suoth Endang Triastuti Engka, Joice Nancy Ermawati Ermawati Eva M. Mantjoro Farhan A. Bidullah Fatima Fatima Fatmawaty Badaruddin Feti Fatimah Feybe Ireine Kumayas Fona Budiarso Frans S. M. Mintardjo Frederika Filly Toad Frenly Wehantouw Frisky S. Badi, Frisky S. Friyan Criscanus Manopo Gabriela Clementine Ranti Gani Jumaat Gani, Maria A Gani, Maria A. Gayatri Citraningtyas Gazali Gazali Gemi Nastiti Gerungan, Yizreel Y. GONI, BRIGITA CHRISTANIA AURORA Gosal, Leonardo Delvin Grenshannya Anasthasya Pua Greta J. P. Wahongan Gustaaf A. E. Ratag Hamdiyah Hamzah Hamidah Sri Supriati Hanna Elga Sulu Hariyanto, Yuanita Amalia Hasan, Puput Herawati Hasan, Puput Herawati Said Hasanuddin, Israyati R. Hebber, Tri Heedy M Tjitrosantoso Henki Rotinsulu, Henki Hermina Budiarso, Fona Dwiana Herny E.I. Simbala Hosea Jaya Edy I Dewa Ayu Accyuta Kirana I Dewa Ayu Prabawati I Putu Andika Arianta Inda V. M. Rawung, Inda V. M. Intan Baiduri Irawan Yusuf Irawan Yusuf Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Febrianti Wahongan Irma Tristanti Iswanto Toling Jainer P Siampa Jainer Pasca Siampa Jayanto, Imam Jeane Mongi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi John Socrates Kekenusa John Socrates Kekenusa Johnson Kepel, Billy Josepin P Konda Julianri Lebang Julianri Sari Lebang Julianri Sari Lebang Jurike Kaunang Kairupan, Tara S. Kalalo, Marko Jeremia Kalalo, Tekla Kamaruddin Kamaruddin Kambey, Debora F. Kamu, Priska Eliasa Kapondo, Gwendolyn L. Karamoy, Eunike M. Kawengian, Shirley ES. Keintjem, Brigieta Kepel, Billy Kepel, Billy Johnson Kepel, Regina E.M. Kezia Pangemanan Kissi Parengkuan Konda, Josepin P Kuliahana, Ana Kumala Dewi, Citra Kumowal, Selphina Lady zha-zha Luntungan Lampus, Christania Landy A. Ch Lolaen LAPIAN, ALDA JULISTY GABRIELA Lasut, Misella R. C. Lasut, Misella Regina Laurencia Diva Bernadette Artantyo Lengkong, Cheisy Anastasya Gratia Ley, Gabriella Therezia Ley Lidya Togelang Lidya Valda Mamoto Lisa Kepel M Fadhel Nurmidin M. Pertiwi, Junita Ma'ruf, Nurul Qalbiyyah Makatambah, Venila Malino, Angeline Priscillia Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje Ellen Mansur, Nurfauziah Mantjoro, Eva M. Maria Immaculata Tangkau Marina Mamarimbing Marko Jeremia Kalalo Marko Jeremia Kalalo Maulydia, Nur B. Max R.J. Runtuwene Meilani Jayanti Melkianus, Brando Miranti Aike Wemay Mohtar, Khumairah Monalisa Karinda Morgen Ekaputra Pangaila Muh. Rifaldi Latarang Muharli Qadri Kanon Mutiara Cantika Mutiara Ramadani Mutmainah Mutmainah Nainggolan, Ivana C. Naray, Gueen L. G. Natasya Ester Rebeca Tamahiwu Natsir, Rosdiana Ni Wayan Dianti Niode, Nurdjannah Jane Nova Hellen Kapantow Novelina Irianti Damanik Nurdjannah J. Niode Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurhamidin, Anastasia P.R. Oksfriani Jufri Sumampouw Olivia C. Mulalinda Olivia G. Mokolensang, Olivia G. Olvie Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syennie Datu Omega Agral Owu, Nadya M. PANI, PUTRI MARGARETHA GLAUDY Pantow, Natalia M. Patrick Muljono Patrick Muljono, Patrick Paukiran, Degol Paulina Yamlean Paulina yamlean Paulina Yamlean Pehino, Albrita Pendong, Christa Hana Angle Pertiwi, Junita Maja Poluakan, Ricko Johanes Prasetio, Nathanael F. Prayoga, Deshanda Kurniawan Puasa, Novanda S. Purwanto, Diana Shintawati Putri, Ida A. R. Putri, Prisna Aswarita Rahadian, Rifky Aditya Rahmad Dian Rambi, Christani I J Ratte, Titah Amelia Ratu, Belinda D. P. M. Ratulangi, Andrew Johanes Refa Riski Aulia Regina Masengi, Angelina Stevany Rengur, Zul Aini Rifqi Adithya Rika Wulandari Rimporok, Aprilia Rinaldi Idroes RINI Rio Windy Sondakh Ristanti Pratiwi Rizya Marchilia Mamahit Rotinsulu, Sarah Rotty, Linda WA. Rumagit, Tjandra A. RUMALUTUR, CHRISTHALIA IEWANDA Rumangu, Chrisa P. Rumondor, Erladys M. Rundengan, Gerald Sahi, Makbul Renaldi Salsabila, Febrisa Saragih, Nathin Loria , Sarah Mariana Pattuju Saranita V. G. Polii sari sakinah Sherly Dawile Shintia, Arini Siampa, Jainer P Siampa, Jainer Pasca Siboantua Broolin Simanjuntak Siringo-Ringo, Aurian Fricilia Siti Suhartini Sitti Romlah Sri Sudewi Sri Sudewi, Sri Sriwaningsih S Nahe Stevana F.A. Paat Sugeha, Inti Rizcy Sari Sumakul, Gilbert Samuel Sumual, Acika Surya, Welong S. Syifa Katili Talla, Tamrin Tallei, Trina Ekawati Tania, Adinda Dwi Tendean, Lydia Estelina Naomi Terence Kanzil Titah Amelia Ratte Tjandra A. Rumagit Tjandra, Regina F. Trina E Tallei Trina E Tallei Trina E. Tallei, Trina E. TRINA EKAWATI TALLEI Trina Ekawati Tallei Trina Ekawati Tallei Trina Tallei Trina Tallei Trina Tallei Turalaki, Grace Lendawati Amelia V. Lomotu, Dinda Vanessa J. T. Seran, Vanessa J. T. Vibrila Berliana Djanas Watania, Marcela Wawo, Arsianita Ester Welong S. Surya Weny I Wiyono Weny Wiyono Wewengkang, Defny Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi widdhi Bodhi Widhi Bodhi Widya Hana Putri Gerung Wijaya, Puspita Windy Sumarauw Wulan P. J. Kaunang Wulan Palilingan, Wulan Wulan Tuerah Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yohanes Adithya Koirewoa Yulia Maria Jarut Yulianty Sanggelorang Yuyun Andriani Agus Zahra Zahra Zainal Abidin Zulfikri Zulfikri, Zulfikri