Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR AKRILAMIDA PADA KENTANG GORENG YANG BEREDAR DI RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA MANADO DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Butue, Leobernard; Fatimawali, Fatimawali; Wewengkang, Defny S.
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29384

Abstract

ABSTRACTAcrylamide has been classified as a cancer causing compound or potentially carcinogenic in humans. Acrylamide is produced from foods that contain high carbohydrates with temperatures over 1200C in processing. One of foods that are popular and potentially produce acrylamide compounds was fried potato. This study aims to determine the levels of acrylamide contained in french fries using UV-Vis Spectrophotometry method. Samples were obtained from 3 fast food restaurants in the City of Manado. In this study the analysis of acrylamide compounds from 3 samples were carried out at 267 nm wavelength using an aquadest blank with 2 repetitions. The estimated result of three samples are K samples of 0.69 µg/g, M of 0.58 µg/g, and T samples of 0.67 µg/g. The three samples did not contain acrylamide because the levels obtained were still below the detection limit (LOD) of 1.54 µg/g. Keywords: Acrylamide, French Fries, UV-Vis Spectrophotometry, Fast Food Restaurants in Manado. ABSTRAKAkrilamida telah diklasifikasikan sebagai senyawa yang menyebabkan kanker atau berpotensi sebagai karsinogenik pada manusia. Akrilamida dihasilkan dari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dengan suhu lebih dari 1200C pada pengolahannya. Makanan yang banyak digemari serta berpotensi menghasilkan senyawa akrilamida salah satunya adalah kentang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar akrilamida yang terkandung dalam kentang goreng dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Sampel diperoleh dari 3 restoran cepat saji di Kota Manado.  Pada penelitian ini analisis senyawa akrilamida dari 3 sampel dilakukan pada panjang gelombang 267 nm menggunakan blanko aquadest dengan 2 kali pengulangan. Hasil perhitungan dari ketiga sampel adalah sampel K sebesar 0,69 µg/g, M sebesar 0,58 µg/g, dan sampel T sebesar 0,67 µg/g. Ketiga sampel tidak mengandung akrilamida karena kadar yang didapat masih berada di bawah batas deteksi (LOD) yang didapat yaitu 1,54 µg/g. Kata Kunci:   Akrilamida, Kentang Goreng, Spektrofotometri UV-Vis,  Restoran cepat saji di Manado
TRANSFORMASI PLASMID YANG MENGANDUNG GEN merB PADA BAKTERI Escherichia coli TOP-10 Rotinsulu, Sarah; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina E.
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29294

Abstract

ABSTRACT DNA transformation is the process of inserting recombinant DNA into host cells via vector plasmid. The host cell that is often used is TOP-10 Escherichia coli. The transformation method is widely used to transfer plasmids containing genetic material. This study aimed to evaluate the results of plasmid transformation containing the merB gene in the Escherichia coli TOP-10 bacteria. This study initiated with identification of the microbiology of host cells to be used, namely Escherichia coli TOP-10. Escherichia coli TOP-10 host cells were made into competent cells by transforming plasmids containing merB gene into Escherichia coli TOP-10 host cells using the heat shock method. The transformation results were evaluated by observing at the growth of Escherichia coli TOP-10 colonies on agar LB media containing ampicillin antibiotics. Plasmids on Escherichia coli TOP-10 were isolated and analyzed by 1% agarose gel electrophoresis. The results showed that the transformation of plasmids containing merB in Escherichia coli TOP-10 bacteria was successfully carried out as indicated by the growth of Escherichia coli TOP-10 bacteria on LB media agar containing ampicillin and the visualization on agarose gel resulted that the plasmid which carried the merB gene could be transformed in to the E. coli TOP-10 bacteria cell. Keywords: Transformation, Plasmids, merB genes, heat shocks, E. coli TOP-10ABSTRAK Transformasi DNA merupakan proses memasukkan DNA kedalam sel bakteri. Metode transformasi dipakai secara luas untuk mantransfer plasmid yang mengandung bahan genetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10. Penelitian ini didahului dengan identifikasi secara mikrobiologi bakteri Escherichia coli TOP-10. Bakteri Escherichia coli TOP-10 dibuat menjadi sel kompeten yang digunakan sebagai inang. Selanjutnya dilakukan transformasi plasmid yang mengandung gen merB kedalam sel inang E. coli TOP-10 menggunakan metode heatshock. Hasil transformasi dievaluasi dengan melihat adanya koloni E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengandung antibiotik ampisilin. Plasmid pada E. coli TOP-10 diisolasi dan dianalisis dengan elektroforesis gel  agarose 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10 berhasil dilakukan, ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan bakteri E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengangandung ampisilin dan hasil visualisasi pada agarose gel terlihat bahwa plasmid yang membawa gen merB dapat ditransformasikan ke dalam sel bakteri E. coli TOP-10. Kata kunci : Transformasi, Plasmid, gen merB, heatshock, E. coli TOP-10 
ANALISIS BORAKS PADA ABU KOPRA DI MINAHASA UTARA DAN MINAHASA TENGGARA Watania, Marcela; Fatimawali, Fatimawali; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29300

Abstract

ABSTRACT Copra ashes are ash produced from burning coconut husk in the copra roasting process after more than three roasts. Noodle producers in Manado and Tombatu were  using copra ashes as an additive to noodles because it has benefits as a substitute for borax, which is prohibited from using on food, since it can improve the texture of noodles, as preservatives, improve the color and appearance of noodles. The purpose of this study is to analyze qualitatively and quantitatively the presence of borax compounds in copra ashes. Qualitatively analysis was carried out using the flame and color method, and the quantitative test used the UV-Vis spectrophotometry method at the wavelength of 545 nm and 0.125% curcumin as the color reagent. The study showed positive result on the qualitative test of the color method against turmeric paper whereas turn to brownish red, and negative result on the flame test whereas turn to red greenish fire, on the quantitative test the sample level A=1.459 ppm and sample B=2.092 this indicates that samples A and B were positive contains borax.Keywords: Copra ashes, food additives, borax and spectrophotometry ABSTRAK             Abu kopra adalah abu yang dihasilkan dari pembakaran sabut kelapa dalam proses pemanggangan kopra setelah lebih dari 3 kali pemanggangan. Abu kopra oleh produsen mie di Airmadidi dan di Tombatu digunakan sebagai bahan tambahan  pada mie karena memiliki manfaat sebagai pengganti boraks yang dilarang penggunaannya pada makanan, karena dapat memperbaiki tekstur mie, sebagai  pengawet dan memperbaiki warna dan penampilan mie. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif keberadaan senyawa boraks di dalam abu kopra. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode nyala dan warna, dan uji kuantitatif digunakan metode spektrofometri UV-Vis pada panjang gelombang 545 nm dan kurkumin 0,125% sebagai pereaksi warnanya. Penelitian menunjukkan hasil positif pada uji kualitatif metode warna yaitu kertas tumerik menjadi merah kecoklatan, dan hasil negatif pada uji nyala yaitu api berwarna merah kehijauan, pada uji kuantitatif kadar sampel A=1,459 ppm dan sampel B=2,092 ini menunjukkan bahwa sampel A dan B positif mengandung boraks. Kata kunci      : Abu kopra, bahan tambahan makanan, boraks dan spektrofotometri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANGLENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L. Willd) TERHADAPBAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Shintia, Arini; Fatimawali, Fatimawali; Siampa, Jainer P.
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29378

Abstract

ABSTRACTWhite galangal rhizome is a plant that has properties such as antifungal and antibacterial. White galangal rhizome contains of active compounds, namely flavonoid, phenol and terpenoid compounds which can inhibit microbes. This study aimed to determine the antibacterial activity of ethanol extracts of white galangal rhizome against Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections. White galangal rhizome plants were extracted using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity test was performed using the disc and wells method. The result showed that ethanol extracts of white galangal rhizome has antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae. In the disc method with concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone formed are 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm and 7,7 mm. Inhibition of the disc method is categorized as medium because the diameter of the zone formed is only around an average of 5-10 mm. Whereas in the wells method for concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone are 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm and 2,6 mm. The inhibitory ability at concentrations of 80% and 60% is categorized as strong because it has an average of 10-20 mm, for concentrations of 40% and 20% are categorized as medium, because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm, and for concentration of 10% is categorized as weak because it has a inhibition diameter <5 mm.Keywords: White Galangal Rhizome (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumonia ABSTRAKRimpang lengkuas putih merupakan tanaman yang memiliki khasiat di antaranya sebagai antifungi dan antibakteri. Rimpang Lengkuas putih mengandung golongan senyawa aktif yaitu golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat menghambat mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih terhadap bakteri Klebisella pneumoniae isolat urin pada penderita infeksi saluran kemih. Tanaman rimpang Lengkuas putih di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram dengan konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambat yang terbentuk ialah 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm dan 7,7 mm. Penghambatan pada metode cakram dikategorikan sedang karena diameter zona yang terbentuk hanya berkisar pada rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambatnya ialah 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm dan 2,6 mm. Kemampuan penghambatan pada konsentrasi 80% dan 60% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm, untuk konsentrasi 40% dan 20% di kategorikan sedang, karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm, dan untuk konsentrasi 10% di kategorikan lemah karena memiliki diameter zona hambat <5 mm. Kata Kunci: Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumoniae
ANALISIS BORAKS PADA ABU KOPRA DI KABUPATEN MINAHASA DAN MINAHASA SELATAN Putri, Ida A. R.; Fatimawali, Fatimawali; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29293

Abstract

ABSTRACTBorax is one of the dangerous substances and is prohibited from being used in food products. Borax is chemical compound called sodium tetraborate (NaB4O7 ⁻10 H2O). Borax or Borax acid is usually used for making detergents and antiseptic and its use in food product, can cause a various health problems. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Borax found in copra ash in Tateli and Lelema villages. The method which used in this study was the flame Color Test method, Tumeric Paper and UV-Vis Spectrophotometer. The results obtained that the two samples identified based on color visualization parameters. Quantitative analysis by UV-Vis spectrophotometer resulted in the value of Borax levels for each sample which calculated using the regression formula of y = 0,137x + 0,136 and the value of R2 = 0,999. Sample A is 1.131 μg/mL and B sebesar 0,277 μg/mL. The grade value indicates the presence of Borax in samples A and B. Keywords : Borax, Copra Ashes, Color Test, UV-Vis Spectrophotometry ABSTRAKBoraks termasuk salah satu zat berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat (NaB4O7 10 H2O). Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik dan penggunaannya dalam produk-produk pangan, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Boraks yang terdapat pada abu kopra di Desa Tateli dan Desa Lelema. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Uji Warna pada Nyala Api, Kertas Tumerik dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwah hasil analisis secara kualitatif dengan Uji warna pada Nyala Api dan Kertas Tumerik diperoleh kedua sampel teridentifikasi berdasarkan  parameter visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Boraks tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y = 0,137x + 0,136 dan nilai R2 = 0,999. sampel A sebesar 1,131 μg/mL dan B sebesar 0,277 μg/mL. Nilai kadar menunjukkan keberadaan Boraks di dalam sampel A dan B. Kata Kunci:  Boraks, Abu Kopra, Uji Warna, Spektrofotometri UV-Vis
UJI DAYA HAMBAT NANOPARTIKEL EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RESISTEN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN Lasut, Misella R. C.; Fatimawali, Fatimawali; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29364

Abstract

ABSTRACTNanoparticles can increase the solubility of compounds, reduce the treatment dose and increase absorption. Flavonoid and phenol compounds in red galangal can inhibit the growth of bacteria that have been resistant to antibiotics. The bioactivity of red galangal compounds is expected to increase when the size of nanoparticles increases antibacterial activity. This study aims to determine the inhibition of the content of Red Galangal nanoparticles (Alpinia purpurata K.Schum) using chitosan on the growth of Klebsiella pneumoniae bacterial urine isolates of UTI antibiotic-resistant Ciprofloxacin. Nanoparticles extracts of red galangal rhizome was made using ionic gelation method, using extract concentration of 0.4%, tested for antibacterial activity using the wells method with a comparison of chitosan 0.4%, acetic acid 5%, red galangal extract 25%. Red galangal rhizome nanoparticles gave antibacterial activity value to the bacteria Klebsiella pneumoniae of 13.5 mm. Therefore, red galangal extracts nanoparticles can inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections with strong inhibitory categories based on Davis and Stout categories.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumonia, Nanoparticles. ABSTRAK Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan senyawa, mengurangi dosis pengobatan dan meningkatkan absorbsi. Senyawa flavonoid dan fenol dalam lengkuas merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik. Sifat bioaktivitas senyawa lengkuas merah diharapkan akan meningkat ketika berukuran nanopartikel untuk meningkatkan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kandungan nanopartikel rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum) menggunakan kitosan terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin penderita ISK yang resisten antibiotik Ciprofloxacin. Nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dibuat dengan menggunakan metode gelasi ionik, dengan menggunakan konsentrasi esktrak sebesar 0,4 %, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri mengunakan metode sumuran dengan pembanding kitosan 0,4%, asam asetat 5%, ekstrak lengkuas merah 25%. Nanopartikel rimpang lengkuas merah memberikan nilai aktifitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae sebesar 13,5 mm. Oleh karena itu nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolate urin penderita infeksi saluran kemih dengan kategori daya hambat kuat berdasrkan kategori Davis dan Stout.Kata Kunci: Alpinia purpurata K. Schum, Nanopartikel, Klebsiella pneumoniae
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L. Swartz) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON Hasan, Puput Herawati; Fatimawali, Fatimawali; Bodhi, widdhi
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29229

Abstract

ABSTRACT             White galangal rhizome (Alpinia galanga L. Swartz) is one of the plants which has the antibacterial properties from the zingiberaceae family. Empirically it can treat various diseases such as chest pain, throat inflammation, stomach inflammation, rheumatism, diabetes and skin diseases. White galangal rhizome contains flavonoids, tannins, quinones and terpenoids. This study aims to determine the antibacterial activity of white galangal rhizome extract (Alpinia galanga L. Swartz) and test its inhibition against the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria which are resistant to ceftriaxone antibiotics. The white galangal rhizome was extracted by maceration method using 96% ethanol solvent and antibacterial activity was tested using the disc and well method with a concentration difference of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5%. The results showed that white galangal rhizome extract (Alpinia galanga L. Swartz) had antibacterial activity against the bacterium Klebsiella pneumoniae and could inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. On the disc method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5%, the inhibitors were categorized as medium. Whereas in the well method for concentrations of 100% and 75%, the inhibitors were categorized as strong, for concentrations of 50%, 25%, and 12.5%, which have a medium category.Keywords: White Galangal Rhizome (Alpinia galanga L. Swartz), Klebsiella pneumoniae ABSTRAK Rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri dari family zingiberaceae. Secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit seperti nyeri dada, radang tenggorokkan, radang lambung, rematik, diabetes dan penyakit kulit. Rimpang Lengkuas putih mengandung senyawa flavonoid, tanin, kuinon dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz) dan menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri klebsiella pneumoniae yang resisten terhadap antibiotik seftriakson. Rimpang Lengkuas putih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode cakram dan sumuran dengan perbedaan konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz)  memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% memiliki daya hambat yang dikategorikan sedang. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 100% dan 75%  memiliki daya hambat yang dikategorikan kuat, untuk kosentrasi 50%, 25%, dan 12,5% memiliki daya hambat yang dikategorikan sedang.Kata Kunci: Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L. Swartz), Klebsiella pneumoniae
TRANSFORMASI PLASMID YANG MENGANDUNG GEN merB PADA Escherichia coli BL21(DE3) Bernadus, Zefanya G; Fatimawali, Fatimawali; Kolondam, Beivy
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29254

Abstract

ABSTRACTDNA transformation is one of the methods for inserting DNA into bacterial cells. The current transformation method is widely used to transfer plasmids containing genetic material. This study aims to evaluate the results of plasmid transformation containing merB gene in Escherichia coli BL21(DE3) bacteria. The stages of the research carried out were preceded by the microbiological identification of the E. coli BL21(DE3) bacteria used as hosts. Then the plasmid transformation containing merB gene into the E. coli BL21(DE3) host cell using the heat shock method was carried out. The transformation results were evaluated by observing at the presence of E. coli BL21(DE3) colonies on agar Luria Bertani (LB) media containing ampicillin antibiotics. Plasmids in E. coli BL21(DE3) were isolated and analyzed by 1% agarose gel electrophoresis. The results showed the success of the transformation indicated by the growth of E. coli BL21(DE3) bacteria in agar LB media containing ampicillin and the visualization on agarose gel resulted that the plasmid which carried the merB gene could be transformed in to the E. coli BL21(DE3) bacteria.Keywords : Plasmids, merB genes, heat shock, Escherichia coli BL21(DE3)ABSTRAKTransformasi DNA merupakan salah satu metode untuk memasukkan DNA ke dalam sel bakteri. Metode transformasi saat ini dipakai secara luas untuk mentransfer plasmid yang mengandung bahan genetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli BL21(DE3). Tahapan penelitian didahului dengan identifikasi secara mikrobiologi bakteri E. coli BL21(DE3) yang digunakan sebagai inang. Selanjutnya dilakukan transformasi plasmid yang mengandung gen merB kedalam sel inang E. coli BL21(DE3) menggunakan metode heat shock. Hasil transformasi dievaluasi dengan melihat adanya koloni E. coli BL21(DE3) pada media agar Luria Bertani (LB) yang mengandung antibiotik ampisilin. Plasmid pada E. coli BL21(DE3) diisolasi dan dianalisis dengan elektroforesis gel agarose 1%. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan transformasi dengan adanya pertumbuhan bakteri E. coli BL21(DE3) pada media LB yang mengandung ampisillin dan hasil visualisasi pada agarose gel terlihat bahwa plasmid yang membawa gen merB dapat ditransformasikan ke dalam bakteri E. coli BL21(DE3).Kata Kunci : Plasmid, gen merB, heat shock, Escherichia coli BL21(DE3)
AKTIVITAS PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN MIKROORGANISME DARI EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA Ulva lactuca TERHADAP Escherichia coli, Staphylococcus aureus, DAN Candida albicans Keintjem, Brigieta; Wewengkang, Defny S.; Fatimawali, Fatimawali
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29306

Abstract

ABSTRACT Algae have long been used for the treatment of various types of diseases. Ulva lactuca is one of the algae, which contains bioactive substances as antimicrobial, antifungal, and antioxidant. This study aims to determine the microorganisms growth inhibitory activity from Ulva lactuca algae obtained from the of Lembeh Strait waters in City of Bitung against microorganisms Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Ulva lactuca algae was extracted using maceration method with ethanol solvent and fractionated with methanol, n-hexan and chloroform solvents. Testing of antimicrobial activity using agar diffusion method. The result showed that extracts and fractions of Ulva lactuca algae did not have antimicrobial activity against the microorganisms Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. The chemical composition of algae is influenced by season, geographical distribution, as well as environmental factors such as temperature, water, salinity, light, nutrition, and mineral availability.Keywords: Ulva lactuca, Antimicrobials, Maseration, Fractions, Agar DiffusionABSTRAK Alga telah lama digunakan untuk keperluan pengobatan berbagai jenis penyakit.  Ulva lactuca merupakan salah satu alga yang memiliki kandungan zat bioaktif sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas penghambat pertumbuhan mikroorganisme dari alga Ulva lactuca yang diperoleh dari perairan Selat Lembeh kota Bitung terhadap mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Alga Ulva lactuca diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dan difraksinasi dengan pelarut methanol, n-hexan, dan kloroform. Pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak dan fraksi dari alga Ulva lactuca tidak memiliki aktivitas antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Komposisi kimia alga dipengaruhi oleh musim, distribusi geografis, serta faktor lingkungan seperti suhu, air, salinitasi, cahaya, nutrisi, dan ketersediaan mineral.Kata kunci : Alga Ulva lactuca, Antimikroba, Maserasi, Fraksi, Difusi Agar
IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI HASIL FERMENTASI SELADA ROMAIN (Lactuca sativa var. longifolia Lam.) MENGGUNAKAN GEN 16S rRNA Gani, Maria A; Tallei, Trina E; Fatimawali, Fatimawali
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29237

Abstract

ABSTRACT            Lactic acid bacteria (LAB) is a group of bacteria that produce lactic acid as the major metabolic end product of carbohydrate fermentation. LAB are highly beneficial because of their probiotic potential properties and as functional starter cultures in food fermentation. This study was aimed to identify the LAB species isolated from romaine lettuce fermented product by using molecular identification method with 16S rRNA gene marker. The fermented product was diluted and spread onto MRS agar supplemented with 1% of CaCO3 and then purified by using streak method. Both isolates were positive Gram bacteria and gave negative results from catalase test. The result of molecular identification showed that LAB from romaine lettuce fermented product have each 99 and 100% similarity to Enterococcus faecium that known have properties as probiotic potential and functional culture starter.Key words: lactic acid bacteria, fermentation, probiotic, Enterococcus faecium, Lactuca sativa var. Longifolia Lam.             ABSTRAK             Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang menghasilkan asam laktat sebagai metabolit utamanya dalam fermentasi karbohidrat. BAL merupakan bakteri yang menguntungkan karena memiliki aktivitas probiotik potensial dan dapat berguna sebagai starter dalam proses fermentasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies BAL yang diisolasi dari hasil fermentasi selada romain menggunakan metode identifikasi molekuler dengan gen penanda 16S rRNA. Cairan hasil fermentasi diencerkan dan ditebar pada media MRS agar yang telah dicampur dengan CaCO3 1% dan kemudian dimurnikan menggunakan metode streak plate. Kedua isolat merupakan bakteri Gram positif dan menunjukkan hasil negatif pada uji katalase. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa  kedua BAL hasil fermentasi selada romain memiliki kemiripan masing-masing 99 dan 100 % dengan Enterococcus faecium yang diketahui memiliki aktivitas probiotik.Kata Kunci: bakteri asam laktat, fermentasi, probiotik, Enterococcus faecium, Lactuca sativa var. longifolia Lam.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Abas, Abdul Hawil Abdul Jalil Abubakar, Poetry M.S. Abubakar, Poetry Melinda Adeanne Wullur Adikila, Gregorius Giani Adithya Yudistira Adrian Umboh Ahmad Haekal Alamri, Firdaus Alexander S. L. Bolang Andini Andrew Pangemanan, Andrew Angelique Baya, Gloria Prisca Susana Angelique C. M. Tanan Anggelia Nelisa Kapantow Anita Linda Yohana Pratasik Anita Mamuaya Anita Rahel Meilina Paendong Anjely Jessica Makatempuge Annisa Hamka Antasionasti, Irma Apolonia Amelintje Gusmão Awoah Asriyana S Kaseng Astrid Noviera Iksan Axl L. Windah Ayu Fauzia Malinda B H. R. Kairupan Baharuddin, Fatmawaty Bahter, Julia V.F. Barasarathi , Jayanthi Basalamah, Rizqah BEIVY JONATHAN KOLONDAM Bernadus, Zefanya Bernadus, Zefanya G Billy J Kepel Billy J Kepel Billy J. Kepel Billy J. Kepel Billy Johnson Kepe Billy Kepel Billy Kepel Billy Kepel Bodhi , Widdhi Budiarso, Fona Hermina Dwiana Budiarso, Fone D.H. Budiarso, Hermina Butue, Leobernard Catur Riany Celik, Ismail Changiz Mohiyeddini Cheisy Anastasya Gratia Lengkong Chintya G. Derek Damaris, Damaris Datu, Olvie S. Datu, Olvie Syenni Debbie Retnoningrum Debora Tandi DEBY AFRIANI MPILA Defny S. Wewengkang, Defny S. Deliyana Lanti Desye Nurmalita Tanan Devianitta Sarapi Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Rombot Dolongtelide, Jeclin Inebel Donald Andreas Chandra Dos D. L. E. Br Siagian Edward Nangoy, Edward Eka Mulya Muthalib Ekawati Tallei, Trina Ellen Manampiring, Aaltje Elly Suoth Endang Triastuti Engka, Joice Nancy Ermawati Ermawati Eva M. Mantjoro Farhan A. Bidullah Fatima Fatima Fatmawaty Badaruddin Feti Fatimah Feybe Ireine Kumayas Fona Budiarso Frans S. M. Mintardjo Frederika Filly Toad Frenly Wehantouw Frisky S. Badi, Frisky S. Friyan Criscanus Manopo Gabriela Clementine Ranti Gani Jumaat Gani, Maria A Gani, Maria A. Gayatri Citraningtyas Gazali Gazali Gemi Nastiti Gerungan, Yizreel Y. GONI, BRIGITA CHRISTANIA AURORA Gosal, Leonardo Delvin Grenshannya Anasthasya Pua Greta J. P. Wahongan Gustaaf A. E. Ratag Hamdiyah Hamzah Hamidah Sri Supriati Hanna Elga Sulu Hariyanto, Yuanita Amalia Hasan, Puput Herawati Hasan, Puput Herawati Said Hasanuddin, Israyati R. Hebber, Tri Heedy M Tjitrosantoso Henki Rotinsulu, Henki Hermina Budiarso, Fona Dwiana Herny E.I. Simbala Hosea Jaya Edy I Dewa Ayu Accyuta Kirana I Dewa Ayu Prabawati I Putu Andika Arianta Inda V. M. Rawung, Inda V. M. Intan Baiduri Irawan Yusuf Irawan Yusuf Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Febrianti Wahongan Irma Tristanti Iswanto Toling Jainer P Siampa Jainer Pasca Siampa Jayanto, Imam Jeane Mongi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi John Socrates Kekenusa John Socrates Kekenusa Johnson Kepel, Billy Josepin P Konda Julianri Lebang Julianri Sari Lebang Julianri Sari Lebang Jurike Kaunang Kairupan, Tara S. Kalalo, Marko Jeremia Kalalo, Tekla Kamaruddin Kamaruddin Kambey, Debora F. Kamu, Priska Eliasa Kapondo, Gwendolyn L. Karamoy, Eunike M. Kawengian, Shirley ES. Keintjem, Brigieta Kepel, Billy Kepel, Billy Johnson Kepel, Regina E.M. Kezia Pangemanan Kissi Parengkuan Konda, Josepin P Kuliahana, Ana Kumala Dewi, Citra Kumowal, Selphina Lady zha-zha Luntungan Lampus, Christania Landy A. Ch Lolaen LAPIAN, ALDA JULISTY GABRIELA Lasut, Misella R. C. Lasut, Misella Regina Laurencia Diva Bernadette Artantyo Lengkong, Cheisy Anastasya Gratia Ley, Gabriella Therezia Ley Lidya Togelang Lidya Valda Mamoto Lisa Kepel M Fadhel Nurmidin M. Pertiwi, Junita Ma'ruf, Nurul Qalbiyyah Makatambah, Venila Malino, Angeline Priscillia Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje Ellen Mansur, Nurfauziah Mantjoro, Eva M. Maria Immaculata Tangkau Marina Mamarimbing Marko Jeremia Kalalo Marko Jeremia Kalalo Maulydia, Nur B. Max R.J. Runtuwene Meilani Jayanti Melkianus, Brando Miranti Aike Wemay Mohtar, Khumairah Monalisa Karinda Morgen Ekaputra Pangaila Muh. Rifaldi Latarang Muharli Qadri Kanon Mutiara Cantika Mutiara Ramadani Mutmainah Mutmainah Nainggolan, Ivana C. Naray, Gueen L. G. Natasya Ester Rebeca Tamahiwu Natsir, Rosdiana Ni Wayan Dianti Niode, Nurdjannah Jane Nova Hellen Kapantow Novelina Irianti Damanik Nurdjannah J. Niode Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurhamidin, Anastasia P.R. Oksfriani Jufri Sumampouw Olivia C. Mulalinda Olivia G. Mokolensang, Olivia G. Olvie Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syennie Datu Omega Agral Owu, Nadya M. PANI, PUTRI MARGARETHA GLAUDY Pantow, Natalia M. Patrick Muljono Patrick Muljono, Patrick Paukiran, Degol Paulina Yamlean Paulina yamlean Paulina Yamlean Pehino, Albrita Pendong, Christa Hana Angle Pertiwi, Junita Maja Poluakan, Ricko Johanes Prasetio, Nathanael F. Prayoga, Deshanda Kurniawan Puasa, Novanda S. Purwanto, Diana Shintawati Putri, Ida A. R. Putri, Prisna Aswarita Rahadian, Rifky Aditya Rahmad Dian Rambi, Christani I J Ratte, Titah Amelia Ratu, Belinda D. P. M. Ratulangi, Andrew Johanes Refa Riski Aulia Regina Masengi, Angelina Stevany Rengur, Zul Aini Rifqi Adithya Rika Wulandari Rimporok, Aprilia Rinaldi Idroes RINI Rio Windy Sondakh Ristanti Pratiwi Rizya Marchilia Mamahit Rotinsulu, Sarah Rotty, Linda WA. Rumagit, Tjandra A. RUMALUTUR, CHRISTHALIA IEWANDA Rumangu, Chrisa P. Rumondor, Erladys M. Rundengan, Gerald Sahi, Makbul Renaldi Salsabila, Febrisa Saragih, Nathin Loria , Sarah Mariana Pattuju Saranita V. G. Polii sari sakinah Sherly Dawile Shintia, Arini Siampa, Jainer P Siampa, Jainer Pasca Siboantua Broolin Simanjuntak Siringo-Ringo, Aurian Fricilia Siti Suhartini Sitti Romlah Sri Sudewi Sri Sudewi, Sri Sriwaningsih S Nahe Stevana F.A. Paat Sugeha, Inti Rizcy Sari Sumakul, Gilbert Samuel Sumual, Acika Surya, Welong S. Syifa Katili Talla, Tamrin Tallei, Trina Ekawati Tania, Adinda Dwi Tendean, Lydia Estelina Naomi Terence Kanzil Titah Amelia Ratte Tjandra A. Rumagit Tjandra, Regina F. Trina E Tallei Trina E Tallei Trina E. Tallei, Trina E. Trina Ekawati Tallei Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Trina Tallei Trina Tallei Turalaki, Grace Lendawati Amelia V. Lomotu, Dinda Vanessa J. T. Seran, Vanessa J. T. Vibrila Berliana Djanas Watania, Marcela Wawo, Arsianita Ester Welong S. Surya Weny I Wiyono Weny Wiyono Wewengkang, Defny Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widhi Bodhi Widya Hana Putri Gerung Wijaya, Puspita Windy Sumarauw Wulan P. J. Kaunang Wulan Palilingan, Wulan Wulan Tuerah Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yohanes Adithya Koirewoa Yulia Maria Jarut Yulianty Sanggelorang Yuyun Andriani Agus Zahra Zahra Zainal Abidin Zulfikri Zulfikri, Zulfikri