p-Index From 2021 - 2026
6.566
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Media Gizi dan Keluarga PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURNAL GIZI INDONESIA JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Microbiology Indonesia Indonesian Journal of Human Nutrition agriTECH Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) INVOTEC Jurnal Kesehatan GIZI INDONESIA Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Argipa (Arsip gizi dan Pangan) Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Pontianak Nutrition Journal (PNJ) JURNAL PANGAN YARSI Medical Journal Jurnal Dunia Gizi Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Narra J Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Nutrisia Journal of Health and Nutrition Research Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Jurnal Kedokteran Hewan Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Halal Studies and Society Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Frekuensi Konsumsi Pangan Sumber Zat Besi Serta Pangan Pendukung dan Penghambat Penyerapannya pada Remaja Putri Nurhidayati, Vieta Annisa; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi; Prasetya, Guntari; Rizkiriani, Annisa; Amelia, Ria
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1792

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menganalisis frekuensi konsumsi pangan sumber, pendukung, dan penghambat zat besi dan kaitannya dengan kadar hemoglobin pada 120 siswi kelas 11 di Cianjur. Data dikumpulkan melalui food frequency questionnaire dan finger prick blood test, lalu dianalisis dengan uji t dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 23,5% responden mengalami anemia. Ayam dan telur menjadi sumber zat besi hewani utama, serta kangkung dan bayam sebagai sumber nabati. Konsumsi pangan pendukung penyerapan zat besi masih rendah, sementara teh dan kopi yang menghambat penyerapan zat besi cukup sering dikonsumsi. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pola konsumsi dan kadar hemoglobin, kecuali pada jambu biji. Perbedaan antara kelompok dengan anemia dan kelompok dengan kadar hemoglobin normal tidak berbeda secara signifikan, tetapi kelompok kadar hemoglobin normal cenderung memiliki pola makan lebih baik. Diperlukan strategi peningkatan konsumsi zat besi heme dan edukasi pola makan yang mendukung penyerapan zat besi.
POLA KONSUMSI PANGAN, KEBIASAAN MAKAN, DAN DENSITAS GIZI PADA MASYARAKAT KASEPUHAN CIPTAGELAR JAWA BARAT Linda Dwi Jayati; Siti Madanijah; Ali Khomsan
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 37 No. 1 (2014)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v37i1.4006.33-42

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine food consumption patterns, eating habits, and its effect on the density of nutrient intake in Kasepuhan Ciptagelar a traditional village community in West Java. Cross–sectional design was implied for this study. A total of 65 eligible households participated in the study. Household’s food consumption data which were used to calculate nutrient density score and density of nutrient intake were collected using 24-hour recall. Nutrient density scores were calculated by using Nutrient Rich Food Index 9.3 to compare nutrient intake of food with Daily Value based on FAO standards. Stepwise linear regression analysis showed that socio-economic factors most affecting iron density was age of husband. Meanwhile, food habits factor significantly affecting protein density was meal frequency. Food preference significantly affected on calcium density. Other socio-economic factors including family size, household income, and the amount of rice in rice barn; and socio-cultural factors of food taboos have no significant effect on density of nutrient intake. Nutrient intake from more variety foods should be increased to fulfill nutrient adequacy of individuals, especially girl adolescent and pregnant mothers who observed food taboos in this community.Keywords: density of nutrient intake, nutrient density, traditional communityABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pangan dan kebiasaan makan serta pengaruhnya terhadap densitas asupan zat gizi pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar di Jawa Barat. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan total subjek sebanyak 65 rumah tangga. Skor densitas zat gizi pangan dihitung menggunakan metode Nutrient Rich Food Index 9.3. Analisis menggunakan regresi linear menunjukkan bahwa variabel umur suami berpengaruh terhadap densitas asupan zat besi rumah tangga. Salah satu variabel kebiasaan makan yaitu frekuensi makan rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap densitas asupan protein rumah tangga, sedangkan preferensi pangan sayur-sayuran berpengaruh signifikan terhadap densitas asupan kalsium rumah tangga. Aspek sosial ekonomi rumah tangga lainnya meliputi besar keluarga, pendapatan perkapita, dan jumlah ketersediaan padi di dalam lumbung padi; serta salah satu aspek sosio-budaya pangan meliputi tabu makanan tidak berpengaruh terhadap densitas asupan zat gizi rumah tangga. Asupan zat gizi dari pangan lain sebaiknya lebih ditingkatkan untuk memenuhi kecukupan zat gizi individu, khususnya individu yang mempraktikkan tabu makanan pada masyarakat tersebut. [Penel Gizi Makan 2014, 37(1): 33-42]Kata kunci: densitas asupan zat gizi, densitas zat gizi pangan, masyarakat tradisional
PEMODELAN OBESITAS DAN KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT: PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARE STRUCTURAL EQUATION MODELING [PLS-SEM] Emi Nur Cholidah; Yayuk Farida Baliwati; Ali Khomsan
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v41i2.1890

Abstract

ABSTRACT Obesity is a condition of excessive fat accumulation in adipose tissue that occurs due to nutritional transitions in food consumption patterns by population that practices modern lifestyles, trend to higher consumption of energy-dense foods and low physical activity. Food consumption is the main cause of adult obesity 18+ years old. Based on UNICEF (1998) concept, food consumption is influenced by food security, including food access and food availability. The purpose of this study is to determine the obesity and food security modeling in West Java Province. This study used secondary data from Riskesdas 2013, SUSENAS 2013, and Daerah Dalam Angka2013-2014 from BPS. Unit analysis is 26 districts of West Java Province. The data were analyzed using Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that ten percent increase in food availability could directly reduce 9.2 percent in food access, reduce 8.9 percent in food consumption as a result of food access changes, and reduce 0.4 percent of obesity as a result of food access and food consumption changes. Ten percent increase in food access could directly increase in 3.0 percent of food consumption, and increase 3.6 percent obesity as a result of food consumption changes. Ten percent increase in food consumption could increase 6.0 percent of obesity prevalence. Keywords: obesity, food security, partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) ABSTRAK Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak berlebih pada jaringan adiposa yang secara langsung disebabkan oleh transisi gizi, yaitu perubahan pola makan oleh populasi yang telah mengadopsi gaya hidup modern, yaitu kecenderungan pada peningkatan konsumsi makanan padat energi dan rendahnya aktivitas fisik. Penyebab utama obesitas orang dewasa 18+ tahun berasal dari konsumsi pangan. Berdasarkan konsep UNICEF (1998), konsumsi pangan dipengaruhi oleh ketahanan pangan, termasuk akses pangan dan ketersediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemodelan obesitas dan ketahanan pangan Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu Riskesdas 2013, SUSENAS 2013, dan Daerah Dalam Angka 2013-2014 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Unit analisis adalah 26 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Analisis menggunakan pendekatan Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan 10 persen ketersediaan pangan dapat secara langsung menurunkan akses pangan sebesar 9,2 persen, menurunkan konsumsi pangan sebesar 8,9 persen sebagai akibat dari perubahan akses, serta menurunkan prevalensi obesitas sebesar 0,4 persen sebagai akibat perubahan akses dan konsumsi pangan. Peningkatan 10 persen akses pangan dapat secara langsung meningkatkan konsumsi pangan sebesar 3,0 persen, serta meningkatkan prevalensi obesitas sebesar 3,6 persen sebagai akibat dari perubahan konsumsi pangan. Peningkatan 10 persen konsumsi pangan dapat meningkatkan prevalensi obesitas sebesar 6,0 persen. [Penel Gizi Makan 2018, 41(2):89-100] Kata kunci: obesitas, ketahanan pangan, partial least squarestructural equation modeling (PLS-SEM)
VALIDASI HFIAS (HOUSEHOLD FOOD INSECURITY ACCESS SCALE) DALAM MENGUKUR KETAHANAN PANGAN: KASUS PADA RUMAH TANGGA PERKOTAAN DAN PERDESAAN DI SULAWESI SELATAN Chica Riska Ashari; Ali Khomsan; Yayuk Farida Baliwati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v42i1.2417

Abstract

ABSTRACT Many indicators are used to measure food security. The most commonly used measurements are food recall, anthropometric indicators or health data, which have also been used in several studies. However, all these indicators have weaknesses such as data collection and analysis that are impractical and relatively expensive to implement. For this reason, a method that is easier, simpler, and cheaper to implement is needed. This study aims to analyze the validation of measures of food security with the HFIAS method to Maxwell's method in urban and rural households in South Sulawesi. This study used a cross sectional design. Sampling using purposive sampling with a sample size of 170 households. The data analysis performed is the gamma correlation test. The results showed that the results of the gamma correlation between the level of household food security using the HFIAS method for the Maxwell method obtained p = 0.000 with a value of r = 0.408. The conclusion of the study is that the HFIAS method can be used as a method of measuring food security because it is easier and more practical. Keywords: methods, food insecurity, household, food security, validation ABSTRAK Banyak indikator yang digunakan untuk mengukur ketahanan pangan. Pengukuran yang paling sering digunakan yaitu recall pangan, indikator antropometri atau data kesehatan, yang juga telah digunakan dalam beberapa studi. Namun, semua indikator tersebut memiliki kelemahan seperti pengumpulan dan analisis data yang tidak praktis dan relatif mahal untuk diimplementasikan. Untuk itu, diperlukan metode yang lebih mudah, sederhana, dan lebih murah untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validasi ukuran ketahanan pangan dengan metode HFIAS terhadap metode Maxwell pada rumah tangga perkotaan dan perdesaan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 170 rumah tangga. Analisis data yang dilakukan adalah uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil korelasi gamma antara tingkat ketahanan pangan rumah tangga menggunakan metode HFIAS terhadap metode Maxwell diperoleh p=0.000 dengan nilai r=0.408. Kesimpulan dari penelitian bahwa metode HFIAS dapat digunakan sebagai metode pengukuran ketahanan pangan karena lebih mudah dan lebih praktis. [Penel Gizi Makan 2019, 42(1):11-20] Kata kunci: metode, rawan pangan, rumah tangga, tahan pangan, validasi
The role of stimulation, affection, and parenting patterns in stunting among children aged 24-59 months Yulianti Wulan Sari; Ali Khomsan; Katrin Roosita
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i1.2289

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional issue in Indonesia. The prevalence of stunting has decreased from 30,8% in 2018 to 21,5% in 2023; this rate is still above the WHO threshold of less than 20%. Proper stimulation, affection, and parenting patterns influenced optimal growth in terms of height and weight. This study aimed to analyze the association between stimulation, affection, and parenting practices in stunting among children aged 24–59 months. This case-control study was conducted from March to April 2024 at the Made Health Center, Surabaya City, which consists of 50 toddlers, both stunting and non-stunting, selected using purposive sampling. Stimulation patterns were measured using the Home Observation of Measurement and Environment Inventory (HOME), affection patterns using the Child Adult Relational Experimental (CARE), parenting patterns using the parenting feeding style questionnaire, and nutritional status using anthropometric measurements. Data analysis was performed using the chi-squared test. The results showed that the stimulation patterns were significantly correlated with stunting (p=0,000; OR= 5,90). Affection patterns were also significantly correlated with stunting (P =0,000; OR=13,75). Parenting patterns were significantly correlated with stunting (P =0,000; OR=26,35). In conclusion, stimulation, affection, and parenting patterns were significantly correlated with stunting among children aged 24-59 months.
Nutritional knowledge, diet quality and nutritional status of school-going adolescents in rural and urban areas in West Aceh Ranita Suri Dewi; Cesilia Meti Dwiriani; Ali Khomsan
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i2.1723

Abstract

The primary nutritional problem of adolescents is the triple burden of malnutrition. Factors that trigger nutritional problems in adolescents include poor eating habits, low nutritional and socioeconomic knowledge, and sedentary activities. This study aimed to analyze differences in nutrition knowledge, diet quality, and their relationship with nutritional status among rural and urban school adolescents in West Aceh. This study used a cross-sectional design, involving 312 adolescent schools in West Aceh in 2023. Data on nutritional knowledge were collected using a questionnaire filled out by the subjects themselves, intake data using 2x24-hour food recall, and anthropometric measurements such as BAZ and Percent Body Fat (PBF) using BIA scales and microtoice. Data were analyzed using Mann-Whitney and Spearman rank tests. There were significant differences in family characteristics, nutritional knowledge, and diet quality between the rural and urban school adolescents (p<0,05). There was a significant positive relationship between nutritional knowledge and diet quality and BAZ and PBF (p<0,05) only among rural school adolescents. In conclusion, family characteristics, nutritional knowledge, and diet quality differed significantly among the adolescents by region. In rural areas, nutritional knowledge and diet quality were significantly associated with BAZ and PBF. School adolescents' knowledge and diet quality remain low; therefore, nutrition education related to balanced nutrition guidelines is required. 
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA Hanum, Farida; Khomsan, Ali; Heryatno, Yayat
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 1 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.727 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.1.%p

Abstract

The objectives of this study were to analyze relationship of maternal height, nutrients intake and nutritional status in children under five years. The study design used was cross-sectional study with 90 children as subjects that consisted of 47 stunting children and 43 normal children. This study showed that short mothers (height <150 cm) were more prevalent in stunting children (74.5%) compared to normal children (60.5%). Energy and protein adequacy level of stunting and normal children were relatively severe deficient. There were no significant relationship between maternal height and energy adequacy level with nutritional status. However, there was a negative relationship between protein adequacy level with nutritional status (p<0.05; r=-0.223).
ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA LAKI-LAKI PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK PRIA TANGERANG Wahyuningsih, Utami; Khomsan, Ali; Ekawidyani, Karina Rahmadia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 1 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.945 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.1.%p

Abstract

The objective of this study was to analyze the intake of energy and nutrients, nutritional status, and anemia status in adolescent boys with drug abuse at boys penitentiary class IIA Tangerang. This study used cross sectional design. Subjects of this study were adolescent boys with drug addiction. Sampling method used was purposive sampling and the number of subjects was 40 people. Descriptive analysis showed energy (35.0%) and protein (27.5%) adequacy level were categorized as severe deficit. Mean energy from food provided by the penintentiary hadn’t met subjects’ daily requirement while mean protein had met subjects’ daily requirement. Iron adequacy level was categorized as adequate (82.5%) and vitamin C adequacy level was categorized as inadequate (100.0%). Most subjects had normal nutritional status (85.0%) and anemia (57.5%).
The effect of social cognitive theory-based nutrition education via whatsapp on increasing knowledge and behavioral determinants of mothers in Kediri: A quasi-experimental study 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah; Baliwati, Yayuk Farida; Khomsan, Ali
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2449

Abstract

Poor dietary patterns and poor nutritional status increase the risk of morbidity and mortality. Obesity and overweight are major nutritional issues in Kediri. The family environment, particularly the mother's role as a food gatekeeper, is crucial for shaping children's eating habits. This study applies Social Cognitive Theory (SCT), which emphasizes the interaction between individuals, behavior, and the environment. Social media platforms, such as WhatsApp, can be utilized to promote health. This study examined the effect of SCT-based nutrition education via WhatsApp on mothers' knowledge, self-efficacy, self-regulation, family support, and outcome expectations in improving children's dietary intake. A pre-post quasi-experimental design was used with 80 mothers of elementary school children in Kediri City. The intervention group (n=40) received WhatsApp-based nutrition education for 20 days, whereas the control group (n=40) received an e-booklet at the end of the study. Data were analyzed using Spearman’s test, Mann-Whitney test, and Wilcoxon Signed Rank test. The results showed that WhatsApp-based nutrition education significantly improved knowledge (p=0,005) and outcome expectations (p=0,039) in the intervention group, whereas no significant effects were observed on self-efficacy and self-regulation. WhatsApp-based nutrition education effectively increased mothers' knowledge and outcome expectations. Future studies should consider the duration of the intervention, including follow-up assessment, refining educational media, combining educational methods, and considering additional SCT components.
Analisis Pendapatan, Kemiskinan, Ketimpangan, dan Asupan Gizi Masyarakat di Sekitar Kampus IPB Dramaga: Analysis of Income, Poverty, Inequality, and Nutrients Intake in the Community Around Dramaga IPB Campus Aptaribowo, Thoriq Dhiya; Khomsan, Ali; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.173-181

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah yang masih memerlukan perhatian serius di negara berkembang. Pada tahun 2024, kasus stunting di Indonesia yaitu sekitar 19,8% (Kemenkes 2025), dengan kasus stunting di kota Bogor yaitu sekitar 18,7% sementara di Kabupaten Bogor 27,4% (Kemenkes 2025). Dalam rangka memenuhi target penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14,2% pada tahun 2029 diperlukan pemahaman terkait faktor yang mempengaruhi asupan gizi keluarga. Salah satu faktor yang memengaruhi asupan gizi individu atau keluarga yaitu kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan energi dan protein masyarakat di sekitar Kampus IPB Dramaga dan kaitannya dengan tingkat kemiskinan, ketimpangan, dan pendapatan riil pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari kecukupan asupan energi, protein, dan pendapatan. Dalam penelitian ini dianalisis tingkat kemiskinan berdasarkan indeks Foster-Greer-Thorbecke (FGT), Rasio Gini, dan korelasi pendapatan dengan tingkat kecukupan asupan energi dan protein. Garis kemiskinan yang digunakan yaitu garis kemiskinan BPS, Sajogyo, Bank Dunia, dan Gold Standard. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan hasil dari persentase kemiskinan, kedalaman kemiskinan, dan keparahan kemiskinan sebagai berikut P0=0,15;0,5;0,48;0,86; P1=0,04;0,01;0,15;0,56; P2=0,02;0,01;0,07;0,39. Selain itu, diperoleh Rasio Gini sebesar 0,57 yang tergolong ketimpangan tinggi. Terdapat korelasi yang sangat lemah antara pendapatan dengan kecukupan asupan energi (r=-0,19;p=0,05) dan protein (r=-0,09;p=0,36) yang menunjukan bahwa kondisi ekonomi bukanlah faktor yang memengaruhi asupan gizi masyarakat di wilayah sekitar Kampus IPB Dramaga.
Co-Authors 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah . Kasmita . Retnaningsih A Amrullah Ade Chandra Iwansyah Adi Winarto Ahmad Sulaeman Ahmad, Che An Alfiani, Diana Ali Rosidi Ali Rosidi Amalina Ratih Puspa Amelia, Ria Amira Ayu Aronasty Andrei Ramani Anggiruling, Dwikani Oklita Anggun Rusyantia Ani Margawati Ani Rahidha Proboningrum Anna Fatchiya Anna Vipta Resti Mauludyani Annisa Ayu Pravansa Aptaribowo, Thoriq Dhiya Arum Atmawikarta Aryatika, Karera Ashari, Chica Riska Asrinisa Rachmadewi Astuti Lamid Betty Yosephin Simanjuntak Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Chairunisa, Febrina Che An Ahmad Chica Riska Ashari Chica Riska Ashari Cica Yulia Clara M Koeskarto Clara Meliyanti Kusharto Crosita Octaria, MIH, dr. Yessi Dadang S Dadang Sukandar Damar Handayani, Ariningtyas DARTI NURANI Deddy Muchtadi Delita Septia Rosdiana Desak Putu Yulita Kurniati Desiana Firdaus Desri Suryani Desy Dwi Aprillia Dewi Kartika Sari Dewi Ratih Agungpriyono Dewi, Septishiya Tri Charisma Diffah Hanim Djoko Susanto Dodik Briawan Drajat Martianto Dyan Fajar Christianti Eddy S, Eddy Eddy S. Mudjajanto Eddy S. Mudjajanto, Eddy Eddy Setyo Mudjajanto Eddy Setyo Mudjajanto Efniyanti, Friska Ellis Endang Nikmawati Emi Nur Cholidah Emmy Karsin Enok sobariah Enok sobariah Eny Palupi Eryasih Setyorini Evy Damayanthi Faisal A Faisal A, Faisal Faisal Anwar Farida Hanum Firdausi, Alya Fitri Filianty Fitriyah Nafsiyah Muthmainah Fransiska R Zakaria Fransiska R Zakaria Guntari Prasetya Hadi Pratomo Hadi R, Hadi Hadi Riyadi Hardinsyah Hartoyo Hartoyo Hasnul Abrar Hawaij, Taesar Hawaij, Taesar Hawaij Ignatius Suksmadi Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indhira Shagti Ingrid S. Surono INGRID SURYANTI SURONO Inke Indah Permatasari, Inke Indah Iriyani Harun Iskandar Mirza Iskandar Mirza Istianty, Ari K. Pandjaitan,, Nurmala Karina Rahmadia Ekawidyani Kartika Nugraheni Kasmita Kasmita Katrin Roosita Kiki Puspasari Leily Amalia Leily Amalia Lestari, Chendy Tata Lilik Kustiyah Linda Dwi Jayati Lubis, Anwar Maharani, Triayu Maulida, Fitra Meilianingrum, Chandra Nur Meitriana Pangestuti Mira Dewi Miratul Haya miratul haya Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Muhilal Muhilal Muslich Muslich, Muslich Naufal Muharam Nurdin Ni Ketut Sutiari Niagara Nurfauziyyah Nikmah Utami Dewi Nining Tyas Triatmaja Nino Y Sadiyyah Nunung Cipta Dainy Nur Farida Kusumawati Nur Latifah Hanum Nuraini W. Prasodjo Nurani, Atat Siti Nurdin Nurdin Nurhidayati, Vieta Annisa Nurul Muslihah Nuryani Nuryani Picauly, Intje Prasetya, Guntari Puspita Dewi, Puspita Putri, Mikhael Andya Sekar Rachmayanti, Riris Rahman, Purnawati Hustina Ramadhani Fitri Ranita Suri Dewi Reisi Nurdiani, Reisi Rendra Kusuma Reni Zuraida Resa Ana Dina Resty Adhistiana Rian Diana Rian Diana Rian Diana Rilus Kinseng Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Riris Diana Rachmayanti Risti Kurnia Dewi Riswari, Aninditya Ardhana Rizkiriani, Annisa Safitri, Debby Endayani Sakri Sab'atmaja Sarah Melati Davidson Seminar, Annisa Utami Sianturi, Sephia Ellyana Sitanggang, Togu Raja Siti Madanijah Soemiarti Patmonodewo Sri Anna Marliyanti Sri Anna Marliyati Sri Rihati Kusno Sri Sumarmi Sri Utami Kuntjoro Sri Wahyu Angga Dewi Suryono Sutyawan Sutyawan TATI NURHAYATI Titik Sumarti Tommy Marcelino Gantohe Ujang Sumarwan Uswah, Fathimah Utami Wahyuningsih Verawati, Besti Vetnizah Juniantito Wassalwa, Ulis Salsabila Waysima Waysima Waysima Waysima Widjaja Lukito widya astuti Widya Astuti Winati Wigna Winati Wigna Winati Wigna Winda Puspita Yuniar Yaktiworo Indriani Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yeni Rohmaeni Yughni Azizah Thariqi Yulia Rahmawati, Yulia Yuliana Yuliana Yulianti Wulan Sari