p-Index From 2021 - 2026
5.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Majalah Keperawatan Unpad Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Majalah Kedokteran Bandung Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal NERS MEDISAINS Medula Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Keperawatan Sriwijaya Health Notions Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Jurnal Keperawatan Padjadjaran Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Health Science and Prevention Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) NERS Jurnal Keperawatan Journal of Nursing Care PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Media Karya Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science The Indonesian Journal of Health Science Journal of Telenursing (JOTING) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Masker Medika Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Health and Nutrition Research JHeS (Journal of Health Studies) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Prosiding SIMKESNAS Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Medical-Surgical Journal of Nursing Research Holistik Jurnal Kesehatan NERS Jurnal Keperawatan
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL OLEH PERAWAT DI RUANG GENERAL INTENSIVE CARE UNIT RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Romadoni, Siti; Ibrahim, Kusman; Kurniawan, Titis
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan spiritual merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia, salah satunya adalah pasien dalam kondisi kritis maupun terminal yang di rawat di ruang intensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang pemenuhan kebutuhan spiritual oleh perawat di Ruang General Intensive Care Unit (GICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2012. Sebanyak sepuluh partisipan dilibatkan dalam penelitian deskriptif kualitatif eksploratif ini. Partisipan tersebut adalahperawat pelaksana yang bekerja di Ruang GICU RSHS Bandung, rentang usia antara 28- 47 tahun, dan bekerja selama 7-17 tahun. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, dan analisis yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian mendapatkan 18 tema yang dikelompokkan menjadi 5 kategori yaitu: 1) Makna spiritual yaitu: agama, keyakinan terhadap Tuhan, hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama Manusia. 2) Persepsi Kebutuhan Spiritual yaitu: Kebutuhan ibadah, semangat,nyaman, kasih sayang. 3) Bentuk-bentuk pemenuhan kebutuhan spiritual yaitu: membantu kegiatan ibadah pasien, melibatkan keluarga dan tokoh agama, memberikan semangat. 4) Hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual yaitu: anggapan kurang penting bukan prioritas, kesibukan, perbedaan agama, agama hal privasi, dan kurang paham konsep spiritual. 5) Langkah-langkah untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan spiritual yaitu: ada petugas khusus (ustadz, pendeta, warois), dibuat Protap/SOP, penambahan fasilitas, dan peningkatan kualitas perawat melalui pelatihan dan pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan kebutuhan spiritual dalam penelitian ini berbentuk upaya-upaya dalam membantu kegiatan ibadah pasien, melibatkan keluarga dan tokoh agama, serta memberikan semangat. Dengan demikian penting bagi pihak rumah sakit mengadakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman atau pun kemampuan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. Dan bagi pendidikan untuk menambahkan muatan aspek spiritual dalam materi-materi yang disampaikan dalam perkuliahan. Serta dapat dijadikan data dasar untuk penelitian selanjutnya terkait pemenuhan kebutuhan spiritual
Barriers to Disclose HIV Status to Family Members Among People Living with HIV Ibrahim, Kusman; Rahayuwati, Laili; Herliani, Yusshy Kurnia
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2019.14.2.1014

Abstract

Disclosing HIV status has inhibited HIV infected persons from getting access to sufficient prevention, care, treatment, and support, which in turn can contribute to poor HIV/AIDS control. This study aims to explore the reasons underlying the barriers to disclosing HIV status to family members among people with HIV infection. This is a qualitative exploratory study. Forty participants participated in the study which was divided into five focus group discussions. They were purposively recruited from two district hospitals in West Java. FGDs were audiotape recorded with permission from participants and were verbatim transcribed. Data were analyzed qualitatively by thematic analysis technique. Four major themes emerged from the data; 1) Negative feelings about being a HIV-infected person, 2) Feeling fear of being rejected by family members, 3) Avoiding being a burden on the family, 4) Desiring to maintain a good relationship with family members. The study suggested that nurses and health care providers need to consider family as the primary source of support and encouragement for people with HIV infection. Strengthening the self-confidence of PLWH and family coping strategies needs to be more emphasized when caring for people with HIV infection particularly in the first stage after being diagnosed as HIV positive.
The Analysis of Factors Related to Self Care of Men Who Have Sex with Men (MSM) with HIV/AIDS Inriyana, Ria; Wisaksana, Rudi; Ibrahim, Kusman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 7, No 1 (2021): Volume 7, Nomor 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v7i1.33605

Abstract

ABSTRACTIntroduction : Men who have sex with men (MSM) contain the highest risk factor and contribute significantly to HIV / AIDS transmission. As a chronic disease, MSM with HIV / AIDS needs treatment and care for the rest of their lives. The complexity of HIV disease and its treatment makes self-care essential for the optimal health of people living with HIV. The Health Belief Model (HBM) factors can explain and predict self-care behavior in MSM with HIV/AIDS. Objectives :This study aims to analyze the dominant factors associated with self-care of MSM with HIV / AIDS. Methods: This research uses quantitative methods with correlation analytic design. The sampling process employed a purposive sampling of 78 respondents. Primary data collection was processed by a self-care assessment questionnaire and HBM through google forms online survey. The data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test and multiple linear regression. Results: The results showed that the highest mean HBM was in perceived self-efficacy (23.18) and self-care in the spiritual domain (24.94). The bivariate results showed that self-care had a significant relationship with perceived susceptibility (r = 0.346, p 0.05), perceived benefits, (r = 0.255, p 0.05), and perceived self-efficacy (r = 0.406, p 0.05). The multivariate results found that perceived self-efficacy is the dominant factor (β = 0.406) which is related to the respondent’s self-care ability. Discussion: Most respondents have the belief that they are capable of self-care the higher the perceived self-efficacy, the better the chance of having self-care. Services that respect and value MSM as humans by providing motivation through counseling during Voluntary Counseling and Testing (VCT) play a role in maintaining and increasing perceived self-efficacy. Nursing care that is carried out with the belief that everyone has the ability to care for themselves can help the individual meet the needs of life, maintain health and well-being.ABSTRAKPendahuluan : Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan faktor risiko tertinggi dan memberikan kontribusi penularan HIV/AIDS yang signifikan. Sebagai penyakit kronis, LSL dengan HIV/AIDS perlu melakukan pengobatan dan perawatan seumur hidupnya.Kompleksitas penyakit HIV dan pengobatannya membuat perawatan mandiri (self-care) penting untuk kesehatan ODHA yang optimal. Melalui faktor-faktor Health Belief Model (HBM) dapat menjelaskan dan memprediksi perilaku self-care pada LSL dengan HIV/AIDS. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berhubungan dengan self-care LSL dengan HIV/AIDS. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 78 responden. Pengumpulan data primer dengan kuesioner self-care assessment dan HBM melalui online survey menggunakan google formulir. Data di analisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresi linier ganda. Hasil : Hasil penelitian didapatkan rerata HBM tertinggi pada perceived self efficacy (23.18) dan self-care pada domain spiritual (24.94). Hasil bivariat menunjukkan bahwa self-care memiliki hubungan yang signifikan dengan perceived susceptibility (r=0.346,p0.05), perceived benefits, (r=0.255,p0.05),dan perceived self-efficacy (r=0.406,p0.05). Hasil multivariat ditemukan bahwa perceived self efficacy merupakan faktor dominan (β=0.406) yang berhubungan dengan kemampuan self-care responden. Diskusi : Sebagian besar responden memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu untuk melakukan perawatan mandiri, semakin tinggi perceived self efficacy maka berpeluang memiliki self-care yang semakin baik. Layanan kesehatan yang menghormati dan menghargai LSL sebagai manusia dengan pemberian motivasi melalui konseling saat Voluntary Counseling and Testing (VCT) berperan guna mempertahankan dan meningkatkan perceived self efficacy. Asuhan keperawatan yang dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri dapat membantu individu tersebut memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraan.
PENGARUH AKUPRESUR TERHADAP REHABILITASI FUNGSI PENCERNAAN PASCAOPERASI PERUT Muthia, Rahmi; Ibrahim, Kusman; Adiningsih, Dian
Jurnal Ilmu Kesehatan UMC Vol 8 No 1 (2018): Edisi Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ilius pascaoperasi (IPO) merupakan fenomena yang umum terjadi pascaoperasi perut. Istilah ileus digunakan untuk menggambarkan kegagalan peristaltik pencernaan, baik karena penyebab mekanik maupun nonmekanik, biasanya ditandai dengan distensi abdomen, dan penurunan peristaltik usus yang mengakibatkan akumulasi gas dan tinja, yang dapat menyebabkan mual, muntah, perut kembung, nyeri, dan/ atau kondisi flatus/ tinja tertunda pascaoperasi. Walaupun kondisi yang dialami pasien selama priode IPO merupakan kondisi normal, namun tidak menyenangkan. Selain itu ileus memiliki konsekuensi dapat memperlambat pemulihan pasien dan meningkatkan morbiditas pasien. Salah satu intervensi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi IPO dan membantu rehabilitasi pencernaan pascaoperasi perut adalah akupresur. Akupresur adalah teknik non-invasif yang menggunakan jari untuk menggosok, meremas, mencubit atau menekan titik tertentu pada tubuh (akupoint) tanpa jarum. Beberapa studi menyebutkan bahwa akupresur pada akupoint tertentu mempengaruhi motilitas gastrointestinal. Sehingga akupresur dapat dianjurkan sebagai intervensi komplementer dalam rehabilitasi pencernaan pascaoperasi perut. Kata Kunci : Akupresur, Ilius Pascaoperasi, Rehabilitasi Pascaoperasi
Training dan Coaching pada Pasien Kanker Payudara untuk Meningkatkan Ketaatan Melakukan Praktek Keagamaan Maria Komariah; Kusman Ibrahim
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.563 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i2.23024

Abstract

Agama dan spiritualitas memegang peranan penting sebagai coping bagi pasien dengan kanker. Hal ini dapat memberikan kenyamanan, harapan dan sesuatu yang berarti bagi mereka. Praktik keagamaan sebagai spirtualitas yang dapat membantu seseorang dalam menentukan hubungannya dengan alam semesta. Spiritualitas mulai dikenal luas sebagai salah satu elemen yang penting dalam dunia kesehatan, hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas telah menjadi perhatian berbagai profesi kesehatan. Beberapa penelitian menjelaskan mengenai efek dari spiritualitas sebagai sumber yang kuat untuk beradaptasi dengan masalah yang berhubungan dengan kesehatan, terutama pada pengelolaan pasien dengan penyakit kronik atau terminal, salah satunya kanker, dikarenakan populasi ini sangat rentan terhadap masalah fisik, psikologis dan spiritual terkait penyakit dan efek samping dari pengobatannya. Beberapa kajian juga mengungkapkan bahwa praktik keagamaan sebagai sumber dukungan yang penting bagi pasien. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketaatan dalam melakukan praktik keagamaan pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Materi yang disampaikan meliputi: apa itu kanker payudara, penyebab dan faktor risiko, penatalaksanaan dan efek samping, pengelolaan gejala, bagaimana salat dan zikir bermanfaat untuk pasien kanker payudara, bagaimana melakukan salat dan zikir untuk mendapatkan manfaat terbaik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sharing, training dan coaching. Hasil menunjukkan adanya peningkatan ketaatan dalam melakukan praktik keagamaan setelah mengikuti program (88.53%) dibandingkan dengan sebelum menerima program (72,16%), beberapa partisipan juga mengungkapkan perasaan tenang dan damai setelah mengikuti program. Pemberian training dan coaching ini terbukti dapat meningkatkan ketaatan dalam melakukan praktik keagamaan. Kata kunci: Kanker payudara, praktik keagamaan, training.
Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Bagi Masyarakat Kusman Ibrahim; Etika Emaliyawati; Desy Indra Yani; Nursiswati Nursiswati
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i1.23991

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang sering ditimpa bencana, baik bencana alam maupun akibat ulah manusia. Dari indeks resiko bencana, Jawa Barat merupakan provinsi dengan dampak fisik tertinggi di Indonesia, dan Kabupaten Ciamis termasuk kabupaten dengan kelas indeks tinggi di Indonesia, namun penanganan bencana terutama aspek pencegahan dan mitigasi bencana nampaknya masih belum optimal. Masyarakat dan pemerintah lebih sering bersifat reaktif ketika bencana terjadi. Hal ini dapat memicu timbulnya banyak korban jiwa dan kerugian yang tinggi akibat kurangnya antisipasi dan kesiapsiagaan. Mengingat terbatasnya sumberdaya pemerintah dalam penanganan bencana, maka pemberdayaan masyarakat untuk bisa mencegah dan meminimalisasi dampak bencana sangatlah penting. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan agar masyarakat bisa menyadari kondisi-kondisi yang berisiko bencana, melakukan langkah-langkah pencegahan, dan penanganan pertama pada korban-korban bencana atau kecelakaan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pemaparan interaktif, diskusi, dan simulasi penanganan korban bencana selama 2 hari, diiikuti oleh 46 orang peserta yang terdiri dari para kader kesehatan, aparatur pemerintahan desa, anggota Perlindungan masyarakat (linmas), perwakilan puskesmas, unsur kewilayahaan seperti RT, RW, dan Dusun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rerata pengetahuan dari 77,07 sebelum pelatihan ke 89,57 setelah pelatihan, serta sikap positif peserta dan antusias peserta dalam mengikuti simulasi penanganan korban bencana. Antusiasme peserta selama pelatihan tampak sangat tinggi terbukti dengan banyaknya pertanyaan serta tingginya partisipasi dalam pelatihan. Namun demikian, kegiatan ini belum bisa menjangkau sebagian besar masyarakat lainnya sehingga perluasan dan keberlanjutan dari kegiatan ini masih sangat diperlukan. Kata kunci: Bencana, masyarakat, pelatihan, simulasi.
Pemberdayaan Orang Hidup dengan HIV melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kerajinan Tangan Kusman Ibrahim; Ermiati Ermiati; Urip Rahayu; Laili Rahayuwati; Maria Komariah
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.28619

Abstract

Orang hidup dengan HIV (ODHIV) tidak jarang menghadapi stigma dan diskriminasi dari keluarga, masyarakat, bahkan tenaga kesehatan yang menyebabkan mereka terkendala mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan, pekerjaan, dan fasilitas sosial kemasyarakatan lainnya. Hal ini menyebabkan ODHIV tidak berdaya dan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya jadi sulit untuk diatasi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ODHIV melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup agar bisa menjalani hidup sehat, produktif, dan berkualitas.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan partisipatif dan pendampingan. Khalayak sasaran yaitu para ODHIV, pendamping, dan aktivis LSM di bawah pembinaan KPA Sumedang dan Puskesmas Situ sejumlah 17 orang. Hasil terdapat peningkatan persentase kategori pengetahuan tinggi (11,7% ke 88,3%) dan rerata pengetahuan (73,53 ke 82,94) secara bermakna (p < 0.05).  Peserta menunjukkan antusiasme dan mampu mendemonstrasikan pembuatan kerajinan tangan tas dari bahan bekas bungkus kipi. Peserta menunjukkan antusiasme dan mampu mendemonstrasikan pembuatan kerajinan tangan tas dari bahan bekas bungkus kipi. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan mengintegrasikan gerakan berbasis masyarakat dan budaya yang sudah ada seperti “rampak polah”, dan dimasukan ke salah satu program pemberdayaan masyarakat dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi setempat. Kata kunci : Keterampilan, ODHIV, pemberdayaan, pengetahuan.
Pendidikan dan Promosi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Kanker melalui Pilihan Jajan pada Siswa - Siswi Sekolah Dasar serta mengenali Potensi Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Laili Rahayuwati; Ikeu Nurhidayah; Kusman Ibrahim; Dyah Setyorini
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.094 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.18632

Abstract

 Wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung merupakan suatu daerah yang dikelola oleh Universitas Padjadjaran. Berdasarkan observasi, banyak ditemukan penjaja makanan di sekitar Sekolah Dasar menjajakan makanan tidak higienis, baik dari segi kualitas, dan kandungan makanan. Tujuan pengabdian masyarakat di wilayah Sekolah Dasar dalam rangka memberikan Pendidikan dan pendampingan dan untuk menyadarkan masalah yang dimiliki serta bagaimana mengatasinya, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengabdian pada masyarakat (PPM) telah dilaksanakan di Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung dari tanggal 1 Desember 2017 sampai 12 Januari 2018. Sasaran dari kegiatan PPM ini merupakan siswa – siswi kelas empat, lima, dan enam SD Negeri Lebakwangi, Kabupaten Bandung. Kegiatan PPM ini meliputi persiapan, pretest siswa, Focus Group Discussion (FGD) , poster video, power point, demonstrasi, dan permainan, serta melakukan posttest di akhir kegiatan.Secara garis besar, kegiatan pendidikan dan promosi kesehatan yang dilakukan berhasil meningkatan pemahaman siswa - siswi kelas empat, lima, dan enam SD Negeri Lebakwangi 1 terhadap penyakit kanker (bahaya serta pencegahannya). Indikator keberhasilan ini dilihat dari hasil pre-test dan post-test siswa - siswi yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai kanker. Simpulan adalah Pendidikan kesehatan mampu sedikit meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa siswi dalam hal pencegahan kanker. Saran perlu dilakukan kegiatan Pendidikan yang bersifat regular untuk meningkatkan pengetahuan, sikap sekaligus perilaku siswa siswi dalam pencegahan kanker melalui pilihan makanan jajan. Kata kunci: Pencegahan kanker, manakan jajan
The Effectiveness of Spiritual Qur’anic Emotional Freedom Technique (SQEFT) Intervence Against the Change of Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS) on Patient with Schizophrenia Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Jayalangkara Tanra; Asadul Islam; Mochammad Hatta; Veny Hadju; Faizal Idrus; Kusman Ibrahim
Health Notions Vol 2, No 8 (2018): August
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.854 KB) | DOI: 10.33846/hn.v2i8.296

Abstract

Dimension of spiritual nursing demands the role of nurse in order to give holistic treatment, combine physical, psychological, social, and spiritual dimension. The psychospiritual intervention: SQEFT is intervention of psychospiritual combination that combines between spiritual Qur’anic therapy and psychological therapy of EFT, as additional spiritual intervention for patient with schizophrenia by not reducing any medical treatment program that the patient does. The objective of this research, in order to examine the influence of SQEFT Intervence Against The Change of BPRS on Patient with Schizophrenia. There were 7 mental patients skizoprenia participate of this research, who were diagnosed schizophrenia with psychiatry of DSM-IV-TR by psychiatric doctor with preliminary BPRS value scale in less than 60. The result test of Bonferroni showed that three groups had significant difference. There was a significant difference between non SQFET and SQEFT1, SQEFT2 with pvalue of 0.000. This difference showed that BPRS value moved lower significantly before being given SQEFT intervention, after being given SQEFT in stage 1 and SQEFT in stage 2. BPRS value that was lower showed psychological condition, schizophrenia patient’s cognitive condition which were better. Keywords: Psychospiritual intervention, SQEFT, BPRS, Nursing holistic, Schizophrenia
PILIHAN PENGOBATAN PASIEN KANKER PAYUDARA MASA KEMOTERAPI: STUDI KASUS Laili Rahayuwati; Kusman Ibrahim; Maria Komariah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v20i2.478

Abstract

Abstrak Kanker payudara memberi pengaruh pada status emosional perempuan, terutama pada usia reproduksi. Selama pengobatan, mereka mendapatkan pengalaman individu yang unik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien kanker payudara pada pemilihan terapi dan situasi lingkungan yang mendorong promosi kesehatan. Studi ini melibatkan 17 partisipan yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan penelusuran catatan arsip. Terdapat empat tema dominan, yaitu (1) Kanker merupakan konsep dan bagian dari legalitas sosial budaya yang berifat subjektif; 2) Pemilihan jenis terapi harus diterima/disepakati oleh keluarga dan sistem dukungan sosial; 3) Kondisi sakit kanker memberikan arti dalam kehidupan pasien; dan (4) Harapan untuk sembuh. Pasien seharusnya dipahami sebagai sebuah hubungan antara tubuh sebagai entitas fisik dan aspek-aspek lain seperti psikologis, sosial dan spiritual. Oleh karena itu, pembangunan semua aspek (fisik, psikologis, sosial, spiritual) sudah menjadi bagian dari pengalaman hidup perempuan dengan kanker payudara. Kata Kunci: fase kemoterapi, kanker payudara, pemilihan pengobatan 
Co-Authors Aan Nur&#039;aini Aan Nuraeni Aan Nur’aeni Aan Nur’aini Aat Sriati Aat Sriati Abdul Rahman Adnyana , I Made Dwi Mertha Alfian Alfian Amelia, Iftikar Salma Amelia, Vira Amirah, Shakira ANA IKHSAN HIDAYATULLOH Andri Nugraha Anita Setyawati Aria Nurahman Hendra Kusuma Arlette Suzy Puspa Pertiwi Asadul Islam Astilia, Astilia Ayu Prawesti Priambodo Baiq Emi Nurmalisa Cabanes, Ria C Cahyo Nugroho, Cahyo Cecep Eli Kosasih Christina Listha Citra Windani Mambang Sari Cruz, Zito Viegas da Derison Marsinova Bakara Desy Indra Yani Dian Adiningsih Didi Kurniawan Dwi Pudjonarko Dwinka Syafira Eljatin Dyah Setyorini Dyah Setyorini Earlyana Octavia limbong Ermiati Ermiati Etika Emaliyawati Etika Emliyawati Eva Nurlaela Faizal Idrus Fauziyyah, Raden Nabilah Putri Fera Imelia Agustin Gina Nurdina Habsyah Saparidah Agustina Hadi Nasbey Hana Rizmadewi Agustina Hardhono Susanto Harmita, Devi Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Harwadi, Hendra Hasanah, Ulung Hayaty, Helmi Helmi Hayaty Hendra Harwadi Heri Budiawan Herliani, Yusshy Kurnia HIDAYATULLOH, ANA IKHSAN Ida Maryati Ida Rosidawati Ihda Al Adawiyah Mz Ikeu Nurhidayah Ikeu Nurhidayah Ikeu Nurhidayah Imas Rafiyah Indriono Hadi Inriyana, Ria Iqbal Pramukti Irman Somantri Ita Vusfita Iyus Yosep Jabareen, Raifa Jain, Oktavia Nur Azizah Jayalangkara Tanra Kesumawati, Rianti Kombong, Rita La Rangki La Rangki La Rangki Laili Rahayuwati Lia Meilianingsih Lilin Rosyanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Mamuroh limbong, Earlyana Octavia Lin, Chung-Ying Luh Nik Armini Luthfi, Wazirul Made Yos Kresnayana Mamat Lukman, Mamat Manumara, Theophylia Melisa Maria komariah Maria Komariah Maulana, Sidik Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Meidiana Dwidiyanti Meilita Enggune Meita Dhamayanti Mochammad Hatta Mustari Aji, Nandang Nia Kurniasih Nita Arisanti Novi Malisa, Novi Nur Chayati Nur Maziyya Nursiswati Nursiswati Oktavia Nur Azizah Jain Olivia, Claudia Pramukti, S.Kp., MsC, Iqbal Purwo Suwignyo Raden Nabilah Putri Fauziyyah Raden Nabilah Putri Fauziyyah Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahmah, Tira Nur Rahmi Muthia Raini Diah Susanti Ramadani, Regina Cahya Ramoo, Vimala Restuning Widiasih Ria Bandiara Ria Inriyana Riri Amalina Riri Amalina Ristina Mirwanti, Ristina Rudi Kurniawan Rudi Wisaksana Rudi Wisaksana Sandra Pebrianti Saritessa, Nining Septian Andriyani, Septian Setiyawan Setiyawan siti romadoni Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Slamet Riyanto Sri Elis Rohaeti Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati SRI WULANDARI Stevani Basry Suryani Suryani Titin Mulyati Titin Sutini, Titin Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Anggriani Utama Tuti Pahria Udin Rosidin Umar, Tungki Pratama Untung Sujianto Upit Pitriani Urip Rahayu Urip Rahayu Urip Rahayu, Urip Veny Hadju Waluya, Ady Waluya, Jajang Ganjar Widaningsih, Ida Windiramadhan, Alvian Pristy Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yanny Trisyani Yeni Yulianti Yovita Hartantri Yudianto, Kurniawan Yusshy Kurnia H Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Zahara Farhan