Claim Missing Document
Check
Articles

“Legenda Batu Losung” Kajian Psikologi Sastra Sinulingga, Jekmen; Simatupang, Nori Marta M Br.; Silaban, Ridho Wahyu C
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legenda Batu Losung menggunakan pendekatan psikosastra, yakni kajian sastra yang berfokus pada aspek psikologi tokoh-tokoh dalam cerita serta hubungan antara cerita dan kondisi psikologis masyarakat pendukungnya. Legenda Batu Losung, berasal dari provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Pakkat, Desa Banuarea yang memuat nilai-nilai budaya, sosial, dan psikologis yang mencerminkan pandangan hidup dan pola pikir kolektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam legenda Batu Losung dan mengaitkannya dengan kajian psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda ini tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai medium penyampaian pesan moral yang berkaitan dengan konflik batin, ketakutan, dan harapan manusia dalam menghadapi kehidupan. Pendekatan psikosastra mengungkap dinamika psikologis tokoh utama serta hubungan antara simbol dalam cerita dengan kondisi emosional masyarakat. Dengan demikian, legenda Batu Losung memiliki relevansi yang signifikan dalam memahami aspek psikologis individu dan kolektif masyarakat pendukungnya.
Legenda Sibontar Mudar Kajian Sosiologisastra Situmorang, Putri Adelina Br; Sibarani, Tidora Putri; Marpaung, Jonathan Halomoan; Sinulingga, Jekmen; Sibarani, Thomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji legenda Sibontar Mudar dari perspektif sosiologi sastra untuk mengungkap nilai-nilai sosial budaya dan fungsinya dalam masyarakat Batak Toba. Legenda Sibontar Mudar merupakan cerita rakyat yang mengisahkan seorang gadis bernama Sibontar Mudar yang dikutuk menjadi batu karena melanggar pantangan adat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh melalui studi pustaka dan analisis teks . Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda ini mengandung nilai-nilai sosial seperti ketaatan pada orang tua, penghormatan terhadap adat istiadat, dan konsekuensi pelanggaran norma sosial. Analisis ini menyoroti beberapa aspek penting, seperti struktur sosial masyarakat Batak yang didasarkan pada sistem kekerabatan dan gotong royong. Tradisi pesta gendang tidak hanya berfungsi sebagai acara budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan antar marga dan menjaga solidaritas sosial. Selain itu, nilai-nilai spiritualitas dan kepercayaan animistik masyarakat Batak terlihat pada karakter Guru Sodungdangon, yang berperan sebagai penyelamat sekaligus simbol dari kekuatan supernatural yang dihormati. Legenda ini juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, kontrol sosial, dan pemertahanan identitas budaya Batak Toba. Struktur sosial masyarakat tercermin dalam hubungan antar tokoh dan peristiwa dalam legenda. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang peran sastra lisan dalam membentuk dan mempertahankan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Batak Toba.
Peran Rumah Adat Batak Karo Sepuluh Dua Jabu dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Sekali, Emmya Kristina Karo; Siregar, Helda; Aritonang, Rebecca Saulina; Sinulingga, Jekmen; Silaban, Immanuel
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah adat Batak Karo, khususnya Sepuluh Dua Jabu, memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Karo. Sepuluh dua Jabu adalah istilah dalam bahasa Karo yang merujuk pada rumah adat Karo yang memiliki dua lantai. Rumah adat Karo biasanya dibangun dengan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu, dengan atap yang terbuat dari ijuk atau jerami. Desain rumah adat Karo juga sering kali menggambarkan filosofi dan kepercayaan masyarakat Karo dalam hubungannya dengan alam dan tradisi leluhur. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran rumah adat batak karo sepuluh dua jabu dalam kehidupan sosial dan budaya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini metode deskrptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sepuluh Dua Jabu bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, seperti upacara adat, pertemuan keluarga, dan pendidikan generasi muda. Selain itu, rumah adat ini mencerminkan nilai-nilai budaya Karo yang kaya, termasuk gotong royong, keharmonisan, dan penghormatan terhadap leluhur. Dengan demikian, pelestarian rumah adat Batak Karo Sepuluh Dua Jabu sangat penting untuk mempertahankan identitas budaya dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat Karo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya dalam konteks rumah adat. Rumah adat Karo juga sering dihiasi dengan ukiran-ukiran tradisional yang menggambarkan motif-motif alam, tumbuhan, dan hewan-hewan yang memiliki makna simbolis dalam budaya Karo. Rumah adat Karo juga menjadi tempat penting untuk melaksanakan berbagai upacara adat dan keagamaan yang merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Karo.
Analisis Cerita Siboru Deak Parujar Etnik Batak Toba Kajian: Psikologi Sastra Sinulingga, Jekmen; Harefa, Evelina; Batubara, Monica Uli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cerita Siboru Deak Parujar dalam kajian Psikologi Sastra melalui Id. Ego dan Superego yang terkandung dalam cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka yang menggunakan bahan-bahan Pustaka atau literatur sebagai sumber utama dalam mengumpulkan data dan informasi. Dalam metode ini peneliti menggali informasi dari berbagai sumber tertulis yang sudah ada sebelumnya. Dengan pendekatan Psikologi Sastra, Peneliti menganalisis karakter dari tokoh dalam cerita ini melalui konsep Id, Ego dan Superego. Penelitian ini menunjukkan bahwa Siboru Deak Parujar merupakan simbol dari Perempuan yang terperangkap dalam pergulatan antara identitaa pribadi dan kewajiban social,dimana kesetiaan terhadap keluarga dan tradisi menjadi faktor utama yang membentuk kehidupannya.Dengan demikian, kisah Siboru Deak Parujar tidak hanya mencerminkan nilai-nilai social, tetapi juga menggambarkan konflik psikologis yang relevan dengan teori psikoanalisis,yang berfokus pada bagaimana individu dapat berjuang untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan tekanan social.
Legenda Simanampang di Kecamatan Silahisabungan Kajian Kearifan Lokal Naibaho, Dewes Agustina; Pasaribu, Niken Kirey; Sitorus, Oliviya Sera; Simamora, Devina C; Sibarani, Tomson; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis legenda Simanampang yang berasal dari daerah Silahisabungan, Batak Toba. Legenda ini mengisahkan asal mula tempat suci bernama Simanampang yang memiliki nilai historis dan budaya penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam legenda, serta menilai perannya dalam membentuk identitas masyarakat Batak Toba. Analisis terhadap legenda Simanampang menunjukkan bahwa legenda ini penuh dengan nilai-nilai luhur, seperti rasa syukur, pola pikir positif, komitmen, kerukunan, penyelesaian konflik, kesetiakawanan sosial, kejujuran, kesopansantunan, kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian budaya, kreativitas, pengelolaan gender, gotong royong, kesehatan, pendidikan, disiplin, dan kerja keras. Penelitian ini juga membahas bagaimana legenda Simanampang tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga pedoman moral yang relevan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Strategi untuk mempertahankan dan mewariskan legenda ini, seperti melalui pendidikan, revitalisasi tradisi, dan dokumentasi budaya, diulas sebagai upaya agar kearifan lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi. Dengan memahami dan melestarikan legenda ini, masyarakat diharapkan dapat memperkuat identitas budaya mereka sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pelestarian budaya dan pembangunan berbasis kearifan lokal.
Eksistensi Ulos Batak Toba dalam Upacara Kelahiran dan Pernikahan: Kajian Budaya Siallagan, Intan Putri; Saragi, Mery Grace Jenita; Karosekali, Emmya Kristina Br; Siregar, Helda; Sinulingga, Jekmen; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulos Batak merupakan kain tenun tradisional dari Sumatera Utara yang memiliki nilai filosofis dan digunakan dalam berbagai upacara adat masyarakat Batak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi ulos Batak dalam dalam upacara kelahiran dan pernikahan: kajian budaya, khususnya perannya dalam upacara adat, makna filosofis yang terkandung, serta upaya pelestariannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulos Batak memiliki peran penting dalam upacara kelahiran, pernikahan, di masyarakat Batak Toba. Setiap motif dan warna ulos menyimpan makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Batak. Meskipun menghadapi tantangan berkurangnya jumlah penenun ulos, eksistensi ulos Batak tetap terjaga melalui upaya pelestarian seperti mendirikan pusat pelatihan menenun, mengikutsertakan ulos dalam event budaya, serta melakukan promosi dan pemasaran. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai identitas suatu masyarakat dan menjaga nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Legenda Si Baroar Etnik Batak Angkola / Mandailing Kajian : Psikologi Sastra Sinulingga, Jekmen; Tambunan, Abel Rotua; Siregar, Eka Silviana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji legenda Si Baroar dari perspektif psikologi sastra, dengan fokus pada tema identitas, penolakan, dan perjuangan individu dalam konteks budaya Batak Angkola/Mandailing. Legenda ini menceritakan perjalanan hidup Si Baroar, seorang bayi tampan yang ditemukan dan diasuh oleh Si Saua, pembantu raja. Meskipun diangkat sebagai anak raja, Si Baroar mengalami perlakuan diskriminatif yang mendalam, menciptakan konflik identitas dan ketidakadilan sosial. Melalui analisis karakter dan narasi, penelitian ini mengungkap bagaimana pengalaman masa kecil dan stigma sosial membentuk kepribadian Si Baroar. Diskriminasi yang dialaminya tidak hanya berpengaruh pada perkembangan psikologisnya, tetapi juga menggambarkan dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Ketika Sutan Pulungan dan permaisurinya berusaha membunuh Si Baroar, rencana mereka berbalik dan mengarah pada tragedi yang menggugah kesadaran tentang keadilan dan keberanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Si Baroar berfungsi sebagai cerminan dari realitas sosial dan budaya, mengajak pembaca untuk merenungkan isu-isu relevan seperti ketidakadilan dan pencarian identitas. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada kajian sastra dan psikologi, serta meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya Batak Angkola/Mandailing.
Cerita Rakyat Si Boru Saroding Kajian Psikologi Sastra Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Lastiur; Tampubolon, Juwita Paramita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita rakyat Batak Toba, Si Boru Saroding, merupakan narasi yang mengandung banyak nilai budaya serta simbolisme psikologis. Dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Jung, studi ini meneliti arketipe Anima, makna simbolis, dan permasalahan psikologis yang dialami oleh karakter utama. Arketipe Anima yang terdapat pada Si Boru Saroding tidak hanya menunjukkan elemen feminin secara kolektif, tetapi juga merefleksikan perjuangan individu dalam menemukan jati diri di bawah pengaruh norma patriarki. Konflik mental seperti rasa bersalah, penyesalan, dan hasrat untuk melarikan diri menggambarkan kerumitan emosional yang terkait dengan teori psikoanalisis. Simbolisme air, terutama Danau Toba, memiliki peranan penting sebagai gambaran alam bawah sadar serta kedalaman jiwa manusia. Air menjadi simbol kehidupan sekaligus menunjukkan kekuatan yang merusak, mencerminkan pertikaian batin yang dihadapi karakter utama. Selain itu, tema pelarian dan pengasingan diri sering kali muncul sebagai cara psikologis untuk menghadapi tantangan nyata. Studi ini menyimpulkan bahwa Si Boru Saroding bukan hanya sekadar cerita rakyat, melainkan juga sebuah teks yang memberikan pemikiran mendalam mengenai pencarian identitas, konflik batin, dan hubungan antara manusia dengan alam. Penelitian ini memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai budaya Batak Toba dan kompleksitas psikologis dalam kehidupan mereka.
Leksikon -Leksikon dalam Permainan Tradisional Simalungun : Kajian Ekolinguistik Purba, Asriaty R; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon-leksikon yang terdapat dalam permainan tradisional masyarakat Simalungun. Melalui pendekatan ekolinguistik, penelitian ini menganalisis hubungan antara bahasa dan lingkungan sosial budaya masyarakat Simalungun yang tercermin dalam permainan tradisional. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan adalah teknik catat merujuk pada metode yang dikemukakan oleh Sudaryanto ( 1993). Adapun teori yang digunakan adalah teori Chaer yang mengatakan bahwa dalam leksikon terdapat beberapa kelas kata kerja yaitu kata benda,kata sifat dan kata bilangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon dalam permainan tradisional Simalungun tidak hanya sebatas kata, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, dan kearifan lokal masyarakat Simalungun. Hasil penelitian ini ditemukan 29 leksikon dalam 9 permainan tradisional masyarakat Simalungun.
Legenda Hau Sisada-Sada di Desa Tapian Nauli Tolu : Kajian Folklor Silaban, Robin M; Herlina, Herlina; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Legenda Hau Sisada-sada di Desa Tapian Nauli : Kajian Folklor”, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dan fungsi dari legenda Hau Sisada-sada. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori struktur yang dikemukakan oleh Nurgiantoro dan Teori fungsi yang di kemukakan oleh W.R Bascom. Tema dalam legenda ini adalah “Cinta terlarang”. Seorang raja yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang masih ada ikatan keluarga. Alur yang digunakan dalam legenda ini adalah Alur maju mundur. Latar/setting yang terdapat pada legenda yaitu: Latar tempat meliputi: Desa Parpatihan Kecamatan Sipahutar, Parembasan Aek Nauli Parpatihan, Harangan (hutan), . Latar waktu yaitu: Pada tahun 1600, pada zama dahulu dan malam hari. Perwatakan dalam legenda Hau Sisada-sada yaitu: Pangumban Bosi Simanjuntak (Patuh terhadap adat istiadat), Sarmina Gokmauli (Keras kepala), Raja Padoha Manalu (Suka memaksakan kehendak), Ompung Parmoncat Babiat (Baik), Marga Sembiring (Mementingkan diri sendiri). Sudut pandang yang digunakan penulis adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa menggunakan gaya bahasa Sarkasme yaitu gaya bahasa yang bersifat menyakiti hati, kasar, dan keras. Amanat dalam legenda Hau Sisada-sada yakni: Jangan terlalu memaksakan kehendak, Pentingnya memastikan sebuah tindakan karena jika ceroboh akan menimbulkan malapetaka. Fungsi folklor dari legenda Hau Sisada-sada yaitu: Sebagai sistem proyeksi, Sebagai alat pendidikan, Alat penekan atau pemaksa perilaku masyarakat dan pengendalian masyarakat
Co-Authors Afrilla, Shafa Della Al Trio Boy Beyto Lumban Gaol Alpiani Lubis Alya Saqinah Apuilina, Theresia Widya Aritonang, Rebecca Saulina Artika, Mutiara Romi Asni Barus Asriaty R. Purba Asriaty R. Purba Ayu Andari Nainggolan Baharuddin Baharuddin Bahri, Melati Nifri Bancin, Rasefi Lestarina Barus, Emelia br Batubara, Monica Batubara, Monica Uli Batubara, Monika Uli Bento Reymondo Sirait Butar-Butar, Bertha Buulolo, Dwi Utama Emanueli Damanik, Oleg Isuando Damanik, Ramlan Daniel Permadi Marbun Depari, Edi Dinda Syabrina Dirham Pasaribu Edi Winarto Sihombing Endang Hutasoit Entelina, Santi Monica Ethelin, Santi Monica Fadlin Fadlin Fahmi, Lisan Shidqi Zul Febbylia Dwi Flansius Tampubolon Fransiska, Natalia Gea, Ester Giawa, Puji Syukur Ginting, Rendy Gulo, Filtri Marni Gultom, Frendy Hendrico Gultom, Pelix Gabriel H, Nazwa Rivasha Harahap, Cory Amelia Hardio Hasugian Harefa, Evelina Harefa, Eveline Harniko, Jefri Hasugian, Yulianti Br Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Hum, M. Hutagalung, Faivh Hutagalung, Irfan Hutagalung, Irfan Hamonangan Hutahaean, Enjel Hutajulu, Bella Angelica Br Hutajulu, Delma Novia D Hutauruk, Febri Ola Hutauruk, Yesika Immanuel Pedro Hutagalung Islamy, Mutiara Istahsina, Fadia Nur Jamorlan Siahaan Jamorlan Siahaan Jefri Harniko Pasaribu Julius Renaldi Tampubolon Karosekali, Emmya Kristina br Khairani, Riva Khairiyya, Nadhira Lastiur Sinaga Limbong, Raihan Ghani Alghifary Lubis, Balqis Azwar Lusiani Sitorus Mahulae, Grecya Elisabeth Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manik, Fransiska Manik, Priska Ulina Setriani Manro Berutu Manullang, Doan Yohanes Manullang, Doan Yohannes Manurung, Deny Marojahan Manurung, Evita Manurung, Lasmaria Manurung, Yohana Afriani Margareth, Ruth Anggina Marpaung, Jonathan Halomoan Martaria Naibaho Mery Grace Jenita Naibaho, Dewes Agustina Naibaho, Dina Natalia Br Nasrani, Mita Natasya, Sarah Nathasia Br Tarigan Nst, Nia Masniari Nurbi, Nurbi Pakpahan, Angeli Pakpahan, Elysa Masdalifah Pakpahan, Siti Annisah Pandiangan, Johannes Panjaitan, Novita Marlina Panjaitan, Santi Monica Entelina Parasian, Nehemia Anugrah Pardede, Billy Christian Pardede, Daniel Stephen Pardede, Renita Cristin Pasaribu, Eva Pasaribu, Friska Yulianti Pasaribu, Jefri Harniko Pasaribu, Niken Kirey Puji, Puji Syukur Giawa Purba, Anggriano Purba, Asriaty Purba, Asriaty R Purba, Asriaty R. Purba, Raysa Purba, Roma Hotni Uhur r purba, asriaty Rachel, Hilda Aura Safitri Rasmi Rasmi, Rasmi Ritonga, Salsabila Amelia Robert Sibarani, Robert Roma Hotni Uhur Purba Rosita Ginting Rozanna Mulyani Sagala, Erosima Saragi, Mery Grace Saragi, Mery Grace Jenita Saragih, Cristien Oktaviani Saragih, Dinda Apriani Sekali, Emmya Kristina Br Karo Sekali, Emmya Kristina Karo Sembiring, Sugihana Sembiring, Teresia Anjelina Siagian, Anggi Novita Siagian, Fitri Yanna Siagian, Samuel Alexander Siahaan, Ayu Siahaan, Jamorlan Siahaan, Patrick Siahaan, Rachel Pratiwi Siahaan, Wahyu Satria Boy Siallagan, Intan Putri Sianipar, Trynanda Sibarani, Thomson Sibarani, Tidora Putri Sibarani, Tomson Siboro, Bintang Efraim Sigiro, Doni Sigiro, Dony Sihombing, Jessica Valencia Sihombing, Patar Kristian Sihombing, Sulastri Tiur L. Sihotang, Alexander Sihotang, Anggraeni Permata Sihotang, Kristina Sijabat, Carissa Margaret Silaban, Immanuel Silaban, Joyce Silaban, Ridho Wahyu C Silaban, Robin M Silitonga, Mega Uli Arta Simamora, Aprianto Simamora, Devina C Simamora, Eveline Simamora, Eveline Mangerbang Simangungsong, Depi Simangunsong, Martin Simanjuntak, Jolie Rachel Simanjuntak, Reydwinata Simanjuntak, Sulthan Abdharu Simanjutak, Sadrak Simarmata, Tioara Monika Simatupang, Nori Marta M Br. Simatupang, Nori Marta Marsalina Br. Simbolon, Marta Enjelina Simbolon, Nada Christin Simbolon, Selvi Sinaga, Angelica Sinaga, Boy Dapot Ganda Tua Sinaga, Lastiur Sinaga, Parade Sinaga, Warisman Sinulingga, Tania Erlikasna br Sinulingga, Theresia Margaretta Sipayung, Jay Benhard Novrijal Sirait, Lenni Herawati Sirait, Naomi Sephania Sirait, Yuyun Efraim Siregar, Anita Mawarni Siregar, Arjuna Junifer Siregar, Eka Silviana Siregar, Helda Siregar, Nomi Supitri Siregar, Slamet Halomoan Sitanggang, Binarwan Halim Sitanggang, Johanes Sitepu, Natanael Sitinjak, Ornelia Sitinjak, Willy Panahatan Sitompul, Yulia Saftania Sitorus, Olivia Sera Sitorus, Oliviya Sera Situmorang, Najwa Zafira Situmorang, Putri Adelina Situmorang, Putri Adelina Br Situmorang, Rahel Theresia Rodame Situmorang, Revelina Stephanie Grace Ester Harahap Switno Rajagukguk Tambunan, Abel Rotua Tambunan, Putri Indah Agustina Tambunan, Wati Tampubolon, Aditia Tampubolon, David Hasudungan Tampubolon, Flansius Tampubolon, Juwita Paramita Tampubolon, Rahul Betran Tarigan, Adam Wijaya Tarigan, May Grace Karennina Tarigan, sarah nathasia Tarigan, Sarah Nathasia Br. Tifany Tioara Monika Simarmata Togatorop, Julhayati Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Trynanda Sianipar Ulfa, Sarlia Valencia, Rachel Vero Risnawati Limbong Warisman Sinaga