Articles
ANALISIS GERAK SENI TARI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Rena Elia;
Farida Mayar;
Desyandri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1191
Dance in the scope of educational space is very important as well as maintaining and preserving regional cultural arts, education and learning traditional arts in the elementary school environment is a place to maintain and cultural identity of the nation. Elementary school is one of the right places to introduce and develop the art of dance. The role includes students being able to express themselves according to their level of age and emotional development, so that learning becomes more interesting and exciting for students. This study used a literature study with the aim of determining dance movements in elementary school-age children.
PELAKSANAAN STIMULASI MOTORIK HALUS PADA LATIHAN KEHIDUPAN PRAKTIS DI TK PIONEER MONTESSORI SCHOOL PADANG
Berti Setya Ningsih;
Farida Mayar;
Delfi Eliza
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 10, No 1 (2019): May 2019
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.866 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v10i1.15345
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan stimulasi motorik halus pada latihan kehidupan praktis di Taman Kanak-Kanak Pioneer Montessori School Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dari penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan stimulasi motorik halus pada latihan kehidupan praktis di Taman Kanak-Kanak Pioneer Montessori School Padang telah dilaksanakan dengan baik. Guru membuat perencanaan sebelum kegiatan memanfaatkan macam-macam kegiatan yang ada pada latihan kehidupan praktis serta menggunakan media dan metode yang menarik. Guru juga melakukan evaluasi pada setiap kegiatan motorik halus.Kata Kunci: Latihan Kehidupan Praktis, Motorik Halus
Pengembangan Video Interaktif Bermain Congklak Terhadap Kemampuan Berhitung Anak
Herliana Cendana;
Farida Mayar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4851
Penelitian ini menelaah tentang pengembangan video interaktif bermain congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini di TK Negeri Pembina. Penelitian pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang meliputi: analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain produk, dan uji coba produk melalui penilaian responden; ahli materi matematika anak usia dini, media pembelajaran anak usia dini, lembar observasi, dan guru serta anak kelompok B sebagai pengguna. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari hasil validasi materi memperoleh skor (97,5%) dikategorikan (layak), hasil validasi media memperoleh skor (96,76%) dikategorikan (layak), dan hasil validasi Penilaian dari guru memperoleh presentase 100% yang masuk dalam kategori “Layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% kemampuan anak berkembang sangat baik. Video interaktif permainan congklak dapat digunakan dalam mengajar dan mengembangkan kemampuan berhitung anak usia dini di kelompok B Ar Rahim TK Negeri Pembina Bangkinang.
Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Pengukuran Anak Usia Dini
Rika Rahmawati;
Farida Mayar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.5245
Salah satu kemampuan matematika untuk anak usia dini adalah konsep pengukuran. Konsep pengukuran penting diajarkan pada anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media dalam mengenalkan konsep pengukuran pada anak usia dini. Metodologi penelitian ini menggunakan model pengembangan RD model ADDIE dengan 5 tahapan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, lembar observasi dan angket respon guru. Pada tahap analisis dibutuhkan media dalam mengenalkan konsep pengukuran untuk anak usia dini dalam pembelajaran secara menyenangkan dan berbasis teknologi. Tahap desain dilakukan untuk merancang produk multimedia interkatif yang akan dikembangkan menggunakan software berupa kinemaster dan powerpoint. Tahap development, dilakukan dengan merealisasikan rancangan produk multimedia interkatif sebelumnya telah dibuat menjadi multimedia interkatif yang siap untuk diterapkan dan dilakukan validasi ahli. Tahap implementasi berdasarkan penerapan multimedia interkatif yang telah dikembangkan kepada anak usia 5-6 tahun. Evaluasi berdasarkan hasil analisis praktikalitas, efektivitas, dan wawancara respon guru bahwa multimedia interkatif. Adapun dampak dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan anak dalam pengukuran.
Pengembangan Video Animasi Self Awareness Anak dalam Menghadapi Bencana Kabut Asap
Harlina Ramelan;
Farida Mayar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4536
Salah satu kelompok korban bencana sebagian besar anak-anak, dikarenakan anak tidak mengetahui tentang bencana kabut asap, rendahnya self awareness bertindak melindungi diri, tidak mampu membedakan situasi berbahaya serta minimnya pemahaman tentang langkah menyelamatkan diri saat bencana kabut asap. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan self awareness untuk siap siaga bencana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video animasi untuk meningkatkan self awareness anak dalam menghadapi bencana kabut asap. Penelitian ini menggunakan Research and Development dari Borg and Gall, Gall yang dimodifikasi sesuai kebutuhan sampai sembilan tahapan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, lembar observasi dan angket respon guru. Berdasarkan hasil uji validasi video animasi dikategorikan sangat valid. Berdasarkan hasil uji N-Gain dan uji paired sample t-test video animasi efektif untuk meningkatkan self awareness anak dalam kategori tinggi dan secara signifikan. Hasil video animasi bisa digunakan sebagai media pembelajaran berbasis teknologi di TK dalam rangka meningkatkan self awareness anak menghadapi bencana.
The Effect of Loose Parts on the Development of Early Childhood Creativity
Marisa Sardi;
Farida Mayar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.4107
Creativity is a child's ability that should be developed early on. Loose parts are open items which are easily found in the daily environment. This research was conducted at TK PAUD Seulanga Meuligoe Selatan. This study aims to describe learning outcomes with loose part activities that can affect children's creativity. Case study research is a type of qualitative research that was used by the researchers in this study. Children between the ages of 0 and 5 are the focus of this study. Observation, short conversations, and keeping records are all ways that data are gathered. The results of a study show that kids can be more creative when they do loose-part tasks. Children learn to be active, creative, and curious when they build with loose parts. They also learn how to fix problems. From previously, children only reached undeveloped (BB) and started to develop (MB) levels to growing as expected (BSH) and very well developed (BSB). Besides that, loose part activities make children recognize objects around their environment.
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK KELAS IV MEMBUAT KARYA MONTASE DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI SEKOLAH DASAR
Lora Devian;
Desyandri;
Farida Mayar
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7 No 2 (2023): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.7.2.a7327
The purpose of this study was to determine the ability of class IV students to make montage works in SBdP learning at SDN 09 Kampung Melayu, Ampek Nagari District, Agam Regency, West Sumatra and the obstacles faced by class IV students to make montage works in SBdP learning at SDN 09 Kampung Melayu. The population in this study were all fourth grade students, totaling 22 people.Data collection techniques used are interview, test, and documentation techniques. The research data was processed by descriptive data analysis techniques. The results of the study show that: 1) The ability of students to make montage artworks in learning Cultural Arts and Crafts at SDN 09 Kampung Melayu is categorized as quite good, this is evidenced by the results of the assessment of students' montage artworks with a percentage of 54.55% who get grades. 70-79 (enough category) and as many as 45.45% of students who get a score of 80-89 (good category), it can be concluded that the average value of students can reach the KKM (Minimum Completeness Criteria). 2) The obstacles faced by class IV students in making montage artworks are that students do not know about montage artworks so that they experience a little difficulty in the work process and the limited time given, as well as the absence of special guidance or training for students in making montage artwork.
Peranan Profesional Guru dalam Meningkatkan Nilai Karakter Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak
Khairu Nisa Yulianti;
Farida Mayar;
Delfi Eliza
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5243
Observasi awal dilakukan terlihat pendidikan karakter yang diterapkan oleh guru sudah bagus dan menghasilkan anak-anak yang bernilai karakter, maka dari itu penulis ingin mengetahui peranan guru pada saat menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidik terlatih terhadap perkembangan moral siswanya. Teknik penelitian kualitatif dan deskriptif digunakan untuk penelitian ini. Satu kepala sekolah dan delapan pendidik berperan sebagai peserta dalam penelitian ini. Informasi dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang cermat. Metode analisis data meliputi penyaringan, visualisasi, dan interpretasi. Temuan dari penelitian ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh para pendidik di Taman Kanak-kanak dalam membina perkembangan moral siswa melalui rutinitas, emulasi, dan evaluasi. Untuk mewujudkan dengan sebaik-baiknya penanaman nilai-nilai karakter yang dilakukan oleh guru yang profesional dan mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan sekolah yaitu menyiapkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan unggul metode ini dilaksanakan sehari-hari tanpa ada unsur paksaan. pada anak dalam upaya membuat anak senang saat melakukannya.
Analisis Kegiatan Finger Painting terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Farida Mayar;
Khairu Nisa Yulianti;
Suryana Sari;
Delfi Elza;
Resvi Livia;
Nur Azizah Lubis;
Putri Yolanda Arnis
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.3756
Kegiatan finger paiting merupakan strategi dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan finger painting dapat meningkatkan sosial emosional pada anak usia dini di TK Zam-Zam Kota Pariaman. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dengan dokumentasi. Selanjutnya untuk menganalisa data yang dipakai pada penelitian ini yaitu dengan reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Pada penelitian ini ditemukan pada penelitian ini mengenai analisis kegiatan finger pinting dalam meningkatkan sosial emosional anak yaitu perkembangan dan pertumbuhan aspek sosial emosional pada anak dengan aktivitas finger painting sangat membantu dan sangat efektif digunakan. Kegiatan ini sangat bagus dalam menstimulasi perkembangan sosial anak. Dalam pencapaian ini anak mampu meningkatkan capaian hasil pembelajaran dalam aspek perkembangan sosial emosional, anak melakukan dengan baik, focus, senang dan mampu mengekspresikan berbagai hal, bereksplorasi, berimajinasi, serta mampu menceritakan hal yang mereka buat.
The Influence of Audio Visual Media With Animated Films on Children's Speaking Skills in Kindergarten
Yuli Ernita;
Farida Mayar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3767
The ability to speak provides an overview of the child's ability to compose various words that have been mastered into a structured series of conversations. The purpose of this study was to determine the influence of the application of audiovisual media with animated films on the speaking ability of children in kindergarten. The method used in this study is research with an experimental approach: One-group pre-test-post and test design. The results obtained are that the significance is 0.000 0.05, then Ha is accepted, and Ho is rejected, meaning that the hypothesis states that there is a difference in children's speaking abilities after using Audiovisual Media with Animation Film. The provision that the results show an average difference of -3.956a and a sig (2-tailed) value of 0.000. This means that the sig value 0.05 means that Ha is accepted and Ho is rejected. Thus it can be concluded that audio-visual media with animated films can improve children's speaking skills in kindergarten.