Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI MANAJEMEN STRES DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT Kurniawan, Betta; Kurniawaty, Evi; Susianti, Susianti; Mutiara, Hanna; Hijami, Nurul 'Afifah; Permana, Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3767

Abstract

Nelayan memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat pola hidup tidak sehat, beban kerja fisik, serta stres psikososial. Edukasi kesehatan dan manajemen stres diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 11 September 2025 di Desa Sukaraja, melibatkan 30 nelayan. Metode berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 pertanyaan terkait hipertensi, manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Skor diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi total pertanyaan dikali 100. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setelah sesi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,67% (pre-test) menjadi 82,33% (post-test), dengan peningkatan 32,67%. Peningkatan tertinggi terdapat pada teknik relaksasi (50%) dan manajemen stres (43,33%), diikuti gaya hidup sehat (40%) serta definisi (36,67%). Peningkatan terendah pada aspek dampak positif (20%) dan strategi (23,33%). Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Edukasi mengenai manajemen stres dan gaya hidup sehat efektif meningkatkan pengetahuan nelayan penderita hipertensi. Intervensi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi promotif-preventif untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer di wilayah pesisir.
Perbandingan Efek Pemberian Kopi Robusta Lampung dengan Kopi Arabika Lampung Terhadap Gambaran Histologi Lambung Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley Rosbhaiti Chodijah; Susianti, Susianti; Ayu Tiara Fitri; Indri Windarti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.10007

Abstract

Glycated hemoglobin (HbA1c) is a key marker for evaluating long-term glycemic control and has increasingly been studied for its potential association with various gastric disorders. Chronic hyperglycemia can impair gastric mucosal integrity through mechanisms involving oxidative stress, epithelial dysfunction, and inflammation, contributing to conditions such as gastritis, mucosal atrophy, and even precancerous lesions. This review summarizes research from the last ten years that investigated the relationship between HbA1c levels and different gastric conditions, using full-text, freely accessible observational, cohort, and experimental studies focused on metabolic regulation and mucosal changes. Current findings indicate that higher HbA1c levels are frequently associated with increased mucosal inflammation, a greater incidence of atrophic alterations, and a higher likelihood of premalignant or malignant gastric changes. Several studies also suggest that metabolic imbalance may worsen gastric function by enhancing oxidative stress and sustaining chronic inflammatory responses. Variability in comorbidities, metabolic factors, and additional gastrointestinal influences likely contributes to these inconsistencies. Overall, existing evidence suggests a meaningful yet variable link between glycemic status and gastric pathology. More standardized, well-controlled investigations are needed to clarify causal pathways and to refine clinical assessment strategies for individuals with metabolic or gastric disorders
Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK): Tinjauan Pustaka Worocahyo, Avis Meyvika; Kurniati, Intanri; Damayanti, Putri; Susianti, Susianti
Medula Vol 15 No 4 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i4.1694

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) is still one of the leading causes of mortality worldwide, including in Indonesia with a steadily rising prevalence. Hypertension is recognized as a major risk factor, as it accelerates atherosclerosis, induces endothelial dysfunction, and promotes cardiac structural changes that ultimately lead to coronary artery narrowing. This study employed a literature review approach by analyzing scientific articles discussing the association between hypertension and CAD in Indonesia. The findings show a significant relationship between hypertension and CAD, with p-values < 0.05 across multiple studies, and hypertensive individuals found to be more than twice as likely to develop CAD compared to normotensive individuals. Pathophysiologically, chronic hypertension contributes to hemodynamic disturbances, cardiac remodeling, endothelial dysfunction, and activation of the renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS), thereby accelerating atherosclerosis and triggering myocardial infarction. These results highlight the importance of early detection and effective management of hypertension as essential strategies for preventing cardiovascular complications.
Korelasi Tekanan Nadi sebagai Parameter Kekakuan Arteri dan Obesitas Sentral pada Mahasiswa Pria Azkiya; Khairun Nisa Berawi; Ratri Mauluti Larasati; Susianti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.1010

Abstract

Background: Central obesity is frequently linked to elevated blood pressure, however, not all individuals with this condition develop hypertension. Pulse pressure has been recognized as a more sensitive marker than conventional blood pressure in predicting cardiovascular risk. Consequently, monitoring pulse pressure in individuals with central obesity may serve as an important strategy for early identification of subclinical cardiovascular dysfunction. Method: This study employed an observational, cross-sectional design involving university students aged 18-21 years. Central obesity was assessed using waist circumference measurements based on WHO Asia-Pasific criteria. Pulse pressure was calculated as the difference between systolic and diastolic blood pressure, measured with a manual sphygmomanometer. The association between central obesity and pulse pressure was analyzed bivariately using the Chi-Square test. Results: Statistical analysis revealed no significant association between central obesity and pulse pressure (p > 0.05). Nevertheless, descriptive findings showed that the mean pulse pressure among individuals with central obesity (38.89 mmHg) tended to be lower than that of those without central obesity (40.77 mmHg). Discussion: This study demonstrated no significant relationship between central obesity and pulse pressure among male college students aged 18-21 years, although the centrally obese group exhibited a lower mean pulse pressure. The discrepancy from previous research may be attributed to the relatively young age of the respondents and the high number of individuals presenting with elevated blood pressure. Conclusion: This study found no significant association between central obesity and pulse pressure in male college students aged 18-21 years. However, a trend toward lower pulse pressure among centrally obese individuals was observed, potentially influenced by increased blood pressure. These findings suggest that pulse pressure continues to old potential an an early indicator of subclinical cardiovascular alterations.
Tinjauan Parameter Histologis Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit setelah Terapi Daun Binahong Rie Dahniar Marissa Marpaung; Waluyo Rudianto; Miftahur Rohman; Susianti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.130

Abstract

Anredera cordifolia merupakan tanaman obat asli Indonesia yang secara tradisional digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Secara ilmiah, daun A. cordifolia diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta kemampuan mempercepat regenerasi jaringan yang berperan penting dalam pemulihan kulit. Kajian ini merangkum temuan studi praklinik mengenai efektivitas ekstrak etanol daun binahong terhadap proses penyembuhan luka insisi, dengan penekanan pada parameter histologis sebagai indikator kualitas perbaikan jaringan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi berupa penelitian in vivo yang mengevaluasi epitelialisasi, pembentukan jaringan granulasi, deposisi kolagen, proliferasi fibroblas, dan resolusi inflamasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun binahong memperlihatkan pola dosis-respons yang konsisten, di mana konsentrasi menengah hingga tinggi (±25–40%) mampu mempercepat epitelisasi, meningkatkan ketebalan serta organisasi serabut kolagen, meningkatkan densitas fibroblas, dan menghasilkan jaringan granulasi yang lebih matang. Efek biologis tersebut dikaitkan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, triterpenoid, dan vitamin C yang berperan dalam menghambat sitokin proinflamasi, meningkatkan angiogenesis, mengaktivasi jalur TGF-β dan VEGF, serta mendukung sintesis kolagen. Meskipun mendukung potensi binahong sebagai agen penyembuh luka topikal, diperlukan penelitian lanjutan terkait standardisasi ekstrak, optimasi konsentrasi, uji toksisitas jangka panjang, dan analisis mekanisme molekuler sebelum dikembangkan sebagai fitofarmaka teruji.
Mekanisme Kerusakan Hepar Akibat Induksi Aloksan pada Model Tikus Diabetes: Suatu Tinjauan Literatur Reimma Emily Rachman; Waluyo Rudiyanto; Septia Eva Lusina; Susianti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.139

Abstract

Aloksan merupakan agen diabetogenik yang banyak digunakan untuk meniru kondisi diabetes melitus tipe 1 pada hewan percobaan melalui induksi stres oksidatif dan destruksi sel β pankreas. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kerusakan hepar pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan, dengan fokus pada perubahan biokimia, stres oksidatif, inflamasi, dan gambaran histopatologi. Penelusuran literatur dilakukan secara terstruktur melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda pada publikasi tahun 2019–2025, dan diperoleh 17 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa induksi aloksan, terutama pada dosis 120–150 mg/kg berat badan secara intraperitoneal, secara konsisten menimbulkan disfungsi hepatoseluler yang ditandai oleh peningkatan enzim hepar dan penurunan kapasitas sintesis protein. Kerusakan ini dimediasi oleh ketidakseimbangan redoks dengan peningkatan stres oksidatif, penurunan sistem antioksidan endogen, serta aktivasi jalur inflamasi yang berkontribusi terhadap degenerasi dan nekrosis hepatosit. Beberapa studi melaporkan bahwa agen fitoterapi dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi mampu memperbaiki parameter biokimia dan struktur histologis hepar. Secara keseluruhan, kerusakan hepar pada model diabetes aloksan merupakan hasil interaksi kompleks antara hiperglikemia, stres oksidatif, dan inflamasi hepatik, sehingga modulasi jalur tersebut berpotensi menjadi strategi protektif yang rasional.
Prediction Model Of Organizational Factors Affecting Medical And Health Care Workers’ Performance At Rsud Jend. Ahmad Yani Metro Ahmad Farizan Radhitya; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54106

Abstract

The performance of medical and health care workers is a crucial indicator of hospital service quality. Performance is influenced by various factors, including individual characteristics, organizational conditions, and psychological and work-environment factors. This study aimed to analyze factors associated with the performance of medical and health care workers at RSUD Jend. Ahmad Yani Metro City and to develop a predictive model of performance based on these factors. This study employed a cross-sectional design and involved 205 medical and health care workers. The variables analyzed included sociodemographic characteristics, work motivation, workload, work stress, leadership style, and remuneration. Data were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. A total of 80% of respondents demonstrated good performance. Bivariate analysis showed significant associations between performance and workload (p < 0.001), work stress (p < 0.001), leadership style (p < 0.001), and remuneration (p < 0.001). The predictive model indicated that respondents exposed to high workload, high work stress, poor leadership style, and low remuneration had a low probability of good performance (5.7%). These findings suggest a cumulative effect of the four factors, which interact and reinforce one another in contributing to decreased performance among medical and health care workers at RSUD Jenderal Ahmad Yani, Metro.
Determinan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Yadika, Adilla Dwi Nur; Saftarina, Fitria; Zuraida, Reni; Sumekar, Dyah Wulan; Susianti, Susianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24575

Abstract

ABSTRACT Stroke is a cerebral blood circulation disorder lasting for 24 hours or more. Stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia and causes functional disability and mental disorders that can reduce quality of life. Quality of life is an individual's perception of their position. In Lampung, 66.7% of stroke patients have poor quality of life. This study aims to determine the factors that influence ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. This study used an observational analysis and cross-sectional design. The dependent variable was ischemic stroke patients’ quality of life and the independent variables were age, gender, education level, employment status, marital status, comorbidities, duration after stroke, stroke recurrence, and family support. Primary data were obtained through interviews using questionnaire and secondary data from medical records. Bivariate analysis used Chi Square and multivariate used logistic regression. There were relationship between age (p=0.014), employment status (p0.001), marital status (p=0.016), and stroke recurrence (p=0.012), there were no relationship between gender (p=0.209), education level (p=0.071), comorbidities (p=0.158), duration after stroke (p=0.184), and family support (p=0.700) with the ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. The most dominant factor was employment status (p0.001; PR=29.9). Active roles from health institutions, government, and families are essential to improve ischemic stroke patients’ quality of life. Keywords: Ischemic Stroke, Quality of Life, Factors, Comorbidities, Family Support.  ABSTRAK Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak selama 24 jam atau lebih. Stroke menjadi penyebab utama kecatatan dan kematian di Indonesia dan menyebabkan disabilitas fungsional dan gangguan mental sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisinya dalam kehidupan. Sebanyak 66,7% pasien stroke memiliki kualitas hidup yang tidak baik di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel dependen berupa kualitas hidup pasien stroke iskemik dan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, lama waktu pasca stroke, status serangan, dan dukungan keluarga. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari data rekam medis. Analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat berupa regresi logistik. Terdapat hubungan antara usia (p= 0,014), status pekerjaan (p 0,001), status pernikahan (p=0,016), dan status serangan (p=0,012), serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,209), tingkat pendidikan (p=0,071), komorbiditas (p=0,158), lama waktu pasca stroke (p=0,184), dan dukungan keluarga (p=0,700) dengan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan (p 0,001; PR=29,9). Diperlukan peran aktif instansi kesehatan, pemerintah, dan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke iskemik. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor, Komorbiditas, Dukungan Keluarga.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) : Sebuah Tinjauan Sistematis Muhammad Ariq Naufal; Susianti Susianti; Suryani Agustina Daulay; Novita Carolia
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v8i2.693

Abstract

Indonesia is a country that dominated by tropical rainforests with adequate rainfall. These conditions allow various plant species to thrive. One such plant is water apple (Syzygium aqueum). The use of water apple leaf extract as an antibacterial agent has garnered attention due to the increasing trend of bacterial resistance againts antibiotics. The aim of this study is to describe the antibacterial effects of water apple (Syzygium aqueum) leaf extract on several bacterial species by observing the diameter of the inhibition zone. The method employed is a systematic review. Article searches were conducted through databases such as PubMed Central, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda. The journal selection and formulation of research questions were guided by the PICO method. Article searches followed the 2020 PRISMA methodology. The article search yielded six articles reviewed from a total of 9,911 articles identified. The findings from the reviewed articles indicate that water apple leaf extract (Syzygium aqueum) exhibits antibacterial effects on both gram-positive and gram-negative bacteria. The active compounds in water apple leaf extract that exhibit antibacterial properties are flavonoids, terpenoids, saponins, tannins, and alkaloids.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Terapi Hormonal: Studi Cross-Sectional Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto; Reni Zuraida; Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24456

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kepatuhan pengobatan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran medis yang menentukan keberhasilan terapi, terutama pada terapi hormonal yang berlangsung jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Populasi dan teknik sampling yaitu pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal dengan jumlah 120 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Uji Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (P-value 0,027), dukungan sosial (P-value 0,050), efikasi diri (P-value 0,002), efek samping pengobatan (P-value 0,001), hubungan dengan tenaga kesehatan (P-value 0,033), dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (P-value 0,019) dengan kepatuhan pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping pengobatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan OR 4,022 (CI 95%: 1,705-9,488) yang artinya pasien dengan efek samping ringan berpeluang 4,022 kali lebih tinggi untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang mengalami efek samping sedang-berat. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola efek samping untuk meningkatkan kepatuhan.
Co-Authors Ade Yonata Adilla Justisia Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Aditya Permana Agusta Saraswati Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ainin Aniah, Pratiwi Ajeng Defriyanti Pusparini Akuba, Nanda Nurrohim Aldo Fatejarum Ambarwati, Yuli Andhini, Friska Andi Setiawan Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anisa Nuraisa Jausal Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Arninda Rahman Atmajaya, Yudhi Audya Pratiwi Putri Riyanda Ayu Ningsih Ayu Tiara FItri Azkiya Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Buana, Faris Agung Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Damayanti, Putri Daulay, Suryani Agustina Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Eva Lusina, Septia Evi Kurniawati, Evi Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fahrezi Fathilla Farida Hakim Lamuhammad Fatriyadi Suwandi, Jhons Febrianti, Arlin Fendi Setiawan Fitri Sofiatin Fitria Saftarina Gemayangsura Gemayangsura Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hana Muthi'a Putri Handayani Dwi Utami Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardiansyah, Ridwan Hendra Tarigan, Sibero Hendri Busman Hendri Busman Hijami, Nurul 'Afifah Ibnu Fadilah Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Irawan Budi Waskito Irma Liani Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Isvari, Gusti Ayu Made Prathita Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Joni, Agnesia Priskila Justisia, Adilla Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi M. Ridho Ulya M. Yusran Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcellia, Selvi Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Mela Liberti Octoriani Simaremare Merry Indah Sari Muhamad Yogie, Fadli Muhammad Ariq Naufal Muhammad Yogie, Fadli Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Nabila Shafira Naufal, Muhammad Ariq Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Novianty, Detty Novita Carolia Novita Carolia Nurhasanah Nurhasanah Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Oktafany Ovalia, Nora Wilya Pemula, Giok Peni Ahmadi Pratiwi, Ainin Aniah Putri, Najwa Naraniya Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rachel Junita Sitepu Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Reimma Emily Rachman Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Rianto, Muhamad Arif Rie Dahniar Marissa Marpaung Rika Lisiswanti Rika Oktaria Rinawati Rinawati Risal Wintoko Riski Pangestu Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosbhaiti Chodijah Rudianto, Waluyo Rudiyanto, Waluyo Ruslani, Nada Oktista Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Soraya, Yeni Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Suharmanto Sulthan Alam Yasyfa Surriandari, Latifah Dwi Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Sutarto Sutarto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syafira Alifia Audiani Syaiful Bahri SYAIFUL BAHRI Syazili Mustofa Tara Aulianova Tasya Hani Fatwa Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Victoria Hawarima W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudianto Waluyo Rudiyanto Wardani, Dyah Wulan Wawan Abdullah Setiawan Wido Gamani Worocahyo, Avis Meyvika Yadika, Adilla Dwi Nur Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Yudho Prabowo, Arif Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Zahra, Aulia Jannatuz Zakiah Zakiah