p-Index From 2021 - 2026
12.413
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Parameter Histologis Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit setelah Terapi Daun Binahong Rie Dahniar Marissa Marpaung; Waluyo Rudianto; Miftahur Rohman; Susianti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.130

Abstract

Anredera cordifolia merupakan tanaman obat asli Indonesia yang secara tradisional digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Secara ilmiah, daun A. cordifolia diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta kemampuan mempercepat regenerasi jaringan yang berperan penting dalam pemulihan kulit. Kajian ini merangkum temuan studi praklinik mengenai efektivitas ekstrak etanol daun binahong terhadap proses penyembuhan luka insisi, dengan penekanan pada parameter histologis sebagai indikator kualitas perbaikan jaringan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi berupa penelitian in vivo yang mengevaluasi epitelialisasi, pembentukan jaringan granulasi, deposisi kolagen, proliferasi fibroblas, dan resolusi inflamasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun binahong memperlihatkan pola dosis-respons yang konsisten, di mana konsentrasi menengah hingga tinggi (±25–40%) mampu mempercepat epitelisasi, meningkatkan ketebalan serta organisasi serabut kolagen, meningkatkan densitas fibroblas, dan menghasilkan jaringan granulasi yang lebih matang. Efek biologis tersebut dikaitkan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, triterpenoid, dan vitamin C yang berperan dalam menghambat sitokin proinflamasi, meningkatkan angiogenesis, mengaktivasi jalur TGF-β dan VEGF, serta mendukung sintesis kolagen. Meskipun mendukung potensi binahong sebagai agen penyembuh luka topikal, diperlukan penelitian lanjutan terkait standardisasi ekstrak, optimasi konsentrasi, uji toksisitas jangka panjang, dan analisis mekanisme molekuler sebelum dikembangkan sebagai fitofarmaka teruji.
Mekanisme Kerusakan Hepar Akibat Induksi Aloksan pada Model Tikus Diabetes: Suatu Tinjauan Literatur Reimma Emily Rachman; Waluyo Rudiyanto; Septia Eva Lusina; Susianti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.139

Abstract

Aloksan merupakan agen diabetogenik yang banyak digunakan untuk meniru kondisi diabetes melitus tipe 1 pada hewan percobaan melalui induksi stres oksidatif dan destruksi sel β pankreas. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kerusakan hepar pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan, dengan fokus pada perubahan biokimia, stres oksidatif, inflamasi, dan gambaran histopatologi. Penelusuran literatur dilakukan secara terstruktur melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda pada publikasi tahun 2019–2025, dan diperoleh 17 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa induksi aloksan, terutama pada dosis 120–150 mg/kg berat badan secara intraperitoneal, secara konsisten menimbulkan disfungsi hepatoseluler yang ditandai oleh peningkatan enzim hepar dan penurunan kapasitas sintesis protein. Kerusakan ini dimediasi oleh ketidakseimbangan redoks dengan peningkatan stres oksidatif, penurunan sistem antioksidan endogen, serta aktivasi jalur inflamasi yang berkontribusi terhadap degenerasi dan nekrosis hepatosit. Beberapa studi melaporkan bahwa agen fitoterapi dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi mampu memperbaiki parameter biokimia dan struktur histologis hepar. Secara keseluruhan, kerusakan hepar pada model diabetes aloksan merupakan hasil interaksi kompleks antara hiperglikemia, stres oksidatif, dan inflamasi hepatik, sehingga modulasi jalur tersebut berpotensi menjadi strategi protektif yang rasional.
Prediction Model Of Organizational Factors Affecting Medical And Health Care Workers’ Performance At Rsud Jend. Ahmad Yani Metro Ahmad Farizan Radhitya; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54106

Abstract

The performance of medical and health care workers is a crucial indicator of hospital service quality. Performance is influenced by various factors, including individual characteristics, organizational conditions, and psychological and work-environment factors. This study aimed to analyze factors associated with the performance of medical and health care workers at RSUD Jend. Ahmad Yani Metro City and to develop a predictive model of performance based on these factors. This study employed a cross-sectional design and involved 205 medical and health care workers. The variables analyzed included sociodemographic characteristics, work motivation, workload, work stress, leadership style, and remuneration. Data were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. A total of 80% of respondents demonstrated good performance. Bivariate analysis showed significant associations between performance and workload (p < 0.001), work stress (p < 0.001), leadership style (p < 0.001), and remuneration (p < 0.001). The predictive model indicated that respondents exposed to high workload, high work stress, poor leadership style, and low remuneration had a low probability of good performance (5.7%). These findings suggest a cumulative effect of the four factors, which interact and reinforce one another in contributing to decreased performance among medical and health care workers at RSUD Jenderal Ahmad Yani, Metro.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) : Sebuah Tinjauan Sistematis Muhammad Ariq Naufal; Susianti Susianti; Suryani Agustina Daulay; Novita Carolia
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v8i2.693

Abstract

Indonesia is a country that dominated by tropical rainforests with adequate rainfall. These conditions allow various plant species to thrive. One such plant is water apple (Syzygium aqueum). The use of water apple leaf extract as an antibacterial agent has garnered attention due to the increasing trend of bacterial resistance againts antibiotics. The aim of this study is to describe the antibacterial effects of water apple (Syzygium aqueum) leaf extract on several bacterial species by observing the diameter of the inhibition zone. The method employed is a systematic review. Article searches were conducted through databases such as PubMed Central, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda. The journal selection and formulation of research questions were guided by the PICO method. Article searches followed the 2020 PRISMA methodology. The article search yielded six articles reviewed from a total of 9,911 articles identified. The findings from the reviewed articles indicate that water apple leaf extract (Syzygium aqueum) exhibits antibacterial effects on both gram-positive and gram-negative bacteria. The active compounds in water apple leaf extract that exhibit antibacterial properties are flavonoids, terpenoids, saponins, tannins, and alkaloids.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Terapi Hormonal: Studi Cross-Sectional Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto; Reni Zuraida; Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24456

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kepatuhan pengobatan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran medis yang menentukan keberhasilan terapi, terutama pada terapi hormonal yang berlangsung jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Populasi dan teknik sampling yaitu pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal dengan jumlah 120 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Uji Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (P-value 0,027), dukungan sosial (P-value 0,050), efikasi diri (P-value 0,002), efek samping pengobatan (P-value 0,001), hubungan dengan tenaga kesehatan (P-value 0,033), dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (P-value 0,019) dengan kepatuhan pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping pengobatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan OR 4,022 (CI 95%: 1,705-9,488) yang artinya pasien dengan efek samping ringan berpeluang 4,022 kali lebih tinggi untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang mengalami efek samping sedang-berat. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola efek samping untuk meningkatkan kepatuhan.
Efek Protektif Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium Aqueum) terhadap Kerusakan Lambung Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Indometasin Adilla Justisia; Susianti Susianti; Anisa Nuraisa Jausal; Hendri Busman
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21126

Abstract

ABSTRACT The prevalence of peptic ulcers caused by the use of Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) has increased over the past 10 years. Oxidative stress induced by NSAID can trigger the formation of peptic ulcers. The objective of this research was to determine the protective effect of water apple leaf extract (Syzygium aqueum) on gastric damage of male white rats (Rattus norvegicus) wistar strain induced by indomethacin. This laboratory experimental study with a randomized post-test only control group design involved 24 male Wistar strain white rats divided into 6 groups. Group K(0) was given food and water, K(-) was administered indomethacin at a dose of 30 mg/kgBW, K(+) received vitamin C at a dose of 9 mg/kgBW and indomethacin at 30 mg/kgBW, while P1, P2, and P3 were given water apple leaf extract at doses of 100 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 900 mg/kgBW, along with indomethacin at 30 mg/kgBW. The results of the Mann-Whitney statistical test analysis showed a significant difference (p0.05) between group K(-), which was administered only indomethacin, and group P2 and P3, which were administered extracts of water apple leaf at doses of 300 mg/kgBW and 900 mg/kgBW along with indomethacin at 30 mg/kgBW. There is an protective effect of water apple leaf extract (Syzygium aqueum) on gastric damage of male white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain induced by indomethacin. Keywords: Water Apple Leaf, Syzygium Aqueum, Antioxidants, Indomethacin, Peptic Ulcer  ABSTRAK Prevalensi ulkus peptikum yang disebabkan oleh penggunaan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun. Stres oksidatif yang disebabkan oleh NSAID dapat memicu terbentuknya ulkus peptikum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek protektif ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) terhadap kerusakan lambung tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi indometasin. Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan randomized post-test only control group ini menggunakan 24 tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi ke dalam 6 kelompok. K(0) diberikan makan dan minum, K(-) diberikan indometasin 30 mg/kgBB, K(+) diberikan vitamin C 9 mg/kgBB dan indometasin 30 mg/kgBB, serta P1, P2, P3 diberikan ekstrak daun jambu air dengan dosis berturut-turut 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 900 mg/kgBB dan indometasin 30 mg/kgBB. Hasil analisis uji statistik Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna (p0.05) antara kelompok K(-) yang hanya diberikan indometasin dengan kelompok P2 dan P3 yang diberikan ekstrak 300 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB serta indometasin 30 mg/kgBB. Ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) memberikan efek protektif terhadap kerusakan lambung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diinduksi indometasin. Kata Kunci: Daun Jambu Air, Syzygium aqueum, Antioksidan, Indometasin, Ulkus Peptikum
DETERMINANTS OF ANEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMA NEGERI 3 BENGKULU: A CROSS-SECTIONAL STUDY Risda Yana; Reni Zuraida; Susianti Susianti; Dian Isti Angraini; Wuryaningsih Wuryaningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10761

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health challenge that has not been fully resolved, particularly because this condition has wide-ranging impacts on various aspects of adolescents’ lives from impaired growth and development, decreased concentration during learning, reduced daily productivity, to an increased risk of reproductive system disorders. The aim of this study was to identify the determinants of anemia among female students at SMA Negeri 3 Bengkulu City. The study was designed using an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 131 tenth-grade students aged 15 to 17 years were selected as participants through simple random sampling. Hemoglobin levels were directly measured using a rapid-test–based Hb meter. The variables examined included nutritional status, chronic energy deficiency, duration of menstruation, adequacy of nutrient intake, level of compliance in consuming iron supplement tablets, and the extent of peer support received. Data were analyzed using the chi-square test for bivariate analysis and the backward Wald method of multiple logistic regression for multivariate analysis. The study found that one in four respondents (25.2%) was confirmed to have anemia. Through multivariate modeling, it was revealed that four factors significantly influenced the occurrence of anemia nutritional status, duration of menstruation, adequacy of protein intake, and the presence of social support from peers with nutritional status emerging as the strongest predictor. Therefore, anemia prevention interventions should prioritize comprehensive improvement of nutritional status, increased consumption of adequate protein, monitoring of menstrual patterns and duration, as well as empowerment of peer networks as health support agents within the school environment. ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi, terutama karena kondisi ini berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari terhambatnya tumbuh kembang, menurunnya daya konsentrasi saat belajar, berkurangnya produktivitas harian, hingga timbulnya risiko gangguan pada sistem reproduksi. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan kejadian anemia di kalangan siswi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Studi dirancang menggunakan metode observasional analitik berpendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 131 siswi kelas X dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun dipilih sebagai partisipan melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Kadar hemoglobin diukur secara langsung menggunakan alat Hb meter berbasis rapid test. Variabel yang diteliti meliputi status gizi, kondisi kekurangan energi kronik, lama hari menstruasi, kecukupan asupan zat gizi, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen tablet tambah darah, serta sejauh mana dukungan yang diperoleh dari teman sebaya. Pengolahan data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda metode backward Wald untuk analisis multivariat. Studi ini menemukan bahwa satu dari empat responden (25,2%) terkonfirmasi mengalami anemia. Melalui pemodelan multivariat, terungkap bahwa empat faktor secara bermakna memengaruhi kejadian anemia, yakni status gizi, lama menstruasi, kecukupan asupan protein, dan keberadaan dukungan sosial dari teman sebaya, dengan status gizi menempati posisi sebagai prediktor paling kuat. Dengan demikian, intervensi pencegahan anemia hendaknya diprioritaskan pada perbaikan status gizi secara menyeluruh, peningkatan konsumsi protein yang memadai, pemantauan pola dan durasi siklus menstruasi, serta pemberdayaan jaringan teman sebaya sebagai agen dukungan kesehatan di lingkungan sekolah.
Peran Uji Imunohistokimia Postmortem Pada Kematian Jantung Mendadak Salma Adinda Hermawan; Susianti; Wiwi Febriani; Waluyo Rudiyanto
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1713

Abstract

Routine forensic examinations often fail to establish a definitive diagnosis, particularly in cases of rapid death where no clear macroscopic or microscopic abnormalities are identified. Immunohistochemistry (IHC) is a laboratory technique used to detect the presence and distribution of specific antigens in tissues through antigen–antibody binding combined with specific staining systems. This narrative review discusses the role of postmortem immunohistochemical testing in the evaluation of sudden cardiac death, including examination principles and procedures, forensic applications, relevant immunohistochemical markers, and the influence of the postmortem interval on result interpretation. A literature search was conducted using the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases, covering publications from 2016 to 2025. The reviewed studies indicate that postmortem IHC plays a broad role, particularly in cases involving toxic substances, and assists in establishing diagnoses that cannot be determined through routine examinations. Moreover, markers such as troponin, C5b-9, desmin, H-FABP, and CD68 demonstrate diagnostic value in identifying myocardial injury, tissue necrosis, inflammatory processes, and atherosclerotic plaque formation. However, the reliability of IHC findings is influenced by technical factors, including the interval between death and tissue sampling, tissue fixation methods, and variations in laboratory protocols. Therefore, the use of an integrated immunohistochemical marker panel combined with macroscopic findings, conventional histopathology, and clinical data is recommended within the diagnostic workflow of sudden cardiac death. In Indonesia, the implementation of postmortem IHC remains limited; nevertheless, it holds significant potential as a diagnostic adjunct when applied selectively and in a standardized manner within forensic practice.
Karakteristik Pasien Kanker Kolorektal Shaneisha Ophelya; Indri Windarti; Chicy Widya Morfi; Susianti Susianti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1059

Abstract

Kanker kolorektal adalah pertumbuhan sel – sel abnormal yang tidak terkendali pada kolon atau rektum. Kanker kolorektal merupakan kanker dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia. Distribusi kasus dan karakteristik klinisnya dapat berbeda antar wilayah. Indentifikasi karakteristik pasien sangat penting untuk memahami pola kejadian kanker kolorektal, mendukung startegi dalam deteksi dini, serta mengoptimalkan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik pasien kanker kolorektal. Studi ini menggunakan desain deskriptif potong lintang. Data diambil dari rekam medis pasien yang terdiagnosis kanker kolorektal pada tahun 2024 RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 150 orang. Sebagian besar pasein berada pada kelompok usia > 50 tahun sebanyak 106 (70,7%), dengan didominasi oleh pasien laki – laki sebanyak 75 (50,3%). Lokasi tumor ditemukan sebagian besar pada rektum sebanyak 93 (62%) dan mayoritas pasien mengalami stadium II sebanyak 66 (44%). Karakteristik pasien kanker kolorektal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menunjukkan pola yang konsisten dengan literatur sebelumnya,yaitu didominasi oleh usia lanjut, laki – laki, dan sebagian besar berlokasi pada rektum.
Literature Review: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik Adilla Dwi Nur Yadika; Fitria Saftarina; Reni Zuraida; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Susianti Susianti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1166

Abstract

Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak yang menyebabkan kecacatan dan kematian terbanyak kedua di seluruh dunia, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik. Literature review ini menggunakan database Google Scholar, Pubmed dan EBSCO. Kata kunci yang digunakan adalah  “ischemic stroke” dan “quality of life”. Pencarian difokuskan pada artikel yang terbit tahun 2015-2025, hasil penelitian atau systematic review dan dapat diakses secara lengkap. Artikel yang tidak memenuhi syarat tidak dilakukan analisis. Hasil penelusuran mendapatkan 352 artikel dan sebanyak 32 artikel yang memenuhi syarat. Analisis dilakukan dengan membuat ringkasan, menganalisis hasil penelitian dan membuat interpretasi berdasarkan tema yang ditentukan. Hasil analisis mendapatkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, status serangan, lama waktu pasca stroke, dan dukungan keluarga. Individu dengan usia lebih dari sama dengan enam puluh tahun, berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, tidak menikah atau tidak memiliki pasangan, memiliki komorbiditas, mengalami serangan berulang, menderita stroke iskemik lebih dari sama dengan enam bulan, dan memperoleh dukungan keluarga yang kurang baik dapat memiliki kualitas hidup yang buruk.
Co-Authors Ade Yonata Adilla Dwi Nur Yadika Adilla Justisia Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Agusta Saraswati Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ainin Aniah, Pratiwi Ajeng Defriyanti Pusparini Akuba, Nanda Nurrohim Aldo Fatejarum Ambarwati, Yuli Andhini, Friska Andi Setiawan Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anisa Nuraisa Jausal Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Arninda Rahman Atmajaya, Yudhi Audya Pratiwi Putri Riyanda Avis Meyvika Worocahyo Ayu Ningsih Ayu Tiara Fitri Azkiya Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan Betta Kurniawan betta kurniawan Betta Kurniawan, Betta Buana, Faris Agung Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Agustina Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Ditha Meirany Putri Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Eva Lusina, Septia Evi Kurniawati, Evi Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fahrezi Fathilla Farida Hakim Lamuhammad Fatriyadi Suwandi, Jhons Febrianti, Arlin Fendi Setiawan Fitri Sofiatin Fitria Saftarina Gemayangsura Gemayangsura Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hana Muthi'a Putri Handayani Dwi Utami Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardiansyah, Ridwan Hendra Tarigan, Sibero Hendri Busman Hendri Busman Ibnu Fadilah Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Irawan Budi Waskito Irma Liani Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Isvari, Gusti Ayu Made Prathita Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Joni, Agnesia Priskila Justisia, Adilla Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi Linda Septiani M Aditya Permana M. Ridho Ulya M. Yusran Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcellia, Selvi Masayoshi Arai Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Mela Liberti Octoriani Simaremare Merry Indah Sari Muhamad Arif Rianto Muhamad Yogie, Fadli Muhammad Ariq Naufal Muhammad Maulana Muhammad Yogie, Fadli Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Mutiara Maharani Nabila Shafira Naufal, Muhammad Ariq Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Nora Wilya Ovalia Novianty, Detty Novita Carolia Novita Carolia Nurhasanah Nurhasanah Nurul 'Afifah Hijami Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Oktafany Pemula, Giok Peni Ahmadi Peni Ahmadi Pratiwi, Ainin Aniah Putri Damayanti Putri, Najwa Naraniya Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rachel Junita Sitepu Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Ratri Mauluti Larasati Reimma Emily Rachman Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Reni Zuraida Rie Dahniar Marissa Marpaung Rika Lisiswanti Rika Oktaria Rinawati Rinawati Risal Wintoko Risda Yana Riski Pangestu Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosbhaiti Chodijah Ruben Ferdian Rudianto, Waluyo Rudiyanto, Waluyo Rudy T M Situmeang Ruslani, Nada Oktista Salma Adinda Hermawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Shaneisha Ophelya Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Soraya, Yeni Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suharmanto Sulthan Alam Yasyfa Surriandari, Latifah Dwi Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Sutarto Sutarto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syafira Alifia Audiani Syahna Rizkiya Qatrunnada SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Syazili Mustofa Tara Aulianova Tasya Hani Fatwa Tri Afrinia Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Victoria Hawarima W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudianto Waluyo Rudiyanto Waluyo Rudiyanto Wardani, Dyah Wulan Wawan A Setiawan Wawan Abdullah Setiawan Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Wuryaningsih Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Yudho Prabowo, Arif Yuli Ambarwati Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Zahra, Aulia Jannatuz Zakiah Zakiah