p-Index From 2021 - 2026
12.413
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Peran Ibu-Ibu PKK dan Kader Puskesmas Tanjung Sari Tentang ASI Eksklusif Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Zuraida, Reni; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Susianti, Susianti; Novianty, Detty
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2955

Abstract

World Health Organisation (WHO) merekomendasikan standar emas pemberian makanan pada bayi yaitu menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan. Dengan menyusui, dapat mencegah 1/3 kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kejadian diare dapat turun 50%, dan penyakit usus parah pada bayi prematur dapat berkurang kejadiannya sebanyak 58%. Pada ibu, risiko kanker payudara juga dapat menurun 6-10%. Kenyataan di Indonesia menurut data Riskesdas tahun 2018, didapatkan dari 33 Provinsi di Indonesia, rata-rata bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Indonesia baru sebanyak 37,3%. Pencapaian program pemberian ASI Ekslusif di Provinsi Lampung sendiri masih dibawah rata-rata nasional, yaitu baru mencapai sekitar 28% bayi yang mendapat ASI ekslusif. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan i bu-ibu dari  PKK dan kader Kesehatan tentang ASI Ekslusif. Kegiatan dilakukan di Pusksemas Tanjung Sari Natar. Kegiatan   pengabdian  mencakup   Focus   Group   Discussion   untuk mengetahui pengetahuan awal  ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan,penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan. Setelah mendapatkan penyuluhan materi tentang definisi, kelebihan dan manfaat ASI Ekslusif, kendala dan cara mengatasi masalah dalam proses pemberian ASI dan 10 langkah menuju keberhasilan ASI Ekslusif, rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56, menjadi bertambah pada post-test menjadi 92. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan mengenai ASI Eksklusif akan meningkatkan keterampilan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan sebagai motivator ibu-ibu menyusui bayinya yang pada  akhirnya  akan meningkatkan perilaku pemberian ASI Eksklusif dari ibu ke bayi.Kata kunci : ASI eksklusif, ibu PKK, ibu kader, pengetahuan
Peningkatan Pengetahuan dan Deteksi Dini Malaria Melalui Penyuluhandan Pemeriksaan Mass Blood Survey (MBS) Pada Komunitas Pekerja Tambak di Hanura Kurniawan, Betta; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Susianti, Susianti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2970

Abstract

Angka kejadian malaria yang tinggi di Hanura menjadi permasalahan bagi masyarakat setempat. Berdasarkan teori keilmuan dan pengamatan yang telah dilakukan terdapat beberapa permasalahan yang menjadi penyebab hal tersebut yaitu : persepsi masyarakat tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit malaria yang masih rendah serta masih terdapat kasus malaria pada khalayak sasaran yang tidak terdeteksi secara dini sehingga pengobatan malaria pada khalayak sasaran yang tidak tepat atau terlambat. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan persepsi masyarakat khususnya pekerja tambak tentang penyakit malaria dan juga penemuan kasus malaria di masyarakat dengan Mass Blood Survey (MBS). Kegiatan dilakukan dari bulan Februari sampai September 2020 di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran. Khalayak sasaran yaitu pekerja tambak yang berjumlah 45 orang. Metode dan Tahap Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit malaria serta Mass Blood Survey (MBS) dan pengobatan pada kasus positif yang ditemukan pada MBS. Hasil yang dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan persepsi pada khalayak sasaran dan pada pemeriksaan Mass Blood Survey (MBS) tidak ditemukan adanya kasus malaria positif. Kata kunci: malaria, penyuluhan kesehatan, Mass Blood Survey (MBS)
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri Kelompok Tani Di Desa Margadadi Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Hanriko, Rizki; Susianti, Susianti; Saputra, Oktadoni; Suharmanto, Suharmanto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3021

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, mendapatkan prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 dan 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan melalui pelatihan SADARI. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Margadadi Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Juni 2022. Sasaran kegiatan ini adalah remaja putri sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan tentang SADARI yang akan menjadi dasar untuk pencegahan penyakit kanker payudara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi tentang kanker payudara dan pelatihan SADARI. Sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan ini, tim pelaksana telah merancang kegiatan baru seperti pemeriksaan pap smear untuk wanita usia subur di Desa Margadadi. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat, kedokteran dan farmasi yang masing-masing sudah berpengalaman dibidangnya. Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan sebesar 78%.Kata Kunci: Pelatihan, SADARI, Remaja putri
Penyuluhan dan Pelatihan Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Penyakit Toskoplasmosis Pada Karyawan Rumah Potong Hewan (RPH) ZBeef di Kota Bandar Lampung Kurniawan, Betta; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Mutiara, Hanna; Susianti, Susianti; Sutyarso, Sutyarso
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3031

Abstract

Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama pemilik dan pekerja Rumah Potong Hewan (RPH) tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit toksoplasmosis serta melakukan pencegahan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Metode: Penyuluhan tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit toksoplasmosis, serta pelatihan penggunaan APD. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh 34 orang peserta. Setelah dievaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit toksoplasmosis. Saran: Kegiatan penyuluhan kesehatan ini perlu diadakan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan perilaku pekerja peternakan ayam semakin meningkat serta perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah transmisi penyakit toksoplasmosis di antara pekerja.Kata kunci : rumah potong hewan, alat pelindung diri, toksoplasmosis
Pembentukan Konselor Sebaya dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Anemia Remaja Putri di Puskesmas Tanjung Sari Zuraida, Reni; W., Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3039

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak terhadap kesehatan remaja putri saat ini dan masa mendatang sebagai calon ibu. Dari hasil skrining kadar hemoglobin darah yang dilakukan puskesmas Tanjung Sari pada bulan Januari tahun 2022 didapatkan prevalensi anemia adalah sekitar 49%, artinya 5 dari 10 remaja putri di wilayah kerja puskesmas Tanjung Sari ini menderita anemia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah anemia pada remaja saat ini yaitu pembagian tablet tambah darah bagi remaja, namun kenyataannya belum mampu menurunkan prevalensi anemia remaja putri secara signifikan. Upaya lain dengan melibatkan peran serta darikelompok sebaya (peer group) dalam upaya menurunkan prevalensi anemia remaja putri perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan konselor sebaya remaja putri dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon konselor, serta penyusunan media informasi tentang anemia pada remaja putri.Setelah mendapatkan materi tentang anemia dan pembentukan konselor remaja anemia, maka pengetahuan konselor remaja menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana sekitar 23,3% peserta tidak paham, 68,3% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta menjadi paham dan sangat paham materi yang diberikan bertambah. Peserta yang paham sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 57,7 menjadi bertambah pada post-test menjadi 92,3. Pembentukan konselor remaja anemia perlu dilakukan di sekolah-sekolah lain dan diadaptasi di posyandu remaja agarpenanganan anemia remaja dapat ditangani secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Hal ini pada akhirnya dapat menciptakan calon ibu yang sehat, yang kelak akan melahirkan bayi yang sehat, dimana pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi stunting.Keyword : Anemia, Konselor Sebaya, Remaja Putri
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Anemia Ibu Hamil Zuraida, Reni; W, Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Gemayangsura, Gemayangsura
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3044

Abstract

Anemia selama kehamilan berakibat buruk dan merugikan bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tanjung Sari, Kecamatan Natar merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu 258 orang dari 329 orang ibu hamil yang diperiksa (78,42%). Meskipun cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet di puskesmas mencapai 99,65%, namun tidak dapat menekan tingginya prevalensi anemia ibu hamil di wilayah kerja puskesmas ini. Beberapa pakar ber pendapat kegagalan  program ini banyak dikarenakan ketidakpatuhan ibu dalam meminum TTD. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum TTD wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kegiatan pengabdian mencakup  Focus Group Discussion untuk mengetahui pengetahuan awal, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan ibu-ibu hamil dan keluarga. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil, upaya pencegahan anemia, makanan yang dianjurkan untuk mengatasi anemia dan TTD (isi, kegunaan, cara minum), makapengetahuan ibu hamil, kader kesehatan dan bidan desa pembina menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana 25,0% peserta tidak paham, 66.7% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta yang pahamsebanyak 36,1% dan yang sangat paham sebanyak 63,9%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 60,2 menjadi bertambah pada post-test menjadi 91,9. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang anemia ibu hamil dan TTD terus dilakukan untuk tercapainya keberhasilan program penanganan anemia pada ibu hamil sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan dalam rangka pencegahan balita stunting di Indonesia. Keyword : Anemia, ibu hamil, penyuluhan, tablet tambah darah
Peningkatan Pemahaman Ibu Tentang Pemberian Vitamin A di Desa Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Pramesona, Bayu Anggileo; Susianti, Susianti; Kurniawan, Betta; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3169

Abstract

World Health Organization (WHO) masih mendeteksi adanya daerah-daerah di dunia yang rentan mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin A. Pemberian suplemen vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan terbukti dapat menurunkan insiden kematian karena berbagai penyakit hingga 24%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian vitamin A bagi balita. Sebelum diberikan informasi, akan diidentifikasi pengetahuan ibu tentang pemberian vitamin A melalui pre-test. Selanjutnya diberikan materi dandilakukan kembali post-test. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada 5 November 2022. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai balita sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kognitif, afektif dan psikomotor tentang pemberian vitamin A bagi balita. Metode yang digunakan adalah edukasi atau pemberian materi dengan menyebarkan leafleat  tentang vitamin A bagi balita. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hasil pengabdian didapatkan bahwa peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pemberian vitamin A sebesar 75%. Sehingga diharapkan untuk rutin melakukan edukasi tentang pemberian vitamin A agar cakupan pemberian vitamin A menjadi optimal untuk meningkatkan status kesehatan balita. Kata kunci: pemberian vitamin A, edukasi, balita
Pembentukan Peer Educator dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Penyakit Skabies pada Pondok Pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Natar Zuraida, Reni; Susianti, Susianti; Komala, Ramadhana; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3231

Abstract

Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular, yang sering ditemukan pada tempat yang ditinggali oleh banyak orang dengan sanitasi dan perilaku penghuninya yang buruk, salah satunya adalah pondok pesantren. Prevalensi kejadian skabies padakomunitas pondok pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Induk Natar adalah sebesar 48%. Meskipun kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan tentang penyakit skabies telah dilakukan, namun belum mampu menurunkan prevalensi penyakit skabies secara signifikan. Peer educator  merupakan metode pendidikan sebaya yang dilakukan oleh kelompok sebaya dengan didampingi fasilitator. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalahpembentukan peer educator santri dan sekaligus memberikan informasi tentang penyakit skabies, cara penanganan dan pencegahan skabies kepada para santri. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan peer educator santri denganmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon peer educator, serta penyusunan media informasi tentang skabies, penanganan dan pencegahan skabies. Setelah mendapatkan materi tentang Skabies dan pembentukan ‘peer educator’ sebaya di pondok pesantren Al Fatah, maka pengetahuan ‘peer educator’ sebaya menjadi meningkat. dimana pada pre-test sekitar 22,1% peserta tidak paham, 73,7% cukup paham, 5,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat, dimana sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Ratarata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56,3 menjadi bertambah pada post-test  menjadi 93,2. Kegiatan pembentukan ‘peer educator’ sebaya untuk pengentasan Skabies pada santri dan santriwati di lingkungan pondok pesantren perlu terus dilakukan dan diadaptasi di pondok-pondok pesantren lain di wilayah kerja puskesmas Natar kecamatan Natar. Kata Kunci : Peer educator, Pondok Pesantren, Santri, Skabies
PEMBERDAYAAN PETANI MUDA DALAM PENCEGAHAN KERACUNAN AKIBAT PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA UMBUL NITI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suharmanto; Pramesona, Bayu Anggileo; Susianti; Kurniawan, Betta; Hadibrata, Exsa; Wintoko, Risal; Sutyarso
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3300

Abstract

Prevalensi keracunan akibat penggunaan pestisida masih tinggi baik di dunia maupun Indonesia. Keracunan ini dapat disebabkan oleh perilaku petani yang kurang baik pada penggunaan pestisida. Akibatnya yang buruk dapat menggangu sistem tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat petani muda melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang penggunaan pestisida yang aman sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan petani muda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 petani muda di Desa Umbul Niti Lampung Selatan. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang penggunaan pestisida yang aman. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Penyuluhan yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang penggunaan pestisida yang aman. Kata kunci: Pemberdayaan, pencegahan keracunan, petani muda
EDUKASI PENGELOLAAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA KALISARI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Susianti; Hanriko, Rizki; Windarti, Indri; Rudiyanto, Waluyo; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3307

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit seperti ini berkembang secara bertahap dan bertahan dalam waktu yang lama. Penyakit degeneratif, penyakit non-infeksi non communicable disease, dan penyakit degeneratif adalah beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan PTM. Berbagai penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit tidak menular antara lain penyakit kardiovaskular, gula darah, lipid, obesitas, berbagai jenis kanker, penyakit pernafasan kronis, alzheimer, artritis, epilepsi, hemofilia, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Data sensus menunjukkan bahwa Kecamatan Natar adalah yang memiliki populasi tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan. Desa Kalisari juga termasuk populasi terpadat di Kecamatan Natar, meskipun lokasinya dekat dengan ibu kota provinsi dan kecamatan hanya satu jam. Keterbatasan angkutan umum adalah salah satu penyebab keterbatasan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi ibu-ibu di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan lebih banyak pengetahuan tentang cara mengelola penyakit tidak menular. Penyuluhan, diskusi, dan evaluasi adalah tiga kegiatan yang digunakan dalam metode pengabdian ini. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 24 Agustus 2023 di rumah Pak Agus, seorang warga, dari pukul 16.00 hingga 18.00, dan dihadiri oleh 42 orang ibu-ibu. Dari nilai pre test dan post test yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata nilai pre test sebesar 49,30 dan nilai post test 73,02. Nilai tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu peserta edukasi tentang pengelolaan penyakit tidak menular. Kata kunci: Penyakit tidak menular, edukasi, pengabdian masyarakat, kalisari, natar
Co-Authors Ade Yonata Adilla Dwi Nur Yadika Adilla Justisia Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Agusta Saraswati Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ainin Aniah, Pratiwi Ajeng Defriyanti Pusparini Akuba, Nanda Nurrohim Aldo Fatejarum Ambarwati, Yuli Andhini, Friska Andi Setiawan Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anisa Nuraisa Jausal Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Arninda Rahman Atmajaya, Yudhi Audya Pratiwi Putri Riyanda Avis Meyvika Worocahyo Ayu Ningsih Ayu Tiara Fitri Azkiya Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Buana, Faris Agung Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Agustina Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Ditha Meirany Putri Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Eva Lusina, Septia Evi Kurniawati, Evi Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fahrezi Fathilla Farida Hakim Lamuhammad Fatriyadi Suwandi, Jhons Febrianti, Arlin Fendi Setiawan Fitri Sofiatin Fitria Saftarina Gemayangsura Gemayangsura Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hana Muthi'a Putri Handayani Dwi Utami Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardiansyah, Ridwan Hendra Tarigan, Sibero Hendri Busman Hendri Busman Ibnu Fadilah Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Irawan Budi Waskito Irma Liani Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Isvari, Gusti Ayu Made Prathita Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Joni, Agnesia Priskila Justisia, Adilla Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi Linda Septiani M Aditya Permana M. Ridho Ulya M. Yusran Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcellia, Selvi Masayoshi Arai Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Mela Liberti Octoriani Simaremare Merry Indah Sari Muhamad Arif Rianto Muhamad Yogie, Fadli Muhammad Ariq Naufal Muhammad Maulana Muhammad Yogie, Fadli Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Mutiara Maharani Nabila Shafira Naufal, Muhammad Ariq Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Nora Wilya Ovalia Novianty, Detty Novita Carolia Novita Carolia Nurhasanah Nurhasanah Nurul 'Afifah Hijami Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Oktafany Pemula, Giok Peni Ahmadi Peni Ahmadi Pratiwi, Ainin Aniah Putri Damayanti Putri, Najwa Naraniya Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rachel Junita Sitepu Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Ratri Mauluti Larasati Reimma Emily Rachman Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Reni Zuraida Rie Dahniar Marissa Marpaung Rika Lisiswanti Rika Oktaria Rinawati Rinawati Risal Wintoko Risda Yana Riski Pangestu Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosbhaiti Chodijah Ruben Ferdian Rudianto, Waluyo Rudiyanto, Waluyo Rudy T M Situmeang Ruslani, Nada Oktista Salma Adinda Hermawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Shaneisha Ophelya Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Soraya, Yeni Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suharmanto Sulthan Alam Yasyfa Surriandari, Latifah Dwi Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Sutarto Sutarto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syafira Alifia Audiani Syahna Rizkiya Qatrunnada Syaiful Bahri SYAIFUL BAHRI Syazili Mustofa Tara Aulianova Tasya Hani Fatwa Tri Afrinia Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Victoria Hawarima W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudianto Waluyo Rudiyanto Waluyo Rudiyanto Wardani, Dyah Wulan Wawan A Setiawan Wawan Abdullah Setiawan Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Wuryaningsih Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Yudho Prabowo, Arif Yuli Ambarwati Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Zahra, Aulia Jannatuz Zakiah Zakiah