p-Index From 2021 - 2026
12.413
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK): Tinjauan Pustaka Avis Meyvika Worocahyo; Intanri Kurniati; Putri Damayanti; Susianti Susianti
Medula Vol 15 No 4 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i4.1694

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) remains a leading cause of morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia, where its prevalence continues to increase alongside the high burden of hypertension. Hypertension is recognized as a major cardiovascular risk factor due to its role in accelerating atherosclerosis and inducing structural and functional alterations in the cardiovascular system. This study aims to analyze the relationship between hypertension and CAD through a literature review of national studies conducted in Indonesia. Relevant articles were obtained from online scientific databases and selected based on predefined inclusion criteria, focusing on studies that examined hypertension as a risk factor for CAD. The findings consistently demonstrate a statistically significant association between hypertension and CAD incidence, with most studies reporting p-values < 0.05. Individuals with hypertension have more than a twofold increased risk of developing CAD compared to normotensive individuals. From a pathophysiological perspective, chronic hypertension contributes to endothelial dysfunction, hemodynamic disturbances, activation of the renin–angiotensin–aldosterone system, and cardiac remodeling, all of which accelerate coronary atherosclerosis and increase the risk of myocardial ischemia. In addition, prolonged elevated blood pressure promotes plaque formation and instability, which may lead to acute coronary events. In conclusion, hypertension plays a critical role in the development of CAD. Early detection, optimal blood pressure control, and lifestyle modification are essential strategies to reduce cardiovascular risk and lower the overall burden of coronary artery disease in Indonesia.
Korelasi Kadar Feritin dan ALT pada Pasien Talasemia Beta Mayor: Tinjauan Pustaka Mutiara Maharani; Intanri Kurniati; Muhammad Maulana; Susianti
Medula Vol 15 No 4 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i4.1696

Abstract

Beta thalassemia major is an autosomal recessive genetic blood disorder caused by mutations in the globin gene, resulting in impaired globin chain synthesis. It represents the most severe form of thalassemia and is characterized by chronic anemia, regular blood transfusions, and a high risk of iron overload. The global prevalence of beta thalassemia major continues to increase, including in Indonesia and the Lampung region. Excess iron is primarily stored as ferritin, which becomes toxic to hepatic tissue at high levels and is reflected by increased alanine transaminase (ALT) levels. This study aimed to analyze the relationship between ferritin and ALT levels in patients with beta thalassemia major through a literature review approach. Relevant scientific publications from reputable databases and accredited national journals were reviewed, focusing on studies that evaluated the association between these two parameters. The results demonstrated a statistically significant positive correlation (p < 0.05), in which elevated ferritin levels were consistently associated with increased ALT levels. These findings indicate a close relationship between iron overload and hepatocellular damage. However, the interpretation of ferritin and ALT levels should consider confounding factors such as inflammation, infection, and other clinical conditions that may influence laboratory results. Pathophysiologically, repeated blood transfusions lead to excessive iron accumulation that exceeds storage capacity, triggering oxidative stress, hepatocyte injury, and subsequent ALT release into circulation. Therefore, regular monitoring of ferritin and ALT levels is essential for early detection and prevention of hepatic complications in patients with beta thalassemia major.
Hubungan antara Ketersediaan Tutup Penampung Air dan Frekuensi Pengurangan Penampung Air dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Muhamad Arif Rianto; Suharmanto Suharmanto; Khairun Nisa Berawi; Susianti Susianti; Bayu Anggileo Pramesona
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7377

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kota Metro mengalami peningkatan signifikan kasus DBD, dari 5 kasus pada tahun 2022 menjadi 87 kasus pada tahun 2024. Faktor lingkungan, khususnya ketersediaan tutup penampung air dan frekuensi pengurasan, diduga menjadi faktor risiko utama kejadian DBD. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan tutup penampung air dan frekuensi pengurasan penampung air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kota Metro tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 389 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, terdiri dari 57 kasus positif DBD dan 332 kasus negatif DBD. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang teruji validitas (nilai r berada pada rentang 0,467-0,786) dan reliabilitas nya (alpha Cronbach 0,97) dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memiliki tutup penampung air (47,8%) dan tidak melakukan pengurasan secara rutin (49,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan tutup penampung air dengan kejadian DBD (p-value = 0,018; OR = 2,080; 95% CI = 1,165-3,715). Responden yang tidak memiliki tutup penampung air berisiko 2,080 kali lebih tinggi mengalami DBD. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi pengurasan penampung air dengan kejadian DBD (p-value = 0,043; OR = 1,888; 95% CI = 1,057-3,371). Responden yang tidak menguras penampung air minimal satu kali seminggu berisiko 1,888 kali lebih tinggi mengalami DBD. Ketersediaan tutup penampung air dan frekuensi pengurasan penampung air merupakan faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kota Metro. Diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat melalui program promosi kesehatan dan intensifikasi pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4M Plus.
Hubungan antara Pengolahan Sampah dan Limbah Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting Nora Wilya Ovalia; Suharmanto Suharmanto; Susianti Susianti; Fitria Saftarina; Endro Prasetyo Wahono
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7395

Abstract

Stunting adalah kondisi panjang atau tinggi badan yang kurang dibandingkan usia pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan sampah dan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol pada bulan Agustus-September 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang terdampak stunting pada usia 0-59 bulan menggunakan total sampling sebanyak 222 sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga serta kejadian stunting. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan chi square. Sebanyak 1,8% balita mengalami stunting dari ibu yang memiliki praktik pembuangan sampah yang memadai, sementara 98,2% berasal dari ibu yang memiliki praktik pembuangan sampah yang tidak memadai. Sementara itu, pada kelompok balita yang tidak mengalami stunting, 11,7% berasal dari keluarga dengan praktik pembuangan sampah yang memadai, dan 88,3% berasal dari keluarga dengan praktik pembuangan sampah yang tidak memadai. Nilai-p sebesar 0,006 menunjukkan adanya hubungan antara sampah rumah tangga dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan.
Potensi Air Rebusan Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai Agen Antihipertensi Alami: Suatu Tinjauan Literatur Syahna Rizkiya Qatrunnada; Susianti Susianti; Linda Septiani; Indri Windarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.832

Abstract

Salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi, suatu permasalahan kesehatannya umum terjadinya dari keseluruhan dunia. Terapi farmakologis memang efektif, namun efek samping dan kepatuhan pasien yag rendah mendorong penelitian terhadap bahan alami seperti Coriandrum sativum L. (ketumbar) sebagai agen antihipertensi alternatif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara naratif efektivitas air rebusan biji ketumbar pada penurunan tekanan darah berdasarkan literatur terkini. Metodologi riset memakai tinjauan Pustaka (literature review) dengan pencariannya sistematis melalui basis data PubMed, ScienceDirect, serta Google Scholar selama periodenya 2020-2025 menggunakan kata kunci “(hypertension OR blood pressure) AND (Coriandrum sativum OR coriander OR coriander seed) AND (blood pressure reduction)”. Pada tahap awal diperoleh sebanyak 12 artikel dari PubMed, 96 artikel dari Google Scholar, serta 3 artikel dari ScienceDirect. Dari 111 artikel tersebut, yag memenuhi kriteria inklusi adalah 5 artikel. Pada beberapa kelompok demografis, termasuk lansia, wanita yang mengalami menopause, dan pasien dengan hipertensi umum, temuan menunjukkan bahwa pemberian rebusan biji ketumbar secara konsisten dan signifikan menurunkannya tekanan darah sistolik serta diastolik. Mekanisme yang mendasari efek antihipertensi ketumbar meliputi peningkatan produksi nitric oxide yang memicu vasodilatasi, efek diuretic ringan, penghambatan saluran kalsium, serta aktivitas antioksidan yang melindungi endotel vascular. Berdasarkan hasil tinjauan ini, air rebusan biji ketumbar berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer yang aman, terjangkau, dan efektif bagi penderita hipertensi.
Determinan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Adilla Dwi Nur Yadika; Fitria Saftarina; Reni Zuraida; Dyah Wulan Sumekar; Susianti Susianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24575

Abstract

ABSTRACT Stroke is a cerebral blood circulation disorder lasting for 24 hours or more. Stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia and causes functional disability and mental disorders that can reduce quality of life. Quality of life is an individual's perception of their position. In Lampung, 66.7% of stroke patients have poor quality of life. This study aims to determine the factors that influence ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. This study used an observational analysis and cross-sectional design. The dependent variable was ischemic stroke patients’ quality of life and the independent variables were age, gender, education level, employment status, marital status, comorbidities, duration after stroke, stroke recurrence, and family support. Primary data were obtained through interviews using questionnaire and secondary data from medical records. Bivariate analysis used Chi Square and multivariate used logistic regression. There were relationship between age (p=0.014), employment status (p0.001), marital status (p=0.016), and stroke recurrence (p=0.012), there were no relationship between gender (p=0.209), education level (p=0.071), comorbidities (p=0.158), duration after stroke (p=0.184), and family support (p=0.700) with the ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. The most dominant factor was employment status (p0.001; PR=29.9). Active roles from health institutions, government, and families are essential to improve ischemic stroke patients’ quality of life. Keywords: Ischemic Stroke, Quality of Life, Factors, Comorbidities, Family Support.  ABSTRAK Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak selama 24 jam atau lebih. Stroke menjadi penyebab utama kecatatan dan kematian di Indonesia dan menyebabkan disabilitas fungsional dan gangguan mental sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisinya dalam kehidupan. Sebanyak 66,7% pasien stroke memiliki kualitas hidup yang tidak baik di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel dependen berupa kualitas hidup pasien stroke iskemik dan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, lama waktu pasca stroke, status serangan, dan dukungan keluarga. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari data rekam medis. Analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat berupa regresi logistik. Terdapat hubungan antara usia (p= 0,014), status pekerjaan (p 0,001), status pernikahan (p=0,016), dan status serangan (p=0,012), serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,209), tingkat pendidikan (p=0,071), komorbiditas (p=0,158), lama waktu pasca stroke (p=0,184), dan dukungan keluarga (p=0,700) dengan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan (p 0,001; PR=29,9). Diperlukan peran aktif instansi kesehatan, pemerintah, dan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke iskemik. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor, Komorbiditas, Dukungan Keluarga.
Ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai Agen Antiinflamasi Alami: Studi Literatur Ruben Ferdian; Susianti Susianti; Ratri Mauluti Larasati; Waluyo Rudiyanto
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1705

Abstract

Inflammation plays a crucial role in the pathogenesis of various chronic diseases, prompting continued interest in the development of natural anti-inflammatory agents with favorable efficacy and safety profiles. Coriandrum sativum L. (coriander) has been reported to exhibit anti-inflammatory properties through multiple biological pathways. This article aims to summarize and evaluate recent experimental evidence regarding the anti-inflammatory activity of Coriandrum sativum. A narrative review approach was employed, with literature searches conducted in PubMed and Google Scholar for publications from 2015 to 2025 using keywords related to Coriandrum sativum and inflammation. Included studies comprised in vitro and in vivo experiments assessing the anti-inflammatory effects of extracts, fractions, or active components of Coriandrum sativum, with extracted data covering the type of preparation, experimental model, dosage or concentration, and measured inflammatory parameters. The reviewed studies indicate that various preparations of Coriandrum sativum exhibit measurable anti-inflammatory activity, particularly polar extracts (ethanolic and methanolic) and essential oils rich in linalool, which were consistently reported to reduce pro-inflammatory mediators and cytokines and to improve biochemical and histopathological parameters in inflammatory models. Nevertheless, heterogeneity in methodologies, dosage variations, and limited phytochemical characterization were noted across studies. Based on the available evidence, polar extracts and essential oils of Coriandrum sativum appear to be the most promising preparations as natural anti-inflammatory agents; however, further studies focusing on extract standardization, toxicity evaluation, and early-phase clinical trials are required to support their potential application in humans.
The Effectiveness of Posyandu Cadre Empowerment on Improving Knowledge, Attitudes, and Compliance of Mothers of Under-Five Children in Routine Growth Monitoring Tri Afrinia; Suharmanto; Susianti; Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Betta Kurniawan
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Institut Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Routine child weighing at Posyandu is essential for monitoring growth and early detection of nutritional problems; however, maternal participation remains suboptimal due to inadequate knowledge, negative attitudes, and poor compliance. Although Posyandu cadres play a central role in community-based child health services, evidence regarding the effectiveness of cadre empowerment in improving maternal compliance remains limited. This study aimed to analyze the effectiveness of Posyandu cadre empowerment in improving mothers' knowledge, attitudes, and compliance with routine child weighing in the Pringsewu Community Health Center working area, Indonesia, in 2026. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted among 82 mothers of children under five selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed using paired t-tests and the McNemar test. The intervention significantly increased knowledge (mean difference = 5.67; 95% CI: 5.14–6.21; Cohen's d = 2.33; p < 0.001), attitudes (mean difference = 11.33; 95% CI: 10.93–11.73; Cohen's d = 6.16; p < 0.001), and compliance (p < 0.001; matched OR = 34.00; 95% CI: 4.65–248.38), whereas no significant changes were observed in the control group. These findings indicate that Posyandu cadre empowerment is an effective promotive and preventive strategy for strengthening maternal participation in routine child health monitoring
The Effect of Health Education on Complementary Feeding Practices in Children Aged 6–12 Months Ditha Meirany Putri; Susianti; suharmanto; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Reni Zuraida
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Institut Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appropriate complementary feeding (MP-ASI) is an important factor in supporting the growth and development of children aged 6–12 months. This study aimed to analyze the effect of health education on complementary feeding practices among mothers with children aged 6–12 months in the working area of UPT Puskesmas Kampung Sawah. A quasi-experimental pre-test and post-test control group design was employed involving 76 mothers, who were assigned to either an intervention group or a control group. The intervention consisted of health education delivered through lectures, group discussions, question-and-answer sessions, and educational materials on appropriate complementary feeding practices, conducted in two 60-minute sessions. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the McNemar test and Mantel–Haenszel test. The results showed that health education significantly improved complementary feeding practices in the intervention group. Health education also increased the likelihood of improvement in complementary feeding behavior, with Odds Ratios ranging from 6.00 to 7.00, and these changes were not influenced by maternal education, age, or occupation. The study concluded that health education is an effective health promotion strategy for improving complementary feeding practices among mothers of children aged 6–12 months in primary healthcare settings.
OSMAC-Activated Alkaloid Diversity in a Mangrove Aspergillus sp. PLP1-F1 Drives Host-Directed Antibacterial Mechanisms Fendi Setiawan; Wawan A Setiawan; Rudy T M Situmeang; Yuli Ambarwati; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Susianti Susianti; Peni Ahmadi; Masayoshi Arai; Andi Setiawan
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.441

Abstract

The growing threat of multidrug-resistant (MDR) pathogens such as Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa necessitates discovery strategies that move beyond conventional single-target antibiotics. Here, we report a dereplication-guided pipeline applied to the mangrove-derived fungus Aspergillus sp. PLP1-F1, cultivated under an one strain–many compounds (OSMAC) solid-state fermentation using agro-industrial waste substrates to activate cryptic biosynthetic pathways. Molecular networking revealed 24 compounds with diverse chemical structures, including spiro-γ-dilactone, chinulin, anthraquinoline, notoamides, epi-fiscalins, okaramines, aspergillides, and cinatrins. The fungal extract exhibited potent antibacterial against resistant pathogen with a minimum inhibition concentration (MIC) of 250 µg/mL. To support these findings, pharmacokinetic profiling (ADME) identified 13 metabolites with favorable drug-likeness properties. Molecular docking against the bacterial division protein FtsZ highlighted three lead candidates epi-fiscalin C (16) (-8.89 kcal/mol), notoamide A (20) (-9.05 kcal/mol), and notoamide O (21) (-8.52 kcal/mol) with superior binding affinities compared to ciprofloxacin (-8.23 kcal/mol), suggesting interference with bacterial cytokinesis. Protein–protein interaction analyses further demonstrated that these alkaloids modulate host signaling networks, including EGFR–MAPK, PI3K–mTOR, caspase-mediated apoptosis, and matrix metalloproteinases. Functional enrichment additionally implicated IL‑17 signaling and neutrophil extracellular trap formation, pathways central to antibacterial immunity and inflammation control. Notably, FtsZ was not a central hub within the interaction networks, indicating that direct bacterial inhibition likely functions as a supportive mechanism alongside host-directed effects. Collectively this study underscores the value of OSMAC-driven metabolomics and systems pharmacology in accelerating natural product discovery, offering a scalable framework for identifying marine fungal metabolites with complex, resistance-resilient mechanisms of action.
Co-Authors Ade Yonata Adilla Dwi Nur Yadika Adilla Justisia Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Agusta Saraswati Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ainin Aniah, Pratiwi Ajeng Defriyanti Pusparini Akuba, Nanda Nurrohim Aldo Fatejarum Ambarwati, Yuli Andhini, Friska Andi Setiawan Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anisa Nuraisa Jausal Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Arninda Rahman Atmajaya, Yudhi Audya Pratiwi Putri Riyanda Avis Meyvika Worocahyo Ayu Ningsih Ayu Tiara Fitri Azkiya Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Buana, Faris Agung Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Agustina Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Ditha Meirany Putri Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Eva Lusina, Septia Evi Kurniawati, Evi Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fahrezi Fathilla Farida Hakim Lamuhammad Fatriyadi Suwandi, Jhons Febrianti, Arlin Fendi Setiawan Fitri Sofiatin Fitria Saftarina Gemayangsura Gemayangsura Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hana Muthi'a Putri Handayani Dwi Utami Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardiansyah, Ridwan Hendra Tarigan, Sibero Hendri Busman Hendri Busman Ibnu Fadilah Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Irawan Budi Waskito Irma Liani Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Isvari, Gusti Ayu Made Prathita Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Joni, Agnesia Priskila Justisia, Adilla Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi Linda Septiani M Aditya Permana M. Ridho Ulya M. Yusran Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcellia, Selvi Masayoshi Arai Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Mela Liberti Octoriani Simaremare Merry Indah Sari Muhamad Arif Rianto Muhamad Yogie, Fadli Muhammad Ariq Naufal Muhammad Maulana Muhammad Yogie, Fadli Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Mutiara Maharani Nabila Shafira Naufal, Muhammad Ariq Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Nora Wilya Ovalia Novianty, Detty Novita Carolia Novita Carolia Nurhasanah Nurhasanah Nurul 'Afifah Hijami Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Oktafany Pemula, Giok Peni Ahmadi Peni Ahmadi Pratiwi, Ainin Aniah Putri Damayanti Putri, Najwa Naraniya Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rachel Junita Sitepu Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Ratri Mauluti Larasati Reimma Emily Rachman Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Reni Zuraida Rie Dahniar Marissa Marpaung Rika Lisiswanti Rika Oktaria Rinawati Rinawati Risal Wintoko Risda Yana Riski Pangestu Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosbhaiti Chodijah Ruben Ferdian Rudianto, Waluyo Rudiyanto, Waluyo Rudy T M Situmeang Ruslani, Nada Oktista Salma Adinda Hermawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Shaneisha Ophelya Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Soraya, Yeni Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suharmanto Sulthan Alam Yasyfa Surriandari, Latifah Dwi Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Sutarto Sutarto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syafira Alifia Audiani Syahna Rizkiya Qatrunnada SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Syazili Mustofa Tara Aulianova Tasya Hani Fatwa Tri Afrinia Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Victoria Hawarima W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudianto Waluyo Rudiyanto Waluyo Rudiyanto Wardani, Dyah Wulan Wawan A Setiawan Wawan Abdullah Setiawan Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Wuryaningsih Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Yudho Prabowo, Arif Yuli Ambarwati Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Zahra, Aulia Jannatuz Zakiah Zakiah