p-Index From 2021 - 2026
12.413
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada Hewan Ternak Kambing di Kota Bandar Lampung Audya Pratiwi Putri Riyanda; Jhons Fatriyadi Suwandi; Handayani Dwi Utami; Susianti Susianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii. Penularan toksoplasmosis kepada manusia dapat terjadi salah satunya melalui tertelan kista jaringan atau takizoit dalam daging mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Angka prevalensi toksoplasmosis di Indonesia pada kambing dapat terbilang tinggi (11-61%). Konsumsi daging kambing di Provinsi Lampung sendiri cukup tinggi. Daging kambing yang dimasak kurang matang danmengandung kista Toxoplasma gondii merupakan salah satu sumber penularan toksoplasmosis pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi Toxoplasma gondii pada hewan ternak kambing di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pendekatan laboratorik. Sampel penelitian diperoleh dari 3 tempat pemotongan kambing dengan teknik sampel konsekutif. Sampel diambil secara berurutan sampaimemenuhi 70 sampel selama periode penelitian. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode To-MAT. Pada sampel ditemukan adanya hasil seropositif Toxoplasma gondii pada fase akut maupun kronis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seroprevalensi Toxoplasma gondii pada hewan ternak kambing di Kota Bandar Lampung adalah sebesar 60% (42 sampel) dengan seroprevalensi infeksi akut sebesar 37,14% (26 sampel).Kata Kunci: kambing, Toxoplasma gondii, seroprevalensi, zoonosis
Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley yang Diinduksi Rifampisin Rika Oktaria; Susianti Susianti; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rifampisin merupakan salah satu terapi lini pertama dari tuberkulosis. Peningkatan kasus tuberkulosis setiap tahun menyebabkan penggunaan rifampisin juga sangat tinggi. Penggunaan rifampisin yang berlebihan menyebabkan efek samping berupa kerusakan ginjal. Kerusakan pada ginjal tersebut dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Salah satu antioksidan yang dapat digunakan adalah thymoquinone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah thymoquinone dapat memberikan efek protektif terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental menggunakan 25 ekor tikus putih galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kontrol 1 (K1) tikus yang tidak diberikan perlakuan, kontrol 2 (K2) diberikan rifampisin dosis 100 mg/100gBB serta P1, P2 dan P3 diberikan rifampisin 100 mg/100gBB dan thymoquinone dengan dosis berbeda yaitu 5 mg/kgBB, 10 mg/kgBB dan 20 mg/kgBB dalam waktu 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata skor kerusakan ginjal pada K1: 1,28, K2: 3,16, P1: 2,08, P2: 2,12, P3: 2,88. Data yang diperoleh, diuji dengan u j i Kruskal-Wallis, didapatkan perbedaan bermakna p= 0,02 (p<0,05). Terdapat efek protektif thymoquinone terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang diinduksi rifampisin.Kata kunci: histopatologi ginjal, rifampisin, thymoquinone.
Pengaruh Induksi Gelombang Elektromagnetik Ponsel Terhadap Sel Spermatosit Primer pada Tikus Putih Galur Spraque dawley Tara Aulianova; Soraya Rahmanisa; Fitria Saftarina; Susianti Susianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna ponsel laki-laki biasanya menyimpan ponsel di saku celana. Sedangkan banyak penelitian epidemiologi menyimpulkan penggunaan ponsel berperan menyebabkan infertilitas pria. Radiasi gelombang elektromagnetik ponsel dapat menimbulkan stres oksidatif yang mempunyai pengaruh terhadap fungsi dan struktur testis, berupa berkurangnya jumlah sel spermatogenik. Penelitian ini terdapat 25 sampel terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol positif (K+) hanya diberi pakan dan minum, kelompok kontrol negatif (K-) diberi pakan dan minum serta diberi induksi paparan ponsel (SAR 1,56 W/kg),perlakuan 1 (P1) diberikan dosis tomat 1,85 g dan zink 0,54 mg dan diinduksi paparan ponsel (SAR 1,56 W/kg), perlakuan 2 (P2) diberikan dosis tomat 3,4 g dan zink 0,27 mg dan diinduksi paparan ponsel (SAR 1,56 W/kg), perlakuan 3 (P3) diberikan dosis tomat 7,4 g dan zink 0,135 mg dan diinduksi paparan ponsel (SAR 1,56 W/kg). Perlakuan diberikan selama 35 hari. Diperoleh pada P1, P2 dan P3 sel spermatosit primer berpengaruh nyata dengan α=0,05.Kata kunci: sel spermatosit primer, tomat, zink.
Hubungan Kesiapan Belajar Mahasiswa Tahun Kedua terhadap Nilai Ujian Praktikum Patologi Anatomi (PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rachel Junita Sitepu; Rika Lisiswanti; Susianti Susianti; Oktafany Oktafany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan kesiapan belajar mahasiswa terhadap lingkungan belajarnya dan kemandirian yang menuntut mahasiswa untuk belajar. Praktikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan teori yang telah diterima. Metode praktikum dapat dilakukan di laboratorium sehingga efektif untuk mencapaitiga keterampilan yaitu kognitif, efektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar mandiri mahasiswa tahun kedua terhadap nilai ujian praktikum Patologi Anatomi(PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Terdapat sebanyak 177 responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner Self-Directed Learning Readiness (SDLR) yang diadopsi dari Zulharman. Berdasarkan hasil analisis univariat skor SDLR yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu skor tinggi sebanyak 67,2% dan skor sedang sebanyak 32,8%. Tingkat kelulusan pada ujian praktikum PA sebanyak 53,4% dan tidak lulus sebanyak 46,6%. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara self-directed learning readiness dengan nilai ujian praktikum PA dengan nilai p= 0,192 (p>0,05).Kata kunci: laboratorium, praktikum, self-directed learning readiness (SDLR).
Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley yang Diinduksi Rifampisin Victoria Hawarima; Susianti Susianti; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2% berat tubuh total. Kerusakan pada hepar dapat disebabkan oleh obat-obatan, salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin merupakan salah satu obat utama untuk tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, penggunaan obat ini tidak dapat dihindari dan digunakan dalam jangka panjang.Rifampisin memiliki efek hepatotoksik, efek toksiknya terkait stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Bahan aktif dari jintan hitam, yaitu thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif, melalui mekanisme sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek protektif thymoquinone, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis thymoquinone pada efek protektif, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari, yaitu K1 (kontrol negatif yang hanya diberi akuades), K2 (kontrol positif yang hanya diberi rifampisin 1 g/kgBB), P1 (perlakuan 1, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 5 mg/kgBB), P2 (perlakuan 2, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 10 mg/kgBB), dan P3 (perlakuan 3 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 20 mg/kgBB). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat efek protektif thymoquinone yang dilihat dari derajat degenerasi bengkak keruh sel hepar. Selain itu, terdapat peningkatan efek hepatoprotektif dengan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 20 mg/kgBB.Kata kunci: hepar, rifampicin, thymoquinone
Manfaat Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Hepatoprotektor Pada Hepatitis: Tinjauan Pustaka Sulthan Alam Yasyfa; Susianti Susianti; Andi Nafisah Tendri Adjeng
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis merupakan salah satu dari penyakit yang menjadi ancaman kesehatan utama dunia, namun hepatitis sering diabaikan sebagai prioritas kesehatan. Hepatitis virus diperkirakan menyebabkan 1,4 juta kematian per tahun di dunia. Sekitar 47% disebabkan virus hepatitis B, 48% virus hepatitis C dan sisanya virus hepatitis A dan E. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, menduduki kedua terbesar di negara Asia Tenggara setelah Myanmar. Vaksin hepatitis merupakan cara pencegahan yang efektif untuk menekan angka kejadian hepatitis. Selain dengan pengobatan medis, bisa dilakukan melalui pengobatan tradisional. Kunyit merupakan tanaman obat yang mengandung komponen aktif kurkumin sebagai antioksidan yang dapat melindungi hati dari kerusakan (hepatoprotektor).Kata Kunci: Kunyit, Hepatoprotektor, Hepatitis.
Uji Toksisitas Akut Dosis Tunggal Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague Dawley Menggunakan Guideline Uji OECD NO. 423 Syafira Alifia Audiani; Waluyo Rudiyanto; Ety Apriliana; Susianti Susianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak daun pucuk merah memiliki aktivitas farmakologi diantaranya antioksidan, antibakteri, antijamur dan antivirus. Pengujian toksisitas dilakukan untuk mengukur derajat kerusakan akibat suatu senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis toksik dan pengaruh dosis toksik ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) menggunakan guideline uji OECD No. 423. Ekstrak daun pucuk merah diberikan secara oral sebanyak satu kali dengan dosis yang telah ditentukan (fixed dose) berdasarkan guideline OECD No.423 yaitu 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB secara bertahap dengan dosis awal 2000 mg/KgBB. Setelah pemberian dosis, hewan coba diamati selama 24 jam untuk melihat adanya kematian. Jika terdapat 2-3 kematian, dosis selanjutnya diturunkan menjadi 300 mg/KgBB. Namun, apabila pada dosis 2000 mg/KgBB hanya terdapat 0-1 kematian maka dosis akan dinaikkan ke 5000 mg/KgBB. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan histopatologi ginjal pada kelompok kontrol, 2000mg/kgBB, dan 5000mg/kgBB. Dosis toksik ekstrak daun pucuk merah sebesar 5000mg/kgBB yang termasuk dalam zat hampir tidak toksik. Darihasil pengamatan mikroskopik didapatkan adanya kerusakan berupa pelebaran ruang bowman dan lumen tubulus, akumulasi sel debris, vakuolisasi, kariomegali dan perdarahan. Terdapat pengaruh dosis toksik pemberian ekstrak daun pucuk merah terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih berdasarkan guideline uji OECD no.423Kata kunci: Ekstrak Daun Pucuk Merah, Histopatologi Ginjal, OECD No. 423, Uji Toksisitas Akut
Kandungan Bahan Aktif Daun Pegagan (Centella asiatica (L). Urb) Dan Pemanfaatannya Dalam Bidang Kesehatan Pratiwi, Ainin Aniah; Muhamad Yogie, Fadli; Ainin Aniah, Pratiwi; Hendra Tarigan, Sibero; Muhammad Yogie, Fadli; Susianti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.919

Abstract

Pendahuluan: Pegagan (Centella asiatica) mengandung empat triterpen utama, asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid, yang dikaitkan dengan aktivitas dermatoprotektif, anti-inflamasi, neuroprotektif, antimikroba, dan antikanker. Studi 2020–2025 menunjukkan pergeseran dari pemakaian tradisional menuju formulasi modern yang meningkatkan stabilitas, pelepasan, dan bioavailabilitas senyawa aktif. Metode: Tinjauan pustaka berdesain scoping review mengikuti PRISMA 2020. Pencarian dilakukan di Scopus dan PubMed (2020–2025) menggunakan kata kunci “Centella asiatica/Gotu kola” dikombinasikan dengan “asiaticoside”, “madecassoside”, “asiatic acid”, “madecassic acid”, serta istilah indikasi kesehatan (wound/skin/inflammation/cognition/neuroprotective). Inklusi: artikel riset asli terkait kandungan aktif dan/atau pemanfaatan kesehatan; eksklusi: review/editorial. Data diekstraksi dan dipetakan; analisis bibliometrik (R-bibliometrix) digunakan untuk menilai tren, penulis/negara produktif, dan klaster kata kunci. Pembahasan: Sintesis menunjukkan asiaticoside/madecassoside konsisten meningkatkan penyembuhan luka dan modulasi inflamasi, dengan bukti kuat pada sediaan topikal (emulsi/gel berpelepasan terkendali, hidrogel kitosan) dan potensi anti-melanogenesis. Asiatic acid/madecassic acid menonjol pada onkologi (inhibisi migrasi–invasi, induksi apoptosis, modulasi MAPK) dan neuroproteksi; sistem penghantaran seperti liposom kitosan meningkatkan bioavailabilitas. Pendekatan nanoteknologi seperti nanopartikel perak berbasis ekstrak pegagan, memperkuat efek antimikroba dan eradikasi biofilm. Analisis bibliometrik mengonfirmasi peningkatan publikasi dan diversifikasi tema menuju aplikasi klinis spesifik.. Simpulan: Empat triterpen kunci C. asiatica menjadi poros bioaktivitas lintas indikasi (dermatologi–wound healing, anti-inflamasi, neuroproteksi, antimikroba, onkologi). Formulasi modern meningkatkan kinerja dan potensi translasi klinis, meski standardisasi ekstrak dan uji klinis berskala besar masih diperlukan untuk pemantapan evidensi.
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI MANAJEMEN STRES DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT Kurniawan, Betta; Kurniawaty, Evi; Susianti, Susianti; Mutiara, Hanna; Hijami, Nurul 'Afifah; Permana, Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3767

Abstract

Nelayan memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat pola hidup tidak sehat, beban kerja fisik, serta stres psikososial. Edukasi kesehatan dan manajemen stres diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 11 September 2025 di Desa Sukaraja, melibatkan 30 nelayan. Metode berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 pertanyaan terkait hipertensi, manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Skor diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi total pertanyaan dikali 100. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setelah sesi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,67% (pre-test) menjadi 82,33% (post-test), dengan peningkatan 32,67%. Peningkatan tertinggi terdapat pada teknik relaksasi (50%) dan manajemen stres (43,33%), diikuti gaya hidup sehat (40%) serta definisi (36,67%). Peningkatan terendah pada aspek dampak positif (20%) dan strategi (23,33%). Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Edukasi mengenai manajemen stres dan gaya hidup sehat efektif meningkatkan pengetahuan nelayan penderita hipertensi. Intervensi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi promotif-preventif untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer di wilayah pesisir.
Korelasi Tekanan Nadi sebagai Parameter Kekakuan Arteri dan Obesitas Sentral pada Mahasiswa Pria Azkiya; Khairun Nisa Berawi; Ratri Mauluti Larasati; Susianti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.1010

Abstract

Background: Central obesity is frequently linked to elevated blood pressure, however, not all individuals with this condition develop hypertension. Pulse pressure has been recognized as a more sensitive marker than conventional blood pressure in predicting cardiovascular risk. Consequently, monitoring pulse pressure in individuals with central obesity may serve as an important strategy for early identification of subclinical cardiovascular dysfunction. Method: This study employed an observational, cross-sectional design involving university students aged 18-21 years. Central obesity was assessed using waist circumference measurements based on WHO Asia-Pasific criteria. Pulse pressure was calculated as the difference between systolic and diastolic blood pressure, measured with a manual sphygmomanometer. The association between central obesity and pulse pressure was analyzed bivariately using the Chi-Square test. Results: Statistical analysis revealed no significant association between central obesity and pulse pressure (p > 0.05). Nevertheless, descriptive findings showed that the mean pulse pressure among individuals with central obesity (38.89 mmHg) tended to be lower than that of those without central obesity (40.77 mmHg). Discussion: This study demonstrated no significant relationship between central obesity and pulse pressure among male college students aged 18-21 years, although the centrally obese group exhibited a lower mean pulse pressure. The discrepancy from previous research may be attributed to the relatively young age of the respondents and the high number of individuals presenting with elevated blood pressure. Conclusion: This study found no significant association between central obesity and pulse pressure in male college students aged 18-21 years. However, a trend toward lower pulse pressure among centrally obese individuals was observed, potentially influenced by increased blood pressure. These findings suggest that pulse pressure continues to old potential an an early indicator of subclinical cardiovascular alterations.
Co-Authors Ade Yonata Adilla Dwi Nur Yadika Adilla Justisia Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Agusta Saraswati Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ainin Aniah, Pratiwi Ajeng Defriyanti Pusparini Akuba, Nanda Nurrohim Aldo Fatejarum Ambarwati, Yuli Andhini, Friska Andi Setiawan Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anisa Nuraisa Jausal Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Arninda Rahman Atmajaya, Yudhi Audya Pratiwi Putri Riyanda Avis Meyvika Worocahyo Ayu Ningsih Ayu Tiara Fitri Azkiya Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Buana, Faris Agung Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Agustina Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Ditha Meirany Putri Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Eva Lusina, Septia Evi Kurniawati, Evi Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fahrezi Fathilla Farida Hakim Lamuhammad Fatriyadi Suwandi, Jhons Febrianti, Arlin Fendi Setiawan Fitri Sofiatin Fitria Saftarina Gemayangsura Gemayangsura Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Giska Tri Putri Hadibrata, Exsa Hana Muthi'a Putri Handayani Dwi Utami Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardiansyah, Ridwan Hendra Tarigan, Sibero Hendri Busman Hendri Busman Ibnu Fadilah Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Irawan Budi Waskito Irma Liani Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Isvari, Gusti Ayu Made Prathita Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Joni, Agnesia Priskila Justisia, Adilla Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi Linda Septiani M Aditya Permana M. Ridho Ulya M. Yusran Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcellia, Selvi Masayoshi Arai Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Mela Liberti Octoriani Simaremare Merry Indah Sari Muhamad Arif Rianto Muhamad Yogie, Fadli Muhammad Ariq Naufal Muhammad Maulana Muhammad Yogie, Fadli Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Mutiara Maharani Nabila Shafira Naufal, Muhammad Ariq Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Nora Wilya Ovalia Novianty, Detty Novita Carolia Novita Carolia Nurhasanah Nurhasanah Nurul 'Afifah Hijami Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Oktafany Pemula, Giok Peni Ahmadi Peni Ahmadi Pratiwi, Ainin Aniah Putri Damayanti Putri, Najwa Naraniya Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rachel Junita Sitepu Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Ratri Mauluti Larasati Reimma Emily Rachman Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Reni Zuraida Rie Dahniar Marissa Marpaung Rika Lisiswanti Rika Oktaria Rinawati Rinawati Risal Wintoko Risda Yana Riski Pangestu Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosbhaiti Chodijah Ruben Ferdian Rudianto, Waluyo Rudiyanto, Waluyo Rudy T M Situmeang Ruslani, Nada Oktista Salma Adinda Hermawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Shaneisha Ophelya Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Soraya, Yeni Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suharmanto Sulthan Alam Yasyfa Surriandari, Latifah Dwi Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Sutarto Sutarto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syafira Alifia Audiani Syahna Rizkiya Qatrunnada SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Syazili Mustofa Tara Aulianova Tasya Hani Fatwa Tri Afrinia Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Victoria Hawarima W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudianto Waluyo Rudiyanto Waluyo Rudiyanto Wardani, Dyah Wulan Wawan A Setiawan Wawan Abdullah Setiawan Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Wuryaningsih Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Yudho Prabowo, Arif Yuli Ambarwati Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Zahra, Aulia Jannatuz Zakiah Zakiah