p-Index From 2021 - 2026
20.091
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Acta Pharmaceutica Indonesia AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Dunia Farmasi Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Jurnal Ners ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madaniya Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal EduHealth FORTE JOURNAL Jurnal Farmanesia Journal of Health and Medical Science International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Jurnal Farmasi Klinik dan Sains FARMASAINKES PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Pharmaceutical and Sciences. FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Cendekia Ilmiah Journal of Pharmascience
Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Sediaan Gummy Candies Sari Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L) Dengan Variasi Sukrosa Sebagai Pemanis Liza Zulaini; Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 2 April 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i2.613

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) is a type of green vegetable that is still a group with mustard. Pakcoy is a vegetable of immigrants from abroad. This vegetable is popular especially among people of Chinese descent. Sawi pakcoy contains vitamin A and vitamin C. The use of sawi pakcoy as a nutraceutical product is still relatively rare. The objective of this research was to find out that sawi pakcoy juice (Brassica rapa L.) can be made into preparations nutraceutical gummy candies and can find out which formula respondents prefer the most and the results of the best physical evaluation in gummy candies preparations. Samples of sawi pakcoy were formulated into gummy candies preparations with variations in sucrose concentrations of 115 mg, 230 mg, 345 mg, 460 mg, and 575 mg. All preparations were tested by organoleptic testing, weight uniformity, pH test, stability and hedonics by respondents of color, taste, aroma/smell, shape, and texture, then the results were compared to requirements in the literature. The results of the evaluation of gummy candies preparations state that gummy candies preparations meet physical quality. From the data it could be concluded that the preparation of gummy candies from sawi pakcoy’s essence showed the most preferred test results of gummy candies preparations, namely formula 5 with sucrose levels of 575 mg. The coefficient value of variation for the weight uniformity test was best compared to other formulas was formula 5 which was 575 mg. The pH value for the entire formula was 5. From stability tests it was known that the most stable formula was formula 5 which was stored at room temperature (25 °C).
Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hipertensi Sri Wahyuni; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ferina Septiani Damanik; Cut Intan Annisa Puteri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.137

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan nasional. Menurut World Health Organization (WHO), satu dari lima orang dewasa menderita hipertensi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi juga mengalami peningkatan berdasarkan data Riskesdas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologi, seperti pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Namun, pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pulau Banyak terkait pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah interaktif serta edukasi pengolahan dan konsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, kalium, dan antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan pengurangan stres oksidatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Edukasi ini menjadi strategi efektif dalam pengendalian hipertensi berbasis sumber daya lokal.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose Rahma Deni; Umi Chairani Manik; Haris Munandar Nasution; Gabena Indriyani Dalimunthe
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i1.6200

Abstract

Latar belakang: Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antibakteri adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose, kerena memiliki metabolit sekunder seperti: alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. \Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. Metode: metode difusi agar dengan kertas cakram. Uji antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dengan konsentrasi 7,5%, 10% dan 12,5%. Kontrol positif amoksisilin dan kontrol negatif DMSO. Hasil: uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 7,5%,10% dan 12,5%. Pada esktrak didapat diameter hambat yaitu 7,55 mm, 8,7 mm dan 10,55 mm. Pada fraksi n-Heksan diameter yaitu 9 mm, 9,1 mm dan tidak memiliki zona hambat. Pada fraksi etil asetat diameter hambat yaitu 10,2 mm, 10,9 mm dan 13,55 mm. Sedangkan pada bakteri Streptococcus mutans ekstrak etanol diameter zona hambat yaitu 7,7 mm, 8,5 mm dan 10,05 mm. Pada fraksi n-Heksan zona hambat yaitu 6,95 mm, 7,2 mm dan 8,55 mm. Pada fraksi etil asetat zona hambat yaitu 7,75mm, 8,9 mm dan 9,3 mm. Kesimpulan: uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi paling aktif adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat terbaik pada bakteri Pseudomonas aeruginosa diperoleh pada konsentrasi12,5% dengan daya hambat 13,5 mm.  bahwa fraksi etil asetat memiliki efek penghambatan yang lebih kuat dibandingkan fraksi n-Heksan, ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan, dapat dilihat pada pertumbuhan fraksi n-Heksan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans tidak semua konsentrasi memiliki daya hambat, sedangkan fraksi etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans pada semua konsentrasi memiliki daya hambat.
Formulasi dan Uji Stabilitas Salep Ekstrak Kunyit Untuk Penyembuhan Luka Sayat Tikus Rahmadani Rahmadani; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Supiyani Supiyani; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59178

Abstract

Pendahuluan: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan yang dapat menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif terapi luka semakin berkembang, salah satunya kunyit (Curcuma longa L.) yang mengandung kurkumin dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Namun, formulasi sediaan topikal yang stabil masih menjadi tantangan dalam pengembangan produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan salep ekstrak kunyit serta mengevaluasi stabilitas fisik dan efektivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium. Populasi penelitian adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus), dengan sampel sebanyak 15 ekor yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Metode sampling dilakukan secara simple random sampling. Variabel penelitian meliputi karakteristik fisik salep, stabilitas sediaan, dan lama penyembuhan luka sayat. Salep diformulasikan dalam beberapa konsentrasi ekstrak kunyit dan dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas selama penyimpanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran diameter luka setiap hari. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji ANOVA.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi salep ekstrak kunyit memiliki bentuk semi padat, homogen, pH sesuai kulit, dan stabil selama penyimpanan. Kelompok perlakuan dengan salep ekstrak kunyit menunjukkan penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan kontrol, ditandai dengan penurunan diameter luka yang signifikan.Simpulan: Salep ekstrak kunyit memiliki stabilitas fisik yang baik dan efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Nadila Alaina; Elysa Putri Mambang; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8107

Abstract

Daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal masyarakat digunakan sebagai bumbu masakan karena aromanya yang dapat mengurangi bau tidak sedap. Berdasarkan kandungan kimianya, daun ruku-ruku banyak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ruku-ruku terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas yaitu ekstrak etanol daun ruku-ruku dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% sedangkan variabel terikatnya adalah aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Ekstrak sederhana daun ruku-ruku dibuat dengan pelarut etanol 96%. Kontrol positif yang digunakan adalah Tetrasiklin dan kontrol negatif adalah DMSO. Pengujian yang dilakukan terhadap simplisia daun ruku-ruku meliputi pemeriksaan fitokimia, pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan nira larut air, pemeriksaan kadar sari larut etanol, pemeriksaan kadar abu dan pemeriksaan kadar abu tidak larut asam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan streroid/triterpenoid. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa daun ruku-ruku dapat digunakan sebagai antibakteri karena mempunyai daya hambat yang kuat pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% yaitu 8,7 mm, 9,8 mm dan 12,1 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis
Promosi Kesehatan melalui Teh Herbal sebagai Minuman Kesehatan di Desa Talago Sariak, Pariaman, Sumatera Barat Rafita Yuniarti; Elmi Sariani Hasibuan; Yufri Aldi; Syofyan Syofyan; Yuliawati Yuliawati; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani; Haris Munandar Nasution; Sulaiman Sulaiman; Arifna Luthfianida
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7505

Abstract

Kota Pariaman merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman, memiliki kawasan pesisir yang terbentang dengan potensi pariwisata yang bernilai tinggi. Potensi ini memungkinkan polusi udara, asap rokok, serta makanan siap saji yang berpengawet dan berpewarna sintetis ikut andil dalam memengaruhi kesehatan. Dampak yang ditimbulkan adalah munculnya radikal bebas yang merupakan pemicu terjadinya berbagai penyakit. Oleh karena itu, kita dituntut untuk dapat melawan dampak buruk dari radikal bebas tersebut agar terhindar dari penyakit. Dampak buruk bisa dilawan dengan senyawa antioksidan. Senyawa ini dapat diperoleh dari tumbuhan yang ada di sekitar kita, melalui senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan/edukasi berupa informasi tentang tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami dan cara mengolahnya hingga memberikan khasiat sesuai yang diharapkan. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Hasilnya ditunjukkan dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan dan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan yang dapat digunakan sebagai minuman kesehatan dan cara pengolahannya menjadi teh herbal.
Formulasi Sediaan Hidrogel Dari Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum Amygdalinum Del.) Sebagai Plester Penurun Panas Aisyah Putri Lubis Lubis; Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.862

Abstract

Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh diatas normal, yaitu diatas 37,6°C. Pada prinsipnya demam dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan. Pada tingkat tertentu demam merupakan bagian dari pertahanan tubuh yang bermanfaat karena timbul dan menetap sebagai respon terhadap suatu penyakit, namun suhu tubuh yang terlalu tinggi juga akan berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Tumbuhan afrika (Gymnanthemum amygdalinumDel.) sebagai obat demam. Metode penelitian ini Ekstrak dibuat dalam tiga formulasi, komposisi setiap 30 g sediaan mengandung ekstrak daun afrika F1 untuk 3 g, F2 untuk 5 g, dan F3 untuk 10 g. Dari ketiga formula ini diananlisa sifat fisik hidrogel untuk melihat karakterisasi dari hidrogel yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji penurunan suhu pada hewan uji mencit. Dari hasil penelitian data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil dari ketiga formula hidrogel ekstrak daun afrika yaitu F1, F2, dan F3 memiliki karakterisasi yang sama yaitu bentuk semi padat, bau khas dan warna hijau kehitaman, Ph hidrogel yaitu 4,6-5,3 viskositas 3000-24.000 cP dan homogen. Pada uji penurunan suhu tubuh hewan uji mencit paling efektif pada F3 yaitu plester hidrogel dengan komposisi 10 g ekstrak dalam 30 g sediaan dapat menurunkan suhu tubuh mencit dalam waktu 60 menit.
Antioxidant Activity Test Of Methanol Extract Of Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lam.) Bark With Dpph (1,1 Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Method Ridwanto Ridwanto; Asep Trizaldi; Zulmai Rani; Anny Sartika Daulay; Haris Munandar Nasution; Dikki Miswanda
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i2.123

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.) is one of the natural ingredients that can be used as an antioxidant. Antioxidants are compounds that can inhibit free radical reactions in the body. Free radicals have an impact on the pathogenesis of several diseases in humans due to oxidative stress in cells. The purpose of this study was to determine the class of secondary metabolites of agarwood bark and antioxidant activity and to compare the value of IC50 (Inhibitory concentrations) of the methanol extract of agarwood bark with the IC50 of vitamin C in the DPPH method using UV-Vis spectrophotometry. The methanol extract of agarwood bark was macerated using methanol, then determined the content of secondary metabolites of Simplicia. The determination of antioxidant activity was carried out on the methanol extract of agarwood bark with the addition of DPPH at various concentrations. The sample concentrations were 20, 40, 60, 80, and 100 µg/mL.. As a comparison, vitamin C was used with concentrations of 4, 8, 12, 16 and 20 µg/mL.. Then they calculated percent attenuation (% inhibition) and the value of IC50. The results of the screening on the methanol extract of agarwood bark contained chemical compounds such as flavonoids, saponins, and tannins. The determination of antioxidant activity was carried out using a UV-Vis spectrophotometer with the DDPH method. The results were obtained from the methanol extract of the bark of agarwood, which has antioxidant activity in the strong category with an IC50 value of 94.59 µg/mL.and vitamin C in the very strong category with an IC50 value of 22,11 µg/mL.
Bioautographic Analysis And Antibacterial Activity Test Of Mengkudu Leaf (Morinda Citrifolia L.) Ethanol Extract On The Bacteria Propionibacterium Acnes Rati Satri Situmorang; Haris Munandar Nasution; Minda Sari Lubis; Yayuk Putri Rahayu
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 1 (2022): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.821 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v3i1.129

Abstract

Noni contains alkaloids, flavonoids, tripertinoid, protein, lime, iron, carotene, glycosides antarkiron. The content of anthraquinin, scaloptin, flavonoid and adaptogen compounds are active compounds that have antifungal and antimicrobial effects. The antibiotics commonly used are antibiotics such as tetracycline, clindamycin and others. These chemical-based antibacterials have many negative side effects, therefore other alternatives are needed as antibacterials, one of which is by using noni. This study aims to analyze bioautography and determine the antibacterial activity of noni leaf ethanol extract against Propionibacterium acnes bacteria.This research was conducted experimentally using noni leaf ethanol extract with concentrations of 30%, 40%, 50% as independent variables and bioautographic analysis and antibacterial activity as dependent variables. The bioautography analysis was performed using TLC and the antibacterial activity test was performed using paper discs.The results of antibacterial testing of noni leaf ethanol extract with a concentration of 30% had an inhibition zone of 8.36 mm with a medium category, a concentration of 40% had an inhibition zone of 10.3 mm with a strong category and a concentration of 50% had an inhibition zone of 11.1 mm in a strong category. positive control tetracycline 30µg had an inhibition zone of 20.8 mm which was categorized as very strong. The results of the bioautography test using contact bioautography using the mobile phase of chloroform: n-hexane (7:3). The inhibition zone was obtained at an Rf value of 0.17, and the characteristics of the chromatogram spots were carried out by spraying 10% FeCl3 suspected that the spots were flavonoid compounds.
Bioautographic Analysis And Antibacterial Activity Test Of Curry Leaf (Murraya Koenigii (L) Spreng) Ethanol Extract On The Bacteria Propionibacterium Acnes Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu; M. Pandapotan Nasution
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 1 (2022): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.65 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v3i1.130

Abstract

Curry leaf (Murraya koenigii (L) Spreng) is one of the plants known to have antibacterial compounds. Curry leaves are also known as temurui leaves and are useful as a natural food flavoring. Curry leaves contain flavonoid compounds, alkaloids, calcium, zinc, riboflavin, folic acid. This study aimed to analyze the bioautography and antibacterial activity of ethanol extract of curry leaves against Propionibacterium acnes bacteria. The research method was carried out experimentally. Curry leaf simplicia extract was made with 96% ethanol as solvent. Curry leaf ethanol extract was made in various concentrations, namely 30%, 40% and 50%. The positive control used was Tetracycline HCl and the negative control was DMSO. The tests carried out on curry leaf simplicia included phytochemical screening, macroscopic examination, microscopic examination, water content examination, examination of water soluble extract content, examination of ethanol soluble extract content, examination of ash content and examination of acid insoluble ash content, bioautographic analysis he results of phytochemical screening showed that curry leaves contain secondary metabolites, namely flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. The results of the antibacterial activity showed that curry leaves could be used as antibacterial because they had strong inhibition at concentrations of 30%, 40% and 50%, namely 10.3 mm, 11.7 mm and 13.6 mm against P. acnes bacteria. The results of bioatuography showed that the Rf value in the clear zone was 0.17 with a ratio of chloroform:n-Hexane (8:2) on the chromatogram spots by spraying 10% FeCl3 positive for flavonoid compounds which were marked in black.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Ainil Fithri Pulungan Aisyah Putri Lubis Lubis Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Arifna Luthfianida Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cikal Azura Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Dahnia Ayu Fitria Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Dwi Jati, Fatma Ellyza, Chella Elmi Sariani Hasibuan Elysa Putri Mambang Emmy Wiriandini Ercha Minanda Fahira, Nelsa Fahmi Fahmi Fathur Rahman Fatimah, Cut fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Ferina Septiani Damanik Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indriyani Dalimunthe Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Healthy Aldriany Prasetyo Humaira, Yara Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Liza Zulaini Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Mayani, Nurhikma Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nadila Alaina Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Wardah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Niza Fonna Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurhikma Mayani Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahma Deni Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Safira , Liyuza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siregar, Huzeila Nisa Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulaiman Sulaiman Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifa Mayly Syarifah Elena Gultom Syofyan Syofyan Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Umi Chairani Manik Ummi Khairani Rambe Vera Estefania Kaban Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri warhamni anatasya sirait Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yani, Farida Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yufri Aldi Yuli Apriani Br.Lubis Yuliawati Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani