p-Index From 2021 - 2026
10.042
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Qistie: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman PARAMUROBI Unes Law Review JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Literasiologi Jurnal Living Hadis Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pamulang Law Review Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan Jurnal Wahana Pendidikan JURNAL AKTUAL AKUNTANSI KEUANGAN BISNIS TERAPAN (AKUNBISNIS) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Penelitian Al-Mubin: Islamic Scientific Journal Quantitative Economics and Management Studies LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN IPS Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Social Science Education Techno MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Penjaminan Mutu Journal of Student Research SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Manajemen Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Journal of Islamic Education for Early Childhood Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis Jurnal Yudistira Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Sains Student Research ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN) Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nusantara Mengabdi kepada Negeri Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pelita PAUD International Conference on Digital Advanced Tourism, Management, and Technology Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Eureka : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam PROCEEDINGS CONFERENCE ON DESIGN AND MANUFACTURE AND ITS APPLICATION Education Specialist JCRIM (Journal of Current Research In Multidisciplinary) Statika An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penjelasan Guru terhadap Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Agung Aditya Utomo; Ali Imron; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 8 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.495 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether or not the influence of teacher explanation on student's learning on the subject of history. Data collection techniques in this quantitative study were tests, questionnaires, and interviews. This research used pre-experimental research design with pre- experimental One-Shot Case Study design. Data analysis technique tha used was method of quantitative data analysis with hypothesis test using t test. The results showed that tcount = 2.257 is bigger than ttable 2.042 which means that when the teacher explanation is good it will be directly proportional to good student understanding. therefore it can be concluded that there is an influence of teacher explanation to students' understanding.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penjelasan guru terhadap pemahman siswa pada mata pelajaran sejarah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif ini ialah tes, angket, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre- eksperimen dengan bentuk desain pre-eksperimen One- Shot Case Study. Teknik analisis data yang di gunakan ialah menggunakan metode analisis data kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 2,257 lebih besar dari ttabel 2,042 yang berarti ketika penjelasan guru baik maka akan berbanding lurus dengan pemahaman siswa yang baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penjelasan guru terhadap pemahmaan siswa.Kata Kunci: pemahaman siswa, pengaruh, penjelasan guru
PERKAWINAN BEDA KASTA PADA MASYARAKAT BALINURAGA DI LAMPUNG SELATAN Ketut Leni Yanti; Suparman Arif; Ali Imron
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 3 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.543 KB)

Abstract

The Balinese Hindu religion in general, in marriage with the people of Bali are expected to marry same caste. In the village marriage Balinuraga occur with different caste. The problems of the study are: what are the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga village Way Panji district South Lampung? The purpose of this study is to find out the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga. Data collection techniques uses in this study are observation, interview and documentation. The method use in this study is functional method. The result of this study is research of the factors that cause the occurrence of different caste marriage, that is: intern factor and external factor.Masyarakat Bali pada umumnya beragama Hindu, dalam perkawinan Masyarakat Bali diharapkan menikah dengan kasta yang sama. Di desa Balinuraga terjadi perkawinan dengan kasta yang berbeda.Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada Masyarakat Bali di Desa Balinuraga.Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode fungsional. Hasil dari penelitian Faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta, yaitu Faktor intern yang meliputi cara berfikir, pendidikan dan kedua belah pihak saling mencintai. dan Faktor ekstern yang meliputi pengaruh lingkungan, keterbukaan masyarakat dan perkembangan zaman.Kata kunci : balinuraga, masyarakat bali, perkawinan
KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DUSUN KAPURAN KELURAHAN PASAR MADANG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS Raisa Ayuningtyas; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.191 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the cultural characteristics of fishermen society at Kapuran village, Pasar Madang in Kotaagung, Tanggamus. This research used descriptive qualitatif method while the technique of collecting data were observation, interview, documentation, and literature. From the result of this research, it can be concluded that fishermen society in Kapuran village have cultural characteristics, except leadership pattern which was orientated by social responsibility through resigning. The life of fishermen society in Kapuran village, can be seen by activities in their daily life, tradition and religion that they believe.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik kebudayaan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ialah masyarakat nelayan di Dusun Kapuran memiliki karakteristik kebudayaan kecuali, pola kepemimpinan berorientasi pada tanggung jawab sosial dengan mengundurkan diri. Kehidupan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran tampak dari aktivitas sehari-hari, tradisi yang berkaitan dengan daur hidup, agama dan kepercayaan.Kata kunci: karakteristik kebudayaan, masyarakat, nelayan
PERKAWINAN BEDA KASTA PADA MASYARAKAT BALINURAGA DI LAMPUNG SELATAN Ketut Leni Yanti; Suparman Arif; Ali Imron
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 2 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.903 KB)

Abstract

The Balinese Hindu religion in general, in marriage with the people of Bali are expected to marry same caste. In the village marriage Balinuraga occur with different caste. The problems of the study are: what are the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga village Way Panji district South Lampung? The purpose of this study is to find out the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga. Data collection techniques uses in this study are observation, interview and documentation. The method use is this study is functional method. The result of this study is research of the factors that cause the occurrence of different caste marriage, that is: intern factor and external factor.Masyarakat Bali pada umumnya beragama Hindu, dalam perkawinan Masyarakat Bali diharapkan menikah dengan kasta yang sama. Di desa Balinuraga terjadi perkawinan dengan kasta yang berbeda.Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada Masyarakat Bali di Desa Balinuraga.Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode fungsional. Hasil dari penelitian Faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta, yaitu Faktor intern yang meliputi cara berfikir, pendidikan dan kedua belah pihak saling mencintai. dan Faktor ekstern yang meliputi pengaruh lingkungan, keterbukaan masyarakat dan perkembangan zaman.Kata kunci : balinuraga, masyarakat bali, perkawinan
Pengaruh Bentang Alam Terhadap Pola Perlawanan Masyarakat Pidie Tahun 1894-1914 Lulu Muthoharoh; Ali Imron; Henry Susanto
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 5 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.063 KB)

Abstract

The writing purpose is to find out the carrying capacity and inhibition power of the landscape to the Pidie community in 1894-1914. This study uses the historical method with library data collection technique and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion. The results and the discussion show that landscape has carrying capacity and inhibition directly and indirectly towards human behavior that is influenced by temperature, climate, and topography.Tujuan penelitian mengetahui daya dukung dan daya hambat bentang alam terhadap masyarakat di Pidie tahun 1894-1914.  Menggunakan metode historis dengan teknik pengumpulan data kepustakaan dan  dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa bentang alam mempunyai daya dukung dan daya hambat secara langsung dan tidak langsung terhadap prilaku manusia (masyarakat) di Pidie yang dipengaruhi oleh suhu, iklim, dan topografi.Kata kunci: bentang alam, pengaruh, perlawanan
Adat Buantak dalam Perkawinan Bedu’a di Lamban pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Kebuayan Rudi Salam; Ali Imron; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 4 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.246 KB)

Abstract

The purpose of this study was to find out the process of buantak adat in Bedu'a's marriage was sluggish in Lampung Saibatin's community in Kebuayan district Karya Penggawa District, Pesisir Barat District. This study uses descriptive methods with data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data technique used is qualitative data analysis techniques. The results showed that the buantak customs in Bedu'a's marriage were sluggish in the Lampung Saibatin community who were in the Kebuayan Pekon area different from the Buantak adat in other Pekonek. This difference lies in the delivery, generally the groom comes to the place of the bride, but is summoned by the bride to be delivered to the place of the male. The process of implementing the Buantak custom in marriage was carried out to deliver the bride to the groom's place as proof of the responsibility of the eldest male child to his family who carried out the marriage.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban pada masyarakat Lampung Saibatin di pekon Kebuayan Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban pada masyarakat Lampung Saibatin yang berada di pekon Kebuayan berbeda dengan adat buantak yang berada di pekon-pekon lainnya. Perbedaan ini terletak pada penghantarannya, umumnya pengantin laki-laki  yang datang ke tempat pengantin wanita, tetapi di pekon Kebuayan pengantin wanita yang dihantarkan ke tempat laki-laki. Proses pelaksanaan adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban yang menghantarkan pengantin wanita ke tempat pengantin laki-laki mempunyai makna tanggung jawab anak tertua laki-laki terhadap saudara perempuannya.Kata kunci: adat buantak, bedu’a di lamban, lampung saibatin
TRADISI SUROAN PADA MASYARAKAT JAWA DI KAMPUNG RUKTI HARJO KECAMATAN SEPUTIH RAMAN Herwin Muryantoro; Ali Imron; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 1 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.322 KB)

Abstract

The purpose of this studyis to determine the implications of economic motives, political and religious to the suroan tradition in the Rukti Harjo, Seputih Raman. Using descriptive method with data collection through literature, documentations, observation and interviews, while the data analysis technique used is qualitative data analysis techniques. The results of this study indicate that there is a diversity in the implementation suroan tradition. This diversity due to the implications of economic motives, political and religious traditions of suroan make varieds. Although the implementation is different, it will not eliminate the purpose and meaning of the conduct suroan tradition in the Javanese people in Rukti Harjo.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implikasi dari motif ekonomi, politik dan keagamaan terhadap tradisi suroan di Kampung Rukti Harjo Kecamatan Seputih Raman. Menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumentasi, observasi dan wawancara, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keanekaragaman dari pelaksanaan tradisi suroan. Keanekaragaman ini disebabkan oleh implikasi motif ekonomi, politik dan keagamaan yang membuat dari tradisi suroan lebih bervariasi. Walaupun berbeda akan pelaksanaanya tidak menghilangkan tujuan dan makna dari pelaksanan tradisi suroan pada masyarakat Jawa di Kampung Rukti Harjo.Kata kunci : implikasi, suroan, tradisi
PROSES PENGUKUHAN ADOK DALAM ADAT KEPAKSIAN PERNONG PAKSI PAK SEKALA BEGHAK Yuniar Wike Wulandari; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.36 KB)

Abstract

This research is aimed to the Inauguration Process of Adok in Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak in Batu Brak, West Lampung. This research used descriptive method while the technique of analyzing data using qualitative and the technique of colecting data were interview, documentation, literature and observation. From the results of this research, can be concluded that adok consists of adok lulus kawai dan cakak adok. The inauguration process of Adok have two stages, filing of customary title/adok and penettahan adok procession.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Proses Pengukuhan Adok dalam Adat Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adok terdiri dari adok lulus kawai dan cakak adok. Proses pengukuhan adok melalui dua tahapan yaitu tahapan pengajuan gelar adat/adok dan pelaksanaan prosesi penettahan adok.Kata kunci : adok, kepaksian pernong, pernong
Tradisi Pemberian Adok pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kabupaten Tanggamus Yeni Agustin; Ali Imron; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 6 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.968 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out the procedures for administering adok in the Lampung Saibatin community in Pekon Negeri Ratu, Kotaagung District, Tanggamus Regency. The method of this research used descriptive method with data collection techniques interviews, observation, documentation and literature, data analysis techniques used analysis qualitative. The results showed that the community of Pekon Negeri Ratu in providing adok had stages in which preparations included buhippun namely hippun kemuakhian and hippun pemekonan. The implementation of giving adok includes opening such as greetings or deferred from traditional officers, then reading the ngumun namely Lampung oral literature. After the official adok was announced, the adok officer said goodbye to the adat balancer (saibatin) that he had finished his job. The completion stage of giving adok is the submission of SK adok to the bride and grooming the prayer led by customary leaders and eating together.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tata cara pelaksanaan pemberian adok pada masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kepustakaan, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pekon Negeri Ratu dalam melakukan pemberian adok memiliki tahapan yaitu persiapan meliputi buhippun yaitu hippun kemuakhian dan hippun pemekonan. Pelaksanaan pemberian adok meliputi pembukaan seperti salam atau tangguhan dari petugas adat, selanjutnya pembacaan ngumun yaitu sastra lisan Lampung. Setelah adok resmi di canangkan kemudian petugas adok salam pamit kepada penyimbang adat (saibatin) bahwa telah selesai menjalankan tugasnya. Tahap penyelesaian pemberian adok yaitu penyerahan SK adok kepada kedua mempelai lalu pembacaan doa yang dipimpin oleh pengelaku adat serta makan bersama.Kata kunci: adat lampung, pemberian adok, perkawinan
RUMAH ULU PADA MASYARAKAT ADAT KOMERING DI OGAN KOMERING ULU TIMUR Joko Saganta; Ali Imron; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.186 KB)

Abstract

Ulu house was a traditional house that has the function in each room. The purpose of this research was to determine the room function at the House of Komering society’s tradition in Ulu Betung Village South Sumatra. The method used was functional method. The data collection techniques were: interview techniques, observation, technical documentation, and technical literature. The technique of data analysis was the analysis of qualitative data. The results of the results shows that the House Ulu was the culture of the Komering society’s tradition which had the function of a garang, haluan, kakudan, ambin, pangking and pawon, Ulu house in maintaining the cultural values in that space of cultural value of religious/spiritual, politeness value, cooperativeness value and aesthetic value as well as having an additional function that was a function of space in the implementation of the ceremonies. Rumah Ulu sebagai rumah tradisional yang memiliki fungsi masing-masing pada tiap ruangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi ruang pada rumah Ulu masyarakat adat komering Desa Betung Sumatera Selatan. Metodenya metode fungsional. Teknik pengumpulan datanya teknik wawancara, observasi, teknik dokumentasi, dan teknik kepustakaan. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian Rumah Ulu adalah kebudayaan dari masyarakat adat Komering mempunyai fungsi dari garang, haluan, kakudan, ambin, pangking dan pawon, Rumah Ulu dalam menjaga nilai-nilai budayanya yakni pada ruangan tersebut memiliki nilai budaya nilai religius/keagamaan, nilai kesopanan, nilai kegotong-royongan dan nilai estetika serta memiliki fungsi tambahan yakni fungsi ruang pada pelaksanaan upacara-upacara adat. Kata kunci : masyarakat adat komering, ogan komering ulu, rumah ulu
Co-Authors Aan Fardani Ubaidillah Aang Wahidin Abdul Majid Abdullah Khasan Achmad Subhi Amirul Hakim Achmad Supriyanto Ade Prabowo Afifah, Silvi Nur Agung Aditya Utomo Agung Husada Setiyo Nugroho Agung Stiawan Agus Mastrianto Agus Suprijono Ahmad Fauzi Ahmad Rafii Ahmad Rofiq Ahyad Bagas Nur Hidayatulloh Akhmat Khoiri Alexander Prabu Sadewo Alfarizqi Abdillah Mita Alif Laifudin Alvin Fahmi Addini Andi Novrianto Andrian Rifa'i Anggita Hanung Rahma Aulia Anis Fitriana Anis Marestiana Anisah Anisah Anita Annisa Rukhil Balqis Arip Purkon Arumia Fairuz Husna Arya Praditya Aryan Sugara Asep Sunarko Astri Kurnia Dewi Atikah Rahmawati A’ifatuzzahro A’ifatuzzahro Bagus Fatahhillah Bambang Budi Wiyono Bambang Pujiasmanto Beatric Alfira Damayanti Benedekta May Indrasari Berta Safitri Bety Istif Fani BUSTANUL ARIFIN C. Tri Widiastuti Cahyaning Azami Fahmi Churi Wardah Nihayati Wardah Nihayati Cici Mei Lani Cici Putri Febriyani Damateja Andika Daniswara Dannu Purwanto Danu Ranu Setiawan Desi Eri Kusumaningrum Desi Fitri Susanti Desi Mardianti Desi Wulan Dari Desy Miranda Dewi Ayu Sakdiyyah Dhika Aditya Purnomo Dian Ayu Larasati Dian Indriyani Dina Damayanti Dwiky, Ananda Edi Makmur Efriyani Sumastuti Eka Putriana Eka Setyo Rini El Syam, Robingun Suyud Elis Novitasari Ery Tri Djatmika RWW Fais Arina Zulfa Fani Kartikasari Fanny Syaifulloh Yusuf Farida Nugrahani Fatiatun, Fatiatun Fatikhatul Farikhah Fildzah Aptanta Henanda Sari Fina Kartika Wati Fipka Bisono Fuji Salimah Habib Nun Azizah Halimatussadiah, Halimatussadiah Hamid Sakti Wibowo Hantari, Winda Harun Rasyid Hendrayanto Wahyu Nugroho Hendry Susanto Henry Susanto Herwin Muryantoro I Putu Sindhu Asmara Iftitah Chayati Imam Taulabi Imron Arifin Indah Mustika Dewi Indra Fitri Yuliana Iqbal Nur Hamza Irwan Yudianto Iskandar Syah Joko Saganta Kamarusdiana Katon Galih Setyawan Katon, Katon Ketut Leni Yanti Ketut Prasetyo Khairani Khairani Khamdan Nahi Asrofi Khofifah Irnaza Kunti Anisatul Qulub Kusnul Khotimah Labib Suzudi Laely Nur Wahidah Laila Arofatur Rohimah Linda Puspitasari Lulu Muthoharoh M Andi Firmansyah M. Al Haris M. Andi Firmansyah M. Arif Khoiruddin M. Basri M. Iqbal Notoatmojo M. Quzzan Azizi M. Sihabudin M.Iqbal Notoatmojo Maftuchin Maftuchin Mahardhika, Sunggiale Vina Marcelinus Wahyu Putra Kristianto Marzius Insani Maskun Maskun Maxima Rino Al-Falah Miftakhul Haris Mirna Octayani Moch. Anan Charismadeyanto Moh. Sakir Mohamad Ali Syaifudin Muahammad Basri Muchammad Abdul Qodir Al Judiyyi Mudinillah, Adam Mufti Nawang Prastiko Muh Khusairi Arief Fitriyanto Muhammad Asrorun Ni’am Muhammad Basri Muhammad Habib Abdu Kafi MUHAMMAD ILHAM Muhammad Rinaldy Muhammad Romzy Hawari Mukromin Mukromin Mulianti Mundhir Murdiati Murdiati Muslimah M Nafhan Taufikul Khakim Nasokah Nasokah NASUTION Nawang Prastiko Ni Komang Windari Purnani Nika Salma Rachim Niken Ayu Safitri Niswatin Novita Suparmi Ntimuk, Petronela Nuansa Bayu Segara Nunik Syamsyiah Nur Rokhman Nurul Mubin Odhian Wisnu Pratama Pakpahan, Afniria Patrik Atena Prastiyono, Hendri Pratignya Sunu Prihatin Nurul Fitriah Prizka Rismawati Arum RA. Qonita Syalsabilla Handayani Rafika Lasya Ningrum Rahayu, Martutik Intan Rahayu Rahmida Erliyani Raisa Ayuningtyas Reki Fahlevi Reni Hudiya Resi Irmayati Ria Maretha Rian Dwi Purnomo Rifki Muntaqo Rifky Alif Dharmawan Rifqi Muntaqo Rini Usniatuti Risma Qurana Tinandri Rita Wulan Sari Rizka Ariyanti Rochmawati Rochmawati Rosa Yanuar Widiyanto Rosyid, Maskur Rudi Salam Sarah M. Zehr Sekar Indah Ningtyas Septiana Septiana Shefira Ninda Kurnia Shobirin Shobirin Siti Muarifah Soesanti Soesanti Soesanti Soraya, Adelia Sri Haryanto Sri Susanti Tjahja Dini Sryang Tera Sarena Sugiantoro Sugiantoro Suhanda Suhanda Suhendar Suhendar, Suhendar Sukma Perdana Prasetya Suma, M. Amin Sumargono Suparman Arif Susanti, Maulida Rahma Susanto Susanto Syahrul Amin Syaiful M Syifa Aqias Ignacia Taufiq Yunaz Wicaksono Teguh Marhendi Teguh Triwiyanto Tiwi Susanti Toeranto Toeranto Tri Andi Setiawan Tri Tiyasmihadi Turnya Tutut Suryaningsih Ummu Jauharin Farda Wahyuni Atika Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wulandari, Putri Cahya Yance Anas Yeni Agustin Yudi Putra Ardiansyah Yuni Istiani Yuni Suprapto, Yuni Yuniar Wike Wulandari Yustika Sri Ekwandari Yustina Sri Ekwandari Zulham Zulham