p-Index From 2021 - 2026
10.042
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Qistie: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman PARAMUROBI Unes Law Review JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Literasiologi Jurnal Living Hadis Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pamulang Law Review Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan Jurnal Wahana Pendidikan JURNAL AKTUAL AKUNTANSI KEUANGAN BISNIS TERAPAN (AKUNBISNIS) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Penelitian Al-Mubin: Islamic Scientific Journal Quantitative Economics and Management Studies LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN IPS Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Social Science Education Techno MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Penjaminan Mutu Journal of Student Research SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Manajemen Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Journal of Islamic Education for Early Childhood Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis Jurnal Yudistira Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Sains Student Research ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN) Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nusantara Mengabdi kepada Negeri Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pelita PAUD International Conference on Digital Advanced Tourism, Management, and Technology Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Eureka : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam PROCEEDINGS CONFERENCE ON DESIGN AND MANUFACTURE AND ITS APPLICATION Education Specialist JCRIM (Journal of Current Research In Multidisciplinary) Statika An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Sakura dalam Kebudayaan Masyarakat Lampung Paksi Bejalan Diway Kabupaten Lampung Barat Murdiati Murdiati; Ali Imron; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 1 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.328 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the meaning of Sakura in Lampung Society Paksi Bejalan Diway West Lampung district. The method is hermeneutical method with qualitative approach. Data collection is done by observation, interview, and documentation. The result of data analysis show that Sakura is characteristic performances consisting of several shapes and has symbolic meaning respectively the purpose of Sakura culture is to preserve the original culture of Western Lampung and aim to preserve the characteristics of Western Lampung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna Sakura dalam kebudayaan Masyarakat Lampung Paksi Bejalan Diway Kabupaten Lampung Barat. Metode yang digunakan adalah metode hermaneutika dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Sakura merupakan pertunjukan karakter yang terdiri dari beberapa bentuk dan memiliki makna simbolis sesuai dengan bentuknya masing-masing. Tujuan dilaksanakannya kebudayaan Sakura sendiri adalah untuk melestarikan kebudayaan Lampung dan menadi ciri khas daerah tersebut.Kata kunci: makna, paksi bejalan diway, sakura
KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI GUDANG LELANG TAHUN 2012-2013 Muslimah M; Ali Imron; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 1 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.184 KB)

Abstract

Gudang Lelang is located on the coast of the majority community as fisherman. Fishing communities living in a poor because the equipment is still a traditional, low education and consumptive patterns.Infact,fishermancan sufficient for daily need with asimplestate. This makes researcher interested to research the lives of fishermen in Gudang Lelang is observed by culture side are livelihood, knowledge, equipment and survival supplies. The researcher applied descriptive methodology with data collecting technique was observation, interview, documentation and literature.Techniques used qualitative data analysis.The results showed that;fisherman can sustain life Gudang Lelang, because all family members can work,although they can not repay their debts, so fishing is becoming a tradition.Gudang Lelang yang terletak di pesisir pantaiyang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.Masyarakat nelayan hidup dalam keadaan miskin karena peralatannelayan masih tradisional,tingkat pendidikan rendah, dan pola komsumtif. Pada kenyataannya nelayan dapat mencukupi kebutuhan dengan keadaan sederhana. Hal inilah membuat peneliti tertarik meneliti kehidupan masyarakat nelayan di Gudang Lelang di lihat dari budaya seperti sistem mata pencaharian, sistem pengetahuan, sistem peralatan dan perlengkapan hidup.Metode adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa; nelayan dapat mempertahankan hidup di Gudang Lelang, dikarenakan semua anggota keluarga dapat bekerja, walaupun mereka tidak dapat melunasi hutang piutang, sehingga nelayan menjadi pekerjaan yang mentradisi.Kata kunci: gudang lelang,kehidupan, nelayan
KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DUSUN KAPURAN KELURAHAN PASAR MADANG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS Raisa Ayuningtyas; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.844 KB)

Abstract

This research is aimed to describe the cultural characteristics of fishermen society at Kapuran village, Pasar Madang in Kotaagung, Tanggamus. This research used descriptive qualitatif method while the technique of collecting data were observation, interview, documentation, and literature. From the result of this research can be concluded that fishermen society in Kapuran village have cultural characteristics, except leadership pattern which is orientated by social responsibility through resigning. The life of fishermen society in Kapuran village, can be seen by activities in their daily life, tradition and religion that they believe.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik kebudayaan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ialah masyarakat nelayan di Dusun Kapuran memiliki karakteristik kebudayaan kecuali, pola kepemimpinan berorientasi pada tanggung jawab sosial dengan mengundurkan diri. Kehidupan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran tampak dari aktivitas sehari-hari, tradisi yang berkaitan dengan daur hidup, agama dan kepercayaan.Kata kunci: karakteristik kebudayaan, masyarakat, nelayan
DESKRIPSI PASAR TRADISIONAL DI KELURAHAN MENGGALA KOTA KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG Mirna Octayani; Ali Imron; Iskandar Syah
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.686 KB)

Abstract

The traditional market is a meeting place for sellers and buyers and on the mark with the building usually consists of stalls, stalls, and benthic nurseries open in the open by the seller as well as a market manager. The method used in this research is descriptive method. Data collection techniques, namely observation, and interviews. Data analysis techniques used are qualitative data analysis techniques. Based on the discussion results we concluded that Menggala Traditional markets have major commodities in the trade that fishermen catch fish around the river Menggala and Terasi Menggala already known by virtually the entire population of Lampung, besides the main commodity market transactions Menggala some are done in the boat as a means of in marketing merchandise. Differences with other traditional markets are looked at fish stalls that are found in the market as the main los.Kata kunci : pasar tradisional, menggala, tulang bawang
Bentang Alam Pada Sarana Pertahanan Jepang di Palembang Tahun 1942-1945 Atikah Rahmawati; Ali Imron; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 6 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.089 KB)

Abstract

The purpose of research is to determine the types and functions of defense facilities built by the Japanese in Palembang in 1942-1945, seen from the landscape around the area where the facilities were built. This research uses historical research methods with literature data collection techniques, interviews, and observations. The results of the analysis and discussion show that the Japanese defense facilities studied are type of layer of defense facilities from the lowlands to the highlands. This is consistent with the landscape in Palembang so that both natural and man-made defenses are mutually utilized. The function of the defense facility are as a surveillance area and the base of defense and protection of the Japanese army from enemy attacks.Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis dan fungsi sarana pertahanan yang dibangun oleh Jepang di Palembang tahun 1942-1945 dilihat dari bentang alam sekitar wilayah berdirinya sarana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan teknik pengumpulan data kepustakaan, wawancara, dan observasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa sarana pertahanan Jepang yang diteliti merupakan jenis lapis sarana pertahanan dataran rendah sampai dataran tinggi. Hal ini sejalan dengan bentang alam di Palembang sehingga baik pertahanan alam maupun pertahanan buatan manusia saling dimanfaatkan dengan baik. Adapun fungsi dari sarana pertahanan tersebut ialah sebagai tempat pengintai serta basis pertahanan dan perlindungan tentara Jepang dari serangan musuh.Kata kunci: bentang alam, palembang, sarana pertahanan jepang
DESKRIPSI TENTANG KEHIDUPAN MASYARAKAT PETANI DI DESA PULUNG KENCANA KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Nunik Syamsyiah; Ali Imron; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.307 KB)

Abstract

Most of the society in Pulung Kencana Village are peasants. Their life has been changed in line of the time. The purpose of this research is to describe social change on the peasants society in the Village of  Pulung Kencana sub district of Tulang Bawang Tengah Regency of Tulang Bawang Barat. The method used in this research is descriptive method and used interviews, observations, literature and documentation as the technique of collecting data. Data analysis technique is a qualitative data analysis techniques. The result of the research sows that there has been a change in the agricultural land management (Gogo rice became kind of rice that planed in the field whereas some of them changes to latex), mutual cooperation work system being employed voluntarily to workers, tolerance and intimate among members of the public more reduced as well as the change from the peasants groups to the Joint peasants Groups (Gapoktan) which was formed on March 10, 2007. It can be conclude that the social change which includes changes in social behavior, social interaction and social institutions. The Social change happens slowly or evolution that changes as society adapts to environmental conditions. Keywords: social change, society, peasants
TINJAUAN HISTORIS TENTANG FUNGSI PULAU KEMARO DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN TAHUN 1965-2012 Anisah Anisah; Ali Imron; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 1 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.223 KB)

Abstract

Abstract: Kemaro Island is a delta located in the middle of the Musi River downstream hassplit the city of Palembang. Based on research question, namely “How the function of KemaroIsland in 1965-2012”. So, this research was showed to find out how the function of KemaroIsland in 1965-2012. The method that used on this research is the historical method. Datacollection technique using literature technique, interview observation and documentation, meanwhile the technique of analysis data is a qualitative of analysis data technique. From the resultof analysis data show the facts that between in years 1965 to this present based on the functionof Kemaro Island can be grouped into several functions including function of Kemaro Island in1965-1967 as detentions camp. Function of Kemaro Island in 1968-1997 as a settlement andplace to worship. Function of Kemaro Island in 1998 - 2007 as a farmland, and then function ofKemaro Island in 2008 -2012 as a ritual attraction tourist object. So, it can be concluded that ineach functions it has different connected event that suitable with the empowerment that has beendone by Government and society of Palembang.Key words: Function of Kemaro IslandABSTRAKAbstrak: Pulau Kemaro merupakan sebuah delta yang terletak di tengah-tengah Sungai Musibagian hilir yang telah membelah Kota Palembang. Berdasarkan rumusan masalah dalampenelitian ini yaitu “bagaimanakah fungsi Pulau Kemaro tahun 1965-2012 ?”. Maka, penelitianini ditujukan untuk mencari tahu tentang fungsi dari keberadaan Pulau Kemaro tahun 1965hingga tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Teknikpengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi,sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data kualitatif. Dari hasilanalisis data, fakta menunjukkan bahwa antara tahun 1965 hingga saat ini berdasarkanfungsinya Pulau Kemaro memiliki lima fungsi yang dikelompokkan ke dalam empat periodediantaranya, fungsi Pulau Kemaro pada tahun 1965-1967 adalah sebagai kamp tahanan, fungsiPulau Kemaro pada tahun 1968-1997 adalah sebagai tempat pemukiman dan tempat ibadah,fungsi Pulau Kemaro tahun 1998-2007 adalah sebagai lahan pertanian, serta fungsi PulauKemaro tahun 2008-2012 adalah sebagai Objek Wisata Ritual. Jadi, dapat disimpulkan bahwapada masing-masing fungsi Pulau Kemaro tersebut memiliki serangkaian peristiwa yangberbeda-beda sesuai dengan adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah danpenduduk Palembang.Kata kunci: Fungsi Pulau Kemaro
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Suhanda Suhanda; Ali Imron; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 5 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.191 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine "whether there is a significant influence of positive verbal reinforcement in the learning process towards students' learning motivation on Social Science subject grade VIII Junior High School 2 Anak Tuha Central Lampung academic year of 2015/2016". This research used quantitative data collection method with normality test and data analysis test using theta test and kai square test. Based on the results of the calculations, the theta test equal to 0.40625 which means it is quite influential while the kai square test was 11.85 which means there is a significant influence.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan pemberian penguatan verbal positif dalam proses pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII SMP Negeri 2 Anak Tuha Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dengan dilakukan uji normalitas dan uji analisis data menggunakan uji theta dan uji kai kuadrat. Berdasarkan hasil hitung menggunakan uji theta sebesar 0,40625 yang berarti cukup berpengaruh dan uji kai kuadrat sebesar 11,85 yang berarti adanya pengaruh yang signifikan.Kata kunci: motivasi belajar, pemberian penguatan, pengaruh
PROSES PENGUKUHAN ADOK DALAM ADAT KEPAKSIAN PERNONG PAKSI PAK SEKALA BEGHAK Yuniar Wike Wulandari; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.149 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the Process of Adok Inauguration in Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak in Batu Brak, west Lampung. This research used descriptive method while the technique of analyzing the data used qualitative and the technique of collecting data were interview, documentation, literature, and observation. From the result of the research, it can be concluded that adok consisted of adok lulus kawai dan cakak adok. The Process of Adok Inauguration had two stages, filing of customary title / adok and penettahan adok procession.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Proses Pengukuhan Adok dalam Adat Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adok terdiri dari adok lulus kawai dan cakak adok. Proses pengukuhan adok melalui dua tahapan yaitu tahapan pengajuan gelar adat/adok dan pelaksanaan prosesi penettahan adok.Kata kunci : adok, kepaksian pernong, pernong
UPACARABUKAKAK PADA MASYARAKAT BALI DESA BRAJAFAJAR KECAMATAN WAY JEPARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2013 Rita Wulan Sari; Ali Imron; Muahammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 2 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.973 KB)

Abstract

The purpose of this research study is to determine the meaning of the symbols of sesajen in the Bukakak ceremony in the society Balinese Braja Fajar village districts Way Jepara Lampung Timur regency. The method used is the method of hermeneutics. The data collection techniques using are participant observation technique, literature and interviews, while to analyze data is using qualitative data analysis. The results of this study are every sesajen (offering) that have meaning madifon fertility of agricultural field. The sesajen in the Bukakak ceremony is believed symbols three Gods Tri Murti (the god Wisnu, Siwa and Brahma) whom are the god of agricultural fertility for Bali people. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari simbol sesajen dalam pelaksanaan upacara Bukakak pada masyarakat Bali desa Braja Fajar kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.  Metode yang digunakan adalah metode hermeneutik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, keperpustakaan dan wawancara, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah setiap sesajen yang dijadikan persembahan mempunyai makna pada untuk kesuburan lahan pertanian. Sesajen dalam upacara Bukakak di percaya dapat melambangkan tiga Dewa Tri Murti ( dewa Wisnu,Siwa dan Brahma) yang merupakan dewa kesuburan bagi masyarakat Bali. Kata kunci : masyarakat bali, sesajen, upacara bukakak 
Co-Authors Aan Fardani Ubaidillah Aang Wahidin Abdul Majid Abdullah Khasan Achmad Subhi Amirul Hakim Achmad Supriyanto Ade Prabowo Afifah, Silvi Nur Agung Aditya Utomo Agung Husada Setiyo Nugroho Agung Stiawan Agus Mastrianto Agus Suprijono Ahmad Fauzi Ahmad Rafii Ahmad Rofiq Ahyad Bagas Nur Hidayatulloh Akhmat Khoiri Akrom, Akrom Alexander Prabu Sadewo Alfarizqi Abdillah Mita Alif Laifudin Alvin Fahmi Addini Andi Novrianto Andrian Rifa'i Anggita Hanung Rahma Aulia Anis Fitriana Anis Marestiana Anisah Anisah Anita Annisa Rukhil Balqis Arip Purkon Arumia Fairuz Husna Arya Praditya Aryan Sugara Asep Sunarko Astri Kurnia Dewi Atikah Rahmawati A’ifatuzzahro A’ifatuzzahro Bagus Fatahhillah Bambang Budi Wiyono Bambang Pujiasmanto Beatric Alfira Damayanti Benedekta May Indrasari Berta Safitri Bety Istif Fani BUSTANUL ARIFIN C. Tri Widiastuti Cahyaning Azami Fahmi Churi Wardah Nihayati Wardah Nihayati Cici Mei Lani Cici Putri Febriyani Damateja Andika Daniswara Dannu Purwanto Danu Ranu Setiawan Desi Eri Kusumaningrum Desi Fitri Susanti Desi Mardianti Desi Wulan Dari Desy Miranda Dewi Ayu Sakdiyyah Dhika Aditya Purnomo Dian Ayu Larasati Dian Indriyani Dina Damayanti Dwiky, Ananda Edi Makmur Efriyani Sumastuti Eka Putriana Eka Setyo Rini El Syam, Robingun Suyud Elis Novitasari Ery Tri Djatmika RWW Fais Arina Zulfa Fani Kartikasari Fanny Syaifulloh Yusuf Farida Nugrahani Fatiatun, Fatiatun Fatikhatul Farikhah Fildzah Aptanta Henanda Sari Fina Kartika Wati Fipka Bisono Fuji Salimah Habib Nun Azizah Halimatussadiah, Halimatussadiah Hamid Sakti Wibowo Hantari, Winda Harun Rasyid Hendrayanto Wahyu Nugroho Hendry Susanto Henry Susanto Herwin Muryantoro I Putu Sindhu Asmara Iftitah Chayati Imam Taulabi Imron Arifin Indah Mustika Dewi Indra Fitri Yuliana Iqbal Nur Hamza Irwan Yudianto Iskandar Syah Joko Saganta Kamarusdiana Katon Galih Setyawan Katon, Katon Ketut Leni Yanti Ketut Prasetyo Khairani Khairani Khamdan Nahi Asrofi Khofifah Irnaza Kunti Anisatul Qulub Kusnul Khotimah Labib Suzudi Laely Nur Wahidah Laila Arofatur Rohimah Linda Puspitasari Lulu Muthoharoh M Andi Firmansyah M. Al Haris M. Andi Firmansyah M. Arif Khoiruddin M. Basri M. Iqbal Notoatmojo M. Quzzan Azizi M. Sihabudin M.Iqbal Notoatmojo Maftuchin Maftuchin Mahardhika, Sunggiale Vina Marcelinus Wahyu Putra Kristianto Marzius Insani Maskun Maskun Maxima Rino Al-Falah Miftakhul Haris Mirna Octayani Moch. Anan Charismadeyanto Moh. Sakir Mohamad Ali Syaifudin Muahammad Basri Muchammad Abdul Qodir Al Judiyyi Mudinillah, Adam Mufti Nawang Prastiko Muh Khusairi Arief Fitriyanto Muhammad Asrorun Ni’am Muhammad Basri Muhammad Habib Abdu Kafi MUHAMMAD ILHAM Muhammad Rinaldy Muhammad Romzy Hawari Mukromin Mukromin Mulianti Mundhir Murdiati Murdiati Muslimah M Nafhan Taufikul Khakim Nasokah Nasokah NASUTION Nawang Prastiko Ni Komang Windari Purnani Nika Salma Rachim Niken Ayu Safitri Niswatin Novita Suparmi Ntimuk, Petronela Nuansa Bayu Segara Nunik Syamsyiah Nur Rokhman Nurul Mubin Odhian Wisnu Pratama Pakpahan, Afniria Patrik Atena Prastiyono, Hendri Pratignya Sunu Prihatin Nurul Fitriah Prizka Rismawati Arum RA. Qonita Syalsabilla Handayani Rafika Lasya Ningrum Rahayu, Martutik Intan Rahayu Rahmida Erliyani Raisa Ayuningtyas Reki Fahlevi Reni Hudiya Resi Irmayati Ria Maretha Rian Dwi Purnomo Rifki Muntaqo Rifky Alif Dharmawan Rifqi Muntaqo Rini Usniatuti Risma Qurana Tinandri Rita Wulan Sari Rizka Ariyanti Rochmawati Rochmawati Rosa Yanuar Widiyanto Rosyid, Maskur Rudi Salam Sarah M. Zehr Sekar Indah Ningtyas Septiana Septiana Shefira Ninda Kurnia Shobirin Shobirin Siti Muarifah Soesanti Soesanti Soesanti Soraya, Adelia Sri Haryanto Sri Susanti Tjahja Dini Sryang Tera Sarena Sugiantoro Sugiantoro Suhanda Suhanda Suhendar Suhendar, Suhendar Sukma Perdana Prasetya Suma, M. Amin Sumargono Suparman Arif Susanti, Maulida Rahma Susanto Susanto Syahrul Amin Syaiful M Syifa Aqias Ignacia Taufiq Yunaz Wicaksono Teguh Marhendi Teguh Triwiyanto Tiwi Susanti Toeranto Toeranto Tri Andi Setiawan Tri Tiyasmihadi Turnya Tutut Suryaningsih Ummu Jauharin Farda Wahyuni Atika Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wulandari, Putri Cahya Yance Anas Yeni Agustin Yudi Putra Ardiansyah Yuni Istiani Yuni Suprapto, Yuni Yuniar Wike Wulandari Yustika Sri Ekwandari Yustina Sri Ekwandari Zulham Zulham