Artikel ini membahas tentang salahsatu tokoh filsafat muslim yakni Fazlur Rahman terhadap makna mujmal, mubayyan atau metode tafsir al-Quran dalam pemikiran Fazlur Rahman yang merupakan tokoh pembaharu pemikiran Islam yang lahir dari madzhab Hanafi. Sebagai seorang pemikir, Fazlur Rahman mempunyai rasa kepedulian yang begitu tinggi dalam menghidupkan khazanah keilmuan Islam dengan cara menafsir kembali Islam dengan cara mengkaji al-Quran secara kontekstual. Kemudian tokoh orientalis Angelika Neuwirth (sarjana-sarjana barat yang mengkaji serta mendalami ketimuran) dengan mendirikan atau membentuk proyek Corpus Coranicum upaya memberikan kontribusi signifikan bagi studi al-Qur’an dan pengembangan pemahaman yang lebih konfrehensif mengenai kitab suci umat Islam terhadap studi al-Quran terutama halnya dengan makna mujmal dan mubayyan yang dimana mujmal ini merupakan bentuk lafadz atau dalil yang bersifat global, terperinci atau ringkas kemudian memerlukan bayyan yaitu penjelasan sehingga menjadi mubayyan atau dengan kata lain menjadi jelas.