p-Index From 2021 - 2026
19.764
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia FiTUA : Jurnal Studi Islam IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Pariwisata
Claim Missing Document
Check
Articles

Pluralitas Makhluk Dan Keesaan Khaliq: Telaah Kritis Konsepsi Para Sufi Mayani Mayani; Andi Aderus; Indo Santalia; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5940

Abstract

Artikel ini membahas konsep pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq dalam perspektif tasawuf, dengan menyoroti perbedaan pemaknaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf akhlaqi. Pluralitas makhluk dipahami sebagai kenyataan ontologis yang diakui oleh al-Qur’an, sementara keesaan Khaliq merupakan prinsip fundamental tauhid yang menjadi dasar seluruh bangunan teologi Islam. Kajian ini menunjukkan bahwa para sufi tidak menafikan keesaan Tuhan dalam memahami kemajemukan makhluk, melainkan berupaya menjelaskan relasi ontologis antara Yang Esa dan yang banyak melalui pendekatan spiritual dan metafisis. Tasawuf falsafi memaknai pluralitas sebagai manifestasi atau tajalli dari Wujud Tunggal, yang melahirkan konsep-konsep seperti fana’, baqa’, ittihad, hulul, wahdat al-wujud, serta doktrin Nur Muhammad sebagai asal mula kosmik. Sementara itu, tasawuf akhlaqi menegaskan perbedaan esensial antara Khaliq dan makhluk, dengan tetap mengakui pengalaman spiritual selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan syari‘ah. Melalui analisis komparatif, artikel ini menegaskan bahwa perbedaan tersebut lebih bersifat metodologis dan ekspresif, bukan pada penolakan terhadap tauhid. Dengan demikian, pemikiran sufistik tentang pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan upaya intelektual-spiritual untuk memperdalam makna tauhid, bukan penyimpangan dari ajaran Islam.
Jiwa (Al-Nafs) dalam Perspeltif Pemikiran Islam Anwar Abu Bakar; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5943

Abstract

Jihad Al-nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh melawan keinginan buruk,amarah, imajinasi negatif dan hawa nafsu agar jiwa tunduk pada akal da iman demi ketaatan kepada Allah, toko penting dalam hal ini ialah Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulum Al-Din dan Ibn Qayyim dalam Zad Al-Ma’ad mengkategorikannya sebagai jihad fundamental bahkan yang paling utama. Inm Qayyim membaginya menjadi empat; jihad melawan diri (al-nafs), melawan syaitan, melawan orang kafir/munafik dan melawan kezaliman /kemungkaran. Metode yang dilakukan dengan pengendalian diri (sedikit makan,tidur, bicara) kesabaran mempelajari agama, mengamalkan ilmu dan berdakwah serta bisa membentuk jihad fisik (perang) ketika diperlukan membela agama dan kaum tertindas. Tujuannya ialah membersihkan jiwa (tazkiyah nafs), menegakkan agama Allah, memperoleh rahmat surga serta membangun sistem islam secara menyeluruh. Jihad ini bersifat universal dan berkelanjutan, tidak terbatas waktu dan tempat serta esensial bagi kesempurnaan individu Muslim.
Relasi Sunni, Syiah dan Salafi: Genealogi Konflik, Kontestasi Otoritas, dan Peluang Rekonsiliasi Anis Abd Rahman; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5944

Abstract

Hubungan antara Sunni, Syiah, dan Salafi merupakan isu paling kompleks dalam khazanah Islam kontemporer. Ketegangan antarkelompok ini sering dipahami sebagai konflik teologis, padahal penelitian menunjukkan bahwa akar masalah lebih bersifat multidimensi yang mencakup sejarah, politik, epistemologi, dan dinamika sosial modern. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar persoalan hubungan ketiga kelompok tersebut melalui kajian pustaka (library research) terhadap literatur klasik dan kontemporer, artikel jurnal internasional, serta analisis wacana sektarian di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tidak bersifat esensial, melainkan diproduksi oleh kontestasi otoritas politik, konstruksi identitas keagamaan yang rigid, perbedaan paradigma keilmuan, dan reproduksi narasi provokatif melalui media sosial. Penelitian ini menawarkan pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, dialog fikih antar mazhab, dan pendidikan Islam inklusif sebagai strategi rekonsiliasi. Studi ini diharapkan berkontribusi dalam memperkuat kerangka akademik yang komprehensif untuk memahami relasi intra-agama Islam dan menyediakan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi negara, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Washatiyyah Theology And Religious Moderation Basri Basri; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6194

Abstract

This research examines the theological foundations of washatiyyah and its relationship with contemporary religious moderation discourse and practice within Muslim communities. Through qualitative library research employing descriptive-analytical approaches, this study explores classical Islamic sources establishing washatiyyah as a comprehensive theological principle rooted in Quranic teachings and prophetic traditions. The investigation reveals that washatiyyah encompasses multiple dimensions including moderation in belief, worship, ethics, and social interactions, providing indigenous Islamic resources for articulating authentic moderate religiosity. Analysis demonstrates that washatiyyah theology offers effective responses to religious extremism by challenging the selective interpretation, decontextualized application, and absolutist thinking characterizing extremist ideologies. The research identifies significant convergence between washatiyyah principles and contemporary religious moderation initiatives while acknowledging tensions regarding specific applications in modern contexts. Findings indicate that successful implementation of washatiyyah requires systematic integration into religious education, community discourse, and institutional policies, with particular attention to youth engagement and digital dissemination strategies. The study concludes that washatiyyah theology provides sustainable foundations for religious moderation that resonate with Muslim communities due to authentic grounding in Islamic tradition rather than appearing as externally imposed constructs. However, effective application demands sophisticated interpretation addressing unprecedented modern challenges through qualified scholarship combining deep Islamic knowledge with contextual awareness. This research contributes to academic discourse on Islamic theology, religious moderation, and counter-extremism while offering practical guidance for educators, religious leaders, policymakers, and community organizations promoting peaceful coexistence and balanced religiosity in pluralistic contemporary societies.
Perkembangan Prakelahiran dan Makna Kelahiran dalam Perspektif Al-Qur’an, Hadis, Medis Modern, dan Psikologi Perkembangan Muhammad Haeril Jufri; Besse Mutmainnah*; Indo Santalia
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.460

Abstract

This article discusses human development in the prenatal period and the meaning of birth as an integral part of the process of human formation from the early stages of life through an interdisciplinary approach that integrates Islamic perspectives, modern medicine, and developmental psychology. This research uses a descriptive qualitative approach with a literature study method sourced from the Qur'an, Hadith, classical and contemporary interpretations, as well as various relevant scientific publications. The results of the study show that in the Islamic view, human development has begun from the early stages of fetal formation and includes the spiritual, moral, and parental responsibilities dimensions. Meanwhile, findings in the field of medicine and developmental psychology confirm that biological factors, emotional conditions, and the mother's environment during pregnancy have a significant effect on the physical, neurological, and emotional development of children. Birth is understood not only as a biological event, but as an important transitional phase that continues the process of human development that has been going on since the prenatal period. The integration of these three perspectives confirms that human development needs to be understood comprehensively as a continuous process that involves biological, psychological, and spiritual aspects from the beginning of life.
FENOMENA TRADISI ZIARAH PADA KUBURAN PETTA BETTA’E PADA MASYARAKAT KABUPATEN BONE Taufik, Taufik; Katu, Samiang; Santalia, Indo; Ahmad, La Ode Ismail
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6758

Abstract

Ziarah pada kuburan Petta Betta’E merupakan kuburan yang keberadaannya menjadi kepercayaan yang telah turun temurun diyakini sebagai tempat keramat, karena yang bersemayam merupakan arwah leluhur yang dianggap memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam melihat persepsi masyarakat Palakka terhadap tradisi ziarah kuburan Petta Betta’E secara garis besar mejadi sebuah wadah dalam mengespresikan kepercaan mereka, adanya aggapan dengan menziarahi dapat memberikan kemanfaatan bagi kehidupan. Adanya kepercayaan demikian telah mengotori konsep ziarah itu sendiri sebagai wadah seseorang untuk mengingat akan kematian, karena sesungguhya sesorang yang telah meninggal, tidaklah mampu memberikan kemanfaatan. Dalam upaya tokoh Agama setempat dalam meluruskan kepercayaan masyarakat Palakka,  dengan memberikan nasihat-nasihat keagamaan dengan berlahan tanpa menyakiti perasaan masyarakat dan menjalin hubungan interaktif dengan masyarakat sehingga dapat terjalin kekeluargaan, seta memberikan wujud pembinaan kepada masyarakat dengan pembinaan harian dan pembinaan mingguan. Dari pembinaan harian berusaha memupuk masyarakat dengan bekal ilmu agama, sedangkan pembinaan mingguan dilakukan sebagai wujud penanaman pemahaman masyarakat dalam menyikapi persoalan keagamaan. sehingga dengan kedua proses tersebut secara berlahan dapat mengubah kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit.
DIVINE VALUES OF KALINDA’DA’ LITERATURE Darmansyah, Darmansyah; Santalia, Indo
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i1.20518

Abstract

This paper will elaborate on the value of divinity in kalinda'da' literature. This research is a library research, historical descriptive-analysis, namely research conducted through various literature studies related to the problem under study, namely kalinda'da'. The research approach used is historical, sociological, and anthropological. The primary data of this research is lontara Pattappingang Pambauang Mandar. Secondary data sources are in the form of kalinda'da' writings written by Mandar culturalists and historians. The data is processed by heuristic steps, source criticism, interpretation and historigraphy. The results show that kalinda'da' is one of the nation's cultural treasures in the form of Mandar language literature. Its form and characteristics have many similarities with the rhymes from Malay or with syair from Arabic. Kalinda'da' comes from the word "kadhi" which means judge or case breaker (puang kali) and the word "da'da" which means advice. Thus, kalinda'da' in terms is advice that comes from religious leaders. The existence of kalinda'da' is a summary of the life of the Mandar people. It is used as an identity, mindset, and forming noble values for the Mandar people. In Kalinda'da literature, it contains divine messages, which are the pro­selytizing (da'wa) messages of the Mandar scholars in spreading Islam in the West Sulawesi region.
Konsep Maqāmāt wa Aḥwāl dalam Pemikiran al-Ghazālī dan Relevansinya bagi Pembinaan Moral Modern Cici Nurmianty; Indo Santalia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9200

Abstract

The phenomenon of moral degradation, identity crisis, and increasing psychological stress in the modern era demonstrates the need for a spiritual approach capable of guiding individuals toward inner stability and ethical character. Sufism, as proposed by al-Ghazālī, provides the concepts of maqāmāt (spiritual stages) and aḥwāl (inner states) as an integral framework for purifying the soul. This study aims to elaborate on the concepts of maqāmāt and aḥwāl according to al-Ghazālī and analyze their relevance in modern moral development. The method used is a literature study. The results show that maqāmāt is a spiritual endeavor achieved through self-discipline, while aḥwāl is a divine gift given as a result of the maturity of maqām. The integration of the two produces a spiritual personality that is moral and emotionally stable. This concept has proven relevant for modern moral development, especially in the context of character education, mental health, and the search for the meaning of life
LATAR HISTORIS DAN PRINSIP AJARAN ALIRAN ASY’ARIYAH BESERTA RELASINYA DENGAN ALIRAN MU’TAZILAH Muhammad Soadikin; Indo Santalia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9295

Abstract

This article comprehensively discusses the historical development and main teachings of the Asy'ariyah theological school as one of the main currents in the Sunni Islamic intellectual tradition. Using a descriptive qualitative approach with library research and historical analysis methods, this study traces the emergence of Asy'ariyah as a response to the dominance of Mu'tazilah rationalism in the 9th to 10th centuries AD. The findings show that Abu al-Hasan al-Asy'ari developed a moderate theological framework that harmonized reason and revelation through the concepts of tafwīd and ta'wīl, while rejecting both rational and textual extremism. The discussion also outlines the main teachings of Asy'ariyah, including its understanding of the nature of God, the concept of kasb in human actions, the eternity of kalamullah, the possibility of ru'yah, and its moderate position on major sinners. In addition to emphasizing the fundamental differences between Asy'ariyah and Mu'tazilah, this article identifies the dialectical relationship and intellectual influence between the two schools of thought. The conclusion shows that Asy'ariyah contributed significantly to shaping a moderate Islamic theological framework and had a broad influence on the development of Islamic thought until the modern era.
ISLAM DITINJAU DARI BERBAGAI ASPEKNYA Kasiono Kasiono; Muhammad Amri; Indo Santalia
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 1 No. 3 (2022): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is the Religion of Allah revealed to the Apostles as guidance and mercy of Allah for mankind at all times, which ensures the welfare of material and spiritual life, worldly and hereafter. Islam, namely the religion of Islam brought by the Prophet Muhammad as the prophet of the end of time, is a teaching revealed by Allah which is contained in the Qur'an and the authentic Sunnah of the Prophet (maqbul) in the form of commands, prohibitions, and instructions for goodness. Human life in this world and the hereafter. Islamic teachings are comprehensive which cannot be separated from one another covering the fields of aqidah, morality, worship, and mu'amalah mu'amalah. Islam is a religion for surrender solely to Allah, the religion of all the prophets, a religion that is in accordance with human nature, a religion that is a guide for humans, a religion that regulates human relations with God and human relations with others, a religion that is a blessing for humans. Universe Islam is the only religion that is acceptable to Allah and the perfect religion
Co-Authors 'Ulama' I , Khaerul Asy'aey Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahmad Abdullah Afifah Amatullah Afzazul Rahman Agus Masykur Agus Masykur Ahmad M Sewang Ahsun Inayati Al Khair Syam, Akmal Alhadar, Muhdi Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Ana Dhiqfaini Sultan Andi Aderus Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Hasriani Asfar Andi Muhammad Darul Aqsah Anggi Anggraini Aniq Akhmad Ali Bawafie Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin Arlan A Asni Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Annur Basri Basri Besse Mutmainnah Besse Mutmainnah* Cici Nurmianty DARMANSYAH . Eka Damayanti Eka Mahendra Putra Ekawati Hamzah Erfika Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih Fitra Wahyuni G., Wahyuddin Giling, Mustamin Gishar Hamka Guruh Ryan Aulia Haidar Ali Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah Harun Hamzah Harun Al-Rasyid Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Hartinawanti H Harun, Hamza Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Hunaifi, Ilham Husnul Khatimah Husyin Saputra Husyin Saputra Ilham Imam Sanusi Irmawati I Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isna Arliana Goncing Jabal Rahmah Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Karina Arianti Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Khatimah, A. Khusnul Kurniansyah, Muhammad Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lailatul Qoimah M, M. Dahlan Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Makrifat Makrifat Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Masruraini Masruraini Mayani Mayani Miftahuddin Miftahuddin MIFTAHUL JANNAH Milawati Milawati Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Raihan Gymnastiar Muin Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Haeril Jufri Muhammad Irfan Jufri Muhammad Isrha Muhammad Istiqamah Muhammad Munzir Azyumardi Muhammad Rifky Akbar Sahrul Muhammad Soadikin Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mukarrama, Amalia Mustamin Giling Mustin, Hilgha Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Nashiruddin AshShiddiq Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nur Qalby Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurrahmadhani Nadar Nurul Alfian Nurul Intan, Magfira Nurul Islamiah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Putri Amanda Lestari Qorina, Ulfa R, Rahmatullah R, Rahmawati R, Rian R, Rismayani R, Rusdin Rafika Syahdina Rahantan, Ahmad Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Ratna Reni Reni, Reni Ridwan Sahrani Rifki Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rubi Awalia Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu, Samiang Samsuriadi Samsuriadi Satriani Satriani Sitti Aisyah Kara Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nuraini Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulfiana Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso syahrir syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Thalib, Abdullah Trikarno Wulandari Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati Usman Jafar W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Halim Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Yasser Mulla Shadra Yessy Kurniati Yusri Handayani Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani Masud