p-Index From 2021 - 2026
15.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam jurnal ilmiah hospitality Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa
Claim Missing Document
Check
Articles

Mistitisme Islam Prof. Dr. H. Nurcholis Madjid Muhajirin, Muhajirin; Mahmuddin, Mahmuddin; Santalia, Indo
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 8(2), December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v8i2.10679

Abstract

This study explores the concept of Islamic mysticism (tasawwuf) as conceptualized and advocated by Prof. Dr. H. Nurcholish Madjid, a renowned Indonesian Muslim intellectual. The research aims to examine how Madjid understands mysticism not merely as a path of personal spirituality, but as a transformative force that integrates inner piety with social ethics. Using a qualitative-descriptive approach, this study analyzes Madjid’s key writings and public lectures, particularly his interpretation of central Sufi concepts such as tazkiyah al-nafs (self-purification), ma'rifah (gnosis), and tawḥīd (the oneness of God) within the context of contemporary Indonesian Islam. The findings reveal that Madjid’s approach to mysticism is inclusive, rational, and reformist—emphasizing inner transformation while reinforcing its relevance to social renewal, ethical consciousness, and democratic values. His mystical thought presents an integrative paradigm in which spiritual depth and intellectual engagement coexist, contributing to the development of a more tolerant, ethical, and pluralistic Islamic society. This study affirms the contemporary relevance of Islamic mysticism in shaping religious discourse, ethical leadership, and civic participation in Indonesia.
PUNCAK-PUNCAK CAPAIAN SUFISTIK DALAM PERSPEKTIF METODOLOGIS Juliasti, Evin; Santalia, Indo; Aderus, Andi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25420

Abstract

Penelitian ini menguraikan dan mengkaji ajaran tasawuf sebagai ekspresi keagamaan, menegaskan bahwa tasawuf adalah komitmen moral dan iman bagi individu yang menjalankan ajaran tersebut dengan saleh. Fungsi utama tasawuf adalah untuk menampung dan menstabilkan komitmen moral orang yang beriman, menciptakan ruang bagi kehidupan rohani. Dengan jiwa yang suci dan bersih, seorang sufi dapat mencapai puncak-puncak capaian sufistik, bahkan melakukan komunikasi dan "menyatu" (ittihad) dengan Tuhan. Proses mencapai puncak-puncak capaian sufistik ini melibatkan perjalanan panjang dan melelahkan melalui berbagai maqam dan hal. Makna maqam dalam konteks ini merujuk pada tahap pencapaian ruhaniah yang mendekatkan seorang sufi kepada Tuhan, hasil dari upaya keras yang dilakukan. Sementara itu, hal menggambarkan suasana batiniah yang senantiasa mengelilingi perasaan seorang sufi dalam setiap maqam, bergerak naik setahap demi setahap hingga mencapai tingkat puncak perjalanannya dalam capaian sufistik. Metode perjalanan menuju puncak capaian sufistik mencakup berbagai tingkatan, seperti mahabbah, ma?rifah, ittihad, hulul, dan wahdat al-wujud. Para sufi menggunakan berbagai metodeologis untuk mencapai tingkat-tingkat tersebut, seperti metode qalb-ruh-sirr untuk mahabbah dan ma?rifah, serta metode al-fana dan al-baqa untuk mencapai itihad, hulul, dan wahdat al-wujud.Bagian Atas Formulir
IMAJINASI MISTIK DALAM PEMIKIRAN AL-GAZĀLĪ DAN IBNU ‘ARABĪ Syakur, Muh. Asyraf; Santalia, Indo
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teori imajinasi dalan mistisme islam, dengan fokus pada pemikiran al-Gazālī dan Ibnu ‘Arabī. Kedua tokoh ini mengembangkan kecenderungan tasawuf yang berbeda: al-Gazālī dengan tasawuf sunni-nya dan Ibnu ‘Arabī dengan tasawuf falsafi-nya. Al-Gazālī menganggap imajinasi sebagai fakultas yang muncul melalui kalbu, bukan rasio, sementara Ibnu ‘Arabī memandang imajinasi sebagai realitas yang menyeluruh, bukan sekadar fakultas internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan analisis komparatif filosofis serta teologis. Rujukan utama yang digunakan adalah karya-karya al-Gazālī (Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn dan Misykāt al-Anwār) dan Ibnu ‘Arabī (Futūḥāt al-Makkiyah dan Fuṣūṣ al-Ḥikam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa imajinasi dalam pemikiran al-Gazālī bersifat potensial dan terletak dalam ranah epistemologi, sedangkan dalam pemikiran Ibnu ‘Arabī, imajinasi memiliki dimensi ontologis, bersandar pada Wujud Mutlak (al-Ḥaqq). Perbedaan utama terletak pada penempatan imajinasi, di mana al-Gazālī hanya membatasinya pada aspek epistemologis, sementara Ibnu ‘Arabī tidak hanya memposisikannya secara epitimologis, tapi juga menempatkannya pada dimensi ontologis realitas
Sejarah Perkembangan Dan Kemunduran Tiga Kerajaan Islam Abad Modern Tahun 1700-1800 Yamani, Sudin; Santalia, Indo; G, Wahyudi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3632

Abstract

AbstrakSejarah kebudayaan Turki Usmani mengalami perkembangan di segala bidang, terutama dalam ekspansi atau pengembangan agama Islam. kebesaran yang pernah dialami oleh kerajaan Islam Turki Usmani telah membawa pengaruh yang sangat besar dalam dunia peradaban khususnya dunia peradaban Islam. Sedangkan pada masa kerajaan besar Islam Safawi, telah mencapi kemajuan peradaban yang telah melahirkan tokoh-tokoh ilmuan seperti, Baha Al-Din Al-Syaerazi, generalis ilmu pengetahuan. Dinasti Safawi tidak setara dengan kemajuan yang pernah dicapai Islam masa klasik, tetapi kerajaan ini telah memberikan sembangan yang cukup besar dalam bidang peradaban. Peradaban Islam di india tidak bisa dipisahkan dari keberadaan kerajaan Islam Mughal. Selama tiga abad kerajaan ini telah mampu memberi warna dinegri yang mayoritas beragama Hindu. Setidaknya agama Islam terbesar diseluruh penjuru India. Kemajuan yang dicapai pada masa Mughal merupakan kontribusi yang berarti dalam menyiarkan dan membangun peradaban Islam di bidang Ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Perkembangan, Kemunduran, Kerajaan Islam AbstractThe history of Ottoman culture has developed in all fields, especially in the expansion or development of the Islamic religion. The greatness that has been experienced by the Islamic empire of the Ottoman Turks has brought a huge influence in world civilization, especially Islamic civilization. Meanwhile, during the great Safavid Islamic empire, civilization had achieved progress which gave birth to scientific figures such as Baha Al-Din Al-Syaerazi, general science. The Safavid dynasty was not equal to the progress that had been achieved by classical Islam, but this kingdom had made considerable progress in the field of civilization. Islamic civilization in India cannot be separated from the existence of the Mughal Islamic empire. For three centuries this kingdom has been able to color the food, the majority of which are Hindus. at least the largest Islamic religion in all corners of India. achieved during the Mughal period was a significant contribution in broadcasting and building Islamic civilization in the field of science.Keywords: Development, Decline, Islamic Kingdom
Moderasi Beragama Pada Masyarakat Konawe Selatan (Studi Atas Toleransi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Kalosara Masyarakat Konawe Selatan) Awal , Awal; Aderus, Andi; Santalia, Indo
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini membahas tentang moderasi beragama berbasis kearifan lokal kalosara pada masyarakat Konawe Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan toleransi beragama masyarakat Konawe Selatan perspektif agama-agama, 2) Menjelaskan bagaimana implementasi toleransi beragama berbasis kearifan lokal Kalosara pada masyarakat Konawe Selatan. 3) Menjelaskan terkait faktor apa saja yang paling berpengaruh dalam implementasi toleransi beragama berbasis kearifan lokal kalosara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui field research (penelitian lapangan) yaitu mengkaji dan menganalisa literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan fenomenologi, pendekatan sosiologis dan pendekatan teologis Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Semua agama di Konawe Selatan sepakat bahwa toleransi beragama merupakan sebuah konsep yang menggambarkan sikap saling menghormati dan bekerja sama antar kelompok agama, 2) Implementasi toleransi beragama berbasis kearifan lokal kalosara dapat diterapkan dengan cara mengambil tiga unsur utama di dalam kalosara yaitu a) Lilitan rotan, mengajarkan kepada masyarakat untuk bisa hidup toleransi sesama agama kita harus mampu menerima perbedaan, dan menjaga rasa persaudaraa, b) Kain putih, melambangkan kesucian dan religius, hidup harus saling tolong menolong sesama manusia, dan hidup rukun dan damai sesama manusia dan c) Talam anyaman, melambangkan kesejaahteraan dan keadilan sosial, mengajarkan bahwa jika ingin hidup tentram dan damai terhadap agama lain maka di perlukan kebebasan dalam beragama, dan keadilan bagi seluruh agama, 3) Faktor yang paling berpengaruh dalam implementasi toleransi beragama berbasis kearifan lokal kalosara yaitu faktor agama dan faktor budaya yang memicu timbulnya sikap toleransi beragama. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kearifan lokal kalosara mempunyai peran yang baik dalam memperkuat moderasi beragama di Konawe Selatan, maka hal tersebut harus tetap dilestarikan dan dijaga sebagai simbol pemersatu dan menjadi jembatan dalam menerima segala perbedaan yang ada serta menumbuhkan sikap toleransi antar penganut agama. Selain itu, dengan penelitian ini diharapkan menjadi bahan bacaan, rujukan dan pijakan agar mampu mengetahui kehidupan moderasi beragama yang ada di masyarakat Konawe Selatan.
Historitas Masjid Tua Al-Hilal Katangka di Kabupaten Gowa (Studi Sejarah Peradaban dan Pendidikan Islam) Nur Ali, St. Maisyah; M. Sewang, Ahmad; Santalia, Indo
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.67

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Masjid Tua Al-Hilal Katangka sebagai simbol peradaban Islam di Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis latar belakang berdirinya Masjid Tua Al-Hilal Katangka dan 2) menganalisis unsur-unsur peradaban Islam pada Masjid Tua Al-Hilal Katangka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui field research (penelitian lapangan), yaitu menggunakan data dari hasil wawancara lapangan dari narasumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologis, arkeologi, dan antropologi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini, yaitu melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Masjid Tua Al-Hilal Katangka atas inisiatif Raja Gowa XIV I Mangngrangi Daeng Manrabbia pada tahun 1603. Beliau mendirikan masjid sebagai fasilitas ibadah tamu kerajaan yang beragama Islam. Peristiwa ini dilatarbelakangi ketika syekh dari Yaman beserta rombongannya melaksanakan salat Jumat di bawah pohon katangka. Kedua, inskripsi yang terdapat di beberapa bagian masjid seperti tiga pintu dan mimbar masjid menggambarkan bentuk perkembangan pembangunan masjid dari bebarapa Raja Gowa pada masanya hingga pemerintah setempat dan masyarakat
Parewa Sara: Otoritas Pra dan Pasca Peristiwa Rumpa'na Tana Bone 1824-1931 Tanal, Ana Nurwina; M, M. Dahlan; Santalia, Indo
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.70

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana otoritas parewa sara’ pra dan pasca terjadinya rumpa’na tana Bone. Kajian ini dibagi menjadi 3 rumusan masalah: (1) Bagaimana sejarah parewa sara’ pra peristiwa rumpa’na tana Bone, (2) Bagaimana kontribusi parewa sara’ ketika berlangsungnya peristiwa rumpa’na tana Bone, (3) Bagaimana kedudukan parewa sara’ pasca peristiwa rumpa’na tana Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research. Pendekatan yang digunakan yaitu: (1) Pendekatan Sejarah, (2) Pendekatan Budaya, (3) Pendekatan Etnografi. Sumber data ada dua macam yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, sedangkan langkah-langkah penelitian yakni: (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) dan Historiografi. Hasil penelitian ini berupaya mengungkap otoritas Parewa Sara’ pra dan pasca peristiwa Rumpa’na Tana Bone dalam kurun waktu 1824-1931. Pengungkapan pertama: struktur pemerintahan Kerajaan Bone sebelum dan setelah Islam sebagai agama resmi kerajaan. Kedua, peranan Parewa Sara’ yang memiliki otoritas dalam memandang peristiwa yang akan dihadapi Kerajaan Bone ketika berhadapan dengan Hindia Belanda. Pandangan ini terlihat setelah Hindia Belanda melakukan penyerangan guna menguasai pelabuhan yang ada di Bone. Pukulan mundur yang terus dilakukan Belanda membuat lasykar-lasykar Bone kewalahan sehingga peristiwa ini diistilahkan Rumpa’na Tana Bone. Dan ketiga, akibat kemenangan Belanda dalam perang yang telah berlangsung membuat sisyem pemerintahan Kerajaan Bone diambil alih oleh pihak Belanda dan Parewa Sara’ yang tadinya memiliki kedudukan dalam pemerintahan Kerajaan Bone sudah jarang dijumpai dalam pengungkapan perannya dalam pemerintahan.
The History and Doctrines of the Maturidiyah School of Though R, Restu; Santalia, Indo
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 10 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17562011

Abstract

This research discusses the Maturidiyah school of thought (its history and teachings). The objectives of this study are: to understand the history of the birth of the Maturidiyah school, to understand the teachings of the Maturidiyah school, to identify the theological group of Maturidiyah, and to understand the doctrines of Maturidiyah theology. The author employs a qualitative research method. To collect data, the author utilizes literature by analyzing various references relevant to the topic discussed, both in Indonesian and foreign languages. In addition, the research sources also include primary data. The result of the research is that his full name is Imam Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmu Al Maturidi. He is called Al Maturidi based on the name of the small village where he was born, namely Maturid, which is located around Samarkand. Al Maturidi and the followers of the Maturidiah school believe in the existence of objective evil related to an action, and that the human mind is capable of judging the goodness or badness of an act. They seem to categorize actions into three groups: the category whose goodness cannot be fully understood through reason, the category whose evil cannot be fully understood by reason, and another category whose good and bad are not clear to reason. For this last category, goodness and badness can only be understood through sharia (religious law). The al-Maturidiyah school includes several points: First, the obligation to recognize God, where according to al-Maturidi, reason has the ability to inform the necessity of knowing God. Second, concerning goodness and badness, al-Maturidi (and also followers of Maturidiyah) acknowledges the existence of objective evil inherent in the act itself, and that reason can understand the goodness and badness of some actions.
The Background and Core Doctrines of the Khawarij and Murji'ah Wahyuni, Fitra; Santalia, Indo
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 10 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17562670

Abstract

This study discusses the background of the emergence as well as the principals of thought of two early theological schools in Islam, namely Khawarij and Murji’ah. Both schools were born from political upheavals after the death of the Prophet, especially during the conflict between Ali ibn Abi Talib and Muawiyah ibn Abi Sufyan. The Khawarij flourished as a radical group that disbelieved perpetrators of grave sins and rejected rulers’ perceived unjust authority. Instead, Murji’ah presents as a reaction to a situation fraught with accusations of infidelity by postponing the assessment of one’s faith and leaving it to Allah. This research uses a literature study-based descriptive qualitative approach, with thematic and comparative analysis to understand the differences in faith concepts, political attitudes, as well as the theological impact of both schools. The results of the study show that Khawarij and Murji’ah occupy two extreme poles in understanding the relationship between faith and charity: Khawarij are hardline and revolutionary in nature, while Murji’ah tends to be moderate and tolerant. This study affirms the importance of moderation as a middle path in avoiding extremism and overly permissive attitudes in religion.
The Ahmadiyya Movement: Transforming from a Theological to a Social Movement Wulandari, Trikarno; Santalia, Indo
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 4 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17562110

Abstract

This article examines the transformation of the Ahmadiyya Movement from a theological movement into a global social movement. Founded by Mirza Ghulam Ahmad in Qadian, India, in 1889, the Ahmadiyya emerged as a response to the spiritual decline of Muslims and the dominance of British colonial power. Initially focused on theological reform emphasizing non-legislative prophethood and continuing revelation, the movement gradually evolved into a transnational social organization promoting peace, tolerance, and humanitarian values. This study employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing academic sources and official Ahmadiyya publications. The findings indicate that through its global Caliphate system and humanitarian network such as Humanity First, the Ahmadiyya has successfully transformed its identity from a controversial religious sect into a global social movement that promotes the message of peaceful Islam under the motto “Love for All, Hatred for None.
Co-Authors Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rahmad Abdul Rahman Abdullah Aderus, Andi Afzazul Rahman Ahsun Inayati Aisyah Kara Al Khair Syam, Akmal Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Aniq Akhmad Ali Bawafie Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin ASNI Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Aulia, Guruh Ryan Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Barsihannor Barsihannor, Barsihannor Darmansyah Darmansyah Eka Damayanti Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih G, Wahyudi G., Wahyuddin Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Harun, Hamzah Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Husnul Khatimah Husyin Saputra I, Irmawati Ilham Imam Sanusi Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Jafar, Usman Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Kara, Siti Aisyah Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Kurniati La Ode Ismail Ahmad M, M. Dahlan M. Sewang, Ahmad Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mansur Mansur Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Miftahuddin Miftahuddin Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhajirin, Muhajirin Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Irfan Jufri Muhammad Istiqamah Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mustamin Giling Mustin, Hilgha Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurul Alfian Nurul Islamiyah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Qorina, Ulfa R, Rahmawati R, Restu R, Rian R, Rismayani r, Riswan R, Rusdin Rahantan, Ahmad Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Reni Reni, Reni Rifky Akbar Sahrul, Muhammad Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rusli, Nur Fadhilah Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu Samsuriadi Samsuriadi Satriani Satriani Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso Syahrir Syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Taufik Thalib, Abdullah Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Wulandari, Trikarno yamani, sudin Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani