p-Index From 2021 - 2026
15.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam jurnal ilmiah hospitality Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa
Claim Missing Document
Check
Articles

CONTESTATION OF THEOLOGICAL THOUGHT DURING THE COVID 19 PANDEMIC (INDONESIAN CONTEXT) Kasriadi Kasriadi; Barsihannor Barsihannor; Indo Santalia
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14 No 2 (2023): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v14i2.2472

Abstract

The involvement in theological thought (kalam) during the Covid-19 pandemic in Indonesia can be summarized into three groups. First, fatalism is the understanding of a society that believes that everything in this world is the totality of destiny and is the decree of Allah SWT. The second understanding is free will, believing in a person's freedom to choose between different plans and actions rather than waiting for fate to befall him. The third one is a central axis theology. Religious moderation can be understood as a view, attitude, or action that always takes the middle, fair, and non-extreme path in religion. Religious moderation should be understood as a balanced religious attitude between the practice of one's own religion (exclusive) and respect for the religious practices of other religions (inclusive).
Pluralism Theology of Nurcholis Madjid Andi Ahmad Zahri Nafis; Barsihannor Barsihannor; Indo Santalia
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Al Mutsla Juni 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i1.451

Abstract

Pluralism is an understanding of mutual respect and understanding of differences in people's lives. Nurcholish Madjid's thoughts are considered relevant for discussion. As a figure to be reckoned with in Indonesia, his existence is considered to represent the rise of reform thinking in the archipelago. His thoughts on pluralism are considered a necessity associated with the condition of religious communities in Indonesia. The statement is based on the Indonesian population's condition of religious pluralism. If the pluralism of religions adhered to is not glued together with a pluralistic perspective, then the plurality of religions has the potential to trigger conflict. This research aims to find out the thoughts of Kalam Nurcholish Madjid on Pluralism. The method used is literature study by taking references from various sources such as printed and digital books, as well as research-related journals. The results of the study show that there are three approaches used by Nurcholis Madjid in formulating the concept of Pluralism, namely first, the Tawheed approach, namely the return of human dignity and status back to its position as a creature of Allah. Humans look up "up" only to God, to fellow human beings must look in a series of equality. Second, the Philological Approach, namely the redefinition of the meaning of Islam or more precisely the expansion of the definition of Islam as an attitude of surrender, submission, and obedience to God Almighty. The third is the Historical Approach, which is the value or spirit contained in that history. In this case, every adherent of religion needs to take as an example the values of openness of the people of Medina at that time, not to take the form of the government of the Prophet Muhammad in Medina to be applied today.
TINJAUAN SOSIAL EKONOMI LAHIRNYA ISLAM DI MALAYSIA, PATANI DAN MINDANAO Asri Jaya; Indo Santalia; Wahyudin G
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 2, No 01 (2022): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah dan peradaban islam di Asia Tenggara dapat kita lihat pada beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. Lingkungan politik di Malaysia ini kelihatannya telah menandai kelangsungan kebangkitan Islam. Meskipun sangat diragukan bahwa kalangan radikal dan fundamentalis akan mampu mencapai tujuan mereka. Barangkali kita akan melihat kekerasan sporadis yang berlanjut karena aktivitas-aktivitas yang frustasi. Yang lebih penting, kebijakan-kebijakan di Malaysia telah membantu meningkatkan rasa identitas Islam dan ini akan menimbulkan pengaruh jangka panjang dalam sistem-sistem politik mereka. Sejarah masuknya Islam di Filipina dimulai pada abad ke-14 melalui kepulauan Sulu. Disebutkan bahwa orang yang sangat berjasa dalam penyebaran Islam pertama di kepulaan tersebut adalah Syarif Karim al-Makhdum, ia adalah orang Arab yang datang ke Malaka dan mengislamkan Sultan Muhammad Syah dan rakyat Malaka. Islam masuk di Thailand diperkirakan sekitar abad ke-10 atau ke-11 dibawa oleh pedagang Arab dan India. Islam pernah berkuasa di wilayah Pattani sejak berdirinya Kerajaan Islam Patani abad ke-14. Patani adalah komunitas minoritas Muslim Melayu di wilayah Thailand selatan yang berbatasan dengan Malaysia. Berdasarkan data pemerintah Thailand, jumlah muslim Patani sekitar 4 juta jiwa. Kata Kunci: Sejarah, Peradaban Islam di Asia Tenggara.
Sejarah Lahirnya Negara Islam Sekuler Turki dan Ide Perbaharuan Mustafa Kemal Samsuriadi Samsuriadi; Indo Santalia; Wahyuddin Wahyuddin
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 2, No 02 (2023): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turki Utsmani yang tidak lagi diragukan dengan kekuasaan kesultanannya dengan Syaikhul Islamnya dimana sebagia lembaga keagamaan, mengatakan bahwasannya Islam tidak cocok dengan sekularisme. Ideologi tersebut bertolak belakang dengan pendapat Sultan, dimana Ideolagi Politik serta negara tidak mungkin dapat di pisahkan dari konsep Islam yang tidak memisahkan urusan negara dari urusan Agama. Pandangan  ini berbeda dengan perkembangan sajarah masyarakat Turki yang bersampingan dengan masuknya imperialisme Barat ke Dunia Islam yang diketahui pada awalnya membawa pemikiran sekularismenya dimana urusan Politik negara dipisahkan dari urusan Agama dan Keyakinan. Hal tersebutlah yang mempengaruhi kelompok Modernis Turki di bawah pimpinan Kemal, menuju Turki Modern. Naman muncul pertanyaan, mengapa kemal melaksakan politik sekularisme, bagaimana Negara Turki dapat menerapkan politik Sekularisme,  yang pada dasarnya kita ketahui bahwa mayoritas masyarakat Turki adalah Masyarakat Islam, oleh karena itu seharusnya umat Muslim lebih terbuka dalam mencerminkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist  sesuai dengan kontekstualnya. Sehingga dapat menghasilkan bahwa Islam dan sekularisme  dapat bersinergi. Sehingga hal tersebut perlu di kembalikan pada bagaimana pandangan masyarakat terhadap Agama dan Sekularisme yang dipahami masing-masing Individu, serta peluhnya materi sekularisme turki ini menjadi refesensi untuk pengembangan sejarah Islam dalam Konsep Pemerintahan
Agama dan Negara dalam Konteks Keindonesiaan Arfan Arfan; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal; Nur Afni A.
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol 4 No 2 (2023): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v4i2.978

Abstract

This study analyzes the relationship between Islam and the state in the Indonesian context. This research employes descriptive and analytical methods through normative and historical approaches, through literature review, both books written by classical scholars as well as books and journal articles written by contemporary researchers, and other relevant sources. The results of this study indicate that the relationship between religion and the state in the Indonesian context initially led to an integral paradigm by making Islam the basis of the state. However, with various considerations, Pancasila is the middle way which marks that the state and the Islamic religion are in a symbiotic paradigm. To this day, the two side by side help each other in achieving the national ideals of the Indonesian nation.
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER Muh. Yasin Yasin Nur; Indo Santalia; Muhaemin Latif
International Journal of Islamic Studies Vol 1 No 2 (2021): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v1i2.32743

Abstract

The purpose of this study is to find out the gender thinking of Amina Wadud Muhsin in the view of Hans Georg Gadamer's Hermeneutics. This research is library research using a research approach, namely: philosophical, grammatical, linguistic and phenomenological approaches. Then the source of this research data is taken from books, articles and journals related to the thoughts of Amina Wadud with Gadamer. Furthermore, the data analysis method used is descriptive method, content analysis, interpretation method, comparison, taxonomy. The results of this study indicate that: First, related to Amina Wadud's gender thinking, namely: 1. The creation of humans. According to Amina Wadud that the origin of humans, both male and female, comes from one nafs which is part of the paired system. 2. Leader. Amina Wadud strongly rejected Qawwamun to be limited to the position of men compared to women. However, there must be harmony, so Amina Wadud proposes a new idea, namely the "functionalist" concept. 3. Polygamy. For Amina Wadud, the concept of polygamy is not supported in religion, because there is no justice for women. Amina's gender thinking in the perspective of Hans Georg Gadamer's hermeneutics, in this case the interpreter's position. Amina Wadud places great emphasis on text priors and context. In this case the prior text concerns the background of an interpreter, his views and circumstances. Because an interpreter must dialogue with the text in accordance with any conditions and at any time. Likewise with Gadamer, the concept of language is the most important. This is what Gadamer calls "the influence of history".
TOKOH UTSMANI MUDA DAN IDE PEMBAHARUANNYA Khaliq Khaliq; Indo Santalia; Wahyuddin Wahyuddin
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v7i2.1128

Abstract

Kesultanan Ottoman di Turki melewati banyak fase dimulai pada abad ke-19 dan sangat mempengaruhi perjalanan sejarah pemerintahan ini. Salah satu fase pada perjalanan sejarah yang dimaksud adalah munculnya gerakan utsmani muda. Utsmani muda adalah gerakan intelektual pemuda Turki yang dianggap berlawanan dengan pemerintah, pada perjalanannya golongan intelektual ini memiliki banyak sumbangsih ide-ide pemikiran dan memberikan pengaruh pada perjalananan sejarah kesultanan ottoman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah munculnya gerakan utsmani muda, tokoh utsmani muda dan bagaimana pengaruh ide-ide pemikirannya terhadap kesultanan ottoman turki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa tokoh utsmani muda diantaranya Ibrahim Sinasi memiliki ide yang disebarkan melalui media cetak tantang hak-hak rakyat pendapat umum, kesadaran nasional, pemerintahan konstitusional, dan sebagainya, selanjutnya Ziyad Pasya memiliki ide tentang sistem pemerintahan konstitusional yang berlandaskan syariat Islam, Namik Kemal memiliki ide tentang model konstitusi yang memiliki Majlis Negara (Sura-yi Deylet), Majlis Nasional (Sura-yi Ummet), dan Senat (Meclis-I Ayan), sedangkan Midhat Pasya memiliki ide bentuk konstitusi demokrati dengan pengunaan term-term syariah seperti musyawarah, untuk perwakilan rakyat, Syari’at untuk konstitusi, dan bai’ah untuk kedaulatan rakyat.
Islamisasi Ilmu Ekonomi Berdasarkan Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas Aniq Akhmad Ali Bawafie; Indo Santalia; Syamsuddin Syamsuddin
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Fikr: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/el-fikr.v4i2.21072

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam muncul dari wahyu ayat-ayat, prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat. Namun, dogmatisasi selama abad kegelapan menyebabkan dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan, menyebabkan ketidakpercayaan pada kemampuannya untuk memecahkan masalah ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ide-ide ekonomi Qur’an dan hadis ke dalam sebuah disiplin ilmu yang berbeda, membangun tubuh pengetahuan yang koheren. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dalam tinjauan literatur. Islamisasi ilmu pengetahuan dan ekonomi memiliki tujuan dan aktivitas yang sama, keduanya bertujuan untuk mendiagnosis realitas dan menghubungkan fenomena ekonomi. Islamisasi ilmu pengetahuan menggunakan pernyataan-pernyataan normatif, sementara ekonomi berfokus pada pengembangan dan analisis elemen-elemen ekonomi dan dampaknya terhadap kehidupan. Penggabungan disiplin ilmu ini menunjukkan integrasi fungsi normatif dan deskriptif dalam ekonomi Islam.Islamisasi melibatkan evaluasi terhadap suatu disiplin ilmu, mengembangkan pandangan dunia, filosofi, dan nilai-nilainya, menghilangkan aspek-aspek yang tidak sesuai, dan mengasimilasi cita-cita Islam. Hal ini juga mengharuskan pembuatan karya-karya tertulis untuk disebarluaskan kepada para akademisi dan praktisi.
Islamic Thought in the Era of Khulafa al-Rasyidin: A Literature Review Umar, Hendra; Indo Santalia
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 5 No. 4 (2022): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v5i4.124

Abstract

In the periodization of the history of Islamic thought, the era of the Companions is categorized as the era of Khulafā al-Rāsyidīn, which lasted approximately 30 years, namely since the death of the Prophet Muhammad and the appointment of Abū Bakr al-Ṣiddiq ra. as caliph (11 H/632 AD) until the death of Caliph Alī bin Abī Ṭālib ra. (41 H/661 AD). Even after that time, there were still many friends who were still alive, the period after that was categorized as the era of the Islamic empire led by various dynasties. The division of the period of Islamic thought certainly uses a political approach. This approach is not without reason because it will be seen that government politics has a lot of influence on the development of Islamic thought. This literature review aims to describe the socio-cultural background and development of Islamic thought in the era of the companions of the Prophet Muhammad.
Sexual harassment among disabilities in Makassar City: An Islamic law perspective Tulhidayah, Radhiah; Kara, Siti Aisyah; Santalia, Indo; Jafar, Usman; Alwi, Zulfahmi
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v10i2.25849

Abstract

The main objective of the research is to find out the risk of sexual harassment of persons with disabilities in Makassar City from the perspective of Islamic Law. This type of research is qualitative research (field research), with the research approach being theological-normative, sociological, and juridical. Primary data sources were eight subjects. The subjects were five women with disabilities, a psychologist, two social workers, and a religious figure. The secondary data is obtained through books, journal articles, government data, laws, fatwas, and research reports by utilizing libraries, online databases, and websites of related institutions. The data collection methods used are observation, interviews, documentation, and reference searches. Data processing and analysis techniques are carried out in three stages: data reduction, presentation/display, and conclusion drawing. The results of this study show, from an Islamic law perspective, that the protection of women with disabilities is supported by principles such as human dignity (al-Karāmah al-Insāniyah), equality (al-Musawah), justice (al-'Adalah), and freedom (al-Hurriyah). Islam underscores the importance of safeguarding and respecting the rights of all individuals, including those with disabilities. Islamic sanctions for sexual harassment can range from ta'zir (discretionary punishments) to had (prescribed punishments), depending on the severity of the offense. These Islamic principles align with human rights standards and provide a foundation for fostering a more equitable and secure environment for women with disabilities. The research implications include the development of an Islamic law-based protection system, raising social awareness, and establishing a support network to create a safe environment for women with disabilities.
Co-Authors Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rahmad Abdul Rahman Abdullah Aderus, Andi Afzazul Rahman Ahsun Inayati Aisyah Kara Al Khair Syam, Akmal Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Aniq Akhmad Ali Bawafie Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin ASNI Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Aulia, Guruh Ryan Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Barsihannor Barsihannor, Barsihannor Darmansyah Darmansyah Eka Damayanti Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih G, Wahyudi G., Wahyuddin Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Harun, Hamzah Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Husnul Khatimah Husyin Saputra I, Irmawati Ilham Imam Sanusi Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Jafar, Usman Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Kara, Siti Aisyah Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Kurniati La Ode Ismail Ahmad M, M. Dahlan M. Sewang, Ahmad Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mansur Mansur Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Miftahuddin Miftahuddin Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhajirin, Muhajirin Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Irfan Jufri Muhammad Istiqamah Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mustamin Giling Mustin, Hilgha Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurul Alfian Nurul Islamiyah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Qorina, Ulfa R, Rahmawati R, Restu R, Rian R, Rismayani r, Riswan R, Rusdin Rahantan, Ahmad Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Reni Reni, Reni Rifky Akbar Sahrul, Muhammad Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rusli, Nur Fadhilah Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu Samsuriadi Samsuriadi Satriani Satriani Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso Syahrir Syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Taufik Thalib, Abdullah Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Wulandari, Trikarno yamani, sudin Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani