Articles
GAMBARAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SELEDRI PADA LANSIA Ny.M DENGAN HIPERTENSI DI DESA DATAR WILAYAH PUSKESMAS SUMBANG I KABUPATEN BANYUMAS
Laora Windari;
Dwi Astuti;
Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.374
Latar belakang: Gaya hidup modern bisa meningkatkan tingkat stress, kebiasaan merokok, serta mengkonsumsi minuman berakohol serta kopi yang berlebihan, bisa menyebabkan berbagai penyakit, termauk hipertensi. Pravelensi hipertensi di usia lanjut masih cukup tinggi, 40% dengan angka kematian sekitar 65 tahun. Angka kejadian hipertensi lebih banyak pada wanita 37% dan laki-laki 28%. Hipertensi tidak dapaat dipulihkan sepenuhnya, namun dapat diatur dengan pengawasan Kesehatan yang teratur. Seledri adalah salah satu contoh bentuk pengobatan herbal yang digunakan dalam menangani kasus hipertensi. Tujuan: Menggambarkan manfaat pemberian rebusan daun seledri dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mempunyai hipertensi. Metode: Menggunakan metode studi kasus dengan responden yang memiliki tekanan darah sistolik 140/90mmHg dan tekanan darah diastolic 159/99mmHg dengan hipertensi Stadium I. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah pada lansia dengan pemberian rebusan daun seledri sebanyak 200cc di pagi dan sore hari selama 5 hari dengan hasil pre 153/75mmHg dan nilai post 146/79mmHg. Kesimpulan: Rebusan daun seledri dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Kata kunci: Daun Seledri., Hipertensi., Lansia
THE EFFECT OF INHALATION OF CITRUS LEMON AROMATHERAPY ON THE DEGREE OF NAUSEA AND VOMITING IN PREGNANT WOMEN IN TRIMESTER I
Fadhila Destya Fatmawati;
Priyatin Sulistyowati;
Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i3.734
Background: Pregnancy is a process of fertilization between spermatozoa and ovum, followed by implantation or nidation. During the first trimester of pregnancy, pregnant women usually experience discomfort such as nausea and vomiting. About 50-80% of pregnant women experience nausea and vomiting in early pregnancy, typically between 6-12 weeks of gestation, due to gastrointestinal and psychological distress. One therapy to reduce the discomfort of nausea and vomiting during pregnancy is the use of citrus lemon aromatherapy. Purpose: This study aims to determine the effect of inhaling citrus lemon aromatherapy on the degree of nausea and vomiting (emesis gravidarum) in pregnant women during the first trimester. Methods: This paper uses a type of qualitative research whit a case study design. Results: The results of the nursing implementation stated that after the administration of citrus lemon aromatherapy inhalation, there was a decrease in the PUQE-24 score, namely from the category of moderate nausea and vomiting with a score of 12 to no nausea and vomiting with a score of 3. Conclusion: The effect of inhaling citrus lemon aromatherapy on the degree of nausea and vomiting (emesis gravidarum) in pregnant women during the first trimester is quite effective in helping to reduce nausea and vomiting in pregnant women.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHERS’ KNOWLEDGE AND ATTITUDES TOWARD THE INTEREST IN USING IUD CONTRACEPTION AT WANAYASA PUBLIC HEALTH CENTER
Erlangga Zulfi Jihad Setyagama;
Priyatin Sulistyowati;
Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1382
Background: The Family Planning Program (KB) is a government effort to control population growth in Indonesia. One of the contraceptive methods that is highly recommended in the KB program is the intra uterine device (IUD) or often called a spiral. IUD is a contraceptive that can be used in the long term with high effectiveness in preventing pregnancy, while having minimal risk of side effects if used correctly, but the number of IUD usage in Indonesia is still relatively low compared to other contraceptive methods. Research Objective: To determine the effect of knowledge and attitude on the interest of mothers in using IUD KB at the Wanayasa Health Center. Method: This study used a quantitative method with a sample of 66 respondents. Data analysis was carried out using bivariate and univariate, significance was determined if (p value <0.05). data processing was carried out using SPSS. Result: The results of the study showed that in the knowledge variable there were 37 respondents with good knowledge, 23 respondents with sufficient knowledge and 6 respondents with less knowledge. As for the attitude variable, there were 52 respondents with positive attitudes and 14 respondents with negative attitudes. The results of this study also show that there is an influence between knowledge and interest in mothers using IUD with P-Value = 0.003, while the attitude variable also shows that there is an influence between attitude and interest in mothers using IUD with P-Value = 0.010. Conclusion: there is a significant influence between knowledge on interest in mothers using IUD and attitude on interest in mothers using IUD
OVERVIEW OF CINNAMON BOILED WATER ADMINISTRATION TO SUPPORT PERINEAL WOUND HEALING IN MRS. S G2P2A0 POSTPARTUM DAY 4 IN JETIS VILLAGE
Nanda Cindi Dwi Karisma;
Priyatin Sulistyowati;
Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1430
Background:Perineal rupture is a condition in which the perineal tissue tears during the childbirth process. This condition can cause pain, discomfort, and interfere with the mother’s activities after delivery. One non-pharmacological intervention that can support perineal wound healing is the administration of cinnamon boiled water. Cinnamon contains active compounds such as polyphenols, coumarin, and flavonoids, which possess antioxidant and anti-inflammatory properties, thus potentially accelerating the wound healing process. Objective:This study aims to describe the administration of cinnamon boiled water in supporting the healing of perineal wounds among postpartum mothers in Jetis Village. Method:This scientific paper uses a descriptive research method with a case study approach. Results:The results showed a decrease in the degree of perineal wound after the administration of cinnamon boiled water. Conclusion: Based on the case study conducted over seven days, the administration of cinnamon boiled water to postpartum mothers can help accelerate the healing of perineal wounds.
APLIKASI MODERN DRESSING: HYDROGEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK
Dwi Astuti;
Khoirun Henny Hidayah;
Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.373
Latar belakang: Kabupaten Purbalingga mencatat pada tahun 2022 jumlah penderita DM mencapai 13.114. Dari banyaknya penderita diabetes, tidak sedikit yang mengalami komplikasi seperti adanya luka pada kaki. Ulkus diabetik ini memerlukan perawatan secara khusus, yang bertujuan agar luka cepat sembuh dan tidak infeksi. Jenis perawatan yang sering digunakan yaitu modern dressing , yang menggunakan prinsip “ moisture balance ”. Salah satu jenis modern dressing yang sering digunakan adalah hydrogel . Sifat dari hydrogel yang tetap menjadi gel selama 72 jam ini dapat mempercepat proses granulasi karena kelembaban luka tetap terjaga. Tujuan: Untuk menggambarkan aplikasi modern dressing:hydrogel terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan tabel. Dengan menggunakan lembar wawancara, lembar observasi bates Jensen dan studi dokumentasi. Hasil: Hasil studi kasus yaitu skoring pada luka mengalami penurunan sebanyak 9 poin yaitu hari 32 menjadi 23, dengan perawatan 3 hari sekali selama 12 hari. Kesimpulan: Perawatan luka pada pasien ulkus diabetik menggunakan modern dressing:hydrogel dapat mempercepat granulasi jaringan. Kata Kunci : Hidrogel , Modern Dressing, Perawatan Luka, Ulkus Diabetik
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
Maya Atsfiatun;
Dwi Astuti;
Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.382
Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa aloe vera gel efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.
GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERDAHAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SIDAKANGEN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA
Indah Micty Salsabila;
Dwi Astuti;
Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.385
Hipertensi adalah suatu masalah pada kesehatan yang harus diperhatikan sebab angka yang terdapat pada prevalensinya cukup tinggi dan dapat berakibat pada jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan. Tidak jarang penderita hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara mengonsumsi jus mentimun. Mentimun mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kalium, yang bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.Menggambarkan pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi di Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari implementasi yang telah dilakukan hasil pengukuran tekanan darah terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi dengan cara pemberian jus mentimun. Nilai pre 198 / 117 mmHg dan nilai post 135 / 95 mmHg.
PENGGUNAAN EKSTRAK BUBUK KUNYIT PADA NY.P DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA KLAHANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Miftah Setiani;
Dwi Astuti;
Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.401
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular dan menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia sebanyak 63,5%. Dalam proses penyembuhan luka ini terdapat 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor dari luar yang dapat digunakan sebagai penyembuhan luka yaitu dengan irigasi luka digunakan larutan fisiologis dan menggunakan obat alami. Dalam hal ini, masyarakat banyak menggunakan obat alami guna menyembuhkan luka yaitu kunyit (Curcuma longa). Kunyit memiliki kandungan senyawa yang utama yaitu minyak atsiri dan kurkuminoid. Tujuan: untuk menggambarkan Penggunaan Ekstrak Bubuk Kunyit Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil: Bahwa perawatan luka menggunakan bubuk kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabetes Melitus Tipe II. Dalam hal ini dapat dibuktikan dengan skor awal perawatan ke-1 23 kemudian perawatan luka ke-7 dengan skor 13. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan Bubuk Kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabes Melitus.
EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN NACL 0,9% PADA Ny.P IBU POST PARTUM NORMAL PRIMIPARA DENGAN INDIKASI RUPTURE PERINEUM DI DESA KALIGONDANG
Niken Risma Astika;
Priyatin Sulistiowati;
Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.434
On a world scale, the main cause of high maternal mortality is post-partum infection. Of the 500 million incidents of postpartum infections, there are 75,000 deaths, in Purbalingga the incidence of perineal infections will reach 5.7% in 2023. One of the factors is the high rate of postpartum infections, namely low knowledge about infection prevention. One effective management is perineal wound care using NaCl 0.9%. This study aims to determine the effectiveness of wound treatment using 0.9% NaCl in normal primiparous post partum mothers with indications of perineal rupture in Kejobong Village. This research uses a qualitative method with a case study approach. After treating the wound twice for 3 days using 0.9% NaCl, it was found that the wound looked better and there were no signs of infection as indicated by a decrease in the REEDA score from 11 categories of unhealed wounds to 2 categories of moderate wounds. This is supported by cleanliness of the wound area and choosing the right food. Wound treatment using 0.9% NaCl is effective for healing perineal ruptures.
GAMBARAN PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM GRADE II MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING (METCOVAZINE REGULER) PADA Tn. M DI DESA KUTAWULUH KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA
Rizka Hidayati;
Sudiarto;
Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i1.454
Latar belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Setiap tahun penderita ulkus diabetikum mencapai 2% dan 5-7.5 % lainnya mengalami neuropati perifer. Kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya kejadian amputasi. Salah satu penatalaksanaan yang efektif yaitu dengan perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari penerapan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) pada proses penyembuhan ulkus diabetikum grade II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah melakukan perawatan luka 3 hari sekali selama 2 minggu menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) didapatkan bahwa kondisi luka semakin membaik dengan penurunan skor dari 25 menjadi 18. Hal ini didukung oleh pemilihan dressing tersier serta terjaganya kelembaban luka. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) efektif untuk penyembuhan ulkus diabetikum grade II.