p-Index From 2021 - 2026
11.58
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat International Journal of Integrated Health Sciences Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ekologi Kesehatan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia VISIKES Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication ODONTO Dental Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Public Health of Indonesia Journal of Health Education Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Health Notions Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) CARING (Center of Publication in Midwifery and Nursing) : Jurnal Publikasi Penelitian Kebidanan dan Keperawatan Media Ilmu Kesehatan Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Jurnal Serambi Engineering Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Unnes Journal of Public Health Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Journal of Health Sciences Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Pena Medika : Jurnal Kesehatan Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology MAHESA : Malahayati Health Student Journal Narra J Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Odonto dental journal Journal of Pharmaceutical and Sciences. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU PETANI PENYEMPROT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR SERUM CHOLINESTERASE Devi Ayu Susilowati; Suhartono Suhartono; Bagoes Widjanarko; Mateus Sakundarno Adi; Suratman Suratman
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.779 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3152

Abstract

Petani penyemprot merupakan salah satu populasi berisiko untuk mengalami keracunan pestisida akibat dari aktivitas pertanian yang sangat dekat dengan pestisida. Untuk mengetahui adanya paparan pestisida dan penilaian risiko keracunan pestisida adalah dengan pengukuran kadar serum cholinesterase. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan hubungan antara pengetahuan, perilaku merokok ketika menyemprot, dan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) ketika menyemprot dengan kadar serum cholinesterase pada petani penyemprot. Jenis penelitian ini observasional dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel 88 petani penyemprot di Desa Dukuhlo Kabupaten Brebes. Sampel diambil dengan teknik acak sederhana. Hasil analisis multivariat dengan multipel regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang terbukti berhubungan dengan kadar serum cholinesterase adalah pengetahuan tentang pestisida p=0,005 (OR=12,369; 95% CI=2,1-71,5) dan merokok ketika menyemprot p=0,005 (OR=9,641; 95% CI=2,0-46,1). Petani penyemprot yang memiliki pengetahuan kurang tentang pestisida mempunyai risiko 12,3 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki pengetahuan tentang pestisida yang baik dan petani penyemprot yang merokok ketika menyemprot mempunyai risiko 9,6 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Pengetahuan tentang pestisida dan merokok ketika menyemprot terbukti berhubungan dengan kadar serum cholinesterase pada petani penyemprot.
EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN HIV MELALUI TRANSMISI SEKSUAL (PMTS)DI KOTA SEMARANG Benita Noffritasari; Zahroh Shaluhiyah; Mateus Sakundarno Adi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.562

Abstract

Epidemi HIV di Indonesia masih bersifat terkonsentrasi pada kelompok populasi kunci. Secara global sekitar 47% kasus infeksi baru  pada tahun 2017 ditemukan pada kelompok populasi kunci dan pasangannya.Jumlah kasus HIV pada kelompok LSL di Indonesia meningkat hingga 500% selama tahun 2007 hingga tahun 2015. Peningkatan kasus HIV AIDS pada kelompok populasi kunci LSL menunjukkan bahwa kelompok ini merupakan kelompok yang berisiko tinggi baik untuk terinfeksi ataupun untuk menginfeksi.Program PMTS sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS yang berfokus pada faktor risiko penularan melalui hubungan seksual, dirasa belum memberikan hasil yang optimal.Program PMTS dialksanakan dengan menggunakan empat komponen utama yaitu peningkatan peran positif pemangku kepentingan, komunikasi perubahan perilaku, manajemen pasokan kondom dan pelicin, serta layanan IMS dan HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaanempat komponen utama program PMTS pada LSL di Puskesmasyang ada di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang selama bulan Agustus hingga Oktober 2019. Subjek penelitian sebanyak 14 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada stigma dan diskriminasi dari pemangku kepentingan, LSl belum menjadi fokus utama dalam program PMTS. Klien LSL belum terbuka terhadap program dan pemakaian kondom pada LSL masih rendah. Belum semua Puskesmas menyediakan pelicin untuk program PMTS. Layanan HIV di Puskesmas belum komprehensif serta masih ada stigma dan diskriminasi dari petugas terhadap LSL. Rekomendasi dari penelitian ini adalah peningkatan upaya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap LSL, baik dari para pemangku kepentingan maupun petugas kesehatan; peningkatan upaya penjangkauan dan pendampingan terhadap LSL, sehingga mereka lebih terbuka terhadap program penanggulangan HIV; serta peningkatan kapasitas layanan HIV di Puskesmas, sehingga layanan HIV yang diberikan lebih komprehensif, termasuk penyediaan kondom dan pelicin.   Kata Kunci: Evaluasi PMTS, LSL
Tingkat Depresi Lansia yang Tinggal di Panti Sosial Putu Eka Novayanti; Mateus Sakundarno Adi; Rita Hadi Widyastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.694 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.2.2020.117-122

Abstract

Menua merupakan suatu keadaan yang pasti dirasakan oleh setiap individu, namun menua dengan sehat belum tentu dirasakan oleh setiap lansia. Salah satu masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia ialah depresi. Depresi pada lansia sering sekali tertutupi oleh gejala fisik. Depresi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya biologi, psikologis dan sosial. Angka kejadian depresi yang terus meningkat dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan kualitas kesehatan serta kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat depresi lansia yang tinggal di panti sosial. Penelitian ini merupakan suatu studi dengan desain cross sectional. Observasi dilakukan terhadap 135 lansia yang didapatkan melalui teknik purpossive sampling dan dilakukan pada bulan Maret 2020. Kriteria inklusi penentuan sampel adalah lansia yang berusia 60 tahun keatas, lansia yang telah menghuni panti selama lebih dari 6 bulan dan tidak memiliki keluarga. Hasil penelitian didapatkan bahwa lansia yang tinggal di panti sosial terbanyak pada rentang usia 65-69 tahun (37,0%),  rentang usia lansia yang paling sedikit adalah lansia yang berusia 80 tahun keatas (10,4%). Jenis kelamin lansia yang paling banyang tinggal di panti sosial adalah laki-laki yaitu sebanyak 73 lansia (54,1%). Data karakteristik pendidikan lansia yang tinggal di panti sosial paling banyak adalah SD sebanyak 50 lansia (37,0%). Status pernikahan lansia yang ada di panti sosial terbanyak adalah duda yaitu sebanyak 65 lansia (48,1%). Tingkat depresi pada lansia yang ada di panti sosial terbanyak adalah tingkat depresi ringan yaitu sebanyak 55 lansia (40,7%) Kata kunci: depresi, lansia, panti sosial THE LEVEL OF DEPRESSION IN THE ELDERLY LIVING IN NURSING HOME ABSTRACTAging is a condition that must be felt by every individual, but aging is not necessarily healthy for every elderly. One of the most common psychological problems in the elderly is depression. Depression in the elderly is often masked by physical symptoms. Depression is influenced by several factors including biology, psychological and social. It is faered that the incidence of depression will increase the quality of health and the elderly quality of life. The aim of this study is to determine the level of depression in the elderly who live in nursing homes. Ths research is a study with cross sectional design. The observations were made on 135 elderly who were obtained through purposive sampling techniques and carried out in March 2020. The inclusion criteria for determining the sample are the elderly who are aged 60 years and over, the elderly who have inhabited in nursing home for more than 6 months and have no family. The result showed that the most elderly people living in nursing home were in the age range of 65-69 years (37,0%), the lowest age range was the elderly who were aged 80 years and over (10,4%). The most eldely sexes who live in nursing home are male, as many as 73 elderly people (54,1%). Data on the characteristics of the education of the elderly who live in nursing home is the most elementary school as many as 50 elderly (37,0%). The status of the marriage of the elderly in the most nursing home is widower with 65 elderly people (48,1%). The highest level of depression in elderly at nursing home is the level of mild depression, which is 66 elderly (40,7%). Keywords: depression, elderly, nursing home
Tingkat Stres Lansia dengan Penyakit Tidak Menular Dian Aulia Kurniawati; Mateus Sakundarno Adi; Rita Hadi Widyastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.507 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.2.2020.123-128

Abstract

Stres pada lansia dengan penyakit tidak menular merupakan masalah psikososial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan lansia apabila tidak segera diatasi, terutama dalam hal perawatan dirinya yang berpusat pada kepatuhan dalam pengobatan serta manajemen diri. Namun, penelitian yang membahas tentang tingkat stres pada lansia dengan penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang belum tersedia sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk melihat tingkat stres lansia dengan penyakit tidak menular: diabetes mellitus dan hipertensi. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 109 lansia dengan penyakit tidak menular yang didapatkan melalui teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Pudakpayung di Kota Semarang pada tahun 2020. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah lansia berusia 60 tahun keatas dengan penyakit tidak menular yaitu diabetes melitus dan hipertensi, menderita penyakit < 5 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Depresion, Anxiety, Stress Scale (DASS-42) berisi 14 pertanyaan, dengan tingkatan Discriminant validity dan mempunyai reliabilitas sebesar 0,8806 berdasarkan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia dengan diabetes melitus sebagian besar mengalami stres sedang sebesar 62,7% dan lansia dengan hipertensi mengalami stres sedang sebesar 59,1%. Kata kunci: lansia, penyakit tidak menular, stres STRESS LEVELS IN ELDERLY WITH NON-COMMUNICABLE DISEASES  ABSTRACTStress in elderly with Non-communicable Diseases is an psychosocial problem that can affect the quality of life and well-being of the elderly if not immediately addressed, especially in terms of self-care that is centered on adherence in medication and self-management. However, research that discusses about the levels of stress in elderly with non-communicable diseases in the working area of Pudakpayung’s Public Health Centers in Semarang City is not yet available, so this research are needs to be done to look at the stress levels in elderly with non-communicable diseases : diabetes mellitus and hypertension. The study used a cross sectional design with 107 elderly with non-communicable diseases to be a sample obtained through total sampling techniques in Pudakpayung’s Public Health Centers in Semarang City on 2020. The criteria of inclusion in this study were the elderly aged 60 years and above with non-communicable diseases, suffering from illness < 5 years. The instruments used in this study were Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42) contains 14 questions, with levels Discriminant validity and reliability have amounted to 0,8806 by Cronbach Alpha. The results showed that elderly with diabetes mellitus mostly experienced moderate stress by 62,7% and the elderly with hypertension experienced moderate stress by 59.1%.  Keywords: elderly, non-communicable diseases, stress
Analisis Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal Nur Widyastuti; Bagoes Widjanarko; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.39-49

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara dimensi kualitas pelayanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di instalasi rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal.Penelitian ini menggunakan metode  pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional . Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan di poli rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal, sedangkan subyeknya adalah pasien peserta BPJS Kesehatan di poli rawat jalan yang telah pernah periksa minimal 2-3 kali dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Pengumpulan data menggunakan cara Non Probability Sampling. Data diolah dan dianalisisi dengan analisis Smart PLS. Besar sampel sejumlah 100 orang responden dan menggunakan teknik Purposive Sampling untuk pengambilan sampel.   Berdasarkan analisis dengan Smart PLS hasil penelitian menunjukkan bahwa tangible / bentuk fisik  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,043 > 1.96 , reliability / keandalan mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 2,571 > 1.96, responsiveness / daya tanggap  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,101 > 1.96, assurance / jaminan tidak mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 1,491 < 1.96, dan empathy / perhatian  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,469 > 1.96. Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa tidak semua dimensi kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan.Kesimpulan penelitian ini adalah empat dari lima dimensi kualitas pelayanan yang diteliti mempunyai pengaruh positip secara signifikan terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo. Dimensi mutu tangible, reliability, responsiveness dan emphaty mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo dan dimensi assurance tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien.
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Mendukung Penegakkan Diagnosa TB Dots Di Rumah Sakit Aisyiyah Muntilan Susanti Susanti; Mateus Sakundarno Adi; Atik Mawarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.4.2.2016.123-128

Abstract

Tuberculosis (TB) disease intervention is a national program and being a target of MDGs. Therefore, a government determined minimum service standards of a hospital that had to be implemented in all health service units and hospitals in Indonesia. A strategy of DOTS at Aisyiyah Hospital in Muntilan had been available particularly in terms of case finding. Notwithstanding, a process of patient diagnosis had not been implemented in accordance with a standard of human resource. Number of medical officers at a TB DOTS unit was not sufficient. In addition, quality of information like completeness, accurateness in diagnosis, and timeliness in reporting TB cases had not achieved a target. The aim of this study was to develop decision support system of TB as an effort to systematically diagnose and manage data of TB based on the standard. This was qualitative-quantitative research. A qualitative method was used to identify each step of information system development. Meanwhile, a quantitative method was used to assess quality of information between before and after developing information system using pre-experimental design (the one group pre and posttest design). Qualitative data were collected by conducting indepth interview, whereas quantitative data were collected using checklist. Data were analysed using T test. Research object was decision support system before and after applying at TB unit at Aisyiyah Hospital in Muntilan. Research subjects consisted of four TB officers as main informants. Informants for triangulation purpose consisted of head of SIMRS and head of medical services. The results of T test showed that variables of completeness, accurateness, and preciseness after developing the decision support system were better than that of before developing the system (p-value = 0.000). As suggestions, head of SIMRS needs to conduct further development of decision support system of TB in another unit particularly in inpatient unit. The decision support system needs to be evaluated and adjusted with the standard.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Program Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Kabupaten Magelang Ita Puji Lestari; Laksmono Widagdo; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.114-120

Abstract

Prevalensi TB di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 adalah sebesar 106,42 per 100.000 penduduk. Penemuan kasus dan Case Detection Ratedi bawah standar 70%, pada level kota/ kabupaten maupun level puskesmas dan untuk CDR terendah di Kabupaten Magelang yaitu 21,82%. Kabupaten Magelang pada tahun 2013 perkiraan kasus baru TB Paru BTA positif sebanyak 1285 orang dengan cakupan penemuan kasus TB Paru BTA positif pada tahun 2013 mencapai 17,98%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan implementasi program pengendalian TB di Puskesmas Kabupaten Magelang.Jenis penelitian adalah observasional analitik  dengan pendekatan Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pelaksana yang terdiri satu perawat koordinator program, seorang tenaga laboratorium, dan serang dokter sebanyak 87 orang. Analisis data dilakukan secara multivariat.Hasil penelitian dengan uji statistik menunjukkan  ada hubungan antara faktor komunikasi dengan implementasi (p=0,001), ada hubungan antara faktor disposisi dengan implementasi (p=0,001),ada hubungan antara faktor karakteristik badan pelaksana dengan implementasi (p=0,001), ada hubungan antara pemahaman standar dengan implementasi (p=0013),tidak ada hubungan antara faktor sumber daya dengan implementasi (p=0,240), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan dengan implementasi program TB (p=0,057).Disarankan Puskesmas untuk menyusun instrumen yang mengukur efektifitas koordinasi dalam program,membuat kegiatan pendidikan dan pelatihan kaderisasi penyakit TB secara berkala. Puskesmas menjalin jejaring kerja sama dengan stakeholder dan masyarakat, menyusun pengembangan sistem reward bagi petugas maupun kader TB yang memiliki peran yang aktif ,menyusun suatu  task force khusus untuk program pengendalian TB yang dilegalkan dengan Surat Keputusan dari Kepala Puskesmas.  
Sistem Pengendalian Manajemen Pelayanan Kesehatan Di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (Up4) Provinsi Kalimantan Barat Juliyanti Pasorong; Antono Suryo Putro; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.138-144

Abstract

Kinerja UP4 Provinsi Kalimantan Barat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat bergantung pada keberhasilan pihak manajemen dalam menerapkan sistem pengendalian manajemen (SPM) sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap pelaksanaan SPM di UP4 dalam mendukung upaya dan kinerja UP4 untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas terhadap masyarakat. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Informan utama dalam penelitian ini adalah pihak manajemen yang terdiri dari kepala UP4 dan para kepala bagian, sedangkan informan triangulasi pegawai pada masing-masing bagian/seksi. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik analisis sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPM dalam bentuk sistem perencanaan, sistem operasional, sistem pengukuran kinerja, sistem umpan balik, dan sistem evaluasi dan penghargaan yang diterapkan di UP4 belum berjalan secara baik. Bentuk SPM seperti perencanaan, sistem operasional, sistem umpan balik masih ada permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaannya yang mengakibatkan SPM menjadi kurang efektif. Penelitian ini menemukan bahwa aspek partisipasi dan komunikasi menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan SPM. UP4 juga belum memiliki sistem pengukuran kinerja dan sistem evaluasi dan penghargaan yang terformalisasi secara baik. Disarankan agar pihak UP4 dapat meningkatkan partisipasi pegawai dalam aktivitas perencanaan, meningkatkan diskusi-diskusi formal maupun informal untuk menjembatani sering terjadinya kesalahan komunikasi, serta mendesain sistem pengukuran kinerja dan sistem evaluasi dan penghargaan yang baik.
Analisis Perbandingan Komitmen Bidan Koordinator dalam Pencatatan dan Pelaporan PWS KIA di Kabupaten Kapuas Kristie Hapsari Primaharini; Sutopo Patria Jati; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.88-97

Abstract

The midwife's commitment in recording the PWS KIA is a form of responsibility in reporting the PWS KIA and contributing to the achievement of the PWS KIA target. The lack of data and information on PWS KIA can lead to achievement of low and not low targets and cause PWS KIA problems to be resolved. Observation results of the PWS KIA Kapuas report found problems, namely; the report is incomplete, only partially filled in, even the number of formats sent is different for each puskesmas.This research is a qualitative research. Methods of data collection using questionnaires, observation of documents and in-depth interviews. The object of this study was the coordinating midwife and the Head of the Yankesdas Section as the person in charge of PWS KIA in Kapuas Regency.The results of the study are of 2 categories: coordinator midwives with "high commitment" of 17 health centers and "low commitment" of 9 health centers. Midwife coordinator with high commitment supported, among others; long work experience, has the attitude and responsibility for the trust that was stabbed, SK was appointed as a coordinating midwife, had a SOP supporting document PWS KIA report, received support from kapus and coworkers as well as the monev from the Kapuas District Health Office where the condition was not obtained from coordinating midwives with "low commitment". It is recommended to increase support for all coordinating midwives in the recording and reporting of PWS KIA in the form of supervision of the Kapuas District Health Office with quality activities, both the time and the material delivered.Keywords: Commitment, Midwife Koordinaor, PWS KIA
Gambaran Kualitas Pengelolaan Rantai Dingin Vaksin Meningitis di Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Andri Setiawan; Lintang Dian Saraswati; Mateus Sakundarno Adi; Ari Udijono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 31 No 2 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v31i2.3706

Abstract

Meningitis vaccine is a special vaccine given to protect prospective umrah or hajj pilgrims against meningitis. Storage of the meningitis vaccine that is not standard can result in spoilage of the vaccine, thereby reducing or eliminating its immune potential. So far there is no data describing the management of the meningitis vaccine cold chain in the province of Special Region Yogyakarta. The aim of the study was to describe the characteristics of cold chain management officers, the availability of cold chain equipment, the behavior of receiving vaccines, the behavior of storing vaccines, and the behavior of managing vaccine waste This study was descriptive observational of 20 cold chain management officers at the Port Health Office Clinic (KKP), clinics and hospitals administering meningitis vaccination in Special Region Yogyakarta province. The data were collected using a data collection technique in the form of questionnaires and observations in December 2019-June 2020. The results showed that there were no meningitis vaccination providers in Yogyakarta who had managed the vaccines cold chain management in accordance with immunization guidelines. It is concluded that there are no officers who have implemented cold chain management in accordance with the guidelines of the Ministry of Health. It is suggested that officers need to improve compliance in implementing cold chain management in accordance with the guidelines of the Ministry of Health. Abstrak Vaksin meningitis merupakan vaksin khusus yang diberikan untuk melindungi calon jamaah umrah atau haji terhadap penyakit meningitis. Penyimpanan vaksin meningitis yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan kerusakan vaksin sehingga menurunkan atau menghilangkan potensi kekebalannya. Sejauh ini belum ada data yang menggambarkan pengelolaan rantai dingin vaksin meningitis di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan karakteristik petugas pengelola rantai dingin, ketersediaan peralatan rantai dingin, perilaku menerima vaksin, perilaku menyimpan vaksin, dan perilaku mengelola limbah vaksin. Penelitian ini adalah deskriptif observasional terhadap 20 petugas pengelola rantai dingin di klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta klinik dan rumah sakit penyelenggara vaksinasi meningitis di Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan teknik pengambilan data berupa angket dan observasi pada bulan Desember 2019–Juni 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada penyelenggara vaksinasi meningitis di Yogyakarta yang melakukan pengelolaan rantai dingin vaksin sesuai dengan pedoman penyelenggaraan imunisasi. Disimpulkan bahwa belum ada petugas yang menerapkan pengelolaan rantai dingin sesuai dengan standar pedoman Kementerian Kesehatan. Disarankan agar petugas perlu meningkatkan kepatuhan dalam menerapkan pengelolaan rantai dingin sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan.
Co-Authors Abdullah, Rabiya Afina Karimatu Zahidah Afra Nabila Ansar Afrialman, M. Rizal Afwina, Husnia Tahta Agung Prabowo Kusumo Agus Mulyana Agus Subagio Agustina Ayu Wulandari, Agustina Ayu Ali Djamhuri Aloto Ximenes Belo Amaral Amilah Eka Putri Aminuyati Ana Pujianti Harahap Andalusia Sarigando Banilai, Puti Andri Setiawan Anies Anies Anies Anies Annisa Bekti Rohmatus Annisa, Yunita Antono Suryo Putro Antono Suryoputro Anugrah Dian Wardhani Arasy, Andi Arahmadani Ardiansyah, Dandy Nova Ari Pratiwi Ari Soewondo Ari Suwondo Ari Suwondo Ari Udijono Ari Udijono Ari Udiyono Ari Udiyono Ari Udiyono Ariyanto Ariyanto Asfi Manzilah Atik Mawarni Aufiena Nur Ayu Merzistya Auliandari, Rizky Amelia Ayu Diana Meilantika Ayu Dya Puspaning Tyas Ayun Sriatmi Aziza, Nur Azizah Azzahra, Nur Azizah, Waviq Azwar Asy&#039;ari Fahruddin Azzahra, Ilya Nur Aulia Bagoes Widjanarko Bailai, Puti Andalusia Sarigando Benita Noffritasari Binti Sabrina Bruh, Rasidah Huraini Budi Laksono Budi Laksono Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami, Cahya Cahyaningrum, Dwi Cherinita Hamida Chimezie Finian Nwadinigwe Choirun Nisa Cornelia Palmasari Ariesta Putri Daniswara, Sabrina Devi Ayu Susilowati Dewi Puspito Sari, Dewi Puspito Dewi, Candrawati Puspita Dhian Ika Prihananto Dhimas Adi Putranto Dian Aulia Kurniawati Dian Ratna Sawitri Dian Rohmayanti Didik Sumanto Diyah Fatmasari Diyana, Sutra Dwi Pudjonarko Dwi Sutiningsih Dwiyanthi, Kadek Lia Elma Elmika Erlin Fitria Dewi Erlin Fitria Dewi Erliyani, Novi Eva Lestari Eva Lestari Evrilda Andani Putri Fajar Istiqomah Falah, Yanuar Fajrul Fania Maulida Layli Faradina Pramesti Nandariesta Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fawziya, Vyanadia Rizka Ferianto Ferianto, Ferianto Frida, Chebet Frima Rifqi Azzahroh Galuh Ajeng Pangestika Ghea Yanna Aulia Giyantolin, Giyantolin Gosari, Kevin Rayes Hamdan, Yusuf Lensa Handayani, Fitria Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Hanifah Ardiani Hanung Nurany Hany Yuliani Harahap, Ana Pujianti Hardi Warsono Hardiko Hardiko, Hardiko Harfaina, Harfaina Hariyanto, Hendri Hastaning Sakti Hayuningsih, Akmaliya Hendri Setyawan Henry Setiawan Susanto Henry Setyawan Santoso Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Herliani, Emy Herry Poernomo Hitipeuw, Derico Hussein, Maiga Ayub I Dewa Made Widaryana, I Dewa Made Ibrahim, Mochammad Malik Idha Setyowati Ika Nur Jannah Inova Inova Intansari, Fety Fatima Irva Rahmi Yuliasari Ita Puji Lestari Jayawarsa, A.A. Ketut Jeany Rahma Nafizar Jerry Ferdinand Haposan Saragih Joma Chyntia Lattu Juliyanti Pasorong K. Heri Nugroho HS, K. Heri Kamilah Budhi Kamilah Budhi Rahardjani, Kamilah Budhi Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa’, Rifdah Yuri Kristie Hapsari Primaharini Kuncoro, Teguh Tri Laksmono Widagdo Lanny Sunarjo Lattu, Joma Chyntia Lestariningsih Lestariningsih Liena Sofiana Lintang Dian Saraswati Lukmono, Djoko Trihadi M. Arie Wuryanto M. Arie Wuryanto Mada Gautama Marek Samekto Maria Mexitalia Maria Ulfa Maria Ulfa Maria Ulfah Marisa Gita Putri Marisa Gita Putri Marisa Gita Putri Martha Irene Kartasurya Martini Martini Martini Martini Maurizka Viera Chairunissa Mawaddah Salwa Megah Andriany Megah Andriany Megah Andriany Mery Tresiana Effendi Mexitalia Setiawati Mexitalia Setiawati Meza Nuraisya Misinem, Misinem Moh Arie Wuryanto Mohammad Arie Wuryanto Mostang Arianto Muchlis Achsan Udji Sofro Muchlis AU Sofro Mudiyono Mudiyono Muh Fauzi, Muh Muh, Fauzi Muhammad Saleh Muin, Muhammad Muin, Muhammad mukhibin, akhmad Mulyasari, Septiana Mursid Raharjo Nahari Ratu Cempaka Wilis Nimas Puspitasari Nissa Kusariana Nita Anggerina Putri Hi Setiawan Novy Sandhyana Panengah Nugroho, Farid Setyo Nur Azizah Azzahra Nur Endah Wahyuningsih Nur Faizah Nur Fitriah Nur Fitriah, Nur Nur Mila Sari Nur Siyam Nur Widyastuti Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurul Aini Fadilah, Nurul Aini Nurullya Rachma Nurullya Rachma Nurwijayanti Onny Setiani Pamungkas, Motris Pinto, João Menezes Praba Ginandjar Pranitia, Rainta Presenta, Lorda Priyadi Nugraha P Pujianti Harahap, Ana Purnamaningsih, Indah Purwanti, Sumy Hastry Purwoko, Agus Pusaka, Semerdanta Putri, Adita Puspitasari Swastya Putu Eka Novayanti Rahatina, Vilianti Eka Fitri Rahayu, Misti Ramadhani Eka Putri Raysha Afiff Retno Hestiningsih Reza Ayu Rizqi Meilani Ria Nur Madyasari Rifka Haristantia Rina Hudayani Rini Fajarani Risna Endah Budiati Rita Hadi Widyastuti Rizqi Dian Pratiwi Roesipin, Sri Wahyuningsih Rofida Ulinnuha Rohmah Kusuma Putri RR. Ella Evrita Hestiandari Rr. Sri Ratna Rahayu Rr.Sri Endang Pujiastuti S, Henry Setyawan S. Sugiharto Safitri, Iski Nur Saidi, Ntambi Salsabila, Rahmalia Shoffy Samal, Rizky Febryan Samekto, Marek Sari, Gracilaria Puspa Satria, Hardiat Dani Sayono Sayono Selamat Budijitno Selvy Soejono Septo Pawelas Arso Setyowati Setyowati Shafa Mutiara Afifah Shofia Aji Hidayatillah Silvia Nurvita Simanjuntak, Agnes Apria Sinta Wati Sirait, Chronika Kesya Siswoaribowo, Andika Siswoaribowo, Andika Siti Rahayu Siti Rahayu Siti Rosidah Siti Susanti Siti Yulaekah, Siti Siti Zuraidah, Siti Soeharyo Hadisaputro Sofro, Muchlis AU Solikin Solikin Sri Achadi Nugraheni Sri Nuraini, Sri Sri Wahyuningsih Sri Yuliawati Sri Yuliawati Sriyani Sriyani, Sriyani Sugianto Sugianto Sugih Wijayati, Sugih Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Sukamto . Suparyatmo, J.B Supriharti Supriharti Suratman Suratman Surjoputro, Antono Suryawati, Chriswardhani Susanti Susanti Sutaip Sutaip Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Syarief Thaufik H, Syarief T.M. Rafsanjani Teguh Dwi Hartanto Thamrin, Jumianti Lestari Tiar M Pratamawati Tri Cita Pelima Tridaya P Handayani Trihadi Lukmono, Djoko Tristanti, Wita Istiqomah Ulfa Bariroh Umaya Umaya Umi Ardiningsih Wahyu Estining Tyas Wana Wandhana P. Wenang Triatmo, Wenang Wenny Malisa Widya Widya Widya, Tiya Nur Widyaning Dara Utami Widyanti, Trisna Witri Pratiwi Wiwid Royanialita Wurjanto, Moh Arie Wurjanto, Moh. Arie Yuli Fatmasari Yusli Harini Yusniar Hanani D., Yusniar Yusuf Lensa Hamdan Yusuf, Nurul Fuadi Zahroh Shaluhiyah