p-Index From 2021 - 2026
21.766
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Al-Ulum Potensia Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Halaqa : Islamic Education Journal Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Keperawatan Padjadjaran MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Teknik Informatika STMIK Antar Bangsa Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Anterior Jurnal Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal PAI Raden Fatah Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme JURNAL TEKNIK Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JIKA (Jurnal Informatika) Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan jurnal syntax admiration Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Journal Social Science And Technology For Community Service Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Journal of Contemporary Islamic Education International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Journal Evaluation in Education (JEE) Abdimas Altruis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JIPMukjt:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Djati Buhuts Al Athfal Journal of Islamic Education Management Jurnal Paris Langkis Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Educational Analytics Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia International Journal of Advanced Multidisciplinary Buhuts Al Athfal : Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities JSITP Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Indonesia Sosial Sains Experimental Student Experiences Innovative: Journal Of Social Science Research IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Buana Informatika IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Jurnal Konseling Pendidikan Islam Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Tarsius: Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif dan Humanis Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam International Journal Multidisciplinary Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat International Journal of Education, Culture, and Society FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Ashlach : Journal of Islamic Education Al-Hayat: Journal of Islamic Education Jurnal Cakrawala Akademika As-Sulthan Journal of Education Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Islamic Education Journal of Learning on History and Social Sciences Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora At-Tajdid: Journal of Islamic Education Studia Quranika: Jurnal Studi Quran
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Pendidikan Agama Islam Mutidisipliner dalam Pendidikan Madrasah (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Darul Istiqamah Manado) Arif, Muyassir; Tobroni; Faridi
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 2 (2025): (October 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v12i2.1168

Abstract

Implementasi model PAI (Pendidikan Agama Islam) multidisipliner di madrasah merupakan sebuah upaya untuk memperkaya pembelajaran agama Islam dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Pendekatan multidisipliner ini bertujuan untuk menjadikan proses pendidikan lebih komprehensif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks madrasah, model ini diharapkan dapat memperkaya wawasan siswa mengenai hubungan antara agama Islam dengan berbagai aspek kehidupan seperti sains, sosial, budaya, dan teknologi. Melalui kolaborasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya, model ini mendorong siswa untuk melihat agama sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari dan perkembangan intelektual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai strategi implementasi model PAI multidisipliner di madrasah, serta menganalisis tantangan dan potensi yang dihadapi dalam penerapannya. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di madrasah dengan cara yang lebih holistik dan dinamis.
Implementasi Program Full Day School dalam Pembentukan Karakter Anak: Studi Kualitatif di MITQ Azhar Center Makassar Boli, Mukdar; Tobroni; Faridi
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i1.23642

Abstract

Latar Belakang: Full Day School diterapkan dalam banyak lembaga pendidikan Islam sebagai strategi memperkuat pembentukan karakter, namun efektivitasnya sangat bergantung pada sistem manajemen pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Full Day School dalam pembentukan karakter anak di MITQ Azhar Center Makassar, mencakup pola pembiasaan, keteladanan, penguatan, serta strategi pembelajaran. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan informan kepala sekolah, guru kelas, dan guru pembina. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan terstruktur, keteladanan guru, penguatan positif, dan model pembelajaran menyenangkan. Meski demikian, kendala muncul pada keterbatasan sarana dan adaptasi lingkungan fisik sekolah. Implikasi: Full Day School terbukti memberikan ruang pembentukan karakter yang intensif, tetapi memerlukan dukungan sarana yang memadai dan kolaborasi guru–orang tua. Kesimpulan: Implementasi Full Day School efektif membentuk karakter anak, namun peningkatan fasilitas, metode penguatan, dan evaluasi perilaku diperlukan agar lebih optimal
PARADIGM SHIFT OF ISLAMIC EDUCATION POLICY IN INDONESIA Siregar, Ahsari Fadli; Faridi
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education in Indonesia has continuously evolved in response to socio-political change, governance reform, and technological disruption. This article examines the paradigm shift of Islamic education policy across three governmental eras: the Gotong Royong Cabinet, Indonesia Bersatu Cabinet, and Indonesia Maju Cabinet. The study aims to analyze the characteristics, continuity, and transformation of Islamic education paradigms within these periods and their implications for national educational quality. Employing qualitative descriptive research with a historical-comparative approach, data were collected through systematic library research of academic journals, scholarly books, and official policy documents published between 2001 and 2025. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of policy orientation and paradigm transformation. The findings indicate that Islamic education policy has undergone a gradual transformation from a normative–traditional paradigm emphasizing moral reconstruction, to an integrative paradigm focusing on professionalization and system integration, and finally to an innovative–integrative paradigm characterized by religious moderation and digitalization. This evolution reflects the dynamic interaction between Islamic values, state policy, and global educational demands. The study contributes to the discourse on Islamic education reform by highlighting the importance of policy continuity, value-based modernization, and balanced integration of spirituality and technology in shaping sustainable Islamic education systems.
Transisi Umayyah-Abbasiyah: Tata Kelola, Ekonomi, dan Pendidikan Anugrah Giffari; Faridi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini menyajikan sebuah sintesis dari penelitian-penelitian terkini mengenai dinasti Umayyah (661-750 M) dan Abbasiyah (750-1258 M) untuk menantang narasi historiografis tradisional yang seringkali menggambarkan transisi kekuasaan sebagai sebuah diskontinuitas radikal. Dengan mengintegrasikan temuan arkeologis, analisis spasial, kajian numismatik, dan re-evaluasi teks-teks historis, penelitian ini mengemukakan argumen bahwa periode Abbasiyah, yang sering disebut sebagai "Zaman Keemasan Islam", tidak muncul secara ex nihilo. Sebaliknya, ia merupakan hasil dari sebuah proses evolusioner yang kompleks, di mana fondasi-fondasi administratif, arsitektural, ekonomi, dan bahkan intelektual yang diletakkan oleh Dinasti Umayyah secara strategis diadaptasi, diperluas, dan diinstitusionalisasikan oleh para penerus mereka, Abbasiyah. Artikel ini secara spesifik menganalisis tiga domain utama: (1) inovasi dalam tata kelola dan arsitektur sebagai instrumen kekuasaan; (2) perkembangan kebijakan ekonomi dan jaringan perdagangan; dan (3) evolusi institusi pendidikan dan keilmuan sebagai studi kasus utama yang merefleksikan dinamika kontinuitas dan perubahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah berperan sebagai arsitek awal kerangka kerja kekaisaran Islam, sementara Dinasti Abbasiyah bertindak sebagai pengembang yang mengkonsolidasikan, mengkosmopolitankan, dan menginstitusionalisasikan kerangka tersebut dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kesimpulan ini mengimplikasikan perlunya pergeseran paradigma dalam memahami sejarah peradaban Islam awal, dari narasi revolusi ke narasi evolusi yang terintegrasi.
Konstruksi Epistemologi Bayt Al-Hikmah dalam Kurikulum SMA: Studi Analisis Terhadap Model Pembelajaran Transdisipliner dan Integrasi Sains- Humaniora Anugrah Giffari; Faridi, Faridi
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) pada era Dinasti Abbasiyah dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) kontemporer, khususnya dalam konteks model pembelajaran transdisipliner dan integrasi sains-humaniora. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis historis-komparatif dan studi kepustakaan sistematis, penelitian ini mengeksplorasi transformasi kurikulum pendidikan Islam dari Dinasti Umayyah hingga Dinasti Abbasiyah, serta mengidentifikasi prinsip-prinsip epistemologis yang dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayt al-Hikmah mengembangkan model epistemologi integratif yang menyatukan berbagai disiplin ilmu termasuk matematika, astronomi, filsafat, kedokteran, dan ilmu-ilmu keislaman dalam kerangka metodologis yang koheren. Prinsip-prinsip ini mencakup: (1) inklusivitas epistemologis yang mengakomodasi berbagai sumber pengetahuan; (2) pendekatan transdisipliner yang melampaui batas-batas disiplin ilmu konvensional; (3) integrasi antara pengetahuan teoritis dan praktis; serta (4) penekanan pada dialog intelektual dan kolaborasi lintas budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum SMA yang mengintegrasikan sains dan humaniora melalui pendekatan transdisipliner, sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
The Evolution of the Islamic Education Curriculum: A Comparative Analysis of the Umayyad, Abbasid and Islamic Golden Ages Anugrah Giffari; Faridi
BAYAN: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the evolution of Islamic education curriculum during the Umayyad Caliphate (661-750 CE), Abbasid Caliphate (750-1258 CE), and the Islamic Golden Age (8th to 14th century). Through a historical-analytical approach with systematic literature review, this research identifies structural and substantial transformations in the Islamic education system, encompassing institutional aspects, teaching methodologies, and knowledge integration. The findings reveal a significant shift from informal mentorship-based education during the Rashidun Caliphate period toward a formal structured educational system during the Umayyad era, which subsequently reached its zenith during the Abbasid period with the establishment of learning institutions such as Bayt al-Hikmah. This study also reveals that the integration of religious education and secular sciences became the primary characteristic of the Islamic curriculum, providing fundamental contributions to the advancement of Islamic civilization and world civilization as a whole. The theoretical and practical implications of these findings are discussed in the context of contemporary Islamic education development.
Karakteristik Dasar Pesantren dan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam: Studi Komparatif Perspektif Historis-Sosiologis Syahroni Saputra, Muhammad Nizar; Faridi, Faridi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4359

Abstract

Pesantren dipahami sebagai lembaga tradisional berbasis asrama yang berakar pada tradisi kitab kuning dan kepemimpinan karismatik kiai, sementara madrasah muncul sebagai respons modern terhadap keterbatasan pesantren dan hegemoni sekolah kolonial melalui integrasi ilmu agama dan umum dalam sistem formal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji secara historis‑sosiologis karakter dasar pesantren dan madrasah sebagai dua pilar utama pendidikan Islam di Indonesia, dengan menyoroti perbedaan latar historis, struktur kelembagaan, dan peran sosial keduanya. Penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap literatur mutakhir dan dokumen kebijakan pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa pesantren bergerak menuju manajemen yang lebih profesional tanpa kehilangan fungsi pembentukan karakter, sedangkan madrasah semakin menguat sebagai institusi formal yang diakui negara namun terus berupaya menginternalisasikan nilai karakter Islam di tengah tuntutan modernitas, sehingga keduanya saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan Islam Indonesia
JEJAK PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA: TRANSFORMASI MASJID LANGGAR, DAN MEUNASAH DARI MASA KE MASA Fath, Hanif Abdul; Faridi, Faridi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8920

Abstract

ABSTRACT This study examines the history and dynamics of Islamic educational institutions in the Indonesian archipelago, specifically those based on mosques, langgar, and meunasah, as informal educational institutions that have served as the backbone of Islamic knowledge transmission. Employing a qualitative approach with a library research method, the study was conducted through several stages, including the identification and selection of relevant primary and secondary sources, thematic and chronological data classification, and critical-historical analysis of institutional development and transformation. The findings reveal the central role of these institutions in shaping Islamic civilization in the archipelago from the pre-colonial period to the contemporary era. Mosques functioned not only as places of ritual worship but also as centers of formal and informal education, intellectual discourse, and community empowerment. Langgar and meunasah, functioning at elementary and intermediate educational levels, played a crucial role in producing religious scholars and maintaining local Islamic identities. The transformation of these institutions has been influenced by social, political, and cultural dynamics, including colonialism, educational modernization, and the challenges of globalization. This study finds that traditional Islamic educational institutions have adopted strategic adaptations to maintain their relevance in the modern era without abandoning fundamental Islamic values. These findings provide important insights for the development of religious-based educational policies rooted in local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji sejarah dan dinamika lembaga pendidikan Islam Nusantara yang berbasis masjid, langgar, dan meunasah sebagai institusi pendidikan informal yang menjadi tulang punggung penyebaran ilmu pengetahuan Islam di kepulauan Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi dan seleksi sumber primer dan sekunder yang relevan, pengelompokan data secara tematik dan kronologis, serta analisis kritis-historis terhadap perkembangan dan transformasi fungsi lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini mengungkap peran sentral ketiga lembaga tersebut dalam membentuk peradaban Islam di Nusantara dari masa pra-kolonial hingga kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan formal dan informal, diskursus intelektual, serta pemberdayaan masyarakat. Langgar dan meunasah sebagai lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah berperan krusial dalam mencetak kader ulama dan mempertahankan identitas keislaman lokal. Transformasi fungsi lembaga-lembaga ini dipengaruhi oleh dinamika sosial, politik, dan budaya, termasuk pengaruh kolonialisme, modernisasi pendidikan, dan tantangan globalisasi. Penelitian ini menemukan adanya adaptasi strategis lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional dalam menjaga relevansinya di era modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis keagamaan yang berakar pada kearifan lokal.
KURIKULUM DAN PRAKTIK PENDIDIKAN PADA MASA ISLAM AWAL: ANALISIS HISTORIS PENDIDIKAN DARI ERA KENABIAN HINGGA KEKHALIFAHAN RASYIDIN (610-661 M) Hironimus; Faridi
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3000

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis historis komprehensif tentang kurikulum pendidikan dan praktik pedagogis pada masa Islam awal, yang membentang dari era Kenabian (610-632 M) hingga Kekhalifahan Rasyidin (632-661 M). Dengan menggunakan metodologi historis kualitatif melalui analisis dokumenter, penelitian ini mengkaji mata pelajaran utama yang diajarkan, metode pendidikan yang digunakan, pengaruh sosio-politik terhadap pengembangan kurikulum, dan peran institusi keagamaan dalam membentuk pendidikan Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan pada periode formatif ini dicirikan oleh transmisi lisan (talaqqī bi al-Mushāfahah), praktik hafalan, dan pendekatan pembelajaran kontekstual yang sangat terkait dengan lanskap sosio-politik peradaban Islam yang sedang berkembang. Kurikulum terutama berpusat pada studi Al-Qur'an, ilmu Hadits, bahasa dan sastra Arab, yurisprudensi Islam (fiqh), serta ilmu pengetahuan dasar dan matematika. Institusi keagamaan, khususnya masjid dan kuttāb (sekolah Al-Qur'an), berfungsi sebagai tempat utama kegiatan pendidikan, membangun kerangka kerja fundamental yang akan mempengaruhi sistem pendidikan Islam selama berabad-abad. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana pendidikan Islam awal berfungsi sebagai mekanisme transmisi agama, pelestarian budaya, dan konsolidasi administratif selama periode ekspansi wilayah yang pesat. Implikasi dari temuan ini meluas ke reformasi pendidikan Islam kontemporer dan pengembangan pendekatan pedagogis yang tetap setia pada metode tradisional sambil mengatasi tantangan pendidikan modern.
Teacher's Communication and Interaction Style: Efforts to Build Student Confidence in Fiqh Learning Tuaini Tuaini; Syamsul Arifin; Faridi Faridi; Romelah Romelah
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1499

Abstract

Purpose of the study: The aim of this study is to explore how a teacher’s communication and interaction style affects students’ confidence in learning Fiqh. Methodology: This research employs a qualitative method with a phenomenological focus, utilizing a descriptive approach. Conducted at MAN Palangka Raya, Central Kalimantan, it involves one Fiqh teacher as the subject. Informants include the school principal, student representatives, and students from grades X selected through purposive sampling. Data validation uses source triangulation, and analysis follows steps of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. Main Findings: Teacher communication positively impacts student learning achievement, independence, optimism, and self-confidence. Novelty/Originality of this study: This study reveals the specific effects of teacher communication and interaction styles on students’ self-confidence in Fiqh enhances existing knowledge by emphasizing the direct relationship between effective teacher-student interactions and improved student confidence. The findings offer practical implications for educators, suggesting ways to optimize educational environments to foster student engagement and confidence.
Co-Authors . Ishomuddin Abda Abda Abdul Ghoffar, Abdul Abdul Rozak Ali Maftuhin Abdurrasyid Abraham Masuwd , Mowafg Adek Kholijah Siregar Adi Bayu Saputra, Dona Afiful Ikhwan Agung Dwi Laksono Agus Hariyanto Agustin, Nian Sanjaya Ahmad Saefulloh Ahmad, Shieva Nur Azizah Akbar, Muh. Al Haris Muhammad Yusuf Alfiannor, Alfiannor Alwi, Itsnaini Muslimati Amin, Muhamad Mahfud Anati Rahila Anaya, Laras Safila Anizak Umilatifah Anshori, Yunus Anugrah Giffari Anwar, Aep Saepul Apriadi, Apriadi Aprilia Ayu Nila Sari Arbain Nurdin Ardian Dwi Praba ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariestiandy, Deny Arif, Muyassir Aripuddin, Aripuddin Ayyub Aziz, Arinal Boli, Mukdar Bongso, Saiful Ciptadi, M. Teguh Daniarti, Yeni Dayu Feri Apriliansah Destriana, Rachmat Devy Habibi Muhammad Dhimas Alunandika Dian Sandi Utama Dina Mardiana Dinda Dwi Savira Eka Firmansyah Esmat, Lamis Ahmad Fajar Setyadinawan Fajar, Kurnia Nur Fandi Faridi, Kaharuddin, Tobroni, Fath, Hanif Abdul Faturohman Faturohman Fauyhi Eko Nugroho, Fauyhi Eko Ferry Armando Gunawan Fina Kholij Zukhrufin Fuadi, Afan Ghofar Hafianto, Muhammad Ikhsan Hardono, Joko Hatija, Muna Héctor Javier Cortés Tornel Hendra Hendra Herdiansah, Arief Hikmatulloh Hikmatulloh Hironimus Humaidi, Nurul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idul Adha Ima Faizah Imam Ma'arif Imro Atus Soliha Inafiroh, Yanik In’am, Akhsanul In’am, Akhsanul Irmawati Irwan Irwan Ishomuddin Ishomuddin Ismail Ismail Ismail Iwantoro Iyus Herdiana, Iyus Kamaludin, Moh. Kartono , Khair Rakhman, Ligian Khairul Akbar Khoeron Khoeron Khoeron Khoeron, Khoeron Khoiriah Barokah Khoirudin, Achmad Khozin Khozin Khozin, Khozin Kudsiyah, Kudsiyah Kurniawan, Muhammad Iqbal Lilik Kholisotin Lizsa, Zain Lukman Hakim Lutfi, Yunanda Luthfi Anis Muadzin MAFTUHAH Maftuhah Maftuhah Maftuhah Maftuhah Mainuddin Maknin, Nur Afifah Khurin Marwan Toni Maryanah Safitri Mawaddah, Nurul Maya Elok Kharisma Ma’ani, Arifatul Mira Rahma Yanti Sormin Mira Rahmayanti Moh Nur Hakim Mohammad Kamaludin Muhammad Fandi Ilyas Muhammad Muhson Muhammad Nurhakim Muhammad Tajul Arifin Muhammad Yusuf muslih , Muslih Muslih Muslih Muslih Mustakim Nazahah Ulin Nuha Noor Rani, Ahmad Nur Afifah Khurin Maknin Nur Hakim Nur Lailatul Masruroh Nur Melizza Nurhakim Nurhakim Nurhakim Nurhakim Nurhakim Nurismaya Aliatunisa Nurma Rosyiana Wardhani nurnaningsih, Desi Nurul Faizatus Sholikah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Pratiwi, Fika Ratna Priyanggodo, Dyas Yudi Pujangkoro, Titah Rahmah, Yohanida Arditia Rahman, Munawirur Rani Darmayanti Ratna Handayani RENI NUR FARIDA Richway Richway Risman, Kadar Robby, Muhammad Nur Rohmat Taufiq Roihan Arrosyid Romelah Romelah Rosidah, Umi Rosmaimuna Siregar Rozza, Dian Silvia Rusdianto, Hengki Rusiyan Sadi, Sumardi Saefullah, Ahmad Saiful Anwar Saiful Anwar Salsabilah, Hanun Saprun Saputra, Dona Adi Bayu Satria Sodikin Sa’adah Selamat Ariga Sholicha, Syovinatus Siregar, Adek Kholijah Siregar, Ahsari Fadli Siska Sufianti Safitri Sofiyandi, Muji Agus Sormin, Mira Rahmayanti Sovian Sovian Sri Mulyati Sukmawati Sukmawati Sunardin Sunardin Sunarto Sunarto Sunarto Sunki Mahmud Sulthon Suradji, Muchamad Surawan, Surawan surindi Syafrul Nalus Syahroni Saputra, Muhammad Nizar Syaifuddin, Afkar Hanif Syaiful Arif Syakur, Muhamad Abdan Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syamsurizal Yazid Sya’bana, Nurcholis Ali Syovinatus Sholicha Taufiq Taufiq Teguh Hadi Wibowo Tibyan, Bastami Tobroni Tobroni Tuaini Tuaini Tuaini, Tuaini Tuje, Ihzattul Faudzan Ulil Hidayah Umi Rosidah Umi Rosidah Umiarso Umiarso Ummami, Farida Wijayanti, Rima Rizqi Yanuardi Yanuardi Yazid Abdullah Yogawati, Mariana Yogi, Mohammad Yoyok Bekti Prasetyo Yuningsih, Neng Yuyun Yusuf Maimun, Muhammad Yusuf Yusuf Yusuf, Al Haris Muhammad Yusuf, Zeki Zaitun Sulaiman Zukhrufin, Fina Kholij Zulfikar Yusuf