Genangan air yang sering terjadi di kawasan permukiman disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan akibat meningkatnya pembangunan dan berkurangnya daerah resapan. Kondisi tersebut menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sehingga diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mengurangi genangan air dan mendukung konservasi lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, sosialisasi, gotong royong, pelatihan, praktik pembuatan lubang resapan biopori, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat RT 003 RW 001 Desa Tarai Bangun dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat lubang resapan biopori, meningkatnya partisipasi masyarakat pada seluruh tahapan kegiatan, serta terbentuknya 25 lubang resapan biopori sebagai upaya konservasi air dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pengelolaan lingkungan secara mandiri. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.