Pemberdayaan ekonomi Masyarakat di Bima melalui tembe nggoli, sebuah tenunan tradisional bernilai budaya, memerlukan pendekatan yang menggabungkan digitalisasi usaha dengan kearifan lokal (rimpu budaya). Penelitian ini Menyusun model pemberdayaan ekonomi Masyarakat berbasis digitalisasi pemasaran, pelatihan literasi digital komunitas (Rimpu), serta penguatan identitas budaya dalam pemasaran online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi promosi melalui media social dan pasar meningkatkan visibitas dan pemasaran tembe nggoli, sedangkan pelatihan komunitas (rimpu) memperkuat kapasitas pelaku usaha serta pelestarian nilai budaya. Model ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mempertahankan kearifan lokal sebagai modal pemberdayaan ekonomi Masyarakat.