p-Index From 2021 - 2026
8.906
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Journal on Mathematics Education (JME) MEDISAINS Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Research and Advances in Mathematics Education Pedagogi Hayati KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Satya Widya JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Jurnal SOLMA Jurnal PGSD: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Science Education and Application Journal Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA ) Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro Review of Management and Entrepreneurship Jurnal Ekonomi Pembangunan Jurnal Abdi Insani Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat PAKAR Pendidikan Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Bivalen: Chemical Studies Journal Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Cakrawala: Jurnal Pendidikan Jurnal Begawe Teknologi Informasi International Journal of Biology Education Towards Sustainable Development QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (EJPPM) Journal of Islamic Education and Ethics Jurnal Pendidikan Abad Ke-21 IJAR : Indonesian Journal of Action Research Cybersecurity and Innovative Technology Journal Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Eldimas Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Jurnal Pengabdian Dinamika ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan SRODJA Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Jurnal Pendidikan Progresif Journal on Mathematics Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Interpersonal Guru dan Santri Dalam Kegiatan Menghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Al-Islam Tuliabu, Fakhry Febrian; Subhan, Andi; Ramansyah, Ramansyah; Ratnasari, Dwi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4703

Abstract

Kegiatan menghafal Al-Quran adalah wajib dalam dunia pesantren. Komunikasi tertentu dapat membantu guru dan santri dalam mengoptimalkan kegiatan itu. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk komunikasi interpersonal antara guru dan santri dalam kegiatan menghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Al-Islam. Jenis penelitiannya adalah deskriptif-kualitatif, yaitu menjelaskan objek penelitian berdasarkan wawancara mendalam serta observasi. Penelitian ini melibatkan 3 guru dan 6 santri sebagai informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antara guru dan santri dalam kegiatan menghafal Al-Quran dapat dilihat dari 5 bentuk komunikasi interpersonal, yaitu: (1) keterbukaan, (2) empati, (3) sikap saling mendukung, (4) sikap positif, dan (5) kesetaraan. Dalam hal keterbukaan, guru dan santri telah menerapkan prinsip keterbukaan dalam kegiatan menghafal Al-Quran. Sisi empati guru dalam kegiatan menghafal Al-Quran adalah dengan cara ikut dan turut merasakan masalah dan kendala yang dihadapi oleh para santri. Sikap saling mendukung guru telah menunjukkan bentuk dukungan melalui nasehat dan motivasi. Dari segi sikap positif, komunikasi interpersonal ditunjukkan dalam bentuk sikap dan dorongan yang membangun. Kesetaraan dalam melakukan bimbingan dan arahan kepada santri ditunjukkan oleh guru dengan guru tidak membeda-bedakan santri didik, meskipun cara dan metode yang diberikan oleh guru penghafal Al-Quran berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dari santri.    
(Communication Barriers between Tutors and Learners in the Package C Program at the Lestari Hutuo Community Learning Activity Center) Hasan, Cikitha Feblistya Is; Subhan, Andi; Ratnasari, Dwi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education ( Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i3.7290

Abstract

This study aims to find the communication barriers between tutors and community learners in the C Package Program at Pkbm Hutuo Lestari.  The method used in this study is through a descriptive-qualitative approach. In this study, informants are taken among tutors by purposeful sampling and among community learners through convenience sampling. The data collection technique is by observation, interview, and documentation. The results of this study indicate that in the Package C program at the Hutuo Lestari Community Learning Center, there are several communication barriers during the teaching and learning process, namely physical, physiological, psychological, and semantic barriers. Specifically, the main obstacle is the semantic barrier.  Some tutors and community learners are from different regions with different mother tongues, so it is difficult to understand each other's messages.
Socialization of Analog to Digital TV Broadcast Migration as a Broadcasting Innovation in Gorontalo City based on Diffusion-Innovation Perspective Hadjingo, Abd. Djalil W.; Subhan, Andi; Akasse, Cahyadi Saputra; Ratnasari, Dwi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i1.6697

Abstract

In this research, socialization is important in analog TV to digital TV broadcast migration under the government's policy in regulating TV broadcasting. This research aims to find out the socialization of analog TV to digital TV broadcast migration as a broadcasting innovation in Gorontalo City from the perspective of diffusion of innovation. It employs a qualitative method.  The informants taken are from three institutions related to the analog TV to digital TV broadcast migration and the public as additional informants. The data collection techniques are through observation, structured interviews, and documentation. The data analyzed are through collection, condensation, presentation, and conclusion drawing. The results of this research indicate that the socialization implemented is through five aspects of diffusion of innovation theory, namely relative advantage (digital TV is certainly superior), suitability (TV migration has been in process and known by the public), complexity (the public is considered to understand the application of digital TV), trialability (suitable to be applied in Gorontalo city area and areas without Blank Spot) and visibility (the application of analog to digital TV migration is as expected by the government and has positive value for the community). Those five aspects are seen in the socialization of analog TV to digital TV broadcast migration as a broadcasting innovation in Gorontalo City.
MENGGAGAS PENDIDIKAN ISLAM RESPONSIF GENDER Ratnasari, Dwi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23120

Abstract

Islam diturunkan ke dunia hanya untuk membebaskan manusia dari semua bentukketidakadilan. Dalam hubungan laki-laki dan perempuan, keadilan mensyaratkan tidak adadiskriminasi, tidak ada kecenderungan mengistmewakan jenis kelamin tertentu danmerendahkan jenis kelamin yang lain. Keadilan memberikan bobot yang sama dalam hakdan tanggung jawab baik perempuan maupun laki-laki. Keadilan tidak menempatkanperempuan sebagai subordinasi laki-laki. Ada prinsip-prinsip keadilan dalam hubunganlaki-laki dan perempuan yang terkandung di dalam nilai-nilai Islam universal. PendidikanIslam sebagai proses transformasi nilai-nilai Islam mempunyai peran penting dalammembentuk masyarakat agar memiliki kepekaan sensitive gender. Posisi tidak setaraantara peran laki-laki dan perempuan bukanlah bagian dari pendidikan Islam. Oleh karenaitu, perlu dikembangkan konsep pendidikan Islam responsif gender yang memberikankesempatan sama baik bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengembangkan potensidirinya secara optimalIslam was revealed to the world only to free humanity from all forms of injustice. In therelationship of men and women, justice requires no discrimination, there is no tendency tolet down certain sexes and demean other sexes. Justice provides equal weight in the rightsand responsibilities of both women and men. Justice does not place women as subordinateto men. There are principles of justice in the relations of men and women contained inuniversal Islamic values. Islamic education as a process of transforming Islamic values hasan important role in shaping society to have gender sensitive sensitivity. The unequalposition between the roles of men and women is not part of Islamic education. Therefore,the concept of gender responsive Islamic education needs to be developed which providesequal opportunities for both men and women to develop their potential optimally
GENDER DALAM PERSPEKTIF ALQUR'AN Ratnasari, Dwi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v18i1.23125

Abstract

Perbedaan anatomi biologis laki-laki dan perempuan merupakan sunnatullah yangmasih menyimpan beberapa masalah, baik dari segi substansi kejadian maupun peran yangdiemban dalam kehidupan bermasyarakat. Interpretasi budaya terhadap perbedaan biologisinilah yang disebut gender. Alquran memang tidak merinci pembagian kerja antara lakilakidan perempuan, akan tetapi Alquran cenderung mempersilahkan kepada kecerdasanmanusia untuk mengelola pembagian peran di antara mereka, -- dengan mengutamakanprinsip kesejajaran dan kemitraan--, atas dasar musyawarah dan saling tolong menolong.Alquran sebagai rujukan nilai-nilai ajaran Islam, dalam membicarakan masalah penciptaanmanusia tidak menyebut jenis kelamin secara khusus, melainkan dengan menyebutmanusia secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa manusia, baik laki-laki maupunperempuan tidak memiliki perbedaan dalam penciptaannya sehingga mereka memilikikedudukan yang sama dalam kemanusiaannya, tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebihrendah. Sebab prinsip utama dalam ajaran Islam adalah persamaan di antara seluruhmanusia, baik antara laki-laki dan perempuan maupun antar suku, bangsa dan keturunan.Perbedaan yang ditegaskan dalam Alquran yang kemudian dapat meninggikan ataupunmerendahkan martabat seseorang adalah nilai pengabdian dan ketakwaannya terhadapAllah swt.Biological anatomy differences of males and females have many problems, bothfrom the real substance and task forces in the society. Gender is defined as culturalinterpretation toward biological differences. Holy Qur'an doesn't explain about task forcesboth males and females, but it tends to allow human intelligence to manage everythingwith equality and cooperative relationship which include discussion and kindness. HolyQur'an as reference of Islamic values, it didn't talk aboout sexes when it discussed howpeople where created, but it explained human in general. This shows that humans eithermales or females doesn't have differences so that they have the same position. Primaryprinciple of Islam is the equality among people, both males and females, contries, ethnics,and generation. Difference explained could go up or go down human prestige which is therepresentation of service and belief to the God.
Kontruksi pemikiran Paulo Freire tentang kebijakan merdeka belajar dan relevansinya dengan pendidikan Islam Kamil, Ikhsan; Ratnasari, Dwi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v23i2.60475

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskrifti kualitatif dengan mengunaka beberapa buku,jurnal,berita dan dokumen dokumen terkait pembahasannya atau bisa di sebut dengan Library Research, pentingnya penelitian ini adalah mengetahui relevansi konstruksi pemikiran Paulo Freire yang berhubungan dengan kebijakan merdeka belajar serta relevansinya pada pendidikan islam serta untuk menambah pengetahuan bagi pembacca. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan ada 3 relevansi pada pendidikan islam yaitu pertama, pendidikannya membebaskan sejalan dengan kebijakan penghapusan ujian nasional (UN). Kedua, pendidikan bersifat dialogis-kritis  cocok untuk kebijakan penyederhanaan RPP dan sistem zonasi. Ketiga, pendidikan pedagogik kritis layak diterapkan pada kebijakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang dikelola oleh sekolah.This research is a qualitative descriptive research using several books, journals, newspapers and documentation related to its discussion or can be referred to as Library Research, the importance of this research is to know the relevance of Paulo Freire's thought construction related to the policy of independent learning and its relevance to Islamic education, as well as to increase knowledge for the practitioners. As for the results of this study, there are three relevances to Islamic education, namely, first, its education is free in accordance with the policy of abolition of national exams (UN). Second, education is dialogic-critical, suitable for simplifying the policies of the RPP and the zoning system. Third, critical pedagogical education deserves to be applied to the national standard school examination policy (USBN) administered by the school.
PENGAMBILAN DALIL DARI AL-QUR’AN DALAM USHUL NAHWU Ratnasari, Dwi; Putra, Eka Mahendra
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2023): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/almaraji.v7i1.11631

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya butuh komunikasi untuk melakukan aktifitasnya. Salah satu bentuk komunikasi manusia adalah berbicara, dan dalam pergaulan manusia, bahasa merupakan sesuatu yang lazim digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi sangat vital,sehingga menyebabkan banyak orang yang menelitinya. Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang memiliki penutur terbanyak di dunia dan menjadikannya salah satu bahasa internasional. Ushul nahwu merupakan salah satu cabang linguistic arab yang sangat penting untuk dikaji karena ilmu ini membahas tentang ilmu yang membahas tentang dalil-dalil nahwu secara global. Metode kepustakaan akan menjadi metode yang digunakan oleh penulis dalam pembahasan ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pengambilan dalil-dalil nahwu dari Al-Qur’an merupakan salah satu pembahasan yang penting dan sangat penting dalam dunia bahasa arab. Dalam pembahasan ushul nahwu, salah satu sumbernya adalah as-sima’. As-sima’ mempunyai beberapa pembagian di antaranya istidlal bil qur’an. Imam As-Suyuthi berkata pada kitabnya Al-Iqtirah bahwa semua yang terdapat dalam Al-Qur’an dan dibaca dengan cara tertentu boleh berhujjah dengannya, baik yang diriwayatkan secara mutawatir, ahad, maupun syadzdzah.Kata Kunci: Istidlal bil Qur’an, Ushul Nahwu, Dalil-dalil Nahwu
Self Concept Siswa SMA di Kabupaten Lebak Rahmah, Restu Athifah; Handayani, Putri; Hendriyani, Mila Ermila; Rifqiawati, Ika; Ratnasari, Dwi
Jurnal Pendidikan Abad Ke-21 Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpak.v1i2.308

Abstract

Konsep diri siswa merupakan bentuk penilaian seseorang terhadap dirinya. Konsep diri dikatakan penting karena dapat dijadikan sebagai evaluasi peserta didik terkait kelebihan dan kelemahan dirinya sendiri. Guru dapat mengetahui konsep diri siswa melalui penilaian  afektif yang dilakukan saat pelaksanaan pembelajaran. Metode penelitian menggunakan metode survei. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui konsep diri siswa SMA di Lebak untuk inisiasi program peningkatan profil pelajar Pancasila. Konsep diri diukur menggunakan teknik penilaian diri (self-assessment). Instrumen penilaian berupa angket yang terdiri dari indikator dan dimensi konsep diri peserta didik yaitu keadaan psikis siswa pada lingkungan sekitar, peran siswa dalam lingkungan sosial, dan percaya diri . Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep diri siswa sudah cukup baik dengan hasil penilaian afektif 67%, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki konsep diri yang cukup baik dan harus lebih ditingkatkan., dengan cara melatih siswa untuk mengenali diri melalui kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Penggunaan Metode Field Trip Mangrove Cagar Alam Pulau Dua Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Ratnasari, Dwi; Koosbandiah2, RR Hertien; Supriatno, Bambang
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Use of Field Trip Method of Mangrove Pulau Dua Nature Reserve on Mastery of Student Concept. This study aimed to analyze the field trip method Mangrove Pulau Dua Nature Reserve on mastery of student concepts. The research used quasi experiment method with The Matching Only Posttest Only Control Group Design. This research used experimental class and control class with research subject of X grade student in SMA Negeri A of Serang-Banten City. Data obtained from mastery of concepts and questionnaire responses of students regarding the implementation of learning. The results showed that the use of field trip method of Mangrove Pulau Dua Nature Reserve on mastery of students concept is higher than control class. Keywords: Mangrove Pulau Dua Nature Reserve, Field Trip, Mastery of ConceptDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v7.i1.201701 
Gen Z: Obstacles, Ease and Strategies for Implementing the Values of the Quran at Islamic State University: Gen Z: Hambatan, Kemudahan dan Strategi Penerapan Nilai-Nilai Al-Quran di Universitas Islam Negeri Rahmah, Rafiqah Dwi; Ratnasari, Dwi; Mujahid, Mujahid
Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/twl.v2i2.3029

Abstract

Nowadays, the productive age is dominated by Generation Z, which is an all-digital generation. Practicing the teachings of Islam in modern times with its ease is a problem for Generation Z. The discussion of this study reveals the obstacles, conveniences and strategies that Gen Z does in carrying out religious teachings. The discussion in this study reveals the obstacles, conveniences and strategies that Gen Z does in carrying out religious teachings. Therefore, the researcher made this study to find out the understanding of the religious values of generation Z and how to maintain the religious values of generation Z in the Qur'anic approach. The research method used is qualitative research which is critically described. Then using data collection techniques through semi-structured interview sessions while still making question guidelines. This research is a case study conducted on students of the Faculty of Science and Technology Physics Study Program at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The interviewees consisted of two Physics Study Program students. The data analysis technique in this study uses triangulation techniques so that the results of this study are richer with scientific treasures in it. The results of this study indicate that Generation Z's understanding of religious values is Iman, Islam, Ihsan, Taqwa and Tawakal. Then the way generation Z maintains its religious values by making commitments to themselves, choosing good friendships, maximizing existing resources as a medium to remind themselves, understanding how the world of social media works and managing emotions well. The efforts made in facing various obstacles, conveniences and strategies are a form of self-serving to Allah by making the Qur'an as a guide to life.
Co-Authors -, Sasongko Adzibah, Salsabila I'tilaful Adzillah, Salsabila Nur Imatul Afwani, Royana Agitha, Nadiyasari Alamsyah, Noor Albar, Moh. Ali Albar, Mohammad Ali Allisa, Siti Nur Amaruddin, Hidar Andi Subhan Anjarwani, Sri Endang Anwar, Mohamad Yudrizal Anwar, Muhammad Syaiful Apriani Apriani Arinanta, Firmanda Rizky Aula, Siti Khodijah Nurul Ayoedya, Jasmine Nabila Az Zahra, Intan Aziz, Abdullah Bambang Supriatno bangun, Khairuddin Bimantari, Joselina Rizki Buana, Nur Gilang Bulkis Kanata Cahyadi Saputra Akasse Cantica, Dewi Putri Cipta Ramadhani desventri etmy, desventri Devi, Sunita Dewi Murni Dhobith, Anwar Djoko Widodo Dwinandita, Audrey Shafia Dwiyansaputra, Ramaditia Edy Suryanto Eka Zahra Solikahan Ekaputra, Galang Prasetya Emilda, Yufa Eva Latipah Evi Amelia, Evi Fachry Abda El Rahman Fadhila, Nurma Fadlilah, Ashomatul Fajriani Mokodompit, Nurul Febriansyah, Lalu Dwiky Indrajid Fepriani, Jumarni Fitriana, Desi Eka Nur Fitriana, Desi Nur Eka Fitriyanti, Eka Gaffar, Gaffar Gumohung, Wiranto Hadjingo, Abd. Djalil W. Hafied Cangara, Hafied Hanifah, Fairuz Hasan, Cikitha Feblistya Is Henik Nur Indahsari Hermawan, Aris Huwae, Raphael Bianco I B K Widiartha Ika Rifqiawati, Ika Ikhsan Kamil Indah Juwita Sari Indrawan, Rama Indriani Ibrahim, Andi Irwan Irwan Ishmah, Rismananda Istikomah, Umu Iswani, Fahrona Jannata, Taufan Jatmika, Andy Hidayat Juriko Abdussamad Kamirsyah Wahyu, Kamirsyah Khastini, Rida Koosbandiah, RR Hertien Koosbandiah2, RR Hertien KORNELIUS, YOBERTH Kristianto, Wheny Kurniawan, Agus Nur Ikhsan Kusuma, Pande Permadi Kuzu, Taha Ertugrul Lativa, Lativa Lestari, Diah Puji Lia Mareza Made Sutha Yadnya Mahrawi, Mahrawi Maryani, Nani Marzuki Marzuki Maulida, Ghina Rahmah Maulida, Syakila Miftakhul Janah Mila Ermila Hendriyani, Mila Ermila Mochammad Sakir Muhammad Hafiun, Muhammad Mujahid Mujahid, Mujahid Munastiwi, Erni Munawarsyah, Muzawir Murpratiwi, Santi Ika Mustamid Mustamid Mutaqin, Fatih Nabelah, Putri vinata Nazmi, Hasa Basri Ngizzah, Nailul Nina Oktarina Nur Hidayat, Yunus Nur, Yusliana Nurcendani, Riska Wahyu Nurfaedah Nurfaedah, Nurfaedah Nurjamil, As'ad Muzakki Nurpratiwi, Ela Dwi Oktawirani, Panca Oni, Muhammad Paniran Paniran Paramita, Delia Permana, Dian Fithra Pramana, Yoga Tri Prasart Nuangchalerm, Prasart Prasetiyo, Nugroho Agung Prasiwi, Jesita Prayoga, Dimas Agung Putra, Eka Mahendra Putri Handayani Putri, Luqyana Azmiya Qur’ani, Dindari Bela R. Ahmad Zaky El Islami Rahma, Rahma Dina Rahmah, Rafiqah Dwi Rahmah, Restu Athifah Rahman, Pradita Dwi Raihan, Muhammad Dzulhi Raihan, Raden Muhammad Rakhman, Mustafa Zohri Ramansyah, Ramansyah Rida Oktorida Khastini Ridwan, Lalu Muhammad Risky Islianty, Nur Rizki Ramadhan Rizki, Agam Muhammad Rochullah, Aulia Rohinah Rokhayah, Siti Rokhayah, Siti Rosalina Rosalina Rosika, Herliana RR. Ella Evrita Hestiandari Rusny Istiqomah Sujono Salsabila, Raissa Calista Sangadah, Laila Saputra, Ariandi Sari*, Indah Juwita Siregar, Nursima Putri Siti Masitoh Siti Nurjanah Soesilowati, Retno Soesilowati, Retno Sofyan Mahfudy Sri Subarinah, Sri Suhartono, Arief Supranoto Supranoto Survani, Rifki Swastiani Dunggio Syahrir Abdussamad Thayyibi, Muhammad Ilham Tirsardewi, Sartika Tuliabu, Fakhry Febrian Uno, Anisa Wulandari Usman Usman Wahyudi, Edi Widyaswari, Ni Made Rika Adi Wirawan, I Gde Putu Wirarama Wedashwara Zakaria, Abd Razak Zefrizen, Arif Zulqarami, Hilman