p-Index From 2021 - 2026
11.994
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Katalogis Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) KADIKMA Jurnal Mentari Legal Opinion Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Ta´dib Fakultas Ekonomi Jurnal Al-Tadzkiyyah Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan Majalah Obat Tradisional IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Ikonomika : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal SOLMA SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal of Advanced English Studies Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aktiva : Jurnal Akuntansi dan Investasi EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) ENGLISH EDUCATION: JOURNAL OF ENGLISH TEACHING AND RESEARCH Indonesian Journal of Halal Research International Journal of Financial, Accounting, and Management PAPALELE : Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Enrichment : Journal of Management RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL FOSTER: Journal of English Language Teaching Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Fitrah: International Islamic Education Journal SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Bulletin of Community Engagement Journal of Indonesian Management Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Aceh International Journal of Science and Technology Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Fairness KAMI MENGABDI Tematik: Jurnal Konten Pendidikan Matematika JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Lucerna : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Point Equilibrium Manajemen dan Akuntansi Leuser Journal of Environmental Studies Jurnal Pallangga Praja Journal Of Carbazon TINTA NUSANTARA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Fathanah Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) JER JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

URGENSITAS PENDIDIKAN DINIYAH (Upaya Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia) Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.875 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.778

Abstract

ABSTRACT The existence of Religious Education is regulated in Minister of Religion Decree No.1 of 2001 which aims as an effort to develop Islamic education in Indonesia. Religious education aims to educate students become a generation of qualified and noble Muslims. It intends to train students mentally and spiritually so they have detailed and comprehensive knowledge of the Islamic religion. Religious education carried out at formal and non-formal institutions is an effort to develop Islamic education in Indonesia which is guided by the fundamental values contained in the Qur'an and Hadith. In addition, it is also as a controller of the current globalization that is so fast. Religious education is divided into three levels, namely (a) Diniyah Awaliyah education is for MI/ SD level education. (b) Diniyah Wustha education is for MTS / SMP level education. (c) Diniyah ‘Ulya education is for MA / SMA level education. The formal religious education curriculum includes: Civics, Bahasa, Mathematics, Natural Sciences and Cultural Arts. While, the non-formal religious education curriculum includes: Al-Qur'an, hadith, Aqeedah, Fiqh, History of Islamic Culture, Arabic language, and Practice of worship.Keywords: Urgensity, Religious Education, Islamic Education ABSTRAK Eksistensi Pendidikan Diniyah diatur dalam Keputusan Menteri Agama No.1 Tahun 2001 yang bertujuan sebagai upaya pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan diniyah bertujuan mendidik santri menjadi generasi Islam yang berkualitas dan berakhlak mulia. Pendidikan diniyah bertujuan melatih mental dan spiritual anak didik sehingga memiliki pengetahuan agama Islam secara detail dan menyeluruh. Pendidikan diniyah yang dilaksanakan pada lembaga formal dan non formal merupakan upaya pengembangan pendidikan Islam di Indonesia yang berpedoman kepada nilai-nilai mendasar yang terkandung dalam al-Qur’an dan Hadits. Selain itu, pendidikan diniyah merupakan pengontrol terhadap arus globalisasi yang begitu cepat. Pendidikan diniyah terbagi kepada tiga jenjang, yaitu (a) Pendidikan diniyah awaliyah yaitu pendidikan tingkat MI/SD. (b) Pendidikan diniyah wustha, yaitu pendidikan tingkat MTS/SMP. (c) Pendidikan diniyah ‘ulya, yaitu pendidikan tingkat MA/SMA. Adapun kurikulum pendidikan diniyah formal meliputi: PKn, bahasa Indonesia, matematika, ilmu pengetahuan alam dan seni budaya. Sedangkan kurikulum pendidikan diniyah non formal meliputi: Al-Qur’an hadits, aqidah akhlak, fiqh, sejarah kebudayaan Islam, bahasa arab, dan praktek ibadah. Kata Kunci: Urgensitas, Pendidikan Diniyah, Pendidikan Islam 
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ANAK BERBASIS KARAKTER DI ERA DIGITAL Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 8, No 1, April (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.585 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v8i1, April.934

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital semakin cepat dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, tak ketinggalan aspek pendidikan, di mana proses pembelajaran menggunakan media online (internet) sehingga sangat membantu proses pembelajaran. Sebaliknya, kehadiran teknologi di era digital menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dalam mendidik dan mengontrol anaknya agar tidak mengakses konten-konten yang tidak baik. Demikian juga, guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengontrol peserta didik agar terhindar dari dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendidikan karakter di era digital dan  rekonstruksi pendidikan anak berbasis karakter di era digital. Penelitian ini menggunakan metode  kepustakaan (library research) untuk mendapatkan teori, dan konsep berkaitan dengan pendidikan karakter di era digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Rekonstruksi pendidikan karakter di era digital meliputi (a) Pembenahan kurikulum pendidikan berbasis karakter; (b) Sasaran pendidikan karakter meliputi pengetahuan tentang moral, perasaan tentang moral, dan tindakan tentang moral; (c) Metode pendidikan, di mana guru memiliki suri teladan yang baik dan mampu menggunakan media digital dengan baik; dan (d) Internalisasi nilai karakter dalam budaya sekolah melalui pembiasaan berbuat baik dan bermanfaat.
POLIGAMI MENURUT ISLAM Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 1, April (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i1.442

Abstract

Hukum poligami menurut Islam ialah boleh dengan syarat suami dapat berlaku adil. Jika syarat ini tidak dapat dipenuhi oleh suami maka poligami menjadi haram. Jika ia kemungkinan besar menzalimi salah satu isterinya, maka poligami menjadi makruh. Namun jika ia yakin akan terjatuh kepada perbuatan zina maka menjadi wajib. Dalil dibolehkannya poligami yaitu Surat An-Nisa’ ayat : 3. Artinya: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim bilamana kamu mengawininya, maka kawinilah perempuan-perempuan lain yang kamu senangi dua, tiga, atau empat, kemudian jika kamu takutlah kamu tidak akan berlaku adil maka (kahwinilah) seorang sahaja atau budak -budak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” Kebolehan poligami dalam Islam bertujuan untuk kesejahteraan semua pihak, yaitu ahli keluarga korban, masyarakat dan negara, di samping memelihara kesucian Islam itu sendiri sebagai agama yang meliindungi terhadap semua makhluk, terutama manusia agar tidak teraniaya.
STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 1, No 1, April (2014)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v1i1.381

Abstract

PTAI existence in this globalization era demanded an active role in developing the Islamic studies. Likewise develop the social sciences, humanities independently as part of Islamic studies. PTAI as Islamic educational institutions must develop Islamic education development strategy that refers to the Islamic epistemology. Epistemological occupies a strategic position in the development of Islamic education in PTAI, because he talked about how to get the right knowledge. The strategy of development of Islamic education in PTAI, among others, are (1) Reconstruction of Islamic Studies at PTAI.   (2) Developing the Islamic sciences. (3) The use of science to aid the study of Islam.  (4) Increased research faculty. (5) Improved quality standards PTAI, (6) Modernization PTAI. (7) Strengthening of Islamic education in PTAI epistemology. The effort to develop Islamic education in PTAI namely a) PTAI align themselves with the demands of modern, b) PTAI need to recreate a new paradigm of Islamic education, c) PTAI need to reorient education vision and mission, goals, management, organizational structure, materials and teaching methods, and culture community, d) PTAI should be orientation on improving the quality of faculty and students, e) development of Islamic education is directed through research, f) paradigm PTAI forward directed at cultural paradigm rather than natural, g) PTAI able to translate normative religion into science theoretical.
Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan pada Manusia menurut Perspektif Hukum Islam Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 2, Oktober (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i2.448

Abstract

Praktik bayi tabung dan inseminasi buatan pada manusia menjadi topik yang hangat dibicarakan diera globalisasi dan teknologi saat ini. Aplikasinya dalam masyarakat banyak menimbulkan permasalahan dan penafsiran yang berbeda-beda. Permasalahan yang muncul adalah apakah bayi tabung dan inseminasi buatan pada manusia dibolehkan atau diharamkannya. Menurut hukum Islam bayi tabung apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri yang sah maka Islam membolehkannya, baik dengan cara mengambil sperma suami, kemudian disuntikan ke dalam vagina istri, maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim. Terkait dengan inseminasi buatan pada manusia, Islam membolehkan dengan persyaratan apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovom suami istri yang sah, dan sebalik inseminasi buatan yang tidak berasal dari ovum dan sperma suami isteri yang sah diharamkan dan dianggap sama dengan zina (prostitusi) meskipun dengan secara tidak langsung, dan sebagai akibat hukumnya anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya.
SENI MUSIK MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 1, April (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v4i1.493

Abstract

Menurut Islam, seni dan memainkan musik dibolehkan (mubah) sepanjang tidak bertentangan dengan hukum syara’. Demikian juga mendengar nyanyian di radio, radio kaset, TV dan media audiovisual lainnya hukumnya  mubah. Dasarnya adalah dengan mengambil kaidah syara’ yang berbunyi: “Hukum asal segala sesuatu adalah mubah (boleh dipakai dan dimanfaatkan), kecuali bila ada dalil yang mengharamkannya”. Adapun nyanyian yang mengandung kata-kata yang tidak baik (tidak sopan), seperti menyebutkan sifat-sifat  yang tidak baik (lelaki bujang dan perempuan dara), atau sifat-sifat wanita yang masih hidup. Maksud ucapan tersebut adalah nyanyian nyanyian yang bercampur dengan hal-hal yang telah dilarang oleh syara'. Mengenai seni kaligrafi, seni arsetektur, seni ukir seni bela diri dan sebagainya, Islam membolehkan asal tidak bertentangan dengan normal agama.
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER PADA DAYAH SALAFI DI ACEH Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 2, Oktober (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v2i2.428

Abstract

One of advantage the Salafi Islamic boarding school education system is the success instills character education to the students in all aspects of life, so it could produce graduates who have the idealism, intellectual ability and behavior of noble (al-akhlaq al-karimah). The aim of this study is to determine the educational strategy in dayah salafi character, thus giving to graduates who have a high ta'zhim to teungku/ulama, to determine the steps to be taken teungku dayah salafi character education students, to determine the form of social interaction teungku and students at dayah salafi, to determine the role teungku dayah salafi clerics in character education students and to determine the success factors and barriers to dayah salafi character education. This discussion uses descriptive qualitative research method with a phenomenological approach, historical, and sociological. Data collection techniques are observation, interviews, and have documentation. The sample in this study is five (5) dayah salafi namely; Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan, Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, Dayah Mudi Mesra Samalanga Aceh Utara, Dayah Tgk. Chik Tanoh Abee Seulimun Aceh Besar, and Huda Islamic boarding school Thalibul Huda Bayu Lampeuneurut Aceh Besar. Results of the study are: Strategy on dayah salafi character education in Aceh, as follows: (1) Moral Knowing. (a) Knowledge development of character. (b) Development  of tafaqquh fi al-din.  (2) Moral Feeling  (a). The concept of sincerity, (b) Preservation of the value of culture dayah, (c) Modeling, (d) discipline, (e) Prioritize concepts of simplicity, (f) Application of education without violence. (3) Moral action. (a) Education is directed to the practice.      (2)  Habituation,  Step-by-step application of character education in Dayah Salafi, namely:     (1) Internalization of morality in teaching, (2) Strengthening the morality of students,       (3) Application morality in life, (4) Evaluation continuously, (5) Designing environment dayah conducive , Role teungku in character education in dayah salafi namely:                 (1) Teachers and counselors, (2) Assist and justice to students, (3) Tengku role as parents of students, (4) integration of character education, (5) Cooperation with parents of students and the community, (6) Improving education management dayah. Success factors and obstacles in dayah salafi character education, namely: (1) success factors: Compliance students, their values and culture dayah, responsibilities of parents of students, and community support. (2) inhibiting factors: Differences in the character of the students and the difference in residence.
Implementasi Pendidikan Karakter: Perspektif Al-Ghazali & Thomas Lickona Di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Meunara Baro Kabupaten Aceh Besar Saiful Saiful; Hamdi Yusliani; Rosnidarwati Rosnidarwati
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.1900

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi menimbulkan dampak terhadap pendidikan anak, aktivitas anak tidak terkontrol dengan baik dan terkadang melakukan tindakan kriminal dan lain sebagainya. Implementasi pendidikan karakter di era globalisasi sangat penting dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara detail teori pendidikan karakter menurut perspektif Al-Ghazali dan Thomas Lickona. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan untuk mendapatkan teori-teori tentang pendidikan karakter menurut Al-Ghazali dan Thamas Lickona. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu karya Al-Ghazali dan Thomas Lickona. sedangkan sumber sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ini seperti, artikel, majalah, dan literasi lainnya. Menurut Al-Ghazali pendidikan karakter anak melalui contoh teladan yang baik, latihan-latihan dan pembiasaan yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan akhlak untuk menyucikan diri (tazkiyat al-nafs) dari sifat-sifat tercela. Tazkiyat al-nafs merupakan jalan untuk mendapatkan kebahagian jasmani, rohani, material, dan spiritual, dunia dan akhirat. Sedangkan menurut Thomas Lickona, ada tiga komponen penting dalam membangun pendidikan karakater yaitu: Moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan/tindakan moral).
The Implementation of Character Education In Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar Saiful Saiful
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 2 (2022): November: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the hallmarks of education system in Dayah of Thalibul Huda of Aceh Besar is the student character building which can give birth to graduates having idealism, intellect, and good behavior (akhl?qal-kar?mah). This research aims to know the character education implementation in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar and to recognize the factor of success and inhibiting factor of character education in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar. Grand theory of this research employs theoretical framework proposed by Thomas Likcona consisting of moral knowing, moral feeling, and moral action. Furthermore, this research applies descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. The result of this research shows that the implementation of character education in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar includes: (a) Moral knowing development, (b) Moral feeling development, (c) Moral action development. In addition,the character education factor of success comprises student’s obedience, the value and culture existence of Islamic school/dayah, teungku as student’s educator and counselor, school facilities, parents’ responsibility to improve student’s learning motivation and to strengthen human relationship. Besides, the inhibiting factors include student’s background, student’s different character, economic status and different culture and intellient level of the student.
Sistem Pendidikan Islam, Integrasi Ilmu Pengetahuan Agama dan Teknologi Digital Saiful, Saiful
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.467 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i2.1659

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan yang mendikotomi pengetahuan sains dan teknologi digital dan pendidikan islam selayaknya harus diakhiri. Integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi digital dengan pendidikan Islam menjadi kebutuhan sekarang. Bagaimanapun teknologi digital tidak dapat dipisahkan dengan agama sebagai sarana menjaga nilai moralitas dan etika. Sistem pendidikan Islam diyakini mampu menyeimbangkan kehidupan agama dan akhirat, sehingga Islam sejatinya mendukung teknologi digital selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengacu kepada hasil bacaan berupa data yang bersumber dari buku, jurnal, media online dan literatur lainnya. Bahan bacaan kemudian dibaca, diolah, dirumuskan, dianalisis untuk selanjutnya menjadi sebuah kesimpulan. Hasil penelitian, sistem pendidikan Islam mampu mempertemukan keilmuan agama dengan keilmuan sains-teknologi digital. Agama tidak bertentangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital, karena agama tanpa dunia akan membuat manusia muslim ketinggalan informasi dan perkembangan strategis di sekitarnya. Jika duni tanpa agama menimbulkan kekacauan karena perkembangan keilmuanteknologi digital berpotensi melawam aturan, normal, nilai, etika dan moralitas di masyarakat.
Co-Authors Abrar Muslim Adisalamun Adisalamun Agus Winarsih Ahmad, Khairunnas Aidah, Mus Ainal Mardhiah Akmalauddin, Akmaluddin Alfian, Nurul Amar, Siti Salama Amelia, Marysha Ameraldo, Fedi Amiruddin, Nurul Khairiyah Anak Agung Gede Sugianthara Anastasya, Millenia Putri Andi Desiah Pradilia Andi Mulawakkan Firdaus Andika, Mohammad Andini S, Andini s Angela Ruban, Angela Anggreni Bako Angraeni, Lusy Angrainum, Ode Delvi Apriani, Eva Aprila, Nila Arafah, Abdul Latif Arung ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiani, Berliana Ariana Ariana Ariesta Setyawati Arthana, Nana Aslawiyah, Siti Rabiaatul Asriadi, A.Amran Asriadi, Amran Asriadi, Andi Amran Astrianto Setiadi, Muhammad Atrhana, Nana Ayudho Selviani Aziza, Nurna Azmil Umur, Azmil Basra, Siti Mutia B. Burhanuddin Burhanuddin Bustaram, Isnain Chamariyah, Chamariyah Darmadi Darmadi Delsinasari, Adella Dharma, Dian Budi Divianto Divianto Djaja, Herman Dzilarsy, Adni Ema Sulastri Eriza, Tiara Erna Hayati, Erna Erna Sari, Erna Erwin Akib Faisal Abdullah Faiza Nudia Fakhrul Rijal, Fakhrul Fatkhiyaturrohmah, Fatkhiyaturrohmah Febriani Febriani, Ike Fitri Santi Fortuna, Karina Dwi Fransisca Fransisca Gazali Gazali Gianni, Shelli Elsa Hadini Hadini, Hadini Hafid, Hilda Hafiz, Muhammad Ariqoh Halimatusyadiah, Halimatusyadiah Hamdi Yusliani Hamdi Yusliani Hamid Ismail Hamid, Radiah Hasyim, Taufiqurrahman Hayati Hayati Hellen Nanlohy Hertika, Elvira Heru Juabdin Sada Hesti Meilina Hijrah Hijrah Husaini Husaini I Dewa Gde Mayun Permana Ibrahim, Muliyaty Ichwana Ichwana Ilham Maulana Imam Bukhori Imam Prawiranegara Gani Imamuddin, M. Imamuddin Iqhrammullah, Muhammad Irfan Mustafa Irmawanty, Irmawanty Isma Coryanata Ismail, Hamid Istiqomah, Vania Anbael Nur Iwan Ramadhan Jayaprawira, Acep Riana Juliana Juliana Kamaludin Kamaludin Kamaruzzaman, Suraiya Kamila, Nurul Kanda, Pajri Khaeriyah, Andi Kurnia, Yustina Kurniawan Kurniawan Lala, Andi Lestari, Devi R Lismijar, Lismijar Lisya, Rahma M. Ikhwan M. Raihan Zahri Mahmud, Ikwan Mahmudi Mahmudi Maimun Maimun Maishara, Fitria Marlina Marlina Maswar Maswar Masya, Saifullah Maulidani, Yurdi Mauliza, Mauliza Maulydia, Nur Balqis Mayori, Zulfa R. Midiastuti, Pratana Puspa Midiastuty, Pratana P Midiastuty, Pratana Puspa Mihani, Mihani Mirjan Mirjan Muh Arief Mukhsin Muhammad AR Muhammad Farhan Muhammad Yusuf Muliadi Ramli Mumtazul Fikri Murni Murni Muslim*, Abrar Muwatto', Muhammad Nabila, Nabila Nabilla Dwi Puspita Nikmah Nikmah Nindita, Nansi Ria Nirma Nirma Novadilastri, Novadilastri NOVIANTI, MAYA Novita Sari Nudia, Faiza Nurbayani Nurbayani nurfitriana nurfitriana Nurjannah Nurjannah Nurwijayanti Oktasari, Dwince Pamuji, Siti Sulistyani Panjaitan, Riong seulina parma, syafriadi kurnia Permatasari, Rinny Pika, Pika Prabulana, Rahadian Dopin Pradipta, Oki Prasetyo, Siswoyo Puspita, Lisa Martiah Nila Putra, Anggar Putra, Fabian Anugrah Putra Putranto, Haidar Dwi Putri, Hervita Qalbi, Nur Qoyyimah, Annisaul Rahmalita, Nurul Aisyah Rahman, Sunarti Abd Rais, Rasnindah Abu Realita Realita, Realita Reza, Fakhrur riana, ausy Rina Asrini Bakri Rinaldi Idroes Rindiani, Rindiani Risaldi, Moh. Rolita, Rolita Romadhona, Agus Romadloni, Moh. Rosnidarwati Rosnidarwati Rosnidarwati, Rosnidarwati ruban, angela1004 Sabrina, Rorina Sahara, Herman Salfauqi Nurman, Salfauqi Samin, Sabri Sanusi Sanusi Sari, Rita Kumala Sattar Sattar, Sattar SH, Hendra Silahuddin Silahuddin Silvia, Ika Sinambela, Rio Pandi Siti Aisyah Siti Maryam Siti Munawati Siti Nur Aisyah Siti Nurislamiah Siti Rahmi, Siti Siti Sarah, Siti Sitorus, Yalizar Rahayu Sitti Saleha, Sitti Solly Aryza Subekti, Putri Refani Suciati, Lily Sufriadi, Elly Suhendra, Rivansyah Sularno Sularno, Sularno Sumirna, Sumirna Sunartaty, Rita Suranta, Eddy Suratin, Sonia Isna Suriana Suriana Syahrun Nur Syahrun Nur Abdulmadjid Syamsiarna Nappu Syamsiarna Nappu, Syamsiarna Syamsuddin, Fitria Syahruni Syatriana, Eny Tanri Wulan, Dian Teuku Zulfikar Ulfaika, Romlah Wahid Haddade, Abdul Wahyuni, Marina Fitri Widiyastuti, Lusi Wildanika, Arifian Wisesa, Muhammad Akbar Yohanes Bahari yuni ratnasari Yunida, Hailen Ike Zahrah, Anita Zahri, M. Raihan Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zakaria Zakaria Zarrazir, Alifia Zulfiani, Utari