Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER PADA DAYAH SALAFI DI ACEH Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 2, Oktober (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v2i2.428

Abstract

One of advantage the Salafi Islamic boarding school education system is the success instills character education to the students in all aspects of life, so it could produce graduates who have the idealism, intellectual ability and behavior of noble (al-akhlaq al-karimah). The aim of this study is to determine the educational strategy in dayah salafi character, thus giving to graduates who have a high ta'zhim to teungku/ulama, to determine the steps to be taken teungku dayah salafi character education students, to determine the form of social interaction teungku and students at dayah salafi, to determine the role teungku dayah salafi clerics in character education students and to determine the success factors and barriers to dayah salafi character education. This discussion uses descriptive qualitative research method with a phenomenological approach, historical, and sociological. Data collection techniques are observation, interviews, and have documentation. The sample in this study is five (5) dayah salafi namely; Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan, Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, Dayah Mudi Mesra Samalanga Aceh Utara, Dayah Tgk. Chik Tanoh Abee Seulimun Aceh Besar, and Huda Islamic boarding school Thalibul Huda Bayu Lampeuneurut Aceh Besar. Results of the study are: Strategy on dayah salafi character education in Aceh, as follows: (1) Moral Knowing. (a) Knowledge development of character. (b) Development  of tafaqquh fi al-din.  (2) Moral Feeling  (a). The concept of sincerity, (b) Preservation of the value of culture dayah, (c) Modeling, (d) discipline, (e) Prioritize concepts of simplicity, (f) Application of education without violence. (3) Moral action. (a) Education is directed to the practice.      (2)  Habituation,  Step-by-step application of character education in Dayah Salafi, namely:     (1) Internalization of morality in teaching, (2) Strengthening the morality of students,       (3) Application morality in life, (4) Evaluation continuously, (5) Designing environment dayah conducive , Role teungku in character education in dayah salafi namely:                 (1) Teachers and counselors, (2) Assist and justice to students, (3) Tengku role as parents of students, (4) integration of character education, (5) Cooperation with parents of students and the community, (6) Improving education management dayah. Success factors and obstacles in dayah salafi character education, namely: (1) success factors: Compliance students, their values and culture dayah, responsibilities of parents of students, and community support. (2) inhibiting factors: Differences in the character of the students and the difference in residence.
Implementasi Pendidikan Karakter: Perspektif Al-Ghazali & Thomas Lickona Di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Meunara Baro Kabupaten Aceh Besar Saiful Saiful; Hamdi Yusliani; Rosnidarwati Rosnidarwati
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.1900

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi menimbulkan dampak terhadap pendidikan anak, aktivitas anak tidak terkontrol dengan baik dan terkadang melakukan tindakan kriminal dan lain sebagainya. Implementasi pendidikan karakter di era globalisasi sangat penting dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara detail teori pendidikan karakter menurut perspektif Al-Ghazali dan Thomas Lickona. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan untuk mendapatkan teori-teori tentang pendidikan karakter menurut Al-Ghazali dan Thamas Lickona. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu karya Al-Ghazali dan Thomas Lickona. sedangkan sumber sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ini seperti, artikel, majalah, dan literasi lainnya. Menurut Al-Ghazali pendidikan karakter anak melalui contoh teladan yang baik, latihan-latihan dan pembiasaan yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan akhlak untuk menyucikan diri (tazkiyat al-nafs) dari sifat-sifat tercela. Tazkiyat al-nafs merupakan jalan untuk mendapatkan kebahagian jasmani, rohani, material, dan spiritual, dunia dan akhirat. Sedangkan menurut Thomas Lickona, ada tiga komponen penting dalam membangun pendidikan karakater yaitu: Moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan/tindakan moral).
The Implementation of Character Education In Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar Saiful Saiful
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 2 (2022): November: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the hallmarks of education system in Dayah of Thalibul Huda of Aceh Besar is the student character building which can give birth to graduates having idealism, intellect, and good behavior (akhl?qal-kar?mah). This research aims to know the character education implementation in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar and to recognize the factor of success and inhibiting factor of character education in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar. Grand theory of this research employs theoretical framework proposed by Thomas Likcona consisting of moral knowing, moral feeling, and moral action. Furthermore, this research applies descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. The result of this research shows that the implementation of character education in Dayah Thalibul Huda of Aceh Besar includes: (a) Moral knowing development, (b) Moral feeling development, (c) Moral action development. In addition,the character education factor of success comprises student’s obedience, the value and culture existence of Islamic school/dayah, teungku as student’s educator and counselor, school facilities, parents’ responsibility to improve student’s learning motivation and to strengthen human relationship. Besides, the inhibiting factors include student’s background, student’s different character, economic status and different culture and intellient level of the student.
Sistem Pendidikan Islam, Integrasi Ilmu Pengetahuan Agama dan Teknologi Digital Saiful, Saiful
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.467 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i2.1659

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan yang mendikotomi pengetahuan sains dan teknologi digital dan pendidikan islam selayaknya harus diakhiri. Integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi digital dengan pendidikan Islam menjadi kebutuhan sekarang. Bagaimanapun teknologi digital tidak dapat dipisahkan dengan agama sebagai sarana menjaga nilai moralitas dan etika. Sistem pendidikan Islam diyakini mampu menyeimbangkan kehidupan agama dan akhirat, sehingga Islam sejatinya mendukung teknologi digital selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengacu kepada hasil bacaan berupa data yang bersumber dari buku, jurnal, media online dan literatur lainnya. Bahan bacaan kemudian dibaca, diolah, dirumuskan, dianalisis untuk selanjutnya menjadi sebuah kesimpulan. Hasil penelitian, sistem pendidikan Islam mampu mempertemukan keilmuan agama dengan keilmuan sains-teknologi digital. Agama tidak bertentangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital, karena agama tanpa dunia akan membuat manusia muslim ketinggalan informasi dan perkembangan strategis di sekitarnya. Jika duni tanpa agama menimbulkan kekacauan karena perkembangan keilmuanteknologi digital berpotensi melawam aturan, normal, nilai, etika dan moralitas di masyarakat.
Model Pendidikan Madrasah Diniyah Meunara Baro Aceh Besar Saiful Saiful
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 5 (2023): May: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i5.3750

Abstract

Implementasi pendidikan Madrasah Diniyah sangat urgen bagi pengembangan ilmu agama Islam bagi peserta didik, sehingga mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode library reserch dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif. Model Pendidikan Madrasah Diniyah Meunara Baro Aceh Besar: (1) Kurikulum pendidikan Madrasah Diniyah Meunara Baro Aceh Besar terdiri dari Al-Qur’an, praktik ibadah, do’a shalat, do’a sehari-hari, ilmu tauhid, ilmu fiqh, ilmu akhlak/tasawuf, dan sejarah kehidupan Rasulullah; (2) Tahapan pendidikan Madrasah Diniyah Meunara baro yaitu; tahapan awal meliputi persiapan pembelajaran (perangkat pembelajaran); tahapan pelaksanaan meliputi proses pembelajaran, dan tahapan penutup meliputi memberikan rangkuman dari proses pembelajaran; (3) Metode pendidikan Madrasah Diniyah Meunara Baro, meliputi: Metode ceramah, tanya jawab, hafalan, dan metode latihan membaca kitab Jawi. Tujuan Pendidikan Madrasah Diniyah Meunara Baro Aceh Besar yaitu: (a) Pengembangan kognitif santri; (b) Pengembangan afektif santri; (c) Pengembangan psikomotorik santri yaitu santri mampu membaca al-Qur’an, mampu mempraktikkan ibadah, menguasai bacaan do’a shalat, do’a sehari-hari dan membaca kitab Jawi
Enculturation of Modeling Behavior to Form the Religious Attitude of Students of Pesantren Jagat Arsy Tangerang Siti Munawati; Siti Nurislamiah; Ariesta Setyawati; Saiful Saiful; Yuni Ratna Sari
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 28 No 1 (2023): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v28i1.16885

Abstract

Pesantren Jagat Arsy is one of the Islamic boarding schools in South Tangerang Regency, Banten Province that implements a religious learning system using the modeling behavior method. Students are taught how to behave in accordance with the behavior of the teacher as an educator who becomes a model figure for students or students. In this case the researchers wanted to examine how the enculturation of modeling behavior in shaping the Islamic tradition of students with religious attitudes at Pesantren Jagat Arsy. In this study, a descriptive qualitative research method, with observation and interview data collection techniques was implemented. Interviews were conducted with 4 boarding school teachers, and to determine these teachers, purposive sampling techniques were used. After the data were collected, they were then analyzed using qualitative data analysis technique suggested by Miles and Huberman. The results of the study based on the results of interviews and observations concluded that Pesantren Jagat Arsy education prioritizes moral and moral improvement with religious guidance through the modeling behavior method of the teachers. The influence of teacher figures at Pesantren Jagat Arsy is really high in shaping the religious attitudes of students related to behavior and moral values.
Efektivitas Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam Metode Pembelajaran Tahfidz Kauny Quantum Memory (KQM) Hamdi Yusliani; Rosnidarwati Rosnidarwati; Saiful Saiful; M. Raihan Zahri; Faiza Nudia
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan metode KQM di SD-IT Hafizul Ilmi, fungsionalisasi gaya belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam metode KQM serta respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran (mixed methods) dengan desain penelitian sequential exploratory designs. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran diawali dengan sistem  classical, guru mengalihkan konsentrasi siswa menjadi lebih fokus dengan ucapan MASTER, lalu dijawab secara serentak “menghafal Al-Qur’an semudah tersenyum”. Dilanjutkan muraja’ah hafalan sebelumnya kemudian memulai dengan hafalan baru. 2) Teknik talaqqi, mind mapping, anchoring dan positive thingking dalam metode KQM telah mewakilkan fungsionalisasi ketiga modalitas indera anak. 3) Respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya dapat dikatakan positif, karena metode KQM ini telah mengakomodir ketiga gaya belajar siswa yaitu Visual Auditori dan Kinestetik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu referensi pemilihan metode pembelajaran tahfidz yang memudahkan dan menyenangkan bagi anak.
EKSISTENSI DAYAH DI ACEH: PERAN DAN KIPRAHNYA DALAM MEMAJUKAN MASYARAKAT Saiful Saiful
Al-Fathanah Vol 1, No 2, Oktober (2021): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v1i2, Oktober.1198

Abstract

Dayah sebagai pusat pendidikan agama memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan masyarakat Aceh. Dayah telah banyak menghasilkan ulama-ilama yang terkenal dan berperan aktif dalam mendidik generasi muda taat menjalankan perintah Allah dan memiliki karakter yang luhur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran dan kiprah Dayah dalam memajukan pendidikan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode library research (kajian kepustakaan) dengan pendekatan historis yang mengkaji teori-teori tentang eksistensi dayah di Aceh. Adapun hasil penelitian yaitu peran dan kiprah dayah di Aceh meliputi: (a) Dayah sebagai pusat pendidikan agama Islam. Dayah sebagai pusat belajar agama masyarakat telah melahirkan ulama-ulama yang menjadi referensi dalam bidang pendidikan agama. (b) Dayah sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat. Ulama dayah menjadi figur dalam masyarakat dan peduli dengan lingkungan sosial masyarakat sekitarnya. (c) Dayah sebagai lembaga pembangunan masyarakat. Dayah berperan sebagai penggerak pembangunan dan perubahan pola pikir masyarakat Aceh.
SISTEM PENDIDIKAN DI MAHAD DAARUT TAHFIZH AL-IKHLAS ACEH BESAR Mirjan Mirjan; Saiful Saiful; Ema Sulastri
Al-Fathanah Vol 1, No 1, April (2021): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/.v1i1, April.1023

Abstract

Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas merupakan lembaga pendidikan yang mendidik para santri mampu menghafal Al-Quran 30 Juz dan menguasai ilmu agama Islam secara mendalam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) sistem pembelajaran pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar; (2) upaya ustazh guru dalam meningkatkan pembelajaran pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar; dan (3) faktor keberhasilan dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, interview, dan dokumentasi pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar. Adapun hasil penelitian yaitu (a) Sistem pembelajaran pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar yaitu memadukan antara kurikulum pesantren dengan kurikulum Kemenag. (b) Upaya peningkatan pembelajaran pada Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar meliputi aspek kebijakan, kepemimpinan, fasilitas pendidikan dan pelaksanaan proses pembelajaran. (c) Faktor keberhasilan dan penghambat. Faktor keberhasilan yaitu jasmani-rohani, motivasi santri, kondisi lingkungan, dan kedisiplinan guru. Faktor penghambat yaitu santri lalai dan tidak istiqamah, santri banyak melakukan pelanggaran, kesehatan santri, lemahnya ingatan dan tidak konsisten dengan satu Mushaf, dan tidak fokus pada pelajaran tahfizh, kualitas guru, kemampuan ekonomi, dan pengaruh lingkungan.
Implementasi Pendidikan Karakter: Perspektif Al-Ghazali & Thomas Lickona Di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Meunara Baro Kabupaten Aceh Besar Saiful Saiful; Hamdi Yusliani; Rosnidarwati Rosnidarwati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.1900

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi menimbulkan dampak terhadap pendidikan anak, aktivitas anak tidak terkontrol dengan baik dan terkadang melakukan tindakan kriminal dan lain sebagainya. Implementasi pendidikan karakter di era globalisasi sangat penting dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara detail teori pendidikan karakter menurut perspektif Al-Ghazali dan Thomas Lickona. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan untuk mendapatkan teori-teori tentang pendidikan karakter menurut Al-Ghazali dan Thamas Lickona. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu karya Al-Ghazali dan Thomas Lickona. sedangkan sumber sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ini seperti, artikel, majalah, dan literasi lainnya. Menurut Al-Ghazali pendidikan karakter anak melalui contoh teladan yang baik, latihan-latihan dan pembiasaan yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan akhlak untuk menyucikan diri (tazkiyat al-nafs) dari sifat-sifat tercela. Tazkiyat al-nafs merupakan jalan untuk mendapatkan kebahagian jasmani, rohani, material, dan spiritual, dunia dan akhirat. Sedangkan menurut Thomas Lickona, ada tiga komponen penting dalam membangun pendidikan karakater yaitu: Moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan/tindakan moral).