p-Index From 2021 - 2026
15.449
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran MALIH PEDDAS E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL IQRA´ Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal SOLMA Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Jurnal Ilmiah Iqra' Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi EDUPEDIA JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Jurnal Educatio FKIP UNMA JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Journal of Community Service and Empowerment Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Didaktika: Jurnal Kependidikan Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Jurnal Simki Pedagogia Pahlawan : Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan (JIWPP) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Indonesian Community Journal Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Journal of Innovation and Research in Primary Education Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Historiography Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Eduvest - Journal of Universal Studies International Education Trend Issues Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Jurnal Konseling Pendidikan Islam ICONESTH Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Elementaria Edukasia Jurnal Pendidikan Progresif Journal of Educational Studies Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Media Pendidikan Matematika Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Journal of Research in Instructional International Journal of Educational Narratives Inovasi Kurikulum
Claim Missing Document
Check
Articles

Devising an impactful religious moderation workshop for teachers and principals: The practice of Ice Berg analysis and U theory perspective Yusuf Hanafi; Muhammad Saefi; M. Alifudin Ikhsan; Tsania Nur Diyana; Faris Khoirul Anam; Oktaviani Adhi Suciptaningsih
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v5i1.30085

Abstract

In the academic setting, teachers and school principals are often faced with the problem of identifying and developing strategies to strengthen the atmosphere of religious moderation. Unfortunately, resources for training and support are scarce. Our study presents the design and assessment of a religious moderation workshop utilizing the problem-based discussion method, supported by Ice Berg and U theory perspective analysis. This two-session workshop aims to bolster religious moderation among school personnel. During the initial session, attendees were presented with strategies to empower religious moderation and state defense. In the subsequent meeting, attendees were encouraged to engage in problem-solving exercises focused on acts and behaviors of intolerance. Not to mention, the educators and administrators have acquired content and pedagogical expertise regarding religious moderation and state defense, which can be applied in classroom and school settings. Additionally, participants expressed a positive belief that the training effectively exemplified the integration of character-building subject matter, religious moderation, state defense, and instructional strategies. As a result, the workshop for teachers and school principals was deemed successful and effective.
The Effect of Local Wisdom-Based Wayground Media on Fraction Problem-Solving Skills in Primary School Waliah, Diyah Rutin; Suciptaningsih, OKtaviani Adhi; Mardhatillah
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol. 9 No. 1 (2026): VOLUME 9 NUMBER 1, MARCH 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v9i1.30381

Abstract

Mathematics education in elementary schools often encounters challenges, especially in teaching fractions that are many students difficult to understand it. These challenges need for more interactive and contextual teaching methods that can improve students' comprehension of fractions. The purpose of study to evaluate the effectiveness of Wayground media based on local wisdom, in increasing fraction problem-solving skills in primary school students. The Method of research employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest and posttest, conducted on fifth-grade students at SD Islam Sabilillah Malang. Instruments based on Polya's problem-solving indicators were used to measure students’ abilities, beside their validity and reliability were tested using Cronbach's Alpha. Additionally, a questionnaire was administered to assess student responses to the Wayground media. Data analysis was performed using Microsoft Excel, including normality tests and calculation of the N-Gain Score. The results indicated a significant improvement in students' problem-solving skills, with pretest scores averaging 42.57 and posttest scores increasing 74.77. The N-Gain score of 0.5573 placed the media in the "moderately effective" category. Students' responses to the media were also very positive, with motivation and material understanding scores exceeding 80%. In conclusion, Wayground media based on local wisdom effectively improves fraction problem-solving skills, making learning more engaging and culturally relevant. This research contributes to the development of innovative and contextually relevant teaching methods in mathematics education.
Penggunaan Media Magic Box Interaktif Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Selviana Mutik; Budi Handoyono; Oktaviani Adhi Suciptaningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2473

Abstract

Di era digital saat ini, penggunaan teknologi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Meskipun siswa mungkin tidak menganggap topik Pendidikan Pancasila menarik, namun media magic box interaktif ini memiliki fungsi sebagai alat yang ampuh dalam menarik minat siswa serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan media Magic Box interaktif berbasis gamifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan subjek 22 siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen berbasis skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa yang signifikan. Sebagian besar siswa termasuk kategori “sangat berminat”, serta penggunaan Magic Box dinilai “sangat baik” oleh mayoritas responden. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 menjadi 80 setelah penggunaan media. Dengan demikian, Magic Box interaktif berbasis gamifikasi terbukti efektif meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Budaya Sasak dalam Pembelajaran Sekolah Dasar untuk Penguatan Karakter Akademik Siswa Siti Lami'ah; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Ade Eka Anggraini; Imam Suyitno; Shirly Rizki Kusumaningrum
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3173

Abstract

Pendidikan karakter akademik berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berakhlak, berbudaya, dan mampu bersaing di era global. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tujuan menganalisis secara komprehensif berbagai temuan penelitian mengenai internalisasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Sasak dalam pembelajaran sekolah dasar untuk penguatan karakter akademik siswa. Berdasarkan hasil seleksi terhadap 7 artikel, kajian menumustnjukkan bahwa nilai-nilai budaya Sasak seperti bedadayan (gotong royong), ajinang (saling menghormati), kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter akademik yang mencakup ketekunan belajar, rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta komitmen terhadap pencapaian prestasi. Internalisasi nilai-nilai tersebut efektif diterapkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL), yang mendorong siswa menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, bekerja kolaboratif, dan merefleksikan nilai akademik dalam setiap proses belajar. Penerapan teori humanistik turut memperkuat pembentukan karakter akademik dengan menekankan kesadaran diri, motivasi intrinsik, dan empati dalam proses pembelajaran. Namun, implementasi nilai-nilai budaya Sasak masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan minimnya integrasi nilai budaya dalam kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru serta dukungan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter akademik berbasis budaya lokal. Secara keseluruhan, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Sasak menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter akademik siswa yang berakar pada budaya bangsa dan tangguh menghadapi arus globalisasi budaya.
Internalisasi Nilai Falsafah Banjar Waja Sampai Kaputing dalam Pembentukan Etika Keilmuan Sekolah Dasar Syafira Nurhanifa; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Ade Eka Anggraini; Imam Suyitno; Shirly Rizki Kusumaningrum
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai falsafah Banjar Waja Sampai Kaputing (WASAKA) dalam pembentukan etika keilmuan siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Falsafah WASAKA, yang bermakna “bekerja keras hingga tuntas” dan “pantang menyerah sampai akhir”, mengandung nilai-nilai kerja keras, ketekunan, tanggung jawab, dan disiplin yang relevan dengan penguatan karakter ilmiah siswa. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis artikel yang telah dipublikasi pada tahun 2021–2025 yang diperoleh dari database melalui Google Scholar dengan bantuan perangkat Publish or Perish 8. Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA, meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, hingga diperoleh lima artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Temuan utama menunjukkan bahwa internalisasi nilai WASAKA berdampak positif terhadap pembentukan etika keilmuan siswa, terutama dalam menumbuhkan sikap ilmiah, rasa tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah dalam belajar. Dengan demikian, falsafah lokal Banjar dapat dijadikan dasar penguatan karakter dan integritas ilmiah siswa sekolah dasar, sekaligus memperkaya pendidikan berbasis kearifan lokal di Indonesia.
Nilai Etnopedagogi dalam Lirik Tembang Macapat Berdasarkan Tahapan Kehidupan dan Implikasinya bagi Pendidikan Dasar Amalia Putri Nabila; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Aynin Mashfufah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3547

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, nilai moral, dan identitas budaya peserta didik. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung menekankan aspek kognitif, sementara pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber nilai pendidikan belum dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai etnopedagogi yang terkandung dalam lirik tembang macapat serta relevansinya dalam konteks pendidikan dasar sebagai penguatan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap lirik sebelas tembang macapat sebagai data utama, yang diperoleh dari sumber teks resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Data pendukung diperoleh melalui observasi terbatas dan wawancara informal dengan guru dan siswa SDN Tlogomas 1 Kota Malang untuk memperkuat konteks temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembang macapat merepresentasikan tahapan kehidupan manusia secara bertahap, mulai dari pra-kelahiran hingga akhir kehidupan, yang mengandung nilai etnopedagogi berupa moral, sosial, spiritual, kebijaksanaan hidup, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar serta sejalan dengan teori belajar humanistik, konstruktivistik, dan sosial, serta dapat dipahami sebagai bentuk cultural scaffolding yang mendukung proses pembelajaran bermakna (deep learning). Selain itu, nilai-nilai dalam tembang macapat relevan dengan penguatan Dimensi Profil Lulusan dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada aspek beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, dan bernalar kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa tembang macapat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai teks pendidikan karakter yang bersifat kontekstual dan reflektif bagi pembelajaran sekolah dasar berbasis budaya. Nilai-nilai tersebut berpotensi diimplementasikan dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Religion-Based Character Education Management: A Co-optation Approach in Education Umi Salamah; Punaji Setyosari; Yusuf Hanafi; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Zahara Hussin
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v10i1.116

Abstract

Character education tended to be co-opted by religious values through numerous conceptual and practical approaches. This study underscored the co-optation of religion in the character education process as applied at an Islamic boarding school. The didactic stages were trapped to articulate religious-based character only; thus, the complex meanings of character were narrowed by overlooking other potential principles. Data were collected through observation, interviews, and documentation using the institution’s curriculum design. The findings indicated that leaders and teachers had a significant role in co-opting religious values for conceptualizing the schooling program. This was revealed in the curriculum content encompassing dominant spiritual standards. Equally, students' understanding of character appeared to be constructed by devout teachings. A slight character interpretation was exposed by religious perspectives co-opted by leaders, teachers, and curriculum. Therefore, the slender construal of character was disposed disregarding further principles having valuable points. This study recommended the need for stakeholder consideration, especially educational institutions, and Islamic boarding schools, for accommodating other values in shaping the pupils’ character, thus they were capable to compete with increasingly constricted global changes dynamically.
Ethical Implications of Artificial Intelligence Implementation in Elementary Schools: A Systematic Review Ani Nuryani; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Ade Eka Anggraini
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2993

Abstract

Artificial Intelligence (AI) implementation in elementary education presents both transformative opportunities and ethical challenges that require systematic examination. This study examines AI implementation forms, impacts, and ethical implications in elementary education through systematic literature review. Following PRISMA guidelines, 16 articles published between 2020-2025 were analyzed from Google Scholar, Springer, ScienceDirect, and Taylor & Francis databases. PICO framework guided inclusion/exclusion criteria focusing on AI implementation in elementary schools and ethical considerations. AI implementation encompasses personalized content delivery systems, analytics-based student management, and pedagogical strategies utilizing diverse tools (chatbots, intelligent tutoring systems, educational robots). Positive impacts include enhanced student motivation, creativity, engagement, and teaching efficiency. However, significant concerns emerged regarding algorithmic bias, privacy violations, technological dependency, academic integrity, and digital divide. Critically, ethical frameworks remain inadequately integrated into elementary curricula, creating vulnerabilities for young learners.  Successful AI integration requires comprehensive approaches addressing teacher preparation, structured ethical education, clear institutional policies, and equity-oriented strategies. Educational leaders must adopt ethical leadership prioritizing student privacy, algorithmic fairness, and educational justice. Future research should employ longitudinal and experimental designs across diverse contexts to develop evidence-based frameworks for ethically-informed AI implementation in elementary education.
Generative AI in Educational Research: Opportunities, Integrity Risks, Ethical Challenges: A Prisma Guided Systematic Review Kusumawati Shindi Nur Rahmawati; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Ade Eka Anggraini
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3106

Abstract

This study systematically examines the opportunities, academic integrity risks, and ethical challenges associated with the use of Generative Artificial Intelligence (GenAI) in educational research. A PRISMA guided systematic literature review was conducted using five major databases: SpringerLink, ScienceDirect, Taylor & Francis, Emerald, and MDPI covering publications from 2020 to 2025. A total of 28 peer-reviewed articles met the inclusion criteria and were analyzed through thematic synthesis and bibliometric mapping using VOSviewer. The findings identify three dominant themes: (1) research opportunities, where GenAI enhances literature exploration, academic writing, and analytical efficiency; (2) risks to academic integrity, including AI-assisted plagiarism, ghostwriting, and reduced critical reflection; and (3) the growing need for ethical frameworks and AI literacy emphasizing responsibility, transparency, and accountability in research practices. Bibliometric results reveal an increasing concentration of high-impact (Q1–Q2) publications and expanding international collaboration on AI ethics in education. Theoretically, this study adopts an axioetic approach, understood as the integration of epistemic knowledge and moral values, to interpret ethical tensions arising from GenAI use in research. Practically, the findings provide guidance for researchers, higher education institutions, and policymakers in developing ethical guidelines, strengthening AI literacy, and promoting transparent research standards. Overall, GenAI should be positioned as a reflective research partner rather than a substitute for human intellectual and ethical responsibility.
Ethnopedagogy as an Integrative Framework for Developing Scientific Ethics and Character Integrity in Elementary Education: A Systematic Literature Review Juwanti Juwanti; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Aynin Mashfufah; Ade Eka Anggraini
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3111

Abstract

Elementary education requires innovative approaches that integrate character development with cultural values to address Society 5.0 challenges. This systematic literature review synthesizes empirical evidence on ethnopedagogy's contribution to developing scientific ethics and character integrity among elementary school students. Following PRISMA 2020 guidelines, we systematically searched seven databases (Scopus, ERIC, SAGE, DOAJ, Google Scholar, Garuda, Neliti) for peer-reviewed articles published between 2022-2025. Initial screening identified 280 articles, reduced to 30 high-quality studies through systematic selection using JBI and CASP quality appraisal tools. Thematic analysis synthesized findings across moral values, social competencies, academic integrity, pedagogical approaches, and community engagement dimensions. Ethnopedagogical approaches consistently cultivated moral values through culturally embedded learning experiences, enhanced social competencies via collaborative cultural practices, and developed academic integrity through rule-governed traditional activities. Discovery learning models based on local wisdom significantly increased students' curiosity, responsibility, and cultural understanding. Community involvement emerged as essential infrastructure, with active partnerships strengthening character development outcomes. However, urban-rural disparities and implementation variability indicate context-specific adaptation needs. Findings support ethnopedagogy as a comprehensive framework integrating affective dispositions and cognitive-behavioral competencies. The four-stage integrative model—cultural exploration, reflective internalization, contextual application, and character transformation—provides theoretically grounded guidance for culturally responsive character education. Future research should address methodological limitations through experimental designs, longitudinal investigations, and cross-cultural comparative studies to strengthen evidence-based implementation.
Co-Authors Abdulkadir Rahardjanto Achmad Chusairi Achmad Sultoni Achmad Sultoni Ade Eka Anggraini Agustina, Baiq Ahmad Saifullah Alfina, Dinazat Gita Alif Mudiono Alif Mudiono Alif Mudiono Amalia Putri Nabila Amina Divina P Amina Divina P Amina Divina P Andri Setiyawan Anggraini, Dhea Ayu Anggun Galih Luhur Wicaksono Ani Nuryani Aryan Eka Prastya Nugraha, Aryan Eka Prastya Astuti, Dwi Widi Aulia Al Tsani Izzati Aynin Mashfufah Azizi, Ata Fauzi Bari, Miftahul Budi Handoyo Budi Handoyono Budi Lazarusli Chintyawaty Dedi Kuswandi Desi Hermawati, Desi Dewi, Santi Kurnia Diah Aulia Azizatur Rohmah Dian Fitri Dian Fitriyanti Dian Rohmani, Dian Rohmani Dini rosyada Divina P, Amina Divina, Amina Dwi Widi Astuti Dwi Yani P Eka Sari Setianingsih Endang Wuryandini, Endang Erwin Simon Paulus Olak Wuwur Faizah, Hanim Faizah, Siti Faizatul Munawaroh Fajariyanto, Otto Farah Labibah Farid Muttaqin, Farid Fatiya Rosyida Fauziah, Nanda Nissa Febbry Oktaviani Fina Arianti Fina Liswati Rahayu Firmansyah, Moch Fatih Allam Fitria Andriyani Fitriah, Ulfa Laelatul Fitriyanti, Dian Gayut Fatwa Zatdni Gita Dias Riyana Gufron Abdullah Hanim Faizah Hanim Faizah Hanurawan, Fattah Hardhita, Rizki Septa Hasanah, Annisa Hayu, Ratna Herawati Susilo Hullatul Luthfiyah Iftakhul Kalimatul Jannah Jannah Imam Suyitno Intan Rahmawati Intan Sari Rufiana Istri Romawanti Juwanti Juwanti Khoirul Anam, Faris Kholifatul Khoir, Ani Khurliyah, Fira Khusnul Khotimah Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kumala Dewi Pertiwi Kusumawati Shindi Nur Rahmawati Lestari, Nur'im Septi Lilik Binti Mirnawati Lutvitasari, Aprilia Dista M. Alifudin Ikhsan Made Duananda Kartika Degeng Maharani Annisa Mardatillah Mardatillah Mardhatilah, Mardhatilah Mardhatillah Mardhatillah Mardhatillah Mardhatillah Mardhatillah, Mardhatillah Marianah, Dina Mariyati, Dwiki Mat, Hamidah May Yati Mirayanti Mirayanti Moh. Rozy Zamroni Mohammad Yusuf Randy Mohammad Zainuddin, Mohammad Motiara, Ica Mudrikah Mudrikah Mudrikah, Mudrikah Mufarahatus Syarifah Muhammad Agung Nur Huda Muhammad Noryanto Muhammad Nur Safi’i Muhammad Saefi Muhibuddin Fadhli Nabilla Fissalma Nantana, M. Gebryna Rizki Nasrullah Ali Fauzi Niken Dwi Ariani Ningsih, Adi Tia Ningsih, Tutut Hartina Ilmiah Nofi Ariyanti Novianto Adhi Sucipta Nugraha, Dhike Softa Permata Nur Husna Afandi, Alia Nur Imama Iktamalal Itsnain Nur ‘Azah Nuril Nuzulia Nurul Asikin Nurul Azizah Nurul Hindrayati Nurul Rahmawati Nurul Rosyidati Khasanah Okta Mela Cikal Santoso Olvah, Muliyani Oriza Zativalen, Oriza Otto Fajarianto P, Amina Divina Palgunadi Abdulah Bayat Priya Kusuma Bahari Punaji Setyosari PURNAMA, SIDIQ PUTRA Radeni Sukma Radeni Sukma Indra Dewi Rahayu, Winanjar Rahmat Sudrajat Rahmayanti, Rissky Ratna Ekawati Ria Febrianti Rifky Ericko Saputra Riska Pristian Riska Pristiani Riska Pristiani Rizki Amelia Rofiqi, Ainur Romlah Rudi Prasetyo Selfiana Annisa Selviana Mutik Shalihat, Entin Shirly Rizki Kusumaningrum Sigit Wibowo Siki, Irene Milenia Siti Faizah Siti Fatimah Siti Lami'ah Siti Mas’ula Siti Mas’ulah Situmorang, Raja Uruk Slamet Slamet Arifin Slamet Arifin SRI LESTARI Sri Suryani Mimah Sri Untari Sufian Kang, Enio Kang Mohd Sukma Laila Nur Jannah SURAYANAH . Suyono Suyono Suyono Suyono Syafira Nurhanifa Syifa Zia Muharni Tanjung, Annisa Qadri Titik Haryati Titik Haryati Tommy Tanu Wijaya Tommy Tanu Wijaya Toto Nusantara Tri Lestari, Dewi Tri Susilowati Tsania Nur Diyana Umi Nahdhiah Umi Salamah Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Susiloningsih, Wahyu Wahyuhastuti, Novika Waliah, Diyah Rutin Wicaksono, Samsiar Tri Bagus Widiyanti Wiku Aji Sugiri Winanjar Rahayu Winanjar Rahayu Winarni, Fitri Ayu Sri Yeni Pusnawati Yeni Yusella Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yuniawatika Yunita Nur Shavirah Yusella, Yeni Yusuf Hanafi Zahara Hussin Zahid Zufar At Thaariq Zahroq, Erma Laelatul Zamroni, Moh. Rozy Zativalen, Oriza Zativalen Zulaichah, Lilik Zulfa Ulil Karomah Zulia Nurul Faizah